Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Wednesday, April 30, 2014

Perkesa 78 Tim Pertama Di Sidoarjo !!


SIDOARJO punya stadion megah. Gelora Delta dibangun pada 1996 untuk persiapan menyambut PON 2000. Tempat tersebut akhirnya memang dipergunakan untuk pembukaan pesta olahraga empat tahunan bangsa Indonesia tersebut.

Setelah PON, Gelora Delta pun tak menganggur. Klub pindahan asal Bali, Gelora Dewata, memakainya sebagai kandang dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD) dan berubah lagi menjadi Delta Putra Sidoarjo(Deltras) hingga sekarang.

Tentu, banyak yang menganggap The Lobster,julukan Deltra, merupakan klub sepak bola professional di Sidoarjo. Memang, ada Persida, tapi tim yang berjuluk Laskar Jenggolo tersebut berstatus amatir.
Tapi, anggapan tersebut ternyata salah. Jauh-jauh sebelumnya sudah ada klub sepak bola professional yang bermarkas di Kota Udang,julukan Sidoarjo, tersebut. Siapa? Perkesa 78. Karena bermarkas di Sidoarjo, nama lengkapnya pun menjadi Perkesa 78 Sidoarjo.

Sebenarnya, klub tersebut bukan asli Sidoarjo. Sesuai angka yang ada, klub tersebut lahir pada 1978 dengan diketuai tokoh bola Nabon Noor. Tempatnya pun di Jakarta, atau pasnya di Kebayoran. Nama Perkesa pun katanya Persatuan Sepak Bola Kebayoran dan sekitarnya.
Pada 1984, Perkesa memutuskan pindah ke Sidoarjo. Hanya untuk menjamu lawan-lawannya, tim yang mempunyai kostum kebesaran warna oranye tersebut bertanding di Gelora 10 Nopember. Menurut salah satu mantan pemain Perkesa 78, Eko Prayogo, mereka memakai mes di belakang Mall Ramayana, Sidoarjo, yang kini telah berubah menjadi ruko (rumah toko) dan hotel.

Setelah itu, mes pindah di dekat Kantor Pos Sidoarjo atau lebih tepatnya di selatan warung bakso. Saat ini, bekas mes Perkesa tersebut menjadi Kantor Telkom Sidoarjo.
Tempat latihan pun di Stadion Jenggolo, stadion yang di era 1980-an sudah masuk ukuran bagus. Tapi, kalau main ya tetap di Gelora 10 Nopember.
Risikonya, pada hari pertandingan, Perkesa harus berangkat pagi dan tidur siang di stadion yang juga dikenal dengan nama Stadion Tambaksari tersebut. Meski bukan tim bertabur bintang, tapi prestasi Perkesa tak boleh dianggap enteng.

Runner-up Piala Liga pernah disabet pada 1985 sebelum ditundukkan Arseto Solo di Stadion Sriwedari Solo. Para pemain Perkesa pun antara lain Eko Prayogo, Freddy Muli, Suharno, ataupun juga Socheh.
Hebatnya, nama-nama tersebut sampai sekarang masih aktif di lapangan hijau. Hanya, statusnya bukan lagi sebagai pemain karena usianya yang sudah uzur. Namun, kini berkiprah sebagai pelatih. Eko menjadi pembina klub Mitra Surabaya, anggota internal Persebaya, Freddy menjadi salah satu pelatih papan atas Indonesia, dan Socheh menangani klub-klub di Surabaya dan sekitarnya.

Sayang, Perkesa tak bertahan lama di Sidoarjo. Pada 1989, Perkesa pindah ke Jogjakarta dan berganti nama menjadi Perkesa Mataram. Kemudian pindah ke Cibinong dan menjadi Perkesa Indocement dan terakhir menjadi Perkesa Trisakti. Sampai saat ini, nama Perkesa lenyap seperti hilang ditelan bumi.
Hanya, sejarah sepak bola Indonesia tetap mencatat pernah ada klub yang mewarnai perjalanannya yakni Perkesa dan berhome base di Sidoarjo. Jadi, Deltras bukan yang pertama di Kota Udang, tapi Perkesa. (*)

sumber- http://pinggirlapangan.blogspot.com/2011/09/deltras-bukan-yang-pertama-di-sidoarjo.html

Persida vs Deltras : 2-0


Persida Sidoarjo sukses menang 2-0 atas Deltras Sidoarjo dalam Derby Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (29/4). Dua gol kemenangan Laskar Jenggolo dicetak oleh Uston Nawawi lewat titik putih di penghujung babak pertama dan satu gol lewat Supaham.

Hasil ini semakin mengukuhkan posisi Uston dan kawan-kawan di puncak klasemen sementara dengan poin 9 hasil dari 4 kali laga, rekor tiga kali menang sekali kalah tanpa hasil seri.
Bagi The Lobster, julukan Deltras Sidoarjo, posisinya semakin terjerembab di dasar klasemen sementara.  Saefudin dan kawan-kawan harus puas di posisi ke-7 dengan rekor 4 kali main belum sekali menang 2 kali seri dan kalah satu kali.

Bagi Persida, ini kemenangan ketiga dari empat laga. Dua kemenangan sebelumnya dipetik ketika menghajar Pusmmania Borneo FC 2-0 dan menjegal Persekap Kota Pasuruan 1-0. Usai laga, Harmadi, Asisten pelatih Deltras mengatakan pressing timnya melawan Persida tadi memang kurang. Dan kita memang kalah speed dengan mereka.

Sementara itu, Freddy Mully pelatih Persida mengakui bermain di kandang sendiri harus selalu menang. "Penguasaan bola kita sedikit unggul, itu yang saya himbaukan kepada setiap pemain. Pemain jangan lengah, harus selalu menekan dari awal pertandingan," kata Freddy Mully.

"Kemudian strategi kita dibabak kedua Memancing pemain Deltras untuk selalu pressur pemain kita. Dan Mat Halil kita turunkan sebagai pengganti di awal sangat membangkitkan semangat pemain kami," tukasnya.

Monday, April 28, 2014

Rekaman Lensa Deltamania , Perseta Tulungagung vs Deltras Sidoarjo 25/04/2014


DELTACYBER - Pertandingan Tandang pertama kali untuk Skuad The Lobster di musim ini saat away ke Tulungagung (25/04) bentrok dengan tuan rumah Laskar Badai Selatan julukan Perseta Tulungagung , di Stadion RejoAgung . Sekaligus menjadi kekalahan perdana bagi Deltras , tunduk dengan skor tipis 1-0 .

Deltamania suporter setia The Lobster ini tak ketinggalan mendampingi tim kesayangannya berlaga di Tulungagung . Sekitar 100 Deltamania yang berangkat ke Stadion RejoAgung sore itu .

Jelang Persida vs Deltras 29/04/2014


DELTACYBER - Jelang laga antara 1 kota yakni Laskar Jenggolo julukan Persida Sidoarjo dangan The Lobster sebutan Deltras Sidoarjo yang akan tersaji di Gelora Delta Sidoarjo (29/04) besok sore .
Persida yang bertindak sebagai tuan rumah di putaran pertama ini sesumbar akan tetap melawan Deltras dengan kekuatan penuh .

Friday, April 18, 2014

Rekaman Lensa Deltras Sidoarjo vs Kalteng Putra 18/04/2014


DELTACYBER - The Lobster hanya mampu bermain seri 1-1 kembali saat melakoni laga kandang yang kedua saat menghadapi Kalteng Putra (18/04/) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo , Sore kemarin .

The Lobster Kembali Tertahan


Deltras Sidoarjo belum mampu meraih kemenangan saat bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Delta pada laga lanjutan Divisi Utama Grup 6, Sabtu (18/4/2014). Usai bermain imbang 1-1 denhan Martapura FC, Selasa (15/4), kini pasukan Riono Asnan kembali ditahan 1-1 oleh Kalteng Putra, Jumat (18/4).

Bermain di depan publiknya sendiri, Deltras gagal memberikan permainan terbaiknya. Kalteng Putra justru mampu lebih dulu menjebol gawang Deltras yang dikawal Syaifudin. Gelandang serang tim tamu Bayu Pradana jadi penjebol gawang The Lobster satu menit jelang bubaran babak pertama atau menit ke-44.

Memasuki babak kedua, Deltras tampil lebih agresif dan aktif menyerang. Setidaknya pada 10 menit awal babak kedua, anak asuh Riono Asnan berhasil mengurung Kalteng Putra. Sayang tak ada satupun peluang yang berhasil mereka ciptakan. Persepar harus kehilangan striker Charles karena menerima kartu kuning kedua di menit ke-55.

Charles menerima kartu kuning kedua karena tak memakai pelindung tulang kering (decker). Keunggulan jumlah pemain coba dimanfaatkan Deltras dengan memasukkan striker Ardiansyah menggantikan gelandang bertahan Dodon Kuncahyo pada menit ke-60. Baru semenit merumpur, Ardiansyah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang Kalteng Putra pada menit ke-61, tandukan Ardiansyah sempat membentur tiang pojok dan memantul ke dalam gawang. Wasit pun mengesahkan itu sebagai sebuah gol. Keunggulan jumlah pemain sangat menguntungkan bagi kubu tuan rumah.

Pasukan muda The Lobster memaksa tim tamu bertahan dan mengandalkan serangan balik. Tim besutan Edi Paryono ini pun harus bermain kasar untuk menghentikan pergerakan pemain Deltras.
Lewat serangan balik, Kalteng Putra susah payah untuk mengimbangi permainan tuan rumah. Akan tetapi pada 15 menit akhir pertandingan ini, stamina pemain Kalteng turun drastis. Skor 1-1 bertahan hingga pluit panjang.

"Anak-anak sudah bermain maksimal. Sudah berusaha dan bekeraja keras tapi hasilnya belum memuaskan," kata Riono Asnan, Pelatih Deltras.

Thursday, April 17, 2014

The Lobster Muda Harapan Musim Ini


Siapa tidak kenal Arsenal, tim dengan 13 Trofi Premier League yang kini bercokol di peringat 4 itu merupakan tim yang dikenal memiliki skuad muda yang sangat mumpuni. Aron Ramsey, Jack Wilshere, Alex Chamberlain dll. Merupakan segilintir pemain yang sukses ‘diangkat’ oleh sang manajer, Arsene Wenger. Dengan filosofi mencetak pemain bintang bukan membeli (seperti halnya Real Madrid) membuat Arsenal terlihat fresh dan cepat dalam bermain. Tapi, 9 tahun tanpa gelar adalah sebuah hukuman, meskipun pemain bermain baik tapi apa daya jika tanpa gelar selama sewindu lebih? Hell.

Rekaman Lensa Deltras Sidoarjo vs Martapura Fc 15/04/2014


DELTACYBER - Laga pembuka The Lobster untuk Divisi Utama 2014 berakhir dengan hasil imbang 1-1 . Kedua tim harus puas berbagi poin satu dalam laga perdana (15/04) sore di Stadion Gelora Delta Sidoarjo .
Kedua gol dari kedua tim berasal dari tendang bebas , Rony Rosyadi dari Deltras dan Isnan Ali kapten Martapura Fc .

Tuesday, April 15, 2014

Panpel Bobrok Di Laga Perdana


DELTACYBER - Ketidaksiapan Panitia Pelaksana Gelora Delta Sidoarjo dalam menyambut laga perdana Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 dalam laga Deltras Sidoarjo menghadapi Martapura fc sangat jelas terlihat .

Sejak 1 jam sebelum Kick Off Loket Tiket yang ada di semua loket Stadion Gelora Delta Sidoarjo masih belum buka dan tidak jelas berapa harga tiket sesuai tribun .

Ketidak jelasan soal harga tiket semua kategori sudah terlihat sejak rapat Deltamania satu hari sebelum pertandingan , Deltamania pusat menyatakan belum ada konfirmasi resmi dari panitia pelaksana .
Dan saat hari pertandinganpun , tiket untuk kategori Ekonomi atau digunakan untuk tribun terbuka tidak jelas dan seakan panpel membuang tanggung jawabnya.

Bahkan sampai kick Off babak pertamapun teman-teman Deltamania masih belum bisa masuk karena tiket ekonomi yang tidak ada .

"saya berani bayar dua kali lipat untuk membeli tiket ekonomi ,tapi sekarang tidak jelas mana tiketnya . Kalaupun saya langsung bayar ke panpel saya mau, asal bisa masuk," Ujar salah satu Deltamania .

Sementara itu Deltamania yang sudah terlanjur kecewa dengan panita pelaksana , akhirnya beberapa deltamania nekat menjebol gerbang yang ada di sektor 6 tribun ekonomi . Sempat redam , namun akhirnya mereka mampu mendobrak gerbang tersebut dan masuk dengan cuma - cuma .

Ini menjadi kinerja Panitia Pelaksana yang sangat buruk dalam melaksanakan Pertandingan yang ada di Divisi Utama . Bukan hanya tidak profesional namun seakan Panpel tidak ada niatan menyelenggarakan sebuah pertandingan .(bid)

The Lobster Hanya Raih 1 Poin


Hanya satu poin yang berhasil diraih Deltras Sidoarjo kala menjamu Martapura FC di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (15/4). Kendati demikian, kubu The Lobster, mengaku tidak terlalu kecewa, bahkan puas dengan performa yang ditunjukkan di lapangan.

Pada laga yang dipimpin wasit Ridwan Pahala dari Bandung, Deltras unggul 1-0 di babak pertama lewat gol yang dicetak Fatkur Roni pada menit ke-41. Sayang, di awal babak kedua, Isnan Ali mampu membuat skor menjadi imbang 1-1, lewat golnya melalui tendangan bebas di menit ke-48. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.

Walau hanya bermain imbang, pelatih Deltras, Riono Asnan, mengaku sangat puas dengan penampilan yang ditunjukkan oleh The Lobster. Apalagi musim ini Deltras lebih banyak mengandalkan skuad muda.

"Mayoritas pemain Deltras tak termakan oleh mental. Hanya ada satu saja yang tak tampil sesuai instruksi. Secara umum anak-anak tampil cukup bagus. Cuma masalah finishing saja yang harus ada perbaikan," ucap Riono usai pertandingan.

"Ada dua peluang yang harusnya gol. Sayang mereka kurang tenang. Tak masalah, mereka adalah pemain muda, masih harus pembenahan. Singkatnya, kalau lihat penampilan saya puas. Kalau hasil, belum. Harusnya bisa ambil tiga poin," imbuh eks pelatih Persiku Kudus ini.

Sementara itu, pelatih Martapura FC, Fransinatra Huwae mengaku sangat bersyukur bisa mendapat satu poin di laga perdana kompetisi Divisi Utama 2014. "Pada babak pertama, saya sudah ingatkan ke pemain untuk meredam ketegangan. Dan itu tak terjadi. Akhirnya secara individu banyak kesalahan. Pada babak kedua, saya tekankan ke mereka untuk bangkit," jelasnya.

Sunday, April 13, 2014

Deltras Andalkan Skuad Muda


DELTACYBER - Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 menjadi ujian berat bagi para pemain - pemain muda Deltras yang mayoritas dihuni mantan pemain The Lobster Muda U-21 . The Young Guns Deltras tentu diharapkan meraih hasil maksimal di setiap laganya .

" Pemain muda Deltras , khususnya pemain U-21 harus tetap kita beri semangat . Supaya dalam setiap laga permainan mereka ngotot dan ngeyel ," Ujar Agus , selaku Humas Deltamania Cyber .

Mantan pemain Deltras U-21 musim kemarin yang promosi ke skuad senior seperti Moch.Bahrudin , Moch.Choiron , Rony Rosyadi yang menjadi tulang punggung Deltras U-21 tentu diharapkan mempunyai semangat lebih untuk bertanding di kompetisi level atas .

Selain itu , Faisal Muttaqin sudah pasti menjadi tumpuan atau motor serangan The Lobster di lini depan . Sayfudin kiper kawakan yang banyak malang melintang di tim-tim ISL seperti Persebaya Surabaya , Persiwa Wamena , Persela Lamongan menjadi pemain yang berpengalaman di skuad Deltras untuk saat ini .

" Pemain muda harus di beri semangat , supaya mental mereka terangkat dan tidak menurun ," Imbuh Agus .(bid)

Daftar Squad Resmi The Lobster 2014


DELTACYBER - Divisi Utama Liga Indonesia 2014 akan terasa sangat berat dan penuh jalan terjal bagi skuad The Lobster . Pasalnya bisa dibilang skuad The Lobster saat ini dihuni pemain Deltras U-21 yang masih minim pengalaman bertanding di kompetisi kasta kedua indonesia .

Thursday, April 3, 2014

LIGA Gelar Managers Meeting DU


Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 akan mulai bergulir pada 15 April 2014. Sebanyak 62 klub yang terbagi dalam 8 grup akan mulai berjuang memperebutkan tiket promosi ke Indonesia Super League 2015 mendatang.
Sebelum dimulainya kompetisi yang musim lalu melahirkan Persebaya Surabaya sebagai juara ini, PT Liga Indonesia, mengundang 63 klub Divisi Utama ke Jakarta untuk mengikuti workshop panpel dan Managers Meeting Divisi Utama 2014. Acara tersebut digelar di Hotel Park Lane, Jakarta, Selasa (1/4).

Tuesday, April 1, 2014

Desa Pencetak Bintang Lapangan Hijau


TAK ada yang istimewa dari Dusun Klagen, Desa Wilayut. Daerah yang masuk Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, tersebut pun sepi karena banyak warganya yang kerja di sawah, ataupun duduk di warung kopi. Ada juga yang masih berada di Surabaya karena masih mengais rezeki.
Tapi, ada yang istimewa dari desa yang sudah berbatasan dengan Kecamatan Wonoayu tersebut. Siapa sangka, banyak bintang lapangan hijau dari Klagen.Siapa saja? Di level senior sebut saja Uston Nawawi dan Nurul Huda.

Uston merupakan gelandang andalan Green Force, julukan Persebaya, diera 1990-an hingga pertengahan 2000-an. Kostum nasional pun pernah dikenakannya dalam kurun waktu 10 tahun lebih. Lelaki kelahiran 1978 itu pun pernah menimba ilmu di Italia melalui program PSSI Baretti.
Hanya kurang sreg dengan pengurus yang membuat Uston hengkang ke beberapa klub seperti Persidafon Dafonsoro ataupun Gresik United (GU). Tapi tetap harus diakui Uston termasuk salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Nurul Huda lebih senior lagi. Pemain kelahiran 1976 tersebut dibesarkan melalui program PSSI Primavera yang juga digembleng di Negeri Pizza, julukan Italia. Di antara para pemain PSSI Primavera, Huda, sapaan karibnya, merupakan segelintir yang masih bertahan di level atas sepak bola Indonesia. Selain Huda hanya Bima Sakti yang membela Persema Malang di ajang Indonesia Super League (ISL) sebelum menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI). Sementara Huda, hampir empat musim berkostum Persijap Jepara. Sebelumnya, pemain yang beroperasi sebagai bek itu memperkuat Pelita Jaya, Delta Putra Sidoarjo (Deltras), PSIS Semarang, dan Persijap Jepara.

Ada juga di kelompok senior yakni Sutaji. Gelandang kelahiran 1975 ini pernah membela Persebaya sebelum hengkang ke PSIM Jogja, PSS Sleman, Deltras, Arema, dan terakir Persema. Bedanya dengan Uston dan Huda, Sutaji tak pernah berkostum Merah Putih sebagai pemain nasional.

Arek Klagen lainnya yang kini berkostum Garuda di dada adalah Hariono. Breaker Merah Putih ini dikenal sebagai pemain yang pantang takut dan menyerah dalam memotong aliran serangan lawan. Kini, dia memperkuat Persib Bandung setelah sebelumnya membela Deltras.

Selain itu ada juga Lucky Wahyu. Dia tercatat pernah membela Indonesia di SEA Games 2009 Laos dan kini membela Persebaya 1927. Sayang, saat Persebaya 1927, kebintangan Lucky redup karena coach Aji Santoso tampaknya kurang berkenan dengan tipe permainannya.

Sudah habis? Belum. Masih ada Arif Ariyanto. Meski kurang menonjol., pemain kidal ini sudah sejak 2005 berkostum Green Force. Yang terbaru bintang dari Klagen adalah Rendi Irwan. Posturnya yang mungil mampu ditutupinya dengan skill kelas wahid.
Wajar kalau Persebaya 1927 sangat kepincut dengan kemampuannya. Hanya, dia kurang beruntung karena kemampuannya belum dilirik timnas.

Para pemain bintang tersebut lahir dari sebuah lapangan yang berada di sisi jalan yang menghubungan Sukodono dan Krian, yang juga masuk wilayah Sidoarjo. Jangan bayangkan lapangannya selevel Senayan ataupun Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Lapangan Klagen kalau hujan becek dan jika musim kemarau sangat keras. Di sebelah selatan lapangan ada beberapa pohon pisang, sebelah baratnya kantor kelurahan, serta utaranya sebuah sungai kecil.
Lahirnya para bintang dari Klagen membuktikan bahwa factor lapangan tak banyak memberikan pengaruh. Yang penting adalah kemauan keras untuk menjadi bintang dan latihan yang serius. (*)

sumber - pinggirlapangan.blogspot.com