Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Sunday, August 28, 2016

Tiga Pemain Lincah Andalan Lini Tengah Deltras

Dari kiri ke kanan : M. Hari Siswanto, Ibnu Hajar, Fendik Dwi
DELTACYBER - Untuk urusan menguasi lini tengah dalam pertandingan, Deltras tak perlu khawatir dengan hal itu. Puji Daryo tak risau dengan bagaimana menguasai permainan lini tengah yang dianggap vital dalam pertandingan. Seperti tujuan awal Deltras musim ini yakni percaya kepada pemain-pemain muda asli Sidoarjo dengan memberi jam terbang dan kesempata bermain menjadikan pemain muda Deltras sekarang terus meningkat.

Gelandang-gelandang Deltras macam Ibnu Hajar, Fendik Dwi dan M. Hari Siswanto menjadi otak permainan The Lobster musim ini.

Permainan apiknya tiga pemain ini memang cukup menarik perhatian. Postur tubuh yang hampir sama, sama-sama kecil, lincah mempunyai akselerasi tinggi, serta mempunyai umpang-umpan terukur menjadikan ketiganya penyeimbang lini tengah tim.

Ibnu Hajar, pemain asli desa Sarirogo Buduran tersebut menjadi motor serangan The Lobster untuk mengalirkan bola-bola kedepan maupun kedua lini sayap dan kiri. Baik umpan panjang atau pendeknya cukup terukur. Penetrasinya kerap kali merepotkan pertahanan lawan. Bahkan ia didapuk sebagai kapten saat Deltras tandang ke tulungagung kemarin (24/08).

Sementara, M.Hari Siswanto pemain yang baru bisa dimainkan Deltras di putaran kedua tersebut langsung mendapat tempat di skuad utama. Aksi skillnya mengelabuhi pemain-pemain lawan, ketenangannya dalam menguasai bola di lini tengah, serta umpan-umpan pendeknya cukup akurat menjadi keunggulan Aziz sapaan akrab M. Hari Siswanto.

Dan, Fendik Dwi pun sama. Jadi andalan Deltras sejak awal musim Liga Nusantara 2016 Fendik hampir di tiap laga selalu diturunkan baik sejak menit awal maupun harus memulai dari bangku cadangan. Posturnya yang kecil mudah bagi dia bergerak lincah membagi bola

Sayang. Untuk urusan duel-duel bola atas maupun duel dengan pemain lawan yang memiliki postur lebih besar mereka masih lemah untuk hal itu.

Bahkan, dalam dua pertandingan terakhir saat melawat ke kandang Perseta kemarin (24/08) walau sudah tertinggal 3-0. Deltras masih berani menyerang dan bahkan mengurung setengah lapangan pertahanan Perseta. Ya, tiga pemain kunci tersebut menjadi aktor terkurungnya Perseta di pertahanan sendiri. Aliran bola dari kaki ke kaki, pindah dari kanan ke kiri menjadi aksi-aksi M. Hari Siswanto, Ibnu Hajar dan Fendik Dwi.

Lawan Persema Malang juga sama. Walau bermain dari bangku cadangan, Fendik Dwi tetap bisa langsung nyetel dengan M. Hari Siswanto dan Ibnu Hajar di tengah. Kordinasi ketiga pemain ini sudah cukup padu, komunikasi cukup berjalan dengan baik. Operan bola dari tiga pemain itu hampir tak terputus.

Ini yang menjadi nilai plus The Lobster di lini tengah. Sayang, aliran bola ke depan sudah cukup bagus ataupun saat menyerang masih saja problem penyelesaian akhir di depan gawang lawan masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik. (bid)

Poin Perdana Deltras Walau Satu Poin


DELTACYBER - Tiga poin di laga kandang pertama putaran kedua Liga Nusantara 2016 grup 4 masih tertunda. Deltras dipaksa bermain imbang 1-1 oleh tamunya Persema Malang 1953 kemarin sore (28/08) di lapangan Arhanud Gedangan, Sidoarjo.

Gol Deltras dicetak Bayu Alfarizi menit-25 sedangkan gol balasan tim tamu melalui striker andalannya Jaya Teguh Angga menit ke-29.

Bermain di Sidoarjo sendiri, The Lobster sudah inisiatif menyerang sejak awal sampai akhir pertandingan. Lagi-lagi sederet peluang emas masih belum bisa dikonfersikan pemain muda Deltras menjadi gol. Masalah finishing di depan gawang lawan kembali jadi sorotan.

"Anak-anak sudah mulai bisa bermain lepas, hanya masih tergesa-gesa dalam finishing di depan gawang. Masih terlalu nafsu, mestinya harus lebih tenang," ujar pelatih kepala Deltras Puji Daryo, saat diwawancarai redaksi DeltaCyber sesuasi laga.

Tapi bagaimanapun Puji Daryo mengakui kalau lawan Persema kemarin harusnya 3 poin yang didapat.
"Bila dilihat dari permainan anak-anak, dan peluang-peluang yang didapat, mestinya bisa dapat 3 poin hari ini (28/08)," imbuh Puji.

Puji menambahkan, ia menilai lini belakangnya masih kurang solid.
"Saya juga menyoroti organisasi pertahanan kami yang masih sering salah dalam pengambilan bola dari lawan. Ini yang harus saya evaluasi kedepannya," ujar Puji. (bid)


Deltras Sidoarjo vs Persema Malang 1953 : 1-1 (28/08)


DELTACYBER - Belum pernah mendapat kemenangan, apalagi bermain di kandang membuat keuntungan besar bagi The Lobster untuk bisa meraih 3 poin pertamanya. Bertanding di lapangan Arhanud Gedangan kemarin sore (28/08) lanjutan pekan ke-6 Liga Nusantara 2016 Grup 4, Deltras menjamu tamunya Persema Malang 1953.

Di babak pertama, tim asuhan Puji Daryo langsung tancap gas menekan pertahanan Persema. Tiga pemain tipikal menyerang baik striker, sayap kiri dan kanan menjadi ujung tombak Deltras. Yakni Kapten Rachmad Hidayat, sayap kiri Bayu Alfarizi dan di sisi kanan ada Ali Faizin.

Peluang pertama Deltras didapat oleh Bayu Alfarizi menit ke-10, tendangannya masih membentur tiang gawang Persema yang dijaga M.Bima Sakti.

Baru menit ke-25 tuan rumah membuka angka. Berawal dari umpan silang Ali Faizin dari sayap kanan, Bayu Alfarizi yang berdiri tanpa kawal di depan gawang Persema menyambutnya dengan tendangan kaki kiri mendatar. Deltras memimpin 1-0.

Unggul 1-0 Rachmad Hidayat dkk justru kehilangan fokus. Buktinya keunggulan 1-0 hanya bertahan 4 menit saja. Menit ke-29 Persema Malang mampu membalas melalui striker senior andalannya  Jaya Teguh Angga. Hingga turun minum skor 1-1 bertahan.

Di babak kedua, Deltras yang disaksikan ribuan Deltamania yang hadir di lapangan Arhanud terus menggempur habis-habisan Persema. Sementara tim tamu hanya sesekali memanfaatkan serangan balik dari strikernya Piter Manggibodibo.

Terbukti, beberapa peluang emas didapat The Lobster. Bola rebound hasil tendangan bebas Fajar Kurniawan belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Andy Wicaksono. Begitupun juga tendangan volly Ali Faizin yang masih melenceng. Ataupun tendangan M. Hari Siswanto juga belum menggetarkan jala Persema.

Sampai peluit panjang ditiup wasit Anselmus asal Surabaya, skor imbang 1-1 tak berubah. Ini sekaligus menjadi poin perdana Deltras di Liga Nusantara musim ini, walau belum berbuah dengan hasil kemenangan. (bid)