Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Thursday, December 31, 2015

Faisal Muttaqin Coba Peruntungan Bekerja di PMK

Faisal Muttaqin

DELTACYBER - Belum jelasnya kompetisi Liga Indonesia, konflik yang sampai saat ini masih belum berakhir antara Kemenpora dengan PSSI, membuat masa depan sepakbola dalam negeri semakin buram. Tentu, dalam hal ini yang paling dirugikan adalah aktor lapangan hijau sendiri. Para pemain, tak bisa menggantungkan hidupnya semata-mata dari sepakbola saja.

Kini, mereka harus mencari rezeki dari pekerjaan lain, guna tetap bisa menghidupi keluarganya. Seperti salah satu pemain The Lobster julukan Deltras Sidoarjo yakni striker Faisal Muttaqin. Kubu Deltras sendiri yang tak mengikuti turnamen, dan tak jelasnya Liga Nusantara membuat manajemen untuk memutuskan hanya menggelar latihan rutin saja dan beberapa kali ujicoba.

Namun, dari situlah, para pemain sedikit mendapat asa. Karena, pemain Deltras yang hadir di tiap latihan atau ujicoba akan mendapat dana transport dari manajemen. Tetapi, itu semua hanya uang transport, yang bila pemain hadir akan mendapatkannya, tapi bila tidak datang juga tak memperolehnya.

Tak sedikit para pemain Deltras mencoba usaha lainnya, seperti jualan alat-alat olahraga, sembari belum jelasnya kompetisi kembali fokus menyelesaikan kuliahnya, atau yang dilakukan oleh Faisal mencoba peruntungannya untuk bekerja di Dinas Pemadam Kebarakan.

Mantan pemain Deltras U-21, saat dikonfirmasi redaksi DeltaCyber ia membenarkan akan hal itu.
"Iya saya coba melamar jadi PMK mas, ini saya baru saja masuk di PMK Kec.Buduran, tapi masih belum penempatan, "Ujar Faisal.

Kabarnya, Faisal tak sendiri. Ada dua pemain Deltras lainnya yang juga melamar di PMK, yakni Moch.Bachrudin serta Sasmito.

"Kalau tidak kerja seperti ini, gak bisa rumah tangga mas nantinya, "Canda Faisal.

Ia juga mengatakan untuk menjadi pegawai tetap masih harus melewati berbagai tes lainnya, seperti tes kesehatan dll. Ia juga tak luput tetap berusaha sekuat tenaga disertai doa. (bid)

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Wednesday, December 30, 2015

Saiful Rizal, Tunjukkan Performa Apik Di Posisi Bek Kiri

Semangat : Rizal, saat latihan rutin Deltras di Std.Jenggolo
DELTACYBER - Skuad Deltras Sidoarjo musim ini memang banyak mengandalkan mantan pemain Deltras U-21. Hanya sosok Uston Nawawi, Wimba Sutan, Jefry Dwi, Mat Halil yang menjadi pemain senior di kubu The Lobster. Selebihnya, diperkuat oleh pemain-pemain muda putra daerah.

Di beberapa kali ujicoba terakhir Deltras, absennya Mat Halil yang saat ini tengah sibuk bekerja di Dispora Surabaya atau Achmad Setiawan yang sedang mengerjakan tugas akhir kuliahnya. Pelatih kepala Harmadi harus menggantikan posisi yang ditinggalkan Mat Halil di bek kanan, serta Achmad Setiawan di bek kiri.

Di posisi Mat Halil, Coach Harmadi bisa menggantikannya dengan Sutrisno. Dan posisi Achmad Setiawan bisa digantikan oleh Saiful Rizal. Di laga-laga ujicoba sebelumnya pun, Saiful Rizal kerap mengisi posisi Achmad Setiawan, saat Achmad Setiawan berhalangan hadir di pertandingan ujicoba.

Penampilan Rizal pun tak kalah apik. Pergerakannya yang lincah, serta kerap kali membantu serangan dari sektor kiri dan mempunyai daya juang membuat Coach Harmadi percaya akan skill yang ia miliki.

"Semua itu kepercayaan dari pelatih, saya hanya bisa tunjukkan kemampuan saya di lapangan saja," Ujar Rizal, saat dihubungi redaksi DeltaCyber.

Selain bisa bermain di posisi bek kiri, ia juga beberapa kali dicoba bermain di sayap kanan atau kiri. Bahkan, Rizal mengaku juga bisa menjadi seorang striker.

"Untuk pelatih percaya atau tidaknya, itu semua tergantung keputusan jajaran pelatih. Saya hanya usaha dan berdoa, semaksimal mungkin," Ungkapnya. (bid)

Nama Lengkap : Achmad Saiful Rizal
Nama Panggilan : Rizal Tuwek
Tempat, Tanggal Lahir : Sidoarjo, 17 Agustus 1992
Klub Sekarang : Deltras Sidoarjo
Posisi : Bek kiri / kanan

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Monday, December 21, 2015

Pemain Sidoarjo, Belum Lengkap Bila Tak Membela Deltras

Legend Sugiarto : Spanduk dari Deltamania

DELTACYBER - Kabupaten Sidoarjo, memang bukanlah kota besar. Sidoarjo juga dikenal dengan sebutan Kota Delta,  karena berada di antara dua sungai besar pecahan Kali Brantas, yakni Kali Mas dan Kali Porong.

Sidoarjo memiliki stadion kebanggaan tersendiri bagi warga Kota Udang ini. Gelora Delta Sidoarjo. Stadion yang pernah menjadi saksi bisu, Garuda Jaya atau Timnas U-19 mengangkat piala AFF U-19 tahun 2013 silam.

Selain mempunyai stadion yang sudah dipercaya menjadi tuan rumah even nasional maupun internasional itu, Sidoarjo juga memiliki tim sepakbola yang sudah lama berkiprah di Liga Indonesia. Deltras Sidoarjo dan Persida Sidoarjo, namun Deltras sudah terlebih dahulu mentas di Liga Indonesia baik Divisi Utama maupun ISL (Indonesia Super League).

Deltras juga sudah menjadi buah bibir bagi penikmat sepakbola nasional. Mulai dari merekrut pemain asing top, mengorbitkan pemain putra daerah, sampai naik turunnya prestasi The Lobster, promosi dan degradasi.
Ya, pemain putra daerah siapa yang tak ingin membela tim kotanya sendiri.

Mengenakan jersey tim kota dimana ia berasal, menjadi suatu kebanggaan tersendiri dan kehormatan bisa menjadi bagian tim tersebut. Sidoarjo terkenal dengan asal para pemain nasional, baik jaman primavera maupun hingga timnas sekarang.
Sudah banyak pemain asli Sidoarjo yang malang melintang di tim-tim Liga Indonesia.

Namun, mereka tentu mempunyai rasa keinginan untuk membela tim kota kelahirannya.
Salah satu pemain sidoarjo berujar, yakni Indra Setiawan. Pemain yang membela Deltras di musim 2010-2012 dan pernah memperkuat Laskar Jenggolo julukan Persida di Divisi Utama 2014 lalu, mengatakan "Kenangan terindah saat saya membela Deltras, karena bisa membela tim kelahiran sendiri ,"Ungkap Jallet, sapaan akrab Indra Setiawan. Musim ini, Indra Setiawan bergabung dengan PSIS Semarang di kompetisi Divisi Utama.

Sekelas mantan pemain timnas Primavera macam Nurul Huda pun pernah merasakan berkostum Deltras. Selain Nurul Huda, mantan pemain PSSI Baretti yakni Uston Nawawi, kini untuk pertama kalinya resmi berseragam The Lobster. Lelaki kelahiran 1978 ini sudah kenyang pengalaman di pentas Liga Indonesia, mantan pemain andalan Persebaya di era 1990-an hingga 2000-an dan pernah membela Timnas Indonesia, saat ini menjadi kapten bagi rekan-rekannya di Deltras guna menjalani kompetisi Liga Nusantara.

Arek Sidoarjo lainnya macam Hariono pun, sebelum bergabung dengan Persib Bandung, pemain berambut gondrong ini lebih dulu moncer namanya bersama Deltras di musim 2007 saat dibesut Jaya Hartono. Bahkan, hingga sekarang, pemain asal Desa Klagen, Sukodono itu masih dipercaya memperkuat Timnas Indonesia.

Tak hanya pemain yang sudah punya nama di sepakbola dalam negeri. Para pemain junior dari Deltras U-19 ataupun Deltras U-21 turut mempunyai peluang emas, berkiprah lebih jauh dari para seniornya. Pemain jebolan Deltras U-21 misalnya. Sudah beberapa nama yang pernah bergabung dengan tim lain bahkan mencicipi gelar Juara, seperti Bagus Alkatiri. Gelandang andalan Deltras U-21 dua tahun lalu itu, musim kemarin berhasil membawa Borneo FC menjadi juara Divisi Utama 2014.

Selain itu, ada satu nama pemain asli Sidoarjo yang pernah bergabung bersama Deltras selama 6 musim, yakni Sugiarto. Striker yang tinggal di Desa Sugihwaras itu membela Deltras sejak musim 2008 hingga 2013.
Memang, Sugiarto lebih banyak menghangatkan bangku cadangan Deltras, namun, bukti kesetiannya patut diacungi jempol dan respect bahwah sudah tidak diragukan lagi bukti kecintaan seorang pemain asli sidoarjo yang sudah membela tim sidoarjo sendiri.

Ataupun beberapa pemain senior lainnya yang pernah menjadi bagian dari Deltras seperti, kiper Ari Kurniawan, Sutaji, Khoirul Mashuda, Mujib Ridwan, M.Fakhurdin, Dodok Anang, Jefry Dwi, Miftakhul Huda, Nur Kholik, dan masih banyak lainnya.

Sidoarjo sudah mengorbitkan bintang-bintang lapangan hijau di Liga Indonesia. Para pemain Sidoarjo pun banyak tersebar di berbagai kompetisi Indonesia, mulai dari Liga Nusantara, Divisi Utama hingga Indonesia Super League. Lahirnya para seniman lapangan hijau ini, membuktikan bahwa potensi emas bagi pemain putra daerah Sidoarjo lebih berpotensi bersinar.

Namun, apabila para pemain tersebut pernah atau ingin bergabung dengan The Lobster tentu, publik Sidoarjo lebih bangga melihat pemain putra daerah bermain untuk tim kotanya. Tetapi, pada kenyataanya, banyak problem yang membuat para pemain tersebut mau bergabung dan belum cocok bergabung dengan skuad Deltras. Dari tidak cocok kontrak, sudah lebih dulu digaet tim lain, hingga problem non teknis lainnya.

Ya, bila harapan Deltamania atau masyarakat Sidoarjo. The Lobster bisa menggunakan pemain putra daerah tersebut untuk mengarungi kompetisi, dengan catatan, tim harus diisi perpaduan para pemain Senior dan Junior, sehingga menyeimbangkan kekuatan tim tersebut. (bid)

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Tuesday, December 15, 2015

On This Day, 16 Desember 2007, Deltras Ditahan Green Force

Jaga Ketat : Hilton Moreira (kiri) dijaga oleh Mat Halil (tengah) dan Bejo (kanan)

DELTACYBER - Liga Djarum Indonesia 2007 menjadi musim keemasan bagi The Lobster untuk mengukir prestasi prestisius pertama kalinya, yakni menembus babak 8 besar Divisi Utama. Tiap kali bermain di kandang, Jose Sebastian Vasquez dkk selalu bermain ngotot untuk meraih tiga poin. Sayang, saat laga bertajuk derby jatim (16/12/07) di Gelora Delta melawan tim tetangga sebelah, Persebaya Surabaya. Deltras hanya mampu bermain seri 1-1.

Hasil seri 1-1 tersebut, juga memupus harapan skuad Green Force untuk membalas kekalahan mereka atas Deltras 0-1 di Stadion Gelora 10 November, putaran pertama Liga Djarum Indonesia 2007.

Bermain di hadapan 30 ribu penonton yang hadir di Gelora Delta Sidoarjo sore itu, kedua tim sama-sama berambisi memetik hasil sempurna. Baik tim tuan rumah maupun tim tamu Persebaya. Di babak pertama, kedua tim sama-sama gagal memanfaatkan peluang yang ada untuk menjadi gol.

Di babak kedua, The Lobster mencoba menyusun kembali serangan. Alhasil, baru di menit ke-77 Deltras mampu membuka skor melalui sundulan Striker asingnya Sasa Branesac, memanfaatkan tendangan corner dari Jose Sebastian Vasquez.

Kontras : Selebrasi Pemain Deltras (merah) dan Arif Ariyanto (hijau)

Unggul 1-0, Deltras malah kecolongan di menit ke-82. Gelandang Persebaya Arif Ariyanto menyamakan kedudukan 1-1.
Pada sisa waktu yang ada, Deltras kembali berusahan menekan lini belakang Persebaya, namun hingga wasit Agus Winardi meniup peluit panjang, skor sama kuat 1-1 tidak berubah.

Seusai pertandingan, pelatih Deltras, Jaya Hartono mengaku sangat tidak puas atas hasil tersebut.
 "Kami tidak puas dengan hasil ini, karena secara keseluruhan tim kami bermain lebih baik dari lawan," Ujar mantan pelatih Persik Kediri tersebut.

Dengan hasil imbang tersebut, posisi Deltras saat itu di klasemen sementara LDI 2007 wilayah timur masih aman di papan atas. Sedangkan Persebaya harus terpaku di papan bawah klasemen sementara. (bid)


Line Up =
Deltras :
A.Nurosadi (gk), M.Huda, Purwaka Yudhi, Airlangga Sucipto, Jose Sebastian, Sasa Branesac, Hariono, Rene Martinez, Jimmy Suparno, Pronetto, Hilton.
Pelatih : Jaya Hartono

Persebaya :
Eki (gk), Mat Halil, Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, Lucky Wahyu, Raymond, Anang Maruf, Marwal Iskandar, Adinaldo, Augustine Kettor, Jomah Ballah.
Pelatih : Suhatman Iman

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Monday, December 7, 2015

Deltras Bekuk 81 Fc Di Laga Ujicoba


DELTACYBER - Laga ujicoba sore tadi (07/12) di Stadion Jenggolo, Deltras meladeni tim 81 Fc (Sidoarjo All Star). Uston Nawawi dkk berhasil menang dengan skor telak 3-1.

Sebenarnya minggu lalu, skuad The Lobster mengagendakan laga ujicoba melawan 81 Fc, namun karena beberapa kendala non teknis, agenda tersebut harus batal terlaksana. Baru tadi sore, Jefry Dwi Hadi cs melakoni uji tanding dengan 81 Fc.

Tim 81 Fc sendiri, di sore tadi diperkuat pemain-pemain asli sidoarjo yang juga sudah malang melintang di sepakbola nasional, seperti Arif Ariyanto, Sugiarto, Bagus Alkatiri, kiper Ari Kurniawan, tak ketinggalan mantan pemain Primavera Nurul Huda, dan bintang Persib Bandung Hariono.

Di babak pertama, 81 Fc punya beberapa peluang emas, namun belum bisa dimanfaatkan oleh Sugiarto. Baru di menit ke 18, Gelandang 81 Fc, tendangan Jaenal benar-benar menjebol gawang Deltras yang dikawal Papank Nurjaman. Deltras tertinggal 0-1.

Deltras mendapatkan hadiah pinalti menit ke-32, namun sayang, tendangan 12 pas dari Wimba Sutan mampu ditepis kiper 81 Fc.

Deltras baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-41, melalui tendangan bebas Uston Nawawi. Skor 1-1. Di penghujung babak pertama, Deltras kembali mendapat peluang dari Akhmad Hamdan. Lolos dari jebakan offside, Tendangan mendatar Hamdan masih membentur tiang gawang.

Babak kedua, Coach Harmadi menginstruksikan armadanya untuk lebih banyak menyerang dari kedua sisi sayapnya. Menit ke-64 bek kanan Deltras, Rizal mampu membawa Deltras unggul 2-1. Penetrasinya dan melewati dua pemain 81 Fc di sisi kiri gawang Ari Kurniawan.

Berselang, lima menit, Deltras kembali memperlebar jarak menjadi 3-1. Setelah tendangan mendatar Moch.Choiron di pojok kanan gawang 81 Fc, tidak mampu dijangkau Ari Kurniawan.

 81 Fc bukannya tanpa peluang, Penetrasi dari Arif Ariyanto, Rendy Irawan, serta Bagus Alkatiri membuat beberapa kali, bek Deltras, Mahardhika dan Akmal harus sigap menutup ruang gerak pemain 81 Fc.
Hingga bubaran, skor 3-1 untuk keunggulan The Lobster tidak berubah. (bid)

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Friday, December 4, 2015

On This Day, 05 Desember 2011, Deltras Raih Tiga Poin Di Pekanbaru

Kawal : Purwaka (kiri) mengawal Herman Dzumafo (tengah)

DELTACYBER - The Lobster julukan Deltras Sidoarjo mengawali laga tandang perdana di kompetisi ISL (Indonesia Super League) 2011/2012, Purwaka Yudhi dkk melawat ke kandang Asykar Bertuah julukan Psps Pekanbaru (05/12/11) di Stadion Sports Center Pekanbaru. The Lobster berhasil mencuri tiga poin perdana dengan kemenangan tipis 0-1.

Gol tim asuhan Jorg Peter ini, dicetak oleh striker andalannya si goyang gergaji julukan Moch.Fakhrudin di babak pertama.

Di awal babak pertama, tim tamu, Deltras Sidoarjo menguasai jalannya pertandingan. Budi Sudarsono dkk mendominasi serangan.

Menit ke-22 tuan rumah membuka peluang melalui tendangan pemain asingnya, Patrice Dzekou. Sayang, tendangannya masih bisa ditepis kiper Deltras, Wawan Hendrawan.

Memasuki menit akhir babak pertama, PSPS semakin gencar menyerang pertahanan The Lobster. Namun, malah Deltras berhasil membuka skor oleh M.Fakhrudin di menit-45, setelah umpan cantik Shin Hyun Joon mampu diselesaikan oleh si goyang gergaji M.Fakrhudin.
Babak pertama usai, skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu bertahan.

Di babak kedua, PSPS melakukan beberapa pergantian pemain, Ade Suhendra ditarik keluar dan digantikan oleh striker lokal Zainal Arif dan lebih meningkatkan intensitas serangan. Peluang-peluang tuan rumah didapatkan oleh para strikernya macam M.Isnaini, Zainal Arif, Herman Dzumafo maupun Patrice Dzekou, namun, sayang belum bisa menjebol jala Wawan Hendrawan.

Hingga peluit panjang wasit suharto ditiup, skor 0-1 untuk kemenangan Deltras bertahan hingga usai. (bid)

Line Up =
Psps Pekanbaru
Fauzal Mubaraq (gk), April Hadi, Agus Cima, Ali Khaddafi, Herman Dzumafo, Patrice Dzekou, Ade Suhendra, Danil, Ambrizal, Park Chul Hyung, M.Isnaini
Coach : Mundari Karya

Deltras Sidoarjo
Wawan Hendrawan (gk), Purwaka, Juan Revi, M.Fakhrudin, Shin Hyun Joon, Walter B, Budi Sudarsono, M.Yusuf, Beny Wahyudi, Waluyo
Coach : Jorg Peter.S

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Striker Asing The Lobster Yang Bermain Buruk


DELTACYBER-Hampir setiap musim, Deltras selalu mengandalkan pemain asing di lini depan. Namun, tak semua mampu memenuhi ekspektasi. Siapa saja mereka?

2003 - Jean Michael Babouaken
Babuaken : Dengan postur tinggi besar

Coba kita lihat kebelakang, saat Liga Bank Mandiri atau Divisi Utama musim 2002/2003, mungkin Deltamania tersihir dengan goyang samba ala Michael Adolfo Saouza di lini depan.

Sayang, duet sesama legiun asingnya yakni Michael Babuaken tidak menunjukkan performa yang sepadan dengan Adolfo Souza. Dengan badan tinggi besar dan sedikit gempal, lelaki asal Kamerun itu tidak selincah Adolfo maupun pemain lokal Nur Kholik itu . Alhasil dengan perform pemain asal kamerun ini, ia kerap kali diterwakan dan diteriakin para penonton .

2007 – Zoran Vuksanovic

Pada saat Deltras moncer-moncernya di musim 2007, Deltras punya lima pemain asing. Namun, hanya, Claudio Damian Pronetto (Argentina), Jose Sebastian Vasquez (Argentina), Christian Rene Martinez (Paraguay), dan Sasa Branesac (Serbia) yang tampil gemilang .

Satu pemain asin di posisi ujung tombak bersama Sasa Branesac yakni Zoran Vuksanovic asa Serbia belum mampu mengimbangi rekan-rekannya di tim. Bahkan para pengganti seperti Airlangga Sucipton dan Melkey Pekey kerap menggantikannya dan bisa menjadi super-sub. Zoran sendiri hanya bermain bersama Deltras setengah musim dan putaran kedua Deltras mendatangkan Hilton Moreira (Brazil) kembali.

2008 - Hkam Mahraq, Roberto Acosta, dan Hillary Echesa
Hkam & Hillary : Dengan dana besar, namun tak sesuai harapan

Setelah sukses lolos ke ISl perdana 2008-2009, tim yang identik dengan warna merah ini kembali merekrut lima pemain asing sebagaimana jatah pemain asing oleh PSSI pada saat itu . Di putaran pertama, hanya dua pemain asing yang menampilkan skill apik yakni Christian Rene Martinez (Paraguay) dan Junior (Brasil).
Sementara itu tiga lainnya yakni striker Hkam Mahraq asal Maroko dan Roberto Acosta (Paraguay), serta gelandang serang Carlos Bergottini (Paraguay) masih tampil lembek . Alhasil di putaran kedua, ketiga pemain ini resmi didepak .

Masuk putaran kedua, Deltras kembali mendatangkan pemain asing asal Kenya, yang pernah merumput di liga Malaysia yakni Hillary Echesa. Kabar saat itu, pemain ini direkomendasikan oleh pelatih Deltras sebelumnya yakni Abdulrahman Ibarhim yang juga berasal dari Malaysia . Ibarat membeli kucing dalam karung, permainan yang disuguhkan Hillary tak sepadan nilai kontrak yang diberikan oleh manajemen pada saat itu. Hkam Mahraq dan Hillary menjadi duo

2009 - Roberto Kwateh
Kwateh : Striker asing Deltras di DU 2009

Kembali ke divisi utama setelah degradasi di ISL perdana 2008/2009, Deltras Sidoarjo merekrut trio asing yang menempati tiga posisi . Adolfo Marshall di belakang, Sackey Dou di lini tengah, dan Roberto Kwateh menjadi ujung tombak Deltras .

Kebetulan, ketiganya asal Liberia Kwateh, yang digadang-gadang bisa mengimbangi Satyo Husodo di depan, ternyata gagal menunjukkan permainan apik . Gol-gol Kwateh pun hanya berasal dari titik putih. Justru performa Sackey Dou di lini tengah bersama Fery Aman Saragih mampu menyeimbangkan kekuatan tim .

2012 – Amos Marah
Amos : Garang di seleksi, melempem di Liga

Tampil ganas dan berani berduel di awal-awal seleksi The Lobster sebelum turun di ISL 2012, membuat striker asal Ghana, Amos Marah, memikat jajaran pelatih dan manajemen . Namun, penampilannya yang garang saat seleksi tidak bisa ia tunjukkan saat membela Deltras di ISL. Hanya 1 gol yang ia cetak selama 1 putaran saja . Alhasil di putaran kedua, manajemen mengakhiri kontraknya .

2013 – Abdoul Hamidou dan Donald Bissa
Donald Bissa : tak berikan performa terbaiknya

Saat turun kasta ke Divisi Utama, Deltras merekrut Striker asal Mali yakni Abdoul Hamidou Traore. Penampilannya yang kurang memikat dan hanya mencetak 1 gol saja, akhirnya dia harus dicoret saat memasuki putaran kedua. Sebagai gantinya, The Lobster mendatangkan striker asing mantan pemain Psap Sigli yakni Donald Bissa . Tidak jauh berbeda dengan Hamidou, striker asal Pantai Gading ini juga tidak bisa menampilkan penampilan greget kepada publik Deltamania .. (bid/diq/e-magzDM/02)


Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Tuesday, December 1, 2015

Menpora Janji Gulirkan Turnamen untuk Tim DU dan Linus

Latihan Rutin : Pemain Deltras yang terus latihan rutin

Nasib tim-tim kasta kedua, Divisi Utama (DU) dan di bawahnya, Liga Nusantara (Linus), saat ini memang tidak menentu. Saat tim-tim kasta tertinggi, Indonesia Super League (ISL), sibuk dengan agenda turnamen, tim-tim DU dan Linus hanya menjadi penonton.

Meski demikian, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, berjanji kondisi itu tidak akan berlangsung lama. Menpora mengaku pada Januari 2015 nanti akan menggelar sebuah turnamen yang melibatkan tim-tim DU dan Linus.

“Nanti Januari 2016, kami akan gerakkan Linus atau Liga Nusantara, dan tim-tim Divisi Utama. Kami pernah menggelar Piala Kemerdekaan 2015 dan menawarkan kepada mereka. Tapi, hanya beberapa yang ikut. Sekarang mereka minta kepada kami, kami pun akan meresponsnya,” ujar Menpora saat dijumpai wartawan di sela-sela acara pelepasan Kontingen ASEAN Para Games 2015 di Hotel Lorin Solo, Karanganyar, Sabtu (28/11/2015).

Format agenda yang diberikan kepada tim-tim DU dan Linus nantinya hampir mirip seperti Piala Kemerdekaan 2015, beberapa waktu lalu, yakni turnamen. Menpora belum bersedia menggelar agenda berformat kompetisi karena menilai belum menemukan formula yang tepat.

“Selagi kita belum menemukan formula yang tepat dan tegas terhadap pola distribusi kepada masing-masing stakeholder tidak akan ada liga [kompetisi]. Saya ingin melihat ke depan wasit harus independen. Selain itu, kami ingin punya regulasi yang mengatur tanggung jawab klub pada pemain. Kontrak harus jelas, enggak boleh ada tunggakan gaji, NPWP juga harus jelas dan pastinya transparansi sponsor juga,” beber Imam.

Di sisi lain, rencana Menpora itu mendapat tanggapan kurang responsif dari salah satu klub DU, Persis Solo. Direktur Teknik dan Olahraga Persis, Totok Supriyanto, menilai rencana pemerintah menggelar turnamen untuk tim DU dan Linus pada Januari nanti, kurang efektif.

“Daripada turnamen seharusnya kompetisi sekalian saja. Kalau turnamen enggak akan mengena ke semua tim. Enggak semua tim bisa ikut, karena formatnya turnamen kan hanya bertahan sesaat. Beda kalau bentuknya kompetisi, waktunya lebih panjang. Jadi tim-tim tidak akan lebih serius dalam melakukan persiapan,” ujar Totok saat dihubungi Solopos.com, Minggu (29/11/2015).


sumber - www.liga-nusantara.blogspot.com

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan