Minggu, 11 Desember 2016

Jelang Final Leg 1, Bermain Bertahan Dengan Rapi Atau Permainan Terbuka


DELTACYBER - Tak diunggulkan dalam hal juara di gelaran Piala AFF Suzuki Cup 2016 ini, timnas Indonesia mampu membuktikan bahwa Boaz Salossa cs bisa membawa sang merah putih ke partai final meladeni Thailand besok rabu (14/12) leg 1 di stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
Apa yang disuguhkan skuad Garuda pada leg kedua semifinal kemarin (07/12) kala meladeni perlawanan sengit Vietnam, dengan strategi bertahan total sesekali memanfaatkan serangan balik membuat pecinta Timnas dibuat harap-harap cemas Le Cong Vinh dkk membobol gawang Kurnia Meiga. Walaupun pada akhirnya 2 gol bersarang di gawang Indonesia.

Pertahanan rapi yang disusun oleh Hansamu Yama, Fachrudin, Benny Wahyudi dan Abduh Lestaluhu membuat striker-striker Vietnam sempat frustasi di babak pertama. Beberapa kali intersep dilakukan Fachrudin Ariyanto maupun Hansamu Yama sebagai duo stopper. Juga didukung oleh pergerakan yang tak kenal lelah Manahati Lestusen yang diposisikan sebagai holding midfielder bersama Bayu Pradana.

Di laga final ini, Piala AFF 2016 menerapkan pemutihan kartu. Dengan kata lain, semua pemain bisa dimainkan di pertandingan leg 1 besok rabu (14/12).

Bila melihat permainan Vietnam yang mempunyai kelebihan dengan umpan-umpan pendeknya, kecepatan pemainnya, serta mampu menguasai bola cukup lama. Indonesia pada laga itu memilih untuk bertahan total. Hasilnya di babak pertama cukup membendung serangan Vietnam. Hanya saja, di babak kedua, gol pertama Vietnam pemain Indonesia tak melihat pergerakan lawan dan hanya fokus kepada bola. Juga gol Le Cong Vinh di menit-menit akhir tidak ada pressing ketat kepada kapten vietnam itu.

Thailand berbeda dengan Vietnam. Sepakbola Thailand didukung kompetisi liganya yang selalu ketat serta didukung faktor-faktor kualitas permainan pemainnya selalu meningkat membuat Thailand sudah berani menatap persaingan di level ASIA sekalipun.

Umpan-umpan pendek terukur sudah ada di kubu Thailand, serangan yang dibangun Terasil Dangda juga ampuh, pertahan kuat juga dimiliki. Terbukti, selama babak grup sampai semifinal. Gawang Thailand hanya kebobolan dua gol saja. Itupun saat berhadapan dengan Indonesia. Selebihnya empat laga kembali aman.

Bermain selaku tuan rumah terlebih dahulu. Harus dimanfaatkan benar oleh pelatih kepala Indonesia Alfred Riedl. Apakah ia memilih bermain bertahan rapi dengan memanfaatkan serangan balik cepat dari kecepatan Andik Vermansyah, Boaz Salossa, Rizky Pora serta Stefano Lilipaly. Bila memilih bertahan, tentu harus dengan teknik serta strategi yang dinilai cukup ampuh.

Karena, teknik bertahan sejatinya lebih susah ketimbang menyerang. Bertahan memperlukan kecerdasan pemain belakang serta gelandang untuk memposisikan diri mereka pada posisi yang tepat untuk membayangi lawan, mengikuti lawan, mempressing lawan, tentu juga dibutuhkan stamina yang stabil.

Atau menantang Thailand dengan permainan terbuka. Dalam hal ini, skuad Garuda menjadi penantang sepadan Thailand untuk urusan membobol gawang Lawan. Dari fase grup sampai semifinal. Tercatat, 10 gol sudah dilesakkan Indonesia ke gawang lawannya masing-masing. Jadi per laga, Indonesia mencetak 2 gol. Tukang gedor kapten Boaz Salossa, Andik Vermansyah, Stefano Lilipaly, dan Rizky Pora sepertinya tetap jadi andalan Alfred Riedl. Didukung pemain cadangan macam Lerby Eliandry Pong Baru yang sudah mencetak 1 gol, atau Zulham Zamrun dan Ferdinand Sinaga.

"Thailand adalah tim yang bagus dan mereka bermain sangat baik tapi saya percaya tim kami yang akan memenangkan pertandingan," ujar Lilipaly seperti dikutip di halaman resmi AFF.

Di kubu tamu The Elephants War julukan Thailand. Tim besutan pelatih Kiatisuk Senamuang tentu harus memikirkan bagaimana atmosfir stadion Pakansari, Bogor yang sudah jelas dibuat merinding dengan tekanan gemuruh ribuan suporter sudah siap memadati stadion.

Teerasil Dangda masih tetap menjadi andalan lini depan Thailand saat ini. Pemain senior itu sudah mencetak 6 gol di turnamen kali ini, menjadi top skor sementara. (bid)

0 komentar:

Posting Komentar