Kamis, 02 Maret 2017

Isdianto, Mantan Pemain Nasional yang Tekuni Bisnis Warkop (3-Habis)

Warkop Giras : warung kopi milik Isdianto [foto : Sidiq Prasetyo / pinggirlapangan.com]

Ingin Kembangkan Jadi Pujasera
Usia yang terus bertambah membuat kemampuan Isdianto ikut menurun. Meski, semangatnya untuk bermain masih tetap menyala.
--
USIANYA sudah 35 tahun di 2013. Bagi pesepak bola, usia tersebut sudah mengisyaratkan harus segera lengser keprabon.

Isdianto pun mulai menyadari itu. Apalagi, cedera masih sering membekap.

Sebenarnya, dia sempat ingin kembali ke klub perdananya di profesional, Deltras. Klub berjuluk The Lobster tersebut, merupakan evolusi dari Gelora Dewata. Sayang, kondisinya dianggap sudah tak seperti dulu. Ini membuat asanya kandas.

Bisa dikatakan, Isdianto dipaksa gantung sepatu. Tapi, beda dengan rekan-rekannya sesama pesepak bola. usai pensiun dia malah menjauh dari sepak bola.

Dia mulai menyeriusi hobinya di sela-sela bermain bola. Apa itu? Isdianto terjun ke bidang fotografi.

Dia sering mengadakan kegiatan fotografi. Apalagi, bapak dua anak tersebut sudah mempunyai komunitas di Sidoarjo.

Namun, bidang jepret kamera tersebut belum bisa membuat kepulan dapur Isdianto besar. Dia pun mulai memeras otak.

Akhirnya, buka warung kopi menjadi pilihan utama. Sebenarnya, ini tak jauh beda dengan rekan-rekannya seperti Agung Prasetyo dan Uston Nawawi.

Bedanya, Agung yang berposisi sebagai kiper tersebut memilih berjualan rawon dan pecel. Sedang Uston membesarkan Rumah Makan Sri Raras.

''Modalnya dari uang yang saya tabung saat masih bermain bola. Meski kelihatan sederhana,  uang yang kepakai lumayan juga,'' ujar Isdianto.

Dia mengaku beruntung bisa mendapatkan lahan yang lumayan luas di Beciro, Sukodono, Sidoarjo. Warung kopinya bisa menampung banyak orang.

''Sebenarnya,sempat berpikir mau membuat konsep pujasera juga. Namun kelihatannya tak bisa dalam waktu dekat,'' lanjut lelaki yang dikenal punya takling keras tersebut.

Kini, warung kopinya yang belum genap tiga bulan tersebut mulai dikenal warga sekitar. Selain itu, para pelintas juga mulai menepi.

''Doakan saja ramai terus,'' pungkasnya. (*)

sumber - www.pinggirlapangan.com

0 komentar:

Posting Komentar