Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Saturday, December 31, 2016

Kaleidoskop 2016, Jalan Terjal Bagi The Lobster


DELTACYBER - Pertama kali terjun di kasta ketiga alias Liga Nusantara setelah resmi terdegradasi dari Divisi Utama 2014 silam. Deltras Sidoarjo harus menjalani banyak rintangan di Liga Nusantara zona Jawa Timur 2016 kemarin. Dimulai dari skuad Deltras yang dipersiapkan untuk LINUS 2015 dipindah ke tim Sidoarjo United yang berlaga di ISC B 2016, sampai deretan kekalahan yang menghantui The Lobster.

Puji Daryo ditunjuk manajemen sebagai pelatih kepala dibantu M.Khusen mantan pemain Deltras untuk jabatan asissten pelatih serta Solikin pelatih kiper.

Tak sedikit problem yang menghinggapi kubu Deltras di musim kemarin. Mulai dari tim yang diisi para pemain muda minim pengalaman, faktor-faktor tidak adanya pemain senior yang mampu menjadi pemimpin di lapangan, sampai seretnya urusan mencetak gol ke gawang lawan selama babak penyisihan grup.

Tergabung di grup 4 zona jawa timur, Deltras bentrok dengan tim-tim jatim lainnya macam Perseta Tulungagung, Persema 1953, Blitar United dan Persikoba Batu.
Seminggu sebelum laga perdana LINUS, Deltras menggelar laga uji tanding melawan Madura United U21 (16/07/16) di stadion Gelora Delta. Dalam laga itu, skuad muda Deltras berhasil menang meyakinkan dengan skor 3-1 melalui gol Maarif Kamtono, Hasan dan Ali Faizin.

Laga perdana grup 4, Deltras menjadi tuan rumah menjamu tamunya Persikoba Batu (24/07/16). Sempat tertinggal lebih dulu dari gol Apristya menit-36, Deltras menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Ali Faizin menit ke-57. Sayang hilangnya fokus lini belakang, mampu dimanfaatkan Persikoba mencuri gol dari kaki Koko Dwi meni-90. Persikoba sukses mencuri 3 poin dari bumi delta. Padahal dari data statistik tercatat 56 % Deltras menguasai penguasaan bola.

Untuk shoot on target Deltras hanya 3 kali dan Persikoba lebih tajam dengan 10 kali tendangan, sedangkan shoot of target Deltras lebih banyak mengancam dengan 10 tendangan ketimbang Persikoba hanya 7 kali.

Away pertama melawat ke kandang Blitar United (27/07/16), Deltras benar-benar bermain dibawah perform. Blitar United menggulung Deltras dengan skor 4-0. Dari statistik pun Deltras kalah dalam shoot on target, shoot of target sampai ball posession.

Di laga ketiga, giliran Persema 1953 menjadi tuan rumah bagi Deltras. Bermain di stadion gajayana malang (03/08/16), Deltras sebenarnya bermain cukup baik. Aliran bola dari tengah kedepan sudah berjalan dengan baik. Namun, lagi-lagi penyelesaian akhir menjadi masalah. Justru Persema mampu mencuri 2 gol dari Jaya Teguh Angga menit-34 dan babak kedua oleh Eka Dhaniar menit 60. Persema menang 2-0.

Pertandingan terakhir putaran pertama, Deltras bertindak selaku tuan rumah menghadapi tamunya Perseta Tulungagung (10/08/16). Setelah tiga kali kalah beruntun tim besutan Puji Daryo tersebut berhasrat mengamankan 3 poin di kandang sendiri. Sayang, Perseta yang sudah siap justru membungkam Deltras dihadapan publik sendiri 0-2.

Putaran pertama Deltras mengakhiri dengan 4 kekalahan beruntun dan hanya mencetak satu gol saja. Catatan buruk The Lobster. Di putaran kedua, tidak ada penambahan pemain signifikan hanya satu-dua pemain muda saja yang masuk tim.

Laga perdana di putaran kedua, Deltras away ke Perseta Tulungagung di stadion rejoagung Tulungagung (24/08/16). Alih-alih mencuri poin, Deltras justru ditekuk tuan rumah dengan skor telak 3-0.

Pertandingan kedua The Lobster bermain di lapangan Arhanudse gedangan yakni melawan Persema 1953 (28/08/16) dan Blitar United (05/09/16) dikarenakan pada waktu itu stadion Gelora Delta dalam sterilisasi kedatangan Presieden Joko Widodo.
Menjamu Persema, skuad Deltras masih penasaran akan kemenangan perdananya. Menit ke-25 sepakan Bayu Alfarizi membawa Deltras unggul 1-0. Sayang tak bisa pertahankan keunggulan baru di menit-29 striker andalan Persema Jaya Teguh Angga menyamakan skor 1-1 yang bertahan hingga laga usai.

Ketika berhadapan dengan Blitar United. Kelemahan Deltras di LINUS 2016 ialah selalu kebobolan di menit-menit awal babak pertama. Baru meni-6 gawang Deltras sudah dibobol oleh Achmad Burhan dan menit ke-37 dari kaki Hanafi.

Deltras hanya membalas satu gol melalui heading Andy Wicaksono meni-85. Sayang, semangat menyamakan kedudukan sirna setelah Achmad Burhan kembali menjebol jala Deltras menit-89. Deltras kalah 1-3 atas Blitar United.


Laga terakhir grup 4, skuad Deltras bertandang ke stadion brantas, Batu kandang dari Persikoba Batu. Disaksikan ribuan Deltamania yang tetap setia mengawal Deltras away ke Batu menjadi spirit tersendiri. Pertandingan berjalan alot, kedua tim saling jual beli serangan. Kelemahan di lini belakang dan lagi-lagi di menit awal menjadi problem besar bagi Deltras. Persikoba Batu mampu mencuri gol di menit-menit awal pertandingan 1-0. Di sisa waktu yang ada, Deltras sebenarnya cukup banyak memiliki peluang, finishing yang buruk masih jadi kendala bagi pemain muda Deltras. Deltras kalah 1-0.

Bisa dibilang 2016 menjadi performa yang buruk bagi Deltras. Dimana tim dipersiapkan hanya sekitar 2 minggu itupun juga sekaligus proses seleksi pemain. Tim dihuni banyak pemain muda minim pengalaman tanpa ada sosok senior yang bisa menjadi jendral di lapangan. Mulai dari kelamahan kebobolan menit awal, penyelesaian akhir cukup buruk di depan gawang lawan, sampai catatan minimnya jumlah gol Deltras yang hanya mencetak 3 gol dalam 8 pertandingan.

Namun, terlepas itu semua, bagi suporter fanatik Deltamania. Slogan "kami setia bukan ueforia" benar-benar dibuktikan oleh mereka. Meskipun 8 kali bermain tanpa kemenangan sekalipun hanya mendapat 1 poin dari 1 hasil imbang, Deltamania tetap mengawal Deltras baik kandang maupun saat laga tandang terakhir menjamu Persikoba. Ribuan Deltamania menggruduk kota Batu. (bid)

Tuesday, December 27, 2016

Empat Bek Lokal Menempati Strating Eleven Terbaik Deltras Versi Fahmi Idris

Fahmi Idris : saat latihan bersama tim Deltras
DELTACYBER - Fahmi Idris ialah kiper kedua skuad Sidoarjo United musim lalu. Penjaga gawang muda sidoarjo itu kini mengikuti latihan rutin tim Deltras Sidoarjo. Selain menjadi pelapis Papang Nurjaman, Amik sapaan akrab Fahmi Idris pernah mengantarkan tim Porprov Sidoarjo menjadi runner-up di ajang Porprov Banyuwangi 2014 silam.

Saat redaksi DeltaCyber menghubungi amik soal siapa saja 11 pemain terbaik menurutnya, Amik hanya menempatkan 3 pemain asing saja yang pernah memperkuat The Lobster. Formasi 4-2-3-1 ia pilih sebagai formasi idamannya.

Dari posisi paling belakang alias penjaga gawang. Nama kiper terbaik gelaran Copa Dji Sam Soe 2008 Syaifudin menjadi pilihan Amik. Syaifudin moncer bersama Deltras di musim 2008. Di jajaran pemain belakang. Empat pemain lokal yakni dua center bek Purwaka Yudi serta Waluyo dibantu bek kanan macam Benny Wahyudi dan bek kiri rekannya tim Ahmad Setiawan.

Untuk holding midfielder. Dua gelandang bertahan dipilih Fahmi Idris yaitu Jefry Dwi Hadi dibantu dengan pemain Arema Cronus saat ini Juan Revi Auriqto.

Tiga pemain depan diisi oleh Sutikno di sayap kanan, gelandang ada pemain asing pujaan Deltamania Claudio Damian Pronetto dan di sayap kiri Michael Adolfo Souza. Untuk urusan ujung tombak, Hilton Moreira dipilih Fahmi Idris. Untuk kapten dalam formasi idamannya kali ini, ia mempercayakan kepada Purwaka Yudhi.

Fahmi menambahkan alasannya mengapa ia menempatkan Sutikno di lini depan. "Saya suka gaya permainannya sutikno. Umpan-umpan manjanya ke kotak pinalti itu yang bikin saya memilih dia di barisan depan," ujar Fahmi.

Sementara itu Amik menjatuhkan pilihan ban kapten kepada Purwaka Yudhi bukan tanpa alasan. "Menurut saya Purwaka pantas menyandang kapten karena sikapnya di lapangan kalem dan tenang, tidak gampang tersulut emosinya," imbuhnya. (bid)


Sunday, December 25, 2016

Gallery Foto Aksi Deltamania Galang Dana Korban Gempa Aceh (25/12)


DELTACYBER - Musibah gempa yang menimpa masyarakat kabupaten Pidie Jaya, Aceh beberapa waktu lalu membuat suporter fanatik Deltras Sidoarjo, Deltamania tergerak untuk melakukan penggalangan dana membantu untuk korban gempa aceh.
Tadi pagi (25/12) aksi tersebut dilakukan ratusan Deltamania dan Deltanita di alun-alun kota Sidoarjo.

Dana yang terkumpul dari galang dana korban gempa aceh hari ini sebesar Rp 1.975.000. Dan akan disumbangkan kepada para korban Pidie Jaya, Aceh. Aksi itu mendapat respon positif bagi warga Sidoarjo yang juga melakukan olahraga pagi di alun-alun Sidoarjo maupun pengendara bermotor yang menyumbang.

Berikut Gallery Foto Aksi Deltamania Galang Dana Korban Gempa Aceh (25/12) =










Deltamania Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh


DELTACYBER - Aksi sosial bagi para korban gempa kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam beberapa waktu lalu dilakukan oleh suporter setia Deltras Sidoarjo, Deltamania. Tanggal 7 Desember lalu gempa yang berkekuatan 6,5 skala richter itu mengguncang Kabupaten Pidie Jaya sekitar pukul 05.36 wib.

Kurang lebih 104 orang meninggal dalam musibah tersebut dan merusak ratusan bangunan roboh.
Aksi menggalang dana untuk korban gempa aceh digelar para suporter yang identik dengan warna kebesaran mereka merah-merah pagi tadi (25/12) di alun-alun Sidoarjo.

Ratusan Deltamania hadir tampak bersemangat memutar kardus sumbangan di beberapa titik alun-alun Sidoarjo yang mereka bagi beberapa kelompok.

Aksi tersebut mendapat respon positif bagi warga Sidoarjo yang juga melakukan olahraga pagi di alun-alun Sidoarjo maupun pengendara bermotor yang menyumbang.

Dana yang terkumpul dari galang dana korban gempa aceh hari ini sebesar Rp 1.975.000. Dan akan disumbangkan kepada para korban Pidie Jaya, Aceh. (*)

Wednesday, December 21, 2016

Tanggal 27 Desember 2016, Batas Akhir Pengiriman Lomba Desain Jersey Deltras


DELTACYBER - Sudah satu bulan lebih lomba desain jersey deltras untuk kompetisi Liga Nusantara 2017 mendatang digelar oleh panitia.

Lomba yang memperebutkan hadiah uang tunai, dua tiket vip terusan laga kandang Deltras musim depan, pemenang juga bakal mendapat jersey Deltras hasil karyanya serta nama pemenang akan ditulis di jersey Deltras musim depan. Itu akan menandakan, bahwa jersey tersebut hasil desainnya.
Setelah resmi dibuka tanggal 18 November bulan kemarin, lomba ini akan ditutup tinggal hitungan hari saja kedepan.

"Terakhir pengiriman hari selasa besok, tanggal 27 Desember 2016. Dan untuk pengumuman siapa saja pemenangnya akan diumumkan pada tanggal 7 Januari 2017 mendatang dalam acara pengumuman pemenang dan serah terima hadiah," ungkap Agustina, salah satu panitia dalam lomba jersey kali ini.

Untuk persyaratan serta ketentuan terkait lomba tersebut, Deltamania dan warga Sidoarjo yang masih belum mengirim karya orisinilnya bisa melihat ketentuan lebih lengkapnya di website Deltamania yakni, www.deltamania-cyber.com, fans page facebook Deltamania Cyber, ataupun official twitter @Delta_Cyber. (bid)

Saturday, December 17, 2016

The Lobster Agendakan UjiCoba Blusukan, Ini Alasannya

Skuad Deltras : saat ujicoba melawan Tora Fc kemarin (17/12)

DELTACYBER - Tim Deltras Sidoarjo sudah memulai latihan rutin menjelang Liga Nusantara musim depan. Sudah dua minggu mereka berlatih di stadion jenggolo. Kemarin (17/12) The Lobster menggelar laga ujicoba pertamanya melawan tim lokal Tora Fc di lapangan desa semambung, kecamatan wonoayu. Sayang, Deltras harus kalah tipis 3-2. Gol Deltras dicetak oleh strikernya Riky Hamzah di babak pertama dan gelandang muda Ibnu Hajar pada babak kedua.

The Lobster memang sementara waktu ini untuk persiapa Liga Nusantara 2017 serta membentuk kerangka tim, mencanangkan agenda untuk berujicoba dengan tim internal Sidoarjo.

Adapun keputusan manajemen untuk mengagendakan ujicoba dengan tim-tim lokal Sidoarjo sendiri dan bermain di lapangan desa, Agustina Kris Purwanto yang kini menjabat sebagai Sekretaris tim menuturkan.

"Kami mengagendakan ujicoba blusukan, karena kami ingin mendekatkan Deltras ke masyarakat Sidoarjo dan menunjukkan Deltras masih eksis," ujarnya.

The Lobster tak sekali ini saja berujicoba ataupun latihan di lapangan desa yang ada di Sidoarjo. Seperti di kompetisi Indonesia Super League 2008, persiapan sebelum putaran kedua. Tim asuhan Mamak Alhadad kala itu berujicoba dengan beberapa tim internal Sidoarjo di lapangan desa. Pemain-pemain moncer macam Danilo Fernando, Gustavo Chena, Purwaka Yudhi, Junior, Firmansyah, Rene Martinez tak canggung ramah tama bersama masyarakat setempat.

Hal yang sama juga dilakukan ole skuad Deltras persiapan musim ISL 2011. Budi Sudarsono dkk, juga mengagendakan ujicoba serta latihan di lapangan desa Banjarsari, Buduran.

"Juga kami mencari siapa tahu ada pemain bagus yang sesuai kebutuhan tim ketika ujicoba dengan tim lokal," imbuh Agus. (bid)

Meskipun Kalah, Nonton Bareng Deltamania Bersama EFC Sidoarjo Tetap Semarak


DELTACYBER - Harapan untuk membawa pulang piala AFF Suzuki Cup 2016 ke Jakarta pupus sudah. Satu kaki sudah berada di ambang juara, skuad Garuda dibalikkan keadaan oleh gajah putih julukan timnas Thailand. Indonesia harus mengakui kekalahan 2-0 di penentuan juara final leg ke-2 kemarin (17/12) di stadion Rajamangala, Bangkok Thailand.

Dua gol Thailand dicetak oleh strikernya Siroch Chattong menit ke-37 dan 47 babak pertama. Indonesia butuh minimal mencetak satu gol untuk memaksakan perpanjangan waktu atau menyamakan skor agregat. Namun sayang, pertahanan rapat dan rapi lini belakang Thailand masih terlalu kuat bagi Indonesia.

Sampai peluit panjang, skor 2-0 bertahan hingga usai. Dengan hasil itu, skor agregat 3-2 untuk Thailand memastikan diri mereka menjadi raja ASEAN. Lima kali berhasil mengangkat piala AFF menjadi bukti kekuatan mereka di negara-negara ASEAN.

Tetapi, dukungan untuk skuad Garuda apapun hasilnya terus mengalir kepada Bayu Pradana dkk. Berbagai gelaran nonton bareng di kota-kota Indonesia menjadikan semangat tersendiri bagi pemain. Tak terkecuali nonton bareng yang diadakan oleh Deltamania bersama rekan-rekan komunitas EFC (Eropa Fans Club) Sidoarjo kemarin malam (17/12) di sekretariat Deltamania.

Chants-chants penyemangat terus didengungkan dari Deltamania bersama EFC Sidoarjo. Seperti tak kenal lelah walau Indonesia tertinggal 2 gol.

Bukan hanya itu, beberapa rekan-rekan Jak Mania Sidoarjo, Pasoepati beserta pemain Deltras U17 juga larut dalam meriahnya nonto bareng kemarin. (bid)


Wednesday, December 14, 2016

Nonton Bareng Deltamania dan Warga Sidoarjo Meriah


 DELTACYBER - Dukungan terhadapan para punggawa Timnas Garuda yang sudah melampaui babak Final mengalir tiada henti dari suporter seluruh Indonesia dan rakyat Indonesia. Begitupun Deltamania dan warga Sidoarjo. Gelaran Nonton bareng yang diadakan oleh rekan-rekan Deltamania kemarin (14/12) di Sekretariat Deltamania atau Distrofans dihadiri ratusan Deltamania juga warga Sidoarjo yang ingin mendukung perjuangan Timnas.

Sempat dibuat cemas babak pertama skuad Garuda tertinggal dulu oleh gol heading kapten Thailand Therasil Dangda menit ke-33.

Tak membuat dukungan surut. Tabuhan drum serta nyanyian suporter yang nonton bareng di sekretariat Deltamania membuat nobar semakin semarak.

Gol Indonesia pun datang dari Rizky Pora menit-65 juga gol penentu kemenangan final Leg 1 lewat sundulan Hansamu Yama menit ke-70.

Apalagi gol Hansamu Yama disambut sorak kemenangan Deltamania begitu pecah dan meriah. Di akhir laga Flare pun dinyalakan.

Di nonton bareng kemarin, beberapa perwakilan Deltamania sekaligus menggalang dana untuk para korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh beberapa waktu lalu.

Rencananya pada pertandingan final Leg ke-2 besok sabtu (17/12) Deltamania juga akan menggelar nonton bareng kembali di Sekretariat Deltamania. (bid)


Deltamania Peduli Aceh : di laga nonton bareng kemarin (14/12)

Semarak : sambil bernyanyi, Deltamania menyalakan flare usai laga berakhir

Sunday, December 11, 2016

Jelang Final Leg 1, Bermain Bertahan Dengan Rapi Atau Permainan Terbuka


DELTACYBER - Tak diunggulkan dalam hal juara di gelaran Piala AFF Suzuki Cup 2016 ini, timnas Indonesia mampu membuktikan bahwa Boaz Salossa cs bisa membawa sang merah putih ke partai final meladeni Thailand besok rabu (14/12) leg 1 di stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
Apa yang disuguhkan skuad Garuda pada leg kedua semifinal kemarin (07/12) kala meladeni perlawanan sengit Vietnam, dengan strategi bertahan total sesekali memanfaatkan serangan balik membuat pecinta Timnas dibuat harap-harap cemas Le Cong Vinh dkk membobol gawang Kurnia Meiga. Walaupun pada akhirnya 2 gol bersarang di gawang Indonesia.

Pertahanan rapi yang disusun oleh Hansamu Yama, Fachrudin, Benny Wahyudi dan Abduh Lestaluhu membuat striker-striker Vietnam sempat frustasi di babak pertama. Beberapa kali intersep dilakukan Fachrudin Ariyanto maupun Hansamu Yama sebagai duo stopper. Juga didukung oleh pergerakan yang tak kenal lelah Manahati Lestusen yang diposisikan sebagai holding midfielder bersama Bayu Pradana.

Di laga final ini, Piala AFF 2016 menerapkan pemutihan kartu. Dengan kata lain, semua pemain bisa dimainkan di pertandingan leg 1 besok rabu (14/12).

Bila melihat permainan Vietnam yang mempunyai kelebihan dengan umpan-umpan pendeknya, kecepatan pemainnya, serta mampu menguasai bola cukup lama. Indonesia pada laga itu memilih untuk bertahan total. Hasilnya di babak pertama cukup membendung serangan Vietnam. Hanya saja, di babak kedua, gol pertama Vietnam pemain Indonesia tak melihat pergerakan lawan dan hanya fokus kepada bola. Juga gol Le Cong Vinh di menit-menit akhir tidak ada pressing ketat kepada kapten vietnam itu.

Thailand berbeda dengan Vietnam. Sepakbola Thailand didukung kompetisi liganya yang selalu ketat serta didukung faktor-faktor kualitas permainan pemainnya selalu meningkat membuat Thailand sudah berani menatap persaingan di level ASIA sekalipun.

Umpan-umpan pendek terukur sudah ada di kubu Thailand, serangan yang dibangun Terasil Dangda juga ampuh, pertahan kuat juga dimiliki. Terbukti, selama babak grup sampai semifinal. Gawang Thailand hanya kebobolan dua gol saja. Itupun saat berhadapan dengan Indonesia. Selebihnya empat laga kembali aman.

Bermain selaku tuan rumah terlebih dahulu. Harus dimanfaatkan benar oleh pelatih kepala Indonesia Alfred Riedl. Apakah ia memilih bermain bertahan rapi dengan memanfaatkan serangan balik cepat dari kecepatan Andik Vermansyah, Boaz Salossa, Rizky Pora serta Stefano Lilipaly. Bila memilih bertahan, tentu harus dengan teknik serta strategi yang dinilai cukup ampuh.

Karena, teknik bertahan sejatinya lebih susah ketimbang menyerang. Bertahan memperlukan kecerdasan pemain belakang serta gelandang untuk memposisikan diri mereka pada posisi yang tepat untuk membayangi lawan, mengikuti lawan, mempressing lawan, tentu juga dibutuhkan stamina yang stabil.

Atau menantang Thailand dengan permainan terbuka. Dalam hal ini, skuad Garuda menjadi penantang sepadan Thailand untuk urusan membobol gawang Lawan. Dari fase grup sampai semifinal. Tercatat, 10 gol sudah dilesakkan Indonesia ke gawang lawannya masing-masing. Jadi per laga, Indonesia mencetak 2 gol. Tukang gedor kapten Boaz Salossa, Andik Vermansyah, Stefano Lilipaly, dan Rizky Pora sepertinya tetap jadi andalan Alfred Riedl. Didukung pemain cadangan macam Lerby Eliandry Pong Baru yang sudah mencetak 1 gol, atau Zulham Zamrun dan Ferdinand Sinaga.

"Thailand adalah tim yang bagus dan mereka bermain sangat baik tapi saya percaya tim kami yang akan memenangkan pertandingan," ujar Lilipaly seperti dikutip di halaman resmi AFF.

Di kubu tamu The Elephants War julukan Thailand. Tim besutan pelatih Kiatisuk Senamuang tentu harus memikirkan bagaimana atmosfir stadion Pakansari, Bogor yang sudah jelas dibuat merinding dengan tekanan gemuruh ribuan suporter sudah siap memadati stadion.

Teerasil Dangda masih tetap menjadi andalan lini depan Thailand saat ini. Pemain senior itu sudah mencetak 6 gol di turnamen kali ini, menjadi top skor sementara. (bid)

Friday, December 9, 2016

Persela Main di GDS, Deltamania Jamu LA Mania dan Curva Boys 1967

Suporter Persela : Saat mendukung Persela Lamongan tadi sore (09/12)
DELTACYBER - Memang Deltras Sidoarjo dengan Persela Lamongan sudah lama tak berjumpa kembali di kompetisi resmi. Namun, kasta tidak membuat jalinan silahturahmi antar kedua suporter itu putus. Meskipun Persela Lamongan hari ini yang dihadapi tim Bhayangkara Fc, tetapi Deltamania selaku suporter tuan rumah Sidoarjo tetap menyambut kedatangan suporter Persela dengan hangat.

Ya sore tadi (09/12) di stadion Gelora Delta Sidoarjo, ratusan LA Mania serta Curva Boys 1967 datang untuk mendukung tim kebanggaannya Laskar Joko Tingkir julukan Persela Lamongan dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship A melawan tim Bhayangkara Fc. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan telak Bhayangkara Fc 3-0.

Bahkan sehari sebelumnya, hari kamis (08/12). Perwakilan dari Curva Boys 1967 sudah mengunjungi rekan-rekan Deltamania di sekretariat Deltamania DistroFans. Pada intinya mereka ingin menjalin silahturahmi baik Deltamania sebagai suporter Sidoarjo dengan Curva Boys suporter Lamongan. Curva Boys 1967 diwakili oleh dirijen mereka cak Ulum dan beberapa anggota lainnya.

Hubungan baik kedua suporter Sidoarjo dengan suporter Lamongan sudah terjalin apik sejak lama. Baik saat Deltamania away ke stadion Surajaya Lamongan beberapa tahun lalu juga disambut LA Mania dan Curva Boys 1967.

Juga di musim ini, Persela Lamongan yang banyak melakoni laga tandang di Gelora Delta Sidoarjo dikarenakan homebase mereka sedang tahap renovasi. Persela Fans selalu aman mendukung tim kesayangannya di bumi Delta. (bid)

Monday, December 5, 2016

Semifinal Leg 2, Indonesia Punya Kans Bagus Di Vietnam

Skuad Garuda : Di laga semifinal leg 1 kemarin (03/12) [foto by : pssi.org]

Pasukan Garuda berhasil menaklukkan salah satu favorit juara AFF Suzuki Cup 2016, Vietnam dalam laga pertama babak semifinal yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/12) dengan skor 2-1. Gol-gol dari Indonesia lahir dari Hasamu Yama dan Boaz Salossa.

Indonesia boleh saja mendapatkan gol lebih dahulu, namun mereka sempat tersentak kala Vietnam berhasil menyamakan kedudukan. Bersyukur kita masih memiliki pemain seperti Stefano Lilipaly. Melalui penetrasinya melewati bek lawan, Lilipaly dijatuhkan oleh salah satu bek Vietnam sehingga wasit menghadiahi penalti untuk Indonesia. Boaz yang menjadi algojo saat penalti berhasil melakukan tugasnya dengan baik. skor 2-1 bertahan hingga pluit akhir pertandingan dibunyikan oleh wasit.

Menurut pelatih Indonesia Alfred Riedl, dirinya melihat pertandingan tersebut berjalan sangat menarik dimana kedua tim saling mengambil inisiatif menyerang. Babak kedua diakuinya Vietnam sedikit lebih kuat, tetapi dia sangat bangga pemain bisa bangkit dan mencetak gol kemenangan.

"Saya pikir laga kali ini berjalan menarik, kedua tim saling menyerang. Tapi, di babak kedua kita bisa melihat bahwa Vietnam sedikit lebih kuat dibandingkan kami," tutur Riedl saat jumpa pers usai pertandingan.

"Kami bangga bahwa pemain kami bisa bangkit, hingga bisa mencetak gol kemenangan," imbuhnya.

Walaupun Indonesia dirugikan dengan satu gol tandang Vietnam, pelatih skuat 'Garuda' Alfred Riedl masih sangat yakin kans untuk lolos ke final masih terbuka. Sebab dia yakin Indonesia bisa mencetak gol tandang.

"Kemenangan di laga pertama bagus untuk membuka pintu lebih lebar ke babak final. Kebobolan satu gol di laga ini memang tak baik, tapi kami yakin bisa mencetak gol di sana," kata Riedl.

Perihal peluang Vietnam melaju ke babak final, pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang, juga yakin bahwa mereka masih mempunyai kesempatan besar.

"Pertama-tama, selamat untuk Indonesia atas raihan kemenangan di laga ini. Saya senang dengan para pemain saya meski hasilnya kalah," ucap Huu Thang.

"Mereka menunjukkan diri bisa memainkan gaya bermainnya sendiri dan itu membuat saya senang, bisa menciptakan banyak peluang, saya pikir imbang merupakan hasil yang paling adil,” lanjutnya

"Kami masih akan melakoni laga kandang, kami masih mempunyai peluang. Kekalahan ini memang menyulitkan, tapi kami mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk bermain lebih baik lagi di laga kedua.”

Baik Indonesia maupun Vietnam kembali akan bermain di pertandingan penentu leg kedua di Mu Dinh Stadium, Rabu (7/12).

sumber - www.pssi.org

Sunday, December 4, 2016

Deltras Sudah Agendakan Latihan Rutin


DELTACYBER - Setelah mengevaluasi tim Deltras di musim kemarin, kini The Lobster sudah tak ingin mengulangi kesalahan yang sama dan ingin menatap Liga Nusantara 2017 lebih matang. Deltras bakal menggelar latihan perdana sejak awal guna membentuk kerangka tim.

Deltras sudah siap berlatih satu minggu sebanyak 3 kali. Yakni hari senin, selasa dan kamis di stadion Jenggolo Sidoarjo. Serta bakal ada satu kali ujicoba melawan tim-tim internal Sidoarjo sendiri di tiap minggunya.

Tetapi, karena satu minggu awal ini tepatnya sampai tanggal 9 Desember stadion Jenggolo masih dipergunakan turnamen. Deltras sementara berlatih di lapangan Damarsih kecamatan Buduran mulai besok senin (05/12).

Rencananya ujicoba menghadapi tim lokal Sidoarjo sendiri akan digelar di lapangan - lapangan desa tim tersebut. Namun juga tetap melihat situasi dan kondisi lapangan tersebut.

Dalam latihan awal ini, skuad The Lobster akan didampingi jajaran pelatih sementara guna menentukan program-program latihan serta ujicoba nantinya. (bid)

Monday, November 28, 2016

Deltamania Candi Bersatu Rayakan Hari Jadinya ke 5th Dengan Meriah

Meriah : Perayaan Ulang Tahun Deltamania Candi kemarin (27/11)

DELTACYBER - Sudah 5 tahun, Deltamania Candi Bersatu berdiri serta merangkul semua rekan-rekan Deltamania yang ada di kecamatan Candi bersatu untuk menjadi satu kordinasi kecamatan yakni Deltamania Candi Bersatu. Tanggal 27 November 2011 silam resmi Deltamania Candi mendeklarasikan korcam mereka.

Kemarin hari minggu malam (27/11), Deltamania Candi Bersatu mengadakan syukuran sekaligus memperingati hari ulang tahunnya ke 5 tahun di salah satu rumah anggotanya, tepatnya di wilayah Kairo, Candi.

Beberapa perwakilan dari Kordinasi kecamatan atau komunitas lain pun tampak hadir, macam perwakilan Deltamania Tulangan, Deltamania Buduran, The Dark Krian, komunitas Jones Famiglia, dan YoungsterBoys 1989. Pyro Show Flare serta smoke menjadi penutup acara pada malam itu. (*)


Saturday, November 26, 2016

Songsong LINUS Musim Depan, Deltras Gelar Latihan Perdana 1 Desember 2016


DELTACYBER - Tekat Deltras Sidoarjo untuk mempersiapkan tim lebih baik ketimbang di Liga Nusantara musim lalu. Membuat The Lobster sudah menggeber latihan perdana pada hari kamis besok (01/12).

Informasi yang didapat redaksi DeltaCyber, untuk sementara ini. Pemain-pemain yang bakal mengikuti latihan perdana, yakni pemain gabungan antara Deltras Sidoarjo di LINUS 2016 kemarin serta para pemain Sidoarjo United.

Untuk teka teki jajaran pelatih yang bakal menangani tim Deltras. Sementara ini, manajemen belum mengeluarkan pernyataan resmi siapa yang ditunjuk sebagai pelatih kepala The Lobster.

Meskipun begitu, dengan menggelar latihan lebih cepat tentu akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Deltras.

Karena bisa memberikan kekompakan antar pemain lebih cepat untuk bisa menyatu satu dengan lainnya. Juga guna membentuk tim lebih panjang dan matang. (bid)

Friday, November 25, 2016

Ayo Manajemen Persiapkan Tim Sejak Dini Sebelum LINUS 2017


DELTACYBER - Bila tak ingin berlama-lama di kasta ketiga alias Liga Nusantara. The Lobster julukan Deltras Sidoarjo sudah harus bersiap diri menata kekuatan untuk mempersiapkan skuadnya sebelum Liga Nusantara 2017. Kompetisi yang sesungguhnya, yakni ada Promosi ke Divisi Utama setelah kongres PSSI kemarin.

Manajemen tim The Lobster memiliki beban yang bisa dibilang cukup berat untuk bersaing di Liga Nusantara. Kompetisi kasta ketiga yang memiliki jumlah peserta paling banyak ketimbang ISC B ataupun ISC A.

Apabila Deltras ingin lolos alias kembali lagi ke Divisi Utama, tentu persiapan panjang serta matang wajib dilakukan tim yang di LINUS 2016 kemarin menorehkan hasil negatif.

Deltras harus sudah menunjuk tim pelatih guna menyeleksi pemain serta membentuk kerangka tim. Lalu dengan begitu pemain bisa cepat menyatu lebih cepat. Belajar dari musim-musim sebelumnya. Adanya beberapa pemain senior serta pengalaman menjadi faktor penting didalam tim.

Kepemimpinannya di lapangan didukung sosok yang disegani di tim, menjadikan pemain senior bisa memberi arahan kepada para pemain muda di atas rumput hijau.

Selain menyusun kekuatan. Manajemen juga harus menyusun beberapa hal yang juga tak kalah penting guna mendukung tim agar berjalan beriringan. Manajemen wajib bertugas mencari sponsor agar memberikan kucuran dana segar kepada klub dan menjadikan tim ini masih memiliki daya jual.

Liga Nusantara sendiri memutar roda kompetisi lebih awal ketimbang ISC B atau ISC A. Banyaknya tim yang ikut, membuat LINUS harus menjalankan kompetisi lebih awal karena memang kompetisi ini sangat panjang.
Namun, untuk situasi saat ini Deltras harus segera membentuk armadanya dahulu sebelum merambah ke faktor-faktor terkait lainnya. (bid)

Thursday, November 24, 2016

Lupakan Hasil Imbang, Timnas Indonesia Fokus Lawan Singapura

Masih Jadi Andalan : Boaz Salossa

Timnas Indonesia kembali melakoni latihan usai ditahan imbang 2-2 dengan Filipina, Selasa (22/11) kemarin. Kali ini Boas Salossa dkk berlatih di Stadion Rizal Memorial, Manila, Rabu (23/11) siang.

Di laga selanjutnya Timnas Indonesia akan melawan Singapura di Stadion Rizal Memorial, Jumat (25/11) malam. Mau tidak mau Indonesia harus menang dan Thailand menahan imbang atau mengalahkan Filipina agar Skuat Garuda lolos ke semifinal Piala AFF 2016.

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl mengatakan latihan di Rizal Memorial Stadium siang ini jelang menghadapi Singapura. Ia mencoba melakukan rotasi dan memiliki pemain cadangan yang bagus. "Para pemain starter semalam di latihan kali ini melakukan adaptasi lapangan dan latihan operan, sementara pemain cadangan berlatih taktik penetrasi ke pertahanan Singapura," kata Alfred usai latihan.

"Singapura bermain dengan cara yang sangat berbeda dengan tim lain, banyak menumpuk di belakang dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik," tambahnya.

Pelatih asal Austria ini mengaku tiga pemain yakni Stefano sedikit cedera pergelangan kaki, Evan Dimas pada ototnya, Rizky Pora terkena benturan di punggung. "Kami pantau mereka hingga latihan besok. Kami harap tidak ada masalah yang berarti jadi bisa dimainkan lawan Singapura," tukas Alfred.

sumber - www.pssi.org

Wednesday, November 23, 2016

Indra Kahfi : Bila Main di GDS Saya Selalu Ingat Deltras

Indra Kahfi : Ketika Membela Deltras di ISL 2011 silam

DELTACYBER - Pilar Bhayangkara Fc sekaligus kapten tim yang berlaga di Indonesia Soccer Championsip A 2016, yakni Indra Kahfi. Selain sebagai pemain sepakbola, ia juga seorang anggota Polisi.

Kakak kandung dari kiper andalan Persija Jakarta, Andritany tersebut pernah memperkuat The Lobster di Indonesia Super League 2011. Indra Kafhi menjadi rekrutan Deltras pada putaran kedua. Di beberapa laga terakhir Deltras, pemain kelahiran 5 Oktober 1986 itu menjadi starter. Seperti saat tandang melawan Arema Indonesia, atau partai kandang Psps Pekanbaru dan Persija Jakarta.

Saat ditemui redaksi Deltacyber beberapa hari lalu pada saat seusai latihan rutin Bhayangkara Fc di stadion Gelora Delta, Indra Kahfi memaparkan bahwa ia senang pernah membela The Lobster.

Ketika redaksi Deltacyber menanyakan apakah Indra Kahfi masih ingat dengan Deltras, tim ia bela. pemain yang berposisi sebagai stopper itu menjawab dengan tegas bahwa ia selalu ingat dengan Deltras.

"Ya tidak lupa donk, kalau bermain di Gelora Delta saya selalu ingat dengan Deltras Sidoarjo," ujar pemain yang dipanggil seleksi Timnas beberapa waktu lalu itu.

Mantan pemain Persikota Tangerang dan Psps Pekanbaru itu, juga berharap Deltras lekas bangkit dari Liga Nusantara untuk promosi ke Divisi Utama musim depan. (bid)

Monday, November 21, 2016

Lama Tak Jumpa, Deltamania Sambut MaczMan di Sidoarjo

MaczMan Jawa Timur : Saat mendampingi PSM uji lapangan (20/11) di Gelora Delta
DELTACYBER - Lawatan PSM Makassar dalam lanjutan Indonesia Soccer Championsip A 2016 ke kota Delta kemarin (21/11) saat menjamu Bhayangkara Fc di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Tak ketinggalan juga suporternya Macz Man yang turut mendampingi tim kesayangannya berlaga.

Kelompok suporter PSM yang tergabung dalam Macz Man Jawa Timur, rekan-rekan fans PSM yang berdomisili di sekitara Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan langsung mendampingi PSM di Sidoarjo. Baik sebelum pertandingan pada sesi uji lapangan dan puncaknya ketika PSM bentrok dengan Bhayangkara Fc. Hasil akhir, tim asuhan pelatih Rene Albert tersebut mampu mencuri 3 poin dengan kemenangan 0-1 melalui gol Rizky Pellu.

Sekitar 100 anggota Macz Man berhasil memberi semangat lebih kepada tim kebanggaannya di Gelora Delta kemarin sore.

Sebelumnya, perwakilan Macz Man Jawa Timur sudah mengkonfirmasi sekaligus kulonuwun kepada suporter tuan rumah Sidoarjo, Deltamania.
Bahkan beberapa Deltamania juga bersama Macz Man Jatim melihat PSM uji lapangan di Gelora Delta. Pada pertandingannya pun, perwakilan Deltamania bersama Macz Man di tribun 10 stadion Gelora Delta.

Di sosial media Twitter, baik akun official Macz Man Makassar serta Jawa Timur berterima kasih atas sambutan dari Deltamania.
"Terima Kasih teman-teman @Delta_Cyber @deltrassidoarjo," twitt akun official Macz Man Jawa Timur.

Twitter Macz Man Jawa Timur

Sementara itu, pertemuan kedua suporter yang memang sudah lama tak jumpa ini membuat silahturahmi antara Deltamania dengan saudara jauhnya Macz Man masih tetap terjalin dengan baik.

Pertemuan terakhir Deltras Sidoarjo kontra PSM Makassar di Indonesia Super League 2010 (07/11). Kala itu The Lobster mampu mengatasi Juku Eja julukan PSM Makassar dengan skor 2-0 di stadion Gelora Delta Sidoarjo. (bid)

Friday, November 18, 2016

Lomba Desain Jersey Deltras Sidoarjo 2017

 

LOMBA DESAIN JERSEY DELTRAS SIDOARJO 2017

DELTACYBER – Menyambut musim baru Liga Nusantara 2017 serta mengusung harapan dan semangat yang baru, manajemen skuad Deltras Sidoarjo bersama suporter setianya Deltamania bakal mengadakan salah satu lomba desain jersey untuk tim Deltras Sidoarjo berlaga di LINUS 2017 mendatang.

Deltamania yang sudah menunggu akan tim Deltras menjual merchandise berupa jersey kepada suporter, serta bisa melihat Deltras menggunakan jersey dengan desain hasil karya arek sidoarjo sendiri dan menggandeng apparel. Semua itu sudah diserap oleh pihak manajemen Deltras sendiri.
Langkah awal kali ini yakni mengajak Deltamania dan warga kabupaten sidoarjo untuk mengikuti lomba desain jersey Deltras 2017.

Lomba desain ini resmi dimulai dan peserta bisa mengirim karyanya mulai tanggal 18 November 2016 hingga batas akhirnya pada tanggal 27 Desember 2016 mendatang. Untuk Pengumuman siapa pemenangnya baru diumumkan pada 07 Januari 2017.
Berikut syarat dan ketentuan lomba desain jersey Deltras Sidoarjo =

PERSYARATAN PESERTA =

1. Deltamania-Deltanita / Warga Sidoarjo (KTP Sidoarjo)

PERSYARATAN KARYA =

1. Desain karya merupakan karya asli, bukan jiplakan maupun contekan dalam lomba desain lain
2. Deltras tidak membatasi tema tertentu untuk kategori desain jersey.
3. Logo Deltras bisa download di www.deltamania-cyber.com
4. Desain dikirimkan dalam format JPEG/PNG/GIF beserta file project asli (PSD/CDR) dijadikan 1 dalam bentuk zip/rar
5. Desain dikirim ke email redaksi.deltacyber@ymail.com dengan mencantumkan subject “LOMBA DESAIN JERSEY DELTRAS”
Disertai data-data diri :
Nama, Alamat, No KTP, Pekerjaan, No Telp/HP
6. Sertakan diskripsi tentang arti jersey tersebut / penjelasan singkat alasan kenapa desain jersey anda harus kami menangkan.
7. Lomba desain jersey Deltras ini dinyatakan dibuka, terbuka untuk Deltamania dan warga Sidoarjo, dimulai pada tanggal Jumat, 18 November 2016 dan desain paling lambat diterima panitia pada Selasa tanggal 27 Desember 2016, pukul 23.59 wib.

KETENTUAN DESAIN =

1. Peserta bisa mengirim 3 desain jersey utama (jersey home, dan 2 jersey away)
2. Desain jersey beserta celana pendeknya
3. Desain jersey home wajib menggunakan warna dominan merah
4. Desain jersey away pertama wajib menggunakan warna dominan hijau
5. Desain jersey away kedua wajib menggunakan warna dominan putih
6. Deltras tidak memungut biaya dalam lomba ini.
7. Semua desain yang masuk akan menjadi karya intelektual Deltras Sidoarjo
8. Desain yang dipilih sebagai pemenang akan digunakan dalam jersey Deltras Sidoarjo musim 2017
9. Dengan menerima hadiah lomba, maka pemenang lomba telah setuju untuk menyerahkan hak cipta atas desain nya kepada Deltras Sidoarjo.
10. Deltras Sidoarjo dan apparel yang ditunjuk nantinya akan memegang hak eksklusif untuk mencetak dan mengedarkan hasil desain pemenang dalam bentuk jersey tim atau jersey replika suporter dan atau media lain.

PENILAIAN =

1. Penilaian akan melibatkan perwakilan seluruh unsur yang berhubungan dengan Deltras Sidoarjo
2. Pengumuman pemenang desain jersey akan diumumkan pada hari Sabtu, tanggal 07 Januari 2017
3. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggung gugat
4. Pemenang lomba  akan dihubungi panitia dalam agenda acara pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.

HADIAH =

Pemenang lomba desain jersey Deltras mendapatkan =
1. Pemenang desain jersey home (uang tunai 500 ribu, jersey Deltras hasil desainnya, 2 tiket VIP terusan laga kandang, dan nama pemenang akan ditulis di jersey)
2. Pemenang desain jersey away pertama (uang tunai 250 ribu, jersey Deltras hasil desainnya, 2 tiket VIP terusan laga kandang, dan nama pemenang akan ditulis di jersey)
3. Pemenang desain jersey away kedua (uang tunai 250 ribu, jersey Deltras hasil desainnya, 2 tiket VIP terusan laga kandang, dan nama pemenang akan ditulis di jersey)

CONTACT PERSON =

WA : 083857111989 (Agustina) / 083832397942 (Budi)
Web : www.deltamania-cyber.com
Official Akun Facebook : Delta Mania NewsGallery
Fanspage Facebook : Deltamania Cyber
Official Twitter : @Delta_Cyber @deltrassidoarjo @deltrasjersey
Official Instagram : deltamania_id

Thursday, November 17, 2016

Prediksi Papang Nurjaman dan Achmad Mufid untuk Laga Perdana Indonesia di Piala AFF 2016

Papang Nurjaman (kiri) dan Achmad Mufid (kanan)
DELTACYBER - Helatan Piala AFF 2016 segera dimulai. Tahun ini Filipina dan Myanmar lah yang menjadi tuan rumah turnamen antar negara-negara ASEAN tersebut. Bila kita tengok persiapan Timnas Indonesia, bisa dibilang sangat lah minim persiapan, mepetnya masa TC, sampai badai cedera yang mendera beberapa pemain kunci menjelang kick off turnamen.
Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Filipina, Thailand dan Singapura. Lawan-lawan berat yang harus mampu diterjang oleh Andik Vermansyah dkk.

Terlepas dari semua itu, banyak faktor yang mempengaruhi skuad garuda untuk bisa melaju mulus digelaran Piala AFF tahun ini.

Sayang, beberapa hari menjelang pertandingan pembuka Indonesia. Dua pemainnya striker naturalisasi Irfan Bachdim serta kiper Dian Agus Prasetya harus menjadi penonton lantaran mereka mengalami cedera disaat latihan rutin.

Kurnia Meiga cs bersiap menghadapi lawan berat Gajah Putih julukan timnas Thailand besok sabtu, 19 November 2016, di stadion Philipines Sports, Bocaue. Kick off pukul 15.30 wib.

Jelang laga berat ini, dua pemain kota Delta, kiper Sidoarjo United Papang Nurjaman dan bek Deltras Achmad Mufid memberi prediksi mereka.

Saat ditanya oleh redaksi Deltacyber soal siapa pemain kunci skuad Garuda, pemain asal kecamatan Jabon tersebut memilih kapten Boaz Salossa dan bek pilar dari Persib Bandung, Yanto Basna.

"Boaz Solossa dia tanggung jawab untuk urusan kapten. Juga tidak jarang membantu lini pertahanan. Kalau Yanto Basna, menurut saya selama jadi stopper ia paling istimewa dengan ketenangannya tanpa emosi," ujar Mufid.

Sementara Papang Nurjaman juga sama memilih kapten timnas Boas Solossa menjadi key player di skuad Garuda.
"Selama beberapa tahun terakhir pemain timnas yang tampil konsisten menurut saya hanya Boas Solossa. Selain itu ia juga berpengalaman di turnamen ini," ujar Papang.

Namun, papang memprediksi Indonesia bakal kesulitan meladeni perlawanan dari Thailand. Papang memberi prediksi Indonesia bisa kalah 1-3. (bid)

Wednesday, November 16, 2016

Riedl Sudah Punya Kerangka Starter Timnas Indonesia

Alfred Riedl : Sesudah latihan di stadion Gelora Delta tahun lalu

Timnas Indonesia terus menggeber latihan di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) jelang tampail di Piala AFF Suzuki 2016. Sebanyak 23 pemain terus bersemangat menjalani menu latihan yang diberikan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.

Seperti diketahui, tergabung di Grup A bersama juara bertahan Thailand, tuan rumah Filipina, dan Singapura. Thailand yang berpedikat sebagai juara bertahan akan jadi lawan pertama Indonesia

"Sampai sekarang 80-90 persen sudah ada (kerangka tim inti), tapi belum pasti karena ada pemain yang cedera. Dan kami mau timbulkan persaingan sehat di tim untuk tiap posisi, idealnya setiap pemain siap untuk turun di posisi masing-masing," kata pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.

"Untuk kondisi Evan dan Rachman, mereka mendapatkan suntikan lagi hari ini agar bisa cepat sembuh, kami masih melihat perkembangan mereka yang diperkirakan bisa sembuh dalam beberapa hari," tambah Riedl.

"Saya merasa pemain inti dan cadangan tak ada jarak. Saya punya bek tengah yang bagus, begitu juga di posisi bek sayap. Tapi orang bebas untuk mempunyai pendapatnya sendiri," tegas pelatih asal Austria.

23 pemain Timnas Indonesia yang TC di Karawaci:

Kiper

Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta), Dian Agus Prasetyo (Pusamania Borneo FC), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema Cronus).

Bek

Beny Wahyudi (Arema Cronus), Manahati Lestusen, Abduh Lestaluhu (PS TNI), Fachruddin Wahyudi Aryanto (Sriwijaya FC), Rudolof Yanto Basna (Persib Bandung), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Abdul Rachman (Persiba Balikpapan), Gunawan Dwi Cahyo (Persija Jakarta).

Tengah

Bayu Gatra Sanggiawan (Madura United), Evan Dimas Darmono (Bhayangkara FC), Dedi Kusnandar (Sabah FA), Bayu Pradana Andriatmoko (Mitra Kukar), Stefano Lilipaly (Telstar FC), Zulham Malik Zamrun (Persib Bandung), Rizky Pora (Barito Putera), Andik Vermansah (Selangor FA).

Depan

Irfan Haarys Bachdim (Consadole Sapporo), Boaz Theofillius Erwin Solossa (Persipura Jayapura), Lerby Eliandry Pong Babu (Pusamania Borneo FC), Ferdinand Alfred Sinaga (PSM Makassar).

sumber - www.pssi.org

Monday, November 14, 2016

Manajemen Segera Konferensi Pers untuk Lomba Desain Jersey


DELTACYBER - Langkah manajemen bersama Deltamania untuk merealisasikan lomba desain jersey Deltras Sidoarjo berlaga di kompetisi musim depan, tampaknya tinggal pengumumannya saja di media.

"Segera kami akan adakan konferensi pers yang insyallah dalam beberapa hari kedepan terkait ketentuan apa saja lomba desain jersey Deltras 2017," ungkap Achmad Amir Aslichin, salah satu pengurus tim Deltras.

Sedikit bocoran, pemanang lomba desain jersey tersebut bakal mendapat hadiah uang tunai, dua tiket free pas laga kandang Deltras Sidoarjo, jersey hasil desainnya dan nama si pemenang akan ditulis di jersey Deltras musim depan.
Untuk menandakan desain jersey tersebut adalah desain yang ia menangkan dalam lomba desain jersey Deltras.

"Persyaratan pesertanya yang pasti adalah suporter deltras yakni deltamania dan seluruh warga sidoarjo tentunya," kata Agustina Purwanto selaku assisten manajer Deltras di LINUS 2016 kemarin. (bid)

Sunday, November 13, 2016

Ulang Tahun Korcam Krian, Namun ada Oknum Yang Tak Bertanggung Jawab Merusak

Kompak : Deltamania Krian tadi siang di acara ulang tahun mereka
DELTACYBER - Kordinasi kecamatan Krian yang biasa disebut dengan The Dark, tadi siang di desa ponokawan (13/11) merayakan hari jadinya yang ke-5 tahun. Sudah lima tahun rekan-rekan Deltamania krian terbentuk dalam The Dark dan tak pernah lelah mengawal serta mendukung The Lobster dimanapun kastanya.

Namun sayang acara yang bermula berjalan dengan lancar dengan kehadiran perwakilan dari korcam, komunitas, korwil Deltamania lainnya serta dihadiri salah satu punggawa Sidoarjo United yakni kiper Papank Nurjaman. Harus diakhiri dengan merugikan bagi Deltamania Krian.

Informasi yang berhasil dihimpun redaksi Deltacyber cukup banyak fakta yang ada. Rekan-rekan Deltamania yang sudah pulang setelah acara tersebut, dan tersisa hanya beberapa Deltamania sekaligus sang pemilik rumah mas Omplong yang dijadikan tempat acara tersebut.

Datanglah sekolompok oknum suporter yang tidak bertanggung jawab menyerang rumah mas Omplong. Mereka melempari batu sehingg kaca rumah pecah, merampas bendera Deltamania korwil watugulung, dan bahkan merampas Handphone salah seorang anggota Deltamania Krian.

Foto : kaca rumah mas Omplong pecah akibat dilempar

Dari media sosial facebook, akun yang bernama Yobek Songolaspitulekor mengupload foto-foto yang menjelaskan bahwa ia bersama rekan-rekannya merampas spanduk atau bendera Deltamania dan membakarnya.

Foto : dari akun facebook tersebut

"Kawal proses hukumnya dan percayakan kepada pihak yang berwenang," ungkap mas Oddonk, salah seorang Deltamania.

Redaksi Deltacyber sudah mendapat informasi bahwa, perwakilan Deltamania Krian sudah melaporkan kejadian yang sangat merugikan dan bisa dibilang sebagai tindakan kriminal ini kepada pihak kepala lurah setempat dan kepolisian daerah setempat.

Tentu, Deltamania sangat menyangkan hal ini bisa terjadi. Karena rekan-rekan Deltamania Krian mulanya tak ada masalah dengan beberapa suporter yang ada didaerah tersebut. Deltamania welcome kepada seluruh supoter yang ingin bertamu ke kota Delta. Semoga tidak terulang kembali. (*)

Friday, November 11, 2016

Ini Komentar Rekan-rekan Deltamania atas Ketua Umum Baru PSSI

Menang telak : Edy Rahmayadi terpilih menjadi ketua umum PSSI perioede 2016-2020 [foto : twitter @pssi_fai]
DELTACYBER  - Kongres PSSI yang diadakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, kemarin Kamis, 10 November 2016. Akhirnya memiliki ketua umum baru periode 2016 - 2020 Pangkostrad Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi.

Edy yang merupakan Pangkostrad TNI mengalahkan para pesaingnya seperti Bernhard Limbong, Kurniawan Dwi Yulianto, Eddy Rumpoko, Moeldoko, dan Sarman. Edy yang didukung kelompok 85 itu dalam penghitungan suara ia menang telak atas lawan-lawannya. Edy meraup 76 suara sedangkan Moeldoko 23 suara, Eddy Rumpoko 1 suara, serta 7 suara lainnya dinyatakan tidak sah.

Untuk slot wakil ketua umum PSSI resmi mengumumkan dua nama yang tak asing lagi di sepakbola indonesia, yaitu Djoko Driyono dan Iwan Budianto.

Setelah resmi menjadi ketua umum PSSI, Edy sudah dibebani banyak harapan dan target yang mengalir dipundaknya.

Mulai dari sistem kompetisi dari atas hingga bawah, prestasi skuad garuda yang dari tahun ke tahun tak kunjung apik, pembinaan usia dini, dualisme klub, banyaknya korban dari kalangan suporter yang harus bertaruh di tiap laganya, serta masalah hukuman dan sanksi baik tim dan individu terkait.

Defi Ayu salah seorang anggota Deltanita kelompok suporter wanita Deltras ini juga memberikan unek-uneknya bagi ketua umum baru PSSI.

"Harapannya semoga beliau tak menjadikan jabatannya di PSSI sebagai alat politik. Jangan ada lagi mafia pengaturan skor dan mafia-mafia lainnya," ujarnya.

Agustina Purwanto selaku assisten manajer tim Deltras musim lalu berharap dengan adanya kepengurusan PSSI periode ini bisa membawa sepakbola Indonesia lebih baik lagi. Dan timnas indonesia mampu berprestasi di kancah internasional

"Semoga mereka para pengurus baru bisa menyelesaikan banyak masalah di sepakbola ini. Seperti masalah wasit yang belum baik dan masih seringnya bentrokan antar suporter, serta masalah tim dualisme di indonesia," ungkap Agus.

Sama halnya dengan Iqbal Maulana, Deltamania. "Semoga masalah dualisme tim serta maraknya rivalitas suporter yang berujung dengan hilangnya nyawa cepat berakhir, PSSI dalam hal ini harus memberi solusi," kata Iqbal. (bid)

Harapan Rifky Sholekuddin dan Adi Putra Setiawan untuk Pengurus PSSI Baru

Kongres PSSI kemarin (10/11) [foto : twitter @pssi_fai]
DELTACYBER - Setelah diresmikan menjadi ketua umum baru PSSI periode 2016-2020 Edy Rahmayadi beserta wakil ketua umumnya Djoko Driyono dan Iwan Budianto sekaligus para exconya tampaknya tak bisa santai-santai. Mereka dituntut harus tancap gas untuk menyelesaikan problematika masalah yang sudah akut di kubu si kulit bundar nasional ini.

Berbagai kasus menghinggapi PSSI dan Liga Indonesia. Banyak harapan yang mengalir di kepengurusan PSSI baru untuk bisa berbenah lebih baik lagi tentunya. Salah satu harapannya datang dari pemain Sidoarjo.

Rifky Sholekuddin pemain mungil nan lincah yang musim lalu menjadi andalan skuad Sidoarjo United di Indonesia Soccer Championsip B 2016 mengungkapkan harapannya pada ketua umum PSSI baru.

"Harapan saya kedepannya semoga liga indonesia lebih baik lagi, tidak ruwet seperti tahun-tahun sebelumnya. Terutama harus diperhatikan kesejahteraan hak pemain," ujar Rifky.

Sama halnya dengan Rifky. Pelatih Deltras Sidoarjo U-17 musim kemarin, yakni Adi Putra Setiawan berujar bahwa PSSI harus benar-benar membawa sepakbola indonesia kearah yang lebih profesional.

"Dengan terpilihnya kepengurusan baru ini menjadikan angin segar bagi sepakbola kita. Setelah itu mudah-mudahan ada rencana cepat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Ada rencana untuk masa depannya, organisasi klub bisa lebih profesional lagi," kata Setiawan saat dihubungi redaksi Deltacyber. (bid)

Friday, November 4, 2016

Ujicoba, Timnas Indonesia Siap Tempur Hadapi Myanmar

Konferensi Pers [foto by, admin pssi.org]
Timnas Indonesia akan melakoni laga ujicoba internasional melawan Myanmar di Stadion Thuwunna YTC, Yangon, Jumat (4/11) sore. Kick Off kedua tim direncanakan pukul 17.30 WIB dan live di RCTI.

Dua pemain yakni Irfan Bachdim dan Andik Vermansah juga sudah bergabung dengan Timnas Indonesia di Myanmar. Tentu ini menjadi tambahan tenaga bagi Timnas. Sebelum melawan Myanmar, Skuat Garuda telah melakoni ujicoba sebanyak dua kali yakni melawan Malaysia dan Vietnam.

"Tentu saja kami sedikit tahu mengenai kekuatan lawan, besok. Kami tahu mereka sudah menjalani pemusatan latihan yang lama, dan mereka punya talenta yang baik dan organisasi permainan yang bagus," kata pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl saat jumpa wartawan, Kamis (3/11).

"Mereka juga ambisius karena akan menjadi salah satu tuan rumah Piala AFF, dan saya yakin pertandingan besok akan sangat sulit untuk kami. Tetapi, kami yakin mereka takkan mudah menjalani pertandingan," imbuhnya.

Sedangkan, pelatih timnas Myanmar, Gerd Zeise, menunjukkan respeknya terhadap skuad Indonesia.

"Saya berharap kami bisa tampil sesuai apa yang dilatih. Kedua pertandingan ini sangat penting. Timnas Indonesia merupakan lawan kuat. Sebelum laga digelar, kami sudah memantau mereka saat mereka ujicoba melawan Malaysia dan Vietnam," kata Gerd.

sumber - www.pssi.org

Tuesday, November 1, 2016

Lini Tengah The Lobster Wajib Ada Holding Midfielder Keras

Keras : Juan Revi berduel dengan Amarzuki, saat kompetisi ISL 2011 silam
Bila kita tengok kebelakang. Siapa yang tak kenal dengan Hariono arek asli klagen, sukodono itu melejit bersama The Lobster di era kejayaan musim 2007 silam. Hariono dikenal dengan gelandang pengangkut air yang keras. Bagaimana ia mengganggu para gelandang serang lawan untuk susah mengalirkan bola - bola manja ke strikernya. Duel - duel keras saat mengambil bola dari kaki lawan sudah menjadi hal wajib bagi pemain bernomor punggung 14 saat bersama Deltras itu.

Selepas Hariono, Deltras kembali menemukan gelandang bertahan yang juga sama karakternya dengan si gondrong. Juan Revi Auriqto. Revi bergabung bersama Deltras di musim ISL 2008. Permainannya yang taktis, lugas juga tak kalah garang saat menghadang serangan lawan dari lini tengah menjadikan Juan Revi gelandang muda andalan Deltras.

Sepeninggal Hariono dan Juan Revi, di musim - musim berikut The Lobster masih belum lagi menemukan gelandang muda yang memiliki tipikal atau bahkan lebih dari Hariono maupun Revi
Divisi Utama 2013, Deltras mempercayakan posisi gelandang bertahan kepada pemain kawakan Jefry Dwi Hadi yang juga sekaligus kapten tim saat itu.

Pengalaman Jefry yang sudah malang melintang membela tim atas Ligina macam Persik Kediri, Persiba Balikpapan, dan Persema Malang tetap menjadikan Jefry sebagai mesin pemotong serangan lawan dari area tengah.

Setelah flash back ke beberapa musim belakang tadi, mari kita lihat skuad Deltras musim kemarin yang finish di posisi juru kunci klasemen, tak lepas dari beberapa faktor penting yang mempengaruhi tim.

Dan salah satu kelemahan armada Puji Daryo di musim kemarin kala mengarungi kompetisi amatir Liga Nusantara 2016, salah satu faktornya yakni tak mempunyai seorang Holding Midfielder atau gelandang bertahan keras pengangkut air di lini tengah The Lobster.

Ya, memang gelandang - gelandang muda Deltras macam Ibnu Hajar, Fendik Dwi, maupun M.Hary Siswanto dengan umpan - umpan pendeknya yang begitu cepat dan ketenangan mereka mengalirkan bola membuat lini tengah Deltras bisa hidup. Mengurung pertahanan lawan dengan separuh lapangan begitu sering dilakukan oleh aksi gelandang muda kreatif ini.

Persoalannya adalah, Deltras di linus 2016 saat tertekan dimulai dari posisi tengah, tak ada atau bahkan nyaris sama sekali tidak ada pemain yang selalu keras dalam memotong aliran bola lawan atau menjadi gelandang bertahan yang tangguh di lini tengah deltras.

Pelatih Puji Daryo kerap menduetkan M. Hari Siswanto dengan David Zuyyin di belakang Ibnu Hajar sebagai gelandang serang. Aziz sapaan akrab M. Hari Siswanto seperti diketahui, ia bukan tipikal pemain keras di lini tengah atau gelandang bertahan. Begitu juga David Zuyyin.
Kerap kali kedua pemain ini menempatkan diri dalam posisi yang sama di area tengah lapangan.

Di dua laga ujicoba Deltras terakhir kala menjamu Persela U-21 (24/09) dan Bhayangkara Fc (27/09) di Gelora Delta. Pelatih sementara Deltras, Harmadi mempercayakan posisi gelandang bertahan justru kepada salah satu andalan tim Deltras U-17 yakni Setiawan. Posturnya yang kecil, tetapi tenaganya cukup mengimbangi para pemain senior dilapangan. Memang masih perlu jam terbang lebih panjang lagi untuk Setiawan.

Terlepas dari faktor pemain muda, jam terbang yang baru pertama kali bermain di Liga Nusantara 2016, serta tidak adanya pemain senior berpengalaman di dalam tim, membuat Deltras mendapat pelajaran sangat penting di liga nusantara kemarin. Manajemen dalam hal ini wajib evaluasi, titik lemah tim di musim depan. (bid)

Sunday, October 30, 2016

On This Day 31 Oktober 2010, Lawatan Deltras ke Kandang Persipura

Sengit : pemain Deltras Park Chan Young (putih) dikawal Gerald Pangkali
DELTACYBER - Kala The Lobster harus melawat ke kandang mutiara hitam julukan Persipura Jayapura dalam lanjutan Indonesia Super League 2010, 31 Oktober 2010. Deltras menjamu sang tuan rumah Persipura di stadion Mandala Jayapura.

Bermodal hasil seri 1-1 di laga sebelumnya saat melawan Arema Indonesia (27/10) di Gelora Delta, tim asuhan H. Mustaqin waktu itu tetap menatap serius pertandingan lawan Persipura. Sementara kubu tuan rumah, meskipun tak diperkuat bomber andalannya Boaz Salossa, pelatih Jacksen Tiago masih mengandalkan pilar - pilar pentingnya macam Zah Rahan Krangan, Bio Paulin ataupun Ian Louis Kabes.

Babak pertama seperti diprediksi, Persipuran langsung mengambil jalannya pertandingan dan menekan pertahanan The Lobster. Bek Deltras di laga itu, Bejo Sugiantoro, Dodok Anang, Steve Hesketh tampil lugas dan disiplin membendung tiap serangan tuan rumah. Sampaik babak pertama usai skor masih sama kuat 0-0.

Babak kedua, Persipura yang tak ingin kehilangan tiga poin di depan publiknya sendiri meningkatkan serangan. Rahmat Rivai yang bermain kurang tajam di babak pertama digantikan oleh Lukas Mandowen, serta Ricardo Salampessy digantikan pemain tipikan menyerang macam Titus Bonai.
Sementara Deltras, mengganti Dodok Anang Zuanto di lini belakang dengan pemain yang juga berkarakter bertahan lainnya Erfan Fabianto.

Masuknya Lukas Mandowen di lini depan Persipura membuat serangan mereka lebih hidup lagi. 10 menit akhir babak kedua, pertahanan Deltras yang tersusun rapi sejak awal laga harus buyar di sepuluh menit terakhir. Dan akhirnya, Persipuran benar - benar unggul 1-0 di menit ke-80. Tendangan spekulasi Stevi Bonsapia dari luar kotak pinalti tak dapat dijangkau kiper Deltras Yanuar Tri Firmanda.

Menit 85, Bio Paulin sukses menggandakan skor. Heading Bio menjebol gawang Deltras usai memanfaatkan umpan Zah Rahan dari sektor kanan pertahanan Deltras.
Sampai peluit panjang ditiup pengadil lapangan kala itu Aeng Suarlan, kedudukan 2-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga usai. (bid)

Sunday, October 23, 2016

Toko Merchandise Deltamania Kembali Bernafas


DELTACYBER - Seperti suporter sepakbola  modern pada umumnya yang aksinya bukan hanya sorak-sorak di tribun stadion untuk mendukung kesebelasan kebanggaanya. Merchandise suporter tentu juga harus diperhatikan guna dijual ke publik bukan hanya suporter itu sendiri. Selain untuk menghidupi kas organisasi, bisnis ini tentu bisa untuk membantu tim kebanggaan nantinya.

Sempat vakum lama sekitar empat tahunan, toko yang menjual merchandise Deltamania yakni Distro Fans akhir bernafas kembali untuk menyapa para konsumennya yang telah lama merindu untuk bisa membeli produk deltras-deltamania di toko besi milik Deltamania itu.

"Sangat positif dengan dibukanya lagi Distro fans ini. Karena memudahkan Deltamania untuk mendapatkan merchandise dan juga mungkin bisa untuk oleh-oleh suporter lain yang timnya bertanding di Gelora Delta," ujar Agus, assisten manajer tim deltras.

Toko yang terletak di komplek stadion Gelora Delta Sidoarjo, GOR Serbaguna di dekat area parkir timur Gelora Delta tersebut sudah menjual mulai dari kaos, flare, smoke suporter, topi, stiker, paper roll, gantungan kunci yang sudah ready di Distro fans.

Agus juga menambahkan, bahwa harapannya semoga distro fans ini terus berjalan dan berkembang dengan pesat.
"Karena lokasinya yang strategis, juga bisa untuk tempat berkumpulnya Deltamania," ujarnya.

Sistem yang dipakai Distro Fans sekarang berasal dari barang-barang anggota deltamania sendiri yang membuka pre order ataupun sudah ready stock.

Jadi bila rekan-rekan Deltamania yang memiliki produk berbau deltras atau deltamania yang ingin menitipkan di Distro Fans, bisa langsung menghubungi salah satu admin Distro fans yakni mas Dimas, atau mas Andre.

Distro fans juga sudah memulai memasarkan produknya di media sosial. Kini akun official facebooknya sudah ada yakni Distrofans Deltamania. (*)

Monday, October 17, 2016

Ikuti Instruksi FIFA, PSSI Pastikan Kongres Pemilihan Ditunda dan Dipindah ke Jakarta


PSSI melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) dan sesuai instruksi surat dari FIFA, resmi menunda Kongres Pemilihan PSSI dari tanggal 17 Oktober menjadi 10 November 2016. Tak hanya tanggal yang berubah, kota penyelenggara Kongres pun pindah dari Makassar menjadi Jakarta.

Rapat Exco PSSI  berlangsung di kota Makassar hari Sabtu (15/10) malam yang dihadiri oleh anggota Exco seperti Diza Rasyid Ali, Wail Ketu Umum Erwin Budiawan, Djamal Aziz, Hadiyandra, Husni Hasibuan, La Siya, Reva Deddy Utama, dan Tony Apriliani plus Sekjen PSSI Azwan Karim.

Seperti diketahui, FIFA mengirimkan surat yang ditandatangi Sekjen FIFA, Fatma Samoura kepada PSSI pada Jumat (14/10) tengah malam. Isi surat tersebut memberikan instruksi agar Kongres harus ditunda menjadi tanggal 10 November begitu juga Jakarta menjadi tuan rumah tempat Kongres tersebut. FIFA menyatakan bisa memahami dan menerima alasan Exco PSSI, yang menyebutkan pemindahan lokasi akan memengaruhi logistik dari persiapan.

"Sebelum surat dari FIFA datang, kami tetap serius mempersiapkan kongres di Makassar, apalagi persiapan sudah dilakukan dengan baik oleh panitia lokal maupun pusat. Tapi, semuanya berubah setelah kami mendapat surat dan instruksi langsung dari FIFA, Jumat (14/10) malam yang intinya meminta kami menunda kongres jadi 10 November dan berlokasi di Jakarta," ujar Plt Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan di Makassar, Sabtu (15/10).

Hinca mengakui Exco PSSI tetap berangkat ke Makassar karena sangat menghormati Makassar sebagai tuan rumah apalagi persiapan telah dilakukan dengan baik. "Mereka sudah menyiapkan segala macam dan dari awal mereka sudah sangat baik menyiapkannya, mulai izin dari Polda termasuk sampai ke Polres, itu yang kami apresiasi," tambah Hinca.

"Waktu dan lokasi kongres ini sesuai dengan instruksi dari FIFA baik lewat surat maupun telepon. Sebagai anggota, PSSI wajib menjalankannya tanpa tekanan dari pihak eksternal dalam hal ini Kemenpora sebagai wakil pemerintah," urainya.

Setelah menerima surat FIFA, PSSI pun langsung mengirim surat pemberitahuan ke seluruh pemilik suara alias voter terkait penundaan serta pemindahan lokasi kongres pemilihan. "Sabtu malam ini juga PSSI mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh voter. Sedangkan untuk detail Hotel tempat kongres di Jakarta akan diberitahu lagi nantinya," tegas Hinca.

sumber - www.pssi.org

Tuesday, October 11, 2016

Manajemen Deltras bersama Deltamania Siap Adakan Lomba Desain Jersey


DELTACYBER - Manajemen The Lobster bersama perwakilan rekan-rekan Deltamania bakal mengadakan sayembara desain jersey Deltras Sidoarjo untuk dipakai berlaga di kompetisi Liga Nusantara musim depan 2017.

Seperti diketahui, dari Divisi Utama 2013 sampai yang terakhir Liga Nusantara 2016 ini. Jersey tim kebanggaan Deltamania itu sama sekali tanpa ada appparel, mirisnya desain atau motif yang sama digunakan baik tim senior sampai im juniornya.

Menyambut musim 2017 walaupun masih terjun di kasta ketiga alias kompetisi amatir, nama besar Deltras Sidoarjo masih tetap ada. Manajemen ingin membawa semangat baru dimulai dari mengganti desain kostum tim. Serta juga ingin hasil karya dari arek sidoarjo sendiri menjadi jersey kebanggaan punggawa Deltras Sidoarjo.

Agustina Purwanto selaku assisten manajer Deltras di LINUS 2016 kemarin, menyampaikan keinginan jajaran manajemen untuk membuat suatu sayembara desain jersey bagi tim Deltras.

"Persyaratan pesertanya yang pasti adalah suporter deltras yakni deltamania dan seluruh warga sidoarjo tentunya. Untuk ketentuannya dan tanggal mulai serta batas akhirnya kami masih rapatkan terlebih dahulu," ujar Agustina.

Agus juga menyinggung soal siapa yang bakal memproduksi dan menjadi apparel Deltras musim depan.

"Selain mengadakan lomba desain jersey tim, manajemen juga berusaha bekerjasama dengan apparel lokal. Kami usahakan apparel dari kabupaten sidoarjo sendiri," imbuh Agus. (bid)


Saturday, October 8, 2016

Gelar Latihan Perdana, Timnas Indonesia Fokus Hadapi Vietnam

Tampil ngotot : Zulham Zamrun ketika membela timnas indonesia ujicoba lawan kamerun 2015 silam.
Timnas Indonesia menggelar latihan perdana di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (6/10) jelang menghadapi Vietnam hari Minggu (9/10) mendatang. Sebanyak 25 pemain tampak antusias dan semangat mengikuti latihan di bawah komando pelatih Alfred Riedl.

Seperti diketahui, Skuat Garuda akan mengikuti turnamen AFF Suzuki Cup 2016 mulai tanggal 19 November hingga 17 Desember mendatang. Timnas Indonesia berada di Grup A bersama tuan rumah Filipina, Thailand, dan Singapura.

"Kami harap pemain dapat bermain bagus dan memperlihatkan performa yang oke saat melawan Vietnam nanti. Latihan sekarang waktunya pendek, hanya tiga hari. Jadi kami langsung fokus ke latihan strategi menghadapi Vietnam," kata Alfred Riedl usai latihan.

"Kami memberikan latihan taktik lalu skema bagaimana pemain dapat mengaplikan cara bertahan dan menyerang dengan baik.  Soal starter lawan Vietnam, kami masih belum dapat memastikan siapa saja karena masih ada latihan lagi dan melihat kondis pemain jelang pertandingan," jelas Riedl.

Saat di lapangan terlihat duo Persipura Jayapura, Boaz Solossa dan Dominggus Fakdawer menjalani latihan terpisah.

“Mereka baru tiba, dan langsung menyusul ke lapangan. Mereka belum istirahat, jadi tidak latihan bersama tim. Saya tidak ingin mereka cedera. Itu saja alasannya,” tambah pelatih asal Austria ini.

Sedangkan, salah satu gelandang, Ichsan Kurniawan batal bergabung bersama Timnas Indonesia karena mengalami cedera. Dokter Timnas, Syarif Alwi mengatakan Ichsan mengalami cedera anterior cruciate ligament. Dari perkiraan tim dokter, Ichsan harus absen selama enam bulan.

"Sudah dibuktikan dari hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RS Siloam Palembang. Dia harus operasi dan butuh waktu enam bulan untuk kembali normal. Kemungkinan tipis sekali bisa masuk skuat Timnas di Piala AFF 2016," kata Syarif.

sumber - www.pssi.org

Friday, October 7, 2016

Deltras Butuh Bomber Haus Gol dan Stopper Yang Tangguh


DELTACYBER - Posisi-posisi vital di skuad Deltras Sidoarjo dalam Liga Nusantara 2016 kemarin seperti lini depan dan belakang menjadi sorotan. Dimulai dari daya gedor para striker muda Deltras yang masih lemah dalam penyelesaian akhir di depan gawang lawan sehingga banyak peluang terbuang sia.

Hanya 3 gol saja dicetak Deltras. Sementara pertahanan The Lobster juga dibilang kritis. Rata-rata kebobolan di tiap laga yakni 2 gol membuat 18 gol bersarang di jala Deltras.

Musim kemarin, pelatih Deltras Puji Daryo memberi kepercayaan pada Zuhri dan M. Hasanuddin duet center bek di pertahanan Deltras, namun di sisa laga yang ada, Puji mencoba memasang Achmad Mufid menggantikan Zuhri ataupun Mufid digeser ke bek kiri.

Untuk lini depan, Rachmad Hidayat masih belum menunjukkan tajinya sebagai striker. Hanya Andy Wicaksono serta Bayu Alfarizi mampu mencetak masing-masing satu gol.

Di musim depan LINUS 2017, manajemen wajib menambal dua lini penting tersebut. The Lobster harus mendatangkan striker yang mempunyai insting tajam untuk urusan mencetak gol serta stopper yang mampu bertahan dengan baik.
Para punggawa muda Deltras yang ada tentu harus diimbangi dengan pemain senior berpengalaman. Apalagi bila kompetisi resmi diputar dan ada promosi degradasi, skuad Deltras harus benar-benar menata kekuatan agar siap terjun dan bersaing di liga nusantara 2017. (bid)

Tuesday, October 4, 2016

26 Nama Pemain Timnas Indonesia Versus Vietnam

Kapten : Boaz Salossa saat ujicoba melawan Kamerun 2015 silam di Gelora Delta
Timnas Indonesia akan melakoni laga ujicoba internasional melawan Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (9/10) pukul 16.45 WIB. Ujicoba internasional yang kedua tersebut akan disiarkan langsung oleh RCTI.

Skuat Garuda akan tiba di Yogyakarta hari Kamis (6/10) siang dan sore harinya akan langsung latihan di Stadion Maguwoharjo. Lalu tanggal 7 dan 8 akan latihan masing-masing satu kali di Stadion yang sama. Timnas Indonesia selama di Yogya akan menginap di Hotel The Sahid Rich, Yogyakarta.

Diharapkan seluruh pemain dapat bergabung di tanggal 6 dan sore harinya bisa latihan bersama. Untuk tim Vietnam sendiri akan tiba di Yogyakarta pada hari Jumat (7/10) sore hari.

26 Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam =

Kiper

1. Andritany Ardhiyasa, Persija Jakarta
2. Jandia Eka Putra, Semen Padang
3. Hery Prasetyo, Madura United

Belakang

4. I Putu Gede Juni Antara, Bhayangkara FC
5. Manahati Lestusen, PS TNI
6. Benny Wahyudi, Arema Cronus
7. Hansamu Yama Pranata, Barito Putera
8. Dominggu Fakdawer, Persipura
9. Abdul Rahman Sulaiman, Bali United
10. Fachrudin Wahyudi, Sriwijaya FC
11. Rudolof Yanto Basna, Persib Bandung
12. Abdul Rachman, Persiba Balikpapan
13. Muhammad Abduh Lestaluhu, PS TNI

Tengah

14. Andik Vermansyah, Selangor FA
15. Septian David Maulana, Mitra Kukar
16. Evan Dimas Darmono, Bhayangkara FC
17. Ichsan Kurniawan, Sriwijaya FC
18. Bayu Pradana Andriatmoko, Mitra Kukar
19. Dedi Kusnandar,  FC Sabah Malaysia
20. Zulham Malik Zamrun, Persib Bandung
21. Rizki Rizaldi Pora, Barito Putera
22. Jefri Kurniawan, Pusamania Borneo FC

Depan

23. Irfan Haarys Bachdim, Hokkaido Consodole Sapporo
24. Boaz Theofilius Erwin Solossa, Persipura Jayapura
25. Lerby Eliandry Pong Babu, Pusamania Borneo FC
26. Ferdinand Alfred Sinaga, PSM Makassar

sumber - www.pssi.org

Wednesday, September 28, 2016

On This Day 29 September 2010, The Lobster Gulung Sriwijaya Fc 3-1


DELTACYBER - Indonesia Super League 2010, skuad The Lobster waktu itu mampu bertahan di kasta tertinggi sepakbola indonesia. Deltras yang sempat dilatih Mustaqin awal musim dan akhirnya digantikan oleh assisten pelatih Nus Yadera di sisa laga, tak membuat performa The Lobster buruk.
Apabila bermain di kandang sendiri dan disaksikan ribuan Deltamania yang hadir, semangat berlipat ganda Ferry Aman Saragih dkk terpacu untuk bisa mengamankan tiga angka di stadion gelora delta.

Seperti kala menjamu tamunya dari Palembang, Sriwijaya Fc pada 29 september 2010. Tim yang berhome base di stadion gelora delta itu berhasil menaklukkan Sriwijaya fc dengan skor cukup telak 3-1.

Meskipun tim tamu diperkuat pemain-pemain berlabel bintang mulai dari pemain lokal hingga asing macam Budi Sudarsono, Firman Utina, Ponaryo Astaman, Supardi, serta Kayamba Gumbs. Deltras tak gentar dan tetap bermain fight.

Di babak pertama, Deltras unggul 1-0 melalui gelandang serangnya Ferry Aman Saragih menit ke-31. Akhir babak pertama, SFC sebenarnya memiliki peluang emas menyamakan kedudukan. Sayang tendangan pinalti Kayamba Gumbs masih bisa ditepis kiper Deltras Yanuar Firmanda yang di pertandingan itu bermain gemilang.

Babak kedua, The Lobster bahkan mampu menggandakan kedudukan menit-53 oleh striker andalannya Marcio Souza. Sriwijaya Fc tim besutan Ivan Kolev waktu itu akhirnya berhasil memperkecil skor menit-66. Setelah hands balla Anang Maaruf dikotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Kayamba Gumbs tak menyianyiakan peluang yang ada, kali ini Gumbs bisa mengelabuhi Yanuar, skor 2-1.

Namun, alih-alih menyamakan skor. Deltras Sidoarjo lah yang memperlebar jarak menjadi 3-1. Sepakan Danilo Fernando membuat seisi stadion gelora delta bergemuruh atas golnya menit-70.

Performa apik Yanuar Firmanda kala itu juga mementahkan sejumlah peluang SFC dari kaki Kayamba Gumbs, Arif Suyono dan Mahyadi Panggabean. Hingga pertandingan usai skor kemenangan 3-1 Deltras atas Sriwijaya Fc bertahan. (*)

Susunan pemain: 

- Deltras: Yanuar Fernanda (pg), Bejo Sugiantoro, Mujib Riduan, Dodok Anang/Widhi Susanto, Sutikno, Anang Ma`ruf, Khoirul Mashuda, Danilo Fernando, Ferry Aman Saragih/Fachmi Amirudin, Christiano Lopez, Marcio Souza/Wahyu Setiyanto.

- Sriwijaya FC: Fauzal Mubaroq (pg), Supardi, M. Ridwan, Ahmad Juprianto, Gunawan, Ponaryo Astaman, Firman Utina, Otto Maniani/Arif Suyono, Budi Sudarsono/Dirga Lasut, Park Jung Hwan/Mahyadi Panggabean, Keith Kayamba