Senin, 17 Juli 2017

Jefri Dwi Hadi, Cicipi Timnas Usai Antar Klub Juara (3)

Jefry Dwi Hadi : Saat latihan rutin dengan Deltras [foto : M.Ainul Budi]

Juara PON Jadi Pintu Keluar Pindah

Mendapat panggilan dari PSSI Jatim dijawab dengan prestasi oleh Jefri Dwi Hadi. Selain itu, medali emas menjadi pintu pembuka baginya keluar dari Deltras.
--
PENAMPILAN gemilang di kompetisi membuat Jefri Dwi Hadi dapat panggilan. Bukan timnas tapi oleh PSSI Jawa Timur.

Dia direkrut masuk tim yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON). Tujuannya, Jatim bisa mempertahankan tradisi dalam ajang empat tahunan tersebut.

 ''Namun, dalam persiapan, saya sempat mengalami cedera. Saya pasrah kalau dicoret nantinya,'' ungkap Jefri.

Tapi, pelatih PON Jatim Mustaqim lebih memilih menunggu untuk sembuh. Dia yakin Jefri menjadi bagian dari ketangguhan lini tengahnya.

 ''Saya akhirnya sembuh dan bisa tampil di PON Palembang. Emas bisa diraih Jatim bersama Papua,'' kenang lelaki asal Blitar tersebut.

Hasil PON semakin melambungkan namanya. Apalagi, di tim tersebut ada nama Iwan Budiyanto, yang menjadi manajer Persik Kediri.

Jefri mendapat tawaran Iwan untuk bergabung dengan Macan Putih, julukan Persik. Sebenarnya, bukan hanya dia, beberapa penggawa PON Jatim mendapat tawaran serupa.

 ''Jadinya, saya pindah usai PON. Persik menjadi klub pertama yang saya bela selain Deltras,'' jelas Jefri.

 Di musim pertamanya, Jefri belum bisa memberikan banyak konstribusi bagi Persik. Nah, baru di musim 2006, dia mampu membuktikan bahwa Macan Putih tak salah merekrutnya.

 ''Pelatihnya Daniel Roekito. Saat itu, Persik menjadi tim bertabur bintang,'' jelas lelaki yang kini menjadi asisten Uston Nawawi, mantan bintang timnas Indonesia, di Putra Jombang, tim Liga 3.

Ketika itu, tim asal Kota Tahu itu diperkuat pemain asing dengan kualitas jempolan seperti Danilo Fernando asal Brasil dan Cristian Gonzalez asal Uruguay.

Dalam final yang dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, pada 30 Juli, Persik mengalahkan PSIS Semarang dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang disumbangkan Cristian Gonzales pada masa perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-109.

Dalam partai pemungkas ini, Jefri tampil hingga menit ke-55. Setelah itu, posisinya digantikan Suswanto.

Hanya, beda dengan ketika Persik juara tiga tahun sebelumnya, Jefri tak memperoleh tawaran sebagai PNS. Dia hanya mendapat uang serta pegawai honorer.

 Namun, sukses membawa Persik juara memberikan berkah baginya. Jefri mendapat kepercayaan masuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia proyeksi Piala Asia 2007.

 ''Selain saya, ada juga Harianto Sapari dan Budi Sudarsono. Pelatihnya Peter Withe,'' jelas Jefri. (*/bersambung)

sumber - www.pinggirlapangan.com

0 komentar:

Posting Komentar