Sunday, April 1, 2018

The Lobster Sukses Amankan 3 Poin di Laga Perdana

Guntur Agung : Setelah mencetak gol pertamanya kemarin (1/4) [foto : M.Ainul] 

DELTACYBER - Pertandingan awal fase grup A Liga 3 Jawa Timur 2018, Deltras Sidoarjo menghadapi tuan rumah Mitra Surabaya kemarin sore (1/4) di lapangan Karangan Wiyung Surabaya berakhir dengan kemenangan tim tamu 0-2. Skuad The Lobster sukses mengamankan tiga angka dalam laga perdana Liga 3 2018.

Dua gol Deltras dicetak oleh Guntur Agung Ramadhan di babak pertama dan Wimba Sutan Fanosa di babak kedua. Bermain di lapangan yang kondisinya cukup buruk, Deltras tampak kesulitan mengembangkan permainannya. Menurunkan tiga pemain seniornya yakni kapten Arif Ariyanto, striker Wimba Sutan Fanosa dan gelandang Danny Alvianes. Deltras langsung unggul cepat di menit ke-5.

Lolos dari jebakan offside, tendangan keras Guntur Agung sukses merobek jala Mitra Surabaya. Unggul 0-1, permainan lebih seru, kedua tim saling bermain terbuka. Tackle-tackle keras dari kedua tim menaikkan tensi pertandingan. Kapten tim Arif Ariyanto sempat tersulut emosi di pertengahan babak pertama dan mendapat kartu kuning. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, The Lobster langsung berinsiatif menyerang di menit-menit awal. Memperoleh tendangan bebas, tendangan Wimba Sutan berhasil menggandakan skor menjadi 0-2 di menit ke-49. Tertinggal 0-2, tuan rumah bermain lebih berani keluar menyerang. Beberapa kali peluang didapatkan Mitra. Namun, ketenangan didepan gawang masih menjadi masalah bagi para pemain muda Mitra Surabaya.

10 Menit menjelang bubaran, Deltras harus bermain dengan 10 pemain setelah stoppernya Ahmad Fitroh diganjar kartu kuning kedua. Namun, hingga peluit panjang ditiup wasit, skor 0-2 untuk kemenangan Deltras bertahan hingga usai.

Usai pertandingan, pelatih kepala Deltras Hanafi menyayangkan anak asuhnya yang terbawa emosi.
"Anak-anak sebenarnya harus bermain tenang. Sudah unggul 1 gol, seharusnya tidak boleh emosi, itu akan menjadi masalah. Dan permainan lawan berkembang, akhirnya pertandingan menjadi seru." ujarnya.

"Untuk kondisi lapangan ya menjadi masalah. Itu yang membuat permainan anak-anak susah untuk berkembang." ungkap Hanafi. (*)

0 komentar:

Post a Comment