Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Monday, April 16, 2018

Materi Pemain Diatas Rata-rata, Permainan Dibawah Rata-rata


DELTACYBER - Bila kita melihat materi skuad The Lobster musim ini. Manajemen tim, tentu tidak main-main dalam perekrutan pelatih serta pemain. Pelatih kepala, mantan pelatih Persegres Gresik dan Perseru Serui yang menukangi tim Liga 1 serta malang melintang di Liga Indonesia, Hanafi didatangkan. Didukung asisten pelatih muda arek Sidoarjo sendiri, Adi Putra Setiawan. Mantan pelatih fisik Persinga Ngawi, Nosa Ilvan Gilis dan pelatih kiper asal Sidoarjo sendiri Suroto.
Untuk urusan pemain.

Dari 23 pemain yang dikontrak manajemen tim, hampir separuhnya mantan punggawa tim Liga 2 dan beberapa Liga 1. Kita ulas dari posisi kiper hingga striker satu persatu. Di bawah mistar, Bagus Prasetyo menjadi kiper yang belum tergantikan, dimusim lalu ia menjadi punggawa Persinga Ngawi dan Psbs biak di Liga 2.

Ke lini belakang, ada nama-nama Ahmad Fitroh stopper andalan Deltras di 4 laga ini musim lalu menjadi pilar Persibo Bojonegoro. Juga ada Galih Maulana eks Persegres Gresik U19 tahun lalu. Akmal Fakhri, Sigit Hudowo, dan Levi Fahmi punggawa muda Deltras musim lalu yang dipertahankan di lini belakang.

Lini tengah, skuad The Lobster bisa dibilang mewah. Bercokol nama Arif Ariyanto pemain senior mantan pemain Persebaya, Arema, dan Persela itu didapuk sebagai kapten. Gelandang bertahan macam Danny Alvianes yang musim kemarin bersama Persegres Gresik di Liga 1. Deltras juga memulangkan dua pemain Sidoarjo Ivan Ramadhan mantan pilar Persekap Pasuruan Liga 2 dan Moch. Hari Siswanto eks Persewangi Liga 2 musim kemarin.

Belum lagi ada Dian Transiska, pemain asal kecamatan Buduran tersebut musim lalu bergabung bersama Persatu Tuban Liga 2. Juga ada nama, Guntur Agung Ramadhan eks pilar Blitar United sang juara Liga 3 2017. Moh. Mei Danang, eks kapten Persenga Nganjuk dan andalan Persibo Bojonegoro di Liga 3 2017 kemarin.

Di lini depan, tak diragukan lagi. Sosok Wimba Sutan Fanosa yang menjadi top skor tim dengan 23 gol musim lalu, kembali bersama The Lobster. Juga ada nama Rezky Renaldy pemain muda yang dipertahankan lagi untuk musim ini.

Dari komposisi materi pemain yang ada. Sebenarnya, materi pemain Deltras musim ini, dapat dikatakan sudah kenyang pengalaman di kompetisi. Baik Liga 3 maupun Liga 2. Banyak mantan pilar tim Liga 2 tahun kemarin yang berhasil didapatkan Deltras untuk musim ini. Juga ditambah pemain senior yang cukup mumpuni di Liga Indonesia.

Dengan begitu, tim pelatih jelas harus memaksimalkan materi pemain yang ada. Bila melihat dari 4 laga yang sudah dilakoni Deltras. Seakan, dari laga pertama sampai keempat, permainan The Lobster masih perlu banyak pembenahan di berbagai lini. Belum singkronnya antar lini menjadi problem tim pelatih saat ini kedepannya. 

Hal itu yang harus cepat di benahi oleh staff pelatih dalam menghadapi pertandingan terdekat melawan Perseba Bangkalan rabu sore besok (18/4). (*)

Positifnya, 4 Laga Gawang Deltras Masih Belum Kebobolan

Empat Laga Masih Perawan : Kiper Deltras, Bagus Prasetyo [foto : Romari]

DELTACYBER - Dari hasil minor yang diraih The Lobster kemarin sore (15/4) menjamu tamunya Persesa Sampang dengan skor akhir 0-0 di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Dengan berbagai evaluasi yang cukup menumpuk bagi tim pelatih.

Di sisi lain, ada hal yang patut di apresiasi dari performa tim dari 4 laga yang sudah dilakoni. Yakni, urusan lini belakang Deltras yang bermain lugas. Hasilnya 4 pertandingan tersebut, gawang Deltras yang dijaga kiper muda Bagus Prasetyo masih belum pernah kebobolan.

"Untuk urusan gawang saya belum kebobolan. Ini saya anggap sebagai bonus dari kerja keras lini belakang kami. Target pribadi saya, ya seharusnya semaksimal mungkin untuk tidak kebobolan di setiap laga." ungkap Bagus, mantan kiper Persinga Ngawi dan Psbs Biak tersebut.

Saat ditanya mengenai pertandingan selanjutnya, Deltras melawat ke kandang pemuncak klasemen sementara grup A versus Perseba Bangkalan (18/4). Bagus tetap optimis timnya mampu mencuri 3 poin.

"Bola itu bundar. Semua bisa terjadi. Posisi kami saat ini memang dibawah Perseba. Kalau tim bekerja keras, insyallah dapat hasil yang maksimal," imbuhnya. (*)

Kerja Keras Ivan Ramadhan, dan Loyonya Peran Danny Alvianes

Ivan Ramadhan (kiri) Dannya Alvianes (kanan)

DELTACYBER - Dari empat laga yang sudah dilakoni The Lobster. Meskipun belum terkalahkan menghasilkan 3 kali kemenangan dan sekali seri. Dengan poin murni 10 poin, namun harus dikurangi 3 poin akibat sanksi yang diterima dari FIFA menjadi 7 poin saat ini. Skuad Deltras Sidoarjo bukan tanpa celah. Pekerjaan rumah besar untuk jajaran tim pelatih menjadi sorotan tajam saat ini.

Puncaknya, kala Deltras menelan hasil seri 0-0 di kandang sendiri kemarin sore saat menjamu Persesa Sampang (15/4) di stadion Gelora Delta Sidoarjo. Mengemban misi mengamankan 3 poin kandang, permainan Wimba Sutan cs malah justru loyo dan tanpa greget.

Empat laga, menurut Hanafi kesalahan yang terus diulangi lagi. Tiga striker Deltras, Guntur Agung di kiri, Dian Transiska di kanan, dan Wimba di tengah. Selalu menjadi kendala. Guntur dan Dian kerap masuk ke tengah, bukan melainkan menyisir sektor sayap. Juga, Wimba Sutan minim mendapat suplai bola-bola matang dari lini tengah. Tiga gol yang ia cetak, bukan dari permainan open play. 1 tendangan bebas, 1 pinalti, dan 1 bola rebound.

Lini tengah juga bukan tanpa masalah. Ini menjadi lini vital bagi tim. Peran gelandang bertahan mendapat sorotan. Dua gelandang bertahan yang selalu dimainkan inti adalah Ivan Ramadhan dan Dannya Alvianes di empat laga beruntun Deltras kemarin. Ivan Ramadhan yang berstatus sebagai pemain muda, justru lebih mobile dalam pergerakan, memotong bola serangan lawan, duel-duel keras di lini tengah. Di laga kemarin (15/4) bisa dibilang peran mantan punggawa Persekap Pasuruan itu sangat vital di tengah. Permainannya begitu menonjol dan taktis memutus serangan lawan dari lini tengah.

Sementara Danny Alvianes, dapat dikatakan laga sore kemarin menjadi penampilan dibawah performnya. Beberapa kali sering kehilangan bola dan tak mengejar bola. Sering salah dalam mengalirkan bola ke lini depan, telat mengcover pergerakan lawan, serta bingung menempatkan posisi. Mantan pemain Persegres Gresik di Liga 1 musim kemarin tersebut, seharusnya mampu menjadi leader di lini tengah bermodalkan pengalaman bermain dan kesenioritasnya di tim saat ini. 
Evaluasi secepatnya wajib dilakukan manajemen untuk menanggapi hasil seri di kandang sendiri kemarin. Terutama bagi jajaran pelatih yang mendapat sorotan tajam. (*)