Selasa, 17 Maret 2015

Mat Halil : Ingin Optimal dalam Latihan dan Pertandingan


SIAPA tak kenal Mat Halil. Dia merupakan salah satu pemain yang masuk kategori legenda tim besar Persebaya Surabaya.

Kecintaannya kepada tim kampung halamannya membuat lelaki 36 tahun tersebut selalu menolak berpindah ke klub. Padahal, ketika itu Halil berada di puncak karir.

Sayang, keinginannya membela Green Force, julukan Persebaya, hingga pensiun urung terlaksana. Perpecahan di klub tersebut membuat dia terpental.

Untuk kali pertama, pada musim 2014, Halil membela klub di luar Persebaya. Tim tetangga, Persida Sidoarjo, menjadi tujuan pelabuan karir. Bersama mantan rekan-rekannya dulu di Persebaya seperti Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, Nurul Huda, dan Sutaji, dia mampu mempertahankan posisi Laskar Jenggolo, julukan Persida, tetap bertahan di Divisi Utama.

Kini, dia pun datang lagi ke Sidoarjo. Hanya, Halil bukan datang untuk membela Persida lagi.

Bapak dua anak ini akan merumput bersama The Lobster, julukan Deltras. Apa keputusan yang membuatnya bakal membela tim tersebut. Padahal, kini, Deltras harus bertarung di level Liga Nusantara, level terendah di kancah sepak bola Indonesia.Berikut petikan wawancara dengan Halil.

Apa yang membuat Anda bisa ke Deltras?
-Deal sih belum. Jadi, saya belum 100 persen pemain Deltras. Tapi, saya memang tertarik ingin membela Deltras karena tim ini memang serius menghubungi saya.

Siapa yang kali pertama menghubungi Anda?
-Muzaky (asisten pelatih). Dia menghubungi saya untuk datang dalam latihan Deltras. Itu sudah jauh-jauh hari sebelum saya latihan Senin ini (16/3).

Mengapa Halil tak langsung datang? Pikir-pikir dulu?
-Bukan. Saya minta waktu waktu untuk memulihkan kondisi setelah sakit. Saya ingin memberikan kemampuan optimal kepada Deltras dalam latihan maupun pertandingan.

Anda menolak beberapa tim Divisi Utama. Tapi sekarang malah tertarik tawaran main di Liga Nusantara?

-Saya ingin dekat keluarga. Setiap hari bertemu keluarga menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Jarak rumah di Surabaya dengan latihan Deltras bisa dijangkau setiap hari pulang-pergi. Beda dengan tim-tim yang mau merekrut saya. Bisa-bisa saya bisa bertemu keluarga seminggu sekali atau maksimal dua kali. Sebuah hal yang belum pernah saya rasakan. (*)

0 komentar:

Posting Komentar