Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Tuesday, January 22, 2019

Bupati : Kalau Pakai APBD, Saya Bisa di Bui


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo dalam dua musim terakhir, memang masih belum mentas dari kompetisi amatir Liga 3. Di musim 2017 The Lobster julukan Deltras Sidoarjo langkahnya terhenti di babak 16 besar fase nasional. Sedangkan di 2018 kemarin, Deltras harus gugur terlebih dahulu di babak kedua zona Jawa, sebelum babak 32 besar Nasional.

Alhasil, target promosi ke kasta kedua Liga 2 2019 pupus sudah. Dengan kekecewaan tersebut, ratusan Deltamania dan Deltanita menggelar aksi turun jalan kemarin Senin pagi (21/1) di Pendopo Delta Wibawa.

Mereka ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Guna mengadukan tim kebanggaannya tersebut kepada sang pembina tim sekaligus suporter, Abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah. Problem keuangan masih menjadi masalah besar bagi Deltras untuk mengarungi kompetisi.

Dihadapan ratusan Deltamania, Bupati Sidoarjo akhirnya menemui mereka. Abah Ipul mengaku terus berusaha mencarikan dana serta sponsor bagi The Lobster. Namun tidak dengan menyusu APBD Sidoarjo.

"Kalau tanya prestasi Deltras, Deltras ini tidak dibiayai siapa-siapa. Belum ada yang mau pegang Deltras. Kalau saya jual, saya yang malu nantinya. Kalau saya minta dana kepada pemerintah, saya bisa masuk bui," ucap Saiful.

Perlu diketahui, Deltras Sidoarjo sendiri sudah berbentuk PT sejak tahun 2011 lalu. Saat berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011. Memang saat itu, seluruh klub peserta kompetisi kasta tertinggi Indonesia, diwajibkan berbentuk PT atau yayasan.

Akhirnya, The Lobster sudah berbentuk PT. Delta Raya Sidoarjo. Sudah berbentuk PT, The Lobster harus lepas pendanaan dari pemerintah kabupaten. Meskipun, di tahun 2013 Deltras degradasi ke Divisi Utama kasta kedua, dan 2014 degradasi lagi ke Liga 3 kompetisi amatir hingga sekarang.

Berbeda dengan tim-tim amatir lainnya, yang belum berbentuk PT atau yayasan dan bisa menyusu ke APBD daerahnya masing-masing. Dua musim berlaga di Liga 3 kemarin, The Lobster tak boleh mendapat dana APBD. Bahkan, Abah Ipul mengaku, dia harus merogoh kantong pribadinya Rp 100 juta lebih tiap bulannya dan diberikan kepada Deltras. (*)

Rekaman Lensa Deltamania Beraudiensi Dengan Bupati


DELTACYBER - Usai menggelar aksi unjuk rasa wadul ke Bupati Sidoarjo, Saiful Illah (21/1). Perwakilan Deltamania akhirnya diundang audiensi oleh Saiful Illah di Pendopo Delta Wibawa tadi siang (22/1). Perwakilan Deltamania sudah membawa poin-poin yang ingin disampaikan dihadapan Bupati dua periode tersebut.

"Jadi tadi perwakilan Deltamania sudah ditemui oleh Bupati. Pada intinya poin-poin yang sudah kami rapatkan sebelumnya, sudah kami kasihkan dan dibacakan dalam audiensi tersebut," ungkap Saiful Bakirok, ketua Deltamania.

Berikut Rekaman Lensa Deltamania Beraudiensi Dengan Bupati





Akhirnya, Deltamania Audiensi Dengan Bupati

AUDIENSI : Delamania tadi siang (22/1) usai beraudiensi dengan Bupati Sidoarjo

DELTACYBER - Setelah berunjuk rasa dengan ratusan masa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, kemarin pagi (21/1). Suporter setia Deltras Sidoarjo, Deltamania, akhirnya dipanggil Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Dalam audiensi siang tadi (22/1) di Pendopo Delta Wibawa, perwakilan Deltamania baik dari pengurus pusat dan perwakilan Kordinasi Kecamatan (Korcam) sebanyak 16 orang ditemui oleh Saiful Illah dan Achmad Zaini, sekretaris daerah.

Namun, dalam audiensi tersebut, tidak menghadirkan manajemen tim The Lobster. Bertemu Bupati, perwakilan Deltamania ini menyampaikan keluh kesah mereka, mengenai manajemen Deltras yang tak mampu membawa The Lobster promosi ke Liga 2. Selain itu, mereka juga ingin menyerahkan Deltras ini kepada Bupati lagi sepenuhnya.

"Jadi tadi perwakilan Deltamania sudah ditemui oleh Bupati. Pada intinya poin-poin yang sudah kami rapatkan sebelumnya, sudah kami kasihkan dan dibacakan dalam audiensi tersebut," ungkap Saiful Bakirok, ketua Deltamania.

Bakirok menjelaskan.dari pihak Bupati pun sudah menanggapi semua. Seperti masalah tunggakan gaji pemain yang belum terbayar, serta masalah gaji legiun asing Deltras, Mijo Dadic yang belum lunas dan sampai masuk ke ranah FIFA.

"Masalah tim, ketika kami meminta target lolos Liga 2. Bupati juga berusaha, tapi belum bisa berjanji. Tetapi beliau siap mencarikan sponsor, dalam artian investor," ujar Bakirok kepada redaksi Deltacyber.

Selain itu. Mengenai problem manajemen The Lobster yang tak sanggup membawa Deltras promosi ke kasta kedua. Bakirok mengaku, ketika pihaknya ditanya apakah sudah ada pengganti manajemen yang sekarang. Perwakilan Deltamania tidak memiliki pilihan.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Pemkab. Yang penting punya target lolos Liga 2," pungkas Bakirok. (*)

Monday, January 21, 2019

Cerita Unik Deltamania Cilik Ini Ikut Demo

SALUT : Empat Deltamania cilik ikut demo ke Bupati

DELTACYBER - Ratusan Deltamania dan Deltanita, kemarin pagi (21/1) berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Ratusan Deltamania tersebut ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah selaku pembina tim sekaligus suporter Deltamania.

Deltamania ingin menyampaikan uneg-unegnya selama ini, mengenai tim kesayangannya Deltras. Yang selama tiga tahun berlaga di Liga 3, tak kunjung menuai prestasi apik.

Tetapi, dari ratusan Deltamania yang hadir dalam aksi turun jalan tersebut. Ada empat anak kecil yang juga bersemangat mengikuti demo kemarin. Empat Deltamania cilik ini mengaku rela izin dari sekolahnya demi memperjuangkan nasib Deltras kepada Bupati.

Menurut salah satu kordinator lapangan Deltamania, Fadly, sekaligus ketua korcam Candi Bersatu,  mereka berempat ini sudah niat ikut bersama Deltamania lainnya berdemo di depan Pendopo.

"Asal mereka ini dari Karangtanjung Candi. Rela mbelani izin sekolah, ke Pendopo naik mobil online dari rumahnya," ucap Fadly kepada redaksi Deltacyber.

Fadly menambahkan, setelah ikut berdemo di Pendopo. Keempatnya menuju sekretariat Deltamania menumpang sepeda motor anggota Deltamania Candi Bersatu lainnya.

"Akhirnya mereka pulang juga kami beri tumpangan. Saya tidak membolehkan mereka nggandol truk. Dan kaos yang dipakainya, mereka buat sendiri. Saya benar-benar salut," imbuh Fadly. (bud)

Ketua Asprov Jatim Pimpin Komite Adhoc Integritas


PSSI menunjuk Ahmad Riyadh dan Azwan Karim sebagai Ketua dan Wakil Ketua Komite Adhoc Integritas, hal ini diumumka saat Kongres Tahunan PSSI 2019 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1). Dalam kongres tersebut, Joko Driyono selaku pelaksana tugas ketua umum PSSI menyampaikan pembentukan Komite Adhoc ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk memerangi match-fixing.

Komite tersebut merupakan awalan sebelum dibentuknya Departemen Integritas PSSI. Joko menuturkan, Komite Adhoc ini akan bekerja selama setahun, karena Departemen Integritas ditargetkan bisa terbentuk pada 2020. Masih menurut Joko, FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu.

"Setelah terbentuk Departemen Integritas, tugas Komited Adhoc tersebut selesai. Komite Adhoc ini sekaligus bekerja merespons dinamika publik terkait match-fixing," ujar Joko.

Lebih lanjut, pria asal Ngawi ini mengungkapkan dalam Kongres PSSI tersebut para peserta sudah dimintai persetujuannya terkait penunjukkan Ahmad Riyadh sebagai ketua Komite Adhoc Integritas. Riyadh merupakan ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur. Sedangkan yang ditunjuk sebagai wakilnya adalah mantan sekretaris jenderal PSSI, Azwan Karim.

"Dalam waktu dekat Ad-hoc bekerja untuk segera menyusun personalia, dan diberikan waktu dua minggu untuk melengkapi anggotanya yang total berjumlah tiga hingga lima orang. Komite ini mengemban tugas yang sangat penting, fokus menjaga integritas sepakbola," jelas Joko.

"Komite Adhoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Kepolisian melalui MoU (Memorandum of Understanding), sebagaimana FIFA dengan Interpol untuk menangani match-fixing," pungkasnya.

Sementara Ahmad Riyadh mengatakan bahwa dirinya bersama Azwan Karim siap mengemban amanah ini. Ia mengaku ini bukan tugas yang ringan dan butuh orang-orang yang benar paham tentang persepakbolaan nasional. "Dalam waktu dekat kami akan melengkapi komite ini dengan menambah tiga atau lima orang lagi untuk memperkuat Komite Adhoc Integrity ini,” kata Ahmad Riyadh.

“Karena salah satu tugasnya ialah mencegah dan memerangi pengaturan skor maupun perencanaan skor, maka akan berusaha seoptimal mungkin mempersiapkan program sebaik mungkin. Apalagi pada kepengurusan ke depan akan dipermanenkan sebagai departemen,” tambahnya.

sumber - www.pssi.org

Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1)


DELTACYBER - Ratusan Deltamania berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, kemarin (21/1). Mereka ingin menemui Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Untuk menyampaikan aspirasi mengenai tim kebanggaannya Deltras Sidoarjo. Yang tak kunjung membaik soal prestasinya.

Berikut Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1) =








Bakirok : Meski Tim Gala Desa, Harus Bisa Jamin Lolos Liga 2


DELTACYBER - Keinginan Deltamania untuk menyaksikan tim kesayangannya Deltras Sidoarjo berlaga di kasta kedua sangatlah besar. Deltras sendiri sudah bermain di Liga 3 selama tiga musim terakhir. Yakni Liga nusantara tahun 2016, Liga 3 2017, dan terakhir 2018 kemarin.

Namun, The Lobster julukan Deltras, masih saja belum dapat bangkit promosi lagi ke Liga 2. Tak pelak, suporter setianya, kecewa besar atas performa tim. Dengan didasari kekecewaan itulah, mereka mengadakan aksi turun jalan (20/1) mengadu ke Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Ketua umum Deltamania, yakni Saiful Bakirok, mengaku selama ini Deltamania terus dijanjikan oleh manajemen untuk promosi ke Liga 2. Namun, buktinya, selalu gagal.

"Kami kecewa, intinya kami minta tahun ini harus bisa naik ke Liga 2, tidak terus-terusan di Liga 3. Karena kami punya suporter yang loyal, stadion juga memenuhi standart, apalagi Sidoarjo punya perusahaan besar," beber Bakirok.

Pria bertubuh tambun ini menilai, manajemen Deltras tak profesional. Bakirok mengatakan, kalau mereka benar-benar niat, saya jamin pasti lolos.

"Meskipun timnya jelek sekelas gala desa yang penting lolos. Kami tidak mau tahu pokok harus lolos Liga 2," jelasnya.

Dia menambahkan, berharap nantinya siapapun yang memegang tim Deltras. Manajemen baru harus memiliki visi dan misi yang jelas dan mempunyai target untuk lolos ke Liga 2. Jangan hanya omong saja.

"Rekan-rekan Deltamania ini wadul nang bapake. Bagaimana caranya tahun ini masuk ke Liga 2. Jadi siapapun nanti yang tidak bisa menjamin masuk ke Liga 2, ya sama saja," pungkas Bakirok. (bud)

Deltras Harus Cari Sponsor

TEMUI DELTAMANIA : Bupati Saiful Illah saat menemui Deltamania di depan pendopo

DELTACYBER - Suporter setia Deltras Sidoarjo, yakni Deltamania menggelar aksi turun jalan tadi pagi (20/1) di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Mereka ingin mengadu kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Mengenai kebobrokan The Lobster julukan Deltras dalam dua musim terakhir, saat berlaga di Liga 3 2017 dan 2018 kemarin. Deltras sendiri gagal menggapai targetnya, yakni promosi ke Liga 2.

Dengan kekecewaan tersebut, ratusan Deltamania akhirnya mengadu ke Bupati. Sempat belum ditemui, akhirnya Saiful Illah menemui ratusan Deltamania.

Saiful mengaku, setiap bulan terus mengeluarkan dana untuk Deltras. Namun, untuk saat ini belum ada yang mau untuk memegang Deltras. Abah Ipul sapaan akrabnya mengatakan, juga tak ingin menjual Deltras. Karena nanti, dia juga malu.

"Solusi cari sponsor itu bagus. Saya sedang cari sponsor, tapi tidak banyak. Pokoknya nantinya harus transparan. Sekarang siapa yang kira-kira mampu pegang Deltras," tutur Abah ipul.

Saiful mengaku, dia berusaha mencarikan uang. Guna keberlangsungan Deltras di Liga Indonesia.
"Mudah-mudahan Deltras dapat naik kasta lagi. Apalagi kalau Deltamania bisa kompak seperti ini, semoga bisa mendongkrak Deltras untuk naik kasta," pungkas Bupati yang pernah menjabat sebagai wakil bupati ini. (bud)

Deltamania Gelar Aksi Turun Jalan


DELTACYBER - Senin pagi (20/1) depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo mendadak ramai dengan masa berkaos merah-merah. Full atribut tim kebanggaannya, yakni Deltras Sidoarjo. Suporter setia Deltras, yakni Deltamania serta Deltanita, menyampaikan aspirasinya untuk ingin menemui Bupati Saiful Illah.

Deltamania tampak membentangkan beberapa banner, seperti bertuliskan, instal ulang manajemen, save deltras, kota ini miris prestasi. Terus bernyanyi didepan pagar pendopo. Dan sang Bupati belum kunjung menemui Deltamania.

Akhirnya abah Ipul, sapaan akrab Saiful Illah dapat menemui ratusan Deltamania. Didepan Deltamania, abah Ipul sempat menanyakan maksud dan tujuan Deltamania berdemo ini untuk apa.

"Kalau tanya prestasi Deltras, Deltras ini tidak dibiayai siapa-siapa. Belum ada yang mau pegang Deltras. Kalau saya jual, saya yang malu nantinya. Kalau saya minta dana kepada pemerintah, saya bisa masuk bui," jelas Saiful.

Sementara itu, ketua umum Deltamania, yakni Saiful Bakirok, mengungkapkan sebenarnya keinginan Deltamania tak muluk-muluk. Intinya, tahun ini The Lobster bisa promosi ke kasta kedua Liga Indonesia, yakni Liga 2.

"Adanya kami demo ini menyampaikan suara dari Deltamania. Menyerahkan semuanya kepada Bupati selaku pembina tim dan Deltamania. Serta dapat memfasilitasi manajemen yang baru untuk mendapatkan akses ke dalam perusahaan atau sponsor yang ada," ujar pria bertubuh gempal ini.

Bakirok menambahkan, Deltamania ini wadul ke bapaknya. Bagaimana caranya untuk tahun ini bisa naik lagi ke Liga 2.

"Meskipun timnya jelek sekelas gala desa, yang penting lolos. Kami tidak mau tahu, pokoknya harus lolos ke Liga 2," jelas Bakirok.

Menurutnya, aksi demo ini bentuk kekecewaan Deltamania dan Deltanita selama ini. Karena selalu dijanjikan oleh manajemen untuk naik kasta, tetapi selalu gagal di penghujung liga.

Sebab, Sidoarjo sendiri memiliki potensi yang luar biasa dalam dunia si kulit bundar. Stadion standart internasional, serta banyak perusahaan yang dapat menjadi sponsor, sudah menjadi poin plus bagi The Lobster. Kalau benar-benar dapat dimanfaatkan.

"Sampai sekarangpun manajemen belum menemui kami. Yang jelas, siapapun nanti yang pegang Deltras, harus punya target lolos ke Liga 2. Bukan hanya omong saja," pungkas Bakirok. (bud)

Sunday, January 20, 2019

Deltamania Hadiri Ultah Berni Jember dan L.A Mania

SAMBANG DULUR JEMBER : Perwakilan Deltamania datang dalam acara hari jadi Berni Jember [foto : Berni SouthSector]

DELTACYBER - Rasa seduluran antar suporter memang menjadi slogan dari Deltamania. Yakni, Salam Virus Damai (SAVIDI). Arti slogan tersebut, salah satunya adalah welcome kepada semua suporter di Indonesia yang bertamu dengan sopan dan baik saat away ke Sidoarjo.

Deltamania pun akan menyambut hangat suporter yang tandang ke Gelora Delta Sidoarjo. Begitupun, saat Deltamania away, timbal balik dari suporter lainnya juga memberi pintu terbuka kepada Deltamania.

Rasa seduluran tersebut, juga tak memandang kasta. Meski, Deltamania sekarang sebagai pendukung tim yang berada di Liga 3. Tetapi, Deltamania juga masih menjalin hubungan baik dengan suporter Liga 1.

DULUR LAMONGAN : Perwakilan Deltamania yang hadir di acara ulang tahun L.A Mania
Seperti dalam kunjungan perwakilan Deltamania yang menghadiri acara ulang tahun dari suporter Persela Lamongan yang ke-18 tahun. Yakni, L.A Mania tadi siang (20/1) di Lamongan. Beberapa perwakilan Deltamania hadir dalam acara tersebut.

Selain hadir dalam ultah L.A Mania. Perwakilan Deltamania juga datang ke acara hari jadi Berni Jember, fans dari Macan Raung julukan Persid Jember. Yang musim ini sama-sama berlaga di Liga 3.

Ya, hubungan Berni dan Deltamania dapat dikatakan memang baik. Saat Deltamania tandang ke Jember, dan Berni away ke Sidoarjo, kedua suporter tampak akrab bersilahturahmi. Perwakilan Deltamania hadir dalam acara ulang tahun Berni tadi pagi (20/1) yang digelar di halaman parkir Stadion Jember Sports Garden. (bud)