Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Thursday, March 2, 2017

Masih Menunggu Kejelasan Regulasi Liga 3

Pelatih Deltra Harmadi (kanan) memberi arahan kepada pemainnya. Wimba Sutan (tengah)

DELTACYBER - Regulasi resmi terkait Liga 3 masih belum diberikan kepada para kontestan tim yang bakal berlaga di kompetisi dulunya bernama Liga Nusantara tersebut. Deltras Sidoarjo menjadi salah satu klub yang sudah menyiapkan tim sembari menunggu kejelasan regulasi kompetisi.

Kini The Lobster sudah mempersiapkan para pemain muda U23 juga diimbangi oleh beberapa pemain senior. Latihan rutin tetap digelar tim besutan pelatih kepala Harmadi di stadion Jenggolo, Sidoarjo.

Deltras juga tetap fokus menggenjot pemain U23. Karena, di Liga 1 saja regulasi untuk kompetisi tertatas itu menggunakan pemain U23 dan hanya diisi beberapa pemain senior saja. Begitupun dengan Liga 2 yang hanya memperbolehkan 5 pemain senior dalam tim.

"Tapi kami selalu menyiapkan pemain senior, apabila regulasi Liga 3 memakai pemain senior," ujar Harmadi.

Beberapa pemain senior seperti eks gelandang Persebaya, Arema, Persela yakni Arif Ariyanto. Striker Wimba Sutan Fanosa, gelandang Zainal Abidin serta bek kawakan Bisri Mustofa masih rutin mengikuti latihan Deltras di stadion Jenggolo. (bid)

Isdianto, Mantan Pemain Nasional yang Tekuni Bisnis Warkop (3-Habis)

Warkop Giras : warung kopi milik Isdianto [foto : Sidiq Prasetyo / pinggirlapangan.com]

Ingin Kembangkan Jadi Pujasera
Usia yang terus bertambah membuat kemampuan Isdianto ikut menurun. Meski, semangatnya untuk bermain masih tetap menyala.
--
USIANYA sudah 35 tahun di 2013. Bagi pesepak bola, usia tersebut sudah mengisyaratkan harus segera lengser keprabon.

Isdianto pun mulai menyadari itu. Apalagi, cedera masih sering membekap.

Sebenarnya, dia sempat ingin kembali ke klub perdananya di profesional, Deltras. Klub berjuluk The Lobster tersebut, merupakan evolusi dari Gelora Dewata. Sayang, kondisinya dianggap sudah tak seperti dulu. Ini membuat asanya kandas.

Bisa dikatakan, Isdianto dipaksa gantung sepatu. Tapi, beda dengan rekan-rekannya sesama pesepak bola. usai pensiun dia malah menjauh dari sepak bola.

Dia mulai menyeriusi hobinya di sela-sela bermain bola. Apa itu? Isdianto terjun ke bidang fotografi.

Dia sering mengadakan kegiatan fotografi. Apalagi, bapak dua anak tersebut sudah mempunyai komunitas di Sidoarjo.

Namun, bidang jepret kamera tersebut belum bisa membuat kepulan dapur Isdianto besar. Dia pun mulai memeras otak.

Akhirnya, buka warung kopi menjadi pilihan utama. Sebenarnya, ini tak jauh beda dengan rekan-rekannya seperti Agung Prasetyo dan Uston Nawawi.

Bedanya, Agung yang berposisi sebagai kiper tersebut memilih berjualan rawon dan pecel. Sedang Uston membesarkan Rumah Makan Sri Raras.

''Modalnya dari uang yang saya tabung saat masih bermain bola. Meski kelihatan sederhana,  uang yang kepakai lumayan juga,'' ujar Isdianto.

Dia mengaku beruntung bisa mendapatkan lahan yang lumayan luas di Beciro, Sukodono, Sidoarjo. Warung kopinya bisa menampung banyak orang.

''Sebenarnya,sempat berpikir mau membuat konsep pujasera juga. Namun kelihatannya tak bisa dalam waktu dekat,'' lanjut lelaki yang dikenal punya takling keras tersebut.

Kini, warung kopinya yang belum genap tiga bulan tersebut mulai dikenal warga sekitar. Selain itu, para pelintas juga mulai menepi.

''Doakan saja ramai terus,'' pungkasnya. (*)

sumber - www.pinggirlapangan.com

Kordinasi Kecamatan Lebih Aktif Lagi

Solid : Deltamania korcam Prambon, seusai deklarasi beberapa waktu lalu

DELTACYBER - Tema 'mar16angkit' dari hari jadi deltamania yang ke 16th tanggal 16 februari bulan kemarin, menjadi semangat tersendiri bagi deltamania dalam memberi dukungan total, loyal, royal kepada The Lobster julukan Deltras Sidoarjo sebelum berlaga di Liga 3 musim ini.

Tampak, beberapa kordinasi kecamatan atau yang biasa disebut korcam deltamania lebih aktif lagi. Seperti deklarasi yang sudah didirikan oleh korcam buduran maupun prambon beberapa waktu lalu. Selain itu, korcam-korcam lainnya macam porong, candi bersatu, wonoayu, sukodono, buduran, prambon, jabon, taman juga sering mengadakan kopdar bersama anggotanya ataupun silahturahmi antar korcam.

Ini menjadi hal positif deltamania. Selain menambah kekompakan serta kesolidtan deltamania, mereka juga akan serasa menjadi keluarga besar deltamania.

Wawan, salah satu kordinator deltamania korcam krian berujar bahwa satu langka positif kordinasi antar kecamatan lebih aktif kembali tahun ini.

"Bagus karena bisa mempererat antar korcam. Yang rekan-rekan semula tak ada bergabung di korcam, bisa gabung agar lebih terkodinir. Dampaknya juga positif sudah mulai bergerak semua dari facebbok," kata Wawan saat dihubungi redaksi DeltaCyber.

Korcam-korcam tersebut juga update di jejaring sosial media facebook. Beberapa korcam malah sudah punya akun official sendiri di facebook. Yang nantinya bila ada informasi seputar korcam akan di share disana. Seperti informasi pembuatan kaos korcam, kegiatan kumpul rutin bersama, pembagian merchandise korcam ataupun informasi jadwal pertandingan Deltras. (bid)

Isdianto, Mantan Pemain Nasional yang Tekuni Bisnis Warkop (2)

Isdianto saat melayani di warkop miliknya [foto : Sidiq Prasetyo / pinggirlapangan.com]
Cedera saat Membela Arema
Keputusannya memilih bergabung klub galatama Gelora Dewata menjadi pijkan karir yang tepat. Bakatnya mulai terasah hingga bisa menjelah ke berbagai klub.
--
JARAK Banyuwangi dan Bali tak terlalu jauh. Meski berbeda pulau, keduanya bisa ditempuh dengan kapal selama dua jam.

Sehingga, bagi warga Banyuwangi, Pulau Dewata, julukan Bali, bukan tempat yang asing.  Banyak warga daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut merantau ke sana.

Itu pula yang dilakukan oleh Isdianto. Jiwa mudanya yang masih 21 tahun bergolak.

''Saya diajak bermain di kompetisi internal Perseden Denpasar. Dari sana saya kenal Misnadi,'' ungkap Isdianto.

Misnadi adalah penyerang andalan klub galatama asal Bali, Gelora Dewata. Namanya juga sudah dikenal sebagai penyerang lokal paling berbahaya di kancah sepak bola nasional.

''Dari Misnadi, saya diajak bergabung ke Gelora Dewata. Tawaran tersebut tak bisa saya tolak,'' kenang lelaki yang kini berusia 38 tahun tersebut.

Saat pindah ke Sidoarjo pada 2001, Isdianto pun ikut. Dia bertahan hingga musim 2002.

''Setelah itu, saya ke Arema pada 2003-2004,''ujarnya.

Di Singo Edan, julukan Arema, pula dia mendapat petaka.Dalam sebuah pertandingan, kakinya patah yang memaksanya naik ke meja operasi.

'Sebelum cedera, saya ikut seleksi timnas di era (Ivan) Kolev.  Karena cedera, selama satu musim, 2005-2006, saya tak bermain,'' lanjut Isdianto sambil menunjukkan bekas cederanya saat ditemui di warung kopi (warkop) miliknya di Beciro, Sukodono.

Setahun absen di lapangan guna penyembuhan luka, Isdianto pun dinyatakan pulih. Hanya, dia tak kembali ke Arema.

Isdianto memilih membela Persijap Jepara. Di Kota Ukir, julukan Persijap, lelaki yang semasa aktif sebagai pemain dikenal dengan rambut gondrongnya tersebut bergabung selama tiga musim (2007-2010).

Tuah Isdianto kembali moncer saat memutuskan membela Persisam Samarinda, Kalimantan Timur. Dia mengangkat tim tersebut menjadi juara Divisi Utama.

Persisam ternyata juga menjadi pelabuhan terakhir karirnya di lapangan hijau. Usia yang terus merambah tua membuat klub-klub menolak kehadirannya. (*/bersambung)

Isdianto punya hobi yang membuat dia bisa menghilangkan penat. Hanya, dia tetap butuh tambahan pemasukan buat mengepulkan asap dapur.

sumber - www.pinggirlapangan.com

Setelah ISL 2011, Liga 3 2017 Deltras Dapat Apparel Kembali



DELTACYBER - Terakhir kali The lobster mendapat sokongan apparel jersey pada musim 2011 kompetisi teratas liga indonesia, Indonesia Super League (ISL). Pada waktu itu Deltras diisi skuad yang bisa dibilang bertabur bintang. Nama-nama seperti Budi Sudarsono, kiper Wawan Hendrawan, M.Fakhrudin, Juan Revi, Purwaka Yudhi, Waluyo menjadi tulang punggung tim.

Namun apa daya, Deltras justru terdegradasi di akhir musim. Tetapi, apparel yang mendukung Deltras kala itu yakni Adidas. Jersey original dari apparel asal jerman itupun menjadi jersey mewah Deltras musim tersebut.

Setelah 2011, nyaris apparel yang menyupport Deltras berlaga dalam balutan benang yang dipakai pemain tak ada sama sekali. Divisi Utama 2013 dan 2014 pun Delta Putra Sidoarjo hanya bermodalkan jersey biasa itupun dengan motif desain yang sama pula. Mirisnya, jersey skuad muda U-21 sama dengan tim senior motif ataupun bahannya. Tak ada perbedaan.

Tahun 2016 bermain di kasta ketiga atau yang biasa disebut Liga Nusantara. Jersey punggawa Deltras lagi-lagi tak ada perubahan sama sekali. Motif yang sama, tidak ada apparel, sampai kualitas yang bisa dibilang seadanya.

Menyambut Liga 3 2017. Tim pujaan Deltamania itu berbenah. Manajemen bergerak untuk lebih memperhatikan dan ingin merubah tampilan jersey. Dari mulai diadakannya lomba desain jersey sampai berhasil pula menggaet apparel lokal dari Bandung, yaitu Allvane Sports Apparel.

"Tentu kami sangat senang. Deltras musim ini mendapat suntikan dukungan dari hal jersey sampai perlengkapan tim. Terima kasih Allvane Sports Apparel," tegas Agustina Kris Purwanto, selaku sekretaris tim Deltras Sidoarjo.

Rencananya jersey original Deltras dari Allvane Sports Apparel akan dijual untuk umum. Kisaran harga masih belum diinformasikan. Tetapi yang jelas, manajemen beserta apparel sudah siap menjual bebas jersey The Lobster musim ini, setelah launching jersey tim nantinya. (bid)