Selasa, 26 April 2016

Pentingnya Apparel Untuk The Lobster

Kebanggaan : Deltras Fc
DELTACYBER - Sepakbola industri masa kini, tentu tidak lepas dari pemasaran jersey klub. Kostum sebuah tim sepakbola, menjadi simbol warna kebesaran klub itu sendiri, menjadi kebanggaan saat di atas rumput hijau bagi para sebelas pemain yang berlaga, menjadi identitas lambang kebesaran serta sebuah pelecut semangat tersendiri.

Salah satu kolektor jersey-jersey liga indonesia, yakni bang Og Khairan, berkomentar, betapa pentingnya klub indonesia saat ini menggandeng sebuah apparel untuk jersey tim itu sendiri, baik apparel luar ataupun apparel lokal yang tak kalah bersaing dengan apparel ternama luar negeri.

"Ya, sangat penting, apparel untuk tim sepakbola. Dengan itu klub tanpa harus keluar biaya, untuk jersey hingga peralatan lainnya. Tetapi, ya tergantung negosiasi kedua pihak, harus bisa sama-sama menguntungkan, " Ungkap kolektor jersey ini.

Bang Og, membuktikan, empat tim yang juara di turnamen beberapa bulan lalu adalah sama-sama disponsori apparel lokal.
"Intinya, untuk apparel lokal harus pede dan bisa bersaing dengan apparel dunia. Contohnya, Persib dengan League, Arema dengan apparel Specs, Pusam Borneo Fc menggandeng Salvo, serta Mitra Kukar dengan Amoj," Imbuhnya.

Ya, bagi Deltras sendiri, menggaet apparel untuk jersey The Lobster di tiap musimnya, menjadi sebuah trobosan yang susah. Entah, manajemen yang kurang memahami betapa pentingnya apparel jersey bagi Deltras, atau ada beberapa faktor yang belum bisa dipenuhi manajemen.

Di Indonesia Super League 2011, Adidas salah satu apparel terbesar didunia asal Jerman itu, menjadi apparel resmi The Lobster di ISL 2011. Salah satu faktor yang membuat adidas kala itu mau bergabung dengan Deltras adalah, pelatih Jorg Peter Steinebrunner yang berasal dari jerman dan lama di Singapore.
Bahkan, menurut manajer Deltras kala itu, Dicky Hartanto, jersey resmi Deltras dijual di adidas store Singapore mencapai harga 600 ribu keatas.

Dan pihak adidas sendiri memberikan ke Deltras mulai dari jersey hingga peralatan latihan. The Lobster beruntung musim itu, mereka mempunyai tiga jersey. Hal yang jarang bagi The Lobster selama berpentas di Ligina. Satu jersey home merah, dan dua jersey away, warna putih dan biru tua.

Klub-klub papan atas dunia macam Real Madrid, Ac Milan, Bayern Munich, Chelsea, Juventus, berada di bawah naungan adidas. Oleh karena itu, adidas mau merangkul Deltras, salah satu klub indonesia, tentu menjadi sebuah catatan istimewa tersendiri.

Di musim ISL 2011 tersebut, manajemen juga memberikan jersey replika suporter, namun dengan stok terbatas. Jersey itu dijual di kalangan Deltamania dengan harga 50 ribu.

Harapan Deltamania, bahwa jersey The Lobster di musim depan bisa memberi desain terbaru, tentu dengan tambahan apparel di jersey. Rekan-rekan Deltamania juga berharap, ada jersey replika yang dijual kepada suporter, karena itu Deltamania juga bisa menambah pemasukan klub.

Agus, salah satu korlap Deltamania, juga berkomentar, bahwa ingin tim kebanggaanya bisa disponsori apparel, yang menyediakan jersey untuk Deltras.

"Semoga manajemen Deltras musim depan bisa menggandeng apparel untuk jersey tim, meskipun apparel lokal, kita tetap akan support sepenuhnya." Ungkap Agustina.

Tanpa Apparel : Jersey Deltras saat Trofeo Bhayangkara (24/04), tampak jersey tanpa desain elegan dan apparel
Bahkan, di Trofeo Bhayangkara kemarin (24/04), Jersey Deltras ketika berhadapan dengan Madura United di pertandingan kedua sore itu, Jefry Dwi Hadi dkk memakai jersey away seperti ciri khas Deltras sebelumnya, yakni Hijau-putih. Namun, tanpa ada apparel atau desain yang elegan. Hanya ada lambang Deltras di dada kiri saja. Font nomor punggung juga terkesan biasa.

Pentingnya klub menggandeng apparel, menjadi salah satu faktor, apakah putaran bisnis di dalam tim itu berjalan. Keuntungan dengan adanya apparel, juga seperti klub mendapat sponsor.

Beberapa tahun belakangan, apparel lokal sudah mulai bersaing ketat dengan apparel dunia, untuk menjadi apparel tim-tim sepakbola indonesia, apalagi tim ISL ataupun Divisi Utama. Specs, MBB, Salvo, Amoj, League, dan masih banyak lainnya, sudah membuktikan para apparel ini mampu dan bahkan bisa membuat jersey yang nyaman, desain elegan, serta tentu menguntungkan bagi klub.

Bukan Puma Ori : Jersey Deltras, yang kerap digunakan saat ujicoba
Bang Og Khairan, juga menyinggung, tidak perlu merasa bahwa kompetisi Liga Nusantara sepi dengan peminat.

"Kenapa tidak bisa, tim Linus menggaet apparel lokal. Harus bisa, karena apparel sama saja dengan menjadi sponsor atau iklan. Tanpa diliput televisi pun, di stadion sudah menjadi sarana iklan bagi apparel,"  Ujar, kolektor yang gemar mengkoleksi jersey-jersey matchworn ini. (bid)

Baca Juga =
Cak Sabar, Kitman Deltras Sejak 2001
Tuah Jersey Away Deltras !
Anang Ma'ruf, Memulai Hidup dari Nol Lagi
Rindu Lihat Deltras Hadapi Tim Tangguh
Deltamania Juga Peduli Lingkungan
Gallery Foto Aksi Deltamania, Deltras vs Psid (20/02/2016)
Marwal Iskandar, Kenang Saat Ia Berjersey Deltras
Mat Halil : Target Kami Promosi Divisi Utama
Mat Halil Resmi Berseragam The Lobster

0 komentar:

Posting Komentar