Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Sunday, January 26, 2014

PT.Liga Indonesia Gelar Workshop di Sidoarjo


PT Liga Indonesia menggelar Workshop 2014 bagi Match Commissioner dan Local Organizing Committee di Hotel Sun, Sidoarjo, 24-25 Januari 2014. Acara ini digelar LIGA sebagai persiapan penting jelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League 2014 mulai 1 Februari mendatang.
Peserta workshop ini adalah Match Commissioner, serta Ketua LOC dan Local General Coordinator dari 22 klub peserta ISL 2014. Materi yang dibahas adalah penjelasan draf regulasi dan manual ISL 2014, Match Organization, Media Operation, sistem laporan pertandingan yang baru, Marketing dan perwasitan.
Corporate Secretary PT Liga Indonesia, Tigorshalom Boboy, membuka secara resmi workshop tersebut pada Jumat (24/1) siang. Ia mewakili CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, yang berhalangan hadir.
Tak hanya membuka acara, Tigor juga menjadi pemberi materi pertama dalam sesi Regulasi ISL 2014. Di hadapan para peserta, Tigor menyampaikan beberapa perubahan dalam regulasi ISLdari musim sebelumnya.
“Sangat penting bagi Match Commissioner dan LOC untuk mengetahui secara pasti isi dari regulasi ISL 2014. Karena regulasi ini menjadi pegangan legal mereka saat kompetisi berlangsung. Apalagi banyak hal baru dalam regulasi ISL 2014, di antaranya mengenai sanksi denda atas pelanggaran terhadap pasal dala regulasi,” kata Tigor.
Antusiasme tinggi juga diperlihatkan oleh para peserta. Tidak hanya menyimak pemaparan yang diberikan, mereka juga aktif terlibat dalam diskusi, baik itu sekedar memberikan saran dan masukan, serta bertanya mengenai  hal yang perlu konfirmasi dari LIGA.
“Banyak juga masukan dan saran, bahkan meminta ketegasan dari LIGA atas beberapa kasus yang terjadi di ISL. Kami memandang itu sangat positif sebagai masukan berharga untuk LIGA selaku operator kompetisi,” ujar Tigor.
Sesi selanjutnya pada hari pertama workshop adalah Match Organization, yang disampaikan oleh Somad Local General Coordinator PT Liga Indonesia & PSSI. Dalam pemaparannya, Somad, menjelaskan peran penting dari Local General Coordinator, dalam mengkoordinir seluruh hal teknis mengenai penyelenggaraan pertandingan, hingga detail tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan.
Setelah break makan malam, sesi selanjutnya adalah mengenai Media Operation. Materi tersebut disampaikan oleh Asep Saputra, Local Media Officer PT Liga Indonesia & PSSI. Kendati tidak mengundang secara khusus Local Media Officer klub ISL, penyampaian mengenai media operation ini dianggap penting pula diketahui oleh Match Commissioner, ketua LOC dan LGC.
“Dalam prakteknya, Local Media Officer, Match Commissioner dan Local General Coordinator, harus selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dalam penyelenggaraan pertandingan. Apalagi, banyak hal baru dalam regulasi ISL 2014, khususnya terkait media. Banyak hal yang bisa berakibat jatuhnya sanksi denda, bila gagal dijalankan oleh klub, seperti tidak menggelar Press Conference, ataupun pelatih tidak hadir di Press Conference,” kata Asep Saputra.
Sesi terakhir pada Workshop hari pertama, adalah mengenai sistem pelaporan pertandingan oleh Match Commissioner.  Manajer Administrasi Kompetisi PT Liga Indonesia, Darwis Satmoko, beserta Idam Yamin, Staff Komunikasi & IT PT Liga Indonesia, menjelaskan kepada para Match Commissioner mengenai sistem pelaporan yang baru tersebut.
“Ini menjadi perhatian serius dari kami, utamanya soal ketepatan dan kecepatan laporan pertandingan oleh Match Commissioner. Setelah melakukan evaluasi pada musim sebelumnya, LIGA mencatat beberapa hal minor dalam pelaporan pertandingan tersebut, sehingga harus diperbaiki di musim 2014. Dengan adanya sistem dan formulir laporan pertandingan yang baru ini, kami harapkan kinerja Match Commissioner bisa lebih baik, lebih cepat dan lebih akurat,” ungkap Darwis Satmoko.
Sama halnya dengan perangkat pertandingan, Darwis menjelaskan, LIGA juga akan menerapkan sistem promosi-degradasi Match Commissioner di ISL 2014 bila  terlalu banyak kesalahan.

Beberapa Hasil Rapat Exco PSSI 2014


Jelang Kongres Tahunan 2014, PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) terlebih dahulu diHotel Sangri-La, Surabaya, Sabtu (25/1) sore. Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, Wakil Ketua Umum La Nyalla Mattalitti, serta anggota exco seperti Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Tony Aprilani, Hardi Hasan, Zulfadli, Djamal Aziz, La Siya, dan Sekjen Joko Driyono.
Usai rapat Exco, Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan beberapa hasil keputusan rapat tersebut.  "Pelatih Timnas Indonesia U-23 dipegang oleh Aji Santoso dia dibantu Mustaqim dan Muhammad Zein Alhadad sebagai Asisten Pelatih. Usai menunjuk mereka, kita akan koordinasi lanjutan dengan KOI, KONI, dan Menpora.
PSSI akan proaktif dengan mengirim surat hari Senin besok kepada mereka. Alasan kami memilih mereka karena BTN punya analisis dengan berbagai pertimbangan dan kriteria tertentu. Lalu, kami melihat Aji sudah pengalaman serta ada dalam tim sejak SEA Games lalu apalagi skuad ini juga tak banyak berubah nanti di Asian Games. Selain itu kami berharap Aji membawa Timnas U-23 lebih berprestasi,"kata Joko. 
Joko juga membeberkan bahwa PSSI menyatakan BLAI (Badan Liga Amatir Indonesia) dan  BFN (Badan Futsal Nasional) berhenti alias bubar. 
"Fungsi Badan Liga Amatir akan diambil alih oleh Departemen Khusus Kompetisi yang akan mengelola kompetisi Amatir dan Kelompok Umur,” ujar Joko.
Sedangkan Badan Futsal, ada tiga fungsi, seperti kursus-kursus dan pembinaan akan masuk dalam ranah Departemen Centro Excellentnya (pusat pengembangan) PSSI. Kompetisi amatir mereka akan ditangani Departemen Kompetisi tetapi Timnasnya tetap dipegang BTN.
“ PSSI juga setuju membuat badan otonom atau perusahaan yang akan dikaji layaknya PT Liga yang nantinya fokus mengelola Liga Futsal Nasional," tambah pria yang juga CEO PT Liga Indonesia ini.
Selain itu, Joko mengungkapkan bahwa ada keputusan penting akan disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin dalam Kongres besok yakni PSSI akan  membantu korban bencana nasional Sinabung dan Manado dalam hal  penggalangan dana.
"Dan PSSI juga menerima surat permohonan dari Persibo yang berkeinginan menjadi anggota PSSI lagi. Apalagi kita tahu mereka soal perkara di CAS sudah dicabut. Posisi PSSI menerima laporan itu, apalagi dengan  kembali aktif di sepakbola nasional diterima dengan baik di Forum Exco. Meski ada proses administrasinya, Exco memutuskan soal Persibo tidak dibawa dalam Kongres besok. Dan bisa aja ikut kompetisi sebagai calon anggota baru yang akan disahkan pada Kongres berikutnya,"pungkasnya.
Sementara persoalan mengenai PSMS dan Perseman akan selesai sebelum kompetisi dimulai, khususnya Divisi Utama.