Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Monday, June 29, 2015

Komunitas Serta Korcam Deltamania, Agendakan Bagi Takjil Gratis

Tahun Lalu : Bagi Takjil Gratis Deltamania

DELTACYBER - Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Bulan berbagi antar sesama. Untuk menyambut bulan puasa tahun ini, kembali. Suporter setia The Lobster yakni Deltamania kembali mengagendakan kegiatan positif dalam rangka mengisi kegiatan di bulan yang suci ini.

Berbagi takjil gratis untuk para pengendara bermotor akan menjadi agenda kegiatan untuk teman-teman Komunitas atau Korcam (Kordinasi Kecamatan).

Untuk agenda dari Deltamania Pusat sendiri masih belum ada kordinasi atau rapat untuk menggelarnya. Namun, dari teman-teman Komunitas dan Korcam sudah membahas rapat bagi anggotanya untuk mengadakan acara bagi-bagi takjil.

Seperti Komunitas DeltaCyber, sudah menjadwalkan acara bagi takjil tahun ini akan digelar pada hari sabtu esok (05/06) di sekitaran kecamatan Buduran.
"Ya, kami akan berbagi takjil gratis tanggal 5 besok. Kali ini tempatnya di dekat tol buduran ," Ujar Agustina, salah seorang kordinasi.

Beda dengan DeltaCyber, kordinasi kecamatan Candi, juga sudah melakukan rapat guna membahas kapan dan dimana mengadakan kegiatan tersebut.

"Teman-teman Deltamania Candi rencananya baru mulai hari minggu besok, tanggal (12/06), tempatnya seperti biasa di daerah Candi Kairo ," Ungkap Fadli, anggota Deltamania Candi.

Selain DeltaCyber dan Deltamania Candi, beberapa korcam lain seperti Deltamania Porong dan Deltamania Sukodono juga akan membahas pembagian takjil gratis di daerah mereka masing-masing. (bid)

Thursday, June 25, 2015

Jago di Lapangan Bola, Pintar Masak Kepiting


Muhammad Fakhrudin sering membela klub-klub besar di Indonesia. Gelar juara pun sudah pernah disandangnya. Tapi, mengapa dia banting setir berdagang kepiting?
--
SEBUAH mobil Jazz berhenti di depan SPBU Jati, Sidoarjo, yang sudah tutup pada Selasa siang (23/6/2015). Namun, mobil itu bukan lagi kehabisan bensin ataupun mogok.

Mobil sport keluaran 2007 itu berhenti karena berjualan kepiting. Di dalam bagasi pun terdapat etalase yang berisi kepiting yang sudah di masak.

''Awal jualan, saya memakai sistem online. Mengantarkan ke pembeli memakai mobil jazz ini, Sehingga orang pun mengenalnya dengan kepiting jazz,'' kata Muhammad Fakhrudin, sang penjual.

Bisnis berjualan kepiting ini, terangnya, baru ditekuni pada Oktober 2014 atau belum genap setahun. Ya, Fakhrudin si pedagang kepiting ini merupakan salah satu pesepak bola tersohor di Indonesia. Klub-klub papan atas itu kebanyakan berlaga di ajang kasta tertinggi sepak bola di tanah air, Indonesia Super League (ISL) pernah dibelanya.

Bahkan, Persisam Samarinda (Kalimantan Timur) dan Arema, Malang, pernah dibawanya menjadi juara. Pesut Mahakam, juara Divisi Utama pada 2008/2009 dan Singo Edan, jululan Arema, meraih trofi ISL semusim kemudian.

Fakhrudin : Saat membela Deltras di ISL 2011

''Saya melihat sepak bola Indonesia kondisinya parah. Gaji belum dibayar hingga permainan kotor,'' ujar lelaki 33 tahun tersebut.

Dia pun ingin mencari rezeki yang istiqomah. Nah, berdagang kepiting menjadi pilihan.

''Di lingkungan saya kan banyak peternak kepiting. Saya pun tertarik mencoba,'' jelas Fakhrudin yang tinggal di Kedungpeluk, Sidoarjo, daerah yang banyak tambak dan peternak udang.

Dia pun memulainya dengan menyuruh istri belajar memasak kepiting di salah satu saudaranya. Awalnya, kepiting yang dijualnya merupakan hasil masakan sang istri.

''Namun, sekarang, saya yang memasak semua. Alhamdulillah, para pembeli sudah banyak yang jadi pelanggan,'' ujar Fakhrudin.
Kepiting telor menjadi pilihannya karena rasanya beda dengan kepiting biasa.

Saat ini, Kepiting Jazz-nya mempunyai dua outlet. Selain di depan SPBU Jati, satunya di depan Timbangan Truk di kawasan Candi, yang masih masuk wilayah Sidoarjo. Selain dengan mobil jazz, kepiting hasil olahannya dijual dengan memakai sepeda motor yang sudah dimodifikasi.

''Namun, saat ini, saya hanya jualan di Jati. Rekan saya lagi ada acara di kampungnya,'' terang Fakhrudin.

Setiap hari, bapak tiga anak itu bisa menjual hingga 30 kemasan kepiting. Di kemasan itu ada yang berisi satu tapi ada juga yang lebih.

Harganya pun bervariasi mulai Rp 50.000 hingga 100.000.

''Semuanya masakan asam manis karena pembeli lebih suka,'' ungkap Fakhrudin.

Dia berharap kuliner yang ditekuninya bisa berkembang. Meski, dia harus berbagai waktu dengan sepak bola.

Fakhrudin (kanan) Saat selebrasi Goyang Gergaji

Terakhir, Fakhrudin masih tercatat sebagai pesepak bola di Persiku Kudus, Jawa Tengah. Dia bermain di ajang Liga Nusantara, kompetisi level terendah di kompetisi sepak bola Indonesia.

''Selain itu, saya juga menangani tim sepak bola di kampung. Namanya Cakra Buana,'' ujar lelaki yang sudah melanglang nusantara mulai dari Persijap Jepara, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, Putra Samarinda, Arema Malang, hingga Sriwijaya FC Palembang itu.

Di tangannya, Cakra Buana musim ini mampu menjadi juara kelas II sekaligus naik level ke Kelas I. Hasil ini,terangnya, cukup diluar dugaan.

''Baru dua musim kami ikut. Musim sebelumnya, Cakra Buana hanya di papan tengah sehingga musim 2004/2015, targetnya papan atas saja,'' ucap Fakhrudin.

Ke depan, dia berharap bisa terus membagi waktu antara sepak bola dan bisnis kepitingnya bisa berjalan beriringan. (*)

sumber - www.pinggirlapangan.com

Tuesday, June 16, 2015

Statistik, Super Uston

Super Uston : Kapten Deltras

DELTACYBER - Uston Nawawi memang sudah menginjak usia 38 tahun di bulan September mendatang. Dengan usia yang hampir kepala empat tersebut, performa mantan pemain Psps Pekanbaru itu di lapangan juga tak secermelang 10 tahun lalu, saat ia masih menjadi andalan bagi Persebaya Surabaya atau Psps Pekanbaru.

Namun, di usianya saat ini, Uston masih membuktikan bahwa ia masih layak di atas lapangan. Menjadi kapten The Lobster untuk mengarungi Liga Nusantara 2015 diembannya. Bahkan bersama kawannya seperti Mat Halil dan Jefry Dwi Hadi yang menjadi pemain senior di skuad Deltras, mereka bahu membahu untuk bisa target lolos kembali ke Divisi Utama musim depan.

Statistik menunjukkan, Uston Nawawi sudah mencetak lima gol dan 2 kali assist yang berbuah menjadi gol di laga Uji Coba Deltras 16 Mei - 11 Juni 2015. Agenda uji tanding The Lobster melawan tim-tim Internal Sidoarjo sendiri menjadi agenda rutin bagi Moch.Choiron dkk.

Di laga melawan tim Porprov Sidoarjo (16/05) bermain di Lapangan BCF, Uston bahkan mencetak satu gol yang menyelamatkan Deltras dari kekalahan atas Porprov. Dan laga berkesudahan dengan skor imbang 1-1.

Pemain kelahiran 06 September 1977 tersebut, menjadi leader bagi The Lobster. Namun, usia yang tak lagi muda, membuat Uston selalu kehabisan tenaga saat memasuki babak kedua. Sepuluh atau lima belas menit babak kedua baru berjalan, coach Harmadi selalu menariknya keluar.

Meskipun begitu, penampilan Uston bersama Deltras di laga-laga uji coba menjadi peran fital bagi tim. Lini tengah ia komandoi guna mengalirkan bola ke para bomber-bomber Deltras. Di lini tengah, Uston dibantu oleh gelandang lincah Moch.Choiron yang beroperasi di sisi sayap, Rony Rosyadi, Jefry Dwi Hadi di gelandang bertahan.
Kehadiran Uston memang menjadi pelecut sendiri bagi tim, dan ia mampu memompa semangat kepada para pemain muda Deltras lainnya. (bid)

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Statistik, Deltras Di Laga Uji Coba 16 Mei - 11 Juni 2015


DELTACYBER - Skuad Deltras masih terlalu tangguh bagi tim-tim Internal Sidoarjo, dalam beberapa kali agenda uji coba yang digelar Deltras 16 Mei - 11 Juni 2015. Uji Coba yang kebanyakan digelar blusukan lapangan, alias The Lobster harus menjajal kekuatan lawan di lapangan desa.

Tim asuhan pelatih Harmadi itu, total menyarangkan 27 gol ke gawang lawan dan hanya kebobolan 3 gol saja. Striker muda The Lobster yakni Akhmad Hamdan sementara ini menjadi pencetak gol terbanyak dengan 8 gol. Adik kandung dari Sugiarto itu, bahkan menorehkan hattrick saat Deltras menjajal tim internal Kesambi FC (09/06), Deltras di laga itu menang telak dengan skor 6-0.

Selain Hamdan yang mencetak tiga gol dalam satu laga. Striker lainnya yakni Wimba Sutan Fenosa juga menyarangkan tiga gol saat Deltras menjamu Merpati FC (06/06), juga Deltras unggul telak 6-0.

Assist yang berhasil berbuah menjadi gol, juga diberikan oleh Ahmad Setiawan serta Abah Halil sapaan akrab Mat Halil. Meskipun mereka berdua berposisi sebagai wingback, namun mereka sering overlap guna membantu serangan.

Sementara itu, pemain lawas macam Bahrudin mencetak satu gol saat melawan Kesambi FC (09/06) lewat tendangan 12 pas. Bahrudin sendiri beberapa kali diturunkan oleh coach Harmadi walau dari bangku cadangan. Seperti diketahui, Bahrudin mengalami cedera panjang kurang lebih satu tahun. Saat ini ia, kembali merumput dan mencoba pulihkan skillnya, meskipun sedikit trauma dan menghindari benturan-benturan dengan lawan.

Laga-laga uji coba memang menjadi pertandingan rutin bagi skuad The Lobster saat ini. Mengingat kompetisi Liga yang tidak jelas kapan dimulai dan juga untuk menjaga kondisi fisik pemain serta kekompakan tim,  walau uji tanding dengan tim-tim internal Sidoarjo sendiri. Apalagi kebanyakan tim Divisi Utama atau Liga Nusantara bahkan ISL sudah banyak yang membubarkan timnya, terkait ketidakjelasan Liga Indonesia. (bid)


Berbahaya : Hamdan Sudah Mengemas 8 Gol
Bantu Serangan : Ahmad Setiawan

Monday, June 15, 2015

On This Day 16 Juni 2011, Deltras Kalah Tipis Atas SFC


DELTACYBER - Melawat ke Stadion Jakabaring Palembang (16/06/11) menghadapi sang tuan rumah Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC menjadi lawatan yang berat bagi Anang Ma'ruf dkk dalam lanjutan Indonesia Super League 2010/11.

Deltras harus mengakui keunggulan tuan rumah, dengan skor tipis 1-0 lewat gol semata wayang Sriwijaya FC yang diciptakan Thierry Gathusi.

Bermain di depan pendukungnya sendiri, babak pertama menjadi milik tuan rumah. Tim asuhan Ivan Kolev itu terus menyerang melalui striker-striker mereka Keith Kayamba Gumbs, Budi Sudarsono, M.Ridwan dan gelandang gaek macam Ponaryo Astaman.

Sementara lini belakang Deltras yang dijaga bek kawakan Bejo Sugiantoro, Dodok Anang, Mujib Ridwan dan kiper Usman Pribadi masih bisa menghalau serangan yang dibangun tuan rumah. Namun, sampai turun minum skor kacamata 0-0 bertahan.

Di babak kedua, Keith Kayamba Gumbs dkk mencoba bermain tenang. Oktavianus Maniani masuk menggantikan Ponaryo Astaman, untuk menambah ketajaman serangan SFC.
Menit ke-61 akhirnya gawang Deltras benar-benar jebol. Memanfaatkan umpan Supardi, sundulan Thierry Gathusi merobek jala Deltras yang dikawal Usman Pribadi. SFC unggul 1-0.

Peluang emas kembali didapat SFC, sundulan Gumbs memanfaatkan umpan silang Firman Utinas nyaris saja kembali menjebol gawang Deltras, sayang sundulannya masih menyamping tipis.
Hingga peluit akhir dibunyikan wasit, kemenangan tipis 1-0 Sriwijaya FC atas Deltras bertahan hingga laga usai.

Dengan raihan tiga poin pada waktu itu, Sriwijaya FC berada di posisi ke-5 klasmen sementara ISL dengan 45 poin. Dan The Lobster berada di peringkat 12 dengan 29 poin dari 27 laga yang sudah dijalani. (bid)

Susunan Pemain =
Sriwijaya FC (4-4-2): Ferry Rotinsulu, Achmad Jufrianto, Claudio Alves Dos Santos, Thierry Gathussi, Supardi, Mahyadi Panggabean, Ponaryo Astaman (Oktovianus Maniani 58'), Jun-sik Im, Muhammad Ridwan, Budi Sudarsono (Firman Utina 77'), Keith Kayamba Gumbs


Deltras Sidoarjo (4-4-2): Usman Pribadi, Dodok Anang, Bejo Sugiantoro, Mujib Ridwan, I Made Astawa (Park Chang-yong, 76'), Khoirul Mashuda, Feri Aman Saragih (Sugiarto 70'), Anang Ma'ruf, Danilo Fernando, Cristiano Lopes, Marcio Souza (Wahyu Setiyanto 85')

Friday, June 12, 2015

DeltaCyber Rayakan Ultah Ke-5


DELTACYBER - Lima tahun sudah, komunitas Deltamania Cyber atau lebih akrab disebut DeltaCyber terbentuk. Komunitas yang juga menyediakan informasi, berita terupdate, gallery foto seputar tim kebanggaan The Lobster ini menginjak usia lima tahun di tanggal 13 Juni 2015 hari ini.

Bukan hanya update di dunia maya. DeltaCyber juga selalu mendampingi skuad Deltras berlaga, baik kandang maupun tandang. Pada perayaan hari jadinya yang ke lima kali ini, teman-teman DeltaCyber rencananya akan menggelar tasyakuran secera sederhana di salah satu rumah anggotanya. Acara tumpengan dan kumpul-kumpul bersama menjadi agenda sederhana untuk merayakan ulang tahun ke-5.

“Semoga dengan usia ke lima ini, DeltaCyber semakin kompak, kreatif, tetap konsisten dukung Deltras. DeltaCyber bukan sekedar komunitas, tapi saudara ,” Ujar Agustina, selaku humas DeltaCyber.

Ucapan selamat juga disampaikan beberapa punggawa Deltras, seperti Ahmad Setiawan,
“Selamat Ulang Tahun buat DeltaCyber, selalu dukung Deltras saat bangkit maupun terpuruk. Tetap loyal dan kompak ”, Ungkap pemain yang bernomor punggung 17 itu. (bid)

Selain ucapan dari pemain, kawan-kawan suporter lain juga mengucap selamat di sosial media twitter.
Akun : @bonekcasuals "Dirgahayu @Delta_Cyber sukses terus..... #wani "

Akun : @SneX_isme "Selamat ulang tahun dulurd @Delta_Cyber. makin solid dan kreatif."

Akun : @PGK1923 "Hbd Dulur *beer* @deltrassidoarjo: Dirgahayu yang ke-5 kawan kawan @Delta_Cyber . Semoga makin kreatif, solid dan total mendukung DELTRAS."

Akun : @SmeCK_Percut "@Delta_Cyber selamat ulangtahun kakak sidoarjo. Jaya terus darat udara laut.. Semoga kita bisa kembali saling away satu sama lain. :)"

Akun : @deltrassidoarjo "Dirgahayu yang ke-5 kawan kawan @Delta_Cyber . Semoga makin kreatif, solid dan total mendukung DELTRAS. Merah sejati tanpa anarki."

The Lobster Batal Ladeni Bali United


DELTACYBER - Rangkaian pertandingan uji coba terus dicanangkan oleh kubu The Lobster, guna mengisi jeda kompetisi yang masih belum ada kapan kepastian bergulir. Sempat ada wacana Uston Nawawi dkk akan menjajal kekuatan salah satu tim kontestan Indonesia Super League atau QNB League, yakni Bali United. Pada hari Minggu (14/06) Besok.

Namun, kabar tersebut akhirnya batal terlaksana. Bali United sudah terlanjur terbang ke Kota Malang, untuk beruji coba dengan Arema Cronus (14/06) di Std.Kanjuruhan sekaligus Coach Indra Sjafri mengadakan Coaching Clinic (13/06) di Universitas Negeri Malang.

"Agenda uji coba melawan Bali United Batal, Informasi dari pihak Manajemen Deltras batal karena kendala Teknis, "Ungkap Mas Yoyok.

Seperti diketahui, Mat Halil dkk tengah terus mengagendakan beberapa uji coba baik melawan tim Internal Sidoarjo maupun tim-tim lain.

Agenda uji coba melawan salah satu tim internal Sidoarjo yakni Buaya Sakti, besok sabtu (13/06) juga batal. Pasalnya, Kemarin (11/06) Moch.Choiron cs juga sudah uji tanding melawan Sidoarjo All Star alias 81Fc di Stadion Jenggolo, dengan skor akhir sama imbang 1-1. (bid)

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Thursday, June 11, 2015

Sidoarjo All Star Imbangi Deltras 1-1


DELTACYBER - Serangkaian uji coba terus dilakukan Deltras, di tengah carut marutnya kompetisi Liga Indonesia dan bobroknya federasi sepakbola Indonesia. Jadwal uji coba Deltras untuk mengisi waktu para pemain dan menjaga kondisi tim, yang sudah disiapkan matang guna melakoni Liga Nusantara 2015.
Beruji coba dengan tim Sidoarjo All Star atau biasa disebut 81Fc di Stadion Jenggolo, tadi sore (11/06/15), Uston Nawawi cs hanya bermain imbang 1-1.

Tim 81Fc yang diperkuat beberapa pemain senior yang sudah malang melintang di kancah Liga Indonesia memang menjadi lawan yang sepadan bagi Deltras. Pemain macam Dodok Anang, kiper Ari Kurniawan, Khoirul Mashuda, Arif Arianto, Sugiarto, serta Mujib Ridwan.

Di babak pertama Deltras langsung menekan melalui gelandang lincah Moch.Choiron serta gelandang gaek Uston Nawawi. Namun, gol pembuka baru tercipta menit ke-20. Penetrasi Mat Halil di sektor kiri gawang 81Fc, mengirim umpang silang. Disambut Rony Rosyadi yang lolos dari pengawalan dua bek lawan, berhasil menjebol gawang Ari Kurniawan. 1-0 Deltras unggul.

Tertinggal 0-1, tim 81Fc mulai berani menekan The Lobster. Menit ke-30 gol 81Fc akhirnya tercipta melalui kaki Arif Ariyanto. Pemain Persela Lamongan ini, mampu lolos dari penjagaan dua bek Deltras yakni Basuki & Mahardhika. Sontekan mantan pemain Persebaya tersebut berhasil menjebol jala Deltras. skor 1-1.

Berhasil disamakan lawan, Mat Halil dkk kembali menyerang. Sejumlah peluang tercipta melalui Moch.Choiron dan Hamdan. Sepakan Hamdan menit ke-44 melebari tipis di sisi kiri gawang 81Fc, serta tendangan Choiron di luar kotak pinalti menit ke-45 masih membentur tiang gawang.

Di babak kedua, Deltras tak mengendurkan serangan. Pergantian pemain dilakukan The Lobster. Faisal Muttaqin, Sutrisno, Dani, masuk menggantikan Rony Rosyadi, Uston Nawawi, dan Mat Halil.

Peluang emas Deltras menit-70 belum bisa menjadi gol. Penetrasi Ahmad Setiawan di sisi kanan 81Fc dan mengirim umpan silang, belum mampu dikonversikan menjadi gol oleh Faisal Muttaqin. Sayang tendangannya masih melebar tipis.

Pergantian pemainpun dilakukan 81Fc, ditariknya beberapa pemain andalan 81Fc juga membuat serangan tim ini tak hidup. Sampai bubaran, skor imbang 1-1 untuk kedua tim bertahan hingga usai. (bid)

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Thursday, June 4, 2015

Tuah Jersey Away Deltras !

Jersey Away Deltras, saat lolos PlayOff Divisi Utama
DELTACYBER - Sebuah tim sepakbola, tentunya tidak lepas dari desain jersey yang dipakai untuk bertanding. Apalagi Jersey saat ini merupakan identitas, kebanggaan, symbol dan sebuah ciri khas bagi tim sepakbola manapun. Jersey juga sudah menjadi produk yang dijual massal bagi fans.

Tim akan memakai Jersey kebanggaannya sesuai dengan desain, kombinasi warna serta beberapa corak yang khas di tiap-tiap musim selalu berbeda. Bila kita lihat di sepakbola daratan Eropa yang sudah menjadi industri sepakbola modern, mereka sangat detail dalam membuat Jersey di tiap musimnya tanpa menghilangkan ciri khas warna tim tersebut.

Seperti Ac Milan yang sudah identik dengan merah hitamnya (Rossoneri), bahkan Herbert Kilpin pernah berucap  “ Warna Kami akan merah, seperti setan dan Hitam, yang menebar ketakutan pada lawan-lawan kami”, atau Los Blancos julukan Real Madrid dengan bangganya tetap berwarna putih, di Liverpool juga selalu memakai Jersey merah di Jersey Homenya.

Kembali ke Kota Sidoarjo. Sejak The Lobster bermarkas di Kota Udang ini, tim yang saat ini mentas di Liga Nusantara alias Divisi 1 tersebut, identik dengan warna kebesarannya merah.
Memang, Deltras yang sudah kenyang berkompetisi di Ligina baik Divisi Utama dan Indonesia Super League memakai Jersey home / kandang bermotif merah lorek-lorek putih, serta kostum awaynya memakai warna hijau lorek-lorek putih.

Musim Ligina 2005
Khas Jersey Away : Hijau Putih
Bahkan, seorang kolektor Jersey atau bahkan pengamat Jersey Ligina yakni Og Humaira, berkomentar juga tentang Jersey Deltras. "Deltras itu identik dengan Jersey merah lorek-lorek putih di Ligina," Ujarnya.
Jersey tandang Deltras yang khas dengan warna hijau-putihnya, di beberapa musim kemarin saat bermain di Indonesia Super League, juga berganti warna dan desainnya.

Saat Divisi Utama 2009/10, Deltras yang di musim itu mampu promosi ke ISL 2011, tim asuhan Nus Jadera tersebut mengenakan Jersey Home merah kombinasi hitam. Bahkan saat tandang dan memakai Jersey Away, berwarna Putih kombinasi merah serta celana hitam.
Divisi Utama 2009/2010 : Jersey Away Deltras

Di Kompetisi teratas Indonesia Super League musim 2011 juga sama seperti musim sebelumnya. Kostum home Danilo dkk merah-merah dan kostum tandangnya dominan Putih dengan celana serta kaos kaki hitam.
Baru di Indonesia Super League 2012, Jersey Deltras musim ini mendapat beberapa pujian dari Fans, dan pengamat Jersey. Apparel The Lobster saat itu juga apparel dunia yakni Adidas. Serta desain Jersey yang simple menjadi daya tarik tersendiri.
Jersey Tandang Deltras, ISL 2010-2011

Bahkan, manajemen Deltras membuat 2 Jersey away sekaligus. Jersey away pertama berwarna putih-putih, dan yang kedua biru tua.
Baru, di kompetisi Divisi Utama 2013-2014 Deltras yang sudah ter-degradasi ke Divisi Utama, kembali memakai Jersey tandang awaynya yang berwarna hijau-putih.
Dua Jersey Away Deltras di ISL 2011/2012
Jersey Away : DU 2013 & 2015
Tuah Jersey Away Deltras, di laga-laga Penting !
1. Kompetisi Divisi Utama Musim 2006

Bertahan di Divisi Utama 
Deltras yang sudah pasti Degradasi ke Divisi 1 PSSI di musim Ligina tersebut, kembali mendapat asa untuk tampil lagi di Divisi Utama. Setelah Persebaya Surabaya mendapat skorsing PSSI.  Babak playoff yang mempertemukan 4 tim yakni Psps Pekanbaru, Gresik United, Deltras, dan Persegi Gianyar. Laga terakhir melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Angkasa, Lanud Sulaiman, Soreang, Kabupaten Bandung (08/01/06). Walau hanya bermain seri 1-1 dengan Psps, namun, tak menghalangi langka Deltras untuk tetap bertahan di Divisi Utama. Bahkan seusai laga, tim Deltras serta Deltamania yang away ke Bandung merayakan dengan suka cita, yang juga dihadiri sang manajer Saiful Illah.

2. Kompetisi Divisi Utama Musim 2005

Bungkam Persija, Di Kandang Macan
Deltras yang bertandang ke kandang Macan Kemayoran (24/07/05) pada saat itu di Stadion Lebak Bulus. Deltras yang datang away di Jakarta, diprediksi akan kalah oleh tim tuan rumah Persija yang pada musim tersebut dengan skuad yang menjanjikan. Karena tuan rumah memakai jersey Orange, Deltras harus memakai jersey awaynya hijau-putih.
Justru Deltras mampu menang di laga yang sengit tersebut. Deltras unggul tipis 0-1 melalaui gol pemain asal Brazilnya Leandro Braga.

3. Copa Dji Sam Soe 2008/09

Deltras Lolos Semifinal, Singkirkan Persija
Gelaran Copa Dji Sam Soe 2008/09 menjadi pelampiasan The Lobster, setelah bermain buruk dan Degradasi di ISL 2008/09. Bertindak sebagai tim tamu menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang, (02/06/09) Deltras mampu unggul 0-1 di leg 1 melalui gol Junior menit ke-67. Di laga tersebut juga, Deltras mengenakan kostum awaynya yakni hijau kombinasi putih saat menghadapi tuan rumah Macan Kemayoran.

4. Divisi Utama Liga Joss 2009/2010


Dibawah Tekanan : Pemain Deltras Saat Away Ke Bantul

Saat Deltras harus bertandang ke markas Persiba Bantul (26/03/10), tim armada Nus Yadera pada waktu itu berhasil mencuri 1 poin dengan ekstra keras skor 0-0, melalui perlawanan ketat dari tim tuan rumah. Persiba Bantul memang menjadi tim penantang utama, saat Deltras berlaga di Divisi Utama 2009. Bermain di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.Tuan rumah yang juga identik dengan warna merah tetap memakai jersey kebanggaannya merah-merah, sedangkan Deltras harus mengenakan jersey awaynya yakni Putih kombinasi hitam.

Berlaga dengan tekanan yang cukup tinggi dari suporter Persiba Bantul yakni Paserbumi, namun skuad The Lobster masih tetap tenang dan fokus mengamankan poin di laga tandang.

Bahkan Persiba sempat mendapat peluang emas melalui striker andalannya Ezequiel Gonzalez dari titik putih di menit ke-69. Sayang, tendanganya masih melebar dari gawang Deltras yang dikawal Dwi Kuswanto.
Namun, hingga laga usai skor 0-0 bertahan, kedua tim berbagi satu poin.

Monday, June 1, 2015

On This Day 02 Juni 2009, Deltras Bungkam Macan Kemayoran


DELTACYBER - Musim 2008/09 menjadi musim yang buruk bagi Deltras di Indonesia Super League, namun sekaligus menjadi pelampiasan setelah gagal total di Liga, The Lobster justru tampil trengginas di gelaran Copa Dji Sam Soe.

Di babak 8 besar, Danilo Fernando harus bentrok dengan salah satu tim kandidat juara pada waktu itu, yakni Macan Kemayoran julukan Persija Jakarta. Persija yang menjadi tuan rumah dahulu pada leg 1 mencoba memanfaatkan kondisi Deltras yang sedang banyak problem saat itu.

Bermain di Stadion Gajayan Malang (02/06/09), Persija justru takluk oleh Deltras. Tim asuhan M.Zein Alhadad ini berhasil mencuri gol semata wayang melalui Junior. Deltras unggul tipis 0-1 atas Persija.
Di babak pertama, Bambang Pamungkas cs langsung berinisiatif menyerang pertahanan Deltras, yang saat itu dikawal dua bek andalannya yakni Christian Rene Martinez serta pemain muda macam Firdaus Ramadhan dan kiper Syaifudin.

Baru menit ke-14 Persija mendapat peluang dari sang kapten, Bambang Pamungkas. Sayang, tendangan striker Timnas itu masih melebar di sisi kiri gawang Deltras.

Terus di tekan, Deltras hanya bisa mengandalkan serangan balik dari Junior ataupun Danilo Fernando. Menit ke-30 Junior mendapat peluang emas. Berhasil mengecoh kiper Persija, Hendro Kartiko. Sayang, tendangan Junior masih mampu dihalau Leo Saputra yang berdiri di sisi kiri tiang gawang Persija.

Sampai jeda babak pertama, kedua tim masih sama kuat dengan skor imbang sementara 0-0.
Di babak kedua, Macan Kemayoran memasukan striker untuk menambah daya gedor Persija. Aliyudin yang masuk menggantikan Fabio Lopez.

Menit ke-60 Aliyudin mendapat peluang emas. Setelah berhasil mengecoh kiper Syaifudin, tendangan Aliyudin yang mengarah gawang terlalu lemah. Namun, sayang, Christian Rene berhasil mengejar dan menghalau bola.

Terus menekan Deltras, justru Persija kebobolan di menit ke-67. Tandukan Junior mampu menjebol jala Hendro Kartiko, memanfaatkan umpang lambung Rene Martinez.
Setelah tertinggal 0-1, Bambang Pamungkas dkk kembali meningkatkan serangan. Pertahan Deltras yang saat itu bermain disiplin masih mampu menghalau serangan-serangan Persija.

Sampai peluit akhir ditiup wasit, skor 0-1 untuk keunggulan Deltras bertahan. Dengan kemenangan ini, peluang Deltras melaju ke babak semifinal terbuka lebar. Apalagi di leg kedua, Deltras bertindak sebagai tuan rumah dan hanya butuh hasil imbang. (bid)