Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Saturday, April 28, 2018

Yuk Order Jersey Deltras FC 2018

Official Jersey Deltras : Merah (home) dan Putih (away) apparel Fits

Official Jersey Deltras Sidoarjo Home & Away #Liga3Jatim2018

Tersedia dalam 2 versi :

REPLICA harga 120.000
Kain Drifit
Logo apparel , klub dan sponsor sublime
( Hanya atasan )

PLAYER ISSUE 200.000
Kain drifit
Logo apparel dan klub poly
Logo Sponsor sublime
Box Packaging ( Hanya atasan )

Size chart :
S = 70cm X 48cm
M = 72cm X 51cm
L = 75cm X 54cm
XL = 78cm X 57cm
XXL = 80cm X 60cm

READY STOCK
Home size S & L Replica
Away size Large Replica
Size lain PRE- ORDER melalui online dan akan dikirim 1 minggu setelah pembayaran
Untuk Pemesanan silahkan menghubungi CS di nomer Whatsapp +62 812-3501-1840

Mari kita dukung klub kebanggaan masing2 dengan membeli jersey original dari FITS ( Klub akan memperoleh pemasukan dari penjualan setiap jersey )

Pengiriman menggunakan JNE ( harga diatas belum termasuk ongkir JNE dari Surabaya )

Official Instagram Fits : indonesiafits
Official Facebook Fits : Fitsapparel
Official Twitter Fits : @ApparelFits

Format Piala Indonesia 2018

Siap turun di Piala Indonesia : pemain Deltras Dian Transiska (kanan) [foto : Romario]

DELTACYBER - Sebanyak 128 tim bakal berlaga di turnamen yang digelar PSSI musim ini, yakni Piala Indonesia 2018. 128 klub tersebut dari 3 strata kompetisi di Indonesia, Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.

Piala Indonesia akan memulai kick offnya tanggal 8 mei mendatang. Untuk prosesi pengundiannya bakal dilaksanakan pada tanggal 1 mei besok secara live streaming. Adapun format turnamen Piala indonesia tahun ini ialah di fase awal 128 tersebut bakal melakoni laga hidup dan mati dengan sistem single match alias fase knock out. Hanya sekali bermain saja, apabila menang langsung lolos ke babak 64 besar, dan apabila kalah sudah langsung gugur.

Di babak 64 besar, sistem single match masih berlaku. Baru di fase 32 besar, berlaku sistem laga kandang tandang, hingga fase 16 besar dan 8 besar nantinya. Hingga puncaknya laga semifinal dan final.

Hadiah turnamen ini yang disediakan PSSI cukup menggiurkan. Peringkat 4 mendapat hadiah 500 juta, juara ketiga 1 milyar, runner-up 2 milyar dan sang kampiun nantinya diguyur hadiah 3 milyar. (*)


Friday, April 27, 2018

Deltras Digeser Persesa Dari Peringkat Pertama

Sengit : Gelandang Deltras Guntur Agung (merah) berebut bola dengan pemain Persesa [foto : Romario]

DELTACYBER - The Lobster julukan Deltras Sidoarjo lebih dahulu mengakhiri jadwal pertandingan fase grup A putaran pertama kemarin (22/4) saat menang 1-0 dari Surabaya Muda. Sementara pesaingnya di papan atas grup, yakni Persesa Sampang menyisakan dua laga terakhir di fase grup A.

Satu laga Persesa Sampang sesuai jadwal digelar kemarin (25/4) di kandangnya. Persesa berhasil mengalahkan Mitra Surabaya dengan skor telak 7-0. Dengan kemenangan tersebut, tim asal kabupaten Sampang, Madura itu menggeser Deltras di puncak klasemen sementara grup A. Dan Persesa mempunyai satu sisa laga tunda, yakni meladeni Surabaya Muda tanggal (29/4).

Kini, Persesa sementara berada di peringkat pertama dengan 5 kali laga 13 poin. Persesa unggul jumlah gol dari Deltras yang membuntuti di peringkat kedua yang sudah mengemas 13 poin. Di bawah Deltras, ada Perseba Bangkalan. Perseba sudah melakoni 6 pertandingan dengan 12 poin. Posisi Perseba bakal rawan digeser oleh Surabaya Muda yang saat ini berada di peringkat 4 dengan baru bermain 5 kali poin 9.

Apabila di laga terakhir putaran pertama Surabaya Muda menang, tim besutan pelatih kepala Basuki itu akan menggusur Perseba di posisi ketiga. Juga dengan Persesa, apabila mereka mampu menang di laga terakhir putaran pertama. Poin mereka bakal menjadi 16 poin di akhir putaran pertama fase grup. (*)

Drawing Piala Indonesia Dilaksanakan 1 Mei Besok Secara Live Streaming

Siap Tampil : Pemain Deltras, saat merayakan golnya ke gawang Perseba [foto : Romario]

DELTACYBER - Gelaran turnamen nasional yang telah lama vakum, Piala Indonesia tahun ini bakal kembali digelar oleh PSSI. Terakhir, turnamen ini digeber pada tahun 2012 silam dengan Persibo Bojonegoro yang keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Semen Pada FC di partai puncak.

Tahun ini, ada 128 klub yang turut berpartisipasi dari tiga kompetisi. Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Sesuai surat edaran nomor 171/AGB/210/IV-2018 perihal Piala Indonesia 2018 dari PSSI kepada para tim peserta yang dikirimkan pada tanggal 26 April kemarin.

Bahwa prosesi pengundian drawing pertandingan fase pertama Piala Indonesia bakal dilaksanakan pada hari selasa besok, tanggal 1 mei 2018 secara langsung, melalui live streaming.

Namun, didalam surat tersebut belum dijelaskan di saluran mana untuk live streaming tersebut. Akan tetapi, kemungkinan besar, bisa dilihat di website resmi PSSI yakni www.pssi.org. Seperti, pada saat pengundian babak Nasional Liga 3 2017 kemarin yang juga disiarkan live streaming di website resmi PSSI. (*)

Wednesday, April 25, 2018

Piala Indonesia 2018 Dimulai 8 Mei


PSSI akan menggelar Piala Indonesia 2018 pada 8 Mei mendatang. Sebanyak 128 tim yang terdiri dari klub Liga 1,2, dan 3 akan mengikuti turnamen yang terakhir dihelat tahun 2012 ini. Rencananya proses drawing akan dilakukan pada 3 Mei mendatang.

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengatakan usai enam tahun Piala Indonesia tidak digelar, PSSI ingin kembali melaksanakan Piala Indonesia dengan tajuk Everyone Can Play. Maknanya adalah PSSI ingin kompetisi di mana semua orang dari kasta tertinggi sampai terendah bisa terlibat.

"Untuk skema Piala Indonesia adalah babak 128 besar, 64 besar, 32 besar, delapan besar, semifinal dan final. Nanti PSSI akan menggelar proses drawing pada 3 Mei mendatang di Stadion Pakansari, Cibinong sekaligus bertepatan dengan laga final PSSI Anniversary Cup 2018," kata Joko.

"Babak 128 besar diproyeksikan berlangsung hingga awal Agustus 2018. Pada setiap fase akan dilakukan pengundian, kecuali 16 besar dan seterusnya. Babak 128 dan 64 besar, pertandingan dilakukan dengan laga tunggal. Kemudian, dari 32 besar dan seterusnya, laga dilaksanakan dengan sistem gugur kandang-tandang," tambah Joko.

Setiap klub yang tampil di Piala Indonesia akan mendapatkan match fee per laga yang besarannya meningkat seiring berlangsungnya putaran. Pada babak 128 besar, match fee yang disediakan sebesar Rp 100 juta dengan pembagian 40:60, yakni Rp 40 juta untuk tim kandang dan Rp 60 juta untuk tim tandang.

Format 40:60 masih berlaku pada babak 64 besar, tetapi jumlah match fee meningkat menjadi Rp 125 juta. Lalu pada babak 32 besar yang berformat kandang-tandang, setiap tim akan mendapatkan Rp 150 juta. Kemudian pada babak 16 besar Rp 200 juta per tim dan babak delapan besar Rp 250 juta per tim.

"Laga semi final sampai final tidak ada lagi match fee karena semuanya sudah mendapatkan hadiah, yaitu Rp3 miliar untuk juara, Rp2 miliar untuk runner up, Rp 1 miliar untuk peringkat ketiga dan Rp 500 juta untuk peringkat keempat," jelas pria yang juga Wakil Presiden AFF ini.

Pada Piala Indonesia tahun 2012 lalu Persibo Bojonegoro menjadi juara setelah menaklukkan Semen Padang di partai final.

-Rincian Match Fee Piala Indonesia 2018

Babak 128 besar: Rp.100 juta
Babak 64 besar: Rp. 125 juta

Babak 32 besar: Rp. 150 juta

Babak 16 besar: Rp. 200 juta

Babak 8 besar: Rp. 250 juta

*Per match, terbagi 40 % untuk tim home & 60 % tim away

-Rincian Hadiah Piala Indonesia 2018

Juara: Rp 3 Miliar
Runner Up: Rp 2 Miliar
Peringkat Tiga: Rp 1 Miliar
Peringkat Empat: Rp 500 juta

sumber - www.pssi.org

Juli-Agustus, PSSI Jatim Siap Gelar Piala AFF U-16 dan Piala AFF U-19

Amir Burhanuddin (kiri) sekretaris PSSI Jawa Timur dan Achmad Riyadh (kanan) ketua PSSI Jawa Timur [foto : pssijatim.com]

PSSI.JATIM – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) berharap Piala AFF U-16 dan U-19 bisa terselenggara dengan sukses. Jatim mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan dua agenda besar pada tahun ini.

PSSI Jatim  ditunjuk sebagai tuan rumah Piala AFF U-16 yang akan dilaksanakan 29 Juli hingga awal 11 Agustus 2018. Selain itu, Jatim juga menjadi salah satu host untuk Piala AFF U-19 yang berlangsung 1-14 Juli.

PSSI Jatim telah mempersiapkan dua stadion untuk penyelenggaraan Piala AFF U-16. Kedua venue tersebut adalah Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Selain lokasi pertandingan, Jatim juga mempersiapkan penginapan dan tempat latihan.

Piala AFF U-16 ini dibagi menjadi dua grup di mana Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste dan Filipina dan bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Grup B terdiri dari Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam, dan Singapura yang akan bermain di Stadion 10 Nopember.

Selain Piala AFF U-16, Jatim juga dipercaya sebagai host Piala AFF U-19. Pada event ini mereka harus berbagi dengan Jawa barat (Jabar). Stadion Pakansari, Bogor akan menjadi venue pertandingan untuk grup yang berisi Timnas Indonesia. Sedangkan Stadion Gelora Delta sebagai penyelenggara grup lainnya.

“Semoga Piala AFF di Jatim tahun ini berjalan sukses. Ini adalah sumbangsih PSSI Jatim untuk Indonesia,” ucap Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh UB, Ph.D.

Sementara itu, Sekretaris Umum PSSI Jatim Amir Burhannudin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan semua keperluan penyelenggaraan Piala AFF U-16 maupun U-19, baik itu berupa hotel, lapangan pertandingan, lapangan untuk latihan, dan lain-lainnya, termasuk keamanan.

“Untuk keamanan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk Piala AFF U-16 di mana ada Timnas Indonesia yang bermain di Sidoarjo,” jelas Amir.(pssijatim)

sumber - www.pssijatim.com

Koreo Love Bukti Cinta Deltamania Kepada Deltras


DELTACYBER - Rasa cinta Deltamania kepada The Lobster sudah tidak bisa diragukan lagi. Loyalitas serta totalitas mereka patut diacungi jempo. Meskipun bermain di kasta terendah saat ini Liga 3, dukungan terus mengalir untuk Deltras.

Salah satu bentuk dukungan Deltamania kepada Deltras, seperti di laga terakhir fase grup A kemarin (22/4) Deltras versus Surabaya Muda di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Tribuk selatan, sektor 9 membuat koreo love di awal babak kedua.

M. Fadly salah satu dirijen sektor 9, mengungkapkan ia bersama rekan-rekannya sengaja merencanakan membuat kore bentuk love di laga kemarin.
"Alasan kami untuk membentu kore love kemarin (22/4). Karena bentuk rasa cinta kami kepada Deltras Sidoarjo. Jadi tidak perlu diragukan lagi bentuk kesetiaan dan kecintaan kami kepada tim." ungkapnya. (*)


Sunday, April 22, 2018

The Lobster Sukses Akhiri Putaran Pertama Fase Grup Dengan Kemenangan


DELTACYBER - Bermain di kandang sendiri kemarin sore (22/4) Bagus Prasetyo dkk mampu menundukkan tamunya Surabaya Muda dengan skor tipis 1-0 dalam matchday ke-6 Deltras Sidoarjo di laga terakhir putaran pertama fase grup A.

Gol tunggal yang ada di pertandingan tersebut dicetak striker senior Deltras, Wimba Sutan Fanosa di menit ke-67. Misi mengamankan 3 angka di kandang sendiri untuk menutup laga terakhir putaran pertama akhirnya terpenuhi. Di klasemen sementara grup A, tim asuhan Hanafi tersebut kini bertengger di puncak klasemen dengan raihan 13 poin, menggeser Perseba Bangkalan yang berada di bawah Deltras dengan 6 kali laga 12 poin.


Berada di peringkat pertama, bukan berarti skuad Deltras tanpa celah kekurangan. Hanafi mengungkapkan bahwa timnya masih perlu banyak pembenahan di semua lini selama putaran pertama ini.

"Anak-anak masih sering ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Juga masih banyak melakukan kesalahan sendiri." ungkapnya kepada para awak media seusai pertandingan kemarin (22/4).

Hanafi menambahkan, selama 6 laga yang sudah dilakoni, kekurangan yang ada masih belum terpecahkan, dan bakal menjadi evaluasi bagi timnya untuk menatap putaran kedua kedepan.

"Secara permainan keseluruhan masih perlu banyak kekurangan. Istilahnya kurang berfikir bersama memecahkan solusi untuk kekurangan yang ada ini," imbuhnya. (*)



Gol Tunggal Wimba Bawa Deltras Amankan 3 Poin di Kandang

Wimba Sutan : Gol Semata Wayangnya di laga sore tadi mengantarkan Deltras meraih kemenangan [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Laga terakhir putaran pertama fase grup A Liga 3 Jawa Timur, sore tadi (22/4) The Lobster berhasil mengamankan 3 angka di kandang sendiri saat meladeni perlawanan sengit dari Surabaya Muda. Deltras menang dengan skor tipis 1-0, melalui gol tunggal striker sekaligus kapten tim Wimba Sutan Fanosa di pertengahan babak kedua.

Bermain dihadapan ribuan Deltamania yang menyaksikan. Di babak pertama, permainan rapat lini belakang tim tamu membuat Deltras kesulitan membongkar. Alhasil, di babak pertama, Wimba Sutan yang kurang suplai bola dari lini tengah minim mendapat peluang emas. Skor kacamata 0-0 menutup babak pertama.

Di babak kedua, The Lobster terus mencoba membongkar pertahanan Surabaya Muda. Bermain disiplin dan menumpuk di lini belakang menjadi kunci permainan Surabaya Muda di laga sore tadi. Namun, Deltras berhasil mencuri satu gol di menit ke-67. Free Kick Arif Ariyanto dari sisi kiri pertahanan Surabaya Muda, umpan silangnya berhasil dimanfaatkan Wimba Sutan. Headingnya tak mampu dihalau kiper Surabaya Muda.

Unggul 1-0, Deltras malah bermain dengan 10 pemain. Setelah Wimba Sutan menerima kartu kuning kedua di menit ke-71 dan harus diganjar kartu merah. Unggul jumlah pemain, Surabaya Muda masih susah menembus lini belakang Deltras yang bermain lugas di laga sore tadi. Skor 1-0 untuk keunggulan Deltras bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit Heru Santoso asal malang.

Dengan hasil tersebut, Deltras berhasil menutup laga terakhir putaran pertama fase grup dengan kemenangan dan mengantarkan Deltras ke puncak klasemen sementara grup A dengan 13 poin. (*)



Saturday, April 21, 2018

Ayo, Beri Dukungan The Lobster Sejak Menit Awal


DELTACYBER - Salah satu permasalahan sejak musim kemarin di kelompok suporter setia Deltras, Deltamania saat memberi dukungan kepada The Lobster di kandang sendiri adalah. Yakni, selalu terlambat masuk ke dalam stadion. Entah itu bermain waktu sore hari ataupun malam hari.

Buktinya sejak Liga 3 musim kemarin hingga 2 laga Deltras di Liga 3 musim ini, apalagi saat berlaga sore hari kick off pukul 15.15 wib. Rekan-rekan Deltamania baik di sektor 5, 7, dan 9, mereka rata-rata baru masuk ke tribun dan memberi yel-yel baru pukul 16.00 wib. Alias pertandingan sudah berjalan 30 menit lebih. Meskipun juga pertandingan kandang yang digelar hari minggu, hari libur bagi para pekerja dan pelajar/mahasiswa.

Jelas, ini sebuah kerugian kecil bagi Deltamania dan Deltras tentunya. Bermain di kandang seharusnya menjadi keuntungan bagi suporter dan tim tuan rumah. Pasalnya, dukungan pemain kedua belas menjadi harapan bagi timnya, apalagi sejak menit-menit awal.

Asisten pelatih Deltras, Adi Putra Setiawan berharap Deltamania di laga kandang sore ini (22/4) dapat memberi dukungan kepada timnya sejak menit awal.

"Kami berharap dukungan Deltamania di tribun sore nanti dari menit awal. Karena dukungan Deltamania sangatlah penting untuk menekan tim tamu sejak awal," harapnya.

Friday, April 20, 2018

Tak Boleh Remehkan Surabaya Muda


DELTACYBER - Pertandingan terakhir Deltras di putaran pertama fase grup A besok minggu sore (22/4) bakal menjamu tamunya Surabaya Muda di Gelora Delta, kick off pukul 15.15 wib. Wimba Sutan cs berambisi wajib mengamankan poin penuh dihadapan Deltamania. Juga guna mengamankan peringkat papan atas di klasemen sementara.

Asisten pelatih Deltras, Adi Putra Setiawan mengaku bersyukur atas raihan empat kemenangan dan sekali seri timnya, dan ia terus mengingatkan kepada anak asuhnya untuk tetap fokus menatap laga kedepannya.

"Terima kasih untuk dukungan semua Deltamania. Permainan kami masih banyak kesalahan, semoga semua tidak jumawa atas hasil kemarin. Dan kami siap bekerja keras demi lambang Deltras di dada. Ingatkan kami untuk tidak berleha-leha sampai target ini terpenuhi nantinya," ujar mantan pelatih Deltras U17 tersebut.

Menghadapi Surabaya Muda besok minggu jelas Deltras tak boleh memandang sebelah mata. Baru melakoni 3 laga dengan 2 kemenangan dan sekali kalah, dan berada di peringkat 4 klasemen sementara. Menunjukkan Surabaya Muda cukup berbahaya dan masih punya peluang untuk merangsek ke papan atas klasemen grup A menyisakan 3 laga tersisa. Jadi laga besok sore (22/4) diprediksi bakal berjalan sengit bagi kedua tim. (*)

Thursday, April 19, 2018

Putaran Pertama, Perburuan Gelar Top Skor Sudah Sengit

Wimba Sutan (paling kiri) sudah mencetak 6 gol dari 5 laga [foto : Romario]

DELTACYBER - Memasuki laga-laga terakhir di fase grup putaran pertama Liga 3 Jawa Timur 2018. Untuk urusan memburu gelar top skor kompetisi Liga 3 Jawa Timur musim ini sudah mulai sengit. Beberapa nama striker andalan masing-masing klub musim lalu masih bersaing ketat menjadi pencetak gol terbanyak.

Salah satu pilar striker The Lobster, Superwimba julukan Wimba Sutan Fanosa menjadi top skor tim sejauh ini dari lima laga yang sudah dilakoni Deltras. Pemain bernomor punggung 19 ini sudah mencetak 6 gol, sekali hatrick.

Nama-nama striker lokal lainnya yang berada di perburuan gelar top skor ada pilar Persekabpas, Rico Hardiansyah dari 6 laga yang sudah dilalui Persekabpas, Rico sudah mengemas 7 gol. Sama dengan striker Persiga Trenggalek Ali Mustofa.

Di posisi kedua dengan 6 gol, selai Wimba Sutan ada nama pemain muda dari Malang United yakni Luxury Ariawan. Dibawahnya dengan 5 gol ada tiga pemain yang sudah mencatatkan 5 gol mereka adalah Moch. Fiqi Miftahki dari Blitar Putra, M. Sukamdhi asal PSID Jombang dan Yoga Edwin dari Persebo Muda Bondowoso.

Posisi atas Rico dan Ali Mustofa bisa saja disamai oleh Wimba Sutan Fanosa maupun Luxury Ariawan. Pasalnya baik Deltras dan Malang United masih menyisakan satu pertandingan sisa di akhir putaran pertama fase grup ini. Sedangkan tim Rico Persekabpas dan Ali Mustofa Persiga sudah melakoni 6 laga di putaran pertama. (*)

Wednesday, April 18, 2018

Harapan PSSI Di Hari Jadi ke-88

Sekjen PSSI Ratu Tisha (kiri) saat pemotongan tumpeng memperingati hari jadi PSSI [Foto : pssi.org]

PSSI genap berusia 88 tahun pada Kamis (19/4/2018). Usia yang menunjukkan jika federasi sepak bola tertinggi di Indonesia ini telah mencapai usia yang sangat matang dan melewati perjalanan dan sejarah yang panjang di Republik Indonesia.

Pada momentum ini PSSI menggelar perayaan ulang tahun secara sederhana di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4) malam. Pertandingan sepak bola antara PSSI, sponsor, tim legenda Timnas Indonesia, tumpengan dan menerbangkan lampion menjadi penghias acara yang dipimpin langsung oleh Plt Ketua Umum, Joko Driyono ini.

"Hari ini, kita menyongsong 88 tahun usia PSSI. Kita rayakan dengan sederhana karena esensinya sepak bola memang sederhana," kata Joko Driyono dalam sambutannya.

"Usia PSSI yang sudah 88 tahun jelas lebih tua daripada negeri ini. PSSI memahami ada tantangan besar ke depan, harapan publik yang tinggi demi sepak bola yang baik," tambahnya.

Joko yang juga Wakil Presiden AFF ini berharap dengan perayaan sederhana ini, PSSI bisa semakin kuat untuk menghadapi segala tantangan yang ada di depan. Apalagi banyak agenda yang akan digelar di Indonesia sepanjang 2018, seperti tuan rumah Piala AFF, Piala AFC U-19, dan Asian Games.

"PSSI tidak mungkin sendirian untuk menyongsong tantangan ke depan. Melalui ulang tahun ini, meneguhkan kembali tekad kita semua mulai dari pengurus, fans dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola Insya Allah memulai lembaran baru dengan sangat baik," ungkap Joko.

"Hari ini berkumpul pengurus, legenda-legenda hidup Timnas, dan semua pihak yang setiap hari setia menemani PSSI dalam suka dan duka. Atas nama pengurus dan semua anggota, PSSI ingin menyongsong usia baru dengan optimisme," jelasnya.

Sementara itu, Sekjen PSSI, Ratu Tisha menambahkan tantangan terberat PSSI pada usia yang ke-88 adalah di area pembinaan. Apalagi pembinaan terhadap wasit dan pelatih melalui peningkatan kualitas instruktur pelatih dan wasit.

"Kami memulai pembangunan sepak bola Indonesia dari pembinaan instruktur pelatih. Ini adalah suatu fondasi yang menjadi akar permasalahan sepak bola Indonesia selama ini. PSSI harus benar-benar bekerja keras," kata Tisha.

Tisha menambahkan hal yang sama juga terjadi dalam perwasitan. Bukan pada area pengembangan wasitnya, namun harus mengembangkan dari instrukturnya. PSSI telah mendatangkan Toshiyuki Nagi selaku Direktur Wasit dari Jepang yang notabene pernah memimpin laga Piala Dunia 2014.

"Kami berharap PSSI dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Untuk masyarakat, berikan kami waktu dan kepercayaan. Yakinlah kami berjalan di jalur yang benar untuk memajukan sepak bola Tanah Air," ujarnya.

sumber - www.pssi.org

Hatrick Pertama Wimba di Musim Ini

Masih tajam : Wimba Sutan Fanosa [foto : Romario]

DELTACYBER - Striker pilar The Lobster julukan Deltras Sidoarjo, yakni Wimba Sutan Fanosa kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain senior. Setelah dua pertandingan kemarin melawan Cahaya Muda (11/5) di laga tandang dan versus Persesa Sampang (15/4) di laga kandang, Wimba absen untuk urusan membobol gawang lawan.

Namun, di matchday-5 kemarin (18/4) menghadapi tuan rumah Perseba Bangkalan. Mantan striker Persik Kediri, Persebaya Surabaya dan Mojokerto Putra ini mengukuhkan hatrick pertamanya untuk Liga 3 musim ini. Apalagi ia didapuk sebagai kapten tim menggantikan Arif Ariyanto yang harus absen lantaran cedera tangan.

Satu gol Wimba ia cetak di babak pertama menit ke-27. Menerima umpan dari Guntur Agung Ramadhan, tendangan kerasnya dari luar kotak pinalti meluncur tajam ke gawang Perseba Bangkalan. Dua gol tambahannya dicetak di babak kedua. Di menit ke-52 melalui tendangan 12 pas, dan di menit ke-77 dari tendangan bebas.

Total dari lima laga yang sudah dilakoni Deltras, 6 gol sudah dicatatkan Wimba Sutan Fanosa sebagai top skor tim saat ini. Wimba menekankan kepada rekan-rekannya para pemain muda untuk bermain lepas dan tanpa beban.

"Kemarin anak-anak bisa bermain lepas, dan saya minta bermain tanpa bebas. Siapapun yang cetak gol, itu semua untuk kemenangan tim," ungkapnya. (*)

Baru Dimainkan dari Bangku Cadangan, Mei Danang Sukses Buktikan Dengan Cetak Satu Gol

Satu gol : Moch. Mei Danang di laga ujicoba Deltras [foto : Romario]

DELTACYBER - Empat gol yang membawa kemenangan The Lobster atas tuan rumah Perseba Bangkalan di matchday ke-5 kemarin (18/4) dari sumbangan tiga gol Superwimba julukan Wimba Sutan Fanosa, satu gol di babak pertama dan dua gol di babak kedua. Serta satu gol penutup dicetak gelandang muda Moch. Mei Danang di menit ke-83 melalui tendangan bebas.

Gol Moch. Mei Danang tersebut menjadi gol perdananya di kompetisi Liga 3 musim ini. Pasalnya, dari lima laga yang sudah dilakoni The Lobster. Danang sapaan akrab pemain asal Tulungagung tersebut baru dimainkan pertama kali di laga kemarin. Itupun, ia harus memulai dari bangku cadangan dimasukkan di pertengahan babak kedua.

Dari lima laga tersebut, dua kali Danang masuk line up tim. Yang pertama ia masuk line up saat Deltras menjamu Maestro Parabola di kandang sendiri (4/4), namun, ia hanya menjadi penghangat di bangku cadangan. Juga sama di laga versus Perseba Bangkalan kemarin, tetapi akhirnya ia dimainkan oleh head coach Hanafi.

Mantan kapten Persenga Nganjuk di Liga 3 regional Jawa Timur musim kemarin, dan menjadi bagian dari Persibo Bojonegoro di fase nasional tersebut sangat senang mampu membuktikan dengan ia mencetak gol perdananya kemarin.

"Gol perdana saya ini, saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, suporter, rekan-rekan satu tim dan juga jajaran pelatih serta pengurus yang sudah memberikan kepercayaan dan kesempatan bermain." ujar Danang kepada redaksi Deltacyber.

Saat ditanya mengenai tekanan suporter dari hasil seri melawan Persesa, dan Deltras berhasil bangkit meraih kemenangan menjamu Perseba Bangkalan. Danang mengatakan itu semua hasil kerja keras tim dari evaluasi yang ada.

"Tim selalu berbenah dengan adanya hasil yang kurang memuaskan. Dan itu berkat kerja keras tim dan suporter yang telah mendukung kami sepenuh hati," imbuhnya. (*)

Kembali Fokus Untuk Laga Selanjutnya

Fokus lagi di laga kandnag : Pemain Deltras saat bersalaman dengan pemain Perseba kemarin (18/4) [foto : Romario]

DELTACYBER - Usai mendapat hasil seri di kandang sendiri dan menerima tekanan yang cukup besar dari Suporternya Deltamania. The Lobster julukan Deltras Sidoarjo akhirnya berhasil menuntaskan misi mencuri 3 poin di kandang Perseba Bangkalan kemarin sore (18/4) di stadion Gelora Bangkalan Madura.

Deltras mampu membungkam perlawanan Perseba Bangkalan dengan skor yang cukup telak 0-4. Hatrick Wimba Sutan Fanosa dan satu gol Moch. Mei Danang mengantarkan Deltras kini berada di peringkat runner-up klasemen sementara grup A.

Namun, skuad The Lobster tentu tak boleh berleha-leha dan jumawa atas hasil 3 poin di tandang kemarin. Pasalnya, di sisa putaran pertama ini, Wimba Sutan cs masih menyisakan satu kali laga besok minggu sore (22/4) menjamu tamunya Surabaya Muda di stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Kemenangan di laga besok, bakal menambah pundi-pundi poin The Lobster di papan atas grup A. Asisten pelatih Deltras, Adi Putra Setiawan bersyukur atas hasil melawan Perseba kemarin sekaligus ia mengingatkan kepada punggawanya untuk kembali fokus di pertandingan selanjutnya.

"Terima kasih untuk dukungan semua Deltamania. Permainan kami masih banyak kesalahan, semoga semua tidak jumawa atas hasil kemarin. Dan kami siap bekerja keras demi lambang Deltras di dada. Ingatkan kami untuk tidak berleha-leha sampai target ini terpenuhi nantinya," ungkapnya. (*)


The Lobster Sukses Bungkam Perseba 0-4 di Bangkalan

Curi 3 Poin di Bangkalan : Skuad Deltras sore tadi [foto : Romario]

DELTACYBER - Bermain dengan misi wajib mencuri 3 angka guna terus menempel Perseba serta Persesa di papan atas grup A. The Lobster bermain garang di matchday ke-5 sore tadi (18/4) menghadapi tuan rumah Perseba Bangkalan, di stadion Gelora Bangkalan Madura. Setelah mendapat hasil negatif imbang 0-0 di kandang sendiri, dan banyak menerima kritik serta tekanan dari Deltamania.

The Lobster akhirnya berhasil membungkam perlawanan Perseba dengan hasil akhir 0-4. Empat gol Deltras dari hatrick Wimba Sutan Fanosa dan satu gol Moch. Mei Danang. Bermain tanpa sang kapten Arif Ariyanto yang absen lantara cedera tangan kanannya. Wimba Sutan didapuk menjadi kapten di laga sore tadi. Di babak pertama, Deltras sudah unggul melalui gol Wimba di menit ke-27. Menerima umpan dari Guntur Agung, Wimba sukses menceploskan bola ke gawang Perseba, 0-1 bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua, keunggulan 0-1 masih belum aman bagi Deltras. Menit-52 Deltras mendapat pinalti. Wimba Sutan yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menggandakan skor 0-2. Belum berhenti sampai disitu. Wimba menunjukkan ketajamannya sore ini, menit-77 tendangan bebasnya berhasil memperlebar jarak menjadi 0-3. Gol keempat Deltras akhirnya ditutup oleh gelandang muda Moch. Mei Danang di menit ke-83 juga melalui tendangan bebas.

Sampai peluit panjang dibunyikan wasit Abdul Halim dari Surabaya, skor 0-4 untuk kemenangan Deltras bertahan hingga laga usai. Kemenangan keempat bagi Deltras dari lima laga sudah dilakoni. The Lobster mengumpulkan 10 poin sampai matchday ke-5 ini. Di laga selanjutnya, tim asuhan Hanafi itu bakal bermain di kandang lagi melawan Surabaya Muda besok minggu (22/4) di stadion Gelora Delta Sidoarjo. (*)

Tuesday, April 17, 2018

Suara Suporter, Sudah Ada Teriakan #HanafiOut

Dalam Tekanan : Hanafi Pelatih Kepala Deltras [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Hasil seri yang didapat Deltras kemarin (15/4) di matchday ke-4 menjamu tamunya Persesa Sampang 0-0. Berimbas dengan banyaknya kritik pedas dan saran di sosial media Deltras maupun Deltamania. Di klasemen sementara Deltras berada di posisi ketiga dengan 7 poin. Hasil 3 kali menang dan sekali seri, namun poin Deltras harus dikurangi 3 poin akibat sanksi FIFA.

Sementara Perseba Bangkalan di puncak klasemen dibuntuti Persesa Sampang dengan 10 poin.
Suporter setia Deltras, Deltamania sudah jelas kecewa dengan buruknya permainan tim kemarin. Target lolos ke Liga 2 sudah menjadi harapan semua Deltamania, namun bila melihat permainan laga kemarin, Deltamania menyuarakan agar The Lobster harus segera mengevaluasi banyak kekurangan di semua lini. Di sosial media, komentar tentang pelatih kepala Deltras Hanafi yang disuruh mundur gencar disuarakan Deltamania. Mereka belum puas dengan kinerja mantan pelatih Persegres Gresik itu.

Beberapa perwakilan anggota Deltamania di masing-masing tribun stadion Gelora Delta, yang biasa ditempati Deltamania untuk bernyanyi yakni sektor 5, 7 dan 9 memberi komentarnya untuk hasil seri kemarin (15/4).

Budiono, salah satu dirijen sektor 5 yang biasa ditempati rekan-rekan Curva North Delta, sangat kecewa atas hasil seri melawan Persesa. "Sebenarnya kami kecewa dengan hasil kemarin. Permainan tim masih jauh dari harapan. Padahal target tim adalah lolos Liga 2. Apakah yakin bisa lolos dengan permainan melempem seperti itu ?. Akan tetapi masih terlalu dini berbicara pergantian pelatih. Saran saya ya, evaluasi total. Liga 2 Harga Mati," ungkap Budiono.

Berbeda dengan Budiono, M. Iqbal salah satu anggota dari tribun sektor 7 Deltamania, menyuarakan evaluasi yang cukup keras. "Tolong segera evaluasi. Bukannya meremehkan lawan, tetapi tim ini lebih diunggulkan. Pelatih Liga 1, pemain top pemain senior, kenapa mainnya tidak seperti yang diharapkan ?. Ada apa dengan pemain, pelatih serta manejemen. Permainan pemain seperti krupuk yang melempem," ujarnya kepada redaksi Deltacyber.

Selain itu, ada juga Fadly Ramadhan perwakilan dirijen dari sektor 9. "Dengan sudah gencarnya di sosmed berkomentar hanafi out. Wajarlah, namanya suporter mereka bebas mengkritik seperti itu bentuk kencintaannya kepada tim. Kami tidak ingin hanya jadi tim pelengkap saja di Liga 3. Kami lihat laga away besok (18/4), kalau memang hasilnya mengecewakan saya sependapat kalau Hanafi harus keluar dari jajaran pelatih," kata Fadly.

Monday, April 16, 2018

Materi Pemain Diatas Rata-rata, Permainan Dibawah Rata-rata


DELTACYBER - Bila kita melihat materi skuad The Lobster musim ini. Manajemen tim, tentu tidak main-main dalam perekrutan pelatih serta pemain. Pelatih kepala, mantan pelatih Persegres Gresik dan Perseru Serui yang menukangi tim Liga 1 serta malang melintang di Liga Indonesia, Hanafi didatangkan. Didukung asisten pelatih muda arek Sidoarjo sendiri, Adi Putra Setiawan. Mantan pelatih fisik Persinga Ngawi, Nosa Ilvan Gilis dan pelatih kiper asal Sidoarjo sendiri Suroto.
Untuk urusan pemain.

Dari 23 pemain yang dikontrak manajemen tim, hampir separuhnya mantan punggawa tim Liga 2 dan beberapa Liga 1. Kita ulas dari posisi kiper hingga striker satu persatu. Di bawah mistar, Bagus Prasetyo menjadi kiper yang belum tergantikan, dimusim lalu ia menjadi punggawa Persinga Ngawi dan Psbs biak di Liga 2.

Ke lini belakang, ada nama-nama Ahmad Fitroh stopper andalan Deltras di 4 laga ini musim lalu menjadi pilar Persibo Bojonegoro. Juga ada Galih Maulana eks Persegres Gresik U19 tahun lalu. Akmal Fakhri, Sigit Hudowo, dan Levi Fahmi punggawa muda Deltras musim lalu yang dipertahankan di lini belakang.

Lini tengah, skuad The Lobster bisa dibilang mewah. Bercokol nama Arif Ariyanto pemain senior mantan pemain Persebaya, Arema, dan Persela itu didapuk sebagai kapten. Gelandang bertahan macam Danny Alvianes yang musim kemarin bersama Persegres Gresik di Liga 1. Deltras juga memulangkan dua pemain Sidoarjo Ivan Ramadhan mantan pilar Persekap Pasuruan Liga 2 dan Moch. Hari Siswanto eks Persewangi Liga 2 musim kemarin.

Belum lagi ada Dian Transiska, pemain asal kecamatan Buduran tersebut musim lalu bergabung bersama Persatu Tuban Liga 2. Juga ada nama, Guntur Agung Ramadhan eks pilar Blitar United sang juara Liga 3 2017. Moh. Mei Danang, eks kapten Persenga Nganjuk dan andalan Persibo Bojonegoro di Liga 3 2017 kemarin.

Di lini depan, tak diragukan lagi. Sosok Wimba Sutan Fanosa yang menjadi top skor tim dengan 23 gol musim lalu, kembali bersama The Lobster. Juga ada nama Rezky Renaldy pemain muda yang dipertahankan lagi untuk musim ini.

Dari komposisi materi pemain yang ada. Sebenarnya, materi pemain Deltras musim ini, dapat dikatakan sudah kenyang pengalaman di kompetisi. Baik Liga 3 maupun Liga 2. Banyak mantan pilar tim Liga 2 tahun kemarin yang berhasil didapatkan Deltras untuk musim ini. Juga ditambah pemain senior yang cukup mumpuni di Liga Indonesia.

Dengan begitu, tim pelatih jelas harus memaksimalkan materi pemain yang ada. Bila melihat dari 4 laga yang sudah dilakoni Deltras. Seakan, dari laga pertama sampai keempat, permainan The Lobster masih perlu banyak pembenahan di berbagai lini. Belum singkronnya antar lini menjadi problem tim pelatih saat ini kedepannya. 

Hal itu yang harus cepat di benahi oleh staff pelatih dalam menghadapi pertandingan terdekat melawan Perseba Bangkalan rabu sore besok (18/4). (*)

Positifnya, 4 Laga Gawang Deltras Masih Belum Kebobolan

Empat Laga Masih Perawan : Kiper Deltras, Bagus Prasetyo [foto : Romari]

DELTACYBER - Dari hasil minor yang diraih The Lobster kemarin sore (15/4) menjamu tamunya Persesa Sampang dengan skor akhir 0-0 di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Dengan berbagai evaluasi yang cukup menumpuk bagi tim pelatih.

Di sisi lain, ada hal yang patut di apresiasi dari performa tim dari 4 laga yang sudah dilakoni. Yakni, urusan lini belakang Deltras yang bermain lugas. Hasilnya 4 pertandingan tersebut, gawang Deltras yang dijaga kiper muda Bagus Prasetyo masih belum pernah kebobolan.

"Untuk urusan gawang saya belum kebobolan. Ini saya anggap sebagai bonus dari kerja keras lini belakang kami. Target pribadi saya, ya seharusnya semaksimal mungkin untuk tidak kebobolan di setiap laga." ungkap Bagus, mantan kiper Persinga Ngawi dan Psbs Biak tersebut.

Saat ditanya mengenai pertandingan selanjutnya, Deltras melawat ke kandang pemuncak klasemen sementara grup A versus Perseba Bangkalan (18/4). Bagus tetap optimis timnya mampu mencuri 3 poin.

"Bola itu bundar. Semua bisa terjadi. Posisi kami saat ini memang dibawah Perseba. Kalau tim bekerja keras, insyallah dapat hasil yang maksimal," imbuhnya. (*)

Kerja Keras Ivan Ramadhan, dan Loyonya Peran Danny Alvianes

Ivan Ramadhan (kiri) Dannya Alvianes (kanan)

DELTACYBER - Dari empat laga yang sudah dilakoni The Lobster. Meskipun belum terkalahkan menghasilkan 3 kali kemenangan dan sekali seri. Dengan poin murni 10 poin, namun harus dikurangi 3 poin akibat sanksi yang diterima dari FIFA menjadi 7 poin saat ini. Skuad Deltras Sidoarjo bukan tanpa celah. Pekerjaan rumah besar untuk jajaran tim pelatih menjadi sorotan tajam saat ini.

Puncaknya, kala Deltras menelan hasil seri 0-0 di kandang sendiri kemarin sore saat menjamu Persesa Sampang (15/4) di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Mengemban misi mengamankan 3 poin kandang, permainan Wimba Sutan cs malah justru loyo dan tanpa greget.

Empat laga, menurut Hanafi kesalahan yang terus diulangi lagi. Tiga striker Deltras, Guntur Agung di kiri, Dian Transiska di kanan, dan Wimba di tengah. Selalu menjadi kendala. Guntur dan Dian kerap masuk ke tengah, bukan melainkan menyisir sektor sayap. Juga, Wimba Sutan minim mendapat suplai bola-bola matang dari lini tengah. Tiga gol yang ia cetak, bukan dari permainan open play. 1 tendangan bebas, 1 pinalti, dan 1 bola rebound.

Lini tengah juga bukan tanpa masalah. Ini menjadi lini vital bagi tim. Peran gelandang bertahan mendapat sorotan. Dua gelandang bertahan yang selalu dimainkan inti adalah Ivan Ramadhan dan Dannya Alvianes di empat laga beruntun Deltras kemarin. Ivan Ramadhan yang berstatus sebagai pemain muda, justru lebih mobile dalam pergerakan, memotong bola serangan lawan, duel-duel keras di lini tengah. Di laga kemarin (15/4) bisa dibilang peran mantan punggawa Persekap Pasuruan itu sangat vital di tengah. Permainannya begitu menonjol dan taktis memutus serangan lawan dari lini tengah.

Sementara Danny Alvianes, dapat dikatakan laga sore kemarin menjadi penampilan dibawah performnya. Beberapa kali sering kehilangan bola dan tak mengejar bola. Sering salah dalam mengalirkan bola ke lini depan, telat mengcover pergerakan lawan, serta bingung menempatkan posisi. Mantan pemain Persegres Gresik di Liga 1 musim kemarin tersebut, seharusnya mampu menjadi leader di lini tengah bermodalkan pengalaman bermain dan kesenioritasnya di tim saat ini. 
Evaluasi secepatnya wajib dilakukan manajemen untuk menanggapi hasil seri di kandang sendiri kemarin. Terutama bagi jajaran pelatih yang mendapat sorotan tajam. (*)

Sunday, April 15, 2018

Evaluasi Tanpa Hasil, Mengulang Kesalahan Yang Sama


DELTACYBER - Bermain monoton, nyaris tidak ada peluang yang berbahaya, dan minim suplai umpan-umpan dari lini tengah ke depan membuat The Lobster bisa dibilang tak bisa mengembangkan permaian kala menghadapi Persesa kemarin (15/4).

"Ya kelemahan permainan kami sore tadi (15/4). Masih berada di 3 striker kami. Saya berulang-ulang. Guntur dan Dian memang punya tenaga, dia bisa bertahan namun saat menyerang tidak bisa sama sekali." kata Hanafi.

"Beberapa kali peluang di depan gawang, seharusnya berbahaya akhirnya lepas semua. Seperti saat bermain di Pamekasan kemarin (10/4), ada 10 peluang tetapi hanya tejadi 1 gol saja." ujar mantan pelatih Persegres Gresik dan Perseru Serui ini.

Hanafi menambahkan, problem tersebut juga terjadi saat Deltras menghadapi Maestro Parabola bermain di kandang sendiri (4/4) meskipun mampu menang 2-0.

"Juga pada saat laga home versus Maestro Parabola, sayap kiri kanan kita sebenarnya bagus, tetapi sayang sekali sudah di depan gawang, mereka selalu kehilangan momen." ungkapnya.

Seakan, jajaran pelatih selalu mengatak evaluasi dari laga-laga awal sampai pertandingan keempat. Namun, kenyataannya, permainan Deltras juga tak kunjung berkembang dan baik. Problem tersebut, selalu saja sama dan jajaran pelatih belum mampu memecahkan kebuntuan tersebut.

Tiga striker yang dipasang, yakni Guntur Agung, Wimba Sutan Fanosa, dan Dian Transiska, seakan bermain kebingungan. Apalagi untuk Guntur dan Dian. Permainan sayap ciri khas mereka seakan tak keluar.

Di lini tengah juga bukan tanpa kesalahan. Arif Ariyanto, Ivan Ramadhan dan Danny Alvianes juga beberapa kali membuat kesalahan, suplai-suplai bola ke depan bisa dikatakan minim sekali. Tak ada kreasi bola-bola daerah baik ke sayap ataupun ke Wimba.  Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Hanafi dan staff pelatih guna menghadapi laga selanjutnya kedepan. (*)

Hanafi Akui Lini Belakang Persesa Bermain Disiplin


DELTACYBER - Hasil seri di kandang sendiri harus diterima dengan pahit Deltras Sidoarjo di matchday ke-4 kemarin sore (15/4) menghadapi tamunya Persesa Sampang. Skor 0-0 menjadi skor akhir laga sore itu. Permainan The Lobster yang monoton saat menyerang, dan tidak berjalannya lini tengah ke depan menjadi problem head coach Deltras, Hanafi saat ini.

Ditambah, permanan lugas, disiplin, kompak dan tak terpancing emosi dari bek-bek Persesa saat menghadapi serangan Deltras menjadi kunci sukses tim asuhan David Agus itu mencuri satu angka dari Gelora Delta.

Pelatih kepala Deltras, Hanafi mengakui permainan lini belakang lawan bermain solid dan disiplin. "Pemain lawan bermain bagus. Mempunyai pertahanan yang kompak. Dan kami tidak bisa membobol pertahanan lawan," ujarnya sesuai pertandingan kepada awak media.

"Cuma yang saya sesalkan dari pertandingan tadi (15/4), beberapa official dari Persesa Sampang suka memprotes keputusan wasit. Kalau memang tidak terima, sekarang kan jaman sudah canggih. Mereka bisa mengevaluasi dari hasil rekaman video foto dll." imbuhnya.

Terlepas dari hal itu, Hanafi mempunyai pekerjaan rumah yang besar untuk timnya sendiri. Masalah yang sama dari laga pertama sampai keempat, masih terulang kembali. Tidak jalannya para gelandang mengalirkan bola kedepan menjadi hal yang utama. Dua sayap, juga nyaris tidak muncul memberikan permainan terbaiknya.

Jelas, ini menjadi pekerjaan rumah yang besar dan berat bagi jajaran pelatih. Persiapan mereka untuk mengevaluasi hanya dua hari, sebelum laga terdekat menjamu tuan rumah Perseba Bangkalan besok rabu (18/4) di stadion Gelora Bangkalan. (*)

Pil Pahit The Lobster, Di Kandang Sendiri Di Tahan Imbang 0-0 Oleh Persesa


DELTACYBER - Bermain di kandang sendiri, ditonton ribuan suporter fanatiknya Deltamania. The Lobster julukan Deltras Sidoarjo justru bermain melempem. Skuad Deltras hanya memperoleh hasil imbang 0-0 saat menjamu Persesa Sampang (15/4) di stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Misi mengamankan 3 poin di kandang, harus kandas. Setelah tim tamu, bermain cukup apik menahan gempuran serangan dari Deltras. Bermain dengan kekuatan penuh, The Lobster di awal babak pertama langsung memberi inisiatif tekanan ke lini belakang Persesa.

Beberapa peluang didapatkan, Arif Ariyanto. Tendangan bebasnya maupun tendangan dari luar kotak pinaltinya masih bisa diamankan kiper Persesa, Geas Falsa Kemar. Bermain disiplin dan tidak terpancing emosi, bek Persesa mampu bermain lugas di babak pertama. Hasil 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Deltras terus memberi tekanan. Namun, nyaris tidak ada serangan yang sangat berbahaya di depan gawang. Suplai-suplai bola dari lini tengah ke depan, bisa dibilang minim sekali. Juga, pergerakan pemain-pemain sayap Deltras bisa dikatakan tidak muncul sama sekali. Juga, ditambah peran gelandang Bertahan yang jomplang. Pemain muda Ivan Ramadhan yang selalu mobile, nyaris bekerja keras di laga sore kemarin untuk memutus serangan lawan.

Beberapa pergantian dilakukan Deltras. Masuknya Rezky Renaldy menggantikan Guntur Agung, Joko Prehaten menggantikan Wimba Sutan Fanosa, juga tak memberikan hasil yang maksimal. Di menit ke-66, wasit mengeluarkan dua kartu merah kepada Deltras dan Persesa. Sigit Hudowo yang dilanggar Husaini pemain Persesa bersitegang, yang akhirnya kedua pemain diusir wasit dari lapangan. Menit-menit akhir babak kedua, Deltras terus gencar menekan pertahanan Persesa. Lagi-lagi, bermain lugas, disiplin dan kompak menjadi kunci solidnya lini belakang Persesa. Hasil seri 0-0 bertahan hingga peluit panjang wasit ditiupkan.

Dengan skor tersebut, Deltras sementara ini masih berada di peringkat ketiga dengan 7 poin. Sementara, Persesa berada di peringkat ke 2 dengan 10 poin. Laga selanjutnya Deltras akan melakoni laga tandang berat menghadapi pemuncak klasemen sementara Perseba Bangkalan besok rabu (18/4) di stadion Gelora Bangkalan. (*)

Friday, April 13, 2018

Jelang Lawan Persesa, Ivan Ramadhan Tak Gentar Dengan Status Lawan Pemuncak Klasemen

Optimis menang : Ivan Ramadhan [foto : Romario]

DELTACYBER - Persesa Sampang hingga matchday ke-3, kini mereka masih berada di pemuncak klasemen sementara grup A dengan raihan 9 poin. Mereka besok minggu sore (11/4) akan bersua tuan rumah The Lobster julukan Deltras Sidoarjo di stadion Gelora Delta Sidoarjo, kick off pukul 15.15 wib.

Deltras sendiri saat ini di peringkat ketiga dengan 6 poin dibawah runner-up Perseba Bangkalan dengan juga 9 poin. Duel laga akhir pekan besok, menjadi laga penting bagi The Lobster. Pasalnya, mereka mengusung misi wajib mengamankan 3 angka di publik sendiri. Juga sebagai ganti pengurangan 3 poin akibat sanksi FIFA.

Salah satu punggawa muda Deltras, yakni Ivan Ramadhan mengaku dirinya dan semua rekan-rekannya optimis mampu mengatasi perlawanan tim tamu. Serta ia tak ingin menganggap remeh Persesa.

"Kalau saya pribadi menganggap semua lawan adalah seperti laga final. Jadi tidak ada yang mudah untuk dikalahkan," kata Ivan kepada redaksi Deltacyber.

Saat ditanya soal, tren positif yang didapat Persesa. 3 kali bermain 3 kali kemenangan dan berstatus sebagai capolista sementara grup A, apakah menjadi beban tersendiri saat berjumpa mereka di laga besok. Ivan tak terbebani dengan status Persesa yang kini sementara bertengger di peringkat pertama dan Deltras dituntut untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.

"Laga kandang ya kami optimis menang. Untuk masalah beban sendiri tidak ada. Karena kami juga sudah latihan dan mempersiapkan semuanya dengan matang," imbuh mantan pemain Persekap Pasuruan tersebut. (*)

Thursday, April 12, 2018

Lawan Persesa, Misi Amankan 3 Poin Kandang


DELTACYBER - Partai seru akan tersaji di stadion Gelora Delta Sidoarjo besok minggu sore (15/4) kick off pukul 15.15 wib. Deltras Sidoarjo bakal menjamu tamunya dari Sampang, Madura, Persesa Sampang. Kedua tim sampai matchday ke-3 grup A Liga 3 Jawa Timur 2018 masih belum menelan kekalahan. Deltras saat ini berada di peringkat ketiga dengan 6 poin hasil dari 3 kali bertanding dan 3 kali menang. Namun, sayang, 3 poin Deltras harus dikurangi karena mendapat sanksi pengurangan poin dari FIFA.

Sementara tamunya, Persesa Sampang yang dibesut pelatih kepala David Agus kini sementara menduduki pemuncak klasemen dengan 9 poin dari 3 kali berlaga semuanya mampu mengamankan 3 poin.

Kedua tim sama-sama minim kebobolan. Dari 3 kali pertandingan, gawang Deltras yang dijaga Bagus Prasetyo masih perawan dari gol lawan. Persesa dari 3 kali laga baru satu gol yang bersarang di gawang Persesa.

Untuk urusan membobol gawang lawan. Persesa lebih unggul ketimbang Deltras. Sudah 9 gol dicetak Persesa. The Lobster saat ini masih menjaringkan 5 gol hasil 3 gol Wimba Sutan Fanosa dan masing-masing satu gol Guntur Agung Ramadhan dan Dian Transiska.

Misi mengamankan 3 poin kandang, menjadi misi wajib Arif Ariyanto dkk di depan publik sendiri Deltamania besok minggu. Apabila berhasil mengamankan 3 angka, tentu persaingan papan atas grup A nantinya semakin ketat. Deltras berhasil meraih 9 poin dari 4 kali laga. Menyamain poin Persesa Sampang dan Perseba Bangkalan.

Usai menjamu Persesa Sampang (15/4), sesuai jadwal The Lobster kembali melakoni laga tandang kali ini versus tuan rumah Perseba Bangkalan (18/4) di stadion Gelora Bangkalan Madura. (*)

Hanafi : Lawan Persesa Anak-anak Harus Lebih Siap

Kerja Keras : Fitroh (kiri) bek Deltras saat berduel dengan pemain Cahaya Muda [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Matchday ke-4 besok minggu sore (15/4) bakal mempertemukan kedua tim yang sama-sama belum terkalahkan di grup A Liga 3 Jawa Timur 2018 sampai ke matchday 3. The Lobster yang bertindak sebagai tuan rumah bakal menjajal skuad muda tamunya Persesa Sampang. Di klasemen sementara, Persesa Sampang masih bertengger di puncak klasemen dengan raihan 9 poin dari 3 kali menang.

Sementara Deltras terus membuntutui di peringkat ketiga dengan 6 poin dari 3 kali main 3 kali menang. Sayang, Deltras terkena pengurangan 3 poin akibat sanksi FIFA. Di peringkat kedua ada Perseba Bangkalan hasil 4 kali bermain 3 kali menang dan sekali menelan kekalahan.

Pertandingan besok sore, diprediksi akan berjalan dengan sengit. Tuan rumah jelas menginginkan mengamankan 3 angka wajib di kandang. Dan Persesa juga mempunyai misi mencuri poin dari Gelora Delta.

Hanafi, head coach Deltras Sidoarjo menekankan anak asuhnya siap tampil all out di partai minggu sore besok. "Anak-anak harus lebih siap lagi. Dan kami akan mempersiapkan tim lebih matang lagi untuk laga melawan Persesa besok," ujar Hanafi.

Ia menambahkan, pemainnya sudah siap diturunkan semua. Tidak ada masalah bagi pemain yang cedera atau akumulasi kartu. Semua pemain siap ditampilkan.

Di kubu Persesa Sampang. Pelatih kepala mereka David Agus mengaku akan mewaspadai beberapa pemain kunci Deltras. "Kita pantau permainan calon lawan, siapa pemain kunci dan kelemahan lawan disebelah mana karena Minggu esok kita akan melawan Deltras," ungkapnya, seperti dikutip dari truman.id. (*)

Wednesday, April 11, 2018

Galeri Foto Cahaya Muda vs Deltras Sidoarjo (11/4)


DELTACYBER - Matchday ke-3 Deltras Sidoarjo terus memberikan tren positif dengan meraih kemenangan ketiganya. Deltras berhasil mencuri 3 angka dari kandang Cahaya Muda (11/4) di stadion R. Soenarto Wijaya Pamekasan, kick off 15.15 wib. Gol tunggal Deltras dicetak Dian Transiska di meni ke-38.

Berikut Galeri Foto Cahaya Muda vs Deltras Sidoarjo (11/4) =








Hanafi : Pengurangan Poin Tidak Pengaruh Ke Mental Bertanding Pemain

Hanafi : Mental Bertanding Pemainnya Tak Pengaruh Pengurangan 3 Poin [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - The Lobster harus menerima pengurangan 3 poin atas pelaksanaan putusan FIFA
Ref. No 170034 aja jo. Surat PSSI Nomor : 1198/PGD/207/IV-2018, pada musim Indonesia Super League 2011 silam. Pasalnya, skuad Deltras Sidoarjo belum membayar sisa gaji dari pemain asingnya Mijo Dadic.

Pemain yang pernah membela Persiba Balikpapan dan Pelita Bandung Raya tersebut akhirnya mengadu ke FIFA. Dan FIFA menjatuhkan sanksi berupa pengurangan 3 poin kepada Deltras di kompetisi resmi. Pengurangan 3 poin tersebut akhirnya sudah diterapkan Asprov PSSI Jatim pada matchday ke-2 Deltras kemarin (4/4) saat Deltras menjamu Maestro Parabola di kandang sendiri. Meskipun berhasil menang 2-0, namun, Wimba Sutan cs sama saja tidak meraih 3 poin.

Kini Deltras berada di peringkat ketiga klasemen sementara fase grup A dengan 6 poin hasil 3 kali bertanding 3 kali menang dan sudah dikurangi 3 poin. Pelatih kepala Deltras, Hanafi mengaku penerapan pengurangan 3 poin tersebut tak berpengaruh kepada mental bertanding anak asuhnya.

"Untuk persoalan pengurangan poin, saya rasa tidak berpengaruh kepada mental bertanding anak-anak. Karena kami ingin meraih kemenangan di setiap pertandingan kedepan," ujarnya.

Ia menambahkan, para pemainnya malah semakin terpacu untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan kedepan. "Anak-anak sendiri juga merasa yakin. Tetapi, saya tetap akan mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang ada," imbuh Hanafi. (*)

Menang Tipis 0-1 Dari Cahaya Muda, Deltras Tetap Evaluasi Kekurangan

Ketat : Dian Transiska (merah) ditempel ketat pemain Cahaya Muda [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Bermain di stadion R. Soenarto Pamekasan sore kemarin (11/4) dalam lanjutan matchday ke-3 fase grup A Liga 3 Jawa Timur 2018. The Lobster mampu mencuri 3 angka dari tuan rumah Cahaya Muda. Bermain di lapangan, yang bisa dibilang cukup buruk, karena tidak rata. Deltras menang tipis 0-1.

Gol semata wayang Deltras dicetak gelandang mudanya Dian Transiska di menit ke-38. Memainkan 3 punggawa seniornya, kapten Arif Ariyanto, Wimba Sutan Fanosa, dan Dannya Alvianes. Deltras langsung inisiatif menguasai lini tengah permainan. Beberapa peluang dari Dian Transiska dan Guntur Agung Ramadhan masih mentah di depan gawang Cahaya Muda.

Gol Deltras baru tercipta di menit 38. Skrimit di depan gawang Cahaya Muda, berhasil dimanfaatkan Dian. Sontekannya menggetarkan gawang Cahaya Muda, skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Deltras melakukan beberapa pergantian. Dian Transiska ditarik keluar lantaran mengalami sedikit cedera digantikan oleh Rezky Renaldy. Masuknya Renaldy, tak membuat Deltras mengendurkan serangan. Namun, sayang, ketenangan Renaldy di depan gawang lawan membuat ia selalu menyianyiakan peluang. Juga beberapa kali peluang dari Wimba Sutan yang masih belum mampu menggandakan skor.

Tuan rumah sendiri, yang bermaterikan hampir semua pemain muda. Menyerang sesekali ke gawang Deltras yang dijaga Bagus Prasetyo. Keunggulan Deltras 0-1 bertahan sampai peluit panjang ditiup wasit.

Hanafi, head coach Deltras usai pertandingan mengatakan pemainnya masih sering melakukan kesalahan di lapangan. "Anak-anak masih sering membuat kesalahan. Ini masih menjadi evaluasi kami," ujarnya kepada redaksi Deltacyber.

"Sebenarnya banyak peluang yang ada. Tetapi, anak-anak masih belum bisa memanfaatkan dengan baik," imbuhnya.

Bermain tiga kali, dengan tiga kali kemenangan, Deltras mengumpulkan 6 poin. Pasalnya, The Lobster harus menerima pengurangan 3 poin sanksi dari FIFA. Di pertandingan selanjutnya, Wimba Sutan dkk akan menjamu Persesa Sampang (15/4) di stadion Gelora Delta Sidoarjo. (*)

Sunday, April 8, 2018

Matchday ke-3 Deltras Tandang ke Pamekasan

Siap Laga Away Lagi : Dian Transiska, Deltras [foto : Facry Amsyahri]

DELTACYBER -  Delta Putra Sidoarjo (Deltras) harus menerima pil pahit di pekan kedua fase grup A Liga 3 Jawa Timur 2018 ini. Pasalnya, The Lobster mendapat sanksi dari FIFA perihal pengurangan 3 poin, dikarenakan tunggakan mantan pemain asingnya Mijo Dadic pada kompetisi Indonesia Super League 2011 silam yang kunjung tak terbayarkan. Hal itu, berimbas kepada manajemen tim yang sekarang memegang The Lobster dan Asprov PSSI Jawa Timur diminta PSSI serta FIFA menerapkan pengurangan 3 poin tersebut.

Dari dua laga kemarin, Deltras sebenarnya mengawali start cukup baik dengan 2 kali kemenangan beruntun dan belum kebobolan. 6 poin asli didapatkan, namun, sanksi tersebut sudah diterapkan dan kini dari dua laga yang sudah dijalani, Deltras hanya mendapatkan 3 poin.

Di pekan kedua ini, Deltras berada di peringkat ke-4 dengan 3 poin dari 2 laga. Matchday ke-3 The Lobster sudah didepan, yakni besok rabu sore (11/4) menghadapi tuan rumah Cahaya Muda di lapangan R. Soenarto Wijaya Pamekasan, kick off pukul 15.00 wib.

Tim tuan rumah sendiri, dari tiga laga yang sudah dilakoni. Tim asal Pamekasan tersebut belum meraih satu poin pun, alias sudah menelah 3 kali kekalahan. Bersua Cahaya Muda, bukan menjadi laga perdana bagi kedua tim. Di musim kemarin, The Lobster sukses mengalahkan Cahaya Muda baik di kandang maupun tandang dengan skor sama 2-0.

Namun, kini, jelas kekuatan tuan rumah berbeda dengan musim lalu. Wimba Sutan Fanosa cs tak boleh memandang sebelah mata. Bermain di kandang sendiri, tentu menjadi tambahan motivasi bagi Cahaya Muda untuk tampil ngotot berjumpa Deltras lagi.

Di kubu Deltras, pengurangan 3 poin, seharusnya bukan menjadi alasan untuk tak tampil fight di laga besok rabu. Perjalanan fase grup masih panjang, sistem home away harus dimanfaatkan benar oleh Deltras untuk bisa lolos ke babak 16 besar dari penyisihan grup ini. Hanya runner-up dan juara grup saja yang berhak lolos ke fase selanjutnya. Apalagi, motivasi setelah mampu menang 2 kali kemarin menjadi bekal untuk bisa melanjutkan tren positif mencuri 3 angka besok di kandang Cahaya Muda (11/4). (*)

Galeri Foto Deltras Sidoaro vs Maestro Parabola (4/4)


DELTACYBER - Hasil positif didapat skuad The Lobster julukan Deltras Sidoarjo pada matchday ke-2 kemarin sore (4/4) di stadion Gelora Delta Sidoarjo menjamu tamunya Maestro Parabola. Tim besutan pelatih kepala Hanafi ini, berhasil menang dengan skor 2-0. Dua gol Deltras dicetak Wimba Sutan Fanosa, semuanya di babak kedua yakni di menit ke-55 dan 65.

Berikut Galeri Foto Deltras Sidoaro vs Maestro Parabola (4/4) =