Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Sunday, July 30, 2017

Jelang Kelahiran Anak Kedua, Wimba Mohon Doa dan Tetap Fokus Pada Tim

Sayang Keluarga & Tetap Jaga Profesionalitas : Wimba Sutan (kiri) [foto : Romario Pardosi]

DELTACYBER - Striker andalan The Lobster yang sudah mencetak 12 gol selama 6 laga diputaran pertama kemarin sekaligus kapten tim, Wimba Sutan Fanosa, kini sedang menanti sang jabang bayi lahir. Diperkirakan dalam minggu-minggu ini, istri Wimba akan melahirkan anak kedua mereka.

"Saya juga minta doanya semoga istri dan bayinya selalu sehat dan lancar proses kelahirannya," Ungkap Wimba kepada Deltacyber.

Profesionalisme Superwimba sebutan Wimba Sutan dari rekan-rekan suporter Deltamania, untuk tim yang ia bela patut diacungi jempol. Meski harus juga menengok keadaan sang istri di rumahnya, Kediri.

Wimba juga tetap menjaga komitmennya sebagai pemain profesional yang tetap fokus bermain dan latihan rutin di Deltras Sidoarjo.

"Kalau fokus untuk kompetisi saya tetap profesional sebagai pemain, apalagi saya sekarang kapten tim," kata mantan pemain Persebaya Surabaya dan Persik Kediri itu.

Apalagi dalam minggu-minggu ini jadwal The Lobster bisa dibilang padat yakni harus melakoni laga tandang ke Pamekasan besok rabu (2/8), kembali ke Sidoarjo dalam laga home (6/8), dan bermain tandang rabu (9/8) di Surabaya melawan.

"Harus bisa sebagai motivator untuk tim, dan harus ingat juga kewajiban saya sebagai kepala keluarga," imbuhnya. (bid)

Jefri Dwi Hadi, Cicipi Timnas Usai Antar Klub Juara (4)

Jefry Dwi Hadi : saat berlatih dengan tim Sidoarjo United musim lalu

Di Timnas Indonesia, posisinya nyaris tak tergoyahkan. Sayang, pergantian pelatih memberikan dampak besar baginya.
--
PERSIAPAN Indonesia menuju Piala Asia 2007 termasuk serius. Mereka ditangani oleh pelatih asal Inggris Peter Withe.

 ''Selain itu, kami juga menggelar pemusatan latihan di luar negeri. Tiongkok menjadi negara yang kami datangi,''kata Jefri Dwi Hadi

 Tujuannya untuk meraih hasil bagus dalam ajang pesta sepak bola negara-negara Asia tersebut. Apalagi, Indonesia menyandang status tuan rumah.

 Sayang, semuanya menjadi berantakan. Kegagalan Withe membuat Indonesia bersinar di Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) memberikan dampak besar.

 Lelaki yang pernah menjadi pemain klub Premier League Aston Villa tersebut terdepak. Sebagai gantinya masuk Ivan Venkov Kolev asal Bulgaria.

 ''Masuknya Kolev berpengaruh di tim. Dia memasukan pemain-pemain yang sesuai dengannya,'' terang Jefri.

 Ini membuat Jefri terdepak. Alasannya, stamina dan daya tahan lelaki yang kini berusia 36 tahun tersebut kurang dari kriteria yang ditetapkan Kolev.

 ''Saya kembali ke Persik Kediri lagi. Saat itu, Persik tengah membangun kekuatan,'' ujarnya.

 Beberapa pemain nasional seperti Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, dan kiper Marcus Horison didatangkan dari PSMS Medan. Ada juga pemain asing Danilo Fernando dan Christian Gonzales.

 Sayang, di tengah jalan, tim bertabur bintang tersebut kesulitan dana. Hanya, Jefri tetap bertahan bersama Macan Putih.

 Usai dari Persik, Jefri sempat kembali ke Deltras. Petualangannya sempat merambah Persema Malang.

 ''Klub Kalimantan yang satu-satunya saya bela adalah Persiba. Namun, itu hanya setengah musim,'' jelas Jefri.

 Itu terjadi ketika kompetisi sepak bola Indonesia terpecah menjadi dua (dualisme). Persema yang berlaga di LPI membuat dia ke Beruang Madu, julukan Persiba.

 Sayang, dia tak mau memperpanjang kontraknya di sana. Dengan nilai kontrak yang turun, Jefri memilih balik ke Jawa.

 ''Semusim di Persik Kediri dan semusim di Deltras lagi,'' kenang Jefri.

Kompetisi yang vakum karena PSSI dibekukan FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) membuat Jefri akhirnya memilih pensiun sebagai pemain. (*/bersambung)

sumber - www.pinggirlapangan.com