Sabtu, 31 Desember 2016

Kaleidoskop 2016, Jalan Terjal Bagi The Lobster


DELTACYBER - Pertama kali terjun di kasta ketiga alias Liga Nusantara setelah resmi terdegradasi dari Divisi Utama 2014 silam. Deltras Sidoarjo harus menjalani banyak rintangan di Liga Nusantara zona Jawa Timur 2016 kemarin. Dimulai dari skuad Deltras yang dipersiapkan untuk LINUS 2015 dipindah ke tim Sidoarjo United yang berlaga di ISC B 2016, sampai deretan kekalahan yang menghantui The Lobster.

Puji Daryo ditunjuk manajemen sebagai pelatih kepala dibantu M.Khusen mantan pemain Deltras untuk jabatan asissten pelatih serta Solikin pelatih kiper.

Tak sedikit problem yang menghinggapi kubu Deltras di musim kemarin. Mulai dari tim yang diisi para pemain muda minim pengalaman, faktor-faktor tidak adanya pemain senior yang mampu menjadi pemimpin di lapangan, sampai seretnya urusan mencetak gol ke gawang lawan selama babak penyisihan grup.

Tergabung di grup 4 zona jawa timur, Deltras bentrok dengan tim-tim jatim lainnya macam Perseta Tulungagung, Persema 1953, Blitar United dan Persikoba Batu.
Seminggu sebelum laga perdana LINUS, Deltras menggelar laga uji tanding melawan Madura United U21 (16/07/16) di stadion Gelora Delta. Dalam laga itu, skuad muda Deltras berhasil menang meyakinkan dengan skor 3-1 melalui gol Maarif Kamtono, Hasan dan Ali Faizin.

Laga perdana grup 4, Deltras menjadi tuan rumah menjamu tamunya Persikoba Batu (24/07/16). Sempat tertinggal lebih dulu dari gol Apristya menit-36, Deltras menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Ali Faizin menit ke-57. Sayang hilangnya fokus lini belakang, mampu dimanfaatkan Persikoba mencuri gol dari kaki Koko Dwi meni-90. Persikoba sukses mencuri 3 poin dari bumi delta. Padahal dari data statistik tercatat 56 % Deltras menguasai penguasaan bola.

Untuk shoot on target Deltras hanya 3 kali dan Persikoba lebih tajam dengan 10 kali tendangan, sedangkan shoot of target Deltras lebih banyak mengancam dengan 10 tendangan ketimbang Persikoba hanya 7 kali.

Away pertama melawat ke kandang Blitar United (27/07/16), Deltras benar-benar bermain dibawah perform. Blitar United menggulung Deltras dengan skor 4-0. Dari statistik pun Deltras kalah dalam shoot on target, shoot of target sampai ball posession.

Di laga ketiga, giliran Persema 1953 menjadi tuan rumah bagi Deltras. Bermain di stadion gajayana malang (03/08/16), Deltras sebenarnya bermain cukup baik. Aliran bola dari tengah kedepan sudah berjalan dengan baik. Namun, lagi-lagi penyelesaian akhir menjadi masalah. Justru Persema mampu mencuri 2 gol dari Jaya Teguh Angga menit-34 dan babak kedua oleh Eka Dhaniar menit 60. Persema menang 2-0.

Pertandingan terakhir putaran pertama, Deltras bertindak selaku tuan rumah menghadapi tamunya Perseta Tulungagung (10/08/16). Setelah tiga kali kalah beruntun tim besutan Puji Daryo tersebut berhasrat mengamankan 3 poin di kandang sendiri. Sayang, Perseta yang sudah siap justru membungkam Deltras dihadapan publik sendiri 0-2.

Putaran pertama Deltras mengakhiri dengan 4 kekalahan beruntun dan hanya mencetak satu gol saja. Catatan buruk The Lobster. Di putaran kedua, tidak ada penambahan pemain signifikan hanya satu-dua pemain muda saja yang masuk tim.

Laga perdana di putaran kedua, Deltras away ke Perseta Tulungagung di stadion rejoagung Tulungagung (24/08/16). Alih-alih mencuri poin, Deltras justru ditekuk tuan rumah dengan skor telak 3-0.

Pertandingan kedua The Lobster bermain di lapangan Arhanudse gedangan yakni melawan Persema 1953 (28/08/16) dan Blitar United (05/09/16) dikarenakan pada waktu itu stadion Gelora Delta dalam sterilisasi kedatangan Presieden Joko Widodo.
Menjamu Persema, skuad Deltras masih penasaran akan kemenangan perdananya. Menit ke-25 sepakan Bayu Alfarizi membawa Deltras unggul 1-0. Sayang tak bisa pertahankan keunggulan baru di menit-29 striker andalan Persema Jaya Teguh Angga menyamakan skor 1-1 yang bertahan hingga laga usai.

Ketika berhadapan dengan Blitar United. Kelemahan Deltras di LINUS 2016 ialah selalu kebobolan di menit-menit awal babak pertama. Baru meni-6 gawang Deltras sudah dibobol oleh Achmad Burhan dan menit ke-37 dari kaki Hanafi.

Deltras hanya membalas satu gol melalui heading Andy Wicaksono meni-85. Sayang, semangat menyamakan kedudukan sirna setelah Achmad Burhan kembali menjebol jala Deltras menit-89. Deltras kalah 1-3 atas Blitar United.


Laga terakhir grup 4, skuad Deltras bertandang ke stadion brantas, Batu kandang dari Persikoba Batu. Disaksikan ribuan Deltamania yang tetap setia mengawal Deltras away ke Batu menjadi spirit tersendiri. Pertandingan berjalan alot, kedua tim saling jual beli serangan. Kelemahan di lini belakang dan lagi-lagi di menit awal menjadi problem besar bagi Deltras. Persikoba Batu mampu mencuri gol di menit-menit awal pertandingan 1-0. Di sisa waktu yang ada, Deltras sebenarnya cukup banyak memiliki peluang, finishing yang buruk masih jadi kendala bagi pemain muda Deltras. Deltras kalah 1-0.

Bisa dibilang 2016 menjadi performa yang buruk bagi Deltras. Dimana tim dipersiapkan hanya sekitar 2 minggu itupun juga sekaligus proses seleksi pemain. Tim dihuni banyak pemain muda minim pengalaman tanpa ada sosok senior yang bisa menjadi jendral di lapangan. Mulai dari kelamahan kebobolan menit awal, penyelesaian akhir cukup buruk di depan gawang lawan, sampai catatan minimnya jumlah gol Deltras yang hanya mencetak 3 gol dalam 8 pertandingan.

Namun, terlepas itu semua, bagi suporter fanatik Deltamania. Slogan "kami setia bukan ueforia" benar-benar dibuktikan oleh mereka. Meskipun 8 kali bermain tanpa kemenangan sekalipun hanya mendapat 1 poin dari 1 hasil imbang, Deltamania tetap mengawal Deltras baik kandang maupun saat laga tandang terakhir menjamu Persikoba. Ribuan Deltamania menggruduk kota Batu. (bid)

0 komentar:

Posting Komentar