Sabtu, 13 Januari 2018

Tetap Liga 3

Kongres tahunan PSSI 2018 [foto: bola.com]
DELTACYBER - Kongres tahunan PSSI 2018 yang digelar tadi (13/1) di ICE BSD Tangerang, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) sudah menghasilkan 5 keputusan. Dan dilanjutkan ke Kongres Biasa. Kongres Biasa ini mengagendakan lebih banyak agenda untuk kompetisi tahun depan. Yakni yang ditunggu-tunggu soal kejelasan level kompetisi tahun 2018.

Seperti wacana yang sudah beredar. Liga 1 musim depan akan menjadi 20 klub yang semula 18 klub. Dua tim yang degradasi yakni Semen Padang dan Persiba Balikpapan mengusulkan 20 klub agar mereka bisa bertahan di Liga 1. Di Kongres PSSI tadi, usulan mereka ditolak dan Liga 1 musim depan tetap menjalankan dengan 18 klub.

Dari tim-tim Liga 2 2017 yang degradasi ke Liga 3 sebanyak 40 tim harus bermain di Liga 3 2018. Liga 2 musim depan hanya diisi oleh 24 tim saja, 3 tim degradasi dari Liga 1, 3 tim promosi dari Liga 3 2017 dan sisanya tim yang bertahan di Liga 2.

Sementara itu wacana yang berkembang kemarin, tim Liga 3 2017 yang tidak bisa lolos ke Liga 2 2018 harus berlaga di Liga 4. Namun, hasil kongres biasa tadi, tidak menyepakati  adanya Liga 4. Kasta kompetisi Liga Indonesia tetap 3 kasta, Liga 1, Liga 2, Liga 3.

Liga 3 musim depan tetap menjadi kompetisi amatir. 40 tim yang terdegradasi dari Liga 2 musim kemarin, akan berlaga di Liga 3. Sedangkan tim-tim Liga 3 2017 yang tak bisa promosi ke Liga 2 musim depan juga tetap akan berlaga di Liga 3. Hanya saja, harus kembali memulai dari kompetisi masing-masing Asprov dan hanya diambil 24 tim saja dari semua Asprov untuk melaju ke babak nasional bergabung dengan 40 tim tadi. (*)

Keputusan Kongres Biasa PSSI 2018 =
Hanya ada 3 Strata Kompetisi 2018
- 2 Profesional (Liga 1,Liga 2)
- 1 Amatir (Liga 3)
Seperti Tahun Kemarin, 2017.
- Liga 1 diikuti 18 tim
- Liga 2 diikuti 24 tim
- Liga 3 Amatir, diikuti 64 tim (40 tim yang degradasi dari Liga 2 2017 berada di babak nasional, 24 tim sisanya di ambil dari kompetisi Liga 3 masing-masing Asprov).

0 komentar:

Posting Komentar