Rabu, 28 Agustus 2013

Subani, Lima Tahun Menjadi Tukang Pijat di Deltras


Saat Pertandingan Merangkap sebagai Asisten Dokter
DIALAH Subani, massage tradisional tim yang berjuluk The Lobster ini. Pria ini sudah mengabdikan diri selama lima tahun di Deltras.

Sebelumnya ia sudah bergelut dengan pekerjaannya itu di Persida Sidoarjo. “Kemudian tukang pijatnya Deltras yang sebelumnya meninggal, lalu saya ditawari pindah ke sini,” tuturnya.

Sebagai tukang pijat, Subani harus melayani semua anggota tim yang membutuhkan keahliannya. Tak jarang karena jadwal memijatnya padat, pemain harus membuat janji terlebih dahulu untuk mendapatkan service-nya.
“Di luar jadwal latihan, biasanya mereka SMS saya dulu untuk bikin janji pijat,” ujarnya. Untuk para pemain bola, Subani biasanya melakukan pemijatan dua hari sebelum bertanding.
 
“Setelah bertanding justru tidak boleh langsung dipijat, harus dilemaskan terlebih dulu,” ungkapnya.
Memiliki kemampuan memijat, ternyata turun temurun dari kakeknya. Ia menceritakan kakeknya dulu adalah juga tukang pijat terkenal.
Warga Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo ini juga mempunyai ramuan sendiri untuk mengobati pasien.
“Alhamdulillah banyak yang cocok dengan ramuan tersebut,” imbuhnya. Selain menjadi tukang pijat di Deltras, pria yang sudah berusia 50 tahun tersbeut juga membuak praktik di rumah.
 
Namun jumlah pasien yang banyak tidak membuat Subani lupa tugasnya di Deltras.
“Para pemain Deltras tetap saya utamakan, baru pasien di rumah,” tutur dia. Saat pertandingan berlangsung Subani juga berperan sebagai asisten dokter tim.
 
“Jadi saya dan dokter tim sudah menjadi partner,” imbuhnya. Beberapa klub besar seperti Persewa Wamena pernah menawari Subani untuk menggunakan keahliannya.
 
Namun karena cintanya pada Deltras, kakek dari 2 cucu tersebut memilih tetap bertahan di Deltras hingga akhir.
“Deltras sudah merupakan keluarga dan saya akan tetap di sini sampai kapanpun,” tandasnya. (jee)
 


0 komentar:

Posting Komentar