Sunday, April 15, 2018

Evaluasi Tanpa Hasil, Mengulang Kesalahan Yang Sama


DELTACYBER - Bermain monoton, nyaris tidak ada peluang yang berbahaya, dan minim suplai umpan-umpan dari lini tengah ke depan membuat The Lobster bisa dibilang tak bisa mengembangkan permaian kala menghadapi Persesa kemarin (15/4).

"Ya kelemahan permainan kami sore tadi (15/4). Masih berada di 3 striker kami. Saya berulang-ulang. Guntur dan Dian memang punya tenaga, dia bisa bertahan namun saat menyerang tidak bisa sama sekali." kata Hanafi.

"Beberapa kali peluang di depan gawang, seharusnya berbahaya akhirnya lepas semua. Seperti saat bermain di Pamekasan kemarin (10/4), ada 10 peluang tetapi hanya tejadi 1 gol saja." ujar mantan pelatih Persegres Gresik dan Perseru Serui ini.

Hanafi menambahkan, problem tersebut juga terjadi saat Deltras menghadapi Maestro Parabola bermain di kandang sendiri (4/4) meskipun mampu menang 2-0.

"Juga pada saat laga home versus Maestro Parabola, sayap kiri kanan kita sebenarnya bagus, tetapi sayang sekali sudah di depan gawang, mereka selalu kehilangan momen." ungkapnya.

Seakan, jajaran pelatih selalu mengatak evaluasi dari laga-laga awal sampai pertandingan keempat. Namun, kenyataannya, permainan Deltras juga tak kunjung berkembang dan baik. Problem tersebut, selalu saja sama dan jajaran pelatih belum mampu memecahkan kebuntuan tersebut.

Tiga striker yang dipasang, yakni Guntur Agung, Wimba Sutan Fanosa, dan Dian Transiska, seakan bermain kebingungan. Apalagi untuk Guntur dan Dian. Permainan sayap ciri khas mereka seakan tak keluar.

Di lini tengah juga bukan tanpa kesalahan. Arif Ariyanto, Ivan Ramadhan dan Danny Alvianes juga beberapa kali membuat kesalahan, suplai-suplai bola ke depan bisa dikatakan minim sekali. Tak ada kreasi bola-bola daerah baik ke sayap ataupun ke Wimba.  Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Hanafi dan staff pelatih guna menghadapi laga selanjutnya kedepan. (*)

0 komentar:

Post a Comment