Minggu, 28 Agustus 2016

Tiga Pemain Lincah Andalan Lini Tengah Deltras

Dari kiri ke kanan : M. Hari Siswanto, Ibnu Hajar, Fendik Dwi
DELTACYBER - Untuk urusan menguasi lini tengah dalam pertandingan, Deltras tak perlu khawatir dengan hal itu. Puji Daryo tak risau dengan bagaimana menguasai permainan lini tengah yang dianggap vital dalam pertandingan. Seperti tujuan awal Deltras musim ini yakni percaya kepada pemain-pemain muda asli Sidoarjo dengan memberi jam terbang dan kesempata bermain menjadikan pemain muda Deltras sekarang terus meningkat.

Gelandang-gelandang Deltras macam Ibnu Hajar, Fendik Dwi dan M. Hari Siswanto menjadi otak permainan The Lobster musim ini.

Permainan apiknya tiga pemain ini memang cukup menarik perhatian. Postur tubuh yang hampir sama, sama-sama kecil, lincah mempunyai akselerasi tinggi, serta mempunyai umpang-umpan terukur menjadikan ketiganya penyeimbang lini tengah tim.

Ibnu Hajar, pemain asli desa Sarirogo Buduran tersebut menjadi motor serangan The Lobster untuk mengalirkan bola-bola kedepan maupun kedua lini sayap dan kiri. Baik umpan panjang atau pendeknya cukup terukur. Penetrasinya kerap kali merepotkan pertahanan lawan. Bahkan ia didapuk sebagai kapten saat Deltras tandang ke tulungagung kemarin (24/08).

Sementara, M.Hari Siswanto pemain yang baru bisa dimainkan Deltras di putaran kedua tersebut langsung mendapat tempat di skuad utama. Aksi skillnya mengelabuhi pemain-pemain lawan, ketenangannya dalam menguasai bola di lini tengah, serta umpan-umpan pendeknya cukup akurat menjadi keunggulan Aziz sapaan akrab M. Hari Siswanto.

Dan, Fendik Dwi pun sama. Jadi andalan Deltras sejak awal musim Liga Nusantara 2016 Fendik hampir di tiap laga selalu diturunkan baik sejak menit awal maupun harus memulai dari bangku cadangan. Posturnya yang kecil mudah bagi dia bergerak lincah membagi bola

Sayang. Untuk urusan duel-duel bola atas maupun duel dengan pemain lawan yang memiliki postur lebih besar mereka masih lemah untuk hal itu.

Bahkan, dalam dua pertandingan terakhir saat melawat ke kandang Perseta kemarin (24/08) walau sudah tertinggal 3-0. Deltras masih berani menyerang dan bahkan mengurung setengah lapangan pertahanan Perseta. Ya, tiga pemain kunci tersebut menjadi aktor terkurungnya Perseta di pertahanan sendiri. Aliran bola dari kaki ke kaki, pindah dari kanan ke kiri menjadi aksi-aksi M. Hari Siswanto, Ibnu Hajar dan Fendik Dwi.

Lawan Persema Malang juga sama. Walau bermain dari bangku cadangan, Fendik Dwi tetap bisa langsung nyetel dengan M. Hari Siswanto dan Ibnu Hajar di tengah. Kordinasi ketiga pemain ini sudah cukup padu, komunikasi cukup berjalan dengan baik. Operan bola dari tiga pemain itu hampir tak terputus.

Ini yang menjadi nilai plus The Lobster di lini tengah. Sayang, aliran bola ke depan sudah cukup bagus ataupun saat menyerang masih saja problem penyelesaian akhir di depan gawang lawan masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik. (bid)

0 komentar:

Posting Komentar