Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Wednesday, September 30, 2015

Cikal Ali Ikut Latihan Bersama Deltras

Bergabung kembali : Alimudin saat sesi latihan Deltras

DELTACYBER - Pemain belakang andalan Deltras di musim lalu, yakni Alimudin atau yang biasa disapa Cikal Ali, kali ini kembali ikut dalam beberapa kali sesi latihan rutin skuad The Lobster. Pemain asli Makassar ini memang, diawal persiapan Deltras dia tidak masuk dalam tim.

Namun, seiring berjalannya waktu, kompetisi yang terhenti dan belum jelas. Dan tim Deltras yang tetap menggelar latihan rutin, Cikal Ali yang baru pulang dari kampung halamannya, saat ini kembali bergabung bersama Deltras guna menjalani latihan.

"Ya, saya ikut latihan bersama tim Deltras di stadion jenggolo, juga untuk jaga kondisi ," Ujar pemain yang suka Ac Milan ini.

Di beberapa kali latihan, mantan pemain Perssin Sinjai itu tidak canggung bergabung bersama mantan rekan-rekannya di Deltras. Di lini belakang, ia menjadi center bek dengan tipikal permainan tenang dalam menghadapi tekanan para striker lawan. (bid)

Baca Juga =
Tiga Laga Uji Coba Terakhir, Lini Belakang Jadi Sorotan
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Saturday, September 19, 2015

Tiga Laga Uji Coba Terakhir, Lini Belakang Jadi Sorotan


DELTACYBER - Tiga pertandingan uji coba terkahir yang dilakoni kubu The Lobster julukan Deltras Sidoarjo, melawan tim PON yakni Papua Barat, Jawa Timur, dan yang terakhir Sumatera Selatan. Tim asuhan Harmadi ini selalu kebobolan.

Dalan tiga uji tanding tersebut, Mat Halil cs menelan satu kekalahan telak saat menghadapi Pon Papua Barat dengan skor 0-5 (27/08), imbang 1-1 dengan Pon Jatim (29/08), dan menang tipis 2-1 atas Pon Sumatera Selatan (17/09).

Lini belakang Deltras tentu menjadi perhatian khusus bagi coach Harmadi. Pasalnya di tiga uji coba tersebut, gol yang bersarang di gawang The Lobster sudah mencapai tujuh gol, dan memasukkan 3 gol ke gawang lawan berkat sumbangan dua gol Wimba Sutan saat melawan Pon Sumsel serta pemain muda Rifky Sholekhudin ketika bentrok versus Pon Jatim.

Absennya pemain inti seperti Center Bek Danial, kiper utama Sutanto, serta gelandang bertahan Agung Fitrayanto yang belum bergabung bersama tim lantaran masih di luar kota, membuat tim ini tidak bisa memainkan kekuatan penuhnya saat berujicoba.

Pelatih Kepala Harmadi, memberi kesempatan bermain bagi center bek muda Deltras. Di setiap laga  uji coba, Harmadi selalu menduetkan mantan pemain Deltras U-21 Dwi Mahardhika dan Joko Minarno di lini belakang, serta memberi kesempatan untuk kiper ketiga Deltras, Amik menggantikan Papank Nurjaman yang masih dipanggil seleksi Pon Jatim.

Evaluasi tentu menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pelatih untuk memperbaiki performa lini belakang Deltras saat absennya beberapa punggawa inti serta memaksimalkan pemain muda yang ada untuk menambah jam terbang bermain, sebelum benar-benar terjun di kompetisi yang sesungguhnya. (bid)

Baca Juga =
Tiga Laga Uji Coba Terakhir, Lini Belakang Jadi Sorotan
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Tuesday, September 15, 2015

Deltras Hadapi PON Sumsel Di Laga Uji Coba

Tetap Latihan : Deltras Sidoarjo 
DELTRAS - Agenda pertandingan uji coba kembali diadakan oleh skuad Deltras. The Lobster julukan Deltras Sidoarjo menjadi tim Liga Nusantara yang belum bubar sampai saat ini, dengan itu, banyak tim Pra Pon maupun tim lain menantang Deltras untuk beruji coba.

Kali ini, tim PON Sumsel asuhan pelatih kawakan Rudy Keltjes akan meladeni Deltras, kamis besok (17/09) sore, yang rencananya akan digelar di Stadion Jenggolo, Sidoarjo.

"Ya, kamis besok Deltras akan uji coba melawan tim PON Sumsel ," Ujar pelatih kepala Deltras, Harmadi, saat ditemui redaksi DeltaCyber di sesi latihan rutin hari senin kemarin (14/09), di Stadion Jenggolo.

Diharapkan, kekuatan punggawa The Lobster saat uji tanding kamis besok, bisa bermain dengan komplit walaupun masih banyak pemain luar kota yang belum datang ke Sidoarjo.

Trio pemain senior Uston Nawawi, Mat Halil, Jefry Dwi Hadi tetap menjadi tulang punggung tim. Ditambah pemain-pemain muda yang sudah pulih dari cedera, seperti Akhmad Hamdan dan Moch.Bahrudin. (bid)

Baca Juga =
Tiga Laga Uji Coba Terakhir, Lini Belakang Jadi Sorotan
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Friday, September 4, 2015

Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi


Anang Ma'ruf jadi perbincangan insan sepak bola nasional. Bukan karena skillnya yang memang terkenal tinggi. Tapi, ini dipicu keputusannya menjadi sopir ojek.
--
NADA suaranya sempat melemah. Matanya pun juga berair.

Tampaknya ada sebuah beban hidup yang disimpan oleh seorang Anang Ma'ruf saat ditemui di Lapangan Simo, Surabaya, pada Rabu (1/9/2015).  Ini sebuah hal yang belum pernah ditemui oleh salah satu bek kanan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia tersebut.

''Saya memulai hidup dari nol lagi. Saya pun tak akan menoleh ke belakang,'' kata Anang.

Ya, dia mengaku bahwa kehidupannya tengah berada di bawah. Uang tabungannya hasil bermain bola selama 21 tahun ludes.

Investasi yang dilakukan di Bali gagal total. Salah seorang kerabat yang dipercayainya tak mampu menjalankan dengan baik.

''Tidak usah disebutkan investasinya apa. Saya tak mau mengenang dan bercerita soal itu,'' terang lelaki 39 tahun tersebut.

Bahkan, untuk bisa memenuhi kebutuhan agar asap dapurnya mengepul, Anang rela melamar menjadi sopir gojek, ojek via online. Nah, saat melamar itu, ada seseorang yang berpose dengannya dan membuat gempar jagad sepak bola nasional.

Anang yang sangat melegenda di sepak bola Indonesia dan juga di Persebaya Surabaya menjadi sopir ojek. Sebuah profesi yang tentu tak pernah terbayangkan.

''Memang, saya sudah diterima jadi sopir ojek. Mengapa saya harus malu?,'' ujar pemain yang pernah digembleng di Italia dalam proyek PSSI Primavera tersebut.

Dia tak mau nama besarnya membelenggu kehidupannya. Sebab, itu akan membuat anak dan istrinya bakal tak bisa makan.

Apalagi, sejak 2003, Anang menjadi satu-satunya pencari nafkah bagi keluarga.Sang istri, Neni Mardiana, disuruhnya keluar dari pekerjaannya di PJKA.

''Hidup saya saat kecil juga susah. Kondisi seperti ini pernah saya alami saat kecil jadi nggak kaget,'' lanjut pesepak bola yang membawa Persebaya Surabaya juara Liga Indonesia 1996/1997 dan 2004/2005 serta Persija Jakarta 2000/2001 itu.

sumber - www.pinggirlapangan.com