Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Monday, December 31, 2018

Mantan Manajer Deltras Menyerahkan Diri ke Kejari Sidoarjo

Ditahan : Vigit Waluyo, akan mendekam di hotel prodeo selama 1,5 tahun

DELTACYBER - Terakhir kali nama Vigit Waluyo (VW) menjadi bagian penting dalam manajemen tim The Lobster julukan Deltras Sidoarjo, yakni saat menangani tim di musim 2010. Dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010, The Lobster menjadi tim kuda hitam dengan status tim promosi dari Divisi Utama 2009 kala itu.

  Tetapi, selepas itu, VW seakan sudah lepas dari cawe-cawe ngurusi Deltras. VW memang dikenal sebagai manajer tim bola di Indonesia. Sepak terjangnya sudah lama melintang di Liga Indonesia. Namun, di ISL 2010 itu juga, VW terjerat kasus.

  VW terjerat kasus korupsi yang melibatkan Dirut PDAM Sidoarjo kala itu, Djayadi. Saat itu, PDAM Sidoarjo mencairkan dana kepada Deltras sebesar Rp 3 M. Padahal, seharusnya dana tersebut tidak boleh dicairkan PDAM, karena itu bukan kewenangannya.

  Pencairan dana tersebut dilakukan secara bertahap.Yakni pada tanggal 16, 18 dan 19 bulan Agustus 2010. Meski sudah dilarang dewan pengawas, Djayadi akhirnya tetap mencairkan dana tersebut dengan status dana pinjaman kepada VW untuk Deltras.

  Djayadi sendiri sudah dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo dan dijeploskan ke hotel prodeo. Djayadi divonis 1,8 tahun sejak awal tahun 2017 lalu. Informasi yang dihimpun redaksi Deltacyber, Djayadi sudah keluar tahanan pada bulan puasa tahun 2018 lalu. Sementara VW, saat itu masih berstatus buronan Kejari Sidoarjo, masuk dalam list Daftar Pencarian Orang (DPO).

  VW sebenarnya sempat dinyatakan bebas. Dalam proses banding di Pengadilan Tinggi (PT). Namun, pihak penuntut umum masih mengajukan kasasi. Akhirnya vonis dari Mahkamah Agung (MA), VW dijatuhi hukuma selama 1,5 tahun. Salinan putusan MA diterima Kejari Sidoarjo pada Juni 2017 lalu.

  Sempat buron cukup lama. Juga akhir-akhir ini nama VW disebut-sebut terlibat dalam pengaturan skor dan sebagai mafia. Dalam acara talk show di sebuah stasiun televisi swasta. Nama VW menjadi trending topik, bagi seluruh pencinta si kulit bunda dalam negeri.

  Namun, akhirnya VW menyerahkan diri ke Kejari Sidoarjo. VW didampingi keluarganya menyerahkan diri pada tanggal 28 Desember kemarin.

"Vigit datang dengan diantar keluarganya. Dia menyerahkan diri Jumat malam lalu. Sekarang sudah kami tahan di Lapas Delta, " kata Budi Handaka, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo. (bud)
 





VW Sukses Bawa Promosi Sampai Tak Sanggup Bayar Gaji Pemain

Vigit Waluyo : Manajer Deltras kala itu, Vigit Waluyo

Promosi ke ISL 2010 Sampai Akhirnya Pindah Manajemen

DELTACYBER – Klub Delta Putra Sidoarjo (Deltras) memang pernah Berjaya di kompetisi Divisi Utama musim 2009. Kala itu, The Lobster julukan Deltras mampu menjadi tim jago kandang, dengan tak pernah menyentuh kekalahan saat bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Malah, pernah mendapat julukan tim raja pinalti dari suporter lawan, saat menghadapi Deltras.

Di musim 2009 itu Fery Aman Saragih dkk, akhirnya mampu melewati fase grup dengan mulus. Juga saat berlaga di babak delapan besar, yang juga dihelat di GDS. Di semifinal pun, The Lobster berhasil melewati hadangan Kabau Sirah julukan Semen Padang. Sekaligus memastikan diri promosi kembali ke Indonesia Super League (ISL) 2010. Karena hanya tiga tim yang diambil untuk lolos ke ISL 2010.

Meskipun di partai puncak DU 2009 saat itu, Deltras harus mengakui keunggulan Persibo Bojonegoro melalui babak tos-tosan adu pinalti. Namun, yang terpenting, adalah tiket promosi kembali ke ISL. Sebelum bermain di DU 2009, Deltras berstatus tim degradasi. Dari kompetisi ISL gelaran perdana musim 2008.

Di jaman itu, kesuksesan The Lobster tak lepas dari kerja keras official, pemain, dan jajaran pelatih. Selain mereka, Deltras saat itu masih dimanajeri Vigit Waluyo (VW). Yang sekarang ini, menjadi trending topik dengan kasus menimpa dirinya.

     Dengan isu-isu mengenai mafia dan pengaturan skor yang melibatkan dirinya. Apalagi, namanya disebut-sebut dalam sebuah acara talk show di televisi swasta beberapa waktu lalu. Juga di channel youtube presenter kenamaan, Najwa Shihab.

Di ISL 2010, Vigit Waluyo pun masih menangani Deltras. Namun, saat itu, sang putri Ayu Sartika lah yang maju menjadi manajer. Tetapi, Vigit Waluyo juga masih cawe-cawe Deltras kala itu.

Jalan terjal ISL 2010 memang berat. Naik kasta ke liga teratas pun dilalui Deltras dengan tertatih-tatih. Julukan jago kandang masih tersemat di Deltras saat masih bermain di GDS. Namun, kalau sudah melakoni laga away. Berharap satu poin pun sudah realistis kala itu. 

Kompetisi saat itu akhirnya menyisakan problem bagi Deltras. Pihak manajemen ternyata meninggalkan permasalahan. Masalah klasik, gaji pemain yang tertunggak masih saja menghantui tim. Gaji Marcio Souza cs harus tertunggak beberapa bulan di akhir musim. Dan manajemen tak mampu membayar gaji tersebut. Meskipun mereka berhasil menyelamatkan tim dari zona degradasi, dan bertahan di ISL 2011.

Hasilnya, manajemen baru Deltras untuk ISL 2011 datang. Mereka adalah Mafirion cs bersama anaknya Yudha Pratama, mantan manajer futsal tim nasional. Mafirion sendiri juga berstatus mantan pengurus PSSI kala itu.

Mereka akhirnya mampu melunasi gaji-gaji para pemain, dan mengambil alih manajemen dari tangan Vigit Waluyo dkk berpindah ke Mafirion. Dan membuat PT, bernama PT Delta Raya Sidoarjo (sampai sekarang, meskipun berlaga di Liga amatir, Liga 3).

Berbicara mengenai VW. Tentu tak lepas dari alm. H. Mislan. Ayah dari VW, yang juga pendiri dari Gelora Dewata. Cikal bakal Gelora Putra Delta tim plat merah Sidoarjo, sebelum berubah nama menjadi Delta Putra Sidoarjo (Deltras) hingga sekarang. VW dimasanya, era 2000-an memang dikenal sebagai manajer. Semasa bergeliat di olahraga kulit bundar, dia dikenal oleh kalangan pelaku sepakbola, mulai dari pemain dan pelatih memang berstatus manajer sebuah tim.

Sampai pada akhirnya, sekarang di berstatus bukan lagi sebagai manajer tim bola. Tetapi menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Karena terlilit kasus korupsi PDAM Sidoarjo dengan kerugian negara sebesar Rp 3 Milyar.

Dan pada tanggal 28 Desember lalu, VW akhirnya menyerahkan diri ke Kejari Sidoarjo. Dia diantarkan langsung oleh keluarganya menghampiri kantor Kejari Sidoarjo. Dan kini, VW berstatus sebagai tahanan kejaksaan, serta akan melanjutkan kasusnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) nantinya. (bud)

Tulisan : Muchammad Ainul Budi

Wednesday, December 26, 2018

Ayo Order T-Shirt Anniversary 18th Deltamania


OPEN PRE ORDER
T-shirt : Anniversary 18th Deltamania
——————————
Harga : Rp.9O.OOO
DP      : RP.5O.OOO(Lunas lebih baik)
+Rp.5OOO (lengan panjang/size diatas XL)
Free Stiker
——————————
Spesifikasi :
•Cotton Combed 30s
•Sablon Plastisol
——————————
Pembayaran terakhir 15 Januari 2019
Produksi 16 Januari 2019
——————————
Info pemesanan :
Redhabit : 08998189700
Aragosta.id : 085808400766
Darjofans merchandise : 081808354562
Sobat merch : 08985508823
Lobster abang : 083835532444
Deltafams : 083835546915
Supit urang wear : 085704938707
Lobstore : 085646584293
Kemiri store : 088803214481

Nb: dengan membeli official Merchandise ini, maka kalian ikut serta berkontribusi dalam terselenggaranya acara Anniversary 18th Deltamania nanti.

Monday, December 24, 2018

Kami Kembali Update Rek !



Salam Redaksi.
Asalamualaikum.
Deltras fans, Deltamania dan Deltanita.
Setelah sekian lama media kami tidak update dalam hal memberi informasi tekait tim Deltras Sidoarjo dan suporter Deltamania. Kini, sekarang kami mencoba update kembali.
Mohon maaf apabila beberapa akun sosial media kami vakum pemberitaan tim kebanggaan kita semua. Dikarenakan beberapa kendala dari tim redaksi, yang tidak bisa ditinggal. Mengenai pekerjaan atau kesibukan kami lainnya.
Saran dan kritik untuk membangun media ini kedepan. Akan selalu kami terima.
Walaikumsalam..

SALAM VIRUS DAMAI
#DeltamaniaNeverGiveUp

Saturday, July 28, 2018

Fakhri Husaini : Anak-anak Sangat Antusias Untuk Piala AFF U-16

Fakhri Husaini : di sesi latihan Timnas U16 [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Perjalanan Garuda Asia julukan Timnas U-16 di turnamen Piala AFF U-16 kali ini bakal dimulai dalam laga perdanan nanti malam (29/7) melawan Filipina di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kick off pukul 19.00 Wib.

Persiapan yang dilakukan Timnas muda sendiri terbilang cukup panjang. Tim besutan pelatih kepala Fakhri Husaini tersebut bahkan sudah memulai TC (Pemusatan Latihan) di Sidoarjo sejak tanggal 20 Juni lalu. Juga menggelar beberapa ujicoba melawan tim lokal, dan sempat menjajal Timnas Malaysia dan tim lokal U17 Malaysia di negeri Jiran beberapa waktu lalu.

Evaluasi jelas sudah dilakukan Fakhri. 27 Pemain yang sempat mengikuti TC, akhirnya dipangkas menjadi 23 pemain yang sudah didaftarkan untuk Piala AFF ini. Dalam sesi konferensi pers di Hotel Java Paragon kemarin sabtu siang (28/7) Fakhri menyebut bahwa timnya semangat memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

"Kami datang dengan motivasi tinggi. Anak-anak juga sangat antusias menyongsong turnamen ini. Persiapan sudah kami lakukan selama empat pekan di Sidoarjo." ungkap Fakhri.

Pelatih berkepala pelontos tersebut juga meminta para pemain mudanya untuk tampil lepas dan tanpa beban serta selalu menghormati semua lawan. Sementara di kubu lawan Indonesia nanti malam, Filipina. Pelatih kepalanya Reiji Hirata tetap bakal memberikan perlawanan berarti kepada Indonesia.

"Kami tahu Indonesia tim kuat, mereka juga didukung oleh suporternya. Tim kami sudah siap untuk itu. Kami coba berikan yang terbaik saat lawan Indonesia nanti,” ujarnya. (*)

Preview Deltras vs Mitra Surabaya : Ingin Sapu Bersih Laga Kandang

Ingin Sapu Bersih : Zainal Abidin (kanan) [foto : Saiful]

DELTACYBER - Laga tunda yang semula digelar tanggal 1 Juli lalu, kini akhirnya dilaksanakan hari minggu sore nanti (29/7) antara tuan rumah The Lobster julukan Deltras Sidoarjo menjamu tamunya Mitra Surabaya. Namun, kubu Deltras terpaksa menggelar laga terakhir fase grup A tersebut di Lapangan Brigif Marinir, Gedangan, Sidoarjo.

Sebab, homebasenya Stadion Gelora Delta Sidoarjo nanti malam akan dipakai untuk laga perdana Piala AFF U-16 Timnas menghadapi Filipina. Meski sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Liga 3 Jawa Timur, The Lobster tetap ingin mengamankan poin penuh menjamu Mitra.

Adi Putra Setiawan pelatih kepala The Lobster tak ingin kondisi lapangan Brigif yang tidak semulus Gelora Delta menjadikan kendala permainan bagi timnya. Ia, ingin Wimba Sutan Fanosa cs tetap menargetkan poin absolut.

"Kami baru mencoba lapangan Brigif. Namun, saya tetap tekankan kepada anak-anak untuk tetap fokus pada pertandingan terakhir babak penyisihan. Siapapun yang akan main nanti sore, pemain harus tampil maksimal," ujarnya.

Menghadapi Mitra Surabaya yang sementara ini berada di peringkat 6 dengan masih mengumpulkan 10 poin, tak membuat Deltras memandang sebelah mata kekuatan Mitra. Misi menjaga tiga poin dan tetap belum kebobolan sampai laga ke-12 jadi target Deltras di laga sore nanti.

"Siapapun lawan yang kami hadapi, harus tetap konsentrasi untuk dapat mengamankan tiga poin. Mohon doa serta dukungannya warga Sidoarjo dan Deltamania untuk tim kita," imbuh Setiawan. (*)

23 Pemain Timnas di Piala AFF U-16 2018


Pelatih Tim Nasional Indonesia U-16 Fakhri Husaini telah menetapkan 23 pemain yang akan berlaga pada ajang Piala AFF U-16, di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur. Turnamen ini akan berlangsung dari tanggal 29 Juli hingga 11 Agustus 2018.

Sebanyak 23 pemain ini merupakan pilihan dari pelatih asal Aceh itu dari 27 pemain yang mengikuti pemusatan latihan di Sidoarjo sejak tanggal 20 Juni 2018. “Saya menetapkan 23 pemain untuk AFF nanti. Saya rasa ini adalah skuat dengan pemain yang paling siap untuk tampil,” tutur Fakhri.

Pada perhelatan Piala AFF U16 2018 ini, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste dan Filipina. Sementara di Grup B diisi, Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam dan Singapura.

Dalam pemusatan latihan selama di Sidoarjo Fakhri Husaini bersama timnya telah menjalani tujuh kali uji coba. Dua di antaranya dilakukan di Malaysia. Uji coba pertama mereka bisa menang meyakinkan 6-1 atas Bhayangkara U-17. Kedua yaitu saat unggul 5-2 atas klub Persida Sidoarjo.

Selanjutnya, mereka beruji coba dengan timnas Malaysia dan klub JDT U-17. Melawan Malaysia, timnas kalah dengan skor 3-4. Sementara melawan JDT bermain imbang 1-1.

Pulang ke tanah air, mereka melakukan dua kali uji coba lagi melawan PSID Jombang U-17 dan SSB Bligo U-17. PSID Jombang dihajar 4-0 melalui gol-gol dari Rendy Juliansyah menit ke-29, Amiruddin Bagus menit ke-35, Yadi Mulyadi menit ke-57 dan Andre Oktaviansyah menit ke-85.

Uji coba melawan SSB Bligo Sidoarjo U-17, David Maulana, dkk berhasil menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 6-2. Rendy Juliansyah mencetak tiga gol dalam laga ini di menit ke-16, 26 dan 44. Sementara gol lain dicetak oleh Amiruddin Bagus menit ke-2 dan 22 (penalti) serta satu gol dari Andre Oktaviansyah pada menit ke-57.

Dan di uji coba terakhir melawan Akademi ASIFA U-16 mereka berhasil menang dengan skor 4-0. Gol-gol dari tim berjuluk Garuda Asia itu dicetak oleh Komang Teguh pada menit ke-9 dan 52, Amiruddin Bagus menit ke-30 serta Kartika Vedhayanto menit ke-80.

Permainan Sutan Zico dan kawan-kawan sudah terlihat padu dan mampu menerjemahkan strategi dan taktik yang diinginkan pelatih. “Selama pemusatan latihan dan beberapa kali uji coba, saya merasa para pemain sudah berkembang pesat. Mereka juga semakin kompak dan padu dengan sesamanya,” tuturnya. “Secara keseluruhan, kami siap menyongsong turnamen AFF,” sambungnya.

23 Pemain Timnas Indonesia untuk AFF U-16:

Kiper
1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng
2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313
3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000

Belakang
4. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya
5. Muhammad Salman – Diklat Ragunan
6. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat
7. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School
8. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot
9. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah
10. Dandi Maulana Hakim – SSB Bina Taruna

Tengah
11. David Maulana – PPLP Medan
12. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan
13. Muhammad Talaohu – ASAD 313
14. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313
15. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School
16. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta
17. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI

Depan
18. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan
19. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313
20. Yadi Mulyadi – ASAD 313
21. Amanar Abdilah – PS Tira U17
22. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School
23. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School


Jadwal Lengkap Pertandingan Timnas Indonesia U-16:

29 Juli 2018, pukul 19.00 WIB, Indonesia vs Philippines, Stadion Delta Sidoarjo

31 Juli 2018, pukul 19.00 WIB, Myanmar vs Indonesia , Stadion Delta Sidoarjo

2 Agustus 2018, pukul 19.00 WIB, Vietnam vs Indonesia, Stadion Delta Sidoarjo

4 Agustus 2018, pukul 19.00 WIB, Indonesia vs Timor Leste, Stadion Delta Sidoarjo

6 Agustus 2018, pukul 19.00 WIB, Kamboja vs Indonesia, Stadion Delta Sidoarjo

9 Agustus 2018, pukul 15.30 WIB, babak Semi Final 1, pukul 19.00 WIB Semi Final 2, Stadion Delta Sidoarjo

11 Agustus 2018, pukul 15.30, perebutan tempat ketiga dan keempat

Final, pukul 19.00 WIB, Stadion Delta Sidoarjo

sumber - www.pssi.org

Friday, July 27, 2018

Jadwal Lengkap Piala AFF U-16 2018

Bersiap : Pemain Timnas U16 Selebrasi saat laga ujicoba [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Setelah gelaran turnamen internasional Piala AFF U-19 dilaksanakan beberapa hari kemarin di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. Kini giliran Piala AFF U-16 yang akan dimulai tanggal 29 Juli hingga laga puncak tanggal 11 Agustus mendatang. Dengan venue utama Gelora Delta Sidoarjo beserta Gelora Joko Samudro.

Timnas sendiri tergabung dalam grup A yang bakal dimainkan di Gelora Delta bersama Vietnam, Myanmar, Filipina, Timor Leste dan Kamboja. Sedangkan grup B dilaksanakan di Gresik yakni Malaysia, Thailand, Laos, Brunei Darussalam serta Singapura.
Indonesia memulai laga perdananya fase grup hari minggu sore besok (29/7) kontra Filipina pukul 19.00 Wib di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Berikut Jadwal Lengkap Piala AFF U-16 2018 =


sumber - www.aseanfootball.org

Monday, July 23, 2018

Deltras Lanjutkan Tren Positif Selalu Menang di Laga Tandang

Starting Line Deltras di laga kemarin (22/7) [foto : Aryawi]

DELTACYBER - Rekor belum kebobolan dari 9 pertandingan dan selalu berhasil mencuri tiga angka di laga tandang menjadi tren positif The Lobster julukan Deltras Sidoarjo dalam lanjutan matchday ke-10 babak penyisihan Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin minggu sore (22/7). Deltras yang bertandang ke markas tuan rumah Surabaya Muda di Lapangan Karanggayam mampu membungkam perlawanan tuan rumah dengan skor akhir 0-4 (0-2).

Di babak pertama saja Deltras sudah unggul dua gol melalui sumbangan dua gol pemain seniornya Arif Ariyanto menit ke-31 dan 38. Dua gol tambahan di babak kedua dari Wimba Sutan Fanosa menit ke-75 dan Rezky Renaldy menit-86 menggenapkan kemenangan telak 0-4 Deltras atas Surabaya Muda.

Adi Putra Setiawan selaku head coach The Lobster mengaku meski berhasil menang telak, namun, ia tetap menyoroti mengenai penyelesaian akhir di lini depan. Setiawan menilai beberapa kali peluang selalu saja dibuang sia-sia.

"Penyelesaian akhir masih saja belum maksimal. Tentu, akan kami perbaiki kembali," ungkapnya.

Setelah berhasil menang atas Surabaya Muda, langkah The Lobster sudah dipastikan berhasil lolos ke babak 16 besar Liga 3 Jawa Timur. Deltras kini kokoh sebagai pemuncak klasemen dengan raihan 25 poin hasil 10 pertandingan yang sudah dilakoninya. (*)

Saturday, July 21, 2018

Galih Maulana : Tak Ada Kata Remehkan Lawan

Selalu Siap : Galih Maulana Basri menggiring bola [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Salah satu faktor susahnya tim lawan menjebol gawang Deltras Sidoarjo selama 9 laga terakhir, yakni benteng kokoh lini belakang The Lobster yang selalu bermain disiplin serta rapi menjaga gawang Bagus Prasetyo tetap aman. Di sisi lain juga, penampilan Bagus juga diacungi jempol dengan tetap menjaga performa apiknya sampai 9 pertandingan.

Salah satu bek muda The Lobtser asal Gresik, yakni Galih Maulana Basri selalu menempati posisi starting line up baik di putaran pertama saat pelatih kepala Hanafi maupun di putaran kedua dengan head coach Adi Putra Setiawan. Permainannya yang tenang berposisi sebagai stopper berduet dengan Akmal Fakhri membuat mantan pemain Persegres Gresik U-19 tahun lalu ini menjadi salah satu stopper andalan The Lobster musim ini.

Namun, pada pertandingan kemarin rabu sore (18/7) kala Deltras kontra Perseba Bangkalan di Stadion Gelora Delta. Galih Maulana justru digeser menjadi bek kiri. Posisi yang biasanya diperankan oleh Rifqi Rivaldi.

Penampilannya tak terlalu jelek. Bahkan ia menyumbang satu assist yang berbuah gol kedua Rezky Renaldi di menit ke-59. Dalam pertandingan besok (22/7) menghadapi tuan rumah Surabaya Muda, teka teki Galih untuk kembali dimainkan sebagai full bek kiri masih tanda tanya. Namun, pemain kelahiran 4 Juli 1998 ini mengaku selalu siap walau bermain lagi sebagai bek kiri.

"Saya selalu siap dan bermain semaksimal mungkin, karena pelatih sudah memberi kepecayaan kepada saya. Apapun posisinya ya dibikin enjoy saja," ungkapnya.

Melawan Surabaya Muda di laga tandang. Galih menekankan tak ingin meremehkan lawannya tersebut. Meskipun Surabaya Muda kini berada di peringkat ke 9 dengan hanya mengumpulkan 9 poin. Peluang untuk lolos ke-16 besar bagi SM (Surabaya Muda) pun sudah tidak mungkin lagi.

"Tidak ada kata meremehkan lawan, karena semua lawan itu berat. Tinggal kami saja untuk dapat menjalankan intruksi pelatih dengan baik agar meraih hasil yang baik juga," imbuh Galih. (*)

Tandang Karanggayam, Deltras Tetap Inginkan Tiga Poin

Tetap Dipercaya : Wimba Sutan (merah) berebut bola dengan pemain Perseba [foto : Facry Amsyahri]

DELTACYBER - Matchday ke-10 The Lobster julukan Deltras Sidoarjo dalam fase Grup A Liga 3 Jawa Timur besok minggu sore (22/7). Deltras bakal menjamu tuan rumah Surabaya Muda di Lapangan Karanggayam, Surabaya. Pertandingan besok sendiri akan dimulai kick off pukul 15.15 Wib.

Deltras yang datang ke Karanggayam dengan bermodalkan catatan positif dari tiga laga terakhirnya di putaran kedua meraih tiga kemenangan beruntun. Serta 9 pertandingan gawang Deltras yang dijaga kiper Bagus Prasetyo belum kebobolan. Menjadikan target mencuri tiga angka di kandang Surabaya Muda diusung Wimba Sutan cs.

Tim besutan pelatih kepala Adi Putra Setiawan tersebut tetap tak ingin meremehkan lawan. Sebab, terakhir Deltras berlaga di Lapangan Karanggayam yakni Liga 3 musim lalu kala berjumpa dengan PS. Kota Pahlawan.

Bermain di lapangan yang tidak rata, Deltras menelan hasil seri perdana saat itu, setelah mampu meraih rentetan kemenangan. Besok sore Deltras kembali akan menjajal rumput Karanggayam dengan lawan yang berbeda, dan komposisi pemain tim yang berbeda.

Setiawan mengaku beberapa evaluasi di laga terakhir sudah menjadi persiapan timnya di sesi latihan hari jumat kemarin (20/7). Ia ingin Arif Ariyanto dkk bermain maksimal lagi.

"Kami tetap fokus di pembenahan tim baik di lini pertahanan dan penyelesaian akhir," ujarnya.

Sedangkan terkait bomber andalannya Wimba Sutan Fanosa yang di dua laga terakhir belum mencetak gol lagi. Dan pertandingan melawan Perseba kemarin (18/7) ia banyak membuang peluang. Setiawan bakal tetap menurunkan Wimba sejak menit awal di laga besok.

"Untuk laga besok saya tetap akan memainkan Wimba Sutan lagi, agar permainannya kembali ke top performanya dan mencetak gol," imbuh Setiawan. (*)

Thursday, July 19, 2018

Galeri Foto Deltras Sidoarjo vs Perseba Bangkalan (18/7/2018)

Kejar Bola : Kapten Deltras Wimba Sutan di Laga versus Perseba kemarin (18/7) [foto : Saiful]

DELTACYBER - Kemenangan kandang perdana Delta Putra Sidoarjo (Deltras) kala menghadapi tamunya Perseba Bangkalan dengan skor telak 4-0 (0-0) di putaran kedua babak penyisihan grup A Liga 3 Jawa Timur semakin menambah pundi-pundi poin The Lobster guna membuntuti sang pemuncak klasemen Persesa Sampang.

Deltras kini berada di peringkat kedua dengan raihan 22 poin, sementara Persesa di peringkat pertama dengan 23 poin. Namun, jumlah laga Deltras masih menyisakan 3 laga lagi, sementara Persesa tinggal satu pertandingan saja.

Baik Deltras maupun Persesa sama-sama sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar, sebab tim yang berada dibawah mereka sudah tertinggal jauh koleksi poinnya. Hanya saja penentuan juara grup dan runner-up masih diperebutkan kedua tim.

Di laga kemarin, empat gol Deltras dicetak Rezky Renaldy dan Arif Ariyanto masing-masing dua gol. Keempat gol tercipta di babak kedua semua.

Berikut Galeri Foto Deltras Sidoarjo vs Perseba Bangkalan (18/7/2018) =







Foto : Saiful/Lobsterman









Foto : Facry Amsyahri

Lawan Datang Mepet Sampai Hilangnya Konsentrasi di Babak Pertama

Terus serang : Bek kanan Deltras (merah) Sigit Hudowo juga kerap kali membantu serangan [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Memasuki putaran kedua babak penyisihan grup kompetisi amatir Liga 3 Jawa Timur. Sudah mulai terlihat beberapa tim sudah mulai kehabisan bensin. Mulai tertunggaknya gaji pemain hingga tak mampu untuk mengeluarkan biaya melakoni laga tandang.

Jelas, ini menjadi persoalan besar di Liga 3 Jawa Timur musim ini. Tak jarang, sudah beberapa pertandingan harus ditunda, atau tim tuan rumah menang dengan status WO karena tim tamu tak kunjung datang.

Persoalan tersebut hampir terjadi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin rabu sore (18/7). Tuan rumah The Lobster julukan Deltras Sidoarjo menjamu tamunya Perseba Bangkalan. Kick off sesuai jadwal pukul 15.15 Wib pun harus molor sekitar 10 menit. Lantaran tim tamu terlambat datang.

Bahkan para pemain Perseba pun tidak melakukan pemanasan di lapangan, sebagaimana mestinya sesuai jadwal yang diberikan oleh Pengawas Pertandingan (PP). Perseba tepat pukul 15.00 Wib baru datang di Stadion langsung menuju ruang ganti pemain, dan bersalin jersey.  Masuk ke lapangan langsung berjalan beriringan dengan anthem fair play seperti biasa.

Di kubu tuan rumah, Deltras yang sudah mempersiapkan seluruhnya. Tentu mendengar akan kabar tim lawan terlambat datang dengan persiapan mepet. Namun, hal tersebut malah menjadi boomerang bagi The Lobster.

Di menit-menit awal pertandingan, inisiatif menyerang sudah dilancarkan Wimba Sutan Fanosa dkk. Perseba yang bermain realistis hanya menunggu di area mereka dan sesekali melakukan serangan balik. Peluang demi peluang diciptakan Zainal Abidin, Arif Ariyanto, Wimba Sutan maupun Renaldy. Skor babak pertama pun akhirnya usai dengan hasil kacamata.

Di babak kedua Deltras yang tetap bermain menekan akhirnya mampu membuka skor di menit ke-56 melalui heading Rezky Renaldy. Setelah gol pertama itu, keran gol Deltras terus mengalir. Di menit ke-59 kembali Renaldy, serta dua gol Arif Ariyanto menit ke75 dan 79. Deltras menang 4-0 (0-0).
Pelatih kepala Deltras Adi Putra Setiawan menyayangkan pemainnya yang masih banyak membuang peluang di depan gawang. Ia bakal mengevaluasi secepatnya.

"Pemain dengar bahwa lawan datangnya mepet dengan jadwal kick off. Tetapi kami tetap menekankan para pemain untuk fokus, namun, konsentrasi itu hilang di babak pertama," ungkap Setiawan usai pertandingan.

Setiawan menambahkan persoalan penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Di jeda pertandingan, ia bilang ke pemain di ruang ganti. Begitu ada peluang manfaatkan kesempatan itu dengan baik.

“Meski mencetak empat gol, tetapi finishing masih menjadi masalah. Jika saja finishingnya bagus, kami bisa menang lebih dari empat gol. Tetapi kami tetap bersyukur bisa meraih tiga poin,” ujarnya. (*)

Wednesday, July 18, 2018

Gasak Perseba 4-0 Deltras Masih Perlu Pembenahan

Toss : Arif Ariyanto (nomor 7) toss dengan Galih Maulana usai mencetak gol keempat [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Tiga laga sudah dijalani The Lobster julukan Deltras Sidoarjo di putaran kedua fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kali ini. Deltras mampu menyapu bersih tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Namun, persoalan finishing masih menjadi kendala bagi Deltras.

Di laga kemarin sore (18/7) Deltras memang berhasil menang dengan skor telak 4-0 (0-0) atas tamunya Perseba Bangkalan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Empat gol tuan rumah disumbangkan oleh dua pemain masing-masing dua gol, yakni Rezky Renaldy dan pemain senior Arif Ariyanto.

Gol pembuka tuan rumah baru tercipta di menit ke-56 babak kedua melalui heading Renaldy menyambut umpan silang Zainal Abidin dari sisi kanan. Setelah sepanjang babak pertama The Lobster yang terus menekan dan mendapatkan banyak peluang, namun belum ada gol yang terjadi. Gol kedua menit ke-59 kembali Renaldy, kali ini mendapat assist dari Galih Maulana.

Tak puas dengan dua gol, Arif Ariyanto memperlebar jarak di menit ke-75. Tiga menit berselang mantan pemain Persebaya ini menutup gol keempat Deltras di pertandingan sore itu.

Pelatih kepala Deltras, Adi Putra Setiawan mengaku mensyukuri hasil kemenangan telak atas Perseba dan mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Namun, Setiawan menyebut anak asuhnya masih sering membuang peluang yang ada.

"Penyelesaian akhir masih menjadi kendala bagi kami. Jika peluang yang ada bisa menjadi gol, tentu kami bisa menang dengan lebih dari empat gol. Tetapi kami tetap mensyukuri kemenangan hari ini (kemarin)," ungkap Setiawan.

Pertandingan selanjutnya The Lobster kembali menjalani laga tandang. Kali ini Arif Ariyanto dan kolega bakal away ke Lapangan Karanggayam Surabaya menjamu tuan rumah Surabaya Muda besok minggu sore (22/7). (*)

Monday, July 16, 2018

Preview Deltras vs Perseba : The Lobster Haus Kemenangan di Kandang


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) seakan haus kemenangan saat bertanding di kandang sendiri Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Bermodal hasil positif dalam dua laga sebelumnya di putaran kedua, dan rekor belum kebobolan selama 8 pertandingan. Membuat misi mengamankan poin sempurna di publik sendiri menjadi target yang diusung The Lobster.

Arif Ariyanto dan kolega akan kembali berlaga di matchday ke-9 lanjutan babak penyisihan Grup A Liga 3 Jawa Timur besok rabu sore (18/7) berhadapan dengan tamunya Perseba Bangkalan, di Gelora Delta kick off pukul 15.15 Wib.

Kedua tim berjumpa di putaran pertama lalu di Stadion Gelora Bangkalan (18/4), Deltras berhasil mempecundangi tuan rumah dengan skor cukup telak 0-4. Sumbangan tiga gol dari Wimba Sutan Fanosa dan satu gol Moch. Mei Danang membawa Deltras pulang ke Sidoarjo dengan kepala tegak saat itu.

Perseba sendiri di putaran kedua melakoni dua pertandingan terakhirnya dengan hasil buruk. Mereka menelan dua kali kekalahan yakni kalah 2-0 menjamu Mitra Surabaya (1/7) dan Surabaya Muda 2-4 (11/7). Sementara The Lobster mampu menang di dua laga tandangnya di putaran kedua, saat menang 0-3 atas Maestro Parabola (4/7) dan 0-1 dari Persesa Sampang (15/7).

Namun, dari dua pertandingan terakhir Deltras. Pelatih kepala Adi Putra Setiawan mengaku masih banyak kekurangan dari timnya. Di pertandingan terakhir ia menyoroti soal penyelesaian akhir lini depannya. Menurut mantan pelatih Deltras U-17 ini barisan strikernya terlalu banyak membuang peluang.

"Evaluasi untuk lawan Perseba kami akan perbaiki penyelesaian akhir. Para pemain harus bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk menjadi gol," ungkapnya.

Di laga besok, pemain Deltras tidak ada yang absen lantaran akumulasi maupun cedera. Stopper muda Akmal Fakhri yang di laga sebelumnya absne karena akumulasi kartu kuning, besok rabu sore sudah dapat diturunkan kembali. Juga tiga pemain senior macam Wimba Sutan Fanosa, Arif Ariyanto dan Zainal Abidin. (*)

Setiawan Soroti Peluang Yang Terbuang Sia-sia



DELTACYBER - Banyak peluang tercipta di matchday ke-8 Deltras Sidoarjo dalam lanjutan fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin minggu sore (15/7) kala menjamu tuan rumah Persesa Sampang di Stadion R. Soenarto Pamekasan. The Lobster berhasil membawa pulang poin absolut setelah menang tipis 0-1 atas Laskar Trunojoyo julukan Persesa.

Gol semata wayang Deltras dicetak Rezky Renaldy di menit ke-14 babak pertama. Sepakan kaki kanannya di dalam kotak pinalti, tak bisa dihalau kiper Persesa. Sebenarnya, tim tamu banyak mendapat peluang di depan gawang Persesa.

Beberapa kali strikernya Wimba Sutan Fanosa berhadapan dengan kiper lawan, sayang, tendangannya masih bisa ditangkap kiper, ataupun jalannya bola yang susah ditebak arahnya akibat kondisi lapangan yang kurang rata. Membuat Deltras hanya mencetak satu gol.

Juga beberapa peluang dari Guntur Agung Ramadhan striker pengganti Wimba di babak kedua, masih kesulitan menambah keunggulan Deltras. Adi Putra Setiawan head coach Deltras mengaku timnya masih perlu evaluasi lagi di laga selanjutnya. Ia menakankan pada penyelesaian akhir.

"Finishing masih menjadi persoalan bagi tim kami. Secepatnya akan kami asah lagi soal lebih baik memanfaatkan peluang menjadi gol," ujar Setiawan.

The Lobster bakal berlaga kembali di matchday-9 besok rabu sore (18/7) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Deltras akan bersua Perseba Bangkalan. (ainulbudi)

Gol Tunggal Renaldy Bawa Deltras Menang Atas Persesa

Menang Lagi : Rezky Renaldy pemain Deltras dibayangi pemain Persesa [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Satu-satunya tim yang dapat mencuri poin di Stadion Gelora Delta Sidoarjo di putaran pertama fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin, ialah Persesa Sampang. Tim yang sampai saat ini berada di puncak klasemen grup sementara, di putaran pertama lalu mampu menahan imbang Deltras 0-0. Padahal, The Lobster sendiri selalu sukses mengamankan tiga angka baik kandang maupun tandang di putaran pertama.

Mengusung target 'revans' kala berjumpa Persesa di putaran kedua laga minggu sore kemarin (15/7) di Stadion R. Soenarto Pamekasan. Deltras berhasil mempecundangi Persesa 0-1 (0-1). Persesa Sampang yang bertindak sebagai tuan rumah harus menjamu Deltras di Pamekasan, karena ada beberapa kendalan non teknis pertandingan tidak bisa digelar di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan yang menjadi homebase Persesa.

Bermain dengan kekuatan penuh, The Lobster sempat kesulitan dengan kondisi lapangan yang gersang dan tidak rata. Permainan umpan-umpan panjang kerap disajikan kedua tim. Namun, tim tamu dapat unggul di menit awal. Tendangan Rezky Renaldy di menit ke-14 membuat Deltras unggul 0-1. Tertinggal gol cepat, Persesa mencoba menyerang, sementara Deltras yang sudah unggul dapat memainkan tempo pertandingan dan sesekali keluar menyerang.

Beberapa kali peluang didapat Wimba Sutan Fanosa belum bisa menggandakan skor. Akhirnya Wimba ditarik keluar di pertengahan babak kedua digantikan Guntur Agung. Peluang yang didapat Guntur pun juga belum bisa menambah gol Deltras. Kemenangan tipis 0-1 Deltras atas Persesa mencatatkan kemenangan kedua The Lobster di putaran kedua kali ini. Sebelumnya Deltras berhasil mencuri tiga angka di kandang Maestro Parabola (4/7).

Namun, pelatih kepala Deltras Adi Putra Setiawan menyayangkan beberapa peluang yang didapat pemainnya tidak bisa menambah gol. Penyelesaian akhir masih menjadi kendala lini depannya.
"Alhamdulilah kami menang satu kosong. Kami bisa mencuri gol di menit-menit awal, kami sebenarnya mempunyai beberapa peluang, sayang finishing masih menjadi kendala," ucapnya.

Ia menambahkan seharusnya di babak pertama ada 3 sampai 4 peluang yang harusnya bisa menjadi gol. Tapi terbuang percuma. Penampilan anak asuhnya di babak kedua pun juga dinilai masih banyak kekurangan.

"Kalau fokus bertahan kami bermain bagus hari ini. Tetapi begitu membangun serangan balik, entah itu faktor lapangan yang kurang rata, yang jelas kami selalu kehilangan peluang," imbuhnya. (ainulbudi)

Sunday, July 15, 2018

Come Back Dramatis Antarkan Malaysia Mengunci Gelar Juara Piala AFF U-19 2018

Juara : Malaysia U-19 Kampiun Piala AFF U-19 2018 [foto : M.Ainul]

Pertandingan sengit saling berbalasan gol tersaji di partai final Piala AFF U-19 kemarin sabtu malam (14/7) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Harimau Malaya julukan tim Nasional Malaysia keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan lawannya Myanmar dengan skor tipis 4-3 (2-3).

Dua tim yang sama-sama ingin menasbihkan juara untuk pertama kalinya di ajang ini. Bermain terbuka sejak menit awal. Malaysia unggul cepat 1-0 di menit ketiga melalui gol Muhammad Faiz. Tim besutan Bojan Hodak itu bahkan menggandakan keunggulan di menit ke-18 kali ini oleh Nik Akif Syahrian. Tertinggal dengan defisit dua gol, Myanmar tak patah arang. Menit-24 Myanmar memperkecil kedudukan 2-1 dari gol Win Naing Tun.

Dua menit berselang, Myanmar berhasil menyamakan skor 2-2 melalui sepakan Myat Kaung Khant. Bahkan Myanmar mampu membalikkan keadaan menjadi 2-3
di menit akhir babak pertama melalui gol Myat Kaung Khant.

Berhasil mengubah keadaan, Myanmar justru sedikit mengendurkan serangan di babak kedua. Malaysia yang tertinggal terus menekan lini belakang lawan.
Akhirnya di menit-73 Shivan Pillay Asokan dapat menyamakan skor 3-3. Tiga menit injury time babak kedua, drama itu terjadi. Myanmar yang lengah dan kehilangan fokus dimanfaatkan Malaysia untuk mengunci kemenangan dengan golnya keempat dari Nik Akif Syahiran.

Harimau Malaya come back dramatis di final. Kemenangan 4-3 menobatkan mereka menjadi kampiun turnamen ini. Usai pertandingan pelatih Malaysia Bojan Hodak mengaku sangat senang dengan penampilan anak asuhnya. Ia juga sempat menyayangkan dua gol lawan di babak pertama akibat kesalahan pemainnya.

"Babak kedua saya katakan kepada pemain untuk tetap bermain tenang karena lawan sudah pasti kelelahan. Saya lakukan tiga pergantian pemain dan mereka melakukan tugasnya dengan baik," ucapnya.

Pelatih asal Kroasia ini memuji penampilan kedua tim di laga kemarin. Yang berjalan menghibur penonton dengan berbalas gol.  "Gelar juara ini berkat kerja keras tim. Saya juga berharap tim ini dapat memberi kejutan lagi di Piala AFC," imbuh Bojan. (m.ainulbudi)

Garuda Nusantara Berhasil Revans Atas Thailand

Selebrasi : Feby Eka Usai Cetak Gol Perdananya [foto : Mutiara. K.G]
Garuda Nusantara akhirnya berhasil revans melawan tim Gajah Putih julukan Thailand di pertandingan perebutan peringkat ketiga sabtu sore tadi (14/7). Todd Rivaldo Ferre menyudahi perlawanan Thailand dengan kemenangan skor tipis 2-1 (1-0). Dua gol Indonesia dicetak oleh Feby Eka di babak pertama, dan Syahrian Abimanyu di babak kedua. Satu-satunya gol Thailand oleh Matee Sarakum di penghujung babak kedua.

Bermain dengan beberapa pemain yang belum fit, macam Saddil Ramdani yang harus absen dan Egy Maulana yang dicadangkan oleh coach Indra Sjafri. Permainan Nurhidayat cs bermain lepas. Stadion Gelora Delta yang sebelumnya dipadati suporter, laga sore tadi hanya ditonton 3 ribu suporter saja.
Babak pertama kedua tim saling berbalas serangan terbuka. Indonesia baru membuka keunggulan di menit ke-34. Penetrasi Feby Eka di sisi kanan gawang Thailand, dan tendangannya tak mampu dihalau kiper Thailand Nopphon Lakhonphon. 1-0 Indonesia unggul sampai jeda pertandingan.

Di babak kedua, Thailand meningkatkan intensitas serangan. Indonesia nyaris di menit-menit awal babak kedua mengandalkan serangan balik melalui Witan Sulaiman atau Todd Rivaldo. Egy Maulana Vikri dimasukan oleh Indra di menit-58 menggantikan Feby Eka yang sedikit menderita cedera. Serta menit ke-77 Rafli Mursalim digantikan oleh M. Rafi.

Indonesia kembali menggandakan skor di menit ke-81, tendangan mendatar kaki kiri Syahrian Abimanyu merobek jala Thailand. Tim tamu memperkecil kedudukan tiga menit berselang melalui gol Matee Sarakum. Skor 2-1 untuk kemenangan Indonesia bertahan hingga peluit panjang wasit Xaypaseth Phongsanit asal Laos.

Usai laga, Indra Sjafri memohon maaf kepada masyarakat Indonesia belum bisa mempersebahkan gelar juara kembali di Piala AFF U-19 tahun ini. Ia berharap suporter terus memberikan dukungan kepada timnya.

"Mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Indonesia yang sudah begitu antusias dan punya ekspetasi tinggi kepada timi ini. Jangan patah semangat, doakan serta dukung selalu kami. Karena kami punya tugas berat untuk lolos ke Piala Dunia dalam kualifikasi Piala AFC di Gelora Bung Karno," ucap Indra.

Indra menambahkan di Piala AFF U-19 kali ini juga menjadi ajang penilaian semua pemain untuk siapa saja yang bakal dibawa ke Piala AFC bulan oktober mendatang. "Terima kasih kepada semua pemain yang sudah ikut di turnamen kali ini. Untuk kami tim pelatih semakin jelas semakin tahu komposisi terbaik nanti atau pemain yang akan dibawa ke Piala AFC," imbuh Indra.

Sementara di kubu Thailand, asisten pelatihnya Jetniphat Ratchatatoemphon laga sore menjadi pertandingan yang cukup berat.  "Pertandingan tadi sangat berat bagi. Kami sudah bekerja keras semaksimal mungkin, tetapi kami harus kalah. Babak kedua pemain berusaha untuk menyerang, tetapi kami belum beruntung saja," bebernya. (m.ainulbudi)

Friday, July 13, 2018

Egy Maulana dan Saddil Ramdani Diragukan Tampil

Dokter Timnas U19 (kanan) Ifran Akhmad Saat memberi pijatan di kaki Riyandi [foto : M.Ainul]

Pertandingan yang melelahkan kontra Malaysia di semifinal Piala AFF U-19 kemarin (12/7) membuat beberapa pilar Indonesia harus menepi mendapat perawatan dan terpaksa diganti.  Tiga pemain yang cukup mendapat perawatan serius kemarin ialah Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani dan kiper M. Riyandi. Ifran Akhmad selaku dokter tim Indonesia seusai latihan ringan sore tadi (13/7) di Lapangan Futsal, mengatakan kondisi mereka akan dilihat semua lagi besok.

"Saddil mengalami sedikit masalah pada punggung kakinya, jadi sedikit bengkak. Mereka bertiga akan kami evaluasi besok, untuk dapat dimainkan atau tidaknya," ujarnya.

M. Riyandi tidak mengalami cedera yang serius. Baru sehari juga penyembuhannya jadi progresnya bakal dipantau lagi oleh tim dokter. Sementara Egy yang terlihat cukup parah di laga kemarin diakui oleh Ifran ia mengalami kelelahan.

"Egy memang sedikit jet lag kemarin, dia mengalami perbedaan cuaca Polandia dengan Indonesia. Pasti berpengaruh dengan ototnya. Ketika oksigen berkurang ototnya otomatis mengalami cepat kelelahan," ucap Ifran kepada awak media.

Egy digantikan oleh Hanis dipenghujung babak kedua bukan karena benturan, ia memang benar-benar masih kecapekan dan perlu adaptasi kembali dengan cuaca di Indonesia, setelah ia sudah agak lama di Polandia.

"Selama dia mampu melanjutkan pertandingan saya rasa tidak ada masalah untuk tetap bermain, Egy sendiri yang mengatakan masih bisa melanjutkan," bebernya.

Dengan kondisi yang belum fit seperti ini, Ifran bakal melihat bagaimana perkembangan terbaru si pemain di hari H pertandingan besok.  Peluang dimainkan Egy tersebut tetap ada. Tetapi semua tergantung keputusan pelatih, seperti dimainkan sejak awal atau dari bangku cadangan dan menit bermainnya berapa lama.

Ifran menambahkan untuk Saddil peluang diturunkan kembali sepertinya belum bisa. Ia memastikan kondisi cedera Saddil bakal mendapatkan perhatian lebih lanjut.

"Kalau Saddil kemungkinan bermainnya agak kecil, karena cedera di punggung kakinya masih bengkak jadi agak sulit melakukan beberapa gerakan," imbuhnya. (m.ainul budi)

Jelang Revans Lawan Thailand, Timnas U19 Malah Latihan di Lapangan Futsal

Enjoy : Egy Maulana Vikri (tengah) di sesi latihan rutin sore tadi (13/7) [foto : M.Ainul]

Jelang pertandingan peringkat ketiga besok sabtu sore (14/7) berhadapan dengan Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pukul 15.30 Wib. Skut Garuda Nusantara malah memilih berlatih rutin di Lapangan Futsal, yang jaraknya tak jauh dari Hotel mereka menginap.

Pelatih kepala Indonesia memilih berlatih di Lapangan futsal bukan tanpa alasan. Indra ingin para pemainnya sedikit berlatih enjoy dengan suasana yang cair, baik official, jajaran pelatih, dan para pemain.

"Ya karena pertandingan melawan Malaysia kemarin (12/7) sangat melelahkan para pemain. Jadi sedikit enjoy dan rileks kita ajak bermain di lapangan futsal yang sedikit adem," ujar Indra.
Mengenai persiapan bersua kembali dengan tim Gajah Putih julukan tim Nasional Thailand. Indra mengaku tetap optimis dengan punggawanya bermain fight di setiap laga.

"Di setiap pertandingan ya harus yakin dan harus ambil manfaatnya. Besok lawan Thailand kita harus revans," ucapnya.

Saat ditanya apakah kekalahan dramatis atas Malaysia masih mempengaruhi mental bertanding Nurhidayat dkk di laga besok. Indra dan tim pelatih sudah membangkitkan dan memompa kembali semangat mereka.

"Tidak ada masalah untuk mental dan psikis pemain. Membangkitkan mental pemain ya termasuk mengajak mereka lebih rileks dan enjoy. Kita juga tadi pagi sudah bicara kepada mereka untuk melupakan hasil kemarin," tutup Indra. (m.ainul budi)

Kalah Drama Adu Pinalti, Indonesia Belum Bisa Melaju ke Final

Belum beruntung : Firza Andika (merah) terus dibayangi pemain Malaysia [foto : Facry Amsyahri]

Meski bermain aktraktif Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Malaysia melalui drama adu penalti 2-3 (1-1) dalam laga semi final Piala AFF U-19 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (13/7) malam.

Babak adu penalti terpaksa dilakukan karena saat waktu normal 2x45 menit kedua tim bermain imbang 1-1. Egy Maulana Vikri membawa Timnas U-19 memimpin pada menit ke-2. Sedangkan Malaysia menyamakan kedudukan lewat Syaiful Alias di menit ke-14.

Eksekutor Timnas U-19 yang berhasil menjalankan tugas adalah Muhammad Luthfi dan Todd Ferre. Sementara tendangan Witan Sulaeman dan Hanis Saghara ditepis kiper Malaysia Muhammad Azri, serta tendangan Firza Andika melambung.

Untuk algojo Malaysia, meski Zafuan Azeman gagal mencetak gol, Malaysia tetap unggul karena tendangan Shivan Pilay, Nabil Hakim, dan Nik Akif Syahkan masuk ke gawang M Riyandi.

Usai laga, pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, tetap mengapresiasi permainan anak-anak asuhnya. Ia mengaku skuatnya telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan.

"Saya jelas sangat berterima kasih kepada pemain, itu yang pertama. Kedua, menyoal permainan, kami sebenarnya mendapat angin segar ketika mampu unggul karena gol cepat," kata Indra.

"Sayangnya, apa yang kami wanti-wanti dan persiapkan untuk antisipasi bola-bola mati dari Malaysia yang beberapa kali cukup bisa membuat kami kedodoran. Jadi, gol kecolongan dari Malaysia tadi sudah kami antisipasi di sesi latihan maupun pertandingan. Kami (pelatih) juga sudah peringatkan kepada pemain, tetapi mereka bisa juga mencetak gol dari situasi itu. Pada babak kedua sebenarnya kami menguasai gim, beberapa peluang kami dapatkan dan memang tidak bisa menjadi gol," tambah pelatih berusia 55 tahun ini.

Sementara pemain belakang Timnas U-19, Asnawi Mangkualam Bahar mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia apalagi yang menonton langsung ke stadion.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan berupaya menampilkan yang terbaik. Situasi ini juga semua karena izin Tuhan, kami tidak bisa ke final," kata Asnawi.

Timnas U-19 selanjutnya menghadapi Thailand pada perebutan tempat ketiga di tempat sama, Sabtu (14/7) sore pukul 15.30 WIB. Sedangkan Malaysia memperebutkan gelar juara melawan Myanmar pukul 19.00 WIB.

sumber - www.pssi.org

PSSI Evaluasi Penyelenggaraan Piala AFF U-19

Berlindung : Official tim Malaysia berlindung di bawah tameng polisi dari lemparan botol [foto : Romario]

PSSI telah mengevaluasi penyelenggaraan turnamen sepak bola Piala AFF U19 yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur. PSSI menyampaikan permohanan maaf kepada tim Malaysia terkait insiden pelemparan botol plastik minuman dan benda lain oleh penonton seusai pertandingan babak semifinal melawan Indonesia, Kamis (12/7) malam.

“Federasi sepak bola Indonesia menyayangkan adanya insiden ini. Dengan ini kami meminta maaf. Kami juga telah mengevaluasi dan akan lebih memaksimalkan pengamanan untuk laga final nanti,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Tisha menambahkan, PSSI juga menyampaikan surat permohonan maaf kepada Federasi Sepak bola Malaysia (FAM).

Pertandingan Indonesia versus Malaysia di babak semifinal Piala AFF memang membawa emosional puluhan ribu suporter Indonesia yang memadati stadion Gelora Delta. Kendati demikian, sepanjang pertandingan suasana di stadion tetap kondusif dan laga kedua tim berjalan dengan normal.

Pertandingan harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Malaysia akhirnya memenangkan pertandingan dan mendapatkan tiket ke babak final untuk menghadapi Myanmar.

Kekecewaan penonton tak terbendung. Sejumlah penonton mulai melempar botol plastik minuman ke arah bangku pemain cadangan tim Malaysia. Pihak panitia penyelenggara yang dibantu petugas keamanan membantu mengamankan tim Malaysia dengan meminta mereka bergeser ke tengah lapangan.

Pihak keamanan kemudian membuat barikade dengan tameng sebagai pelindung. Tim Malaysia kemudian bergiliran keluar lapangan meski sejumlah penonton masih melempar botol plastik minuman.

“Ya, ini menjadi pelajaran buat kita semua. Kami juga berharap semua pihak kembali menjunjung semangat olahraga dengan nilai-nilai sportivitas, respek dan fairplay,” kata Tisha.

sumber - www.pssi.org

Monday, July 9, 2018

Pressing Ketat Thailand Buat Indonesia Banyak Lakukan Kesalahan Sendiri

Selalu dijaga : Todd Rivaldo (tengah/merah) mencoba melewati pemain Thailand [foto : Facry Amsyahri]

Indonesia harus dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2 (0-1) di matchday kelima Grup A Piala AFF U19 kemarin senin malam (9/7) atas Thailand. Gol Thailand yang dicetak di menit ke-40 oleh Nattawut Chootiwat serta menit-51 dari Matee Sarakum, hanya berbalas satu gol Indonesia menit-85 melalui Rifad Marasabesssy.

Klasemen akhir Grup A Thailand menjadi pemuncak klasemen dengan raihan 13 poin, dan Indonesia berada di bawahnya meraih 12 poin. Keduanya sama-sama melaju ke babak semifinal nanti.

Permainan disiplin di semua lini Gajah Putih julukan tim Nasional Thailand kemarin, juga menerapkan pressing ketat di babak pertama membuat permainan Indonesia tidak berkembang. Apalagi, Saddil Ramdani dkk juga banyak melakukan kesalahan mendasar yang membuat mereka tak mampu mengembangkan permainannya.

Pelatih Kepala Indonesia, Indra Sjafri mengakui pressing yang ketat terhadap pemainnya apabila sudah masuk setengah lapangan area Thailand sudah membuat pemainnya kebingungan untuk menyusun serangan. Ini yang menjadi problem di babak pertama.

"Memang pressure dari Thailand sendiri bagus. Karena mereka ingin menang untuk lolos ke semifinal. Dan build-up kami dibikin kurang nyaman oleh mereka, itu yang membuat kami banyak melakukan kesalahan." katanya.

Di awal babak kedua pun, Indonesia belum bisa menemukan permainan mereka sesungguhnya. Bahkan, Nurhidayat cs harus kecolongan gol di menit-51. Indonesia baru berani keluar menyerang di 10 menit akhir laga, beberapa kali kerja sama M. Rafli Mursalim, Witan Sulaiman, Saddil Ramdani mulai membahayakan gawang Thailand yang dijaga Nopphon Lakhonphon. Hasilnya Garuda Nusantara mampu memperkecil kedudukan 1-2 melalui gol Rifad Marasabessy menit-85.

Saddil Ramdani yang mendampingi Indra Sjafri di ruangan konferensi pers usai pertandingan. Berterima kasih banyak atas dukungan masyarakat Indonesia kepada timnya. Ia dan rekan-rekannya bakal mengevaluasi kekalahan pertama di Piala AFF U19 ini atas Thailand kemarin.

"Di pertandingan tadi (kemarin), saya harap menjadi pembelajaran bagi kami para pemain. Semoga di laga selanjutnya kami lebih fokus lagi." ungkap Saddil. (ainul budi)

Sunday, July 8, 2018

Wow Harga Tiket Semifinal dan Final Akan Naik

Rela antri tiket : penonton sudah antri di depan loket sejak pagi hari [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Publik Sidoarjo dan kota-kota sekitarnya sangat antusias saat ini mendukung perjuangan Saddil Ramdani untuk menyabet kembali gelar Piala AFF U-19 di kota Delta. Empat pertandingan terakhir Indonesia, Stadion Gelora Delta selalu penuh.

Tercatat dari laga pertama hingga terakhir peningkatan jumlah penonton kala Indonesia berlaga selalu naik. Mulai dari laga pertama 13.000, laga kedua naik 15.000, laga ketiga 17.000 dan terakhir lawan Vietnam kemarin melonjak 27.000. Pertandingan kelima nanti malam (9/7) melawan Thailand jumlah penonton diperkirakan tetap akan sama seperti lawan Vietnam kemarin atau bahkan naik lagi.

Indonesia sendiri sudah memastikan lolos ke semifinal, laga nanti pun tidak seberapa penting bagi tim besutan Indra Sjafri. Namun, antusias publik yang tinggi ingin untuk datang ke stadion melihat kemenangan Garuda Nusantara atas Thailand nanti.

Bahkan loket tiket yang baru dibuka sesuai jadwal pada hari H pertandingan pukul 09.00 Wib pagi, puluhan orang sudah mengantri di depan loket sejak dini hari datang lebih awal agar tak kehabisan tiket.

Bandung Saputra Media Officer PSSI mengatakan sebelum pertandingan melawan Vietnam kemarin (7/7), PSSI serta Panpel akan menyiapkan penambahan personil keamanan. "Untuk penambahan aparat di laga semifinal dan final. Itu pasti, mengingat melihat antusias yang sangat tinggi dari masyarakat. Kami juga akan menyediakan dua layar lebar di parkir timur Gelora Delta bagi penonton yang tidak bisa masuk." ujarnya.

Ia menambahkan akan ada kenaikan harga tiket di laga semifinal dan final nanti. Namun, kenaikan harga tersebut tidak signifikan. Harga tiket pertandingan Indonesia sendiri dibedakan menjadi tiga kategori yakni Ekonomi 30 ribu, Utama 60 ribu dan yang paling mahal VIP 100 ribu. Bandung juga mengapresiasi serta berterima kasih atas dukungan masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya kepada Timnas U19. Semoga harapan dan keinginan kita semua melihat Garuda Nusantara juara kembali dapat terwujud." imbuhnya. (*)

Badai Cedera Menghantui Timnas U19

Todd Rivaldo (tengah) masih harus mendapat perawatan di siku tangan kananya saat laga melawan Vietnam [foto : Facry]

Badai cedera menghantui Indonesia muda yang terus melaju ke partai semifinal nanti. Beberapa pilar Garuda Nusantara kini sedang dibekap cedera. Seperti Saddil Ramdani, Todd Rivaldo, Rifad Marasabessy, dan Feby Eka.

Di dua laga terakhir Indonesia yang sangat menguras tenaga para pemain yakni kala meladeni perlawanan ketat Filipina (5/7) dan kemarin malam (7/7) menghadapi Vietnam. Saddil Ramdani, Todd Rivaldo dan Rifad Marasabessy mendapat cedera di pertandingan melawan Filipina. Yang berimbas mereka harus duduk di bangku cadangan di laga versus Vietnam.

Feby Eka sendiri yang dimainkan inti di laga melawan Vietnam akhirnya harus ditandu keluar di menit ke-65 digantikan M.Rafli Mursalim karena beberapa kali benturan dengan lawan.

Di sesi konferensi pers usai melawan Vietnam, pelatih kepala Indra Sjafri mendapat banyak pelajaran berharga di pertandingan seketat itu.

"Kita juga banyak mendapat pelajaran di pertandingan tadi (kemarin), apalagi kami bermain dengan 3/4 pemain yang mengalami cedera kami paksakan bermain. " ujar Indra.

Indra juga mengkonfirmasi Saddil Ramdani belum bisa dimainkan untuk pertandingan melawan Thailand besok senin malam (9/7). Pasalnya, memar di punggung bagian belakang Saddil harus mendapat perawatan lebih lanjut.

"Ada beberapa pemain yang cedera, seperti Saddil yang masih belum pulih sampai tanggal 12 akan tetap saya istirahatkan." imbuhnya.

Sementara Todd Rivaldo Ferre yang sejauh ini sudah mencetak 2 gol itu mengaku kondisi siku tangan kanannya yang sempat mengalami sedikit memar saat Indonesia kontra Filipina kemarin (5/7) sudah mulai baik. "Kondisi saya sudah baikan. Mulai fit lagi." ujarnya. (m.ainul budi)

Galeri Foto Piala AFF U-19 2018 Indonesia vs Vietnam (7/7)

 

DELTACYBER - Indonesia berhasil mengamankan satu tiket ke babak semifinal Piala AFF U-19 usai mengalahkan tamunya Vietnam dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Rafli Mursalim di menit ke-80. Bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin sabtu malam (7/7) yang dipenuhi puluhan ribu penonton yang hadir, para punggawa Indonesia bermain penuh semangat hingga akhir pertandingan.Hasilnya, kemenangan didapat Witan Sulaiman dkk dan berhak melaju ke babak semifinal.

Galeri Foto Piala AFF U-19 2018 Indonesia vs Vietnam (7/7)
Foto = Facry Amsyahri