Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Friday, July 13, 2018

Egy Maulana dan Saddil Ramdani Diragukan Tampil

Dokter Timnas U19 (kanan) Ifran Akhmad Saat memberi pijatan di kaki Riyandi [foto : M.Ainul]

Pertandingan yang melelahkan kontra Malaysia di semifinal Piala AFF U-19 kemarin (12/7) membuat beberapa pilar Indonesia harus menepi mendapat perawatan dan terpaksa diganti.  Tiga pemain yang cukup mendapat perawatan serius kemarin ialah Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani dan kiper M. Riyandi. Ifran Akhmad selaku dokter tim Indonesia seusai latihan ringan sore tadi (13/7) di Lapangan Futsal, mengatakan kondisi mereka akan dilihat semua lagi besok.

"Saddil mengalami sedikit masalah pada punggung kakinya, jadi sedikit bengkak. Mereka bertiga akan kami evaluasi besok, untuk dapat dimainkan atau tidaknya," ujarnya.

M. Riyandi tidak mengalami cedera yang serius. Baru sehari juga penyembuhannya jadi progresnya bakal dipantau lagi oleh tim dokter. Sementara Egy yang terlihat cukup parah di laga kemarin diakui oleh Ifran ia mengalami kelelahan.

"Egy memang sedikit jet lag kemarin, dia mengalami perbedaan cuaca Polandia dengan Indonesia. Pasti berpengaruh dengan ototnya. Ketika oksigen berkurang ototnya otomatis mengalami cepat kelelahan," ucap Ifran kepada awak media.

Egy digantikan oleh Hanis dipenghujung babak kedua bukan karena benturan, ia memang benar-benar masih kecapekan dan perlu adaptasi kembali dengan cuaca di Indonesia, setelah ia sudah agak lama di Polandia.

"Selama dia mampu melanjutkan pertandingan saya rasa tidak ada masalah untuk tetap bermain, Egy sendiri yang mengatakan masih bisa melanjutkan," bebernya.

Dengan kondisi yang belum fit seperti ini, Ifran bakal melihat bagaimana perkembangan terbaru si pemain di hari H pertandingan besok.  Peluang dimainkan Egy tersebut tetap ada. Tetapi semua tergantung keputusan pelatih, seperti dimainkan sejak awal atau dari bangku cadangan dan menit bermainnya berapa lama.

Ifran menambahkan untuk Saddil peluang diturunkan kembali sepertinya belum bisa. Ia memastikan kondisi cedera Saddil bakal mendapatkan perhatian lebih lanjut.

"Kalau Saddil kemungkinan bermainnya agak kecil, karena cedera di punggung kakinya masih bengkak jadi agak sulit melakukan beberapa gerakan," imbuhnya. (m.ainul budi)

Jelang Revans Lawan Thailand, Timnas U19 Malah Latihan di Lapangan Futsal

Enjoy : Egy Maulana Vikri (tengah) di sesi latihan rutin sore tadi (13/7) [foto : M.Ainul]

Jelang pertandingan peringkat ketiga besok sabtu sore (14/7) berhadapan dengan Thailand di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pukul 15.30 Wib. Skut Garuda Nusantara malah memilih berlatih rutin di Lapangan Futsal, yang jaraknya tak jauh dari Hotel mereka menginap.

Pelatih kepala Indonesia memilih berlatih di Lapangan futsal bukan tanpa alasan. Indra ingin para pemainnya sedikit berlatih enjoy dengan suasana yang cair, baik official, jajaran pelatih, dan para pemain.

"Ya karena pertandingan melawan Malaysia kemarin (12/7) sangat melelahkan para pemain. Jadi sedikit enjoy dan rileks kita ajak bermain di lapangan futsal yang sedikit adem," ujar Indra.
Mengenai persiapan bersua kembali dengan tim Gajah Putih julukan tim Nasional Thailand. Indra mengaku tetap optimis dengan punggawanya bermain fight di setiap laga.

"Di setiap pertandingan ya harus yakin dan harus ambil manfaatnya. Besok lawan Thailand kita harus revans," ucapnya.

Saat ditanya apakah kekalahan dramatis atas Malaysia masih mempengaruhi mental bertanding Nurhidayat dkk di laga besok. Indra dan tim pelatih sudah membangkitkan dan memompa kembali semangat mereka.

"Tidak ada masalah untuk mental dan psikis pemain. Membangkitkan mental pemain ya termasuk mengajak mereka lebih rileks dan enjoy. Kita juga tadi pagi sudah bicara kepada mereka untuk melupakan hasil kemarin," tutup Indra. (m.ainul budi)

Kalah Drama Adu Pinalti, Indonesia Belum Bisa Melaju ke Final

Belum beruntung : Firza Andika (merah) terus dibayangi pemain Malaysia [foto : Facry Amsyahri]

Meski bermain aktraktif Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Malaysia melalui drama adu penalti 2-3 (1-1) dalam laga semi final Piala AFF U-19 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (13/7) malam.

Babak adu penalti terpaksa dilakukan karena saat waktu normal 2x45 menit kedua tim bermain imbang 1-1. Egy Maulana Vikri membawa Timnas U-19 memimpin pada menit ke-2. Sedangkan Malaysia menyamakan kedudukan lewat Syaiful Alias di menit ke-14.

Eksekutor Timnas U-19 yang berhasil menjalankan tugas adalah Muhammad Luthfi dan Todd Ferre. Sementara tendangan Witan Sulaeman dan Hanis Saghara ditepis kiper Malaysia Muhammad Azri, serta tendangan Firza Andika melambung.

Untuk algojo Malaysia, meski Zafuan Azeman gagal mencetak gol, Malaysia tetap unggul karena tendangan Shivan Pilay, Nabil Hakim, dan Nik Akif Syahkan masuk ke gawang M Riyandi.

Usai laga, pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, tetap mengapresiasi permainan anak-anak asuhnya. Ia mengaku skuatnya telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan.

"Saya jelas sangat berterima kasih kepada pemain, itu yang pertama. Kedua, menyoal permainan, kami sebenarnya mendapat angin segar ketika mampu unggul karena gol cepat," kata Indra.

"Sayangnya, apa yang kami wanti-wanti dan persiapkan untuk antisipasi bola-bola mati dari Malaysia yang beberapa kali cukup bisa membuat kami kedodoran. Jadi, gol kecolongan dari Malaysia tadi sudah kami antisipasi di sesi latihan maupun pertandingan. Kami (pelatih) juga sudah peringatkan kepada pemain, tetapi mereka bisa juga mencetak gol dari situasi itu. Pada babak kedua sebenarnya kami menguasai gim, beberapa peluang kami dapatkan dan memang tidak bisa menjadi gol," tambah pelatih berusia 55 tahun ini.

Sementara pemain belakang Timnas U-19, Asnawi Mangkualam Bahar mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia apalagi yang menonton langsung ke stadion.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan berupaya menampilkan yang terbaik. Situasi ini juga semua karena izin Tuhan, kami tidak bisa ke final," kata Asnawi.

Timnas U-19 selanjutnya menghadapi Thailand pada perebutan tempat ketiga di tempat sama, Sabtu (14/7) sore pukul 15.30 WIB. Sedangkan Malaysia memperebutkan gelar juara melawan Myanmar pukul 19.00 WIB.

sumber - www.pssi.org

PSSI Evaluasi Penyelenggaraan Piala AFF U-19

Berlindung : Official tim Malaysia berlindung di bawah tameng polisi dari lemparan botol [foto : Romario]

PSSI telah mengevaluasi penyelenggaraan turnamen sepak bola Piala AFF U19 yang berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur. PSSI menyampaikan permohanan maaf kepada tim Malaysia terkait insiden pelemparan botol plastik minuman dan benda lain oleh penonton seusai pertandingan babak semifinal melawan Indonesia, Kamis (12/7) malam.

“Federasi sepak bola Indonesia menyayangkan adanya insiden ini. Dengan ini kami meminta maaf. Kami juga telah mengevaluasi dan akan lebih memaksimalkan pengamanan untuk laga final nanti,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Tisha menambahkan, PSSI juga menyampaikan surat permohonan maaf kepada Federasi Sepak bola Malaysia (FAM).

Pertandingan Indonesia versus Malaysia di babak semifinal Piala AFF memang membawa emosional puluhan ribu suporter Indonesia yang memadati stadion Gelora Delta. Kendati demikian, sepanjang pertandingan suasana di stadion tetap kondusif dan laga kedua tim berjalan dengan normal.

Pertandingan harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Malaysia akhirnya memenangkan pertandingan dan mendapatkan tiket ke babak final untuk menghadapi Myanmar.

Kekecewaan penonton tak terbendung. Sejumlah penonton mulai melempar botol plastik minuman ke arah bangku pemain cadangan tim Malaysia. Pihak panitia penyelenggara yang dibantu petugas keamanan membantu mengamankan tim Malaysia dengan meminta mereka bergeser ke tengah lapangan.

Pihak keamanan kemudian membuat barikade dengan tameng sebagai pelindung. Tim Malaysia kemudian bergiliran keluar lapangan meski sejumlah penonton masih melempar botol plastik minuman.

“Ya, ini menjadi pelajaran buat kita semua. Kami juga berharap semua pihak kembali menjunjung semangat olahraga dengan nilai-nilai sportivitas, respek dan fairplay,” kata Tisha.

sumber - www.pssi.org