Jumat, 09 Januari 2015

Dua Kali Bawa Lolos Ke Kasta Tertinggi

Fachrudin

APRESIASI layak diberikan kepada Fachrudin. Dia dua kali mampu membawa tim yang dibelanya menembus kompetisi elite di pentas sepak bola Indonesia. Dia melakukannya saat berkostum PSIS Semarang pada musim 2000-2001 dan Deltras Sidoarjo pada 2009.

 Bedanya, di Mahesa Jenar, julukan PSIS, dia mengangkat ke Divisi Utama. Sedang bersama Deltras, The Lobster, julukan Deltras, dibawanya ke Indonesia Super League (ISL)
 ‘’Hanya dua kali. Tapi, itu sudah menjadi kebanggan tersendiri,’’ kata Fachrudin.
 Apalagi, dia melakukannya di awal dan akhir karirnya di lapangan hijau. Lelaki asal Surabaya, Jawa Timur, tersebut saat ini sudah gantung sepatu dan lebih memilih menekuni karir sebagai pelatih.

 ‘’Sebenarnya, usai promosi ke ISL, saya dapat tawaran dari Bos Vigit (Waluyo) untuk kembali bermain di Deltras,’’ ucap Fachrudin.
 Hanya, dia menolaknya. Alasannya, konsentrasinya sudah bukan lagi sepak pesepak bola.
 ‘’Saya sudah mulai belajar jadi pelatih. Usia juga sudah tak muda lagi,’’ ungkap lelaki kelahiran 1976 tersebut.

 Selama karirnya, Fachrudin sudah berpetualang dari satu klub ke klub yang lain. Setelah dari PSIS Semarang, bapak dua anak tersebut memperkuat Mitra Kutai Kartanegara (Kukar), Persid Jember, Persegi Gianyar.

 ‘’Setelah itu, saya sempat kembali ke PSIS. Nah, dari PSIS pada 2008, saya membela Persebaya Surabaya,’’ ucap Fachrudin.

 Selama di Green Force, julukan Persebaya, dia ditangani oleh pelatih yang ikut membentuk karakternya, Freddy Mulli. Dia pernah bersama Freddy di Persid dan Persegi.
 Meski masih termasuk pelatih muda, Fachrudin sudah kenyang menangani tim. Bahkan, dia bisa menjadi asisten pelatih klub Divisi Utama, Mojokerto Putra.

 Pilihannya untuk menjadi arsitek tim membuat Fachrudin pun bertekad untuk selalu menambah ilmunya. Lisensi internasional, AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), menjadi idamannya yang selalu ingin dicapai. (*)

0 komentar:

Posting Komentar