Senin, 18 Juni 2012

Deltras Per Sempre, Tetaplah Jadi Merah

Mendukung tim dengan membawa nama kota dimana saya tinggal itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagiku . Semangat yang terus menggelora untuk The Lobster akan terus ada sampai akhir hayat . Memang , Deltras belum punya prestasi berarti di liga indonesia . tapi itu enggak menyurutkan langkahku untuk datang dan mendukung Deltras apapun kondisinya .

Terhitung sudah 3 kali Deltras lolos Degradasi dengan berbagai keajaiban ketika  format liga masih divisi utama sebagai liga teratas indonesia . sampai akhirnya Deltrasku benar-benar degradasi di tahun 2008/2009 .

Tim degradasi ? langkah menuju stadion terhenti ? . enggak ,, walau berbagai hujatan yang terus mengolok olok Deltras . tapi syal dan kaos merahku tetep aku pakai ke Stadion kebanggaan .

Bisa , kamu bayangkan tim yang sudah kamu cintai , banggakan , yang sudah kamu korbankan . Tetapi prestasinya turun ke bawah ? . tentu hati kecewa berat , seakan menangis tapi tidak bisa ? , seakan marah tetapi juga tidak bisa , seakan semua bergetar ? . Tapi mau di apakan lagi , bila tim sedang menurun , sudah selayaknya suporter tidak bisa lari dari tim yang sudah terlanjur mencintai Deltras .

Bila , kemenangan itu tiba , bila juara itu didepan mata ? . sudah pasti akan deg degkan menunggu suatu euforia yang selalu ditunggu tunggu . Pernah di tahun 2008/09 ketika Deltras degradasi di liga , tetapi moncer di copa indonesia dan jadi juara 3 . Walau aku tak bisa berangkat ke laga final ketiga di palembang , tetapi melihat di televisi serasa semua badan ikut adem menanti gol dari Deltras . Yesss , Deltras dapat trophy juara 3 dari copa saat itu . Tentu menjadi pelipur lara saat musim itu bagiku dan kami .

Dan di tahun 2009/2010 saat semifinal divisi utama berebut tiket ke ISL musim depan , lawan yang diahapi Deltras yaitu semen padang dan bermain di manahan solo . 90 menit skor 0-0 , dan harus diadu lagi dengan adu pinalti . semua syal , semua kaos merahku , semua Deltamania yang menyaksikan langsung di manahan tentunya harap harap cemas menanti sang penendang Deltras yang akan menjadi pahlawan tim saat itu .

 Emosi , jiwa yang selalu bedebar saat menanti pinalti kedua tim . Dan akhirnya semua itu pecah , luapan teriakan lantang kami , luapan kegembiraan kami seakan menjadi satu menyambut para pemain Deltras yang menghampiri kami dengan pahlawan yang membawa kembali Deltras ke ISL saat itu . Kegembiraan pecah bersama , pulang dengan kepala tegak dan terus terbayang akan luapan teriakan kemenangan saat lolos .

Dan pernah , beberapa kali Deltrasku masuk final piala gubernur jatim . saat final lawan persela di tahun 2004 , juara didepan mata , Deltrasku main gemilang saat itu . Tapi saat pertandingan berjalan sengit & akhirnya harus pulang dengan kekalahan 3-2 dari persela . Final lawan persela juga kembali bertemu di piala gubernur jatim tahun 2010 , lagi lagi Deltras harus mengakui persela dengan 4-1 . Dengan semua kemenangan yang belum dapat itu , juga enggak menyurutkan langkahku untuk beli tiket ke GDS dan besuara lantang teriakan hanya untuk Deltras semata bukan yang lain . Sudah menjadi tim kebanggaan yang selalu kukenang saat masa jaya atau saat masa terpuruk , sudah menjadi bumbu dalam suatu tim yang kebanggaanku . Takkan pernah lelah dan takkan pernah berhenti untuk mendukungmu The Lobsterku .

( Articel by , Muhammad.A.B )

0 komentar:

Posting Komentar