Selasa, 03 November 2015

Dua Tim Grup C Piala Sudirman, Pernah Deltras Kalahkan Semua

Pernah Menang : Pemain Deltras M.Yusuf (kanan) ketika berebut bola dengan Gede Sukadana (kiri) pemain Persela

DELTACYBER - Setelah hiruk pikuknya gelaran turnamen Piala Presiden beberapa minggu kemarin, agenda turnamen yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Piala Jenderal Sudirman, yang melibatkan promotor Mahaka Sports. 15 Tim sudah diundang dalam turnamen yang menunjuk tiga kota menjadi tuan rumahnya. 14 tim berasal dari tim-tim ISL (Indonesian Super League) dan satu tim PS TNI yang ikut berpartisipasi. Sang juara turnamen ini akan diganjar hadiah sebesar Rp 2,5 Milliar.

Panitia pelaksana (Panpel) sudah menetapkan tiga kota sebagai tuan rumah dalam babak penyisihan grup, yakni Malang (Stadion Kanjuruhan Malang), Sidoarjo (Stadion Gelora Delta), dan Bali (Stadion I Wayan Dipta).

Kabar Sidoarjo dipilih sebagai salah satu tuan rumah, karena tim Surabaya United yang aslinya menjadi tuan rumah di kota Surabaya harus pindah homebase sementara waktu untuk turnamen ini saja, dikarenakan banyaknya masalah yang bertentangan dengan tim ini. Manajemen Surabaya United berdalih bahwa mereka tidak bisa menggunakan Stadion GBT (Gelora Bung Tomo) karena tidak bisa menyedot penonton, dan kurang mendukung untuk bisnis.

Bahkan, sebelumnya, pihak Kapolres Sidoarjo menolak penyelenggaraan Piala Jenderal Sudirman di kota Delta tersebut, karena mereka beralasan sedang konsentrasi untuk Pilkada serentak.
Namun, selang beberapa hari, akhirnya tim Surabaya United berhasil mengantongi izin berlaga sekaligus menjadikan Gelora Delta sebagai homebase sementara mereka untuk gelaran turnamen ini.

Di Sidoarjo, adalah untuk Grup C, ada 5 tim yang akan berlaga, yakni Surabaya United, Persib Bandung, Persela Lamongan, Pusamania Borneo, dan PS TNI.
Dari kelima tim tersebut, empat tim peserta adalah kontestan ISL, hanya PS TNI yang menjadi tim dari pihak penyelenggara yang juga ikut berpartisipasi.

Persela dan Persib pernah kalah dari Deltras !
Sementara itu, selain Surabaya United dan PS TNI yang notabennya belum pernah bertemu dengan Deltras. Tiga tim lainnya, Persela Lamongan, Pusamania Borneo, dan Persib Bandung sudah pernah bertanding dengan Deltras Sidoarjo di kompetisi resmi.

Persela Lamongan, yang terakhir kali menghadapi The Lobster beberapa bulan lalu (22/08/15) di laga ujicoba, mampu mengalahkan Deltras 1-3 di Gelora Delta. Namun, head to head pertemuan Persela dengan Deltras di kompetisi ISL, dalam 6 kali bertemu, Persela hanya mampu menang 2 kali, dan Deltras menang 3 kali, serta 1 kali berakhir imbang.

Lain halnya dengan Persela, Maung Bandung yang kemarin berhasil menjadi jawara Piala Presiden, pernah takluk oleh The Lobster saat bertandang ke markas Deltras, di kompetisi ISL 2010/2011 (02/10/10) dengan skor cukup telak 4-1 dari gol Danilo Fernando, Christiano Lopez (2), dan Marcio Souza.

Untuk Pusamania Borneo Fc. Tim kebanggaan pusamania ini, terakhir berjumpa dengan Deltras di Divisi Utama musim lalu. Dua kali bertemu, Deltras belum pernah menang atas Pesut Etam julukan PBFC.
Namun, The Lobster pernah mengungguli Persisam Putra Samarinda di ISL 2010/2011 (06/03/11) dengan skor 4-0 di Gelora Delta.


Turnamen hanya untuk tim ISL ?
Terlepas dari sejarah Deltras mampu menaklukkan Persela dan Persib Bandung. The Lobster yang sudah mempersiapkan secara matang untuk kompetisi Liga Nusantara harus menunda hasrat mereka berlaga di kompetisi resmi. PSSI ataupun Menpora yang belum menemui jalan tengah, membuat kompetisi yang mandek, dan ketidakjelasan masa depan semua kompetisi Liga Indonesia.

Dalam turnamen yang dihelat oleh promotor-promotor lain, para peserta hanya diambil dari kontestan ISL atau tim yang berlaga di kasta teratas. Bagi tim-tim Divisi Utama dan sekelas Liga Nusantara hanya bisa gigit jari tidak bisa berpartisipasi ambil bagian di turnamen. Dalam turnamen Piala Kemerdekaan beberapa bulan lalu pun yang digelar oleh Kemenpora juga tak melibatkan satupun tim Liga Nusantara.

Bila gelaran turnamen hanya untuk mengeruk keuntungan semata bagi beberapa golongan, dan hanya mementingkan beberapa pihak, sama saja mengambil kesempatan dalam kesempitan, di dalam keruhnya situasi sepakbola Liga Indonesia saat ini yang semakin mundur.

Turnamen hanyalah sebuah turnamen, bukan sebuah kompetisi yang panjang dan mengeluarkan satu tim juara dari keras dan ketatnya kompetisi yang dijalani selama berbulan-bulan. Bukan turnamen yang jangka waktunya hanya sebulan atau dua bulan, dan menganut sistem gugur. Sepakbola indonesia harus dihidupkan kembali, salah satu jalannya adalah kembali menggelar kompetisi di semua sisi. Baik, ISL, Divisi Utama, Liga Nusantara, maupun kompetisi-kompetisi dibawahnya.

Aksi Deltamania : APA KABAR LIGA INDONESIA !!

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

0 komentar:

Posting Komentar