Jumat, 12 September 2014

Dwi Santo Putra, Lebih Pilih Kelola Lapangan Futsal

PENGELOLA: Dwi Santo saat di lapangan futsal (foto:sidiq)

DARI belakang, penulis sempat pangling. Setelah menoleh ke belakang, wajah itu sudah tak asing lagi.
Dia adalah Dwi Santo Putra. Lelaki 36 tahun ini juga akrab disapa Sinyo.

Kini, dia sudah meninggalkan hiruk pikuk lapangan besar. Padahal, sejak kecil, rumput hijau sudah digeluti.
"Sekarang, saya juga sibuk di lapangan hijau. Tapi ini lapangan futsal," jelas bapak satu anak ini.
Dunia futsal, tambah Sinyo, mulai digelutinya sejak 2011. Itu setelah dia dipercaya mengurusi lapangan futsal yang satu lokasi dengan SPBU Buduran, Sidoarjo.

Kali terakhir, dia tercatat membela Persikubar Kutai Barat, Kalimantan Timur. Hasilnya, Persikubar mampu lolos ke Divisi Utama.
Perjalanan Sinyo sebagai pesepak bola dimulai dari klub Indonesia Muda, Surabaya. Dari klub itu juga, dia bisa masuk Persebaya Junior pada 1997.

"Setelah itu, saya diambil Gelora Dewata yang bermarkas di Denpasar, Bali. Saya direkomendasikan Rusdy Bahalwan (pelatih Persebaya) ke Pak Mislan (pemilik Gelora Dewata)," ungkap Sinyo.
Dari Gelora Dewata pula, dia bisa menembus persaingan masuk tim PON Jawa Timur. Sinyo menjadi salah satu penggawa yang sukses membawa tim provinsi paling timur Pulau Jawa itu meraih emas PON 2000 yang dilaksanakan di kandang sendiri.

Bersama Gelora Dewata juga yang membuat dia kenal dengan dedengkot sepak bola Vigit Waluyo. Sepanjang karirnya, dia selalu bergabung denganm klub yang ditangani lelaki putra Mislan tersebut.
Dari Gelora Dewata dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta hingga menjadi Deltras, Sinyo selalu menjadi bagian. Kiprahnya di klub berjuluk The Lobster itu pun terhenti pada 2005.

"Setelah itu, saya berpindah-pindah klub. Mulai dari Persegi Gianyar, Persewangi, PSIR Rembang, Mojokerto Putra, Barito Putera, hingga Persikubar," ungkap Sinyo.
Meski klub yang dibelanya bukan klub-klub besar namun dia boleh berbangga. Hampir semuanya mampu menjadi juara.

"Setiap tim yang saya bela kalau nggak juara ya promosi ke level di atasnya. Bahkan, ada yang mulai dari Divisi 3," papar dia.
Sebenarnya, setelah memutuskan pensiun pada 2011, dia masih diajak Vigit. Hanya, dia menyadari usianya sudah tak muda lagi.

"Bahkan, tahun ini Bos (Sinyo kalau memanggil Vigit) kembali menawari main," ujar Sinyo.
Namun, kesibukannya mengelola lapangan futsal yang membuat tetap bersikukuh pensiun dari sepak bola. Apalagi, kini lapangan futsal yang dikelolanya bertambah.
"Ada satu lagi di dekat ITS (Institut Teknologi Surabaya). Awalnya sepi tapi sekarang saya sudah kewalahan karena ramai," pungkas Sinyo. (*)

Sekilas tentang Sinyo
Nama Lengkap; Dwi Santo Putro
Usia; 36 tahun
Posisi saat main: Gelandang bertahan/stopper
Klub Asal; Indonesia Muda Surabaya

Klub yang pernah dibela; Indonesia Muda, Persebaya Surabaya, Gelora Dewata, Gelora Putra Delta, Persegi Gianyar, Persewangi Banyuwangi, PSIR Rembang, Barito Putera, Persikubar Kutai Barat

sumber - www.pinggirlapangan.com

0 komentar:

Posting Komentar