Minggu, 12 Juli 2015

Mantan Gelandang Deltras Tekuni Bisnis Kerupuk

Chorul Anam : Saat membela Deltras di ajang Copa Dji Sam Soe

Pensiun sepak bola tak membuat Choirul Anam tertarik bergelut kembali dengan si kulit bundar. Dia memilih terjun di bisnis yang belum pernah ditekuni rekan-rekannya terdahulu.

KETUKAN beberapa kali dilakukan ke sebuah rumah di Pondok Jati, Sidoarjo.Tapi, tak lama kemudian, seorang perempuan naik sepeda motor juga berhenti di rumah tersebut.

''Cari siapa?,'' katanya yang ternyata adalah ibu mertua Choirul Anam, sang pemilik rumah.

Tak lama kemudian, seorang lelaki dengan wajah yang masih sayu seperti baru bangun tidur pun keluar. Ya, dia adalah Anam, sapaan karib Choirul Anam.

Saat masuk rumah, terlihat puluhan galon di dekat pintu masuk rumah. Ada yang masih isi air tapi banyak yang sudah kosong.

Di dalam rumahnya hanya ada satu foto yang menunjukkan si empu rumah merupakan pesepak bola. Beda dengan rumah-rumah pesepak bola lain yang di ruang tamunya banyak berjejer foto saat masih aktif di lapangan hijau.

Padahal, karir Anam tak kalah mentereng. Dia malang melintang di level tertinggi sepak bola Indonesia, Indonesia Super League.

''Kecil saya ikut Putra Gelora di Surabaya. Resikonya, saya harus latihan dari Mojosari (Kabupaten Mojokerto) ke Surabaya yang lumayan jauh,'' kenang Anam.

Karirnya mulai mencuat saat membela Jatim di Liga Bogasari. Di tangan Darmaji, kemampuannnya sebagai tukang gedor gawang lawan mulai terasah.

''Saya pun mendapat kesempatan mengikuti seleksi buat Timnas U-15 yang dilaksanakan di Medan. Setelah itu, seleksi diTimnas U-17 dan 19, saya juga dipanggil,'' terang lelaki kelahiran 1986 tersebut.

Dengan usia yang masih muda pula, 2004, Anam sudah menembus klub Persema Malang. Di Kota Pelajar, julukan Malang, dia juga mendapat bapak asuh, Bambang D.H, yang menjabat sebagai Sekda.

''Di Persema, saya bermain selama tujuh musim. Setelah itu, pada 2010, baulah saya keluar dan membela Deltras,'' lanjutnya.

Usai dari Deltras, bapak dua anak itu kembali ke Malang dengan bergabung Arema yang berlaga di ajang Indonesia Premier League, ketika kompetisi sepak bola Indonesia terpecah menjadi dua.

''Setelah itu ke PSIS Semarang yang ditangani Bonggo Pribadi dan ke Persik yang dilatih Agus Yuwono,'' ujarnya.

Nah, Deltras pun menjadi akhir pelabuhan karirnya. Hanya, dia menutupnya dengan kesan yang tak mengenakkan.

''Saya hanya bermain setengah musim. Putaran II, saya sudah diputus manajemen,'' ungkap Anam.

Di Sidoarjo, Anam juga menemukan tambahan hati dan meniti karir di luar sepak bola. Mulai 2013, dia terjun ke bisnis sembako.

''Saya jualan beras, kerupuk udang, dan air galonan. Alhamdulillah, sekarang sudah lancar,''  jelas Anam.

Di antara barang dagangannya, kerupuk udang paling diserbu pembeli. Saat penulis datang, tak ada satu kerupuk jelas ikan Kalimantan tersebut yang tersisa. (*)

sumber - http://www.pinggirlapangan.com/

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

0 komentar:

Posting Komentar