Rabu, 01 Maret 2017

Isdianto, Mantan Pemain Nasional yang Tekuni Bisnis Warkop (1)

Isdianto saat membuat kopi [foto:Sidiq Prasetyo / pinggirlapangan.com]

Persaingan Ketat di Era Kolev
Dia sempat masuk nominasi Timnas di era Ivan Kolev. Tapi, kini, dia malah menekuni dunia yang jauh dari sepak bola.
----
SEBUAH warung kopi berdiri sebuah lahan kosong. Dari bentuknya, bangunan tersebut belum lama berdiri.

''Baru tiga bulan saya dirikan. Saya menyewa tempat yang dulunya kosong,'' kata sang pemilik warkop Isdianto.

Untuk mendapatkannya, dia pun rela berkeliling ke beberapa lokasi. Isdianto langsung kepincut begitu melihat ada lahan yang belum digarap tersebut.

''Saya menemui pemilik lahan ini dan langsung mengontraknya. Ternyata, baru beberapa hari, pembeli sudah lumayan banyak,'' ungkap Isdianto.

Bahkan, melayani pembeli juga dilakukan oleh lelaki 38 tahun tersebut. Para pembeli pun hanya tahunya bahwa Isdianto adalah pemilik warkop di wilayah Beciro, Sukodono, tersebut.

Padahal, dia merupakan salah satu pesepak bola yang pernah mendapat kesempatan mengenakan kaos Tim Nasional Indonesia. Hanya, Isdianto memang tak bisa bertahan lama di Skuad Garuda, julukan Timnas Indonesia.

"Saya dapat panggilan di Timnas Indonesia saat ditangani Ivan Kolev.Hanya, saya sampai tahap seleksi,'' ungkap Isdianto.

Dia mengakui, saat itu,di era pertengahan 2000-an,persaingan di posisinya sebagai wing back sangat ketat.

Menembus seleksi Timnas Indonesia bisa dikatakan menjadi puncak karir di lapangan hijau. Meski, Isdianto pernah merasakan membawa Arema Indonesia menjadi juara Piala Indonesia di 2004.

''Ketika itu, Arema ditangani Benny Dolo. Bukan hal yang mudah bisa masuk inti,'' ucap Isdianto.

Arema sendiri bukan satu-satunya klub yang dibela bapak dua anak tersebut. Isdianto memulai karir sepak bolanya dari klub di kampung halamannya, Banyuwangi.

''Saya membela Persewangi Junior,'' kenangnya.

Di libur kompetisi, Isdianto pergi ke Bali. Tujuannya ke Pulau Dewata, julukan Bali, bukan untuk wisata.

''Saya berlaga di kompetisi internal di sana. Hitung-hitung tambah pengalaman dan cari rezeki,'' ujarnya. (bersambung)

Di Bali, Isdianto semakin meningkat kemampuannya. Dia pun dilirik klub galatama. (*)

sumber - www.pinggirlapangan.com

0 komentar:

Posting Komentar