Kamis, 19 Juni 2014

Menolak Lupa Euforia dan Kekacauan Piala AFF U-19


DELTACYBER - Sisa aroma gelar juara Piala AFF saat Timnas U-19 menjuarai Turnamen yang di ikuti negara se Asia tenggara  di stadion Gelora Delta Sidoarjo masih sedikit membekas. Di balik suksesnya pagelaran Piala AFF U-19 yang di selenggarakan di Sidoarjo dan sekitarnya pada Agustus-september 2014 menyisakan sedikit kekacauan dan kerugian untuk Kabupaten Sidoarjo sendiri.

Acara memang cukup meriah dimana setiap pertandingan yang di hadapi Timnas Muda Garuda Indonesia ini selalu di padati para suporter dari kota-kota lainnya , contohnya saja seperti Pasoepati (Solo), SNEX-Panser (Semarang), Aremania (Malang), Bonek (Surabaya) dan supprter dari kota-kota lainnya yang juga memadati setadion kebanggan arek-arek Deltamania ini. Selain itu tim nasional U-19 berhasil mempersembahkan trofi Piala AFF U-19.

Trofi kemenangan ini diraih setelah mengalahkan Vietnam 7-6 dalam adu penalti di babak final Piala AFF U-19, Minggu malam (22/9). Ini merupakan pertama kalinya Indonesia menjadi juara setelah 22 tahun tak pernah menang dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo pun menjadi saksi Bisu gelar pertama Indonesia tersebut. Di balik suksesnya timnas menjuarai Piala AFF U-19 tersebut meyisakan kekacauan dan kerugian.

 Mungkin media hanya memberitakan suksesnya pagelaran turnamen tersebut tanpa memberitakan kekacauan di balik kemeriahan Pagelaran tersebut. Terutama Panitia Penyelenggara (PANPEL) yang cukup kacau dalam mengelola penjualan tiket baik Tiket VIP, utama maupun Ekonomi. Pada awal-awal pagelaran Piala AFF U-19 panpel masih bisa mengatasi penjualan tiket, namun karena semakin menanjaknya permainan garuda muda di setiap laga dan hingga timnas Indonesia di pastikan mampu masuk ke babak semifinal dan animo penontonpun mulai meningkat tajam di bandingkan pada saat babak penyisihan group.

Kekacauan Panpel dalam mengelola penjualan tiket mulai terlihat ketika Timnas U-19 masuk pada babak semifinal melawan Timor Leste, dalam mendistribusikan Tiket Semifinal tersebut panitia penyelenggara mulai kewalahan dengan animo suporter yang meningkat tersebut, hingga justru di saat seperti ini Calo tiket mendapatkan keuntungan yang melimpah dengan mampu menjual kembali tiket pertandingan semifinal dengan harga yang tinggi di bandingkan dengan tiket yang di jual di tiket, banyak suporter Garuda yang kecewa dengan Panitia Penyelenggara yang kurang sigap dalam mengelola penjualan Tiket. Puncak kekacauan Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 dalam mengelola penjualan tiket terjadi ketika laga Final Piala AFF U-19 Timnas indonesia melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta.


Menjelang pertandingan laga final Piala AFF U-19, semakin banyak Suporter indoneisa yang sedang mengantri di loket penjualan tiket. Berbagai kekacauan juga terjadi di lokasi loket penjualan tiket yang disebabkan dengan banyaknya Suporter Indonesia yang masih belum juga mendapatkan tiketnya, dan kebanyakan dari mereka telah mengatri lama, yaitu dari pagi hari demi memperoleh tiket tersebut.

 Dan hal yang menyebabkan timbulnya kekacauan karena banyak loket penjualan tiket yang dibuka tidak diimbangi dengan jumlah pendukung yang sedang mengantri. Begitu banyaknya antrian di luar Stadion Gelora Delta, akan tetapi loket penjualan tiket yang dibuka hanya sedikit saja. Hal seperti itulah yang menjadi faktor pendorong keinginan Suporter Indonesia yang kecewa dengan Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 untuk merusak sejumlah barang, serta membuat keributan yang menghebohkan di sekitar Stadion.

  Akibat dari kericuhan yang terjadi itu, sejumlah fasilitas- fasilitas di stadion Gelora Delta Sidoarjo juga dirusakkan oleh para pendukung yang sedang melampiaskan amarahnya itu. Seperti yang terlihat dari luar stadion, juga tampak pintu VVIP yang sebelah utara, loket penjualan tiket, dan juga jendela- jendela luar juga dipecahkan oleh beberapa Oknum dengan melempar batu, dan membakar loket.



Loket penjualan tiket yang terbakar itu juga terjadi karena ada pendukung yang sengaja menyalakan kembang api dengan niat untuk mengacau loket saja, namun yang terjadi malah hal yang tidak disangka bahwa bara pada kembang api semakin besar sehingga terjadi kebakaran kecil di loket. Kekacauan tersebut mampu di redam oleh sejumlah petugas keamanan dan kepolisian datang untuk menghalau kericuhan pada lokasi sekitar Stadion itu.

  Kekacauan Panpel di luar stadion akhirnya dapat di antisipasi pihak kemanan dengan sigap dan meredah ketika wasit meniupkan kickoff tanda pertandingan final Paial AFF U-19 antara Indonesia vs Vietnam di bunyikan. Animo suporter Indonesia ternyata sangat fantastasi hampir semua sudut tribun di stadion Gelora Delta Sidoarjo di padati suporter Indonesia, kekacauan Panitia Penyelenggara Piala AFF U-19 tidak meyusutkan Suporter Indonesia Untuk Mndampingi Garuda Muda berjuang mendapatkan Gelar Piala AFF U-19 untuk pertama kalinya. 

Karena Padatnya suporter indonesia tersebut pagar penghalang di beberapa Tribun akhirnya roboh karena di goyangkan beberapa suporter, kembali lagi Stadion Gelorta Delta mengalami kerusakan. 

Selain kekacauan di dalam stadion, kekacauan juga terjadi di luar stadion dan beberapa sudut kota sidoarjo, beberapa oknum melakukan sweping terhadapt suporter tertentu, lagi-lagi hal tersebut sangat merugikan dan megganggu kenyamanan masyarkat umum Sidoarjo. Di balik kemeriahan Piala AFF U-19 tersebut meyisakan banyak kekacauan dan kerugian


Dan saat ini Stadion Gelora Delta Sidoarjo  sudah di nantikan dengan akan diadakan laga uji coba International Timnas Senior melawan Pakistan, Sabtu 21 Juni 2014. Apakah kekacauan akan terjadi lagi atau justru Panitia Penyelenggara sudah akan sigap dalam mengantisipasi kekacauan tersebut terjadi kembali. Tim deraksi Delta Cyber berkesempatan mananyaka kesiapan Deltamania untuk laga uji coba Timnas Indonesia Di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

 “Kita (deltamania) akan meramaikan stadion Gelora Delta Sidoarjo semeriah mungkin agar para pemain Timnas bisa bermain dengan semangat dan mampu membawa kemenangan untuk Indonesia” Ucap Agustina Korlap Deltamania . 

Selain itu Deltamania juga mengarapkan suporter yang datang pada laga ujicoba nanti diharapkan meninggalkan atribut dan dendam pribadi saat mendukung klub untuk dapat bersatu mendukung Timnas Indonesia dan dapat bersatu tanpa adanya pertikaian di dalam dan di luar stadion


“KALIAN SOPAN , KAMI SEGAN. INI SIDOARJO BUMI DELTAMANIA. HARGAI KAMI SEBAGAI TUAN RUMAH. SAVIDI FROM SIDOARJO TO INDONESIA” #MenolakLupa (RmR) 

1 komentar:

  1. min itu uang dari penjualan tiketnya dserahkan ke Deltras / Pemkab ??

    BalasHapus