Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Saturday, April 30, 2016

Preview Lawan Sidoarjo United di ISC B

ISC B : Saat manager meeting, namun Persida tak siap hadapi ISC B
DELTACYBER - Preview calon lawan Sidoarjo United di Grup 6 Indonesia Soccer Championship B 2016. Sidoarjo united tergabung di Grup 6, yang dihuni enam klub termasuk Sidoarjo United. Grup ini adalah, grup yang dihuni tim-tim Jawa Timur semua. Persik kediri, Laga FC Surabaya, Persepam Pamekasa, Persatu Tuban, dan Psbk Blitar.
Lima tim yang bakal menghadang Sidoarjo United, tentu, sudah ada yang menyiapkan skuadnya dengan baik, tapi juga tak sedikit pula tim yang harus bersiap diri dengan persiapan mepet.

Persepam Pamekasan =
Persepam Pamekasan dianggap menjadi salah satu tim yang cukup siap musim ini guna terjun di Indonesia Soccer Championship B, walau, tim asuhan pelatih kawakan Jaya Hartono ini, dianggap belum stabil penampilannya.
Dalam beberapa kali ujicoba, tim berjuluk Sape Ngamok, penampilan mereka naik turun.
"Memang belum stabil dan akan jadi pekerjaan rumah bagi saya. Di kompetisi performa jelas tidak boleh naik turun terlalu drastis. Saya kira pemain sudah memahami itu semua, "Ungkap, mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini.

Persik Kediri =
Persik Kediri jadi salah satu calon tim kuat di Grup 6. Pasalnya, Macan Putih julukan Persik Kediri sudah menata skuadnya cukup matang. Beberapa kali ujicoba di kandang, dan mengikuti trofeo pacitan menjadi modal mereka. Macan Putih tak tanggung-tanggung soal mendatangkan pelatih maupun menggaet pemain.
Pelatih macam Kashartadi, resmi menukangi Persik Kediri musim ini. Pemain seperti M.Fakhrudin, Dodok Anang, Rendi Irawan, Wimba Sutan Fanosa, Bima Ragil, Agung Suprayogi menjadi senjata utama mereka di ISC B kali ini.
Manajemen Persik memberikan target kepada Kashartadi untuk bisa lolos dari fase grup. "Target awal lolos ke 16 besar dulu. Sambil melihat bagaimana performa tim lainnya," Ungkap mantan pelatin Pusam Borneo Fc itu.

Persatu Tuban =
Persatu Tuban ialah tim yang lama berkutat di kompetisi Divisi Utama. Setelah memastikan bertahan, tim Persatu resmi mempercayakan kursi pelatih Persatu tuban musim ini, kepada salah satu legenda Persebaya Surabaya, yakni Mursyid Effendi.
Persatu juga mengikat para pemain lokal asli daerah dan ditambah pemain luar kota. Mantan kiper Deltras yakni Yanuar Trifirmanda serta striker Sugiarto menjadi andalan Persatu Tuban di ISC B musim ini.

Laga FC Surabaya =
Selain Persatu Tuban yang mempercayakan Mursyid Effendi menjadi pelatih kepala, skuad Laga Fc Surabaya juga menjadikan legenda Persebaya lainnya yakni Uston Nawawi sebagai Pelatih Laga Fc.
Sempat menggelar latihan di Std.Jenggolo beberapa waktu lalu, Laga Fc akhirnya memilih menyeleksi pemain di Kab.Jombang dan resmi berhomebase di Jombang.
Laga Fc Surabaya seratus persen dihuni pemain-pemain muda dibawah usia 23 tahun. Seperti komitmen awal, tim ini selain menanam fondasi awal Laga Fc, mereka juga ingin mengorbitkan pemain-pemain muda potensial.

Psbk Blitar =
Kompetisi ISC B yang tanpa adanya promosi maupun degradasi dimanfaatkan benar oleh Psbk Blitar. Musim ini, manajemen Psbk Blitar ingin memaksimalkan pemain putra daerah. Namun, mereka juga tetap menggelar proses seleksi.
Salah satu pemain yang resmi dikontrak Psbk adalah anak dari legenda Arema. Yakni Yoga Eka Fermansyah atau Eka Hera. Bek asal malang ini adalah putra gelandang legendaris Arema, Yohanes Geohera.
"Persiapan kami benar-benar minim, Jika tim lain sudah memiliki kerangka, kami masih menata," Ujar Yudi Meira, manajer Psbk Blitar. (bid)

ISC B : Grup 6
Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Friday, April 29, 2016

Laga Perdana, Sidoarjo United tandang ke Psbk Blitar

Tandang Blitar : Deltras Saat melawan Psbk, di Blitar (foto : antaranews.com)
DELTACYBER - Persiapan yang hanya beberapa hari, sebelum berangkat ke Blitar guna menjajal tim tuan rumah Psbk Blitar, minggu (01/05), di Stadion Supriyadi Blitar. Skuad Sidoarjo United tetap menatap laga perdana Indonesia Soccer Championship B 2016 dengan semangat dan optimis.

"Kami masih bongkar pasang pemain, tetapi kami sudah punya formasi yang pas, tinggal memaksimalkan para pemain yang ada," Ungkap Harmadi, pelatih kepala Sidoarjo United.

Aris Ardianto mantan pemain Persida Sidoarjo musim lalu, Khoirul Mashuda gelandang kawakan, serta striker Zainal juga mantan pemain Persida, sudah mulai bergabung latihan bersama skuad Sidoarjo United, tadi sore di Gelora Delta Sidoarjo, (29/04).

"Ya, untuk tiga pemain senior itu, kami jelas ketambahan amunisi pemain, tetapi para pemain itu masih belum sepenuhnya fit, karena mereka belum latihan secara rutin," Ujar Harmadi

Mantan pelatih Deltras U-21 ini, tetap optimis bahwa anak asuhnya bisa memberikan penampilan yang maksimal di laga tandang besok (01/05) melawan tuan rumah Psbk Blitar.

"Namun, apapun kondisi tim Sidoarjo United sekarang, semangat dan berjuang keras itu sudah pasti, kami tetap optimis di setiap laga," Kata Harmadi. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Manajemen Sidoarjo United : Kami Ingin Bangun Sepakbola Sidoarjo lebih Baik

Sidoarjo United, tergabung di Grup 6 ISC B
DELTACYBER - Komitmen awal jajaran Manajemen Sidoarjo United, setelah mengadakan rapat tadi malam (29/04) bersama pengurus suporter Deltamania, ialah, berkomitmen untuk membangun sepakbola Sidoarjo lebih baik kedepannya.

"Ini adalah awal kita semua untuk menyamakan visi dan misi. Untuk membangun sepakbola Sidoarjo lebih bagus lagi, "Ujar Ibnu Hambal, salah satu pengurus Sidoarjo United.

Ia, menambahkan, kami beruntung bahwa musim ini Indonesia Soccer Championship baik A maupun B, tidak ada promosi atau degrdasi. Untuk itu, kita bisa membangun tim ini, dan menata skuad Sidoarjo United.
"Untuk suporternya, Deltamania adalah satu-satunya suporter dari Sidoarjo, Sidoarjo United suporternya ya Deltamania," Imbuhnya.

Saat disinggung soal Jersey, Lambang klub, Ibnu Hambal juga memberikan penjelasan terkait semua itu.
"Kalau jersey homenya, kita semua sepakat tetap warna merah, merah ciri khas Deltras, dan tidak menghilangkan warna merah." Ujar Ibnu Hambal.

Jersey home tetap warna merah, jersey away warna biru, dan untuk latihan kami akan pakai jersey warna putih. Dan dalam setiap jersey itu, harus ada tiga warna, yakni merah, biru, dan putih.

Merah adalah ciri khas Deltras, Biru mewakili jersey Persida Sidoarjo, dan Putih melambangkan kenetralan, dalam hal ini, semua pihak harus bersatu.

Sementara itu, komentar dari ketua umum Deltamania, Abi Bakirok, menyambut baik langkah yang diambil ini. "Kami welcome soal langkah dari para manajemen. Alhamdulilah korwil, korcam, komunitas juga sudah banyak yang setuju, memang masih ada yang belum bisa menerima, tetapi kami Deltamania siap mendukung Sidoarjo United," Ujar Bakirok. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Harmadi : Walau Persiapan Mepet, Tapi Tetap Optimis Curi Poin

Harmadi : Pelatih Kepala Sidoarjo United
DELTACYBER - Persiapan yang sangat singkat, bisa dibilang hanya dalam hitungan beberapa hari, bagi Sidoarjo United melakukan persiapan sebelum turun di laga perdana Indonesia Soccer Championship B 2016. Laga pertama yang bakal dihadapi tim besutan Harmadi adalah Psbk Blitar besok (01/05) di Kab.Blitar.

Saat dikonfirmasi redaksi DeltaCyber tadi sore, seusai latihan di Gelora Delta Sidoarjo, Harmadi mengungkapkan akan memaksimalkan pemain yang ada.

"Ya, mau bagaimana lagi, persiapan kita mepet sekali, hanya empat hari untuk latihan rutin pagi-sore, tapi kami tetap punya semangat optimis untuk away blitar besok ini," Ujar mantan pelatih Deltras U-21 itu.
Ia menambahkan, bahwa, timnya ketambahan empat pemain yakni, gelandang pengalaman macam Khoirul Mashuda, Aris Ardianto, Zainal, serta Egi.

"Ya, empat pemain itu cukup menambah kekuatan kami, tapi kami tetap mencari komposisi pemain terbaik, "Ungkap Harmadi. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Persida Gabung Deltras, Jadi Sidoarjo United

Siap : skuad Deltras Sidoarjo, sesaat sebelum uji coba.
KOTA - Setelah melakukan pertemuan, manajemen Persida Sidoarjo akhirnya memutuskan
mengikuti turnamen Torabica Soccer Championship (TSC) B. Selain ikut di turnamen kasta kedua
itu, Persida juga akan menggunakan sejumlah pemain Deltras. Konsekuensinya, nama tim berganti menjadi Sidoarjo United.

Wakil Sekretaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sidoarjo Ibnu Hambal mengatakan, pertemuan sejumlah pengurus Persida memutuskan jika tim berjuluk Laskar Jenggolo itu mengikuti
TSC B. Manajemen juga telah berkoordinasi dengan manajemen Deltras untuk memakai sejumlah pemain Deltras yang selama ini rutin latihan. “Kami juga telah berkomunikasi dengan manajemen
Deltras. Mereka juga telah menyepakati,” katanya, kemarin
(27/4).

Selain itu, nama Persida pun berubah menjadi Sidoarjo United sebagai bentuk penggabungan Persida dengan Deltras. Meski demikian, penggabungan nama itubukan sebagai langkah merger. Ini hanya mengakomodasi pemain Persida dan Deltras yang nantinya menjadi satu tim.

“Deltras kan berada di Liga Nusantara dan
tidak bisa ikut TSC B,” ujarnya. Bagaimana dengan komposisi pemain ? Manajer Bligo FC ini
menjelaskan, nantinya manajemen akan memboyong 25 pemain dalam TSC B. Rinciannya, sekitar
17 pemain berasal dari Deltras dan sisanya pemain binaan kompetisi internal Askab PSSI
Sidoarjo. “Para pemain sudah berlatih di tim masing-masing dan nantinya akan segera digabung,”
terangnya.

Jika jadwal dari PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai pengelola TSC B tidak berubah, Sidoarjo
United akan langsung bertandang melawan PSBK Blitar pada 1 Mei. Dalam pengundian awal, Sidoarjo United yang masih bernama Persida bergabung di Grup 6 bersama PSBK Blitar, Laga FC Surabaya, Persepam Madura, Persik Kadiri dan Persatu Tuban. (vga/rek)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Thursday, April 28, 2016

Persida Tak Siap Ikut Kompetisi

Selebrasi : pemain Deltras saat merayakan gol ke gawang Persida, musim lalu di DU 2014
DELTACYBER - Sudah sejak setahun lalu, setelah kompetisi Divisi Utama 2014 usai, skuad Persida Sidoarjo diambang ketidakjelasan. Dari sisi manajemen, armada Persida, hingga tim itu seakan hilang tanpa kabar sama sekali. Musim baru segera digulirkan oleh operator PT.Gelora Trisula Semesta, baik Torabika Soccer Championship A bagi tim-tim ISL, dan Torabika Soccer Championship B untuk para klub Divisi Utama.

Beberapa bulan lalu, para klub Divisi Utama sudah melakukan persiapan menjelang TSC B. Mulai menata tim, seleksi pemain, ujicoba berulang kali, bongkar pasang komposisi tim, hingga mereka benar-benar siap terjun di TSC B. Namun, itu semua berbeda dengan Persida. Tim yang dimanajeri Riyadh ini, seakan adem ayem tanpa ada kabar sama sekali.

Pemain pun mereka tak punya, tidak ada inisiatif untuk seleksi pemain, tak ada rencana untuk membentuk skuad baru guna musim baru, apalagi bicara soal target, bisa dibilang ala kadarnya, dan terkesan pasrah.

Hingga, lima hari sebelum laga perdana TSC B, Laskar Jenggolo julukan Persida juga belum menunjukkan sinyal untuk membentuk tim. Dan, akhirnya keputusan manajemen Persida untuk bergabung dengan Deltras Sidoarjo sudah bulat.
Deltras sendiri sudah menata timnya, latihan rutin di stadion Jenggoo, pemain muda yang terus ber ujicoba, mengikuti turnamen, dan selalu bongkar pasang komposisi tim, guna persiapan Liga Nusantara.

Persida sidoarjo memutuskan bergabung dengan Deltras. Ini hanya mengakomodasi pemain Persida dan Deltras menjadi satu tim. Konsekuensinya nama tim juga berubah, yakni menjadi Sidoarjo United. komentar Ibnu Hambal, salah satu pengurus Persida

"Kami sudah berkordinasi dengan pihak manajemen Deltras, dan mereka juga sudah menyepakati untuk hal ini," Ujar Ibnu Hambal. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Hasil Rapat Deltamania, Tentang Pembahasan Tim


DELTACYBER - Kenyataan pahit dihadapi oleh Deltamania, suporter yang selalu mengawal Deltras selama lima belas tahun lebih ini, harus menerima kabar yang sangat berat diterima. Kemarin, rabu (27/04), Deltamania mengadakan rapat akbar di Mess Deltras Sidoarjo. Rapat itu dihadiri perwakilan dari manajemen Deltras, jajaran pengurus Deltamania pusat, perwakilan korcam, korwil, komunitas, serta rekan-rekan Deltamania lainnya yang hadir.

Agenda rapat itu sangatlah penting, maka rekan-rekan Deltamania, diharap hadir dan berdiskusi. Agendanya adalah, untuk membahas masa depan tim Deltras Sidoarjo kedepan. Nasib Deltras Sidoarjo.

Pihak manajemen Deltras sudah menjelaskan bahwa, tim Persida yang sudah diketahui banyak pihak tanpa ada persiapan sama sekali, memilih bergabung dengan Deltras. Kedua belah manajemen sudah menyepakati hal itu. Sidoarjo United menjadi nama bagi tim ini yang akan bermain di TSC B besok.

Dari pemain Deltras, jajaran pelatih, hingga kitman Deltras pun, masuk dalam skuad Sidoarjo United. Banyak faktor yang menjadi alasan manajemen untuk mengambil keputusan ini. Sementara itu, Deltamania, juga sudah menentukan sikapnya. Suporter yang identik dengan warna merah-merah ini, mengadakan rapat guna membahas permasalahan ini semua. Deltamania bersedia mendampingi Sidoarjo United.

Ada beberapa alasan yang melatar belakangi keputusan tersebut. Salah satunya adalah, Deltamania berkomitmen untuk mengangkat nama kota tercinta, Sidoarjo, melalui sepakbola di pentas Liga Indonesia.

"Masih terjaganya historis antara Deltras dan Deltamania, karena roh dari tim ini sebenarnya adalah Deltras," Ungkap mas Yoyok, sekretaris Deltamania.

Yang ketiga, mas Yoyok mengungkapkan bahwa, masih adanya benang merah antara Sidoarjo United dengan Deltras yang berada di Liga Nusantara. Yang terakhir, Sidoarjo United adalah tim Sidoarjo.

"Jadi, mayoritas rekan-rekan Deltamania yang hadir di rapat kemarin (27/04), secara prinsip sepakat mendukung Sidoarjo United. Memang ada beberapa usulan yang akan kita bawa saat pertemuan dengan manajemen nantinya," Ujar Yoyok.

Di sisi lain, ia menyadari bahwa Pro dan Kontra itu selalu ada. Apaagi ini adalah rintangan berat bagi Deltamania - Deltanita.

"Kami sadar dan bisa memahami tidak semua teman-teman bisa menerima, tapi waktu harus berjalan, dan nantinya kita akan mengadakan sosialisasi dan konsolidasi ke setiap korcam, korwil, komunitas," Kata Yoyok.

Disinggung soal legalitas tim ini, dan terkait lambang tim, logo, jersey, dll. Yoyok menambahkan, bahwa usulan dari teman-teman semua akan disampaikan dalam rapat kepada manajemen.

"Itu semua termasuk dalam poin-poin yang akan kita bawa kepada manajemen nantinya," Imbuh mas Yoyok. (*)

Hasil Rapat akbar Deltamania (24/04), sebagai berikut =

1. Deltamania akan mendukung Sidoarjo United
2. Masih terjaganya historis antara Deltras dan Deltamania, karena roh tim Sidoarjo United ini adalah Deltras.
3. Masih ada benang merahnya antara Sidoarjo United dengan Deltras.
4. Sidoarjo United adalah tim Sidoarjo.

SALAM VIRUS DAMAI | DELTAMANIA - DELTANITA

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Wednesday, April 27, 2016

Mengejar Mimpi, Semangat Berapi


Mimpi, setiap orang pasti mempunyai mimpi. Karna mimpi dapat memacu diri agar memperoleh apa yang diinginkan. Begitu juga dengan klub sepakbola mereka pasti memiliki sejuta mimpi salah satunya yaitu menjadi juara, tapi tak semua klub bisa menjadi juara. Klub besar sekalipun terkadang gagal mempersembahkan juara pada para pendukungnya.

Begitupula klub biasa, tidak menutup kemungkinan mereka bisa menjadi juara meskipun dengan keterbatasan yang ada, karena di sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Selama bola masih bundar apapun bisa terjadi klub dengan segudang prestasi terkadang bahkan sering dikalahkan oleh klub kecil. Banyak orang bertanya-tanya bagaimana mungkin itu bisa terjadi ? bagaimana mereka bisa menjadi sehebat itu ? apakah hanya kebetulan ? mungkin tidak.

Mereka pasti mempunyai banyak alasan dibalik semua itu salah satunya adalah semangat. Semangat dari orang – orang yang pantang menyerah. Semangat dari mereka yang berjuang menolak dikalahkan.  Belakangan ini yang sedang banyak dibicarakan di penjuru dunia adalah klub asal britania raya yaitu leicester city yang sekarang sedang memimpin klasmen liga inggris yang menyisahkan beberapa pertandingan lagi.

Klub asuhan pelatih asal italia claudio ranieri itu seakan akan menjadi klub dengan kekuatan super power. Mereka dapat meninggalkan klub – klub besar liga inggris seperti Arsenal, Manchester united, Liverpool bahkan chelsea yang notabene adalah juara bertahan, ataupun klub dengan financial besar macam Manchester City.
Klub dengan pengeluaran paling sedikit ke empat diliga inggris tersebut tidak mau kalah dengan klub klub besar dengan pengeluaran fantastis. Semangat mereka yang berberapi – api saat menghadapi lawannya adalah kunci utama kemenangan Leicester city.

Dengan susunan pemain yang sederhana dan bahkan tidak begitu dikenal oleh masyarakat mereka membuktikan bahwa apapun tak menjadi masalah selagi mereka memiliki semangat  yang berapi dan semangat itu takkan pernah padam. Leicester city mengajarkan kita bahwa pepatah yang berkata “selama bola masih bundar apapun bisa terjadi”  itu adalah pepatah yang benar benar nyata.

Kita harus mencontoh apa yang telah mereka lakukan. Dan kemarin di trofeo bhayangkara (24/04) Deltras telah mencoba menjadi yang terbaik diantara dua klub besar yaitu Surabaya United Bhayangkara Dan Madura United yang bertabur pemain bintang, meskipun tidak menjadi juara tapi permainan ngotot mereka menunjukkan bahwa The Lobster bukanlah klub biasa.

Lawan dengan pemain bintang tidak membuat mereka  menyerah sebelum bertanding, malah para pemain deltras seakan akan terpacu untuk mengalahkan mereka. Para pemain masih memiliki komitmen dan pendirian yang kuat untuk mengalahkan klub lawan meskipun pada akhirnya mereka harus bertekuk lutut.
Semangat mereka perlu dihargai walaupun tidak membuahkan hasil yang maksimal, tapi dari laga Trofeo tersebut mereka mendapatkan banyak hal positif. Salah satu hal positif dan sangat berharga yang mereka dapat adalah semangat menolak menyerah pada keadaan meskipun ada tembok besar didepan mata yang menghalangi jalan dan harus terus dihadapi

“Hanyalah Semangat Yang Bisa Membuat Sesuatu Menjadi Kuat”

Artikel Oleh : M. Fakhri Dwi Putra 

Tuesday, April 26, 2016

Pentingnya Apparel Untuk The Lobster

Kebanggaan : Deltras Fc
DELTACYBER - Sepakbola industri masa kini, tentu tidak lepas dari pemasaran jersey klub. Kostum sebuah tim sepakbola, menjadi simbol warna kebesaran klub itu sendiri, menjadi kebanggaan saat di atas rumput hijau bagi para sebelas pemain yang berlaga, menjadi identitas lambang kebesaran serta sebuah pelecut semangat tersendiri.

Salah satu kolektor jersey-jersey liga indonesia, yakni bang Og Khairan, berkomentar, betapa pentingnya klub indonesia saat ini menggandeng sebuah apparel untuk jersey tim itu sendiri, baik apparel luar ataupun apparel lokal yang tak kalah bersaing dengan apparel ternama luar negeri.

"Ya, sangat penting, apparel untuk tim sepakbola. Dengan itu klub tanpa harus keluar biaya, untuk jersey hingga peralatan lainnya. Tetapi, ya tergantung negosiasi kedua pihak, harus bisa sama-sama menguntungkan, " Ungkap kolektor jersey ini.

Bang Og, membuktikan, empat tim yang juara di turnamen beberapa bulan lalu adalah sama-sama disponsori apparel lokal.
"Intinya, untuk apparel lokal harus pede dan bisa bersaing dengan apparel dunia. Contohnya, Persib dengan League, Arema dengan apparel Specs, Pusam Borneo Fc menggandeng Salvo, serta Mitra Kukar dengan Amoj," Imbuhnya.

Ya, bagi Deltras sendiri, menggaet apparel untuk jersey The Lobster di tiap musimnya, menjadi sebuah trobosan yang susah. Entah, manajemen yang kurang memahami betapa pentingnya apparel jersey bagi Deltras, atau ada beberapa faktor yang belum bisa dipenuhi manajemen.

Di Indonesia Super League 2011, Adidas salah satu apparel terbesar didunia asal Jerman itu, menjadi apparel resmi The Lobster di ISL 2011. Salah satu faktor yang membuat adidas kala itu mau bergabung dengan Deltras adalah, pelatih Jorg Peter Steinebrunner yang berasal dari jerman dan lama di Singapore.
Bahkan, menurut manajer Deltras kala itu, Dicky Hartanto, jersey resmi Deltras dijual di adidas store Singapore mencapai harga 600 ribu keatas.

Dan pihak adidas sendiri memberikan ke Deltras mulai dari jersey hingga peralatan latihan. The Lobster beruntung musim itu, mereka mempunyai tiga jersey. Hal yang jarang bagi The Lobster selama berpentas di Ligina. Satu jersey home merah, dan dua jersey away, warna putih dan biru tua.

Klub-klub papan atas dunia macam Real Madrid, Ac Milan, Bayern Munich, Chelsea, Juventus, berada di bawah naungan adidas. Oleh karena itu, adidas mau merangkul Deltras, salah satu klub indonesia, tentu menjadi sebuah catatan istimewa tersendiri.

Di musim ISL 2011 tersebut, manajemen juga memberikan jersey replika suporter, namun dengan stok terbatas. Jersey itu dijual di kalangan Deltamania dengan harga 50 ribu.

Harapan Deltamania, bahwa jersey The Lobster di musim depan bisa memberi desain terbaru, tentu dengan tambahan apparel di jersey. Rekan-rekan Deltamania juga berharap, ada jersey replika yang dijual kepada suporter, karena itu Deltamania juga bisa menambah pemasukan klub.

Agus, salah satu korlap Deltamania, juga berkomentar, bahwa ingin tim kebanggaanya bisa disponsori apparel, yang menyediakan jersey untuk Deltras.

"Semoga manajemen Deltras musim depan bisa menggandeng apparel untuk jersey tim, meskipun apparel lokal, kita tetap akan support sepenuhnya." Ungkap Agustina.

Tanpa Apparel : Jersey Deltras saat Trofeo Bhayangkara (24/04), tampak jersey tanpa desain elegan dan apparel
Bahkan, di Trofeo Bhayangkara kemarin (24/04), Jersey Deltras ketika berhadapan dengan Madura United di pertandingan kedua sore itu, Jefry Dwi Hadi dkk memakai jersey away seperti ciri khas Deltras sebelumnya, yakni Hijau-putih. Namun, tanpa ada apparel atau desain yang elegan. Hanya ada lambang Deltras di dada kiri saja. Font nomor punggung juga terkesan biasa.

Pentingnya klub menggandeng apparel, menjadi salah satu faktor, apakah putaran bisnis di dalam tim itu berjalan. Keuntungan dengan adanya apparel, juga seperti klub mendapat sponsor.

Beberapa tahun belakangan, apparel lokal sudah mulai bersaing ketat dengan apparel dunia, untuk menjadi apparel tim-tim sepakbola indonesia, apalagi tim ISL ataupun Divisi Utama. Specs, MBB, Salvo, Amoj, League, dan masih banyak lainnya, sudah membuktikan para apparel ini mampu dan bahkan bisa membuat jersey yang nyaman, desain elegan, serta tentu menguntungkan bagi klub.

Bukan Puma Ori : Jersey Deltras, yang kerap digunakan saat ujicoba
Bang Og Khairan, juga menyinggung, tidak perlu merasa bahwa kompetisi Liga Nusantara sepi dengan peminat.

"Kenapa tidak bisa, tim Linus menggaet apparel lokal. Harus bisa, karena apparel sama saja dengan menjadi sponsor atau iklan. Tanpa diliput televisi pun, di stadion sudah menjadi sarana iklan bagi apparel,"  Ujar, kolektor yang gemar mengkoleksi jersey-jersey matchworn ini. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Monday, April 25, 2016

Walau cedera, Mat Halil paksakan main untuk Deltras

Mat Halil : saat membela Deltras lawan Psid Jombang
DELTACYBER - Absennya Uston Nawawi di laga Trofeo Bhayangkara kemarin(24/04), membuat tim besutan Harmadi ini hanya memainkan pemain seniornya macam Jefry Dwi Hadi, Wimba Sutan Fanosa, serta Mat Halil. Untuk Mat Halil sendiri, pemain kelahiran surabaya itu, sudah mengeluh kesakitan di lutut kanannya sebelum pertandingan.

Bahkan, di locker room, Mat Halil sudah dipijat berulang kali. Pengalaman Mat Halil yang sudah lama makan asam garam di Liga Indonesia bersama Persebaya Surabaya, membuat tenaga Mat Hali di Deltras cukup berpengaruh bagi para pemain muda Deltras, yang butuh sosok pemain senior.

"Sebelum Trofeo Bhayangkara, lutut kaki kanan saya sudah cedera, tapi saya tetap berangkat ke sidoarjo, "Ungkap abah Halil, sapaan akrab Mat Halil.

Mat Halil akhirnya menjadi starter di laga Deltras menghadapi Madura United. Namun, di tengah-tengah pertandingan, ia sudah tak kuat menahan sakit, yang akhirnya diganti oleh Moch.Farid. Pertandingan ketiga melawan Surabaya United Bhayangkara, abah Halil tak diturunkan oleh pelatih Harmadi, akibat cedera. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Harmadi : Memang Kita Beda Level, Tapi Anak-anak tetap Ngotot

Harmadi : pelatih kepala Deltras Sidoarjo
DELTACYBER - Secara statistik, The Lobster julukan Deltras memang jauh tertinggal dengan Madura United dan Surabaya United Bhayangkara. Bila dilihat statistik pertandingan kemarin (24/04), Deltras hanya menguasai bola 33% lawan Madura United serta 30% dengan Surabaya United Bhayangkara.

Lini belakang deltras juga harus pontang panting digempur serangan lawan. Terbukti, catatan shoot on target Madura United ke gawang Deltras sebanyak 12 kali, sedangkan Surabaya United Bhayangkara 17 kali on target ke gawang Papank Nurjaman.

Namun, daya juang para pemain muda Deltras yang diturunkan coach Harmadi juga harus diapresiasi. Meski, secara pengalaman mereka kalah dari para pemain kawakan Madura United maupun Surabaya United, tetapi Harmadi cukup puas dengan penampilan anak asuhnya.

"Meski kami kalah dengan Madura dan Surabaya United Bhayangkara, tapi saya cukup puas sama permainan anak-anak. Memang lawan yang kita hadapai beda kasta kompetisi. Namun, pemain menunjukkan permainannnya dengan penuh semangat,"  Ungkap, mantan pelatih Deltras U-21 itu. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Wimba Sutan Pamit kembali ke Persik Kediri

Wimba Sutan Fanosa (Deltras Sidoarjo)

DELTACYBER - Ketidakjelasan Liga Nusantara Jawa Timur akibat masih belum ada informasi dan belum ada tindakan dari Asprov PSSI Jatim, membuat beberapa pemain Deltras memilih klub Divisi Utama yang sudah bersiap diri untuk mengikuti kompetisi ISC B.

Setelah kiper Susanto yang resmi membela Persijap Jepara, kali ini striker Deltras Wimba Sutan Fanosa yang pamit kepada Deltamania, manajemen, dan pelatih, untuk kembali ke tim lamanya Persik Kediri.
Sebenarnya, Wimba Sutan sudah mau pamitan di latihan terakhir dia bersama Deltras kemarin, kamis  (21/04), berhubung Deltras mengikuti Trofeo Bhayangkara, itu sekaligus menjadi turnamen terakhir ia berjersey Deltras.

Wimba Sutan mengungkapkan bahwa ia selama bersama skuad Deltras, mantan pemain Persebaya ini merasa senang dengan tim penuh kekeluargaan.
"Saya senang dengan situasi kekeluargaan dan kebersamaan di tim, dan di Deltras naluri strikerku bisa kembali lagi, " Ujar Wimba, saat dihubungi redaksi DeltaCyber

Ia, juga sangat kagum atas loyalitas Deltamania dalam mendukung The Lobster.
"Saya respect dengan Deltamania, karena mereka tetap konsisten dukung tim Deltras walaupun saat ini masih berada di kasta ketiga, semoga musim berikutnya Deltras bisa kembali ke kasta tertinggi lagi. " Imbuhnya.

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster


Gallery Foto Deltamania, Trofeo Bhayangkara (24/04/2016)


DELTACYBER - Walaupun timnya tidak diunggulkan dalam perebutan juara Trofeo Bhayangkara, dan beda kasta kompetisi dari Surabaya United Bhayangkara serta Madura United, suporter setia Deltras, yakni Deltamania tak patah semangat dalam mendukung tim kebanggaannya. Bahkan, aksi koreo sebelum laga Deltras vs Madura, menjadi pusat perhatian bagi seluruh penonton yang hadir di Gelora Delta sore itu (24/04).

Berikut Gallery Foto Deltamania, Trofeo Bhayangkara (24/04/2016)

















Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Gallery Foto Deltras, Trofeo Bhayangkara (24/04/2016)


DELTACYBER - Tim besutan Harmadi sudah menampilkan penampilak yang maksimal dalam turnamen mini bertajuk Trofeo Bhayangkara (24/04) kemarin, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Deltras harus dipaksa kalah dua kali beruntun dengan Madura United 0-3, dan Surabaya United Bhayangkara 0-4. Evaluasi dan pekerjaan rumah sudah menjadi tugas jajaran pelatih Deltras.
Berhadapan dengan dua tim TSC A, menjadikan pelajaran berharga bagi para pemain muda Deltras, yang juga melatih mental tandingnya.

Berikut Gallery Foto Deltras, Trofeo Bhayangkara (24/04/2016)





foto (bola.com)
foto (antaranews foto)
Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Sunday, April 24, 2016

Statistik Deltras Trofeo Bhayangkara 2016


DELTACYBER - Sang punya hajat, Surabaya United Bhayangkara memastikan menjadi kampiun di Trofeo Bhayangkara 2016, setelah bermain imbang 0-0 dengan Madura United di laga pertama, dan di laga terakhir berhasil menang atas The Lobster julukan Deltras dengan skor 4-0.

Dengan hasil itu, Surabaya United Bhayangkara mengukuhkan juara pertama dengan hadiah sebesar Rp 50 jt, runner up ditempati oleh tim kebanggaan warga madura, yakni Madura United mendapat hadiah Rp 30 jt, serta Deltras Sidoarjo di posisi ketiga dengan hadiah Rp 20 jt.

Deltras Sidoarjo vs Madura United :

Laga kedua, mempertemukan The Lobster dengan Madura United. Bermain dengan kekuatan pincang, absennya Uston Nawawi, membuat Deltras kehilangan jendral lini tengah. Apalagi, skuad Madura United bermain full tim dan pemain asing seleksinya.

Baru menit ke-3 berawal dari tendangan pojok, salto Pablo Rodriques mengancam gawang Deltras, beruntung kiper Papank sigap menangkap bola. Menit ke-7 Madura kembali mendapat peluang dari sepakan Engbelrd Sani, tetapi masih bisa ditepis papank.

Madura terus menggempur pertahanan Deltras. Beberapa tusukan Engbelrd Sani & Pablo Rodriquez merepotkan lini belakang Deltras yang dikawal Mat Halil, Mahardhika, Basuki, dan Ahmad Setiawan.
Menit ke-18 peluang skrimit didepan gawang Deltras, kiper Papank yang terlanjur maju harus meninggalkan gawangnya, heading pemain Madura United masih bisa diselamatkan Mat Halil.

Terus di kurung, gawang Deltras akhirnya jebol, menit-27 Engbelrd Sani mendapat bola rebon, sundulan pemain gesit ini membawa Madura unggul 0-1.

Menit ke-34, tim asuhan Gomez De Oliveira itu memperlebar jarak menjadi 0-2. Umpan silang Engbelrd Sani di sisi kanan Deltras ke depan mulut gawang Deltras, disambar Jeong Kwang Sik.
Dan, Pablo Rodriquez menutup gol ketiga Madura United, menit ke-42.

The Lobster, harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 0-3. Permainan anak asuhan Harmadi secara keseluruhan tidaklah jelek. Ya, memang skuad Madura United berada dua tingkat diatas Deltras, dan memiliki pemain-pemain asing dengan postur tinggi. Madura United menggempur Deltras dengan bola-bola atas. Beberapa kali mendapat sepakpojok, menjadi serangan andalan bagi Madura United. Fabiano Beltrame dan Pablo Rodriquez menjadi momok bagi Deltras dengan bola-bola udara.

Statistik : Deltras vs Madura United
Deltras Sidoarjo vs Surabaya United Bhayangkara : 

Setelah bermain, imbang 0-0 di pertandingan pertama melawan Madura United. Surabaya United Bhayangkara menargetkan untuk menang di laga terakhir melawan Deltras. The Lobster sendiri, memanfaatkan laga melawan Surabaya United Bhayangkara ini dengan percaya menurunkan barisan pemain mudanya. Moch.Farid menggantikan posisi Mat Halil, Mauludin menggantikan Agung Fitrayanto di gelandang bertahan, Faizal Muttaqin dimainkan starter menggantikan Wimba Sutan Fanosa, serta Ach.Rizal dipercaya sebagai sayap kanan Deltras.

Baru di menit awal, Deltras mendapat peluang dari tendangan bebas Jefry Dwi, setelah Akhmad Hamdan dijatuhkan. Sayang, tendangan Jefry masih melambung sedikit diatas gawang Surabaya United yang dijaga Wahyu Tri Nugroho.

Menit ke-5, melalui serangan balik cepat, Octavio Dutra yang merangsek naik langsung berhadapan dengan kiper Papank Nurjaman. Pelanggaran Papank atas Dutra, memberikan pinalti bagi Surabaya United Bhayangkara. Rudi Widodo sukses mengeksekusi, SBU unggul 0-1.

Lini belakang Deltras kembali mendapat ujian berat dari SBU, Papank Nurjaman harus jatuh bangun mengamankan gawangnya. Menit ke-27, SBU menambah gol, heading Rudi Widodo kembali merobek jala Deltras.

Rudi Widodo melengkapi golnya di laga ini dengan hattrick, menit ke-37, dan gol kapten Octavio Dutra di penghujung laga menit-48 memastikan SBU menjadi jawara Trofeo Bhayangkara.

Sementara itu, para pemain muda Deltras sudah bermain ngotot sepanjang laga, mencoba menghalau serangan-serangan Surabaya United Bhayangkara. Namun, faktor pengalaman para pemain muda Deltras, harus kembali diasah lagi. Untuk keseluruhan, permainan Deltras tentu jadi evaluasi coach Harmadi kedepannya. (bid)

Statistik : Deltras Sidoarjo vs Surabaya United Bhayangkara
Hasil Pertandingan =

Surabaya United Bhayangkara vs Madura United : 0-0
Deltras Sidoarjo vs Madura United : 0-3 (Engbelrd Sani 27', Jeong Kwang Sik 34', Pablo Rodriquez 42')
Deltras Sidoarjo vs Surabaya United Bhayangkara : 0-4 (Rudi Widodo 5', 27', 37', Octavio Dutra 48')

Juara I : Surabaya United Bhayangkara ( Rp 50 jt )
Runner up : Madura United ( Rp 30 jt )
Posisi ketiga : Deltras Sidoarjo ( Rp 20 jt )
Top Skor : Rudi Widodo ( 3 gol )

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Saturday, April 23, 2016

Yono Karpono : Pemain Muda Kami Sudah Siap

Yono Karpono : Saat mendampingi Deltras Latihan

DELTACYBER - Ajang Trofeo Bhayangkara 2016, menjadi turnamen yang sangat berarti bagi armada Harmadi. Skuad muda The Lobster tentunya bisa melatih mental mereka saat bertemu dengan tim-tim dengan materi pemain yang matang, apalagi tim TSC A.

Di Deltras Sidoarjo, hanya ada dua pemain senior saat ini, yakni Uston Nawawi dan Jefry Dwi Hadi, lainnya The Lobster percaya menggunakan pemain muda putra daerah Sidoarjo sendiri.

Pelatih kiper Deltras, Yono Karpono menanggapi dengan realistis bagi timnya.
"Deltras berada dua tingkat di bawah Surabaya United Bhayangkara dan Madura United. Kami siapkan para pemain muda yang akan dipadukan dengan pemain senior,"Ujar Yono, saat konferensi pers tadi siang.

Sementara itu, di pihak lawan Madura United. Tim kebanggaan warga madura ini, beruntung bisa ikut dalam turnamen ini. Assiten pelatih Madura United, Winedy Purwito, mengungkapkan bahwa timnya terima kasih diundang dalam trofeo Bhayangkara, sebagai persiapan madura united sebelum TSC A.

"Di Trofeo Bhayangkara adalah sebagai ajang seleksi pemain kami, serta bongkar pasang komposisi tim, dan terus berbenah sebelum kompetisi TSC ," Ungkapnya. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

Friday, April 22, 2016

Preview Deltras di Trofeo Bhayangkara 2016


DELTACYBER - Trofeo Bhayangkara 2016 menjadi piala segitiga pemanasan sebelum TSC A 2016 dimulai akhir bulan april besok, bagi skuad Surabaya United Bhayangkara serta Madura United. Bagi Deltras, turnamen ini juga sangat penting, untuk mengukur skuad Harmadi berhadapan dengan tim-tim TSC A, dan melatih mental pemainnya menghadapi tim yang levelnya diatas Deltras.

Trofeo yang digelar oleh pihak Surabaya United Bhayangkara ini, sebagai salah satu persiapan sebelum mereka terjun di Torabika Soccer Championship 2016, dan memperkenalkan skuad pemain, jajaran manajemen, yang dihadiri langsung Kapolrdi dan Kapolda Jawa Timur itu, akan menggratiskan tiket masuk bagi penonton yang ingin hadir.

Untuk hadiah bagi sang juara juga cukup menggiurkan, sebesar Rp 50 juta, dan runner-up mendapat Rp 25 juta, serta posisi ketiga Rp 15 juta.

Format Trofeo Bhayangkara ini, memakai 3x45 menit. Jadi masing-masing tim akan saling berhadapan hanya berdurasi 45 menit saja, bila kedua tim masih imbang, akan langsung dilanjutkan dengan pinalti untuk mencari pemenang.

Preview, Deltras Sidoarjo vs Madura United :

Laskar Sapper Kerab julukan Madura United, benar-benar mempersiapkan tim dengan matang. Berhasil tampil di final turnamen Piala Gubernur Kaltim beberapa bulan lalu, menjadi gebrakan awal, tim yang identik dengan jersey loreng-loreng ciri khas madura ini.

Pelatih Madura United, yakni Gomez De Oliveira juga menyambut positif Trofeo Bhayangkara besok.
“Itu sangat baik, karena atmosfernya tentu berbeda dengan beberapa pertandingan uji coba biasa. Kami sangat antusias menyambut rencana pertandingan trofeo itu,” Ujar Gomez.

Nama-nama pemain yang sudah cukup lama tampil di Ligina, seperti bek asal Brazil Fabiano Beltrame, Bayu Gatra, Munhar, serta gelandang asing Toni Mossi, dan pemain muda macam Englberd Sani, menjadi andalan Madura United.

Bayu Gatra tentu harus diwaspadai dari kecepatan pemain asal Jember ini. Barisan lini belakang Deltras, yang diperkirakan akan menampilkan Mat Halil, Ahmad Setiawan, Mahardhika, Basuki harus mengawasi pergerakan Bayu Gatra, Englberd Sani sebagai bomber Madura United.

Postur tinggi besar dan pengalaman yang dimiliki Fabiano Beltrame juga jadi lini pertahanan yang cukup susah ditembus striker lawan. Dalam hal ini, Wimba Sutan Fanosa, Akhmad Hamdan, harus cerdik memanfaatkan peluang, didukung faktor Uston Nawawi sebagai penyuplai bola dari lini tengah.

Apalagi, Madura United baru saja mendulang kemenangan di laga ujicoba terakhir mereka, jumat (22/04), menang tipis 2-1 atas Perseru Serui. Dua gol Madura United dicetak Toni Mossi dan Rishadi Fauzi.

Di laga ujicoba melawan Perseru, Madura United tengah menyeleksi pemain asia asal Korea Selatan, yakni Jeong Kwansik. Kabarnya pelatih Gomez De Oliveira masih memberi kesempatan bagi Jeong untuk membuktikan dirinya di Trofeo Bhayangkara esok.

Preview, Deltras Sidoarjo vs Surabaya United Bhayangkara :

Trofeo Bhayangkara ini, menjadi ajang seleksi pemain asing yang didatangkan Surabaya United Bhayangkara, sebelum menghadapi TSC A. Penyerang asal Brazil yang sempat membela Persija Jakarta dalam Trofeo Persija beberapa waktu lalu, Patrick Robert Da Silva, merapat ke tim Surabaya Bhayangkara. 

Surabaya United Bhayangkara kini, tengah menyeleksi Patrick Robert Da Silva posisi striker, Zakehi Frank Bodjo asal Denmark posisi striker, Khairallah Abelkbir warga negara Maroko posisi gelandang.

Mereka akan diseleksi oleh pelatih kepala Ibnu Grahan dalam trofeo besok. Nama-nama seperti bek asal Brazil yakni, Octavio Dutra masih menjadi andalan di lini belakang. Barisan pemain muda macam Fandi Eko, Wahyu Subo, Sahrul Kurniawan eks timnas U-19, Putu Gede eks timnas U-19, dan mantan kiper timnas yakni Wahyu Tri Nugroho, masih menjadi kekuatan utama Surabaya United Bhayangkara.

Para barisan lini depan Deltras, tampaknya akan mendapat ujian berat dari kedua tim tersebut. Pasalnya, baik Madura maupun Surabaya United, sama-sama memiliki bek asing yang cukup berpengalaman di Liga Indonesia, yakni Dutra di Surabaya United serta Fabiano bersama Madura United, dan sama-sama punya postur tinggi besar untuk berduel di bola udara.

Diatas kertas, dua tim yang bakal dihadapi Deltras Sidoarjo besok minggu (24/04) tersebut, berada di kompetisi teratas Liga Indonesia. Dan secara materi pemain, Deltras jauh kalah mentereng dibanding Madura United dan Surabaya United Bhayangkara. Namun, The Lobster tentu tak gentar dengan faktor itu. Dukungan suporter setia mereka, Deltamania akan menjadi pemain kedua belas bagi Deltras. Apalagi, sudah lama terbentuknya kerangka tim, serta rutinnya latihan bagi para pemain Deltras, menjadi modal berharga guna menghadapi turnamen besok.

Lamanya persiapan yang dilakoni The Lobster sebelum terjun di Liga Nusantara, jadi faktor sudah terjalinnya komunikasi yang baik di atas lapangan antar pemain, lini per lini, serta kekompakan yang dimiliki skuad asuhan Harmadi ini, (bid)