Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Tuesday, October 28, 2014

Gelora Delta Ditunjuk Tuan Rumah Semifinal DU 2014

Masih Dipercaya : Gelora Delta Sidoarjo

DELTACYBER - Gelora Delta tampaknya masih tetap dipercaya menggelar pertandingan sekelas internasional timnas indonesia maupun kompetisi dalam negeri seperti babak semifinal bahkan final Liga Indonesia .
Stadion yang berkapasitas 35.000 penonton ini dalam waktu dekat akan menggelar babak semifinal Divisi Utama 2014 . Walau sempat ada wacana babak semifinal akan digelar di Gelora Bung Karno
.
"Sudah fix di Sidoarjo. Kami terus melakukan persiapan untuk menggelar semifinal dan final Divisi Utama di sana," kata Joko.

Tanggal pelaksanaan babak semifinal sendiri akan digelar pada tanggal 12 November mendatang, sedangkan laga puncaknya akan digelar 15 November 2014 .

Sementara itu, tim-tim yang lolos dalam laga semifinal ini baru meloloskan 3 tim, dari Grup 1 meloloskan Pss Sleman dengan Psis Semarang, dan Grup 2 Martapura serta satu tiket tersisa masih diperebutkan Borneo Fc dan Persis Solo.

Dua tim ini masih menunggu hasil komdis yang akan digelar hari ini (28/10) terkait masalah yang terjadi sebelum laga Borneo Fc melawan Persis Solo di Std.Segiri Samarinda (26/10) . Pihak PSSI akan memutuskan status laga tersebut usai sidang komdis .(bid)

Monday, October 27, 2014

Indonesia Tuan Rumah Piala AFF U-19 2015

Gelora Delta : Sukses Menggelar Piala AFF U-19 2013 lalu

DELTACYBER - Suksesnya gelaran Piala AFF U-19 2013 silam serta raihan Trophy perdana bagi Maldini Pali dkk membuat Indonesia kembali menjadi tuan rumah Piala AFF U-19 2015 .
Namun, bukan hanya tuan rumah bagi gelaran Piala AFF U-19 saja, tapi Indonesia juga berkesempatan menggelar AFF Futsal Championship dan Piala AFF U-16.

"Sejauh ini, bisa kami konfirmasi bahwa Piala AFF U-19 akan bermain di Jawa Timur. Bisa saja seperti kemarin, yaitu di Sidoarjo dan Gresik," Ujar Joko Driyono.

"Sudah diputuskan Indonesia jadi tuan rumah Piala AFF U-19, 2015," kata Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di kantornya, Senayan, Jakarta, Senin 20 Oktober 2014.

Berbagai faktor pendukung yang menjadi bahan pertimbangan sehingga Indonesia kembali menjadi tuan rumah Piala AFF U-19 2015 kedepan, pacuannya yakni di Piala AFF U-19 2013 lalu .

"Penonton banyak, siaran langsung juga, serta tim tamu masuk ke hotel bintang 4. Mereka menilai Indonesia sukses menyelenggarakan Piala AFF U-19 2013," jelas Djohar.

Dengan animo penonton yang euforia saat menyaksikkan laga Evan Dimas cs di Gelora Delta tentu menjadi faktor yang berpengaruh atas capaian apik bagi skuad Indra Sjafri ini .
Sementara itu, untuk AFF Futsal Championship dan Piala AFF U-16, Djoko Driyono juga berkomentar tentang kota mana yang akan ditunjuk sebagai penyelenggaranya .

"Piala AFF U-16 akan digelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bisa di Solo, Semarang, Sleman, atau Bantul. Kalau futsal, memang Jakarta masuk nominasi. Selain itu ada Bandung. Sedangkan Jakarta, belum tentu," tutupnya.

Kab.Sidoarjo Pertahankan Gelar Juara Kejurprov Futsal Jatim


DELTACYBER - Tim Futsal Kabupaten Sidoarjo akhirnya mampu mempertahankan gelar Kejuaraan Provinsi (kejurprov) Futsal Jawa Timur 2014 kali ini. Banyuwangi yang bertindak sebagai tuan rumah Kejurprov musim ini juga mampu melaju hingga final menghadapi Kab.Sidoarjo .

Bermain di laga final (26/10/14) dan di kota sendiri membuat permainan semakin sengit antara Banyuwangi dan Sidoarjo, Kab.Sidoarjo yang lebih diunggulkan karena menyandang predikat sebagai Juara bertahan Kejurprov tahun lalu mampu mengimbangi permainan anak-anak Banyuwangi .

Fandi Hidayat dkk akhirnya mampu mengunci gelar juara tahun ini dengan menyingkirkan Banyuwangi di final skor 6-8 untuk tim asal kota udang ini .

Di kancah futsal Jawa Timur sendiri, Sidoarjo memang memiliki sederet prestasi emas . Sidoarjo merupakan tim yang sukses mengawinkan juara Antar-Pengcab dan Porprov Jatim IV/2013, Selain itu, pemain Sidoarjo sudah kenyang pengalaman bertanding di ajang Liga Futsal Amatir (LFA) Jatim

Thursday, October 23, 2014

On This Day, Satu Kaki The Lobster Di Perempat Final

DELTACYBER - Gelaran Copa Dji Sam Soe 2007 memasuki babak 16 besar, dan masih menggelar leg pertama . Tim asal kota Udang, The Lobster berkesempatan tandang dalam leg pertama di markas PKT Bontang, Stadion Mulawarman (24/10/2007) .

Armada 2007 besutan Coach Jaya Hartono memang menjadi skuad keemasan bagi Deltras pada waktu itu, legiun asing yang punya skill di atas rata-rata serta didukung pemain lokal berpengalaman tentu menjadi kekuatan menakutkan bagi lawan Deltras saat itu .

Tampil percaya diri saat menghadapi tuan rumah PKT Bontang, The Lobster menampilkan permainan terbuka sejak awal . Jual beli serangan dengan Laskar Khatulistiwa julukan PKT Bontang masih belum membuahkan gol . Beberapa kali, gawang Deltras yang dijaga kiper Achmad Nurrosadi masih bisa menghalau serangan tuan rumah .

Hilton Moreira akhirnya membuka keran gol Deltras, menit ke-19 striker asal Brazil ini mampu melesakkan tendangan dengan kaki kanannya ke arah gawang PKT yang dijaga Iswan S Karim. Keunggulan 0-1 bertahan hingga turun minum .

Babak kedua, tempo permainan tetap tidak berubah . Tim besutan Jaya Hartono ini tetap menampilkan permainan agresif dalam menyerang, alhasil, Melky Pekey sukses membawa Deltras unggul 0-2, melewati dua pemain PKT, Melky sukses menyarangkan bola ke gawang Iswan Karim .
Unggul dua gol, Deltras justru tak mengendorkan serangan. Hilton yang bermain apik sepanjang permainan, mampu mencetak gol keduanya di laga itu menit ke-84 .

Tuan rumah akhirnya mampu mencetak gol hiburan di masa injury time, dari lesakkan gol Josiah Seton . Skor 1-3 untuk Deltras bertahan hingga pertandingan usai . Hasil yang cukup menyulitkan langkah PKT untuk melaju ke babak selanjutnya, sementara Deltras berhasil menempatkan satu kakinya di babak 8 besar, dan The Lobster akan melakoni leg kedua di kandang mereka .
PKT yang di arsiteki Danurwindo pada saat itu haru mengejar 3 gol di Gelora Delta .(bid)

Korban-Korban Sepakbola Indonesia

Sebenarnya, individu atau kelompok dapat disebut “rival” saat keduanya bersaing dalam urusan prestasi. Jadi, agak rancu sebenarnya jika menyebut “rivalitas suporter”. Rival dalam hal apa? Toh tidak ada aspek penentu soal “yang terbaik” soal suporter. Kata yang cocok dalam menggambarkan hubungan antar suporter di Indonesia adalah “permusuhan” bukan “rival”.

Anda ingat nama Suhermansyah? Beri Mardias? Fathul Mulyadin? Atau kalau di masa tersebut masih belum ramai pemberitaan, pastilah Anda mengetahui pengeroyokan Rangga Cipta Nugraha di area Stadion Gelora Bung Karno. Beberapa hari lalu, salah seorang suporter PSCS, Lanus Mania, Muhammad Ikhwanudin pun meninggal dengan luka tusuk di bagian dada.

Kemarin (22/10), berita soal kematian suporter pun kembali mengudara. Kali ini menimpa laga Persis Solo menghadapi Martapura FC di Stadion Manahan. Joko Riyanto dikabarkan tewas akibat benda tajam menusuk ke paru-parunya. PT Liga Indonesia pun menggelar rapat dadakan terkait masalah tersebut.

Kepada Tribunnews, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono mengatakan kejadian tersebut mesti disikapi secara serius. Nantinya, PSSI akan melibatkan pihak terkait di PSSI seperti Komisi Disiplin, Komisi Wasit, dan Komite Keamanan. Cukup aneh memang karena selama ini tidak ada konflik antara Pasoepati dengan suporter Martapura FC.

Sejumlah kejanggalan terjadi seperti wartawan yang tidak diperbolehkan mengambil gambar korban, hingga lubang di dada korban yang tembus hingga punggung. Meski tidak dijelaskan apa jenis benda tajam tersebut, apakah pisau atau mungkin peluru. Lagi pula, suporter mana yang ke stadion membawa-bawa pistol?

Kericuhan-kericuhan sepakbola di Indonesia banyak dipicu oleh ketidakpuasan akan kepemimpinan wasit. Tidak terhitung insiden tak sedap dipandang mata dalam sepakbola kita dipicu oleh kinerja wasit yang buruk. Ini pula yang jadi pemantik bentrokan antara suporter Persis Solo dan aparat kepolisian kemarin, juga insiden keributan di laga Persipura vs Arema Malang di laga 8 Besar ISL. Simak beberapa laporan kami mengenai hal ini:

1. Kejanggalan-kejanggalan di Hari Terakhir Putaran II ISL

2. Daftar Kontroversi Wasit Najamuddin Aspiran

3. Ini mekanisme dan metode kepolisian Inggris menangani laga-laga panas.

Sejak era Liga Indonesia bergulir, permusuhan itu sebenarnya telah terasa akibat lanjutan dari persaingan sejak era Perserikatan dan Galatama. Maka, wajar saat Liga Indonesia baru bergulir telah tercium aroma permusuhan antar suporter, atau pendukung antar kota.

Suhermansyah adalah suporter pertama di era Liga Indonesia pada tahun 1995 yang meninggal akibat permusuhan suporter. Menurut harian Kedaulatan Rakyat, Suherman, yang juga Bonek Mania tersebut tewas akibat terhimpit setelah berdesak-desakan lalu terjatuh. Saat itu PSIM Yogyakarta tengah menghadapi Persebaya dalam lanjutan Liga Indonesia di Stadion Mandala Krida.

Aroma dendam menjadi kental antara Surabaya dan Yogyakarta. Namun, 15 tahun berselang, Bonek Mania, dan Pasoepati bisa bergandengan di stadion yang sama. Api permusuhan tak akan menyala selamanya. Bukankah kita sudah terlalu bosan mendengar berita negatif soal suporter Indonesia? Bukankah kita telah teramat lelah bermuram durja saat kerusuhan pecah di stadion sepakbola?

Sepakbola itu indah, selama kita masih menikmatinya. Dan kita perlu hidup agar bisa terus menikmati permainan yang indah dan menyenangkan ini. Kita perlu hidup karena urusan di kolong langit ini bukan cuma sepakbola dan juga karena sepakbola hanya bisa dinikmati selama kita masih hidup dan bernafas. Tak boleh lagi sepakbola dihargai nyawa, sebab kita semua — termasuk Suhermansyah dan semua suporter yang tewas itu — juga masih ingin menyaksikan kesebelasan yang dicintainya.

Sumber Link - http://panditfootball.com/cerita/korban-korban-sepakbola-indonesia/

Wednesday, October 22, 2014

On This Day 2008, Dua Gol Dari Duo Mantan

DELTACYBER - Kompetisi Indonesia Super League 2008, memang musim yang penuh problem bagi The Lobster saat berlaga di ISL pada masa itu. Keluar masuknya pemain ditengah kompetisi ditambah ketidak cocoknya pelatih Abdul Rahman di putaran pertama, menambah pelitnya masalah yang tumbuh di kubu Deltras saat itu .

Atau saat menghadapi Maung Bandung julukan Persib Bandung di Gelora Delta Sidoarjo (22/10/2008) . Deltras tampak kesulitan meladeni cepatnya dan disiplinnya tim yang memboyong separuh kekuatan Deltras saat musim 2007 tersebut .

Bermain di kandang, dan ditonton ribuan Deltamania. Tentu, Deltras menargetkan poin penuh guna mendongkrak posisi mereka yang berada di zona merah . Babak pertama, Deltras yang mengandalkan Roberto Acosta didepan, masih belum bisa mengancam gawang Tema Mursyadad. Sebaliknya, mantan legiun asing kebanggaan Deltamania saat itu, Hilton Moreira berhasil menjebol jala Deltras di menit ke-45 .

Di babak kedua, permainan tak kunjung berubah. Persib selalu menerapkan pressure ketat kepada pemain Deltras yang membawa bola, alhasil menit ke-48 Airlangga Sucipto yang melejit saat membela Deltras musim sebelumnya mampu membawa Persib unggul 2-0 . Bola di kaki Christian Rene Martinez mampu diserobot Airlangga dan mengecoh kiper The Lobster pada waktu itu Mukti Ali Raja .
Sampai peluit panjang yang dititup wasit Mukhlis Alifatono, skor 0-2 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga usai .

" Secara kualitas di semua lini kami kalah dari Persib. Kemudian, Bayu Sutha absen karena akumulasi kartu. Sehingga, lini belakang Deltras agak longgar. Tidak ada yang melakukan pressure pada Hilton. Di sisi lain, meski bisa main, Rene Martinez tidak fit 100 persen karena baru sembuh dari diare selama tiga hari. Jadi, kalau kita kalah karena materi yang ada sangat terbatas," Ungkap Arsitek Deltras, Moh. Zein Alhadad.

" Dua gol Persib bukan karena kualitas skill lawan lebih baik. Namun, lebih disebabkan kesalahan para pemain. Anda lihat sendiri tadi, bola di kaki Rene Martinez mampu diserobot Airlangga yang kemudian mengecoh Mukti Ali Raja hingga gol,"  Ujar George Handiwiyanto, manajer tim Deltras pada waktu itu.

Dua gol, yang diciptakan dua mantan punggawa Deltras musim-musim sebelumnya membuat Deltras belum beranjak dari zona degradasi pada liga 2008 saat itu .
Hilton Moreira menjadi striker asing yang sempat dibanggakan oleh Deltamania karena skill dan kecepatannya saat bermain untuk kota udang itu, Hilton mengawali karir sepakbolanya di Indonesia saat bermain di Deltras musim 2005-2006, dan kembali ke Sidoarjo tahun 2007 .

Sementara itu, Airlangga Sucipto bergabung dengan Deltras musim 2005, pada saat itu ia juga bermain untuk Timnas U-20 . Baru di tahun 2007, Airlangga menunjukkan skillnya yang cukup mumpuni . Dan akhirnya menyutujui bergabung dengan Persib bersama pelatih Jaya Hartono yang juga mantan pelatih Deltras yang membawa ke babak 8 besar Divisi Utama untuk pertama kalinya di musim 2007 .(bid)


Tuesday, October 21, 2014

Gelora Delta Yang Haus Euforia Lokal

Gelora Delta Sidoarjo
DELTACYBER - Gelora Delta menjadi salah satu stadion yang cukup mumpuni di Jawa Timur bahkan Nasional . Stadion yang menjadi tempat pembukaan dan penutupan PON XV (Pekan Olahraga Nasional) 2000 saat ini menjadi markas untuk dua tim sekota yang berlaga Divisi Utama yakni Deltras serta Persida musim kemarin.

Stadion yang memiliki kapasitas 35.000 penonton tersebut bahkan pernah menjadi saksi bisu  laga-laga  penting yang dimainkan di Sidoarjo, seperti Final Copa Dji Sam Soe 2006 Arema vs Persipura, 8 Besar Divisi Utama 2010, serta bahkan menjadi saksi Timnas U-19 mengangkat Trofi Juara Piala AFF U-19 2013 .

Beberapa waktu lalu, Gelora Delta dipercaya menggelar laga Uji Coba Internasional Timnas Senior melawan Malaysia (14/09), laga yang syarat gengsi dua negara serumpun ini didatangi ribuan penonton yang memadati Gelora Delta yang bahkan susah di jumpai saat laga-laga tim lokal Sidoarjo digelar musim-musim kemarin atau juga musim yang akan datang . Alfred Riedl pun memuji atmosfer penonton yang disuguhkan di laga itu. Ya, Gelora Delta menjadi magnet tersendiri bagi penonton dan penggilan bola Sidoarjo serta sekitarnya untuk menyaksikkan Big Match Timnas Indonesia beberapa bulan lalu .

Dan hampir mustahil ribuan penonton menyesakki Gelora Delta saat tim lokal mereka bertandingan. Sekitar 3/5 tahun yang lalu, Deltras menjadi tim medioker yang tak bisa dianggap sebelah mata, ribuan Deltamania dan penggila bola datang untuk melihat tim merah-merah ini bertanding. Bisa dilihat saat laga ISL 2011, Deltras melawan Persib Bandung atau Arema Indonesia . Seakan ribuan Deltamania serta suporter tamu memadati tribun masing-masing atau saat Deltras berjaya di tahun 2003 dan 2007 Divisi Utama LI .

Deltamania, saat memadati Gelora Delta
Mitos Deltamania
Namun, Mitos yang beredar di kalangan Deltamania, saat 4/5 tahun silam apabila The Lobster bermain dan Deltamania bisa memenuhi tribun Gelora Delta, disaat itu juga tim Deltras seakan hilang permainan cantiknya atau para pemain Deltras ini bisa dibilang grogi ditonton ribuan Deltamania yang datang . Itu terjadi sekitar 4/5 tahun lalu .
Sekarang, bukan masalah banyak atau tidaknya penonton, namun terlebih pada tim The Lobster sendiri yang mengalami berbagai problem manajemen dan penurunan performa .

Persida Dengan Gelora Deltanya 
Di laga kandang Persida sendiri di Divisi Utama 2014, tim yang baru saja promosi ini bahkan hanya disaksikan ratusan penonton  yang hadir. Minat warga kota udang untuk datang sepertinya belum ada, walau Persida dihuni pemain-pemain yang syarat pengalaman .

Ya, bisa dikatakan Gelora Delta kehilangan daya tarik lokal seiring menurunnya prestasi tim lokalnya . Apalagi, Deltras dan Persida di kompetisi Divisi Utama kemarin nyaris sama-sama Degradasi dan harus saling jegal untuk memperebutkan peringkat ke-6 Grup 6 .

Kontras saat Deltras mengalami masa jaya saat tahun 2000-an hingga 2013 lalu . Laga Big Match / laga penentuan Deltras dengan tim lawan tentu menyedot animo penonton dengan jumlah ribuan yang datang . Euforia untuk merayakan sebuah gol, atau sekedar menunjukkan atraksi Mexico Wave ( Ombak Penonton ), teriakan yang menurunkan mental lawan, bahkan emosi penonton yang melempar botol ke lapangan . Gelora Delta hanya saksi bisu akan kejayaan dipadati penonton saat Deltras berlaga dan gemilangnya Timnas U-19 di Sidoarjo menjadi memory yang tidak bisa dilupakan begitu saja .

Lalu, untuk mewujudkan kembalinya itu semua tentu harus dimulai seperti dari awal . Step by step, dengan perlahan dan dibarengi dengan tujuan yang untuk membangkitkan euforia tim lokal kota udang di ajang Nasional .Keserisan manajemen harus tetap dipertanyakan dan dipantau. Deltras tentu harus tetap diperjuangkan walau kasta mereka musim depan berada di Liga Nusantara, tidak ada yang tidak mungkin, perjalanan untuk menjadi besar itu masih terbuka lebar.

Gelora Delta pun rindu akan penonton yang berbaju merah-merah memadati setiap tribunnya, Gelora Delta rindu akan suara MC yang memanggil nama pemain Deltras dan disahuti oleh Deltamania. Semoga harapan untuk menjadi besar kembali tidak pernah hilang .(bid)

Saturday, October 18, 2014

Juan Rubio Ulang Tahun, Sampaikan Harapan Untuk Deltras

Juan Rubio : Saat membela Deltras

DELTACYBER - Deltras memang pernah berjaya dan mendatangkan pemain - pemain yang cukup mentereng di tahun 2000-an, pemain sekaliber I Putu Gede, Agung Prasetyo, atau bahkan bek asing asal Chile yakni Juan Rubio juga pernah mengenakan jersey tim kebanggaan warga Sidoarjo ini .

Juan Rubio, sebelum pindah ke Sidoarjo, ia terlebih dahulu naik daun saat membela Singo Edan julukan Arema Malang pada waktu itu. Di Arema Juan rubio membawa Singo Edan ke Babak 8 Besar di Senayan pada Ligina musim 1999/2000

Hari ini, tepatnya tanggal 19 Oktober, Juan Rubio merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-46 . Tentu, banyak ucapan selamat dari penggemarnya di Media Social .
Memang, sangat berbeda ketika jaman Juan Rubio membela Deltras pada jamannya, dan kondisi tim kebanggaan Deltamania yang sekarang .

Dulu, seakan haus kemenangan di kandang dan datangnya pemain bintang serta pemain asing yang disegani bisa mengenakan Jersey merah-merah khas The Lobster .
Rubio, juga sangat menyayangkan kondisi yang menerpa Deltras saat ini . Bahkan, dia tetap mengikuti perkembangan Deltras, dan tahu kalau tim yang pernah ia bela sekarang berada dalam kondisi yang buruk .

Saat disinggung harapannya untuk mantan timnya ini, ia merespon .
" Ya, sangat sayang sekali Deltras dibawah sekarang . Harapan saya, Deltras selalu menjadi tim besar, karena sidoarjo sendiri juga besar ," Ujar pemain yang selalu duet dengan Agustiar Ucok Batubara ini di lini belakang .

Di masanya, Juan Rubio bahu membahu dengan pemain lokal macam Jefry Dwi Hadi, Sinyo, I Putu Gede, Isdiantono, maupun kiper Agung Prasetyo serta striker asing macam Jean Babuaken dengan pelatih Yudi Suryata .(bid)

Tahukah Anda ? : Timnas U-19 Juara Di Sidoarjo, Tak Satupun Pemain Sidoarjo Masuk Dalam Timnas U-19

Utam Rusdiana (kiri) dan Victor Jadera (kanan)
DELTACYBER - Tahun 2013 menjadi tahun yang panjang serta bisa dikata tahun kejayaan bagi Garuda Jaya asuhan Indra Sjafri . Ya, Timnas U-19 mampu menyabet gelar perdana Piala AFF U-19 di Gelora Delta Sidoarjo .Masyarakat Indonesia sudah rindu gelar juara akan Timnas, dan itu semua terjadi saat gelaran Piala AFF U-19 .

Termasuk antusiasme warga Sidoarjo dan sekitarnya yang merayakan langsung di Kab.Sidoarjo . Namun, serasa ada yang janggal bagi para pengamat sepakbola, pemain sidoarjo sendiri khususnya . Kab.Sidoarjo dikenal sebagai gudangnya pemain yang memiliki talenta potensial dalam lapangan hijau, bisa dilihat saat era 90-an terdapat pemain-pemain yang pengalaman seperti Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, Nurul Huda, mereka semua adalah pemain Sidoarjo yang sudah malang melintang di Indonesia bahkan Timnas Indonesia . Bahkan Nurul Huda jebolan PSSI Primavera yang digembleng di Negeri Pizza pada jamannya.

Memasuki era 2000-an, Sidoarjo tak habis dengan pemain berbakatnya . Hariono, Lucky Wahyu, Sutaji, Munhar beberapa pemain yang sudah moncer di Liga Indonesia . Hariono yang menjadi breaker Merah Putih ini masih menjadi andalan bagi Garuda Senior asuhan Alfred Riedl sekarang.

Saat Timnas U-19  gemilang bagi Indonesia, timbul pertanyaan, apa ada pemain Sidoarjo yang masuk dalam skuadnya ?  Jawabannya tidak . Lalu, apa generasi pemain Sidoarjo yang bisa menembus skuad Timnas sudah habis ? tentu tidak pernah habis .

Dua Pemain Sidoarjo Dipanggil Indra Sjafri :

Ya, Sebelum Timnas U-19 dibentuk dan bermain di gelaran Piala AFF U-19, tentu ada proses seleksi yang ketat dari semua pemain muda Indonesia untuk bisa menembus tim asuhan Indra Sjafri ini . Pemain muda berbakat Sidoarjo tak luput dari pantauan Indra Sjafri, ia bahkan memanggil langsung dua pemain asli Sidoarjo yakni Utam Rusdiana dan Victor Jadera .

Kedua pemain Sidoarjo ini menjalani seleksi timnas di lapangan UNY ( Universitas Negeri Yogyakarta ) beberapa bulan sebelum Timnas U-19 turun di Piala AFF U-19 2013 digelar .
Namun, setelah proses seleksi yang panjang dan memulangkan banyak pemain. Akhirnya dalam 30 besar, Utam dan Victor harus pulang. Harapan bisa menembus skuad Indra Sjafri harus ditunda dulu untuk sementara bagi keduanya .

Utam : Menjadi kiper keempat Arema Cronus Senior
Utam Rusdiana :
Utam sendiri saat ini adalah kiper keempat Arema Cronus senior, dan mampu menjadi kiper utama Arema U-21 yang berlaga di Indonesia Super League U-21 . Pemain yang berasal dari Desa Lemahputro Sidoarjo, kelahiran 06 Maret tahun 1995 ini, membuktikan kapasitasnya bagi seorang kiper yang pantas menjadi kiper utama. Pemain yang mengidolakan Kurnia Mega ini bahkan menargetkan bisa menembus timnas U-23 .

Victor : Membela Jember United
Matheus Victor Alfiri Jadera :
Sementara itu, Victor Jadera moncer saat usia belia, pada waktu ia membawa Persida U-17 juara Piala Suratin 2012 regional Jatim, apalagi ia mengemban ban kapten dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dan top skor dengan 10 gol pada turnamen tersebut. Saat ini, Victor bermain untuk Jember United bersama pemain timnas U-19 yang satu tim dengannya, yakni Paolo Sitanggang dan Sabeck Fahmi . Mantan pemain Deltras U-19 ini, bermain sebagai gelandang serang, ia menjadi pilihan utama gelandang Jember United bersama Paolo serta Sabeck .

Lalu, apa generasi pemain Sidoarjo yang bisa menembus skuad Timnas sudah habis ? tentu tidak pernah habis . Ya, pengurus PSSI Sidoarjo serta orang-orang yang terkait harus lebih selektif dan menjalankan roda internal sepakbola dengan baik dan profesional lagi .

Apalagi, saat ini juga ada dua tim yang berlaga di Nasional yakni Persida & Deltras . Pemain sidoarjo bisa menambah jam terbangnya di dua tim ini, Namun, Persida masih banyak mengandalkan yang berpengalaman & sedikit memberi jam terbang kepada pemain muda.

Harapan untuk mencetak pemain yang berkelas dan bisa membawa harum Kota Sidoarjo harus tetap dipupuk dalam pemain sidoarjo serta harus ada pembinaan yang berarti dari pengurus PSSI sidoarjo yang ingin mengorbitkan pemain berkelas dari Sidoarjo sendiri .(bid)

On This Day 2008, Deltras Kalah Tipis Atas PSIS

Gaston (kiri) Penentu kemenangan PSIS 

DELTACYBER - Tanggal 19 Oktober 2008, Deltras Sidoarjo melakoni laga tandang ke Stadion Jatidiri, Semarang menghadapi tuan rumah Mahesa Jenar julukan PSIS Semarang dalam lanjutan kompetisi teratas Liga Indonesia, Indonesia Super League 2008/2009 .

Deltras yang ditukangi pelatih asal Malaysia yakni Abdul Rahman Ibrahim, dan mempercayakan ban kapten kepada Christian Rene Martinez bermain cukup optimis mencuri poin dalam lawatannya kali ini .
Di babak pertama, The Lobster bahkan menciptakan beberapa peluang emas melalui gelandang asingnya Carlos Bergottini, sayang sepakan pemain ini masih melayang di atas mistar gawang PSIS .

Firdaus Nyong pun juga turut mengancam gawang PSIS yang dikawal Agus Murod, namun masih dapat diantisipasi dengan baik oleh Agus Murod .

Sementara itu, tuan rumah yang didukung penuh oleh kedua suporternya Snex dan Panser Biru mencoba memberi tekanan kepada Deltras. Gaston Castano, Onambele Basile belum mampu membuahkan hasil .
Bahkan, lima menit sebelum turun minum, pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah memasukan Salomon Bergondo, tetapi masih belum memberikan efek positif .

Di babak kedua, PSIS langsung berinisiatif menyerang pertahanan The Lobster . Alhasil, PSIS mendapat hadiah pinalti dari wasit di menit ke-60 . Wasit menganggap, bola menyentuh pemain belakang Deltras, Dwi Joko Prihatin .

Gaston Castano yang menjadi eksekutor, mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, 1-0 Mahesa Jenar unggul . Namun, sampai peluit panjang ditiup wasit, kemenangan tipis untuk tuan rumah tidak berubah .(bid)

Thursday, October 16, 2014

Deltras Melempem Saat Pakai Pelatih Asing

Abdul Rahman : Belum mampu mengangkat Deltras

DELTACYBER - Selama keikut sertanya The Lobster dalam kompetisi Indonesia Super League yang pernah dijalani, tim asal kota udang ini tercatat pernah memakai jasa pelatih asing . Namun, menggunakan jasa pelatih kepala asing, tidak selamanya membuahkan hasil yang memuaskan .

Deltras pernah mengontrak pelatih asal negeri jiran Malaysia pada kompetisi Indonesia Super League perdana musim 2008-2009, yakni Abdul Rahman Ibrahim . Dan saat Indonesia Super League 2011-2012, Deltras mempercayakan armadanya kepada Jorg Peter Steinebrunner asal Jerman dan assiten pelatihnya Robert Scully asal Malaysia .

Abdul Rahman Ibrahim ( Indonesia Super League 2008-2009 )
Setelah mampu menembus babak 8 besar untuk pertama kalinya pada Divisi Utama tahun 2007, pada gelaran Indonesia Super League perdana 2008 . The Lobster mencoba berbenah kembali, setelah beberapa pemain kuncinya hengkang dan pelatih yang membawa Deltras melejit Jaya Hartono. The Lobster akhirnya mengontrak pelatih asal Malaysia, yakni Abdul Rahman Ibrahim .

Di musim 2005 Liga Super Malaysia, Abdul Rahman bahkan mampu membawa Perlis FC menjuarai Liga Super dan  Piala Sultan Haji Ahmad, dan membantu Perlis FC juara di Piala Malaysia 2006 . Prestasi yang cukup mentereng di Malaysia, mencoba ia tularkan di Deltras. Namun, pelatih yang pernah menukangi Selangor ini tidak mampu mengangkat Deltras .

Bisa dibilang pemain pas-pasan saat Abdul Rahman menukangi The Lobster, pemain asing yang ada seperti Christian Rene Martinez, Junior, Carlos Bergottini, serta Roberto Acosta belum mampu memperbaiki performa The Lobster di putaran 1 liga . Di akhir putaran 1, Abdul Rahman didepak, dan digantikan dengan M.Zein Alhadad di putaran kedua .

Jorg Peter : Mengundurkan Diri di Putaran 1 ISL 2011

Jorg Peter Steinebrunner ( Indonesia Super League 2011-2012 )
Indonesia Super League musim 2011-2012 menjadi pembelanjaan besar-besaran manajemen Deltras pada waktu itu, bahkan tim pelatihnya pun asing .Pelatih kepala maupun assiten pelatihnya, ya Jorg Peter Steinebrunner yang berkebangsaan Jerman serta assitennya Robert Scully asal Malaysia . Pelatih yang juga cukup moncer saat menukangi beberapa tim di Liga Singapura dan pernah melatih tim IPL Medan Chief .

Namun, saat menukangi Deltras, rentetan hasil negativ yang didapat dan terpuruknya The Lobster di zona Degradasi putaran pertama, membuat Deltamania geram akan performa buruk tim pujaannya . Sempat tetap dipercaya membawa armada Deltras di putaran kedua, puncaknya saat laga perdana putaran kedua melawan Sriwijaya Fc .

Deltras harus kalah di kandang sendiri. Jorg pun mengundurkan diri secara resmi dan Assitennya Robert Scully juga ikut angkat kaki . Blitz Tarigan pun didapuk sebagai pengganti Jorg pada putaran ke-2 saat itu .

Duo pelatih asing tersebut, sama - sama menorehkan hasil negativ saat menukangi The Lobster , dan harus rela melepas jabatannya di putaran pertama kompetisi . Tentu, The Lobster harus lebih selektif dalam pemilihan pelatih bahkan sekaliber pelatih asing sekalipun . Bahkan, saat dilatih pelatih asingpun di kompetisi yang dijalani Deltras, tim merah-merah ini harus menelan pil pahit Degradasi ke kasta kedua, baik saat ISL 2008 serta ISL 2001 .(bid)

Wednesday, October 15, 2014

Sejarah Deltras Hari Ini, 16 Oktober

Saling Jegal : Dzumafo (kiri) dengan bek Deltras, Bejo Sugiantoro (kanan)
DELTACYBER - Indonesia Super League 2010/2011 memang menjadi musim yang superior bagi The Lobster di laga kandang serta permainan yang cukup menghibur dari skill trio brazil yang dimiliki Deltras saat itu, yakni Danilo Fernando, Marcio Souza, serta Christiano Lopez .

Superior di laga kandang, namun sebaliknya tim yang dimanajeri Ayu Sartika ini seakan melempen saat bertamu ke kandang lawan . Seperti, saat Deltras menjamu Asykar Bertuah julukan Psps Pekanbaru (16/10/2010) di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai.

Bermain di terik matahari yang cukup menyengat sore itu, Psps Pekanbaru yang pada saat itu masih mengandalkan legiun asingnya yakni Striker Herman Dzumafo bermain menyerang . Sementara itu, Bejo Sugiantoro dkk harus dipaksa bertahan .

Baru 15 menit laga berjalan, tim tuan rumah mendapat pinalti dari wasit . Herman Dzumafo mampu memperdaya kiper The Lobster pada laga tersebut Yanuar Firnanda. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Psps Pekanbaru .

Di babak kedua, The Lobster menciptakan beberapa peluang dari kaki striker asal Brazil Marcio Souza, namun belum ada yang membuahkan gol . Hanya saja, masih belum berpihak kepada tim asal kota udang tersebut . Marcio Souza juga mendapat kartu kuning ketika melanggar keras pemain tuan rumah .

Sampai peluit panjang, skor tidak berubah . Psps Pekanbaru hanya menang tipis dari tamunya Deltras Sidoarjo melalui tembakan 12 pas Herman Dzumafo Epandi .(bid)


Psps Pekanbaru vs Deltras Sidoarjo, Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai (16/10/2010)

Saturday, October 11, 2014

Achmad Setiawan : Ambil Cuti Kuliah, Untuk Bermain Di Deltras

Achmad Setiawan : Terpaksa ambil cuti kuliah

DELTACYBER - Pemain sepakbola jaman sekarang bukan hanya mengasah karir olahraganya saja di lapangan, namun perlu juga menempuh pendidikan guna masa depannya . Banyak pemain sepakbola yang juga harus membagi waktu antara bermain di lapangan hijau dengan sekolah atau bahkan kuliah .

Seperti halnya Achmad Setiawan, pemain muda The Lobster ini rela harus mengambil cuti kuliah guna lebih fokus di karir sepakbolanya . Ucup sapaan akrab Achmad Setiawan kuliah di salah satu Universitas Swasta yang ada di Kota Surabaya yakni UNITOMO ( Universitas Dr.Soetomo).

Achmad Setiawan mengambil Fakultas Ekonomi dan saat ini sudah memasuki semester akhir. Saat disinggung, kenapa harus mengambil cuti dan tidak memilih Dispensasi agar sepakbola dan kuliah sama-sama jalan, Ucup membebarkan alasannya .

" Saya ambil cuti kuliah kemarin, kalau semester akhir seperti ini banyak seminar-seminar saja, dan kalau Dispensasi nanti lebih rumit lagi ," Ungkap ucup .

Saat libur panjang kompetisi sekarang, pemain yang rumahnya daerah Wage, Sidoarjo ini mengisinya dengan latihan bersama 81 Fc atau latihan di kampungnya sendiri .
Pemain yang juga pernah bermain di Deltras U-19 ini, tentu ingin menyelesaikan kuliahnya dan bisa kembali fokus di karir sepakbola.

" Ya, semoga tahun depan kalau tidak ada halangan bisa selesai kuliahnya ," Imbuhnya .

Memang, skuad The Lobster musim kemarin diisi rata-rata pemain muda yang juga sedang menempuh kuliah. Bukan hanya Achmad Setiawan, seperti Rony Rosyadi dan Ismail Haris yang juga sedang menyelesaikan kuliahnya . (bid)