Sabtu, 14 Juni 2014

Beda Karakter saat di Luar Lapangan


RAMBUTNYA gondrong.Sorot matanya tajam. Lelaki ini pun bermain keras saat di lapangan hijau. Dia tak akan membiarkan pemain lawan menusuk ke jantung pertahanan klub yang dibelanya.

 Namun, sosok sangarnya itu berubah saat di luar lapangan. Tutur katanya pelan dan sopan.
 Ya, dialah Hariono. Pemuda asal Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut merupakan gelandang bertahan sekaligus destroyer Persib Bandung dan juga tim nasional Indonesia saat  ini.

 Penulis secara kebetulan bertemu dengan Hariono saat berkunjung ke rumah mantan pemain Deltras, Miftahul Huda. Hariono singgah ke kawasan Sedati karena ingin melepas kangen dengan seniornya saat di The Lobster, julukan Deltras.

 Penampilannyan pun sangat sederhana. Dia mengenakan celana ¾ dan kaos kasual.
 ‘’Saya liburan pulang  ke rumah di Sukodono dan saya juga mendapat panggilan latihan timnas yang kebetulan  tengah pemusatan latihan di Sidoarjo,’’ kata Hariono kepada pinggir lapangan.

 Ya, Hariono memang asli Kota Udang, julukan Sidoarjo. Dia pun memulai karirnya di kota yang berbatasan langsung dengan kota nomor dua di Indonesia, Surabaya,tersebut.
 Hariono mulai mengenap sepak bola dengan bergabung klub internal Persebaya, Indomaret. Kebetulan,lokasi latihan tidak jauh dari rumahnya.

 Dari Indomaret pula, dia bisa membela Persida Sidoarjo. Nah, saat di Laskar Jenggolo, julukan Persida, dia bisa menembus skuad Deltras, pada musim 2006.

 ‘’Saya dua musim di Deltras. Musim 2006/2007 dan 2007.2008,’’ tambah Hariono.

 Semula, lelaki yang kini berusia 29 tahun tersebut hanya berstatus magang. Namun, kemuannya yang keras akhirnya meluluhkan hati pelatih Deltras saat itu, Jaya Hartono, untuk menempatkannya sebagai gelandang bertahan.  Sebelumnya, Hariono berposisi di bek kiri.

 ‘’Setelah Mas Jaya  ke Persib Bandung,saya diajak  ke sana. Sejak 2008 sampai sekarang, saya di Persib,’’ tambah Hariono.

 Dari Maung Bandung, julukan Persib, dia mulai merasakan bisa membela Indonesia melalui pintu  timnas. Meski, untuk itu, Hariono harus bersaing keras dengan pemain-pemain senior seperti Ponaryo Astaman.

 Hanya, ada sesuatu yang mengganjal bagi dia. ‘’Saya kalau pas ada kejuaraan sering cedera. Moga aja tahun ini bisa membela Indonesia di ajang AFF,’’ pungkasnya. (*)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar