Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Saturday, December 31, 2016

Kaleidoskop 2016, Jalan Terjal Bagi The Lobster


DELTACYBER - Pertama kali terjun di kasta ketiga alias Liga Nusantara setelah resmi terdegradasi dari Divisi Utama 2014 silam. Deltras Sidoarjo harus menjalani banyak rintangan di Liga Nusantara zona Jawa Timur 2016 kemarin. Dimulai dari skuad Deltras yang dipersiapkan untuk LINUS 2015 dipindah ke tim Sidoarjo United yang berlaga di ISC B 2016, sampai deretan kekalahan yang menghantui The Lobster.

Puji Daryo ditunjuk manajemen sebagai pelatih kepala dibantu M.Khusen mantan pemain Deltras untuk jabatan asissten pelatih serta Solikin pelatih kiper.

Tak sedikit problem yang menghinggapi kubu Deltras di musim kemarin. Mulai dari tim yang diisi para pemain muda minim pengalaman, faktor-faktor tidak adanya pemain senior yang mampu menjadi pemimpin di lapangan, sampai seretnya urusan mencetak gol ke gawang lawan selama babak penyisihan grup.

Tergabung di grup 4 zona jawa timur, Deltras bentrok dengan tim-tim jatim lainnya macam Perseta Tulungagung, Persema 1953, Blitar United dan Persikoba Batu.
Seminggu sebelum laga perdana LINUS, Deltras menggelar laga uji tanding melawan Madura United U21 (16/07/16) di stadion Gelora Delta. Dalam laga itu, skuad muda Deltras berhasil menang meyakinkan dengan skor 3-1 melalui gol Maarif Kamtono, Hasan dan Ali Faizin.

Laga perdana grup 4, Deltras menjadi tuan rumah menjamu tamunya Persikoba Batu (24/07/16). Sempat tertinggal lebih dulu dari gol Apristya menit-36, Deltras menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Ali Faizin menit ke-57. Sayang hilangnya fokus lini belakang, mampu dimanfaatkan Persikoba mencuri gol dari kaki Koko Dwi meni-90. Persikoba sukses mencuri 3 poin dari bumi delta. Padahal dari data statistik tercatat 56 % Deltras menguasai penguasaan bola.

Untuk shoot on target Deltras hanya 3 kali dan Persikoba lebih tajam dengan 10 kali tendangan, sedangkan shoot of target Deltras lebih banyak mengancam dengan 10 tendangan ketimbang Persikoba hanya 7 kali.

Away pertama melawat ke kandang Blitar United (27/07/16), Deltras benar-benar bermain dibawah perform. Blitar United menggulung Deltras dengan skor 4-0. Dari statistik pun Deltras kalah dalam shoot on target, shoot of target sampai ball posession.

Di laga ketiga, giliran Persema 1953 menjadi tuan rumah bagi Deltras. Bermain di stadion gajayana malang (03/08/16), Deltras sebenarnya bermain cukup baik. Aliran bola dari tengah kedepan sudah berjalan dengan baik. Namun, lagi-lagi penyelesaian akhir menjadi masalah. Justru Persema mampu mencuri 2 gol dari Jaya Teguh Angga menit-34 dan babak kedua oleh Eka Dhaniar menit 60. Persema menang 2-0.

Pertandingan terakhir putaran pertama, Deltras bertindak selaku tuan rumah menghadapi tamunya Perseta Tulungagung (10/08/16). Setelah tiga kali kalah beruntun tim besutan Puji Daryo tersebut berhasrat mengamankan 3 poin di kandang sendiri. Sayang, Perseta yang sudah siap justru membungkam Deltras dihadapan publik sendiri 0-2.

Putaran pertama Deltras mengakhiri dengan 4 kekalahan beruntun dan hanya mencetak satu gol saja. Catatan buruk The Lobster. Di putaran kedua, tidak ada penambahan pemain signifikan hanya satu-dua pemain muda saja yang masuk tim.

Laga perdana di putaran kedua, Deltras away ke Perseta Tulungagung di stadion rejoagung Tulungagung (24/08/16). Alih-alih mencuri poin, Deltras justru ditekuk tuan rumah dengan skor telak 3-0.

Pertandingan kedua The Lobster bermain di lapangan Arhanudse gedangan yakni melawan Persema 1953 (28/08/16) dan Blitar United (05/09/16) dikarenakan pada waktu itu stadion Gelora Delta dalam sterilisasi kedatangan Presieden Joko Widodo.
Menjamu Persema, skuad Deltras masih penasaran akan kemenangan perdananya. Menit ke-25 sepakan Bayu Alfarizi membawa Deltras unggul 1-0. Sayang tak bisa pertahankan keunggulan baru di menit-29 striker andalan Persema Jaya Teguh Angga menyamakan skor 1-1 yang bertahan hingga laga usai.

Ketika berhadapan dengan Blitar United. Kelemahan Deltras di LINUS 2016 ialah selalu kebobolan di menit-menit awal babak pertama. Baru meni-6 gawang Deltras sudah dibobol oleh Achmad Burhan dan menit ke-37 dari kaki Hanafi.

Deltras hanya membalas satu gol melalui heading Andy Wicaksono meni-85. Sayang, semangat menyamakan kedudukan sirna setelah Achmad Burhan kembali menjebol jala Deltras menit-89. Deltras kalah 1-3 atas Blitar United.


Laga terakhir grup 4, skuad Deltras bertandang ke stadion brantas, Batu kandang dari Persikoba Batu. Disaksikan ribuan Deltamania yang tetap setia mengawal Deltras away ke Batu menjadi spirit tersendiri. Pertandingan berjalan alot, kedua tim saling jual beli serangan. Kelemahan di lini belakang dan lagi-lagi di menit awal menjadi problem besar bagi Deltras. Persikoba Batu mampu mencuri gol di menit-menit awal pertandingan 1-0. Di sisa waktu yang ada, Deltras sebenarnya cukup banyak memiliki peluang, finishing yang buruk masih jadi kendala bagi pemain muda Deltras. Deltras kalah 1-0.

Bisa dibilang 2016 menjadi performa yang buruk bagi Deltras. Dimana tim dipersiapkan hanya sekitar 2 minggu itupun juga sekaligus proses seleksi pemain. Tim dihuni banyak pemain muda minim pengalaman tanpa ada sosok senior yang bisa menjadi jendral di lapangan. Mulai dari kelamahan kebobolan menit awal, penyelesaian akhir cukup buruk di depan gawang lawan, sampai catatan minimnya jumlah gol Deltras yang hanya mencetak 3 gol dalam 8 pertandingan.

Namun, terlepas itu semua, bagi suporter fanatik Deltamania. Slogan "kami setia bukan ueforia" benar-benar dibuktikan oleh mereka. Meskipun 8 kali bermain tanpa kemenangan sekalipun hanya mendapat 1 poin dari 1 hasil imbang, Deltamania tetap mengawal Deltras baik kandang maupun saat laga tandang terakhir menjamu Persikoba. Ribuan Deltamania menggruduk kota Batu. (bid)

Tuesday, December 27, 2016

Empat Bek Lokal Menempati Strating Eleven Terbaik Deltras Versi Fahmi Idris

Fahmi Idris : saat latihan bersama tim Deltras
DELTACYBER - Fahmi Idris ialah kiper kedua skuad Sidoarjo United musim lalu. Penjaga gawang muda sidoarjo itu kini mengikuti latihan rutin tim Deltras Sidoarjo. Selain menjadi pelapis Papang Nurjaman, Amik sapaan akrab Fahmi Idris pernah mengantarkan tim Porprov Sidoarjo menjadi runner-up di ajang Porprov Banyuwangi 2014 silam.

Saat redaksi DeltaCyber menghubungi amik soal siapa saja 11 pemain terbaik menurutnya, Amik hanya menempatkan 3 pemain asing saja yang pernah memperkuat The Lobster. Formasi 4-2-3-1 ia pilih sebagai formasi idamannya.

Dari posisi paling belakang alias penjaga gawang. Nama kiper terbaik gelaran Copa Dji Sam Soe 2008 Syaifudin menjadi pilihan Amik. Syaifudin moncer bersama Deltras di musim 2008. Di jajaran pemain belakang. Empat pemain lokal yakni dua center bek Purwaka Yudi serta Waluyo dibantu bek kanan macam Benny Wahyudi dan bek kiri rekannya tim Ahmad Setiawan.

Untuk holding midfielder. Dua gelandang bertahan dipilih Fahmi Idris yaitu Jefry Dwi Hadi dibantu dengan pemain Arema Cronus saat ini Juan Revi Auriqto.

Tiga pemain depan diisi oleh Sutikno di sayap kanan, gelandang ada pemain asing pujaan Deltamania Claudio Damian Pronetto dan di sayap kiri Michael Adolfo Souza. Untuk urusan ujung tombak, Hilton Moreira dipilih Fahmi Idris. Untuk kapten dalam formasi idamannya kali ini, ia mempercayakan kepada Purwaka Yudhi.

Fahmi menambahkan alasannya mengapa ia menempatkan Sutikno di lini depan. "Saya suka gaya permainannya sutikno. Umpan-umpan manjanya ke kotak pinalti itu yang bikin saya memilih dia di barisan depan," ujar Fahmi.

Sementara itu Amik menjatuhkan pilihan ban kapten kepada Purwaka Yudhi bukan tanpa alasan. "Menurut saya Purwaka pantas menyandang kapten karena sikapnya di lapangan kalem dan tenang, tidak gampang tersulut emosinya," imbuhnya. (bid)


Sunday, December 25, 2016

Gallery Foto Aksi Deltamania Galang Dana Korban Gempa Aceh (25/12)


DELTACYBER - Musibah gempa yang menimpa masyarakat kabupaten Pidie Jaya, Aceh beberapa waktu lalu membuat suporter fanatik Deltras Sidoarjo, Deltamania tergerak untuk melakukan penggalangan dana membantu untuk korban gempa aceh.
Tadi pagi (25/12) aksi tersebut dilakukan ratusan Deltamania dan Deltanita di alun-alun kota Sidoarjo.

Dana yang terkumpul dari galang dana korban gempa aceh hari ini sebesar Rp 1.975.000. Dan akan disumbangkan kepada para korban Pidie Jaya, Aceh. Aksi itu mendapat respon positif bagi warga Sidoarjo yang juga melakukan olahraga pagi di alun-alun Sidoarjo maupun pengendara bermotor yang menyumbang.

Berikut Gallery Foto Aksi Deltamania Galang Dana Korban Gempa Aceh (25/12) =










Deltamania Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh


DELTACYBER - Aksi sosial bagi para korban gempa kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam beberapa waktu lalu dilakukan oleh suporter setia Deltras Sidoarjo, Deltamania. Tanggal 7 Desember lalu gempa yang berkekuatan 6,5 skala richter itu mengguncang Kabupaten Pidie Jaya sekitar pukul 05.36 wib.

Kurang lebih 104 orang meninggal dalam musibah tersebut dan merusak ratusan bangunan roboh.
Aksi menggalang dana untuk korban gempa aceh digelar para suporter yang identik dengan warna kebesaran mereka merah-merah pagi tadi (25/12) di alun-alun Sidoarjo.

Ratusan Deltamania hadir tampak bersemangat memutar kardus sumbangan di beberapa titik alun-alun Sidoarjo yang mereka bagi beberapa kelompok.

Aksi tersebut mendapat respon positif bagi warga Sidoarjo yang juga melakukan olahraga pagi di alun-alun Sidoarjo maupun pengendara bermotor yang menyumbang.

Dana yang terkumpul dari galang dana korban gempa aceh hari ini sebesar Rp 1.975.000. Dan akan disumbangkan kepada para korban Pidie Jaya, Aceh. (*)

Wednesday, December 21, 2016

Tanggal 27 Desember 2016, Batas Akhir Pengiriman Lomba Desain Jersey Deltras


DELTACYBER - Sudah satu bulan lebih lomba desain jersey deltras untuk kompetisi Liga Nusantara 2017 mendatang digelar oleh panitia.

Lomba yang memperebutkan hadiah uang tunai, dua tiket vip terusan laga kandang Deltras musim depan, pemenang juga bakal mendapat jersey Deltras hasil karyanya serta nama pemenang akan ditulis di jersey Deltras musim depan. Itu akan menandakan, bahwa jersey tersebut hasil desainnya.
Setelah resmi dibuka tanggal 18 November bulan kemarin, lomba ini akan ditutup tinggal hitungan hari saja kedepan.

"Terakhir pengiriman hari selasa besok, tanggal 27 Desember 2016. Dan untuk pengumuman siapa saja pemenangnya akan diumumkan pada tanggal 7 Januari 2017 mendatang dalam acara pengumuman pemenang dan serah terima hadiah," ungkap Agustina, salah satu panitia dalam lomba jersey kali ini.

Untuk persyaratan serta ketentuan terkait lomba tersebut, Deltamania dan warga Sidoarjo yang masih belum mengirim karya orisinilnya bisa melihat ketentuan lebih lengkapnya di website Deltamania yakni, www.deltamania-cyber.com, fans page facebook Deltamania Cyber, ataupun official twitter @Delta_Cyber. (bid)

Saturday, December 17, 2016

The Lobster Agendakan UjiCoba Blusukan, Ini Alasannya

Skuad Deltras : saat ujicoba melawan Tora Fc kemarin (17/12)

DELTACYBER - Tim Deltras Sidoarjo sudah memulai latihan rutin menjelang Liga Nusantara musim depan. Sudah dua minggu mereka berlatih di stadion jenggolo. Kemarin (17/12) The Lobster menggelar laga ujicoba pertamanya melawan tim lokal Tora Fc di lapangan desa semambung, kecamatan wonoayu. Sayang, Deltras harus kalah tipis 3-2. Gol Deltras dicetak oleh strikernya Riky Hamzah di babak pertama dan gelandang muda Ibnu Hajar pada babak kedua.

The Lobster memang sementara waktu ini untuk persiapa Liga Nusantara 2017 serta membentuk kerangka tim, mencanangkan agenda untuk berujicoba dengan tim internal Sidoarjo.

Adapun keputusan manajemen untuk mengagendakan ujicoba dengan tim-tim lokal Sidoarjo sendiri dan bermain di lapangan desa, Agustina Kris Purwanto yang kini menjabat sebagai Sekretaris tim menuturkan.

"Kami mengagendakan ujicoba blusukan, karena kami ingin mendekatkan Deltras ke masyarakat Sidoarjo dan menunjukkan Deltras masih eksis," ujarnya.

The Lobster tak sekali ini saja berujicoba ataupun latihan di lapangan desa yang ada di Sidoarjo. Seperti di kompetisi Indonesia Super League 2008, persiapan sebelum putaran kedua. Tim asuhan Mamak Alhadad kala itu berujicoba dengan beberapa tim internal Sidoarjo di lapangan desa. Pemain-pemain moncer macam Danilo Fernando, Gustavo Chena, Purwaka Yudhi, Junior, Firmansyah, Rene Martinez tak canggung ramah tama bersama masyarakat setempat.

Hal yang sama juga dilakukan ole skuad Deltras persiapan musim ISL 2011. Budi Sudarsono dkk, juga mengagendakan ujicoba serta latihan di lapangan desa Banjarsari, Buduran.

"Juga kami mencari siapa tahu ada pemain bagus yang sesuai kebutuhan tim ketika ujicoba dengan tim lokal," imbuh Agus. (bid)

Meskipun Kalah, Nonton Bareng Deltamania Bersama EFC Sidoarjo Tetap Semarak


DELTACYBER - Harapan untuk membawa pulang piala AFF Suzuki Cup 2016 ke Jakarta pupus sudah. Satu kaki sudah berada di ambang juara, skuad Garuda dibalikkan keadaan oleh gajah putih julukan timnas Thailand. Indonesia harus mengakui kekalahan 2-0 di penentuan juara final leg ke-2 kemarin (17/12) di stadion Rajamangala, Bangkok Thailand.

Dua gol Thailand dicetak oleh strikernya Siroch Chattong menit ke-37 dan 47 babak pertama. Indonesia butuh minimal mencetak satu gol untuk memaksakan perpanjangan waktu atau menyamakan skor agregat. Namun sayang, pertahanan rapat dan rapi lini belakang Thailand masih terlalu kuat bagi Indonesia.

Sampai peluit panjang, skor 2-0 bertahan hingga usai. Dengan hasil itu, skor agregat 3-2 untuk Thailand memastikan diri mereka menjadi raja ASEAN. Lima kali berhasil mengangkat piala AFF menjadi bukti kekuatan mereka di negara-negara ASEAN.

Tetapi, dukungan untuk skuad Garuda apapun hasilnya terus mengalir kepada Bayu Pradana dkk. Berbagai gelaran nonton bareng di kota-kota Indonesia menjadikan semangat tersendiri bagi pemain. Tak terkecuali nonton bareng yang diadakan oleh Deltamania bersama rekan-rekan komunitas EFC (Eropa Fans Club) Sidoarjo kemarin malam (17/12) di sekretariat Deltamania.

Chants-chants penyemangat terus didengungkan dari Deltamania bersama EFC Sidoarjo. Seperti tak kenal lelah walau Indonesia tertinggal 2 gol.

Bukan hanya itu, beberapa rekan-rekan Jak Mania Sidoarjo, Pasoepati beserta pemain Deltras U17 juga larut dalam meriahnya nonto bareng kemarin. (bid)


Wednesday, December 14, 2016

Nonton Bareng Deltamania dan Warga Sidoarjo Meriah


 DELTACYBER - Dukungan terhadapan para punggawa Timnas Garuda yang sudah melampaui babak Final mengalir tiada henti dari suporter seluruh Indonesia dan rakyat Indonesia. Begitupun Deltamania dan warga Sidoarjo. Gelaran Nonton bareng yang diadakan oleh rekan-rekan Deltamania kemarin (14/12) di Sekretariat Deltamania atau Distrofans dihadiri ratusan Deltamania juga warga Sidoarjo yang ingin mendukung perjuangan Timnas.

Sempat dibuat cemas babak pertama skuad Garuda tertinggal dulu oleh gol heading kapten Thailand Therasil Dangda menit ke-33.

Tak membuat dukungan surut. Tabuhan drum serta nyanyian suporter yang nonton bareng di sekretariat Deltamania membuat nobar semakin semarak.

Gol Indonesia pun datang dari Rizky Pora menit-65 juga gol penentu kemenangan final Leg 1 lewat sundulan Hansamu Yama menit ke-70.

Apalagi gol Hansamu Yama disambut sorak kemenangan Deltamania begitu pecah dan meriah. Di akhir laga Flare pun dinyalakan.

Di nonton bareng kemarin, beberapa perwakilan Deltamania sekaligus menggalang dana untuk para korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh beberapa waktu lalu.

Rencananya pada pertandingan final Leg ke-2 besok sabtu (17/12) Deltamania juga akan menggelar nonton bareng kembali di Sekretariat Deltamania. (bid)


Deltamania Peduli Aceh : di laga nonton bareng kemarin (14/12)

Semarak : sambil bernyanyi, Deltamania menyalakan flare usai laga berakhir

Sunday, December 11, 2016

Jelang Final Leg 1, Bermain Bertahan Dengan Rapi Atau Permainan Terbuka


DELTACYBER - Tak diunggulkan dalam hal juara di gelaran Piala AFF Suzuki Cup 2016 ini, timnas Indonesia mampu membuktikan bahwa Boaz Salossa cs bisa membawa sang merah putih ke partai final meladeni Thailand besok rabu (14/12) leg 1 di stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
Apa yang disuguhkan skuad Garuda pada leg kedua semifinal kemarin (07/12) kala meladeni perlawanan sengit Vietnam, dengan strategi bertahan total sesekali memanfaatkan serangan balik membuat pecinta Timnas dibuat harap-harap cemas Le Cong Vinh dkk membobol gawang Kurnia Meiga. Walaupun pada akhirnya 2 gol bersarang di gawang Indonesia.

Pertahanan rapi yang disusun oleh Hansamu Yama, Fachrudin, Benny Wahyudi dan Abduh Lestaluhu membuat striker-striker Vietnam sempat frustasi di babak pertama. Beberapa kali intersep dilakukan Fachrudin Ariyanto maupun Hansamu Yama sebagai duo stopper. Juga didukung oleh pergerakan yang tak kenal lelah Manahati Lestusen yang diposisikan sebagai holding midfielder bersama Bayu Pradana.

Di laga final ini, Piala AFF 2016 menerapkan pemutihan kartu. Dengan kata lain, semua pemain bisa dimainkan di pertandingan leg 1 besok rabu (14/12).

Bila melihat permainan Vietnam yang mempunyai kelebihan dengan umpan-umpan pendeknya, kecepatan pemainnya, serta mampu menguasai bola cukup lama. Indonesia pada laga itu memilih untuk bertahan total. Hasilnya di babak pertama cukup membendung serangan Vietnam. Hanya saja, di babak kedua, gol pertama Vietnam pemain Indonesia tak melihat pergerakan lawan dan hanya fokus kepada bola. Juga gol Le Cong Vinh di menit-menit akhir tidak ada pressing ketat kepada kapten vietnam itu.

Thailand berbeda dengan Vietnam. Sepakbola Thailand didukung kompetisi liganya yang selalu ketat serta didukung faktor-faktor kualitas permainan pemainnya selalu meningkat membuat Thailand sudah berani menatap persaingan di level ASIA sekalipun.

Umpan-umpan pendek terukur sudah ada di kubu Thailand, serangan yang dibangun Terasil Dangda juga ampuh, pertahan kuat juga dimiliki. Terbukti, selama babak grup sampai semifinal. Gawang Thailand hanya kebobolan dua gol saja. Itupun saat berhadapan dengan Indonesia. Selebihnya empat laga kembali aman.

Bermain selaku tuan rumah terlebih dahulu. Harus dimanfaatkan benar oleh pelatih kepala Indonesia Alfred Riedl. Apakah ia memilih bermain bertahan rapi dengan memanfaatkan serangan balik cepat dari kecepatan Andik Vermansyah, Boaz Salossa, Rizky Pora serta Stefano Lilipaly. Bila memilih bertahan, tentu harus dengan teknik serta strategi yang dinilai cukup ampuh.

Karena, teknik bertahan sejatinya lebih susah ketimbang menyerang. Bertahan memperlukan kecerdasan pemain belakang serta gelandang untuk memposisikan diri mereka pada posisi yang tepat untuk membayangi lawan, mengikuti lawan, mempressing lawan, tentu juga dibutuhkan stamina yang stabil.

Atau menantang Thailand dengan permainan terbuka. Dalam hal ini, skuad Garuda menjadi penantang sepadan Thailand untuk urusan membobol gawang Lawan. Dari fase grup sampai semifinal. Tercatat, 10 gol sudah dilesakkan Indonesia ke gawang lawannya masing-masing. Jadi per laga, Indonesia mencetak 2 gol. Tukang gedor kapten Boaz Salossa, Andik Vermansyah, Stefano Lilipaly, dan Rizky Pora sepertinya tetap jadi andalan Alfred Riedl. Didukung pemain cadangan macam Lerby Eliandry Pong Baru yang sudah mencetak 1 gol, atau Zulham Zamrun dan Ferdinand Sinaga.

"Thailand adalah tim yang bagus dan mereka bermain sangat baik tapi saya percaya tim kami yang akan memenangkan pertandingan," ujar Lilipaly seperti dikutip di halaman resmi AFF.

Di kubu tamu The Elephants War julukan Thailand. Tim besutan pelatih Kiatisuk Senamuang tentu harus memikirkan bagaimana atmosfir stadion Pakansari, Bogor yang sudah jelas dibuat merinding dengan tekanan gemuruh ribuan suporter sudah siap memadati stadion.

Teerasil Dangda masih tetap menjadi andalan lini depan Thailand saat ini. Pemain senior itu sudah mencetak 6 gol di turnamen kali ini, menjadi top skor sementara. (bid)

Friday, December 9, 2016

Persela Main di GDS, Deltamania Jamu LA Mania dan Curva Boys 1967

Suporter Persela : Saat mendukung Persela Lamongan tadi sore (09/12)
DELTACYBER - Memang Deltras Sidoarjo dengan Persela Lamongan sudah lama tak berjumpa kembali di kompetisi resmi. Namun, kasta tidak membuat jalinan silahturahmi antar kedua suporter itu putus. Meskipun Persela Lamongan hari ini yang dihadapi tim Bhayangkara Fc, tetapi Deltamania selaku suporter tuan rumah Sidoarjo tetap menyambut kedatangan suporter Persela dengan hangat.

Ya sore tadi (09/12) di stadion Gelora Delta Sidoarjo, ratusan LA Mania serta Curva Boys 1967 datang untuk mendukung tim kebanggaannya Laskar Joko Tingkir julukan Persela Lamongan dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship A melawan tim Bhayangkara Fc. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan telak Bhayangkara Fc 3-0.

Bahkan sehari sebelumnya, hari kamis (08/12). Perwakilan dari Curva Boys 1967 sudah mengunjungi rekan-rekan Deltamania di sekretariat Deltamania DistroFans. Pada intinya mereka ingin menjalin silahturahmi baik Deltamania sebagai suporter Sidoarjo dengan Curva Boys suporter Lamongan. Curva Boys 1967 diwakili oleh dirijen mereka cak Ulum dan beberapa anggota lainnya.

Hubungan baik kedua suporter Sidoarjo dengan suporter Lamongan sudah terjalin apik sejak lama. Baik saat Deltamania away ke stadion Surajaya Lamongan beberapa tahun lalu juga disambut LA Mania dan Curva Boys 1967.

Juga di musim ini, Persela Lamongan yang banyak melakoni laga tandang di Gelora Delta Sidoarjo dikarenakan homebase mereka sedang tahap renovasi. Persela Fans selalu aman mendukung tim kesayangannya di bumi Delta. (bid)

Monday, December 5, 2016

Semifinal Leg 2, Indonesia Punya Kans Bagus Di Vietnam

Skuad Garuda : Di laga semifinal leg 1 kemarin (03/12) [foto by : pssi.org]

Pasukan Garuda berhasil menaklukkan salah satu favorit juara AFF Suzuki Cup 2016, Vietnam dalam laga pertama babak semifinal yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/12) dengan skor 2-1. Gol-gol dari Indonesia lahir dari Hasamu Yama dan Boaz Salossa.

Indonesia boleh saja mendapatkan gol lebih dahulu, namun mereka sempat tersentak kala Vietnam berhasil menyamakan kedudukan. Bersyukur kita masih memiliki pemain seperti Stefano Lilipaly. Melalui penetrasinya melewati bek lawan, Lilipaly dijatuhkan oleh salah satu bek Vietnam sehingga wasit menghadiahi penalti untuk Indonesia. Boaz yang menjadi algojo saat penalti berhasil melakukan tugasnya dengan baik. skor 2-1 bertahan hingga pluit akhir pertandingan dibunyikan oleh wasit.

Menurut pelatih Indonesia Alfred Riedl, dirinya melihat pertandingan tersebut berjalan sangat menarik dimana kedua tim saling mengambil inisiatif menyerang. Babak kedua diakuinya Vietnam sedikit lebih kuat, tetapi dia sangat bangga pemain bisa bangkit dan mencetak gol kemenangan.

"Saya pikir laga kali ini berjalan menarik, kedua tim saling menyerang. Tapi, di babak kedua kita bisa melihat bahwa Vietnam sedikit lebih kuat dibandingkan kami," tutur Riedl saat jumpa pers usai pertandingan.

"Kami bangga bahwa pemain kami bisa bangkit, hingga bisa mencetak gol kemenangan," imbuhnya.

Walaupun Indonesia dirugikan dengan satu gol tandang Vietnam, pelatih skuat 'Garuda' Alfred Riedl masih sangat yakin kans untuk lolos ke final masih terbuka. Sebab dia yakin Indonesia bisa mencetak gol tandang.

"Kemenangan di laga pertama bagus untuk membuka pintu lebih lebar ke babak final. Kebobolan satu gol di laga ini memang tak baik, tapi kami yakin bisa mencetak gol di sana," kata Riedl.

Perihal peluang Vietnam melaju ke babak final, pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang, juga yakin bahwa mereka masih mempunyai kesempatan besar.

"Pertama-tama, selamat untuk Indonesia atas raihan kemenangan di laga ini. Saya senang dengan para pemain saya meski hasilnya kalah," ucap Huu Thang.

"Mereka menunjukkan diri bisa memainkan gaya bermainnya sendiri dan itu membuat saya senang, bisa menciptakan banyak peluang, saya pikir imbang merupakan hasil yang paling adil,” lanjutnya

"Kami masih akan melakoni laga kandang, kami masih mempunyai peluang. Kekalahan ini memang menyulitkan, tapi kami mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk bermain lebih baik lagi di laga kedua.”

Baik Indonesia maupun Vietnam kembali akan bermain di pertandingan penentu leg kedua di Mu Dinh Stadium, Rabu (7/12).

sumber - www.pssi.org

Sunday, December 4, 2016

Deltras Sudah Agendakan Latihan Rutin


DELTACYBER - Setelah mengevaluasi tim Deltras di musim kemarin, kini The Lobster sudah tak ingin mengulangi kesalahan yang sama dan ingin menatap Liga Nusantara 2017 lebih matang. Deltras bakal menggelar latihan perdana sejak awal guna membentuk kerangka tim.

Deltras sudah siap berlatih satu minggu sebanyak 3 kali. Yakni hari senin, selasa dan kamis di stadion Jenggolo Sidoarjo. Serta bakal ada satu kali ujicoba melawan tim-tim internal Sidoarjo sendiri di tiap minggunya.

Tetapi, karena satu minggu awal ini tepatnya sampai tanggal 9 Desember stadion Jenggolo masih dipergunakan turnamen. Deltras sementara berlatih di lapangan Damarsih kecamatan Buduran mulai besok senin (05/12).

Rencananya ujicoba menghadapi tim lokal Sidoarjo sendiri akan digelar di lapangan - lapangan desa tim tersebut. Namun juga tetap melihat situasi dan kondisi lapangan tersebut.

Dalam latihan awal ini, skuad The Lobster akan didampingi jajaran pelatih sementara guna menentukan program-program latihan serta ujicoba nantinya. (bid)