Minggu, 14 Januari 2018

PSSI Siap Gelar Kembali Piala Indonesia 2018


DELTACYBER - Dalam kongres PSSI 2018 yang digelar di ICE BSD Tangerang kemarin (13/1) menyetujui pelaksanaan Piala Indonesia 2018 atau yang dulunya disebut dengan Copa Indonesia.

Piala Indonesia ini rencananya bakal dihelat mulai bulan April sampai bulan Desember 2018. Turnamen antar klub ini bisa diikuti oleh tim-tim dari Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Sekjen PSSI Ratu Tisha mengungkapkan menginginkan masyarkat yang berada di daerah-daerah pun dapat menyaksikan secara langsung pemain bintang saat melawan klub lokalnya.

Sekaligus menjadi ajang kesempatan bagi kontestan Liga 2 dan tim-tim amatir Liga 3 beradu kualitas dengan tim Liga 1.

"Turnamen domestik ini bakal diikuti total 128 tim dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Juaranya mewakili Indonesia di AFC Cup nantinya," ungkap Ratu Tisha.

Sementara itu ketua umum Edy Rahmayadi mengatakan format Piala Indonesia nantinya adalah dengan sistem gugur, yang akan digelar di sela-sela pertandingan kompetisi Liga.

Piala Indonesia sendiri terakhir kali digelar pada tahun 2012, waktu itu terjadi dualisme kompetisi Indonesia Primer League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) dan yang menjadi kampiun Piala Indonesia 2012 adalah Persibo Bojonegoro.

Sedangkan skuad Deltras Sidoarjo sendiri bukan tak pernah menorehkan catatan manis di ajang turnamen ini. The Lobster pernah menjadi juara ketiga dalam Copa Dji Sam Soe Indonesia tahun 2008. Deltras kala itu mampu mengalahkan Persija Jakarta di babak 8 besar, sayang, kalah atas Persipura di partai semifinal. Di laga perebutan juara 3, akhirnya Deltras berhasil menang 3-1 versus Persijap Jepara. Di turnamen tahun itu juga, 5 pemain Deltras menyabut gelar individual pada Penghargaan Bintang Emas Copa Dji Sam Soe 2008. (bid)

Sabtu, 13 Januari 2018

Strata Kompetisi Liga Indonesia 2018 Tetap 3 Kasta


DELTACYBER - Kejelasan soal kompetisi Liga Inndonesia tahun 2018 sudah dijelaskan semua dalam kongres PSSI 2018 hari ini (13/1) di ICE BSD Tangerang, Banten. Pada kongres PSSI tersebut menghasilkan banyak keputusan. Salah satu yang terpenting adalah soal kompetisi 2018.

Keputusan soal kejelasan kompetisi 2018 sudah diputuskan hanya ada 3 kasta kompetisi Liga Indonesia. Itu diungkapkan oleh sekjen PSSI Ratu Tisha.

"Ada keputusan pentin lainnya adalah strata kompetisi 2018 yakni Liga 1 yang berisikan 18 klub, Liga 2 24 klub dan Liga 3 dua fase. Khusus untuk Liga 3 ada fase regional provinsi dan nasional," ucap Ratu Tisha seperti dilansir di sport.detik.com

Senada dengan Ratu Tisha ketua umum PSSI Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa Liga 1 tetap akan diikuti oleh 18 klub saja. Liga 2 diisi 24 klub saja. Sedangkan Liga 3 64 klub yang terdiri dari 40 tim yang musim kemarin degradasi dari Liga 2 2017 dan 24 tim diambil dari regional provinsi.

Di babak nasional Liga 3, 64 tim tersebut bakal bertarung untuk kembali memperebutkan 3 tiket promosi ke Liga 2. Sama seperti tahun kemarin, hanya ada 3 tiket promosi. Selain itu, PSSI juga siap menggelar kembali Piala Indonesia.

"Domestiknya itu adalah Piala Indonesia yang digelar April hingga Desember 2018. Formatnya 128 tim yang terdiri dari Liga 1, Liga 2 serta Liga 3. Dan yang paling kami harapkan event ini bisa jadi gegap gempita klub daerah." imbuh Tisha. (*)

Tetap Liga 3

Kongres tahunan PSSI 2018 [foto: bola.com]
DELTACYBER - Kongres tahunan PSSI 2018 yang digelar tadi (13/1) di ICE BSD Tangerang, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) sudah menghasilkan 5 keputusan. Dan dilanjutkan ke Kongres Biasa. Kongres Biasa ini mengagendakan lebih banyak agenda untuk kompetisi tahun depan. Yakni yang ditunggu-tunggu soal kejelasan level kompetisi tahun 2018.

Seperti wacana yang sudah beredar. Liga 1 musim depan akan menjadi 20 klub yang semula 18 klub. Dua tim yang degradasi yakni Semen Padang dan Persiba Balikpapan mengusulkan 20 klub agar mereka bisa bertahan di Liga 1. Di Kongres PSSI tadi, usulan mereka ditolak dan Liga 1 musim depan tetap menjalankan dengan 18 klub.

Dari tim-tim Liga 2 2017 yang degradasi ke Liga 3 sebanyak 40 tim harus bermain di Liga 3 2018. Liga 2 musim depan hanya diisi oleh 24 tim saja, 3 tim degradasi dari Liga 1, 3 tim promosi dari Liga 3 2017 dan sisanya tim yang bertahan di Liga 2.

Sementara itu wacana yang berkembang kemarin, tim Liga 3 2017 yang tidak bisa lolos ke Liga 2 2018 harus berlaga di Liga 4. Namun, hasil kongres biasa tadi, tidak menyepakati  adanya Liga 4. Kasta kompetisi Liga Indonesia tetap 3 kasta, Liga 1, Liga 2, Liga 3.

Liga 3 musim depan tetap menjadi kompetisi amatir. 40 tim yang terdegradasi dari Liga 2 musim kemarin, akan berlaga di Liga 3. Sedangkan tim-tim Liga 3 2017 yang tak bisa promosi ke Liga 2 musim depan juga tetap akan berlaga di Liga 3. Hanya saja, harus kembali memulai dari kompetisi masing-masing Asprov dan hanya diambil 24 tim saja dari semua Asprov untuk melaju ke babak nasional bergabung dengan 40 tim tadi. (*)

Keputusan Kongres Biasa PSSI 2018 =
Hanya ada 3 Strata Kompetisi 2018
- 2 Profesional (Liga 1,Liga 2)
- 1 Amatir (Liga 3)
Seperti Tahun Kemarin, 2017.
- Liga 1 diikuti 18 tim
- Liga 2 diikuti 24 tim
- Liga 3 Amatir, diikuti 64 tim (40 tim yang degradasi dari Liga 2 2017 berada di babak nasional, 24 tim sisanya di ambil dari kompetisi Liga 3 masing-masing Asprov).

Kongres Luar Biasa PSSI 2018 Hasilkan 5 Keputusan

Edy Rahmayadi membuka Kongres PSSI 2018 [foto: Liputan6.com]

DELTACYBER - Gelaran Kongres tahunan PSSI 2018 digelar hari ini (13/1/) di ICE BSD Tangerang. Dalam Kongres Luar Biasa PSSI yang dibuka langsung oleh ketua umum Edy Rahmayadi itu menghasilkan lima keputusan.
Wakil ketua PSSI Joko Driyono membacakan keputusan yang disetujui oleh semua peserta kongres.

Berikut 5 Keputusan Hasil dari KLB PSSI =
1. Hierarki Organisasi.
Dalam statuta PSSI ini ditambahkan klausul baru soal Askab dan Asprov. Itu terermin di pasal 2 a.
2. Badan Hukum Klub.
Klub harus connect dengan badan hukum yang teregistrasi di PSSI. Untuk menghindari dualisme klub klub atau anggota PSSI.
3. Pengembangan sepakbola.
Tidak boleh berhenti sampai level Asprov dan klub saja. PSSI menambahkan 1 pasal melalui lembaga terafiliasi. Lembaga tersebut teresgritasi meski statusnya bukan anggota.
4. Voter.
Struktur voter refleksi dengan jalannya kompetisi, 18 klub dari Liga 1, 16 klub Liga 2,16 klub Liga 3, 8 klub Liga 4, dan 34 Asprov, serta asosiasi futsal, women, pelatih dan wasit.
Untuk pemain, tidak menjadi anggota PSSI. PSSI menginduk bagaimana hubungan FIFA dengan pemain (FIFPro). Karenanya asosiasi pemain berinteraksi PSSI dalam platform MoU.
5. Komite Tetap.
Diubah dari 17 komite tetap menjadi 12.

Dalam kongres PSSI 2018 ini juga membahas tentang regulasi masing-masing liga tahun depan, dan kejelasan soal strata kompetisi. Setelah KLB yang sudah menghasilkan keputusan, hari ini juga akan dilanjut dalam Kongres Biasa. Beberapa agendanya seperti pengesahan agenda kongres, penambahan agenda baru, laporan kegiatan dan keuangan PSSI di tahun 2017, rencana program startegis kerja PSSI di tahun 2018, pengesahan anggota baru PSSI, pengangkatan, peresmian dan pemberhentian orang atau badan. (bid)

Jumat, 05 Januari 2018

Jelang Hari Jadi Deltamania 17 Tahun Bulan Depan, Apa Tema Yang Pantas ?

Tetap Kompak : Deltamania [foto : Dio Fahmi]
DELTACYBER - Kekompakan serta kesolidtan Deltamania untuk mengawal dan mendukung Deltras tak surut sedikitpun. Semangat membara semua kalangan Deltamania baik muda, tua, hingga suporter wanita yang biasa disebut Deltanita tidak berhenti.

Naik turun prestasi Deltras di kancah Liga Indonesia, dari berlaga di kasta teratas Liga Bank Mandiri, Divisi Utama Liga Djarum, Indonesia Super League, hingga turun ke kasta kedua Divisi Utama sampai kini di Liga 3 kompetisi amatir.

Bukti kesetiaan Deltamania bisa dilihat di dua tahun terakhir. Sejak Deltras terdegradasi dari Divisi Utama 2014 kasta kedua Liga Indonesia, dan bermain di Liga Nusantara tahun 2016 kompetisi amatir dan Liga 3 2017 juga kompetisi amatir, Deltamania tak meninggalkan The Lobster.

Bahkan di musim kompetisi 2017 kemarin Liga 3, Deltamania tak pernah absen sekalipun mengawal Deltras berlaga di laga tandang. Sebuah catatan mengagumkan bagi suporter yang tak ingin meninggalkan tim kesayangannya walau berlaga di level liga indonesia terendah.

Kini tahun 2018, suporter yang berdiri sejak tahun 2001 tersebut tak terasa bulan depan februari sudah menginjakkan usianya yang ke 17 tahun tepatnya tanggal 16 februari. Dari ulang tahun ke-12 beberapa tahun lalu, Deltamania selalu memberi tema hari jadinya. Di usia ke-12 seperti bertemakan 'RED 12 MINE' Red Is Mine yang artinya merah ini adalah milikku. Di tahun ke-13, dengan tema "A13ANGKU NYATA', berarti merahku nyata adalah Deltamania bangga akan warna kebesaran merah.

Usia ke-14 ada 'SET14 BUKAN EUFOR14' adalah di tahun tersebut Divisi Utama 2014 Deltras degradasi ke Liga Nusantara 2015, Deltamania ingin menunjukkan kesetiaan kepada tim kesayangannya bukan hanya sekedera euforia disaat kemenangan saja.

Ulang tahun ke-15, bertemakan 'KONS15TEN DELTAMANIA', rekan-rekan Deltamania hingga usia ke-15 tahun konsisten mendukung The Lobster dan menjadi bagian dari Deltamania. Sedangkan 16 tahun februari tahun kemarin, dengan teman 'MAR16ANGKIT' mengusung semangat maribangkit bagi Deltras dan Deltamania.

Dan di tahun 2018 ini, apa tema yang pantas bagi hari jadi Deltamania yang ke-17 tahun ?

Selasa, 02 Januari 2018

Kaleidoskop Deltras Sidoarjo di Tahun 2017


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo memang belum bisa meraih prestasi terbaik musim ini di Liga 3 2017. Tekat untuk promosi ke Liga 2 pupus, setelah langkah The Lobster terhenti di babak nasional 16 besar fase knock out. Dari total 22 pertandingan dilakoni Deltras di Liga 3 dari regional Jaw Timur sampai babak nasional, bila dilihat dari jumlah kemenangan yang meraih 14 kali, seri 4 kali dan kalah 4. Sebenarnya performa skuad Deltras patut diapresiasi. Tetapi, hasil yang tak diharapkan itu terjadi. Kali ini redaksi Deltacyber mengulas perjalanan tim dari awal kompetisi sampai babak nasional.

Toss : Skuad Deltras sebelum memulai pertandingan vs Cahaya Muda [foto : Facry Amsyahri]
FASE GRUP LIGA 3 KAPAL API PSSI JAWA TIMUR 2017
GRUP C
Laga Perdana vs Cahaya Muda (10/5) = Tergabung di grup C, Deltras menjadi tim yang diunggulkan untuk lolos dari fase grup. Pertandingan perdana The Lobster di Liga 3 regional Jawa Timur, menjamu tamunya dari Madura, Cahaya Muda di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Menurunkan kekuatan penuh, lima pemain senior menjadi starter semua Papang Nur Jaman kiper, Achmad Setiawan, Sutrisno Hardi, Zainal Abidin dan sang kapten Wimba Sutan Fanosa. Deltras berhasil menang 2-0. Dua gol Deltras dicetak Aisy Budi  menit ke-14 dan Wimba Sutan di menit ke-52 melalui titik putih.

Selebrasi Bersama : Sutrisno (paling depan) usai mencetak gol ke Gawang PS. Kopa [foto : Facry Amsyahri]
Laga Ketiga vs PS. Kota Pahlawan (17/5) = Matchday ketiga, Deltras kembali bermain di kandang setelah di laga kedua melawan Bojonegoro FC () away berhasil menang 0-3. Melawan PS. Kota Pahlawan yang notabennya tim asal Surabaya juga tim amatir dari Persebaya, Deltras mampu menekuk dengan skor cukup telak 4-1. Dua gol Sutrisno Hardi dan Wimba Sutan membawa Deltras memuncaki klasemen grup C. Di akhir putaran pertama grup C, Deltras berhasil menyapu bersih 6 laga dengan tren kemenangan mengumpulkan 18 poin. Di putaran kedua,

Wimba Sutan (kanan) sebelum melawan PS. Kopa di Karanggayam [foto : M.Ainul]
Laga Kesembilan vs PS. Kota Pahlawan (9/8) = Pertandingan kesembilan Deltras, kali ini harus away ke lapangan Karanggayam, Surabaya melawan tuan rumah PS. Kota Pahlawan. Setelah dua laga sebelumnya di putaran kedua menghadapi Cahaya Muda away dan Bojonegoro FC home, Zainal Abidin cs masih meraih 3 poin. Di kandang PS. Kota Pahlawan, Deltras harus puas pulang ke Sidoarjo dengan meraih hasil imbang 0-0. Untuk pertama kalinya Deltras tak bisa menang di fase grup C setelah 8 kali kemenangan beruntun dan juga pertama kalinya Deltras tak mampu mencetak gol.

Cetak 5 Gol : Rezky Renaldy [foto : M.Ainul]
Laga Kedua belas vs Pamekasan FC (23/8) = Pertandingan terakhir fase grup C. Deltras sudah dipastikan menjadi juara grup C dan tak bisa dikejar oleh para pesaingnya. Laga terakhir harus menjamu Pamekasan FC. Bermain di publik Deltamania, The Lobster bermain garang. Tiga laga sebelumnya Deltras mengejutkan dengan hanya meraih 3 poin dari 3 kali imbang. Pamekasan FC akhirnya menjadi lumbung gol Deltras, dengan Rezky Renaldy bintangnya ia mencetak 5 gol ditambah satu gol dari kaki Rifky Sholekhuddin.

Kalah dari Persid Jember di babak 12 besar [foto : M.Ainul]
Susah : Sutrisno (kiri) mencoba melewati hadangan bek Pspk [foto : Agung Alfian]
BABAK 12 BESAR
LIGA 3 KAPAL API PSSI JAWA TIMUR 2017
GRUP G
Di babak 12 besar, Deltras tergabung di grup G dengan dua tim lainnya yakni Persid Jember dan Pspk Pasuruan. Laga perdana Deltras harus away ke Jember (3/9). Persid Jember berstatus sebagai juara di fase grup A menjadi lawan yang cukup berat. Buktinya, Persid mampu mengandaskan perlawanan Deltras dengan skor 2-0. Hasil itu, menjadi kekalahan perdana Deltras di Liga 3 musim 2017. Pertandingan kedua tim asuhan Harmadi melawan Pspk Pasuruan di Gelora Delta (6/9), gol semata wayang Levi Fahmi membawa Deltras mengamankan tiga poin. Di laga lain keesokan harinya (10/9) Pspk berhasil menang 2-1 atas Persid Jember di Pasuruan. Ini yang menjadikan jalan Deltras terbuka untuk lolos pasalnya di putaran pertama fase grup, ketiga tim sama-sama meraih 3 poin semua. Putaran kedua Deltras akhirnya berhasil membalas kekalahan atas Persid dengan skor tipis 1-0 di Sidoarjo (13/9). 6 poin didapat Deltras. Laga terakhir Deltras melawan Pspk di Pasuruan (17/9) berakhir dengan skor imbang 0-0. Deltras sudah dipastikan lolos sebagai juara grup, pasalnya laga terakhir Persid vs Pspk sudah tak lagi menentukan, dan berakhir dengan kemenangan Persid 1-0. Deltras lolos dengan 7 poin, Persid 6 poin, dan Pspk 3 poin.

Dibayangi : Ridwan Haci (depan) dijaga pemain Blitar United [foto : M.Ainul]
SEMIFINAL
LIGA 3 KAPAL API PSSI JAWA TIMUR 2017
Deltras Sidoarjo vs Blitar United (26/9) = Di semifinal Deltras sudah ditunggu Blitar United, setelah di babak 12 besar kedua tim sama-sama lolos. Deltras juara grup G dan Blitar United juara grup H. Laga semifinal digelar di stadion Brawijaya Kediri, kick off pukul 15.15 wib. Bermain dengan kekuatan penuh, Deltras sempat unggul dulu di menit ke-21 dari tendangan Ridwan Haci. Dua gol cepat Blitar United di menit ke-23 dan 27 membalikkan keadaan. Di babak kedua Deltras terus menggempur lini belakang Blitar, sayang disiplinnya pertahanan Blitar United mampu membendung serangan Deltras. Skor akhir 1-2 untuk kemenangan Blitar United.

Gol Pembuka : Zainal Abidin [foto : M.Ainul]
Juara 3 Liga 3 Jawa Timur [foto : M.Ainul]
PERINGKAT KETIGA
LIGA 3 KAPAL API PSSI JAWA TIMUR 2017
Deltras Sidoarjo vs Persekabpas Pasuruan (30/9) = Deltras kalah melawan Blitar United 1-2, dan Persekabpas kalah dari Persibo Bojonegoro 0-2 di partai semifinal. Kedua tim bertemu memperebutkan juara tiga regional Jawa Timur. Pasalnya, kala itu hanya 3 tiket yang diperebutkan 4 tim untuk dapat lolos ke babak nasional 32 besar. Namun, pada akhirnya terdapat perubahan keputusan keempati tim dapat melaju ke babak nasional yakni Persibo, Blitar United, Deltras dan Persekabpas. Di laga perebutan ketiga itu sendiri, The Lobster sukses membungkam Persekabpas dengan skor 2-0 dari dua gol yang dicetak Zainal Abidin dan Wimba Sutan Fanosa.

Zainal Abidin (depan) selebrasi usai cetak gol ke gawang Batang Anai FC [foto : M.Ainul]
Kalah dari Persitangsel 0-1 [foto : M.Ainul]
Berhasil membungkam Persbit Bitung 4-0 [foto : M.Ainul]
BABAK 32 BESAR NASIONAL
GRUP D
Setelah lolos dari regional Jawa Timur. Deltras tergabung di grup D babak 32 besar nasional, Deltras melaju otomatis ke babak nasional tanpa melalui fase play off. Deltras bersama Batang Anai FC (Sumatera Barat), Persbit Bitung (Sulawasi Utara) dan Persitangsel Tangerang Selatan (Banten). Laga perdana melawan Batang Anai FC (4/12) The Lobster berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-0. Dua gol Wimba Sutan dan Zainal Abidin. Di laga kedua (6/9) versus Persitangsel, Deltras lengah. Kebobolan di menit awal menit ke-9 menjadi boomerang. Deltras harus menyerang 0-1.

Pertandingan ketiga menghadapi Persbit Bitung, 3 poin wajib diraih Deltras. Untuk bisa melanjutkan langkah ke babak selanjutnya. Kemenangan tersebut akhirnya diraih Zainal Abidin cs. Hatrick Wimba Sutan dan satu gol Akmal Fakhri 4-0 mengantar Deltras melaju ke fase knock out 16 besar.

Terhenti : Setiawan menangis usai kalah dari Persik Kendal [foto : M.Ainul]
BABAK 32 BESAR NASIONAL
FASE KNOCK OUT 16 BESAR
Di fase knock out 16 besar yang artinya bila kalah langsung gugur alias sudah tak bisa lagi melanjutkan langkah ke fase berikutnya. Lawan yang dihadapi Deltras yakni tuan rumah sendiri Persik Kendal sebagai runner-up grup C. Bermain di publik sendiri dihadapan suporter dan Bupati yang datang di pinggir lapangan menjadi keberuntungan dan dukungan tersendiri bagi Persik Kendal. Namun, The Lobster tetap fight dalam laga tersebut. 

Babak pertama, tuan rumah sudah unggul 3-0. Skor tersebut menjadi berat bagi Deltras di babak kedua, untuk mengejar defisit tiga gol. Akhirnya Deltras hanya mampu memperkecil kedudukan di injury time babak kedua melalui gol Imam Bandaniji. Skor 3-1 untuk kemenangan Persik Kendal.  Langkah The Lobster terhenti di babak 16 besar fase knock out dalam babak nasional. 

Dan itu lah kaleidoskop The Lobster di Liga 3 2017 kemarin. Dari awal pertandingan fase grup C Liga 3 Kapal Api Jawa Timur, babak 12 besar, laga semifinal, laga perebutan peringkat ketiga, babak nasional fase grup D, hingga fase knock out 16 besar. (bid)




Senin, 01 Januari 2018

Away Jember, Deltanita Ini Rela Berdesakan di Dalam Mobil Hingga Pulang Dini Hari

Yovi Novi : Atas Paling Kiri, Saat Away Jember
DELTACYBER - Berbagai pengalaman seru yang terjadi pada rekan-rekan Deltamania dan Deltanita pada musim Liga 3 2017 ini saat mereka bertandang ke luar kota untuk mengawal The Lobster berlaga. Salah satu cerita menarik datang dari Yovi Novi, anggota Deltanita. Suporter perempuan ini berbagi pengalamannya saat ia awaydays ke kota suwar suwir, Jember, Jawa Timur.

Kala itu The Lobster di partai perdana babak 12 besar Liga 3 Kapal Api Jawa Timur (3/9) menghadapi tuan rumah Macan Raung julukan Persid Jember, di stadion Jember Sports Garden, kick off pukul 15.00 wib. Novi, sapaan akrab Yovi Novi berangkat bersama keenam kawannya, total 7 orang. Ia bersama rekan-rekannya menggunakan mobil pribadi.

Namun, mobil pribadi yang mereka kendarai, yang seharusnya hanya bisa menampung 4-5 orang, harus diisi dengan 7 orang. Dari awal berangkat sampai pulang, Novi harus rela berdesak desakan di dalam mobil. Ditambah lagi, mereka tak ada yang mengetahui arah jalan menuju Jember dan stadion.

"Kita semua belum pernah ke jember dan tidak tahu jalan. Tetapi dengan niat dan tekat kami berangkat mengandalkan petunjuk jalan saja." ujar Novi kepada redaksi Deltacyber.

Beruntungnya sampai jember, mereka disambut oleh suporter tuan rumah Berni Jember. Sebelum laga sore hari, bahkan mereka mampir dahulu ke pantai Papuma, dikawasan kecamatan Ambulu, yang juga sejalur mengarah ke stadion Jember Sports Garden.

Sayangnya, di laga sore itu, The Lobster harus menelan kekalahan dari Persid dengan skor 2-0. Pulang dari jember pun, mereka bertujuh memakan waktu yang cukup lama. Normal perjalanan Jember menuju Sidoarjo yakni kurang lebih 5 jam. Namun, Novi dkk sampai di kota Delta pukul 03.00 wib pagi.

"Supir kami masih pelajar, apalagi hanya dia yang bisa menyetir. Jadi dia banyak istirahatnya dan cukup lama. Sampai di Sidoarjo pukul 3 pagi, dan saya waktu itu paginya langsung sekolah." ungkap Novi.

Pengalaman Novi di tahun 2017 tersebut, menjadi cerita uniknya saat melakukan perjalanan tandang. Harapannya di tahun 2018, ia ingin The Lobster kembali berjuang dengan maksimal.

"Mungkin tahun ini menjadi tahun yang belum meraih hasil terbaik. Tetapi saya harap tahun 2018 Deltras tetap berjuang sekuat apapun untuk mencapai kejayaan, dan saya sebagai Deltanita tetap mensuport." imbuh Novi. (bid)

Rabu, 20 Desember 2017

Deltras Dalam Angka di Liga 3 2017


DELTACYBER - Total The Lobster julukan Deltras Sidoarjo sudah melakoni 22 pertandingan di kompetisi amatir Liga 3 musim ini. Dari Liga 3 Kapal Api PSSI Jawa Timur sampai babak 32 besar nasional. Mulai dari fase grup C Liga 3 Jawa Timur, terus melaju ke babak 12 besar Jawa Timur sampai babak semifinal dan perebutan peringkat ketiga.

Tim besutan pelatih kepala Harmadi dan asisten Adi Putra Setiawan itu berhasil menang sebanyak 12 kali, imbang 4 kali dan menelan kekalahan hanya 2 kali yakni kala melawan Persid Jember di babak 12 besar (3/9) di jember dengan skor 2-0 dan kalah 1-2 di partai semifinal menghadapi Blitar United (26/9).

Memasuki babak 32 besar nasional, The Lobster tergabung dalam grup D bermain di Kabupaten Kendal. Fase grup D, Deltras memainkan 3 pertandingan hasilnya mampu menjadi juara grup dengan 2 kali meraih 3 poin dan sekali kalah saat melawan Persitangsel Tangerang Selatan (6/12) dengan skor tipis 1-0.

Lolos ke babak 16 besar fase knock out, lawan yang harus dihadapi Deltras adalah tuan rumah Persik Kendal (11/12). Langkah Deltras terhenti di babak 16 besar setelah kalah 1-3 dari Persik Kendal.

Total 22 laga dijalani Deltras dari babak regional provinsi sampai babak nasional dengan hasil 14 kali meraih kemenangan, 4 kali bermain sama kuat, 4 kali menelan kekalahan dan 49 berhasil memasukan gol ke gawang lawan, serta 14 kali kebobolan. (*)

Salut, Deltamania Selalu Hadir di Laga Tandang Deltras Musim Ini

Away Kendal : Deltamania memberi dukungan di babak nasional [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Deltamania bisa dibilang menjadi suporter paling setia untuk tim yang didukungnya di kawasan Jawa Timur, bahkan di kalangan suporter indonesia. Bagaimana tidak, meskipun tahun ini tim kebanggaanya berlaga di kompetisi amatir Liga 3, tak menyurutkan dukungan Deltamania pudar terhadap The Lobster.

Baik di Liga 3 regional Jawa Timur hingga babak nasional di Kendal, Jawa Tengah. Suporter yang identik dengan kaos warna merah-merah serta slogan "Salam Virus Damai" ini, tetap mengawal The Lobster dimanapun berlaga.

Total 10 pertandingan tandang yang dijalani Deltras Sidoarjo sendiri di Liga 3 Jawa Timur. Dari fase grup, babak 12 besar sampai pertandingan semifinal dan perebutan peringkat ketiga di kabupaten Kediri.
Di fase grup saja, beberapa kota sudah disinggahi Deltamania seperti Gresik, Surabaya, Pamekasan, dan Bojonegoro. Baiknya, Deltamania bisa berjingkrak memberi dukungan kepada Deltras di dua kota Gresik dan Surabaya. Yang notabennya, beberapa tahun belakangan ada sedikit konflik antara pendukung Persebaya Surabaya, Bonek dan Ultras Gresik fans Gresik United dengan Deltamania. Namun, niat Deltamania yang mendukung Deltras di kota orang sekaligus silahturahmi dengan suporter tuan rumah mendapat respon baik.

Buktinya, di Lapangan Karanggayam Surabaya (9/8) kala menghadapi PS. Kota Pahlawan, pentolan Bonek Andi Peci dan cak Joner memberi sambutan kepada Deltamania. Begitu juga saat tandang ke lapangan Dalegan Gresik (20/8) melawan Persegres Putra, perwakilan pengurus pusat Ultras Gresik menyambut hangat kedatangan Deltamania. Bahkan bukan hanya Ultras Gresik, rekan-rekan perwakilan suporter LA Mania dan Bonek Gresik turut menyambut Deltamania.

Di Surabaya : Deltamania waktu away ke lapangan Karanggayam, Surabaya [foto : M.Ainul]
Ke Gresik : Saat bertandang di lapangan Dalegan Gresik [foto : Riccoh]
Jalin Silahturahmi : Perwakilan Ultras Gresik, Deltamania dan LA Mania [foto : Maulana]
Di babak 12 besar regional Jawa Timur, Deltamania tak absen menemani Deltras kala bertandang ke kandang Macan Raung julukan Persid Jember (3/9) di stadion Jember Sports Garden. Ratusan Deltamania hadir di Jember, dengan menggunakan berbagai moda transportasi seperti mobil pribadi, bus, sepeda motor, dan kereta api.

Selain Jember, babak 12 besar Deltras harus melawan tuan rumah PSPK Pasuruan di stadion Untung Suropati kota Pasuruan. Himbauan untuk tidak away ke Pasuruan lantaran masih belum membaiknya hubungan Deltamania dengan suporter pasuruan membuat pengurus pusat Deltamania melarang away ke Pasuruan. Apalagi di hari (17/9) yang sama Persekabpas juga bertanding di stadion Pogar Bangil, tentu dengan dukungan penuh Sakera Mania. Namun, masih ada saja puluhan Deltamania yang nekat mengawal Deltras ke Pasuruan.

Tour Jember : Deltamania waktu mengawal Deltras ke Jember [foto : M.Ainul]
Away Std. Untung Suropati : Deltamania memberi dukungan Deltras melawan PSPK Pasuruan [foto : Aryawi]
Di babak nasional 32 besar pun Deltamania tak pernah absen berada di tribun menyanyikan chants-chants bernada semangat. Empat laga di Kendal, 3 pertandingan fase grup dan 1 laga babak 16 besar, Deltamania selalu ada untuk Deltras. Bahkan, beberapa Deltamania melakukan perjalanan estafet dari Sidoarjo ke kendal dengan menumpang truk. Juga ada yang menginap di sekretariat suporter Kendal dari laga pertama sampai laga keempat. Meskipun dua pertandingan Deltras melawan Batang Anai FC dan Persbit Bitung dimainkan di jam pertama kick off pukul 13.00 wib, tak menyurutkan langkah Deltamania berada di tribun dengan cuaca yang panas hanya untuk memberi dukungan kepada The Lobster. (bid)

Panas : Deltamania di tribun stadion Kebondalem Kendal, waktu bermain pukul 13.00 [foto : M.Ainul]

Senin, 18 Desember 2017

Wimba Sutan Top Skor Deltras Musim Ini

Top Skor Tim : Wimba Sutan Fanosa [foto : Agung Alfian]
DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) beruntung musim ini berhasil menggaet salah satu bomber tajam di Jawa Timur, Wimba Sutan Fanosa untuk mengarungi kompetisi Liga 3 2017. Pemain berusia 30 tahun ini, memang belum bisa membawa The Lobster naik kasta ke Liga 2 musim depan. Namun, catatan individunya bagi The Lobster memberi andil dari total 49 gol Deltras, setengahnya dicetak oleh Wimba Sutan.

Total 23 gol ia cetak, 18 gol di Liga 3 regional Jawa Timur, 5 gol tambahan dilesakkannya pada babak nasional. Bahkan ia mampu mencatatkan 3 kali hatrick bersama Deltras di laga resmi. Berbekal pernah menjadi pilar di beberapa tim besar Jawa Timur macam Persebaya Surabaya dan Persik Kediri, Wimba Sutan menjadi idola baru di kalangan suporter setia Deltras, Deltamania.

Bahkan ia dijuluki "SUPERWIMBA". Mulai dari aksi kreatif di tribun membentangkan hand banner bergambar Wimba sampai dibuatkan syal khusus Wimba Sutan oleh Deltamania.

Namun, performa Wimba bukan selalu mulus alias top perform saja. Di penghujung Liga 3 regional Jawa Timur, tepatnya fase grup. Wimba mengalami cedera engkel kaki kiri yang bisa dibilang cukup parah dalam laga versus Persegres Putra (20/8) di lapangan Dalegan Gresik. Di babak 12 besar, saat Deltras membutuhkan tenaga Wimba, ia harus absen. Wimba baru diturunkan lagi saat babak semifinal melawan Blitar United (27/9) dan perebutan peringkat ketiga menghadapi Persekabpas Pasuruan (30/9).

"Saya berterima kasih kepada pelatih & rekan-rekan yang sudah membantu saya menjadi top skor Deltras. Sayang keran gol saya terhenti karena cedera dan gagal di babak 16 besar". Ujar pemain bernomor punggung 19 ini.

Tetapi, di dua laga tersebut kondisi kaki Wimba belum sepenuhnya pulih 100 persen, meski ia mampu mencetak satu gol pada laga kontra Persekabpas yang membuatnya menemukan kepercayaan diri lagi.
Rehat kurang lebih selama dua bulan menjelang babak nasional, pemulihan cedera Wimba berangsur membaik. Tetapi di laga-laga ujicoba, ia belum bisa dimainkan 90 menit full. Beberapa hari sebelum laga perdana babak nasional, SUPERWIMBA dinyatakan siap dimainkan oleh dokter tim Deltras, dr. Atho Illah.

Alhasil, di laga perdana melawan Batang Anai FC (4/11) walau Wimba masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua ia langsung membuktikan dengan mencetak 2 gol. Di pertandingan ketiga menjamu Persbit Bitung (8/11), bahkan Wimba mampu mencatatkan hatrick ketiganya musim ini. Sayang, di babak 16 besar fase knock out, Wimba belum bisa membawa Deltras meraih kemenangan kala menghadapi tuan rumah Persik Kendal. Deltras kalah dengan skor 1-3.

"Tim kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi apa daya langkah kami terhenti di babak 16 besar. Tetapi setiap hasil pasti ada pembelajaran untuk lebih baik di musim depan, kami kalah saat ini untuk menjadi pemenang di pertandingan selanjutnya." Ungkap Wimba.

Empat laga Wimba bersama Deltras di babak nasional ia sudah mencetak 5 gol, ambisinya membawa Deltras promosi ke Liga 2 sekaligus ia menyabet gelar top skor Liga 3 pupus. Gelar top skor Liga 3 diberikan oleh Arianto striker Aceh United, yang mencetak 7 gol di babak nasional dengan 7 kali pertandingan dilakoni.

"Kita gagal sekarang untuk menjadi lebih baik di waktu berikutnya, kita harus tetap berusaha, karena seorang pemenang sejati adalah mereka yang mau belajar dari kesalahan masa lalu." Imbuhnya. (bid)