Minggu, 26 Januari 2014

PT.Liga Indonesia Gelar Workshop di Sidoarjo


PT Liga Indonesia menggelar Workshop 2014 bagi Match Commissioner dan Local Organizing Committee di Hotel Sun, Sidoarjo, 24-25 Januari 2014. Acara ini digelar LIGA sebagai persiapan penting jelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League 2014 mulai 1 Februari mendatang.
Peserta workshop ini adalah Match Commissioner, serta Ketua LOC dan Local General Coordinator dari 22 klub peserta ISL 2014. Materi yang dibahas adalah penjelasan draf regulasi dan manual ISL 2014, Match Organization, Media Operation, sistem laporan pertandingan yang baru, Marketing dan perwasitan.
Corporate Secretary PT Liga Indonesia, Tigorshalom Boboy, membuka secara resmi workshop tersebut pada Jumat (24/1) siang. Ia mewakili CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, yang berhalangan hadir.
Tak hanya membuka acara, Tigor juga menjadi pemberi materi pertama dalam sesi Regulasi ISL 2014. Di hadapan para peserta, Tigor menyampaikan beberapa perubahan dalam regulasi ISLdari musim sebelumnya.
“Sangat penting bagi Match Commissioner dan LOC untuk mengetahui secara pasti isi dari regulasi ISL 2014. Karena regulasi ini menjadi pegangan legal mereka saat kompetisi berlangsung. Apalagi banyak hal baru dalam regulasi ISL 2014, di antaranya mengenai sanksi denda atas pelanggaran terhadap pasal dala regulasi,” kata Tigor.
Antusiasme tinggi juga diperlihatkan oleh para peserta. Tidak hanya menyimak pemaparan yang diberikan, mereka juga aktif terlibat dalam diskusi, baik itu sekedar memberikan saran dan masukan, serta bertanya mengenai  hal yang perlu konfirmasi dari LIGA.
“Banyak juga masukan dan saran, bahkan meminta ketegasan dari LIGA atas beberapa kasus yang terjadi di ISL. Kami memandang itu sangat positif sebagai masukan berharga untuk LIGA selaku operator kompetisi,” ujar Tigor.
Sesi selanjutnya pada hari pertama workshop adalah Match Organization, yang disampaikan oleh Somad Local General Coordinator PT Liga Indonesia & PSSI. Dalam pemaparannya, Somad, menjelaskan peran penting dari Local General Coordinator, dalam mengkoordinir seluruh hal teknis mengenai penyelenggaraan pertandingan, hingga detail tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan.
Setelah break makan malam, sesi selanjutnya adalah mengenai Media Operation. Materi tersebut disampaikan oleh Asep Saputra, Local Media Officer PT Liga Indonesia & PSSI. Kendati tidak mengundang secara khusus Local Media Officer klub ISL, penyampaian mengenai media operation ini dianggap penting pula diketahui oleh Match Commissioner, ketua LOC dan LGC.
“Dalam prakteknya, Local Media Officer, Match Commissioner dan Local General Coordinator, harus selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dalam penyelenggaraan pertandingan. Apalagi, banyak hal baru dalam regulasi ISL 2014, khususnya terkait media. Banyak hal yang bisa berakibat jatuhnya sanksi denda, bila gagal dijalankan oleh klub, seperti tidak menggelar Press Conference, ataupun pelatih tidak hadir di Press Conference,” kata Asep Saputra.
Sesi terakhir pada Workshop hari pertama, adalah mengenai sistem pelaporan pertandingan oleh Match Commissioner.  Manajer Administrasi Kompetisi PT Liga Indonesia, Darwis Satmoko, beserta Idam Yamin, Staff Komunikasi & IT PT Liga Indonesia, menjelaskan kepada para Match Commissioner mengenai sistem pelaporan yang baru tersebut.
“Ini menjadi perhatian serius dari kami, utamanya soal ketepatan dan kecepatan laporan pertandingan oleh Match Commissioner. Setelah melakukan evaluasi pada musim sebelumnya, LIGA mencatat beberapa hal minor dalam pelaporan pertandingan tersebut, sehingga harus diperbaiki di musim 2014. Dengan adanya sistem dan formulir laporan pertandingan yang baru ini, kami harapkan kinerja Match Commissioner bisa lebih baik, lebih cepat dan lebih akurat,” ungkap Darwis Satmoko.
Sama halnya dengan perangkat pertandingan, Darwis menjelaskan, LIGA juga akan menerapkan sistem promosi-degradasi Match Commissioner di ISL 2014 bila  terlalu banyak kesalahan.

0 komentar:

Posting Komentar