Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Monday, July 16, 2018

Preview Deltras vs Perseba : The Lobster Haus Kemenangan di Kandang


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) seakan haus kemenangan saat bertanding di kandang sendiri Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Bermodal hasil positif dalam dua laga sebelumnya di putaran kedua, dan rekor belum kebobolan selama 8 pertandingan. Membuat misi mengamankan poin sempurna di publik sendiri menjadi target yang diusung The Lobster.

Arif Ariyanto dan kolega akan kembali berlaga di matchday ke-9 lanjutan babak penyisihan Grup A Liga 3 Jawa Timur besok rabu sore (18/7) berhadapan dengan tamunya Perseba Bangkalan, di Gelora Delta kick off pukul 15.15 Wib.

Kedua tim berjumpa di putaran pertama lalu di Stadion Gelora Bangkalan (18/4), Deltras berhasil mempecundangi tuan rumah dengan skor cukup telak 0-4. Sumbangan tiga gol dari Wimba Sutan Fanosa dan satu gol Moch. Mei Danang membawa Deltras pulang ke Sidoarjo dengan kepala tegak saat itu.

Perseba sendiri di putaran kedua melakoni dua pertandingan terakhirnya dengan hasil buruk. Mereka menelan dua kali kekalahan yakni kalah 2-0 menjamu Mitra Surabaya (1/7) dan Surabaya Muda 2-4 (11/7). Sementara The Lobster mampu menang di dua laga tandangnya di putaran kedua, saat menang 0-3 atas Maestro Parabola (4/7) dan 0-1 dari Persesa Sampang (15/7).

Namun, dari dua pertandingan terakhir Deltras. Pelatih kepala Adi Putra Setiawan mengaku masih banyak kekurangan dari timnya. Di pertandingan terakhir ia menyoroti soal penyelesaian akhir lini depannya. Menurut mantan pelatih Deltras U-17 ini barisan strikernya terlalu banyak membuang peluang.

"Evaluasi untuk lawan Perseba kami akan perbaiki penyelesaian akhir. Para pemain harus bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk menjadi gol," ungkapnya.

Di laga besok, pemain Deltras tidak ada yang absen lantaran akumulasi maupun cedera. Stopper muda Akmal Fakhri yang di laga sebelumnya absne karena akumulasi kartu kuning, besok rabu sore sudah dapat diturunkan kembali. Juga tiga pemain senior macam Wimba Sutan Fanosa, Arif Ariyanto dan Zainal Abidin. (*)

Setiawan Soroti Peluang Yang Terbuang Sia-sia



DELTACYBER - Banyak peluang tercipta di matchday ke-8 Deltras Sidoarjo dalam lanjutan fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin minggu sore (15/7) kala menjamu tuan rumah Persesa Sampang di Stadion R. Soenarto Pamekasan. The Lobster berhasil membawa pulang poin absolut setelah menang tipis 0-1 atas Laskar Trunojoyo julukan Persesa.

Gol semata wayang Deltras dicetak Rezky Renaldy di menit ke-14 babak pertama. Sepakan kaki kanannya di dalam kotak pinalti, tak bisa dihalau kiper Persesa. Sebenarnya, tim tamu banyak mendapat peluang di depan gawang Persesa.

Beberapa kali strikernya Wimba Sutan Fanosa berhadapan dengan kiper lawan, sayang, tendangannya masih bisa ditangkap kiper, ataupun jalannya bola yang susah ditebak arahnya akibat kondisi lapangan yang kurang rata. Membuat Deltras hanya mencetak satu gol.

Juga beberapa peluang dari Guntur Agung Ramadhan striker pengganti Wimba di babak kedua, masih kesulitan menambah keunggulan Deltras. Adi Putra Setiawan head coach Deltras mengaku timnya masih perlu evaluasi lagi di laga selanjutnya. Ia menakankan pada penyelesaian akhir.

"Finishing masih menjadi persoalan bagi tim kami. Secepatnya akan kami asah lagi soal lebih baik memanfaatkan peluang menjadi gol," ujar Setiawan.

The Lobster bakal berlaga kembali di matchday-9 besok rabu sore (18/7) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Deltras akan bersua Perseba Bangkalan. (ainulbudi)

Gol Tunggal Renaldy Bawa Deltras Menang Atas Persesa

Menang Lagi : Rezky Renaldy pemain Deltras dibayangi pemain Persesa [foto : M.Ainul]

DELTACYBER - Satu-satunya tim yang dapat mencuri poin di Stadion Gelora Delta Sidoarjo di putaran pertama fase Grup A Liga 3 Jawa Timur kemarin, ialah Persesa Sampang. Tim yang sampai saat ini berada di puncak klasemen grup sementara, di putaran pertama lalu mampu menahan imbang Deltras 0-0. Padahal, The Lobster sendiri selalu sukses mengamankan tiga angka baik kandang maupun tandang di putaran pertama.

Mengusung target 'revans' kala berjumpa Persesa di putaran kedua laga minggu sore kemarin (15/7) di Stadion R. Soenarto Pamekasan. Deltras berhasil mempecundangi Persesa 0-1 (0-1). Persesa Sampang yang bertindak sebagai tuan rumah harus menjamu Deltras di Pamekasan, karena ada beberapa kendalan non teknis pertandingan tidak bisa digelar di Stadion Ratu Pamelingan Pamekasan yang menjadi homebase Persesa.

Bermain dengan kekuatan penuh, The Lobster sempat kesulitan dengan kondisi lapangan yang gersang dan tidak rata. Permainan umpan-umpan panjang kerap disajikan kedua tim. Namun, tim tamu dapat unggul di menit awal. Tendangan Rezky Renaldy di menit ke-14 membuat Deltras unggul 0-1. Tertinggal gol cepat, Persesa mencoba menyerang, sementara Deltras yang sudah unggul dapat memainkan tempo pertandingan dan sesekali keluar menyerang.

Beberapa kali peluang didapat Wimba Sutan Fanosa belum bisa menggandakan skor. Akhirnya Wimba ditarik keluar di pertengahan babak kedua digantikan Guntur Agung. Peluang yang didapat Guntur pun juga belum bisa menambah gol Deltras. Kemenangan tipis 0-1 Deltras atas Persesa mencatatkan kemenangan kedua The Lobster di putaran kedua kali ini. Sebelumnya Deltras berhasil mencuri tiga angka di kandang Maestro Parabola (4/7).

Namun, pelatih kepala Deltras Adi Putra Setiawan menyayangkan beberapa peluang yang didapat pemainnya tidak bisa menambah gol. Penyelesaian akhir masih menjadi kendala lini depannya.
"Alhamdulilah kami menang satu kosong. Kami bisa mencuri gol di menit-menit awal, kami sebenarnya mempunyai beberapa peluang, sayang finishing masih menjadi kendala," ucapnya.

Ia menambahkan seharusnya di babak pertama ada 3 sampai 4 peluang yang harusnya bisa menjadi gol. Tapi terbuang percuma. Penampilan anak asuhnya di babak kedua pun juga dinilai masih banyak kekurangan.

"Kalau fokus bertahan kami bermain bagus hari ini. Tetapi begitu membangun serangan balik, entah itu faktor lapangan yang kurang rata, yang jelas kami selalu kehilangan peluang," imbuhnya. (ainulbudi)