Rabu, 30 April 2014

Perkesa 78 Tim Pertama Di Sidoarjo !!


SIDOARJO punya stadion megah. Gelora Delta dibangun pada 1996 untuk persiapan menyambut PON 2000. Tempat tersebut akhirnya memang dipergunakan untuk pembukaan pesta olahraga empat tahunan bangsa Indonesia tersebut.

Setelah PON, Gelora Delta pun tak menganggur. Klub pindahan asal Bali, Gelora Dewata, memakainya sebagai kandang dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD) dan berubah lagi menjadi Delta Putra Sidoarjo(Deltras) hingga sekarang.

Tentu, banyak yang menganggap The Lobster,julukan Deltra, merupakan klub sepak bola professional di Sidoarjo. Memang, ada Persida, tapi tim yang berjuluk Laskar Jenggolo tersebut berstatus amatir.
Tapi, anggapan tersebut ternyata salah. Jauh-jauh sebelumnya sudah ada klub sepak bola professional yang bermarkas di Kota Udang,julukan Sidoarjo, tersebut. Siapa? Perkesa 78. Karena bermarkas di Sidoarjo, nama lengkapnya pun menjadi Perkesa 78 Sidoarjo.

Sebenarnya, klub tersebut bukan asli Sidoarjo. Sesuai angka yang ada, klub tersebut lahir pada 1978 dengan diketuai tokoh bola Nabon Noor. Tempatnya pun di Jakarta, atau pasnya di Kebayoran. Nama Perkesa pun katanya Persatuan Sepak Bola Kebayoran dan sekitarnya.
Pada 1984, Perkesa memutuskan pindah ke Sidoarjo. Hanya untuk menjamu lawan-lawannya, tim yang mempunyai kostum kebesaran warna oranye tersebut bertanding di Gelora 10 Nopember. Menurut salah satu mantan pemain Perkesa 78, Eko Prayogo, mereka memakai mes di belakang Mall Ramayana, Sidoarjo, yang kini telah berubah menjadi ruko (rumah toko) dan hotel.

Setelah itu, mes pindah di dekat Kantor Pos Sidoarjo atau lebih tepatnya di selatan warung bakso. Saat ini, bekas mes Perkesa tersebut menjadi Kantor Telkom Sidoarjo.
Tempat latihan pun di Stadion Jenggolo, stadion yang di era 1980-an sudah masuk ukuran bagus. Tapi, kalau main ya tetap di Gelora 10 Nopember.
Risikonya, pada hari pertandingan, Perkesa harus berangkat pagi dan tidur siang di stadion yang juga dikenal dengan nama Stadion Tambaksari tersebut. Meski bukan tim bertabur bintang, tapi prestasi Perkesa tak boleh dianggap enteng.

Runner-up Piala Liga pernah disabet pada 1985 sebelum ditundukkan Arseto Solo di Stadion Sriwedari Solo. Para pemain Perkesa pun antara lain Eko Prayogo, Freddy Muli, Suharno, ataupun juga Socheh.
Hebatnya, nama-nama tersebut sampai sekarang masih aktif di lapangan hijau. Hanya, statusnya bukan lagi sebagai pemain karena usianya yang sudah uzur. Namun, kini berkiprah sebagai pelatih. Eko menjadi pembina klub Mitra Surabaya, anggota internal Persebaya, Freddy menjadi salah satu pelatih papan atas Indonesia, dan Socheh menangani klub-klub di Surabaya dan sekitarnya.

Sayang, Perkesa tak bertahan lama di Sidoarjo. Pada 1989, Perkesa pindah ke Jogjakarta dan berganti nama menjadi Perkesa Mataram. Kemudian pindah ke Cibinong dan menjadi Perkesa Indocement dan terakhir menjadi Perkesa Trisakti. Sampai saat ini, nama Perkesa lenyap seperti hilang ditelan bumi.
Hanya, sejarah sepak bola Indonesia tetap mencatat pernah ada klub yang mewarnai perjalanannya yakni Perkesa dan berhome base di Sidoarjo. Jadi, Deltras bukan yang pertama di Kota Udang, tapi Perkesa. (*)

sumber- http://pinggirlapangan.blogspot.com/2011/09/deltras-bukan-yang-pertama-di-sidoarjo.html

0 komentar:

Posting Komentar