Saturday, July 21, 2018

Galih Maulana : Tak Ada Kata Remehkan Lawan

Selalu Siap : Galih Maulana Basri menggiring bola [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Salah satu faktor susahnya tim lawan menjebol gawang Deltras Sidoarjo selama 9 laga terakhir, yakni benteng kokoh lini belakang The Lobster yang selalu bermain disiplin serta rapi menjaga gawang Bagus Prasetyo tetap aman. Di sisi lain juga, penampilan Bagus juga diacungi jempol dengan tetap menjaga performa apiknya sampai 9 pertandingan.

Salah satu bek muda The Lobtser asal Gresik, yakni Galih Maulana Basri selalu menempati posisi starting line up baik di putaran pertama saat pelatih kepala Hanafi maupun di putaran kedua dengan head coach Adi Putra Setiawan. Permainannya yang tenang berposisi sebagai stopper berduet dengan Akmal Fakhri membuat mantan pemain Persegres Gresik U-19 tahun lalu ini menjadi salah satu stopper andalan The Lobster musim ini.

Namun, pada pertandingan kemarin rabu sore (18/7) kala Deltras kontra Perseba Bangkalan di Stadion Gelora Delta. Galih Maulana justru digeser menjadi bek kiri. Posisi yang biasanya diperankan oleh Rifqi Rivaldi.

Penampilannya tak terlalu jelek. Bahkan ia menyumbang satu assist yang berbuah gol kedua Rezky Renaldi di menit ke-59. Dalam pertandingan besok (22/7) menghadapi tuan rumah Surabaya Muda, teka teki Galih untuk kembali dimainkan sebagai full bek kiri masih tanda tanya. Namun, pemain kelahiran 4 Juli 1998 ini mengaku selalu siap walau bermain lagi sebagai bek kiri.

"Saya selalu siap dan bermain semaksimal mungkin, karena pelatih sudah memberi kepecayaan kepada saya. Apapun posisinya ya dibikin enjoy saja," ungkapnya.

Melawan Surabaya Muda di laga tandang. Galih menekankan tak ingin meremehkan lawannya tersebut. Meskipun Surabaya Muda kini berada di peringkat ke 9 dengan hanya mengumpulkan 9 poin. Peluang untuk lolos ke-16 besar bagi SM (Surabaya Muda) pun sudah tidak mungkin lagi.

"Tidak ada kata meremehkan lawan, karena semua lawan itu berat. Tinggal kami saja untuk dapat menjalankan intruksi pelatih dengan baik agar meraih hasil yang baik juga," imbuh Galih. (*)

Tandang Karanggayam, Deltras Tetap Inginkan Tiga Poin

Tetap Dipercaya : Wimba Sutan (merah) berebut bola dengan pemain Perseba [foto : Facry Amsyahri]

DELTACYBER - Matchday ke-10 The Lobster julukan Deltras Sidoarjo dalam fase Grup A Liga 3 Jawa Timur besok minggu sore (22/7). Deltras bakal menjamu tuan rumah Surabaya Muda di Lapangan Karanggayam, Surabaya. Pertandingan besok sendiri akan dimulai kick off pukul 15.15 Wib.

Deltras yang datang ke Karanggayam dengan bermodalkan catatan positif dari tiga laga terakhirnya di putaran kedua meraih tiga kemenangan beruntun. Serta 9 pertandingan gawang Deltras yang dijaga kiper Bagus Prasetyo belum kebobolan. Menjadikan target mencuri tiga angka di kandang Surabaya Muda diusung Wimba Sutan cs.

Tim besutan pelatih kepala Adi Putra Setiawan tersebut tetap tak ingin meremehkan lawan. Sebab, terakhir Deltras berlaga di Lapangan Karanggayam yakni Liga 3 musim lalu kala berjumpa dengan PS. Kota Pahlawan.

Bermain di lapangan yang tidak rata, Deltras menelan hasil seri perdana saat itu, setelah mampu meraih rentetan kemenangan. Besok sore Deltras kembali akan menjajal rumput Karanggayam dengan lawan yang berbeda, dan komposisi pemain tim yang berbeda.

Setiawan mengaku beberapa evaluasi di laga terakhir sudah menjadi persiapan timnya di sesi latihan hari jumat kemarin (20/7). Ia ingin Arif Ariyanto dkk bermain maksimal lagi.

"Kami tetap fokus di pembenahan tim baik di lini pertahanan dan penyelesaian akhir," ujarnya.

Sedangkan terkait bomber andalannya Wimba Sutan Fanosa yang di dua laga terakhir belum mencetak gol lagi. Dan pertandingan melawan Perseba kemarin (18/7) ia banyak membuang peluang. Setiawan bakal tetap menurunkan Wimba sejak menit awal di laga besok.

"Untuk laga besok saya tetap akan memainkan Wimba Sutan lagi, agar permainannya kembali ke top performanya dan mencetak gol," imbuh Setiawan. (*)

Thursday, July 19, 2018

Galeri Foto Deltras Sidoarjo vs Perseba Bangkalan (18/7/2018)

Kejar Bola : Kapten Deltras Wimba Sutan di Laga versus Perseba kemarin (18/7) [foto : Saiful]

DELTACYBER - Kemenangan kandang perdana Delta Putra Sidoarjo (Deltras) kala menghadapi tamunya Perseba Bangkalan dengan skor telak 4-0 (0-0) di putaran kedua babak penyisihan grup A Liga 3 Jawa Timur semakin menambah pundi-pundi poin The Lobster guna membuntuti sang pemuncak klasemen Persesa Sampang.

Deltras kini berada di peringkat kedua dengan raihan 22 poin, sementara Persesa di peringkat pertama dengan 23 poin. Namun, jumlah laga Deltras masih menyisakan 3 laga lagi, sementara Persesa tinggal satu pertandingan saja.

Baik Deltras maupun Persesa sama-sama sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar, sebab tim yang berada dibawah mereka sudah tertinggal jauh koleksi poinnya. Hanya saja penentuan juara grup dan runner-up masih diperebutkan kedua tim.

Di laga kemarin, empat gol Deltras dicetak Rezky Renaldy dan Arif Ariyanto masing-masing dua gol. Keempat gol tercipta di babak kedua semua.

Berikut Galeri Foto Deltras Sidoarjo vs Perseba Bangkalan (18/7/2018) =







Foto : Saiful/Lobsterman









Foto : Facry Amsyahri

Lawan Datang Mepet Sampai Hilangnya Konsentrasi di Babak Pertama

Terus serang : Bek kanan Deltras (merah) Sigit Hudowo juga kerap kali membantu serangan [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Memasuki putaran kedua babak penyisihan grup kompetisi amatir Liga 3 Jawa Timur. Sudah mulai terlihat beberapa tim sudah mulai kehabisan bensin. Mulai tertunggaknya gaji pemain hingga tak mampu untuk mengeluarkan biaya melakoni laga tandang.

Jelas, ini menjadi persoalan besar di Liga 3 Jawa Timur musim ini. Tak jarang, sudah beberapa pertandingan harus ditunda, atau tim tuan rumah menang dengan status WO karena tim tamu tak kunjung datang.

Persoalan tersebut hampir terjadi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin rabu sore (18/7). Tuan rumah The Lobster julukan Deltras Sidoarjo menjamu tamunya Perseba Bangkalan. Kick off sesuai jadwal pukul 15.15 Wib pun harus molor sekitar 10 menit. Lantaran tim tamu terlambat datang.

Bahkan para pemain Perseba pun tidak melakukan pemanasan di lapangan, sebagaimana mestinya sesuai jadwal yang diberikan oleh Pengawas Pertandingan (PP). Perseba tepat pukul 15.00 Wib baru datang di Stadion langsung menuju ruang ganti pemain, dan bersalin jersey.  Masuk ke lapangan langsung berjalan beriringan dengan anthem fair play seperti biasa.

Di kubu tuan rumah, Deltras yang sudah mempersiapkan seluruhnya. Tentu mendengar akan kabar tim lawan terlambat datang dengan persiapan mepet. Namun, hal tersebut malah menjadi boomerang bagi The Lobster.

Di menit-menit awal pertandingan, inisiatif menyerang sudah dilancarkan Wimba Sutan Fanosa dkk. Perseba yang bermain realistis hanya menunggu di area mereka dan sesekali melakukan serangan balik. Peluang demi peluang diciptakan Zainal Abidin, Arif Ariyanto, Wimba Sutan maupun Renaldy. Skor babak pertama pun akhirnya usai dengan hasil kacamata.

Di babak kedua Deltras yang tetap bermain menekan akhirnya mampu membuka skor di menit ke-56 melalui heading Rezky Renaldy. Setelah gol pertama itu, keran gol Deltras terus mengalir. Di menit ke-59 kembali Renaldy, serta dua gol Arif Ariyanto menit ke75 dan 79. Deltras menang 4-0 (0-0).
Pelatih kepala Deltras Adi Putra Setiawan menyayangkan pemainnya yang masih banyak membuang peluang di depan gawang. Ia bakal mengevaluasi secepatnya.

"Pemain dengar bahwa lawan datangnya mepet dengan jadwal kick off. Tetapi kami tetap menekankan para pemain untuk fokus, namun, konsentrasi itu hilang di babak pertama," ungkap Setiawan usai pertandingan.

Setiawan menambahkan persoalan penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Di jeda pertandingan, ia bilang ke pemain di ruang ganti. Begitu ada peluang manfaatkan kesempatan itu dengan baik.

“Meski mencetak empat gol, tetapi finishing masih menjadi masalah. Jika saja finishingnya bagus, kami bisa menang lebih dari empat gol. Tetapi kami tetap bersyukur bisa meraih tiga poin,” ujarnya. (*)

Wednesday, July 18, 2018

Gasak Perseba 4-0 Deltras Masih Perlu Pembenahan

Toss : Arif Ariyanto (nomor 7) toss dengan Galih Maulana usai mencetak gol keempat [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Tiga laga sudah dijalani The Lobster julukan Deltras Sidoarjo di putaran kedua fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kali ini. Deltras mampu menyapu bersih tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Namun, persoalan finishing masih menjadi kendala bagi Deltras.

Di laga kemarin sore (18/7) Deltras memang berhasil menang dengan skor telak 4-0 (0-0) atas tamunya Perseba Bangkalan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Empat gol tuan rumah disumbangkan oleh dua pemain masing-masing dua gol, yakni Rezky Renaldy dan pemain senior Arif Ariyanto.

Gol pembuka tuan rumah baru tercipta di menit ke-56 babak kedua melalui heading Renaldy menyambut umpan silang Zainal Abidin dari sisi kanan. Setelah sepanjang babak pertama The Lobster yang terus menekan dan mendapatkan banyak peluang, namun belum ada gol yang terjadi. Gol kedua menit ke-59 kembali Renaldy, kali ini mendapat assist dari Galih Maulana.

Tak puas dengan dua gol, Arif Ariyanto memperlebar jarak di menit ke-75. Tiga menit berselang mantan pemain Persebaya ini menutup gol keempat Deltras di pertandingan sore itu.

Pelatih kepala Deltras, Adi Putra Setiawan mengaku mensyukuri hasil kemenangan telak atas Perseba dan mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Namun, Setiawan menyebut anak asuhnya masih sering membuang peluang yang ada.

"Penyelesaian akhir masih menjadi kendala bagi kami. Jika peluang yang ada bisa menjadi gol, tentu kami bisa menang dengan lebih dari empat gol. Tetapi kami tetap mensyukuri kemenangan hari ini (kemarin)," ungkap Setiawan.

Pertandingan selanjutnya The Lobster kembali menjalani laga tandang. Kali ini Arif Ariyanto dan kolega bakal away ke Lapangan Karanggayam Surabaya menjamu tuan rumah Surabaya Muda besok minggu sore (22/7). (*)

Monday, July 16, 2018

Preview Deltras vs Perseba : The Lobster Haus Kemenangan di Kandang


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) seakan haus kemenangan saat bertanding di kandang sendiri Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Bermodal hasil positif dalam dua laga sebelumnya di putaran kedua, dan rekor belum kebobolan selama 8 pertandingan. Membuat misi mengamankan poin sempurna di publik sendiri menjadi target yang diusung The Lobster.

Arif Ariyanto dan kolega akan kembali berlaga di matchday ke-9 lanjutan babak penyisihan Grup A Liga 3 Jawa Timur besok rabu sore (18/7) berhadapan dengan tamunya Perseba Bangkalan, di Gelora Delta kick off pukul 15.15 Wib.

Kedua tim berjumpa di putaran pertama lalu di Stadion Gelora Bangkalan (18/4), Deltras berhasil mempecundangi tuan rumah dengan skor cukup telak 0-4. Sumbangan tiga gol dari Wimba Sutan Fanosa dan satu gol Moch. Mei Danang membawa Deltras pulang ke Sidoarjo dengan kepala tegak saat itu.

Perseba sendiri di putaran kedua melakoni dua pertandingan terakhirnya dengan hasil buruk. Mereka menelan dua kali kekalahan yakni kalah 2-0 menjamu Mitra Surabaya (1/7) dan Surabaya Muda 2-4 (11/7). Sementara The Lobster mampu menang di dua laga tandangnya di putaran kedua, saat menang 0-3 atas Maestro Parabola (4/7) dan 0-1 dari Persesa Sampang (15/7).

Namun, dari dua pertandingan terakhir Deltras. Pelatih kepala Adi Putra Setiawan mengaku masih banyak kekurangan dari timnya. Di pertandingan terakhir ia menyoroti soal penyelesaian akhir lini depannya. Menurut mantan pelatih Deltras U-17 ini barisan strikernya terlalu banyak membuang peluang.

"Evaluasi untuk lawan Perseba kami akan perbaiki penyelesaian akhir. Para pemain harus bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk menjadi gol," ungkapnya.

Di laga besok, pemain Deltras tidak ada yang absen lantaran akumulasi maupun cedera. Stopper muda Akmal Fakhri yang di laga sebelumnya absne karena akumulasi kartu kuning, besok rabu sore sudah dapat diturunkan kembali. Juga tiga pemain senior macam Wimba Sutan Fanosa, Arif Ariyanto dan Zainal Abidin. (*)

Setiawan Soroti Peluang Yang Terbuang Sia-sia



DELTACYBER - Banyak peluang tercipta di matchday ke-8 Deltras Sidoarjo dalam lanjutan fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin minggu sore (15/7) kala menjamu tuan rumah Persesa Sampang di Stadion R. Soenarto Pamekasan. The Lobster berhasil membawa pulang poin absolut setelah menang tipis 0-1 atas Laskar Trunojoyo julukan Persesa.

Gol semata wayang Deltras dicetak Rezky Renaldy di menit ke-14 babak pertama. Sepakan kaki kanannya di dalam kotak pinalti, tak bisa dihalau kiper Persesa. Sebenarnya, tim tamu banyak mendapat peluang di depan gawang Persesa.

Beberapa kali strikernya Wimba Sutan Fanosa berhadapan dengan kiper lawan, sayang, tendangannya masih bisa ditangkap kiper, ataupun jalannya bola yang susah ditebak arahnya akibat kondisi lapangan yang kurang rata. Membuat Deltras hanya mencetak satu gol.

Juga beberapa peluang dari Guntur Agung Ramadhan striker pengganti Wimba di babak kedua, masih kesulitan menambah keunggulan Deltras. Adi Putra Setiawan head coach Deltras mengaku timnya masih perlu evaluasi lagi di laga selanjutnya. Ia menakankan pada penyelesaian akhir.

"Finishing masih menjadi persoalan bagi tim kami. Secepatnya akan kami asah lagi soal lebih baik memanfaatkan peluang menjadi gol," ujar Setiawan.

The Lobster bakal berlaga kembali di matchday-9 besok rabu sore (18/7) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Deltras akan bersua Perseba Bangkalan. (ainulbudi)

Gol Tunggal Renaldy Bawa Deltras Menang Atas Persesa

Menang Lagi : Rezky Renaldy pemain Deltras dibayangi pemain Persesa [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Satu-satunya tim yang dapat mencuri poin di Stadion Gelora Delta Sidoarjo di putaran pertama fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin, ialah Persesa Sampang. Tim yang sampai saat ini berada di puncak klasemen grup sementara, di putaran pertama lalu mampu menahan imbang Deltras 0-0. Padahal, The Lobster sendiri selalu sukses mengamankan tiga angka baik kandang maupun tandang di putaran pertama.

Mengusung target 'revans' kala berjumpa Persesa di putaran kedua laga minggu sore kemarin (15/7) di Stadion R. Soenarto Pamekasan. Deltras berhasil mempecundangi Persesa 0-1 (0-1). Persesa Sampang yang bertindak sebagai tuan rumah harus menjamu Deltras di Pamekasan, karena ada beberapa kendalan non teknis pertandingan tidak bisa digelar di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan yang menjadi homebase Persesa.

Bermain dengan kekuatan penuh, The Lobster sempat kesulitan dengan kondisi lapangan yang gersang dan tidak rata. Permainan umpan-umpan panjang kerap disajikan kedua tim. Namun, tim tamu dapat unggul di menit awal. Tendangan Rezky Renaldy di menit ke-14 membuat Deltras unggul 0-1. Tertinggal gol cepat, Persesa mencoba menyerang, sementara Deltras yang sudah unggul dapat memainkan tempo pertandingan dan sesekali keluar menyerang.

Beberapa kali peluang didapat Wimba Sutan Fanosa belum bisa menggandakan skor. Akhirnya Wimba ditarik keluar di pertengahan babak kedua digantikan Guntur Agung. Peluang yang didapat Guntur pun juga belum bisa menambah gol Deltras. Kemenangan tipis 0-1 Deltras atas Persesa mencatatkan kemenangan kedua The Lobster di putaran kedua kali ini. Sebelumnya Deltras berhasil mencuri tiga angka di kandang Maestro Parabola (4/7).

Namun, pelatih kepala Deltras Adi Putra Setiawan menyayangkan beberapa peluang yang didapat pemainnya tidak bisa menambah gol. Penyelesaian akhir masih menjadi kendala lini depannya.
"Alhamdulilah kami menang satu kosong. Kami bisa mencuri gol di menit-menit awal, kami sebenarnya mempunyai beberapa peluang, sayang finishing masih menjadi kendala," ucapnya.

Ia menambahkan seharusnya di babak pertama ada 3 sampai 4 peluang yang harusnya bisa menjadi gol. Tapi terbuang percuma. Penampilan anak asuhnya di babak kedua pun juga dinilai masih banyak kekurangan.

"Kalau fokus bertahan kami bermain bagus hari ini. Tetapi begitu membangun serangan balik, entah itu faktor lapangan yang kurang rata, yang jelas kami selalu kehilangan peluang," imbuhnya. (ainulbudi)

Sunday, July 15, 2018

Come Back Dramatis Antarkan Malaysia Mengunci Gelar Juara Piala AFF U-19 2018

Juara : Malaysia U-19 Kampiun Piala AFF U-19 2018 [foto : M.Ainul]

Pertandingan sengit saling berbalasan gol tersaji di partai final Piala AFF U-19 kemarin sabtu malam (14/7) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Harimau Malaya julukan tim Nasional Malaysia keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan lawannya Myanmar dengan skor tipis 4-3 (2-3).

Dua tim yang sama-sama ingin menasbihkan juara untuk pertama kalinya di ajang ini. Bermain terbuka sejak menit awal. Malaysia unggul cepat 1-0 di menit ketiga melalui gol Muhammad Faiz. Tim besutan Bojan Hodak itu bahkan menggandakan keunggulan di menit ke-18 kali ini oleh Nik Akif Syahrian. Tertinggal dengan defisit dua gol, Myanmar tak patah arang. Menit-24 Myanmar memperkecil kedudukan 2-1 dari gol Win Naing Tun.

Dua menit berselang, Myanmar berhasil menyamakan skor 2-2 melalui sepakan Myat Kaung Khant. Bahkan Myanmar mampu membalikkan keadaan menjadi 2-3
di menit akhir babak pertama melalui gol Myat Kaung Khant.

Berhasil mengubah keadaan, Myanmar justru sedikit mengendurkan serangan di babak kedua. Malaysia yang tertinggal terus menekan lini belakang lawan.
Akhirnya di menit-73 Shivan Pillay Asokan dapat menyamakan skor 3-3. Tiga menit injury time babak kedua, drama itu terjadi. Myanmar yang lengah dan kehilangan fokus dimanfaatkan Malaysia untuk mengunci kemenangan dengan golnya keempat dari Nik Akif Syahiran.

Harimau Malaya come back dramatis di final. Kemenangan 4-3 menobatkan mereka menjadi kampiun turnamen ini. Usai pertandingan pelatih Malaysia Bojan Hodak mengaku sangat senang dengan penampilan anak asuhnya. Ia juga sempat menyayangkan dua gol lawan di babak pertama akibat kesalahan pemainnya.

"Babak kedua saya katakan kepada pemain untuk tetap bermain tenang karena lawan sudah pasti kelelahan. Saya lakukan tiga pergantian pemain dan mereka melakukan tugasnya dengan baik," ucapnya.

Pelatih asal Kroasia ini memuji penampilan kedua tim di laga kemarin. Yang berjalan menghibur penonton dengan berbalas gol.  "Gelar juara ini berkat kerja keras tim. Saya juga berharap tim ini dapat memberi kejutan lagi di Piala AFC," imbuh Bojan. (m.ainulbudi)

Garuda Nusantara Berhasil Revans Atas Thailand

Selebrasi : Feby Eka Usai Cetak Gol Perdananya [foto : Mutiara. K.G]
Garuda Nusantara akhirnya berhasil revans melawan tim Gajah Putih julukan Thailand di pertandingan perebutan peringkat ketiga sabtu sore tadi (14/7). Todd Rivaldo Ferre menyudahi perlawanan Thailand dengan kemenangan skor tipis 2-1 (1-0). Dua gol Indonesia dicetak oleh Feby Eka di babak pertama, dan Syahrian Abimanyu di babak kedua. Satu-satunya gol Thailand oleh Matee Sarakum di penghujung babak kedua.

Bermain dengan beberapa pemain yang belum fit, macam Saddil Ramdani yang harus absen dan Egy Maulana yang dicadangkan oleh coach Indra Sjafri. Permainan Nurhidayat cs bermain lepas. Stadion Gelora Delta yang sebelumnya dipadati suporter, laga sore tadi hanya ditonton 3 ribu suporter saja.
Babak pertama kedua tim saling berbalas serangan terbuka. Indonesia baru membuka keunggulan di menit ke-34. Penetrasi Feby Eka di sisi kanan gawang Thailand, dan tendangannya tak mampu dihalau kiper Thailand Nopphon Lakhonphon. 1-0 Indonesia unggul sampai jeda pertandingan.

Di babak kedua, Thailand meningkatkan intensitas serangan. Indonesia nyaris di menit-menit awal babak kedua mengandalkan serangan balik melalui Witan Sulaiman atau Todd Rivaldo. Egy Maulana Vikri dimasukan oleh Indra di menit-58 menggantikan Feby Eka yang sedikit menderita cedera. Serta menit ke-77 Rafli Mursalim digantikan oleh M. Rafi.

Indonesia kembali menggandakan skor di menit ke-81, tendangan mendatar kaki kiri Syahrian Abimanyu merobek jala Thailand. Tim tamu memperkecil kedudukan tiga menit berselang melalui gol Matee Sarakum. Skor 2-1 untuk kemenangan Indonesia bertahan hingga peluit panjang wasit Xaypaseth Phongsanit asal Laos.

Usai laga, Indra Sjafri memohon maaf kepada masyarakat Indonesia belum bisa mempersebahkan gelar juara kembali di Piala AFF U-19 tahun ini. Ia berharap suporter terus memberikan dukungan kepada timnya.

"Mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Indonesia yang sudah begitu antusias dan punya ekspetasi tinggi kepada timi ini. Jangan patah semangat, doakan serta dukung selalu kami. Karena kami punya tugas berat untuk lolos ke Piala Dunia dalam kualifikasi Piala AFC di Gelora Bung Karno," ucap Indra.

Indra menambahkan di Piala AFF U-19 kali ini juga menjadi ajang penilaian semua pemain untuk siapa saja yang bakal dibawa ke Piala AFC bulan oktober mendatang. "Terima kasih kepada semua pemain yang sudah ikut di turnamen kali ini. Untuk kami tim pelatih semakin jelas semakin tahu komposisi terbaik nanti atau pemain yang akan dibawa ke Piala AFC," imbuh Indra.

Sementara di kubu Thailand, asisten pelatihnya Jetniphat Ratchatatoemphon laga sore menjadi pertandingan yang cukup berat.  "Pertandingan tadi sangat berat bagi. Kami sudah bekerja keras semaksimal mungkin, tetapi kami harus kalah. Babak kedua pemain berusaha untuk menyerang, tetapi kami belum beruntung saja," bebernya. (m.ainulbudi)

Friday, July 13, 2018

Egy Maulana dan Saddil Ramdani Diragukan Tampil

Dokter Timnas U19 (kanan) Ifran Akhmad Saat memberi pijatan di kaki Riyandi [foto : M.Ainul]

Pertandingan yang melelahkan kontra Malaysia di semifinal Piala AFF U-19 kemarin (12/7) membuat beberapa pilar Indonesia harus menepi mendapat perawatan dan terpaksa diganti.  Tiga pemain yang cukup mendapat perawatan serius kemarin ialah Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani dan kiper M. Riyandi. Ifran Akhmad selaku dokter tim Indonesia seusai latihan ringan sore tadi (13/7) di Lapangan Futsal, mengatakan kondisi mereka akan dilihat semua lagi besok.

"Saddil mengalami sedikit masalah pada punggung kakinya, jadi sedikit bengkak. Mereka bertiga akan kami evaluasi besok, untuk dapat dimainkan atau tidaknya," ujarnya.

M. Riyandi tidak mengalami cedera yang serius. Baru sehari juga penyembuhannya jadi progresnya bakal dipantau lagi oleh tim dokter. Sementara Egy yang terlihat cukup parah di laga kemarin diakui oleh Ifran ia mengalami kelelahan.

"Egy memang sedikit jet lag kemarin, dia mengalami perbedaan cuaca Polandia dengan Indonesia. Pasti berpengaruh dengan ototnya. Ketika oksigen berkurang ototnya otomatis mengalami cepat kelelahan," ucap Ifran kepada awak media.

Egy digantikan oleh Hanis dipenghujung babak kedua bukan karena benturan, ia memang benar-benar masih kecapekan dan perlu adaptasi kembali dengan cuaca di Indonesia, setelah ia sudah agak lama di Polandia.

"Selama dia mampu melanjutkan pertandingan saya rasa tidak ada masalah untuk tetap bermain, Egy sendiri yang mengatakan masih bisa melanjutkan," bebernya.

Dengan kondisi yang belum fit seperti ini, Ifran bakal melihat bagaimana perkembangan terbaru si pemain di hari H pertandingan besok.  Peluang dimainkan Egy tersebut tetap ada. Tetapi semua tergantung keputusan pelatih, seperti dimainkan sejak awal atau dari bangku cadangan dan menit bermainnya berapa lama.

Ifran menambahkan untuk Saddil peluang diturunkan kembali sepertinya belum bisa. Ia memastikan kondisi cedera Saddil bakal mendapatkan perhatian lebih lanjut.

"Kalau Saddil kemungkinan bermainnya agak kecil, karena cedera di punggung kakinya masih bengkak jadi agak sulit melakukan beberapa gerakan," imbuhnya. (m.ainul budi)