Monday, December 31, 2018

VW Sukses Bawa Promosi Sampai Tak Sanggup Bayar Gaji Pemain

Vigit Waluyo : Manajer Deltras kala itu, Vigit Waluyo

Promosi ke ISL 2010 Sampai Akhirnya Pindah Manajemen

DELTACYBER – Klub Delta Putra Sidoarjo (Deltras) memang pernah Berjaya di kompetisi Divisi Utama musim 2009. Kala itu, The Lobster julukan Deltras mampu menjadi tim jago kandang, dengan tak pernah menyentuh kekalahan saat bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Malah, pernah mendapat julukan tim raja pinalti dari suporter lawan, saat menghadapi Deltras.

Di musim 2009 itu Fery Aman Saragih dkk, akhirnya mampu melewati fase grup dengan mulus. Juga saat berlaga di babak delapan besar, yang juga dihelat di GDS. Di semifinal pun, The Lobster berhasil melewati hadangan Kabau Sirah julukan Semen Padang. Sekaligus memastikan diri promosi kembali ke Indonesia Super League (ISL) 2010. Karena hanya tiga tim yang diambil untuk lolos ke ISL 2010.

Meskipun di partai puncak DU 2009 saat itu, Deltras harus mengakui keunggulan Persibo Bojonegoro melalui babak tos-tosan adu pinalti. Namun, yang terpenting, adalah tiket promosi kembali ke ISL. Sebelum bermain di DU 2009, Deltras berstatus tim degradasi. Dari kompetisi ISL gelaran perdana musim 2008.

Di jaman itu, kesuksesan The Lobster tak lepas dari kerja keras official, pemain, dan jajaran pelatih. Selain mereka, Deltras saat itu masih dimanajeri Vigit Waluyo (VW). Yang sekarang ini, menjadi trending topik dengan kasus menimpa dirinya.

     Dengan isu-isu mengenai mafia dan pengaturan skor yang melibatkan dirinya. Apalagi, namanya disebut-sebut dalam sebuah acara talk show di televisi swasta beberapa waktu lalu. Juga di channel youtube presenter kenamaan, Najwa Shihab.

Di ISL 2010, Vigit Waluyo pun masih menangani Deltras. Namun, saat itu, sang putri Ayu Sartika lah yang maju menjadi manajer. Tetapi, Vigit Waluyo juga masih cawe-cawe Deltras kala itu.

Jalan terjal ISL 2010 memang berat. Naik kasta ke liga teratas pun dilalui Deltras dengan tertatih-tatih. Julukan jago kandang masih tersemat di Deltras saat masih bermain di GDS. Namun, kalau sudah melakoni laga away. Berharap satu poin pun sudah realistis kala itu. 

Kompetisi saat itu akhirnya menyisakan problem bagi Deltras. Pihak manajemen ternyata meninggalkan permasalahan. Masalah klasik, gaji pemain yang tertunggak masih saja menghantui tim. Gaji Marcio Souza cs harus tertunggak beberapa bulan di akhir musim. Dan manajemen tak mampu membayar gaji tersebut. Meskipun mereka berhasil menyelamatkan tim dari zona degradasi, dan bertahan di ISL 2011.

Hasilnya, manajemen baru Deltras untuk ISL 2011 datang. Mereka adalah Mafirion cs bersama anaknya Yudha Pratama, mantan manajer futsal tim nasional. Mafirion sendiri juga berstatus mantan pengurus PSSI kala itu.

Mereka akhirnya mampu melunasi gaji-gaji para pemain, dan mengambil alih manajemen dari tangan Vigit Waluyo dkk berpindah ke Mafirion. Dan membuat PT, bernama PT Delta Raya Sidoarjo (sampai sekarang, meskipun berlaga di Liga amatir, Liga 3).

Berbicara mengenai VW. Tentu tak lepas dari alm. H. Mislan. Ayah dari VW, yang juga pendiri dari Gelora Dewata. Cikal bakal Gelora Putra Delta tim plat merah Sidoarjo, sebelum berubah nama menjadi Delta Putra Sidoarjo (Deltras) hingga sekarang. VW dimasanya, era 2000-an memang dikenal sebagai manajer. Semasa bergeliat di olahraga kulit bundar, dia dikenal oleh kalangan pelaku sepakbola, mulai dari pemain dan pelatih memang berstatus manajer sebuah tim.

Sampai pada akhirnya, sekarang di berstatus bukan lagi sebagai manajer tim bola. Tetapi menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Karena terlilit kasus korupsi PDAM Sidoarjo dengan kerugian negara sebesar Rp 3 Milyar.

Dan pada tanggal 28 Desember lalu, VW akhirnya menyerahkan diri ke Kejari Sidoarjo. Dia diantarkan langsung oleh keluarganya menghampiri kantor Kejari Sidoarjo. Dan kini, VW berstatus sebagai tahanan kejaksaan, serta akan melanjutkan kasusnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) nantinya. (bud)

Tulisan : Muchammad Ainul Budi

0 komentar:

Post a Comment