Selasa, 10 Juni 2014

Tak Lagi Gondrong, Kini Cinta Fotografi


RAMBUTNYA sudah tak gondrong lagi. Sisiran rapi terlihat pada Isdianto saat ditemui di rumahnya di sebuah perumahan elite di Kecamatan Taman, Sidoarjo.

 Rumah mewah bercat putih serta dua sepeda motor, dan sebuah mobil mini bus terpampang di depan rumahnya itu. Sejak 2007, Isdianto sudah tinggal di rumah tersebut bersama istri dan seorang anaknya.
 ‘’Saya beli saat membela Persijap Jepara. Ini hasil dari bermain bola juga,’’ kata Is, sapaan karib Isdianto.
 Di saat masa jayanya, penampilan lelaki kelahiran November 1978 itu selalu menarik perhatian. Dengan rambut sebahu, Is selalu tampil agresif di lapangan.

 Lelaki asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini kuat dalam bertahan dan cepat dalam menyerang. Tak heran, banyak klub yang mengharapkan tenaga dan kemampuan Is di lapangan.

 ‘’Saya memulai karir di Gelora Dewata, Bali. Masuknya pun tak menyangka karena diajak Misnadi (penyerang Gelora Dewata yang kini menjadi pelatih Tim Divisi I Jember United),’’ kata Is mengisahkan perjalanan karirnya.

 Kejadian tersebut terjadi pada 1999 atau saat usianya masih 21 tahun. Is tak kuasa menolak karena di tim kampung halamannya, Persewangi Banyuwangi, dia tak pernah  direkrut.
 ‘’Kebetulan saat itu di Gelora Dewata juga banyak pemain muda seperti Jefri (Dwi Hadi), Ucok (Agustiar Batubara), Agung (Prasetyo), dan Anton (Pribadi). Jadi, saya punya banyak teman yang sama-sama tengah mencari nama di sepak bola,’’ ungkap Is yang kini dikarunai dua anak tersebut.

 Setelah di Gelora Dewata dan kemudian berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD) dari 1999-2002, setelah pindah ke Sidoarjo, Jawa Timur, dari Bali, Is pun melanglang ke Arema (2003-2004), Persijap Jepara (2007-2010), dan Persisam Samarinda (2011-2013). Pada masa jeda, 2005-2006, dia istirahat total dari kompetisi.

 ‘’Saya mengalami cedera dan ingin benar-benar pulih saat tampil di kompetisi. Saat itu, saya cedera usai membawa Arema juara Divisi I Liga Indonesia,’’ kenang Is.

 Meski lama bergulat di olahraga bola sepak, namun Is punya hobi yang tak berhubungan erat dengan olahraga yang ditekuni. Apa itu? ‘’Saya hobi fotografi. Sejak di Jepara, saya mulai belajar dan beli kamera untuk memotret,’’ ungkap Is.

  Nah, di  Samarinda, hobinya semakin tersalurkan. Is mempunyai komunitas pecinta fotografi di Kota Pesut tersebut.

 ‘’Jumlahnya tak banyak karena memang saya batasi. Hanya ada 30 orang,’’ lanjut dia.
 Hobinya memotret itu disalurkan saat dia tak lagi menjalani aktivitas di lapangan hijau. Usai berlatih atau libur latihan, Is dan komunitasnya langsung hunting.

 ‘’Salurkan yang positif. Daripada lari ke hal-hal yang negatif lebih baik tenteng kamera dan mencari objek foto,’’ tambah Is.

 Kini, di Sidoarjo, dia tetap tak bisa meninggalkan hobinya itu. Bahkan, di Kota Udang, julukan Sidoarjo, Is kembali mempunyai komunitas yang sama.

 ‘’Kita saling belajar dan mengasah kemampuan dalam mengambil foto,’’ pungkas lelaki yang musim ini nyaris bergabung dengan Deltras Sidoarjo itu. (*)

sumber - http://pinggirlapangan.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar