Minggu, 10 April 2016

Bagikan Ilmu Dari Italia

DUET : Hurul Huda (kiri) dan Uston Nawawi (kanan) [foto : sidiq prasetyo]

Nurul Huda menjadi salah satu produk PSSI Primavera. Di saat kompetisi sepak bola tengah kacau balau, dia pun memilih menjadi pelatih.
--
JALAN Nurul Huda akan dipercepat saat memasuki Stadion Jenggolo, Sidoarjo. Dia kemudian masuk ke dalam ruang ganti stadion milik Pemerintah Daerah tersebut.

Tak lama berselang, penampilannya berbeda dengan saat datang. Sebuah topi dikenakan plus kostum warna biru laut yang padu antara celana dan kaos.

Di topi dan kaos yang dikenakan tertulis Real Madrid. Ya, dalam beberapa bulan terakhir ini, Huda, begitu Nurul Huda disapa, menjadi salah satu staff pelatih di Real Madrid Academy.

''Ilmu sepak bola saya bisa tersalurkanh. Kebetulan, ada yang menawari saya menjadi pelatih,'' jelas Huda saat ditemui di Stadion Jenggolo pada 11 Maret lalu.

Ya, karirnya di Real Madrid sekaligus menjadi sentuhan pertamanya menjadi pelatih. Sebelumnya, lelaki asal Desa Klagen, Sidoarjo, tersebut selalu memilih menjadi pemain.

Bahkan saat kompetisi terakhir di putar atau musim 2014, Huda masih tercatat sebagai pilar Persida Sidoarjo. Bahkan, dia selalu menjadi pilihan inti di ajang Divisi Utama.

Namun, saat usianya terus beranjak, lelaki kelahiran 1976 itu pun mulai berpikir masa depan. Dia mencari lisensi kepelatihan berstandar AFC (Federasi Sepak Bola Asia).

''Saya diajak Yeyen Tumena (rekannya di PSSI Primavera yang menjadi pengurus PSSI). Saya masuk dalam angkatan II,'' terang lelaki yang pernah membela Persebaya Surabaya tersebut.

Dengan lisensi yang dimikiki, sebenarnya tak susah baginya mencari klub. Hingga akhirnya tawaran yang diajukan Real Madrid yang datang kepadanya tak kuasa ditolak.

Di akademi yang berlatih Rabu dan Jumat itu, Huda mendapat kepercayaan menangani pesepak bola usia 17 tahun. Pengalaman yang dimilki diharapkan menular kepada anak asuhnya.

Ya, Huda merupakan salah satu pesepak bola produk PSSI Primavera. Tim yang dulunya diambil dari seleksi pesepak bola terbaik dari seluruh nusantara tersebut digembleng di Italia setahun lebih.

Mereka diharapkan mampu mengangkat prestasi sepak bola Indonesia yang tengah terpuruk. Sayang, proyek jalan pintas tersebut gagal memenuhi asa tersebut.

Usai kembali dari Italia,para pemainnya pun tersebar ke berbagai klub. Huda sempat berkostum Persikabo Kabupaten Bogor, Pelita Jaya, Deltras Sidoarjo, PSIS Semarang, hingga Persijap Jepara.

Saat usianya mulai mendekati kepala empat, Huda membela Laskar Jenggolo, julukan Persida. Di Real Madrid Academy, dia masuk jajaran pelatih bersama mantan pemain nasional yang juga juniornya di kampung halaman Uston Nawawi. Selain itu, ada juga mantan kiper Deltras Sidoarjo dan Persekabpas Kabupaten Pasuruan Ari Kurniawan.(*)

sumber  - www.pinggirlapangan.com

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster


0 komentar:

Posting Komentar