Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Thursday, June 26, 2014

Rencana Uji Coba Batal

Latihan Pagi : Deltras Sidoarjo
DELTACYBER - Libur kompetisi menjelang Bulan Ramadhan bulan Juli, The Lobster julukan Deltras Sidoarjo tetap latihan rutin tiap harinya . Bahkan rencananya menggelar laga Uji Coba melawan Psbi Blitar, Sore tadi (26/06) di Gelora Delta .

Namun, rencana Uji tanding kedua tim yang sesama bermain di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim ini tersebut batal terlaksana .

Kapten The Lobster, Diva Tarkas saat dikonfirmasi oleh redaksi Deltacyber juga menyampaikan hal yang sama . " Dari pihak sana, yang membatalkan uji coba," Ungkap Diva .

Sementara itu, setelah batalnya rencana uji coba kali ini, Rony Rosyadi dkk akan diliburkan sementara sampai dengan hari Selasa besok (01/07) .

" Untuk rencana Uji Coba selanjutnya masih belumada konfirmasi lagi, dan ini tim akan libur sampai selasa besok," Imbuhnya .

Batalnya rencana uji coba tersebut tentu merugikan tim The Lobster sendiri . Sebelum memasuki bulan Ramadhan belum latih tanding untuk menjaga performa tim agar terjaga .(bid)

Sunday, June 22, 2014

Timnas Bekuk Pakistan

Menang : Gol Gonzale menjadi gol pembuka
DELTACYBER - Garuda senior berhasil membungkam tamunya Pakistan (21/06) kemarin Sore, dengan skor cukup meyakinkan 4-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo .
Gol-gol Timnas dicetak oleh Gonzales di menit ketiga, Achmad Jufriyanto menit ke-45, Zulham Zamrun 60, dan Dedi Hartono menit-87 .

Di babak pertama, tim asuhan Alfred Riedl ini keluar menyerang .Alhasil belum genap sepuluh menit berjalan, skrimit didepan gawang Pakistan mampu dimanfaatkan oleh Gonzales di menit ke-3 . Timnas unggul 1-0 .
Pakistan yang tersentak dengan gol cepat striker Arema Indonesia itu, beberapa kali mencoba membuat peluang yang menyulitkan gawang Indonesia yang dijaga Dian Agus Prasetyo .

Namun , pelanggaran keras Saddam Husain terhadap kiper Dian Agus di kotak pinalti membuat wasit harus mengeluarkan kartu merah bagi pemain Pakistan tersebut di menit ke-28 .

Melawan 10 orang pemain Pakistan, Firman Utina dkk kembali mencoba membangun serangan . Baru di penghujung babak pertama Achmad Jufryanto sukses membawa Indonesia unggul 2-0 di babak pertama .

Di babak kedua, permainan tak jauh berubah sejak Pakistan bermain dengan 10 orang. Zulham Zamrun dkk terus menggempur pertahanan Pakistan. Zulham Zamrun mampu mencetak gol melalui tendangan pinalti menit ke-60 . Dan gol Dedi Hartono di menit ke-87 menjadi gol penuntup di pertandingan tersebut .

Permainan yang menjurus kasar dari Pakistan dan membuahkan satu kartu merah, membuat pelatih Alfred Riedl turut berkomentar .
"Senang juga karena semua pemain tidak cedera karena permainan Palestina yang sangat kasar," Ungkap Riedl.

"Diturunkan 17 pemain untuk uji coba ini karena mencari pemain yang potensial. Penonton sangat sedikit dan kecewa karena Timnas senior yang dulu sangat kurang bagus dan ingin mengembalikan kans Timnas senior ke masyarakat Indonesa supaya percaya dan bangga," tambah Riedl.(bid)

Friday, June 20, 2014

Gallery Photo : Latihan Timnas Senior, Gelora Delta

 

DELTACYBER - Daya tarik pemain - pemain terbaik yang terpilih dalam skuad Timnas Senior menjadi daya pikat tersendiri bagi masyarakat Sidoarjo khususnya untuk bisa menyaksikan Timnas berlaga di Gelora Delta Sidoarjo .

Timnas sendiri dijadwalkan akan melakoni laga uji coba Internasional melawan Pakistan, Sabtu sore (21/06) di stadion Gelora Delta Sidoarjo . Dalam beberapa hari latihan Timnas di Gelora Delta, sore , penonton cukup antusias menyaksikan sesi latihan yang dipimpin langsung oleh Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal ini .

Sebelum atau seusai latihan pun pemain dan pelatih menjadi sasaran foto bersama penonton .Tak pelak, pemain seusai latihan kerap ingin cepat-cepat dari lapangan langsung menaiki bus pemain .

Namun, pelatih dan pemain cukup sabar melayani sesi foto bersama penonton dan merespon baik . Christian Gonzales, Kurnia Meiga, Firman Utina, Zulham Zamrun, Bustomi maupun Hariono menjadi pemain yang terus diburu penonton guna mendapat foto bersama pemain tersebut .

Berikut rekaman lensa Latihan Timnas Senior Indonesia di Gelora Delta Sidoarjo :













Thursday, June 19, 2014

Menolak Lupa Euforia dan Kekacauan Piala AFF U-19


DELTACYBER - Sisa aroma gelar juara Piala AFF saat Timnas U-19 menjuarai Turnamen yang di ikuti negara se Asia tenggara  di stadion Gelora Delta Sidoarjo masih sedikit membekas. Di balik suksesnya pagelaran Piala AFF U-19 yang di selenggarakan di Sidoarjo dan sekitarnya pada Agustus-september 2014 menyisakan sedikit kekacauan dan kerugian untuk Kabupaten Sidoarjo sendiri.

Acara memang cukup meriah dimana setiap pertandingan yang di hadapi Timnas Muda Garuda Indonesia ini selalu di padati para suporter dari kota-kota lainnya , contohnya saja seperti Pasoepati (Solo), SNEX-Panser (Semarang), Aremania (Malang), Bonek (Surabaya) dan supprter dari kota-kota lainnya yang juga memadati setadion kebanggan arek-arek Deltamania ini. Selain itu tim nasional U-19 berhasil mempersembahkan trofi Piala AFF U-19.

Trofi kemenangan ini diraih setelah mengalahkan Vietnam 7-6 dalam adu penalti di babak final Piala AFF U-19, Minggu malam (22/9). Ini merupakan pertama kalinya Indonesia menjadi juara setelah 22 tahun tak pernah menang dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo pun menjadi saksi Bisu gelar pertama Indonesia tersebut. Di balik suksesnya timnas menjuarai Piala AFF U-19 tersebut meyisakan kekacauan dan kerugian.

 Mungkin media hanya memberitakan suksesnya pagelaran turnamen tersebut tanpa memberitakan kekacauan di balik kemeriahan Pagelaran tersebut. Terutama Panitia Penyelenggara (PANPEL) yang cukup kacau dalam mengelola penjualan tiket baik Tiket VIP, utama maupun Ekonomi. Pada awal-awal pagelaran Piala AFF U-19 panpel masih bisa mengatasi penjualan tiket, namun karena semakin menanjaknya permainan garuda muda di setiap laga dan hingga timnas Indonesia di pastikan mampu masuk ke babak semifinal dan animo penontonpun mulai meningkat tajam di bandingkan pada saat babak penyisihan group.

Kekacauan Panpel dalam mengelola penjualan tiket mulai terlihat ketika Timnas U-19 masuk pada babak semifinal melawan Timor Leste, dalam mendistribusikan Tiket Semifinal tersebut panitia penyelenggara mulai kewalahan dengan animo suporter yang meningkat tersebut, hingga justru di saat seperti ini Calo tiket mendapatkan keuntungan yang melimpah dengan mampu menjual kembali tiket pertandingan semifinal dengan harga yang tinggi di bandingkan dengan tiket yang di jual di tiket, banyak suporter Garuda yang kecewa dengan Panitia Penyelenggara yang kurang sigap dalam mengelola penjualan Tiket. Puncak kekacauan Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 dalam mengelola penjualan tiket terjadi ketika laga Final Piala AFF U-19 Timnas indonesia melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta.


Menjelang pertandingan laga final Piala AFF U-19, semakin banyak Suporter indoneisa yang sedang mengantri di loket penjualan tiket. Berbagai kekacauan juga terjadi di lokasi loket penjualan tiket yang disebabkan dengan banyaknya Suporter Indonesia yang masih belum juga mendapatkan tiketnya, dan kebanyakan dari mereka telah mengatri lama, yaitu dari pagi hari demi memperoleh tiket tersebut.

 Dan hal yang menyebabkan timbulnya kekacauan karena banyak loket penjualan tiket yang dibuka tidak diimbangi dengan jumlah pendukung yang sedang mengantri. Begitu banyaknya antrian di luar Stadion Gelora Delta, akan tetapi loket penjualan tiket yang dibuka hanya sedikit saja. Hal seperti itulah yang menjadi faktor pendorong keinginan Suporter Indonesia yang kecewa dengan Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 untuk merusak sejumlah barang, serta membuat keributan yang menghebohkan di sekitar Stadion.

  Akibat dari kericuhan yang terjadi itu, sejumlah fasilitas- fasilitas di stadion Gelora Delta Sidoarjo juga dirusakkan oleh para pendukung yang sedang melampiaskan amarahnya itu. Seperti yang terlihat dari luar stadion, juga tampak pintu VVIP yang sebelah utara, loket penjualan tiket, dan juga jendela- jendela luar juga dipecahkan oleh beberapa Oknum dengan melempar batu, dan membakar loket.



Loket penjualan tiket yang terbakar itu juga terjadi karena ada pendukung yang sengaja menyalakan kembang api dengan niat untuk mengacau loket saja, namun yang terjadi malah hal yang tidak disangka bahwa bara pada kembang api semakin besar sehingga terjadi kebakaran kecil di loket. Kekacauan tersebut mampu di redam oleh sejumlah petugas keamanan dan kepolisian datang untuk menghalau kericuhan pada lokasi sekitar Stadion itu.

  Kekacauan Panpel di luar stadion akhirnya dapat di antisipasi pihak kemanan dengan sigap dan meredah ketika wasit meniupkan kickoff tanda pertandingan final Paial AFF U-19 antara Indonesia vs Vietnam di bunyikan. Animo suporter Indonesia ternyata sangat fantastasi hampir semua sudut tribun di stadion Gelora Delta Sidoarjo di padati suporter Indonesia, kekacauan Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 tidak meyusutkan Suporter Indonesia Untuk Mndampingi Garuda Muda berjuang mendapatkan Gelar Piala AFF U-19 untuk pertama kalinya. 

Karena Padatnya suporter indonesia tersebut pagar penghalang di beberapa Tribun akhirnya roboh karena di goyangkan beberapa suporter, kembali lagi Stadion Gelorta Delta mengalami kerusakan. 

Selain kekacauan di dalam stadion, kekacauan juga terjadi di luar stadion dan beberapa sudut kota sidoarjo, beberapa oknum melakukan sweping terhadapt suporter tertentu, lagi-lagi hal tersebut sangat merugikan dan megganggu kenyamanan masyarkat umum Sidoarjo. Di balik kemeriahan Piala AFF U-19 tersebut meyisakan banyak kekacauan dan kerugian


Dan saat ini Stadion Gelora Delta Sidoarjo  sudah di nantikan dengan akan diadakan laga uji coba International Timnas Senior melawan Pakistan, Sabtu 21 Juni 2014. Apakah kekacauan akan terjadi lagi atau justru Panitia Penyelenggara sudah akan sigap dalam mengantisipasi kekacauan tersebut terjadi kembali. Tim deraksi Delta Cyber berkesempatan mananyaka kesiapan Deltamania untuk laga uji coba Timnas Indonesia Di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

 “Kita (deltamania) akan meramaikan stadion Gelora Delta Sidoarjo semeriah mungkin agar para pemain Timnas bisa bermain dengan semangat dan mampu membawa kemenangan untuk Indonesia” Ucap Agustina Korlap Deltamania . 

Selain itu Deltamania juga mengarapkan suporter yang datang pada laga ujicoba nanti diharapkan meninggalkan atribut dan dendam pribadi saat mendukung klub untuk dapat bersatu mendukung Timnas Indonesia dan dapat bersatu tanpa adanya pertikaian di dalam dan di luar stadion


“KALIAN SOPAN , KAMI SEGAN. INI SIDOARJO BUMI DELTAMANIA. HARGAI KAMI SEBAGAI TUAN RUMAH. SAVIDI FROM SIDOARJO TO INDONESIA” #MenolakLupa (RmR) 

Masih Belum Tentukan Tim Inti

Latihan Timnas Senior di Gelora Delta
DELTACYBER - Komposisi pemain skuad Timnas Indonesia Senior masih bongkar pasang , pelatih Alfred Riedl masih mencari komposisi skuad inti yang pas untuk berlaga dalam laga uji coba besok (21/006) melawan Pakistan di Stadion Gelora Delta, sore .

"Kami sudah punya skuad bayangan, tapi tidak kami publish ke teman teman media ," Ungkap Wolfgang Pikal, asissten pelatih saat diwawancarai awak media tadi sore (19/06) .

Dalam beberapa hari sesi latihan di Sidoarjo, jajaran pelatih mencoba beberapa pemain muka lama seperti Chrtistian Gonzales, Firman Utina ,M.Robby, dan Zulkifli Syukur . Absennya ujung tombak andalan Persipura yakni Boaz Salossa juga mempengaruhi tim .
Gonzales beberapa kali menjadi tumpuan di lini depan dan ditopang oleh Zulham Zamrun maupun Tantan .

Sementara itu Kurnia Meiga,Made Wirawan dan Ricardo Salampessy juga masih dalam penyembuhan cedera, tampak mereka bertiga masih dalam latihan terpisah dan pemanasan ringan bersama dokter Timnas.

Dalam kalender BTN, Tim asuhan Alfred Riedl ini dipastikan meladeni Pakistan (21/06) di Gelora Delta Sidoarjo dan Nepal di Gajayana Malang (25/06) . (bid)

Wednesday, June 18, 2014

Tetap Semangat, antara Kampus dan Latihan

Rony (kiri) saat berduel dengan pemain Borneo FC (06/05)
DELTACYBER - The Lobster musim ini banyak mengandalkan pemain - pemain muda asal daerah sendiri . Termasuk Rony Rosyadi. Pemain yang musim kemarin membela Deltras U-21 ini , sekarang masuk dan menjadi pemain inti di tim senior Deltras Sidoarjo .

Gol perdananya bagi Deltras sudah ia cetak saat  The Lobster melawan Martapura FC di kandang (15/04) . Striker yang bernomor punggung 11 ini , di awal musim menjadi tumpuan lini depan Deltras bersama Faisal Muttaqin dan Moch Choiron .

" Semua berawal dari Deltras U-21 , sewaktu masih dipegang Pak Vigit  tahun 2011 ," Ujarnya .
Rony  membela tim junior tersebut sudah 3 tahun . Dan di tahun ke-4 nya kali ini , ia bisa menembus skuad senior tim kebanggaan Deltamania ini . Pemain yang berbadan kurus ini dulu sempat membela tim sekota Deltras , yakni Persida Sidoarjo, di tahun 2009 silam .

Usia muda menjadi usia keemasan bagi pemain sepakbola saat ini untuk menjadi pemain sepakbola dan menimba ilmu di dunia pendidikan . Rony , saat ini juga sedang membagi waktunya antara urusan tim dan masa kuliahnya di Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya ( Universitas Negeri Surabaya ) .
" saya ambil fakultas Jurusan kepelatihan olahraga  dan alhamdulilah saya masih niat kuliah ", tutur pemain kelahiran 20/05/1992 ini .

Rony : Dengan Syal Deltras
Membagi  waktu antara Deltras dan mengejar kuliah bagi Rony itu merupakan hal yang tidak mudah . Dia harus datang ikut latihan dan harus  tepat waktu saat masuk kelas kuliah menjadi santapan utama sehari - harinya . Apalagi saat ini, Rony  memasuki masa - masa akhir kuliah atau sedang proses akan skripsi .
" Saya dulu waktu masih di Deltras U-21. Saat latihan pagi di Jenggolo , selesai latihan saya mandi di stadion langsung berangkat naik sepeda motor ke kampus , sampai siang sekitar jam 2 saya kembali lagi ke Jenggolo untuk latihan sore ," Ungkap Rony .

" Itu saya lakukan sampai saat ini , semester 8 ," imbuhnya .
Meskipun harus bolak balik Sidoarjo - Surabaya , Rony mampu menyelesaikan mata kuliah dengan lancar , walaupun ada beberapa mata kuliah lain yang tertinggal . Namun , fisik yang terkuras menjadi resiko yang dialaminya .

" Dampaknya , punggung saya sering sakit boyok karena kelelahan di jalanan yang macet ",katanya .
Bermain untuk Deltras Sidoarjo yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia atau Deltras U-21 di Indonesia Super League tahun - tahun lalu , tidak membuat Rony bebas keluar masuk perkuliahannya . Dekan atau dosennya pun tidak tahu kalau Rony bisa menembus skuad utama tim yang berlaga di nasional . Di kampusnya , hanya Dosen ketua jurusannya saja yang mengetahuinya .

" Insya Allah, saya target lulus semester 9  dan bisa lebih berkonstrasi ke urusan sepakbola " jelas Rony.
Rony juga merasa sedih saat tim Deltras ini yang tengah berjuang keluar dari zona merah Grup 6 , Divisi Utama . "Setiap peluit panjang berakhir saya nangis kalau hasilnya kalah,"ungkapnya .
Namun ,perasaan bangga bisa membela tim daerahnya sendiri membuat Rony cukup senang akan impian sejak kecilnya bisa terwujud saat ini .

"Sudah sejak kelas 2 SD saya sudah tahu Deltras .Tidak pernah telat kalau lihat bersama Kakak ,sekarang alhamdulilah sudah kesampaian jadi pemain," tambah Rony .(bid)

Profil Rony Rosyadi
Nama : Rony Rosyadi
Nomor Punggung : 11
Lahir : Surabaya , 20 Mei 1992
Usia : 22 Th
Tinggi : 175 cm
Berat : 60 kg

Karir Tim :
2009 : Persida
2011 - 2013 : Deltras U-21
2014 : Deltras (Senior)

Wallpaper Rony Rosyadi - deltamania-cyber.com

Monday, June 16, 2014

Palestina Direschedule U23, Oman Gantikan Irak


Timnas Senior Palestina yang dijadwalkan melakoni laga ujicoba dengan Timnas Senior Indonesia, 18 Juni nanti, dipastikan dire-schedule di kalender BTN berikutnya. Kepastian kabar itu didapat PSSI dari FA Palestina yang menyampaikan kesulitan para pemain dan officialnya untuk mendapat exit-permit dari Palestina ke Indonesia.

"Palestina di postpone, karena mereka ada problem imigrasi di perbatasan Palestina untuk ke Indonesia. Kepastian ini baru kami dapat tadi. Jadi kami sepakat untuk ditunda di kalender TC berikutnya. Sehingga pertandingan yang sedianya digelar tanggal 18 di GOR Sidoarjo, otomatis batal. Dari rencana tiga laga, menjadi dua lagasaja untuk lawan Timnas Senior," ungkap Sekjen PSSI Joko Driyono, Senin malam.

Dengan demikian, Tim asuhan Riedl dipastikan akan meladeni Timnas Pakistan di Sidoarjo pada 21 Juni dan Nepal di Gajayana Malang pada 25 Juni.

Sementara itu, Timnas Irak U23 yang sedianya melawan Timnas U23 di Manahan Solo, juga dipastikan tidak dapat hadir karena kendala situasi domestik di Irak. Posisi Irak akhirnya digantikan Timnas Oman U23.

Sehingga Timnas U23 tetap akan menjalani dua laga ujicoba, yakni melawan Senegal U23 pada 19 Juni di Maguwoharjo Sleman Yogyakarta dan U23 Oman di Stadion Manahan Solo.

Tuah Gelora Delta Sidoarjo Belum Habis

Gelora Delta . Masih Dipercaya Menggelar Laga International
DELTACYBER - Tuah Stadion Gelora Delta Sidoarjo belum habis . Itu dengan terbukti PSSI dan BTN kembali mempercayakan Stadion kebanggaan arek-arek Deltamania ini menjadi  tempat Training Center (TC) dan juga sebagai tempat uji coba international Timnas Indonesia. Timnas Indonesia memulai Training Center (TC) di sidoarjo pada Kamis kemarin (12/06) , Hal itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Badan Tim Nasional (BTN), Sefdin Syaifuddin, yang menyatakan skuad asuhan pelatih Alfred Riedl itu akan menjalani Training Center (TC) lanjutan, di Sidoarjo. 

Di Pelatnas tersebut, Merah Putih juga akan menjalani serangkaian laga uji coba. Dan Pada hari jumar (13/06) kemarin Timnas Senior Indonesia sudah melakukan latihan perdana di stadion Kedua Kabupaten Sidoarjo yaitu Stadion jenggolo , Selama melakukan Training center di Sidoarjo , para punggawa timnas Garuda akan menginap di Sun Hotel.

 Pelatnas tersebut rencananya akan berlangsung hingga tanggal 26 Juni untuk mempersiapkan turnamen Piala AFF 2014 di Vietnam dan Singapura, yang dimulai pada 22 November hingga 20 Desember.
Setelah sukses menjadi tuan rumah penyelenggara dari kejuaraan remaja U-19 AFF 2013 , dan menjadi saksi bisu suksesnya Indonesia mendapatkan gelar juara piala AFF untuk pertama kalinya.

 Oleh karena kesuksesan Gelora Delta menyelenggarakan Kejuaraan Piala AFF U-19 tersebut , PSSI dan BTN mempercayakan Stadion yang selama ini menjadi homebase dari DELTRAS Sidoarjo ini untuk jadi lokasi Training Center dan juga Laga uji coba international Timnas Indonesia. Rencananya timnas indonesia akan melakoni 2 laga uji coba melawan Palestina dan pakistan di stadion Gelora Delta sidoarjo , sebenarnya terdapat satu laga uji coba lagi yang akan di lakukan Timnas Indonesia melawan Rwanda , namun melawan Rwanda Timnas Indonesia akan melakoni di stadion Kanjuruhan Malang.

Euforia : Gelora Delta saat menggelar Piala AFF U-19 silam

 “ kami (Deltamania) sangat bangga karena  PSSI memberi kepercayaan kembali ke Kabupaten Sidoarjo dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi lokasi Training center dan Laga Uji Coba Timnas Indonesia “ Ungkap Agus Humas Deltamania kepada tim redaksi DeltaCyber.

Bagaimana Deltamania sudah siap menyambut dan mengamankan Laga Pertandingan Timnas Indonesia Di stadion Gelora Delta Sidoarjo , ayooo kita merahkan stadion Gelora Delta Sidoarjo, kita dukun Garuda Indonesia . From Deltamania To Indonesia . SAVIDI . (rmy)

Berikut Profil stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Lokasi : Kabupaten Sidoarjo , Jawa Timur
Di Buka         :  Tahun 2000 (Di resmikan BJ.Habibie)
Kapasitas   : 35.000
Homebase : Deltras Sidoarjo
Kondisi Sekarang :
Tribun : Baik
Tempat duduk : Baik
Fasilitas : Baik
Rumput : Sangat Baik
Drainase : Sangat Baik
Penerangan : Baik
Papan Skor : Cukup
Kondisi : Baik 

Event :
1. PON 2000
2.  Babak 8 Besar Divisi Utama 2007 , 2010
3. Final Copa Dji Sam Soe 2006
4. Piala Super Indonesia 2006 (AREMA (juara Copa Dji Sam Soe ) vs PERSIK (Juara Ligina)
5. Piala AFF U19 2013

Saturday, June 14, 2014

Beda Karakter saat di Luar Lapangan


RAMBUTNYA gondrong.Sorot matanya tajam. Lelaki ini pun bermain keras saat di lapangan hijau. Dia tak akan membiarkan pemain lawan menusuk ke jantung pertahanan klub yang dibelanya.

 Namun, sosok sangarnya itu berubah saat di luar lapangan. Tutur katanya pelan dan sopan.
 Ya, dialah Hariono. Pemuda asal Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut merupakan gelandang bertahan sekaligus destroyer Persib Bandung dan juga tim nasional Indonesia saat  ini.

 Penulis secara kebetulan bertemu dengan Hariono saat berkunjung ke rumah mantan pemain Deltras, Miftahul Huda. Hariono singgah ke kawasan Sedati karena ingin melepas kangen dengan seniornya saat di The Lobster, julukan Deltras.

 Penampilannyan pun sangat sederhana. Dia mengenakan celana ¾ dan kaos kasual.
 ‘’Saya liburan pulang  ke rumah di Sukodono dan saya juga mendapat panggilan latihan timnas yang kebetulan  tengah pemusatan latihan di Sidoarjo,’’ kata Hariono kepada pinggir lapangan.

 Ya, Hariono memang asli Kota Udang, julukan Sidoarjo. Dia pun memulai karirnya di kota yang berbatasan langsung dengan kota nomor dua di Indonesia, Surabaya,tersebut.
 Hariono mulai mengenap sepak bola dengan bergabung klub internal Persebaya, Indomaret. Kebetulan,lokasi latihan tidak jauh dari rumahnya.

 Dari Indomaret pula, dia bisa membela Persida Sidoarjo. Nah, saat di Laskar Jenggolo, julukan Persida, dia bisa menembus skuad Deltras, pada musim 2006.

 ‘’Saya dua musim di Deltras. Musim 2006/2007 dan 2007.2008,’’ tambah Hariono.

 Semula, lelaki yang kini berusia 29 tahun tersebut hanya berstatus magang. Namun, kemuannya yang keras akhirnya meluluhkan hati pelatih Deltras saat itu, Jaya Hartono, untuk menempatkannya sebagai gelandang bertahan.  Sebelumnya, Hariono berposisi di bek kiri.

 ‘’Setelah Mas Jaya  ke Persib Bandung,saya diajak  ke sana. Sejak 2008 sampai sekarang, saya di Persib,’’ tambah Hariono.

 Dari Maung Bandung, julukan Persib, dia mulai merasakan bisa membela Indonesia melalui pintu  timnas. Meski, untuk itu, Hariono harus bersaing keras dengan pemain-pemain senior seperti Ponaryo Astaman.

 Hanya, ada sesuatu yang mengganjal bagi dia. ‘’Saya kalau pas ada kejuaraan sering cedera. Moga aja tahun ini bisa membela Indonesia di ajang AFF,’’ pungkasnya. (*)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/

Skuad Garuda Jalani Latihan Perdana


Tim Nasional Indonesia telah melakukan latihan di Stadion Jenggolo dan Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (13/6). Firman Utina dkk menjalani latihan ringan serta teknik di dua Stadion tersebut.

Dari 24 pemain yang dipanggil mengikuti TC Timnas hanya satu pemain yang masih absen, yakni Kiper Dian Agus. Kiper Mitra Kukar ini masih belum gabung lantaran masih ada acara keluarga. Sebanyak 23 pemain antusias melaksanakan latihan. Riedl sendiri terlihat mengawasi pemain didikannya menjalani latihan selama 1,5 jam.

"Ini latihan pertama dan masih ringan. Masih endurance pemain sambil jaga kebugaran serta dipoles dengan latihan teknik," jelas Riedl usai memimpin latihan.

Timnas Indonesia senior menggelar TC di Sidoarjo, guna mempersiapkan tiga laga uji coba di Jawa Timur. Firman Utina dkk dijadwalkan lawan Laos di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (18/6/2014), kontra Rwanda di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (21/6/2014) dan meladeni Maladewa di Stadion Kanjuruhan Malang.

Di lain sisi kembalinya Boaz ke Timnas diharapkan menambah ketajaman barisan depan Indonesia. Pada hari pertama latihan, kondisi Boaz belum fit 100 persen. Stiker Persipura tersebut masih mengalami cedera hamstring.

Boaz tidak sendirian, karena ada tiga pemain yang juga masih cedera ketika membela klub masing-masing di Indonesia Super League (ISL). Mereka adalah Ricardo Salampessy, M Roby dan Kurnia Meiga.
"Boaz masih ada sedikit gangguan di cederanya, tidak parah. Roby, Ricardo dan Kurnia juga sedikit cedera," sebut Riedl.

Saat ditanya apakah proses kesembuhan Boaz akan memakan waktu lama, Riedl belum bisa memastikan. Dia hanya mengatakan cederanya tidak parah dan peluangnya besar tampil di uji coba internasional selama TC di Jawa Timur.

Pada uji coba tersebut merupakan panggung bagi Boaz. Striker asal Papua tersebut punya kesempatan menunjukkan aksi terbaiknya di hadapan Riedl dan publik bola Indonesia setelah absen lama tidak masuk Timnas.

sumber - www.ligaindonesia.co.id

Friday, June 13, 2014

Deltacyber Sudah Berusia 4 Tahun


DELTACYBER  - 4th ANNIVERSARY DELTACYBER , Tidak terasa 4 tahun sudah  usia Delta Cyber , ya dimana pada 4 tahun yang lalu tepatnya 13 Juni 1010 , selama 4 tahun terakhir ini juga Delta Cyber tetap setia untuk mendukung Tim Deltras Sidoarjo yang sedang mengalami jatuh bangun dalam mengarungi kompetisi , mulai dari Deltras Sidoarjo eksis di Indoensia Super Liga Hingga kini Deltras Sidoarjo bermain di Divisi Utama , Delta Cyber tetap ada untuk Mendukung Delta Cyber.

                Mengilas balik cerita awalnya di bentuk Delta Cyber Pada 13 Juni 2010 , atau 4 tahun yang lalu dimana pada awalnya beberapa  suppoprter Deltamania yang ingin memanfaatkan jejaring sosial dan juga dunia maya untuk menkoordinasi supprter Deltamania seta saling berkomunikasi saling sharing dalam mendukung Deltras Sidoarjo , disitu kah awal terbentuknya Delta Cyber , dimana pada awal di dirikannya komunitas Delta Cyber , di harapkan komunitas ini bisa memenuhi kebutuhan informasi masyarakat sidoarjo terlebihnya Deltamania mengenai informasi Deltamania dan juga Deltras Sidoarjo.

Meskipun dimana di bentuknya Delta Cyber yang sering bergerak di dunia maya , tapi tidak berarti Delta Cyber Tidak ada di Dunia Nyata , DeltaCyber Juga setia mendukung Deltras Sidoarjo Secara langsung baik dalam partai kandang Deltras Sidoarjo  ataupun partai Tandang Deltras.

                Dalam mendukung Deltras Sidoarjo Delta Cyber memiliki cara Sendiri , berteriak dengan latang menyanyikan lagu atau chant untuk menyemangati para Punggawa Deltras Sidoarjo merupakan suatu hal yang paling utama dilakukan Delta Cyber. Dimana pada usia Delta Cyber yang ke 4th pada musim kompetisi Divisi Utama 2013/2014 kesetiaan Delta Cyber di uji dalam mendukung The Lobster , yang dimana hingga hari ini , hari jadi Delta Cyber yang ke 4 , Deltras Sidoarjo berada di posisi dasar klasmen Group 6 divisi Utama musim ini .

Dalam Posisi Deltras Sidoarjo yang sedang terpuruk tersebut Delta Cyber tetap setia mendukung tim kebanggan masyarakat Sidoarjo ini , karena Delta Cyber memiliki cara sendiri dalam mendukung Deltras Sidoarjo , Delta Cyber Setia bukan Euforia .

Datang ke stadion hanya untuk satu tujuan mendukung Deltras Sidoarjo , bukan hanya duduk diam , dan bersorak kecewa ketika Deltras Sidoarjo tidak mendapatkan Hasil yang memuaskan dalam pertandingan , lalu bersorak gembira ketika Deltras Sidoarjo memetik kemenangan di setiap Laga , tidak ada kepentingan apapun selain mendukung Deltras Sidoarjo di setiap laganya. Dengan Harapan Kebanggaan mendukung Deltras Sidoarjo  , dan juga kenyamanan ataupun rasa bahagia di saat mendukung Deltras Sidoarjo Dalam Keadaan apapun .

" semoga semakin konsisten dengan mendukung dan mengawal Deltras , bangga akan warna merah Deltamania , semakin kompak , kreativ , solid ,dan kekeluargaan ," Ungkap Agus , Humas Deltamania Cyber .

                Di Anniversarry Delta Cyber 4th ini , Delta Cyber semakin Terbukti memliki cara sendiri dalam mendukung Deltras Sidoarjo , dimana Delta Cyber hingga usia yang ke empat ini mendukung Deltras Sidoarjo Karena “Setia Bukan karena Euforia”. (rmy)

Peluang The Lobster Lolos Degradasi

Berjuang : Faisal Muttaqin (kanan) saat Deltras melawan Martapura (15/04)

LIGA NUSANTARA 2015 atau DIVISI UTAMA 2015. ??

DELTACYBER - Perjuangan Deltras Sidoarjo di kompetisi Divisi Utaama 2014/2015 belum usai , hingga pertandingan ke 10 ,  memang Deltras Sidoarjo masih berada di posisi Juru Kunci Klasmen Sementara Group 6 ,Divisi Utama 2014/2015 dengan mengemas 5 point , dari 5 kali hasil imbang , dan menelan 5 kali kekalahan dan belum mencicipi sekalipun kemenangan di kompetisi Divisi Utama 2014/2015.

Publik Sepak Bola Indonesia pun Sudah beranggapan sudah tidak ada harapan untuk Deltras Sidoarjo Untuk Musim ini , jangan kan Berharap untuk Lolos menuju Panggung Kompetisi Sepak Bola No.1 Di Indonesia (Indonesia Super Liga) untuk tetap bertahan di divisi utama 2014/2015 saja mungkin sudah berat bagi Deltras Sidoarjo. Tapi “HARAPAN DELTRAS SIDOARJO MASIH ADA”.

Ya meskipun harapan hanya untuk bertahan Di kompetisi Divisi Utama. Dimana regulasi Kompetisi Divis Utama 2014/2015 musim ini tim  yang degradasi ke liga Nuasantara adalah 2 tim posisi bawah di setiap group atau tim yang berada di posisi ke 7 dan ke 8 setiap group.

 Dimana pada group 6 yang merupakan group dari Deltras Sidoarjo pada kompetisi Divisi Utama 2014/2015  , Deltras Berada Pada Posisi ke 8 , dengan mengemas 5 poin , dan diatas Deltras 1 strip ada Perseta Tulungagung dangan 7 Poin , dan 2 strip diatas Deltras atau berada pada posisi peringkat  6 terdapat Persekap Pasuruan dengan 10 point.

Keras : Striker The Lobster , Cornelis Kaimu (tengah)

 Jadi dimana posisi teraman Deltras Sidoarjo untuk tetap Bertahan Pada Kompetisi Divisi Utama musim depan Diva Tarkas dkk Harus berjuang untuk merengsek ke posisi 6 Divisi Utama 2014/2015 , hal tersebut tidak mustahil dimana saat ini , tim Perseta TulungAgung , dan Persekap Pasuruan sedang dilanda Masalah Faktor Non Teknis , dimana Perseta sedang mengalami track buruk setelah mengalami 2 kali kekalahan beruntun di kandang sendiri melawan Martapura dan Kalteng Putras , dan Persekap Pasuruan juga baru saja Mengalami kekalahan telak 4-1 melawan tuan Rumah Pusamania Borneo FC. Berikut 4 laga Tersisa dari 

Deltras Sidoarjo :
8 Agustus 2014            :  Deltras Vs Persida (Home)
12 Agustus 2014          : Deltras vs Perseta (Home)
19 Agustus 2014          : Deltras vs Kalteng Putra (Away)
23 Agustus 2014          : Deltras vs Martapura (Away)

Dan berikut juga sisa laga dari tim Perseta Tulungagung dan juga Persekap Pasuruan.

-PERSETA TULUNGAGUNG Perseta vs Mojokerto Putra    (Home)
Perseta vs Deltras Sidoarjo     (Away)
Perseta vs Persekap Pasuruan(Away)
Perseta vs Pusamania Borneo FC (Home)

- PERSEKAP PASURUAN Persekap vs Persida    (home)
Persekap vs Perseta    (Home)
Persekap vs Martapura (Away)
Persekap vs Kalteng Putra (Away)

dimana Deltras  beserta Perseta dan juga Persekap bersama-sama memiliki sisa 4 laga dengan sama-sama menyisakan dua laga kandang dan juga 2 laga tandang. Jika Deltras Sidoarjo minimal menyapu bersih kemenangan pada 2 laga kandang mendapatkan 6 poin dan minimal dapat mencuri 2 poin dari 2 laga tandang ke borneo , Pada akhir Kompetisi Deltras Sidoarjo akan mengemas 13 poin dengan dengan catatan Perseta dan Persekap tergelincir pada sisa 4 laga sisa mereka Miliki.
Perkiraan Klasmen Akhir , 3 tim peringkat bawah pada Group 6.

Perkiraan Pertama , jika Deltras Mampu menyapu Bersih kedua laga kandang dan mencuri 1 poin setiap laga Tandang , sedangkan Persekap Pasuruan hanya mampu mendapatkan 2 poin dari 4 laga sisa pertandingan , dan juga Perseta hanya mampu mendapatkan 3 poin di 4 pertandingan yang di miliki.


No.       Tim                             (Point)
6.         Deltas  Sidoarjo          (13)
7.         Persekap                     (12)
8          Perseta                        (10)

Perkiraan Kedua , Jika Deltras Hanya mampu mengamankan 6 poin dari dua pertangingan kandang dan tidak mampu mengamankan poin di dua laga kandang yang di milik Deltras  , Sedangkan Persekap Harus mengalami Kekalahan beruntun pada 4 laga tersisa yang dimilik , sedangkan Perseta Hanya boleh mendapatkan minimal 3 poin saja pada 4 laga sisa yang di milikinya.

No.       Tim                             (Point)
6.         Deltas  Sidoarjo          (11)
7.         Persekap                     (10)
8          Perseta                        (10)

Itu tadi sedikit Perkiraan dan juga “HARAPAN UNTUK DELTRAS SIDOARJO” meskipun berharap pada hasil laga dari tim lawan , tapi setidaknya kita masih memiliki peluang untuk tetap berada di Divisi Utama musim Depan.(rmy) 

Mulai Tekuni Bisnis Jualan Sepatu

Miftahul Huda (Berdiri ,Paling Kiri) Saat bersama Deltras

TAK  banyak pemain bisa seperti Mitahul Huda. Dengan usia 41 tahun, Huda, begitu dia akrab disapa, dia masih berlaga di ajang kompetisi sepak bola di bawah naungan PSSI.
 ‘’Sekarang, saya main Liga Nusantara membela Jombang Putra,’’ kata Huda saat dijumpai di kediamannya di kawasan Sedati, Sidoarjo.

 Sebenarnya, untuk berlaga di level Divisi Utama pun, dia masih sanggup. Buktinya, beberapa tawaran main di kasta kedua sepak bola Indonesia sempat menghampiri.
Hanya, karena tempatnya yang jauh, dengan berat hati dia menolak.  Apalagi, saat ini, dia punya kesibukan baru.

 Apa itu? Bapak dua anak ini punya toko sepatu bola dan kaos olahraga.
 ‘’Sejak musim lalu berakhir, saya buka toko ini. Untuk isi waktu dan juga menambah pemasukan,’’ terang pemain yang seangkatan dengan almarhum gelandang Persebaya dan Timnas Indonesia Eri Irianto di Persida Junior tersebut.

 Musim lalu, Huda membela Perseba Bangkalan di ajang Divisi Utama. Bahkan, dia memperoleh kepercayaan mengemban amanah menjadi kapten.
 Awalnya, dia hanya mempunyai satu etalase yang berada di dalam rumah. Isinya sepatu-sepatu produk yang lagi digandrungi para pesepak bola.

 ‘’Yang harganya terjangkau. Kualitas tetap yang utama,’’ papar lelaki yang namanya mulai melambung setelah bergabung Arema Malang tersebut.

Miftahul Huda (Jongkok,Paling kiri) Saat bersama Deltras di babak 8 Besar 2007

 Lama kelamaan, pembelinya terus bertambah. Ini membuat Huda harus mencari tempat lagu guna meletkkan etalasenya.

 ‘’Saya bilang ke istri, bagaimana kalau garasi mobil yang kosong dijadikan toko? Istri setuju hingga sekarang akhirnya tetap di sini,’’ papar pemain yang membela Deltras di musim 2003-2005 dan 2006-2008 itu.

 Untuk mengembangkan toko sepatu dan kaos olahraganya, Huda pun rela melego mobil Honda CRV nya. Hasilnya, barang di toko yang berada di Talon itu semakin komplet.

 Namun, itu semua tetap tak membuatnya lupa menjaga kondisi. Wajar kalau posisi di bek kanan di Jombang  pun tak tergoyahkan seperti di klub-klub sebelumnya.

 Selain Persida, Arema, Deltras,dan Perseba Bangkalan,  Huda tercatat pernah berkostum Persiba Balikpapan, PKT Bontang, dan Persebaya. Meski masih aktif sebagai pemain, Huda juga menekuni bidang kepelatihan.

 ‘’Saya ada lisensi C. Untuk sementara, jadi pelatih klub lokal sini aja,’’ pungkas bapak dua anak tersebut. (*)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/

Thursday, June 12, 2014

Tim Jagoan Para Punggawa Deltras , Di Piala Dunia 2014


DELTACYBER - Tuan rumah Brazil masih menjadi kandidat kuat untuk meraih Trophy turnamen empat tahunan World Cup 2014 .
Pemain andalan Deltras , Yoga Wahyu turut berkomentar tentang peluang Tim Samba meraih podium tertinggi Piala Dunia Kali ini .

Yoga Wahyu (kanan) : Menjagokan Tim Samba

" mereka kompak , kuat dan solid . Mereka juga sangat ambisius jadi juara , apalagi main di negara sendiri ," Ungkap pemain yang menjadi andalan di lini belakang ini .

Faktor pengalaman dari pelatih bertangan dingin Luiz Felipe Scolari , juga menjadi kartu As Thiago Silva dkk .
" Pelatihnya bagus , apalagi banyak pemain berpengalaman juga selain neymar . yang akan membimbing pemain muda - muda brazil ," imbuh Yoga Wahyu .

Brazil yang tergabung di dalam Grup A , bersama Kroasia , Meksiko dan Kamerun .
Tim asuhan Luiz Felipe Scolari ini akan menghadapi laga pembuka menjamu Kroasia , Jumat (13/6) dini hari waktu Indonesia .

Diva Tarkas : Spanyol punya para gelandang hebat

Sama halnya dengan Yoga Wahyu , Moch Bahrudin juga memilih Brazil di Piala Dunia ini . Bahkan Bahrudin mengidolakan tim negeri samba ini dengan permainan ciri khasnya .
" saya suka brazil dari kecil ," tutur Bahrudin .

Lainhalnya dengan Bahrudin dan Yoga Wahyu . Kapten The Lobster ,Diva Tarkas lebih memilih Tim matador Spanyol . Juara bertahan ini berangkat ke Brazil dengan skuad penuh .Tim asuhan Vicente del Bosque  ini masih mengandalkan permainan ciri khasnya tiki taka .

" saya suka cara permainannya spanyol dan peran dari para gelandang - gelandangnya ,"ungkap Diva Tarkas . (bid)

Tuesday, June 10, 2014

Tak Lagi Gondrong, Kini Cinta Fotografi


RAMBUTNYA sudah tak gondrong lagi. Sisiran rapi terlihat pada Isdianto saat ditemui di rumahnya di sebuah perumahan elite di Kecamatan Taman, Sidoarjo.

 Rumah mewah bercat putih serta dua sepeda motor, dan sebuah mobil mini bus terpampang di depan rumahnya itu. Sejak 2007, Isdianto sudah tinggal di rumah tersebut bersama istri dan seorang anaknya.
 ‘’Saya beli saat membela Persijap Jepara. Ini hasil dari bermain bola juga,’’ kata Is, sapaan karib Isdianto.
 Di saat masa jayanya, penampilan lelaki kelahiran November 1978 itu selalu menarik perhatian. Dengan rambut sebahu, Is selalu tampil agresif di lapangan.

 Lelaki asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini kuat dalam bertahan dan cepat dalam menyerang. Tak heran, banyak klub yang mengharapkan tenaga dan kemampuan Is di lapangan.

 ‘’Saya memulai karir di Gelora Dewata, Bali. Masuknya pun tak menyangka karena diajak Misnadi (penyerang Gelora Dewata yang kini menjadi pelatih Tim Divisi I Jember United),’’ kata Is mengisahkan perjalanan karirnya.

 Kejadian tersebut terjadi pada 1999 atau saat usianya masih 21 tahun. Is tak kuasa menolak karena di tim kampung halamannya, Persewangi Banyuwangi, dia tak pernah  direkrut.
 ‘’Kebetulan saat itu di Gelora Dewata juga banyak pemain muda seperti Jefri (Dwi Hadi), Ucok (Agustiar Batubara), Agung (Prasetyo), dan Anton (Pribadi). Jadi, saya punya banyak teman yang sama-sama tengah mencari nama di sepak bola,’’ ungkap Is yang kini dikarunai dua anak tersebut.

 Setelah di Gelora Dewata dan kemudian berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD) dari 1999-2002, setelah pindah ke Sidoarjo, Jawa Timur, dari Bali, Is pun melanglang ke Arema (2003-2004), Persijap Jepara (2007-2010), dan Persisam Samarinda (2011-2013). Pada masa jeda, 2005-2006, dia istirahat total dari kompetisi.

 ‘’Saya mengalami cedera dan ingin benar-benar pulih saat tampil di kompetisi. Saat itu, saya cedera usai membawa Arema juara Divisi I Liga Indonesia,’’ kenang Is.

 Meski lama bergulat di olahraga bola sepak, namun Is punya hobi yang tak berhubungan erat dengan olahraga yang ditekuni. Apa itu? ‘’Saya hobi fotografi. Sejak di Jepara, saya mulai belajar dan beli kamera untuk memotret,’’ ungkap Is.

  Nah, di  Samarinda, hobinya semakin tersalurkan. Is mempunyai komunitas pecinta fotografi di Kota Pesut tersebut.

 ‘’Jumlahnya tak banyak karena memang saya batasi. Hanya ada 30 orang,’’ lanjut dia.
 Hobinya memotret itu disalurkan saat dia tak lagi menjalani aktivitas di lapangan hijau. Usai berlatih atau libur latihan, Is dan komunitasnya langsung hunting.

 ‘’Salurkan yang positif. Daripada lari ke hal-hal yang negatif lebih baik tenteng kamera dan mencari objek foto,’’ tambah Is.

 Kini, di Sidoarjo, dia tetap tak bisa meninggalkan hobinya itu. Bahkan, di Kota Udang, julukan Sidoarjo, Is kembali mempunyai komunitas yang sama.

 ‘’Kita saling belajar dan mengasah kemampuan dalam mengambil foto,’’ pungkas lelaki yang musim ini nyaris bergabung dengan Deltras Sidoarjo itu. (*)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/

Monday, June 9, 2014

Timnas Senior Sambangi Sidoarjo


TIMNAS Senior bakal singgah di Sidoarjo. Mulai 12-26 Juni 2014, anak asuh Alfred Riedl tersebut bakal menjalani latihan di Kota Udang, julukan Sidoarjo.

 ‘’Kami sudah menerima suratnya bahwa Timnas Senior  akan berlatih di Sidoarjo. Yang mengirim pengurus Pengprov PSSI Jatim Koeshandoko,’’kata Ibnu Hambal, Sekretaris PSSI Sidoarjo.

 Hanya, dia belum tahu tempat menginap skuad yang dipersiapkan menghadapi Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) tersebut. Namun, Ibnu memperkirakan Made Wirawan dkk bakal bakal menginap di Sun Hotel, salah satu hotel mewah di Sidoarjo.

 ‘’Kalau lapangannya sih yang dipakai Stadion Jenggolo dan Stadion Gelora Delta. Hanya, jamnya beda,’’ lanjut Ibnu.

 Pagi, tambah dia, penggawa Garuda akan digembleng di Jenggolo dan sorenya ke Stadion Delta. Imbasnya, semua jadwal latihan di kedua stadion tersebut harus mengalah.
‘’ Harus mengalah buat kepentingan nasional,’’ ucap dia.

 Piala AFF sendiri akan dilaksanakan di Singapura dan Vietnam 22 November – 20 Desember 2014. Indonesia belum pernah menjuarai Piala AFF. Kesempatan sempat terbuka pada 2011 lalu. Sayang, dalam final yang memakai sistem home and away, ambisi Pasukan Garuda dihempaskan Malaysia dengan argregat gol.
 Selain Timnas Senior, rencananya, Agustus 2014, Timnas U-19 juga bakal berlatih di Sidoarjo. (*)

Pemain yang TC di Sidoarjo

Kiper: I Made Wirawan (Persib), Dian Agus Prasetyo (Mitra Kukar), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema Cronus)

Bek: Zulkifli Syukur (Mitra Kukar), Supardi Nasir Bujang (Persib), Achmad Jufriyanto (Persib), Muhamad Roby (Pusam), Fachruddin Wahyudi Aryanto (P-MU), Ricardo Salampessy (Persebaya), Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Ruben Karel Sanadi (Persipura)

Tengah: Imanuel Wanggai (Persipura), Ahmad Bustomi (Arema), Hendro Siswanto (Arema), Hariono (Persib), Gerald Pangkali (Persipura), Firman Utina (Persib), Steven Anderson Imbiri (Persiram), Dedi Hartono (Barito Putera), Zulham Malik Zamrun (Mitra Kukar)

Depan: Tantan (Persib), Cristian Gonzales (Arema), Samsul Arif Munip (Arema), Boaz Solossa (Persipura)TIMNAS Senior bakal singgah di Sidoarjo. Mulai 12-26 Juni 2014, anak asuh Alfred Riedl tersebut bakal menjalani latihan di Kota Udang, julukan Sidoarjo.

 ‘’Kami sudah menerima suratnya bahwa Timnas Senior  akan berlatih di Sidoarjo. Yang mengirim pengurus Pengprov PSSI Jatim Koeshandoko,’’kata Ibnu Hambal, Sekretaris PSSI Sidoarjo.

 Hanya, dia belum tahu tempat menginap skuad yang dipersiapkan menghadapi Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) tersebut. Namun, Ibnu memperkirakan Made Wirawan dkk bakal bakal menginap di Sun Hotel, salah satu hotel mewah di Sidoarjo.

 ‘’Kalau lapangannya sih yang dipakai Stadion Jenggolo dan Stadion Gelora Delta. Hanya, jamnya beda,’’ lanjut Ibnu.

 Pagi, tambah dia, penggawa Garuda akan digembleng di Jenggolo dan sorenya ke Stadion Delta. Imbasnya, semua jadwal latihan di kedua stadion tersebut harus mengalah.
‘’ Harus mengalah buat kepentingan nasional,’’ ucap dia.

 Piala AFF sendiri akan dilaksanakan di Singapura dan Vietnam 22 November – 20 Desember 2014. Indonesia belum pernah menjuarai Piala AFF. Kesempatan sempat terbuka pada 2011 lalu. Sayang, dalam final yang memakai sistem home and away, ambisi Pasukan Garuda dihempaskan Malaysia dengan argregat gol.
 Selain Timnas Senior, rencananya, Agustus 2014, Timnas U-19 juga bakal berlatih di Sidoarjo. (*)

Pemain yang TC di Sidoarjo

Kiper: I Made Wirawan (Persib), Dian Agus Prasetyo (Mitra Kukar), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema Cronus)

Bek: Zulkifli Syukur (Mitra Kukar), Supardi Nasir Bujang (Persib), Achmad Jufriyanto (Persib), Muhamad Roby (Pusam), Fachruddin Wahyudi Aryanto (P-MU), Ricardo Salampessy (Persebaya), Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Ruben Karel Sanadi (Persipura)

Tengah: Imanuel Wanggai (Persipura), Ahmad Bustomi (Arema), Hendro Siswanto (Arema), Hariono (Persib), Gerald Pangkali (Persipura), Firman Utina (Persib), Steven Anderson Imbiri (Persiram), Dedi Hartono (Barito Putera), Zulham Malik Zamrun (Mitra Kukar)

Depan: Tantan (Persib), Cristian Gonzales (Arema), Samsul Arif Munip (Arema), Boaz Solossa (Persipura)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/

Sunday, June 8, 2014

Borneo Fc vs Deltras Fc : 2-1


DELTACYBER - Laga berat memang dilakoni Diva Tarkas dkk saat melawat ke kandang sang pemuncak klasmen Grup 6 ,Pusamania Borneo Fc tadi sore di Stadion Segiri Samarinda (08/06) . The Lobster harus mengakui kekalahan yang kedua kalinya di musim ini , 2-1 .

Laga belum genap 10 menit , Pusamania memperoleh hadiah pinalti dari wasit . Danilo Fernando yang bertindak sebagai kapten ,mampu mengeksekusi dengan baik .1-0 Pusamania Borneo Fc unggul di menit ke-6 .

Setelah berhasil unggul , tim asuhan Iwan Setiawan ini terus menerus menyerang Deltras Sidoarjo . Dan lagi - lagi Danilo Fernando dkk mendapat hadiah pinalti kembali . Danilopun kembali menjadi penendang dan berhasil membawa Pesut Etam ini unggul 2-0 di babak pertama .

Di babak kedua , skuad Riono Asnan berani keluar menyerang . Kapten Diva Tarkas dan striker asal papua yakni Cornelis Kaimu beberapa kali mengancam gawang Juni Irawan .

Rony Rosyadi (kiri) saat bertemu Borneo Fc di putaran pertama lalu

Namun , beberapa kali percobaan dari pemain Deltras masih belum bisa membuahkan gol . Baru di menit ke-89 , The Lobster bisa memperkecil skor melalui kesalahan pemain belakang Borneo Fc Sutikno . Sampai wasit meniup peluit panjang , skor 2-1 keunggulan tuan rumah bertahan .

" ya kami sudah berusaha , tetapi wasit memang ngerjain kita ," Ungkap Diva Tarkas .

Dengan kekalahan ini , masih belum beranjak dari dasar klasmen sementara dan belum bisa meraih kemenangan . Tentu , harapan untuk meraih kemenangan perdana dan memperbaiki peringkat masih ada . Asal di laga selanjut saat Derby Sidoarjo , Cornelis Kaimu dkk mampu menundukkan Persida Sidoarjo dan semangat kambali dalam meraih poin selanjutnya .(bid)

Saturday, June 7, 2014

Kelezatan Rawon dari sang Kiper

PERSIAPAN : Agung prasetyo di depa stan (foto:sidiq)

AWALNYA, saya tak percaya kalau Agung Prasetyo menekuni bisnis kuliner. Namun, teman yang kali pertama memberitahukan aktivitas kiper senior itu begitu ngotot bahwa apa yang disampaikannya benar.

 Saya pun penasaran. Ini dikarenakan selama kenal dengan lelaki yang kini berusia 36 tahun tersebut tak pernah bercerita bakal terjun ke dunia kuliner. Bahkan, Agung pernah bercerita, suatu saat dia ingin terjun di bisnis pakaian.

 Saat itu, saya pun langsung mencari stan Agung menjajakan kulinernya. Ternyata tak susah mencarinya alamat yang diberikan teman tempat kiper yang sukses mengantarkan Jatim meraih emas PON 2000 itu menjajakan makanan.

 Dari Pasar Wage, Kecamatan Taman,Sidoarjo, stan Agung berjarak kurang lebih 300 meter. Nama stannya, Rawon Agung.

 Kali pertama, saya pun ragu-ragu masuk. Namun, akhirnya saya pun memberanikan diri untuk melihat dari dekat. Barulah saya yakin bahwa kiper yang sempat masuk dalam jajaran penjaga gawang papan atas Indonesia tersebut menekuni bisnis kuliner.

 Setelah itu, saya nyaris tak pernah kebagian rawon yang dijual bapak tiga anak tersebut. Setiap ke sana, di atas pukul 22.00 WIB, selalu habis.

 Nah, pada Kamis malam (5/6/2014), saya datang ke Rawon Agung. Hanya, ketika itu, saya mengontak Agung menanyakan apakah rawonnya masih. Ini saya lakukan agar kejadian rawon habis tak kembali terulang.

 ‘’Di atas jam 10 malam, rawon sudah habis. Alhamdulillah, masyarakat sekitar sini cocok dengan menu yang saya jual,’’ kata Agung.

 Dia menambahkan, dunia kuliner sebenarnya sudah dia tekuni setahun terakhir. Itu dilakukannya setelah mantan kiper Persis Solo tersebut tak diperpanjang kontraknya oleh Persegres Gresik.

 ‘’Saya jualan penyetan dulu. Tempatnya sebelah barat dari sini,’’ jelas Agung sambil menunjuk tempat yang kali pertama dia menekuni bisnis kuliner.

 Tempat yang jaraknya tak kurang 100 meter dari SD Wage itu kini berubah menjadi warung kopi. Dagangan penyetan, lanjut Agung, berjalan tak sesuai harapan.

Agung Prasetyo (kiper) saat membela Deltras

 ‘’Sebenarnya, tidak sepi hanya lambat perkembangannya,’’ tambah Agung.
 Dia akhirnya banting setir dengan menjual rawon dan pecel. Lokasi stannya pun pindah. Ternyata, lokasi baru tersebut ikut mendongkrak penjualan.

 ‘’Dulu jalan depan stan ini rusak. Setelah diperbaiki, saya pun memutuskan pindah ke sini. Apalagi, kawasan ini memang tempatnya orang berjualan makanan,’’ ungkap lelaki yang juga pernah membela dua tim Kalimantan, Persisam Samarinda dan Mitra Kutai Kartanegara (Kukar), tersebut.

 Kini, seiring rawon dan pecelnya laris manis, sehari Agung menghabiskan 12 kilogram beras setiap hari. Kondisi ini pun membuat dia ingin membuka cabang di tempat yang jauh dari Wage.

 Meski dunia baru sudah bisa memberikan guyuran rupiah, Agung tetap masih ingin jatuh bangun di lapangan hijau. Hanya, dengan bertambah usia, dia mengaku satu atau dua tahun ke depan bakal menjadi akhir karirnya di bawah mistar. (*)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/

Away Berat , Deltras Optimis Curi Poin


DELTACYBER - Laga berat harus ditempuh oleh skuad The Lobster saat berkunjung ke kandang pemuncak Klasemen sementara Grup 6 , Divisi Utama yakni Pusamania Borneo Fc (08/06) besok di Stadion Segiri Samarinda .

Tim asuhan Riono asnan ini setidaknya menargetkan mencuri poin dalam lawatan kalimantannya kali ini . The Lobster yang terpaku di posisi buncit klasemen sementara , harus memutar otak guna meredam permainan Danilo Fernando dkk yang diprediksi akan tampil terbuka dan menyerang .

Pasca kekalahan atas Psmp Mojokerto di laga away sebelumnya  , Borneo Fc tentu tidak ingin kehilangan poin lagi saat menjamu Deltras besok . Tim besutan Iwan Setiawan ini tidak bisa diperkuat dua pemain andalannnya yakni kiper Bayu Cahyo yang terkena akumulasi kartu , dan mantan pemain Deltras Fery Aman Saragih yang dibekap cedera .

Sementara itu , di kubu tim kebanggaan Deltamania , Deltras Sidoarjo . Kapten Deltras , Diva Tarkas masih semangat dan optimis guna menyongsong laga besok .

Rony Rosyadi (kiri) saat Deltras menjamu Borneo di putaran pertama lalu (06/05)

" semua pemain siap untuk pertandingan besok , mudah - mudahan bisa curi poin untuk besok ",papar kapten Diva Tarkas

The Lobster harus menang , namun secara peringkat . Deltras jauh dibawah Borneo Fc . Tetapi ,setidaknya Yoga Wahyu dkk bisa mencuri poin minimal 1 poin dalam lawatan awaynya kali ini untuk menambah pundi - pundi poin dan terhindar dari jurang degrdasi musim depan .

"Lawan Borneo bukan pekerjaan mudah. Apalagi Sutikno dan kawan-kawan bermain di kandangnya. “Seri saja sudah bagus bagi Deltras,”Ungkap Asisten Pelatih Deltras , Harmadi .(bid)

Friday, June 6, 2014

Sudah Kantongi Lisensi Pelatih FA Singapura


PAGI itu, para pemain Deltras Sidoarjo tengah berlatih di Stadion Jenggolo. Tak biasanya, anak asuh Riono Asnan tersebut berpeluh keringat di stadion tertua di Kota Udang,julukan Sidoarjo, tersebut.

 Ini dilakukan karena Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, tengah dijajal oleh lawan Persida, rival sekota Deltras. Otomatis, penggawa The Lobster, julukan Deltras, tak bisa memakai lapangan di sana.
 Nah, ketika latihan usai, penulis melihat salah seorang pemain dengan inisal WA di dada. Dengan kaos gelap, dia menenteng sepatu yang baru saja dipakai.

 Ternyata, pemain tersebut adalah Wasiyatul Akhmal. Pemain ini sudah lama malang melintang di pentas sepak bola. Klub-klub besar pernah dibela lelaki yang kini berusia 34 tahun tersebut.

 Namanya mulai terangkat bersama Persija Jakarta. Kemudian, Akmal, begitu Wasyiyatul sering disapa, melanglang ke PSM Makassar, PSS Sleman, Mitra Kukar, hingga Perseman Manokwari.

 ‘’Saya nggak digaji di Perseman. Begitu ada tawaran ke Deltras di putaran II yang saya terima,’’ kata Akmal.

Wasiyatul Akhmal (kiri) saat berebut bola dengan pemain persekap (04/06)

 Dia pun mengakui karirnya di lapangan hijau bakal tak lama lagi. Untuk itu, lelaki asal Betawi itu pun sudah menyiapkan diri guna menopang masa depannya.

 ‘’Saya sudah mengikuti kursus kepelatihan. Bukan di Indonesia tapi di Singapura dengan pengawasan langsung dari FA (Asosiasi Sepak Bola) Singapura,’’ lanjut Akmal.

 Hanya, dia belum memastikan kapan lisensinya bakal dipakai. Saat ini, konsentrasinya hanya ingin bermain sebaik mungkin guna mendongkrak posisi The Lobster yang masih terpaku sebagai juru kunci Grup 6 Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2014. (*)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/2014/06/sudah-kantongi-lisensi-pelatih-fa.html

Thursday, June 5, 2014

Gallery Deltras Sidoarjo vs Persekap Pasuruan 04/06/2014

 

DELTACYBER - Hasil seri 1-1 menjadi skor di laga yang panas dan ketat antara Deltras Sidoarjo menghadapi tamunya asal Pasuruan yakni Persekap Pasuruan (04/06) .

Gol Ardiansyah di menit ke 73 belum bisa membawa Deltras meraih kemenangan perdana , pasalnya Khoirul Anwar berhasil menyamakan kedudukan 1-1 berselang 4 menit kemudian . Sampai wasit Yeni K meniup peluit panjang , skor 1-1 tak berubah .

Berikut , Gallery Foto Pertandingan Deltras Sidoarjo vs Persekap Pasuruan (04/06) di Gelora Delta Sidoarjo

Wednesday, June 4, 2014

Deltras vs Persekap , Laga berakhir Ricuh


DELTACYBER - Pertandingan yang panas tersaji di Gelora Delta Sidoarjo kemarin (04/06) kompetisi Divisi Utama (DU) Liga Indonesia Grup 6 , saat The Lobster berhadapan dengan Persekap Pasuruan . Hasil imbang menjadi skor di pertandingan tersebut .

Para pemain dan official dari kedua tim terlibat adu jotos saat pertandingan berakhir , sesaat wasit Yeni K meniup peluit panjang .
Pertikaian yang berlangsung serentak ini menjadi tontonan yang sangat memalukan . Saat striker persekap yakni San san Fauzi terlihat memukul kiper The Lobster susanto .

Sontak , para pemain dan official kedua tim menghampiri . Tak terelakkan , kedua tim sama-sama terpancing emosinya . Tendang tendang antar sesama pemain , begitupun dengan officialnya .

Salah satu pemain Deltras yang tidak diketahui nama dan nomor punggungnya mendadak menghampiri San san Fauzi dan meludahi striker Persekap tersebut .
Sementara itu , asisten pelatih Deltras yakni pak harmadi jatuh tersungkur setelah menjadi bulan bulanan pemain dan official persekap pasuruan .

Kejadian yang berlangsung kurang lebih 5 menit ini langsung direspon cepat oleh Pihak keamanan . Pihak kepolisian sendiri berusaha melerai kedua tim , namun sempat mengalami kesulitan .(*)