Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Sunday, July 12, 2015

Yanuar, Senang Di Juluki Uya Kuya Deltras


DELTACYBER- Masih ingat dengan kiper nyentrik Deltras Sidoarjo, di ISL (Indonesia Super League) musim 2010/11. Ya, dia adalah Yanuar Firmanda. Yanuar, kiper andalan Deltras di ISL 2010/11, ia juga sempat dijuluki Uya Kuya oleh salah satu komentator Televisi swasta, yang pada saat itu menyiarkan langsung pertandingan Deltras.

Kiper yang mencuat namanya, berkat penampilan apiknya ketika Deltras meladeni perlawanan tim tamu Sriwijaya FC Palembang, di Gelora Delta Sidoarjo (29/09/10). Deltras berhasil mempermalukan Sriwijaya dengan skor 3-1. Kemengan Deltras sore itu, tak lepas dari performa bagus dari sang kiper. Yanuar juga mampu menepis tendangan pinalti Keith Kayamba Gumbs menit ke-44.

Penampilan nyentrik, rambut yang disemir, dan gaya Yanuar menjaga jala Deltras menjadi tontonan menarik tersendiri bagi penikmat sepakbola, apalagi suporter setia Deltras, Deltamania.
Saat ditanya redaksi DeltaCyber, apakah ia sempat kesal atau ada perasaan senang ketika dijuluki Uya Kuya Deltras.

Yanuar menjawab dengan enteng, "Selama orang suka menjulukin saya apapun, saya tidak kesal ,"Ujarnya.

Dan, di musim ini, pemain kelahiran 31 Januari 1980 itu bermain untuk salah satu tim ISL, yakni Perseru Serui. Sayang, dihentikannya Liga Indonesia dan bobroknya federasi sepakbola indonesia, membuat ia belum bisa bermain kembali untuk timnya. Saat ini, Yanuar tetap menjaga kondisi fisiknya dengan tetap latihan sendiri dan beberapa kali ikut sparing. Selain menjaga kondisi fisik agar tetap bugar, mantan pemain Persiba Balikpapan dan Persin Sinjai itu juga menekuni usaha Online Shop.

"Sekarang saya juga sibuk, jualan Online. Seperti jual jaket, sepatu olahraga, "Ungkap kiper asli Malang itu.

Yanuar juga menyayangkan, mantan timnya yang musim depan harus berlaga di Liga Nusantara.
"Ya, sayang. Deltras levelnya sudah ISL, sekarang levelnya bisa turun ke Liga Nusantara ,"Imbuh Yanuar. (bid)

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Gallery Foto Bagi Takjil Gratis Deltamania Sukodono 12/07/2015

Deltamania Sukodono : Bagi Takji tadi sore (12/07)
DELTACYBER - Setelah aksi Deltamania korcam Porong, komunitas DeltaCyber untuk menggelar kegiatan berbagi takjil gratis untuk para pengguna motor. Deltamania Sukodono atau biasa disebut Densus 11 ini, tadi sore (12/07) juga sukses mengadakan bagi takjil gratis di Perempatan Dungus, Kecamatan Sukodono.

Agenda, yang sudah dirapatkan oleh jajaran Pengurus Deltamania Korcam Sukodono itu berjalan lancar dan tertib. Acara tersebut juga dihadiri bapak kepolisian polsek Sukodono, serta pengurus Deltamania Pusat yakni mas Yoyok dan ketua umum Deltamania, Saiful Bakirok.

Berikut Gallery Foto Bagi Takjil Gratis Deltamania Sukodono 12/07/2015 :







Selengkapnya Gallery Foto Bagi Takjil Deltamania 2015 Klik : FansPage Deltamania Cyber

Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?

Duo Korsel : Shin Hyun Joon (kiri) dan Park Chan Young (kanan)

DELTACYBER - Bila kita tengok kebelakang, Deltras Sidoarjo selalu mengandalkan para pemain asing yang berasal dari negara-negara Amerika latin, seperti Brazil, Argentina, Chile, Paraguay. Beberapa pemain asing asal negeri samba Brazil yang menjadi andalan bersama The Lobster serta menjadi pemain kunci, seperti striker Hilton Moreira, Michael Adolfo, Fabio Marcos, Marcio Souza, gelandang Leandro Braga atau Danilo Fernando.

Selain Brazil, Deltras juga sukses mendatangkan duo Argentina ke Bumi Delta. Claudio Pronetto dan Jose Sebastian Vasquez berhasil menyihir penikmat sepakbola sidoarjo dengan permainan apik mereka di lini tengah Deltras, serta mampu mengangkat performa tim.

Juan Rubio menjadi pemain asal Chile yang pernah memakai jersey GPD (Gelora Putra Delta). Rubio menjadi pemain asing penting pada saat ia membela GPD. Dari Paraguay, Christian Rene Martinez juga jadi andalan Deltras di kompetisi Divisi Utama 2007 dan ISL 2008. Rene Martinez, dianggap sosok penting di lini belakang Deltras.

Namun, dari deretan para pemain asing yang bermain apik dengan Deltras, tidak untuk para pemain asing asal benua Asia. Ya, selain Deltras langganan merekrut pemain asing asal benua Amerika Latin, beberapa tahun lalu, The Lobster juga mengikat kontrak dengan pemain asing Asia, yakni Park Chan Young dan Shin Hyun Joon, keduanya berasal dari negara yang sama Korea Selatan, mereka juga berposisi sebagai gelandang.

Park Chan Young lebih dulu bergabung dengan Deltras di ISL musim 2010/11. Park menjadi rekrutan pemain asing Asia Deltras di musim tersebut. Mengikuti seleksi sebelum melakoni ISL 2012, pelatih kepala Deltras pada saat itu, Mustaqim tertarik dengan permainan Park di lini tengah. Alhasil Park direkrut The Lobster bersama pemain asing lainnya macam Danilo Fernando, Christiano Lopez, Marcio Souza, dan Steve Hesket.

Namun, digadang-gadang mampu mengimbangi lini tengah Deltras, bersama gelandang serang asal Brazil macam Danilo Fernando, serta gelandang lokal macam FAS sebutan Ferry Aman Saragih dan Khoirul Mashuda, Park Chan Young belum bisa memberi kontribusi besar bagi tim.

Pemain kelahiran 01 Januari 1990 itu, bermain di kompetisi tak seperti diharapkan. Ia hanya mencetak satu gol saja dan mengantongi 4 kartu kuning, selama putaran pertama Deltras. Akhirnya, gelandang korsel ini harus didepak dari skuad Deltras.

Selain Park Chan Young, The Lobster juga pernah merekrut gelandang korsel lainnya, ialah Shin Hyun Joon. Shin bermain untuk Deltras di ISL musim 2011/12. Di musim sebelumnya, Shin Hyun Joon memperkuat Psps Pekanbaru. Performa apiknya selama berjersey Psps membuat manajemen Deltras kepincut dengan aksi Shin di lini tengah. Sebagai gelandang serang, tentu Shin diharapkan menjadi penyuplai bola untuk para striker.

Bermain bersama Deltras, Shin Hyun Joon bahu membahu dengan para pemain asing lainnya seperti Sean Daniel Rooney, Amos Marah, Mijo Dadic, dan Walter Brizuela. Sempat menjadi pemain man of the match pilihan Deltamania di beberapa pertandingan awal Deltras, dan mencetak gol saat Deltras berhadapan dengan Arema Indonesia di laga kandang, membuat nama Shin mencuat di kalangan suporter. Apalagi, performa Walter Brizuela pada saat itu cukup buruk dan tidak mengimbangi permainan apik Shin di Lini Tengah.

Namun, seiring performa tim dan track Deltras yang terus menurun hingga di laga-laga penghujung putaran pertama usai, Shin Hyun Joon juga tak memberi penampilan apiknya seperti di laga-laga awal sebelumnya. Banyak kalangan, performa Shin tidak bisa berkembang lantaran para pemain asing macam Walter Brizuela dan Amos Marah bermain buruk di putaran pertama. Namun, keputusan manajemen Deltras untuk mencoret Shin Hyun Joon sudah bulat. Mantan pemain Psps Pekanbaru dan Psm Makassar itu harus angkat koper dari skuad Deltras. Suporter setia Deltras, Deltamania juga menyayangkan keputusan manajemen untuk mendepak Shin Hyun Joon.

Kedua pemain itu, baik Park Chan Young dan Shin Hyun Joon, sama-sama memperkuat Deltras Sidoarjo setengah musim saja, tepatnya hanya membela di putaran pertama. Park maupun Shin dianggap belum bisa mengangkat permainan lini tengah Deltras. Kedua pemain Korea Selatan ini juga masing-masing hanya mencetak satu gol bersama Deltras.

Ya, beberapa tahun silam, saat Deltras menggunakan pemain asing, The Lobster kerap kali menggunakan jasa pemain asing yang berasal dari Amerika Latin. Dan terbukti, deretan pemain asing asal Amerika Latin mampu memberi performa apik. Lain halnya dengan pemain asing Asia, Park Chan Young dan Shin Hyun Joon mungkin belum bisa menyatu dengan skuad Deltras pada jaman mereka masing-masing.

Dan memang, dua kali menggunakan pemain asing Asia, dua kali juga The Lobster mendepak mereka berdua di separuh jalan kompetisi. (bid)


Data Diri :
Nama : Park Chan Young
Lahir : 01-01-1990
Negara Asal : Korea Selatan
Nomor Punggung (Bermain Untuk Deltras) : 08
Gol : 01
Kartu Kuning : 04



Data Diri :
Nama : Shin Hyun Joon
Lahir : 09-04-1983
Negara Asal : Korea Selatan
Nomor Punggung (Bermain Untuk Deltras) : 08
Gol : 01
Kartu Kuning : -

Baca Juga =
Tiga Laga Uji Coba Terakhir, Lini Belakang Jadi Sorotan
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan

Mantan Gelandang Deltras Tekuni Bisnis Kerupuk

Chorul Anam : Saat membela Deltras di ajang Copa Dji Sam Soe

Pensiun sepak bola tak membuat Choirul Anam tertarik bergelut kembali dengan si kulit bundar. Dia memilih terjun di bisnis yang belum pernah ditekuni rekan-rekannya terdahulu.

KETUKAN beberapa kali dilakukan ke sebuah rumah di Pondok Jati, Sidoarjo.Tapi, tak lama kemudian, seorang perempuan naik sepeda motor juga berhenti di rumah tersebut.

''Cari siapa?,'' katanya yang ternyata adalah ibu mertua Choirul Anam, sang pemilik rumah.

Tak lama kemudian, seorang lelaki dengan wajah yang masih sayu seperti baru bangun tidur pun keluar. Ya, dia adalah Anam, sapaan karib Choirul Anam.

Saat masuk rumah, terlihat puluhan galon di dekat pintu masuk rumah. Ada yang masih isi air tapi banyak yang sudah kosong.

Di dalam rumahnya hanya ada satu foto yang menunjukkan si empu rumah merupakan pesepak bola. Beda dengan rumah-rumah pesepak bola lain yang di ruang tamunya banyak berjejer foto saat masih aktif di lapangan hijau.

Padahal, karir Anam tak kalah mentereng. Dia malang melintang di level tertinggi sepak bola Indonesia, Indonesia Super League.

''Kecil saya ikut Putra Gelora di Surabaya. Resikonya, saya harus latihan dari Mojosari (Kabupaten Mojokerto) ke Surabaya yang lumayan jauh,'' kenang Anam.

Karirnya mulai mencuat saat membela Jatim di Liga Bogasari. Di tangan Darmaji, kemampuannnya sebagai tukang gedor gawang lawan mulai terasah.

''Saya pun mendapat kesempatan mengikuti seleksi buat Timnas U-15 yang dilaksanakan di Medan. Setelah itu, seleksi diTimnas U-17 dan 19, saya juga dipanggil,'' terang lelaki kelahiran 1986 tersebut.

Dengan usia yang masih muda pula, 2004, Anam sudah menembus klub Persema Malang. Di Kota Pelajar, julukan Malang, dia juga mendapat bapak asuh, Bambang D.H, yang menjabat sebagai Sekda.

''Di Persema, saya bermain selama tujuh musim. Setelah itu, pada 2010, baulah saya keluar dan membela Deltras,'' lanjutnya.

Usai dari Deltras, bapak dua anak itu kembali ke Malang dengan bergabung Arema yang berlaga di ajang Indonesia Premier League, ketika kompetisi sepak bola Indonesia terpecah menjadi dua.

''Setelah itu ke PSIS Semarang yang ditangani Bonggo Pribadi dan ke Persik yang dilatih Agus Yuwono,'' ujarnya.

Nah, Deltras pun menjadi akhir pelabuhan karirnya. Hanya, dia menutupnya dengan kesan yang tak mengenakkan.

''Saya hanya bermain setengah musim. Putaran II, saya sudah diputus manajemen,'' ungkap Anam.

Di Sidoarjo, Anam juga menemukan tambahan hati dan meniti karir di luar sepak bola. Mulai 2013, dia terjun ke bisnis sembako.

''Saya jualan beras, kerupuk udang, dan air galonan. Alhamdulillah, sekarang sudah lancar,''  jelas Anam.

Di antara barang dagangannya, kerupuk udang paling diserbu pembeli. Saat penulis datang, tak ada satu kerupuk jelas ikan Kalimantan tersebut yang tersisa. (*)

sumber - http://www.pinggirlapangan.com/

Baca Juga =
Deltras Tak Jodoh Dengan Pemain Asing Asia ?
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster
Walau Laga Uji Coba, Deltamania Tetap Berikan Dukungan