Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Friday, July 19, 2019

Brylian Aldama Senang Jumpa Deltras




DELTACYBER - Salah satu pemain asli Sidoarjo yang bermain di Timnas Indonesia U-19 tahun ini. Adalah Brylian Aldama. Gelandang andalan eks Timnas U-16 tahun lalu, yang menjuarai Piala AFF U-16 di Sidoarjo itu, kembali terpanggil oleh Fakhri Husaini sekarang ini. Dalam tahap seleksi 26 pemain, yang disiapkan untuk Piala AFF U-19 tahun ini.

Dari 26 pemain tersebut, nantinya hanya akan tersisa 23 pemain saja untuk Piala AFF U-19 2019. Brylian Aldama, tentu bakal berusaha semaksimal mungkin untuk kembali tembus di tim garuda nusantara U-19.

Kini, Timnas U-19 menjalani tiga laga uji coba di Sidoarjo. Salah satunya bakal menghadapi Deltras Sidoarjo, Sabtu (20/7) malam di Gelora Delta Sidoarjo. Kembali bermain di kota Delta, menjadikan Brylian Aldama dkk mengingat memori indah satu tahun lalu.

Apalagi, pertandingan uji coba menghadapi Deltras besok, menjadi laga spesial baginya. Sebab, sebagai warga Sidoarjo, Brylian dulunya juga penggemar Deltras. Dia kerap menonton langsung The Lobster berlaga di Gelora Delta.

"Ya, saya dulu sering nonton Deltras, waktu masih main di ISL. Apalagi waktu Danilo masih main bersama Cristiano Lopez," ujarnya kepada redaksi Deltacyber, sesuai latihan rutin Timnas di GDS.
Brylian mengaku cukup antusias, bermain dihadapan ribuan suporter. Yang diprediksi memadati Gelora Delta besok malam.

"Pertama saya sangat senang, bisa kembali lagi main di Sidoarjo. Di kota saya sendiri. Pengalaman juga bisa bermain lawan Deltras," katanya.

Selain itu, dia menuturkan akan mempersiapkan mental dengan baik. "Yang jelas harus mempersiapkan mental. Apalagi besok kemungkinan banyak suporter yang datang. Karena tidak semua pemain bisa menghadapi tekanan suporter segitu banyak," bebernya.

Karena menurutnya, bisa saja kehadiran suporter yang banyak itu dapat membuat mental pemain down.

"Tapi alhamdulilah, saya mendapat beberapa pengalaman bermain. Saat dihadapkan dengan tekanan suporter yang begitu banyak. Saya sendiri juga sudah siap," pungkas Brylian. (bud)

Sunday, July 14, 2019

Ajang Persiapan Piala AFF U-18


Untuk mematangkan persiapan, Tim Nasional Indonesia U-19 akan melakoni uji coba di Jawa Timur. Tiga klub yakni Persibo Bojonegoro, Deltras Sidoarjo, dan Persekabpas Pasuruan menjadi lawan uji coba Garuda Muda.

Uji coba akan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 18,20 dan 22 Juli mendatang. Tentu uji coba ini menjadi bekal positif untuk menghadapi Piala AFF U-18 yang akan berlangsung dari tanggal 4 sampai 18 Agustus 2019, di Vietnam.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa uji coba Timnas U-19 di Jawa Timur ini difasilitasi oleh Asprov PSSI Jawa Timur.

"Bagi Timnas U-19 uji coba ini menjadi ajang persiapan jelang Piala AFF U-18 nanti. Saat ini Timnas U-19 sedang menjalani pemusatan latihan di Cikarang. Mereka akan bertolak di Jawa Timur pada tanggal 16 Juli, " kata Ratu Tisha.

Sementara, Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhanuddin mengatakan telah siap menyambut kedatangan tin Garuda Muda ini.

“Tentu kita sangat antusias sekali Timnas Indonesia U-19 bisa menggelar uji coba di Jatim (Sidoarjo). Alasannya tentu ini bisa jadi pemanasan sebelum Liga 3 Jatim dumulai pada 26 Juli nanti,” kata Amir.

Selain itu, Amir mengatakan bagi masyarakat Jatim bisa turut memberikan dukungan dan doa untuk Timnas Indonesia U-19 yang akan bertanding di Piala AFF U-18 di Vietnam, agar kembali meraih juara.

“Ini sekaligus meminta doa restu pada masyarakat Indonsia, khususnya Jawa Timur untuk agar Timnas U-19 sukses di Turnamen Piala AFF U19 di Vietnam, semoga juara,” harap Amir.

sumber - www.pssi.org

Pelajaran Semangat 1992 ala Denmark

Skuad Juara Denmark 1992 [foto : dreamteamfc.com]

Dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi. Janganlah pernah bermimpi, asal dengan kerja keras dan keberuntungan. Itulah yang terjadi dengan timnas Denmark, pada Piala Eropa 1992. Datang sebagai tim pelengkap, setelah Yugoslavia dicoret dari kejuaraan. Karena perang saudara.  Tim yang berjuluk dinamit ini ditunjuk  oleh UEFA menggantikan Yugoslavia.

Dengan persiapan minim, mereka berangkat ke Swedia. Tempat kejuaraan di selenggarakan. Tergabung di grupa A dengan tuan rumah Swedia, Inggris dan Prancis, mereka mampu membuat kejutan. Menjadi runner-up grup dan lolos ke babak berikutnya.

Setelah mengalahkan Prancis di laga terakhir,dalam match semi final mereka bertemu juara bertahan Belanda. Lawannya, Belanda, masih dengan trio-nya yang menjadikan AC Milan raja di eropa sekaligus dunia, waktu itu. Yakni, Frank Rijkaard, Ruud Gullit dan Marco Van Basten.

Namun Denmark membalikkan semua prediksi. Tim dinamit lolos ke partai puncak. Setelah menang melalui babak tos-tosan adu penalti. Puncaknya di final, pada 26 juni 1992. Denmark menghajar raksasa Eropa, Der Panzer, julukan Jerman dengan skor 2-0.

Dengan persiapan minim skuad biasa-biasa saja, mereka bisa menjadi juara. Mirip dengan Deltras Liga 3 tahun tahun ini. Persiapan minim, skuad yang tak begitu mentereng, Deltras sebenarnya dapat mengikuti jejak Denmark.

Asal disertai dengan kerja keras, kerja sama tim dan tentunya faktor luck. Ya keberuntungan. Walaupun secara logika hal itu mustahil. Tapi kembali Lagi, di sepak bola apapun bisa terjadi. Dengan modal Pelatih yang mempunyai prestasi cukup bagus. Terbukti mampu membawa Blitar United lolos ke Liga 2 2017 lalu. Dan dibarengi dengan kekompakan semua elemen tim.

Semoga The Lobster bisa mengikuti jejak Denmark yang dipimpin oleh Richard Moller Nielsen. Semangat 1992 semoga bisa menular kepada The Lobster. Walaupun tanpa pemain top, tapi dengan tim terbaik. Deltras bisa Jadi juara. Semoga, karena semua itu harapan Deltamania. Harapan kita bersama.(*)

Penulis = Agustina Kris Purwanto.

Bakal Agendakan Pertemuan Rutin


DELTACYBER - Deltamania punya tugas cukup berat musim ini. Selain memikirkan bentuk dukungan kreatif di atas tribun. Beberapa pengurus pusatnya pun, menjadi penggerak di dalam manajemen Deltras.

Berdasar amanah dari Bupati Sidoarjo, dalam audiensi beberapa waktu lalu. Ditunjuklah manajer tim dari kalangan Deltamania sendiri. Disaat kondisi tim bisa dikatakan krisis saat ini. Deltamania memikul beban cukup berat.

Namun, beban berat itu terasa ringan, apabila semua elemen bersatu dan mendukung dengan hati. Serta kebanggaan. Sebuah pride, untuk kota tercinta. "Disaat tim ini terpuruk, apa yang bisa kita berikan. Bukan apa yang bisa didapatkan. Yang terpenting, kejujuran, tekad kuat dan transparansi manajemen," tutur Satriyo Adji, manajer Deltras musim ini.

Berlatar belakang suporter. Yoyok sapaan akrabnya, tak ingin, mengeyampingkan saran pendapat dari rekan-rekannya. "Rencananya kami akan buat agenda rutin pertemuan dengan suporter. Semacam sharing dua arah. Antaran teman-teman pengurus yang ada dilapangan dan di tribun," jelasnya.

Dia menambahkan, selama semua elemen mau bersatu. Kebangkitan secara perlahan tinggal menunggu waktu saja.(bud)

Penulis : Muchammad Ainul Budi

Saturday, July 13, 2019

Dukungan Tak Hanya Datang Dari Tribun


DELTACYBER - Setapak demi setapak mulai menjadi langkah awal Deltamania. Dalam hal mengelola Deltras jelang Liga 3 musim ini. Setelah mendapat mandat dari bupati, mau tidak mau, ya harus dijalankan. Untuk memanajemeni Deltras tahun ini.

Seleksi pemain, perekrutan pelatih, dan beberapa kali intensitas uji coba pun mulai bergulir. Total 24 pemain dengan empat pelatih menjadi bagian Deltras. Didukung ada empat pemain berstatus senior, selebihnya pemain muda.

Ya, langkah awal manajer Satriyo Adji alias mas Yoyok, dengan melibatkan rekan-rekan Deltamania. Wakil manajer, sekretaris, dan pengurus administrasi pun juga dari kalangan Deltamania. Ya, memang ada beberapa orang yang sudah berkecimpung di sepakbola Indonesia tiga tahun belakangan. Ada juga, pengurus yang sudah lebih dulu terjun di Ligina beberapa tahun silam. Namun, amanah lebih besar dan tanggung jawab lebih berat, mereka rasakan baru tahun ini.

Berat, sudah pasti. Tetapi, kalau dipikul bersama-sama akan terasa ringan. Apalagi, kritik dan saran yang membangun. Bukan hanya bisa nyinyir, tetapi tidak bisa apa-apa. Tong kosong nyaring bunyinya. Netizen yang dengan akun palsumu juga bisa melakukan hal itu. Apalagi, berlagak kura-kura dalam perahu. Pura-pura tidak tahu.

Ya, musim ini menjadi tantangan bagi Deltamania. Dukungan mereka baik dari belakang layar, dan di stadion harus sama-sama lantang. Lantang dalam arti, lantang bernyanyi. Lantang juga bergerak ke kanan dan kiri untuk memutar roda manajemen. Tapi, jangan berharap manajemen sehat dulu. Kembali lagi, ini liga amatir, dengan pemain amatir, rasa manajemennya pun jangan disamakan dengan tim Liga 2. Atau Liga 1. Kritis tapi harus realistis.

Berbagai ide untuk membantu Deltras agar lebih greng di awal musim ini pun mengalir. Meski, belum deras, tetapi, bentuk dukungan itu sudah mulai terlihat. Salah satunya, bentuk dukungan melalui sumbangan yan dilakukan oleh kawan-kawan suporter.

Dukungan membantu dengan membelikan air minum untuk latihan. Membantu dengan dana seikhlasnya untuk operasional. Dan peralatan latihan, macam jersey serta rompi.

"Sebagai wujud partisipasi dan bentuk kepedulian Deltamania pada Deltras, akhirnya muncul ide sumbangan itu. Semua hasil sumbangan akan digunakan di luar anggaran yang sudah dianggarkan nantinya," jelas Yoyok.

Lantas, banyak persepsi yang datang. Nyumbang gawe Deltras, opo manajemen gak isok nukokno ta ?. "Itu persepsi yang salah. Sekali lagi, semua itu muncul karena rasa memiliki. Bukan tidak mampu membiayai. Berapapun nominal dan wujudnya itu tidak penting. Yang perlu diapresiasi adalah kepedulian dan rasa ikut memilikinya dalam bentuk donasi," bebernya.

Masih lanjut Yoyok, sekecil apapun bentuk sumbangannya, sangalah besar artinya. "Bisa jadi, nanti kalau pemain berhasil menang, di traktir makan-makan sama Deltamania sebagai bonusnya. Tetapi, kalau bonus dana pasti juga akan diberi, sesuai dengan dana yang sudah dianggarkan," kata Yoyok.

Dan hal itu bakal disampaikan ke pemain dan pelatih. Bahwa, harapan suporter sangatlah besar. Untuk bisa berbuat maksimal serta berjuang mati-matian demi Deltras. "Karena sebagian yang pemain nikmati adalah doa dan harapan dari suporter. Apa yang ditunjukkan suporter ini semata juga mengguggah kepedulian semua pihak di Sidoarjo," ucapnya.

Ibaratnya, suporter saja bisa menyumbang untuk tim kebanggaan Sidoarjo ini. Masa stake holder terkait belum bisa memberikan dukungan untuk tim lokal Sidoarjo sendiri. "Kalau Deltamania saja yang masih sekolah bisa belikan air mineral untuk latihan, masa yang lain tidak bisa," pungkasnya. (bud).

Bersambung....
penulis : Muchammad Ainul Budi

Deltamania Pegang Langsung Deltras



DELTACYBER - Hasil audiensi perwakilan pengurus pusat Deltamania dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah  (28/6) membuahkan keputusan besar. Yang paling penting, pengelolaan klub di musim ini di tangan suporter. Ya, Deltamania.

Dalam audiensi kala itu, abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah, langsung menunjuk perwakilan Deltamania untuk menjalankan Deltras. Sebab, Deltamania sendiri juga tak menemukan sosok manajer yang pantas menahkodai The Lobster.

Satriyo Adji Utomo atau yang lebih akrab disapa mas Yoyok, ditunjuk oleh abah Ipul. Sebelumnya, Saiful Bakirok lah yang ditunjuknya untuk jadi manajer. Namun, karena beberapa hal, dia tak pantas mengemban amanah itu.

Siap tidak siap, sebenarnya menjadi sebuah dilema. Kenapa ?, pertanyaannya seberapa kuat Deltamania bisa membawa tim yang sedang terpuruk ini bisa lebih baik pencapaiannya. Ketimbang dua musim lalu. Sudah, janga bicara target. Sebab, target wajib Liga 2, promosi Liga 2, kudu munggah kasta, ojo dadi pelengkap Liga 3, tak berbanding lurus dengan persiapan tim. Terkadang, mengkritisi tanpa melihat realistis yang ada, seperti berbicara keras tapi menutup mata.

Namun, kembali lagi ke amanah dari abah Ipul. Deltamania sudah ditunjuknya untuk memanajemeni Deltras musim ini. Siap tidak siap, ya harus jalan. Singkatnya, persiapan seleksi pun dilakukan dengan cepat. Persoalan pelatih, sebernarnya, sudah ada ancang-ancang sejak lama, merekrut Gatot Mulbajadi. Pelatih yang membawa Blitar United juara back to back Liga 3 2016 dan 2017 lalu. Prestasi mentereng itu lah yang diharapkan, menular ke Deltras. Meski dengan persiapan mepet.

Akhirnya, Yoyok harus siap mengemban amanah itu. "Semua itu wujud dari rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Karena tahun ini bupati menunjuk langsung Deltamania yang menjalankan Deltras," terang Yoyok.

Lantas, bagaimana pembiayaan tim untuk mengarungi Liga 3 tahun ini. Kucuran dana langsung di back up penuh oleh abah Ipul. Dia tak ingin, Deltras absen dalam kompetisi tahun ini, dan tetap memberikan pembiayaan.

Tetapi Yoyok tak berjalan sendiri. Tentu, beberapa rekan-rekan pengurus Deltamania turut membantunya. Mulai mempersiapkan seleksi, menghubungi pihak sana sini, mengurus kelengkapan administrasi pemain, official, sampai patungan membeli air minum.

"Sesuatu yang berat pun bisa menjadi ringan. Saat semua elemen berusaha untuk bersatu dan tidak saling menjatuhkan," ucapnya.

Bisa jadi, ini sejarah pertama kali bagi Deltamania. Yang mengelola The Lobster secara langsung. (bud)


Bersambung....
penulis : Muchammad Ainul Budi

Friday, July 12, 2019

The Lobster Uji Coba Lawan Timnas U-19


DELTACYBER - Sebelum bergulirnya kompetisi Liga 3 musim ini. Delta Putra Sidoarjo (Deltras) kembali mengadakan uji coba. Kali ini, tim berjuluk The Lobster itu bakal menjamu skuad Garuda Muda, Timnas U-19.

Agenda uji coba dari Timnas U-19 serta Asprov PSSI Jawa Timur sebagai pelaksananya, memberikan tiga kali uji coba. Untuk Timnas U-19 di Sidoarjo. Tim besutan Fakhri Husaini itu, akan meladeni Persibo Bojonegoro, Persekabpas Pasuruan, dan tuan rumah Deltras Sidoarjo. Di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Regulasi laga uji coba tersebut, ketiga tim Liga 3 Jawa Timur itu, tak diperbolehkan memainkan para pemain seniornya. Sebab, lawan yang dihadapinya, tim yang masih under 19 tahun.

Berikut jadwal lengkap pertandingan uji coba tersebut :

Kamis, 18 Juli 2019
Persibo Bojonegoro vs Timnas U-19
Pukul 15.30 Wib, Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Sabtu, 20 Juli 2019
Deltras Sidoarjo vs Timnas U-19
Pukul 19.00 Wib, Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Senin, 22 Juli 2019
Persekabpas Pasuruan vs Timnas U-19
Pukul 15.30 Wib, Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Harga Tiket Uji Coba Deltras vs Timnas U-19


DELTACYBER - Pertandingan uji coba Deltras Sidoarjo melawan Timnas U-19 akan digelar hari Sabtu, 20 Juli mendatang. Laga uji tanding itu, rencananya kick off pukul 19.00 Wib, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Sementara itu, untuk harga tiket. Penonton dan suporter bisa membeli tiket langsung di loket stadion. Pada hari H pertandingan.

Berikut ini informasi tiket :

Ekonomi = Rp 35.000
Utama = Rp 75.000
VIP = Rp 100.000

Pembelian tiket bisa didapatkan di loket box Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada hari-H pertandingan.

Saturday, July 6, 2019

Pemain Belum Komplit



DELTACYBER - Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) keenam tahun ini, membuat beberapa pemain muda Deltras masih absen. Dalam sesi latihan rutin. Sebab, ada sejumlah pemain The Lobster yang masih membela timnya masing-masing.

Seperti Dzulfikar Ardiansyah (gelandnag), Giofani (gelandang) dan Levi Fahmi (stopper) yang masih bergabung besama tim Kota Malang. Dan Niko Ade Fernanda (winger) bersama tim Kabupaten Sidoarjo.

Dalam uji coba perdana, Jumat (5/7) lalu, keempat pemain itu harus absen.  "Pemain kami masih belum komplit. Karena beberapa pemain kami juga masih membela timnya di Porprov," jelas Gatot Mulbajadi, head coach Deltras.

Sebab, mereka berempat sudah resmi menjadi bagian tim Deltras Sidoarjo. Untuk mengarungi kompetisi Liga 3 musim ini. Sedangkan untuk Giofani sendiri, dia merupakan pemain baru di Deltras. Musim lalu dia menjadi pilar penting dari tim Persema Malang.

 Sementara untuk, Dzulfikar Ardiansyah, Levi Fahmi, dan Niko Ade tahun lalu sempat bergabung bersama Deltras. Hanya saja, Ardiansyah dan Levi berlabuh ke Persema, di fase 32 besar Nasional. (bud)

Benahi Kondisi Fisik


DELTACYBER - Baru berlatih bersama tiga hari, dan langsung menggelar uji coba, pada Jumat pagi (5/7) di Stadion Gelora Delta. Membuat, kondisi fisik pemain The Lobster benar-benar terlihat kedodoran.

Meski begitu, mereka mampu memenangi laga uji coba itu 2-1 atas Porprov Denpasar.
Pelatih kepala Deltras, Gatot Mulbajadi, mengakui hal itu. Stamina pemainnya masih belum seratus persen.

"Kedepan akan lebih kami genjot lagi soal fisik anak-anak. Seminggu kedepan coba kami fokuskan membenahi stamina mereka dulu," tutur mantan pelatih Blitar United ini, sesuai pertandingan.

Dia menilai, fisik anak asuhnya mulai menurun di pertengahan babak kedua. Kesalahan mendasar pun didasari stamina yang sudah terkuras.

"Karena di ujicoba perdana kemarin, banyak melakukan kesalahan mendasar. Seperti salah passing, karena mereka lelah," imbuhnya. (bud)

Uji Coba Perdana Tak Lihat Hasil


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) akhirnya memiliki tim tahun ini. Setelah melalui berbagai proses yang cukup rumit. Deltamania akhirnya kembali menyaksikan tim kesayangannya berlaga di kompetisi musim ini. Liga 3 2019.

Audiensi bersama Bupati Sidoarjo, Saiful Illah beberapa waktu lalu, langsung menghasilkan keputusan. Salah satunya, Saiful Illah tetap ingin Deltras turut ikut di Liga 3 musim ini. Dan menunjuk Satriyo Adji Utomo, sebagai manajer tim.

Setelah menggelar seleksi pemain dalam tiga hari. Deltras langsung menetapkan 24 pemain. Dan langsung mengadakan uji coba. Jumat pagi (5/7), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Deltras berujicoba melawan tim Porprov Denpasar.

Meski baru berlatih tiga hari. Namun, skuad The Lobster mampu menang tipis 2-1 (2-1) atas tamunya. Sempat tertinggal dulu 0-1 lewat gol tendangan bebas lawan. The Lobster come back melalui gol Guntur Agung dan Alfinu di babak pertama.

Babak kedua, kedua tim sama-sama merotasi pemain. Namun, sampai peluit panjang ditiup wasit, skor 2-1 bertahan hingga usai.

"Tim ini baru beberapa kali latihan saja. Tetapi alhamdulilah uji coba kali ini anak-anak bisa menang. Saya juga tekankan kepada pemain, uji coba perdana ini tidak mencari kalah menang," tutur Gatot Mulbajadi, pelatih Deltras.

Gatot menyebut, jajaran pelatih ingin melihat kualitas pemainnya. Dalam laga uji coba perdana tersebut.

"Kalau bicara kondisi fisik, di babak kedua anak-anak sedikit drop. Karena memang baru tiga kali latihan bersama. Tetapi dua gol kami prosesnya luar biasa. Kami latih di sesi latihan rutin kemarin," imbuh pria yang akrab dipanggil Gatot ini.

Sementara itu, di kubu lawan, pelatih kepala Porprov Denpasar, Agung Bramastra, mengakui build up yang dilakuan anak asuhnya masih kurang sempurna. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dia lakukan.

"Organisasi transisi kami masih ada miss komunikasi. Lawan juga jauh lebih berpengalaman dengan anak-anak. Secara progres, permainan kami ada perkembangan selama persiapan ini," ujarnya. (bud)

Friday, June 28, 2019

Hasil Audiensi, Deltras Tetap Main Musim Ini


DELTACYBER - Setelah diambang ketidakjelasan. Mengenai jadi bermain atau tidak dalam kompetisi amatir Liga 3 musim ini. The Lobster julukan Deltras Sidoarjo akhirnya menemui titik terang.

Setelah perwakilan Deltamania, manajemen dan Bupati Sidoarjo Saifull Illah duduk bersama. Di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jumat (28/6) kemarin. Audiensi tersebut membahas kelanjutan Deltras yang akan berlaga di Liga 3 tahun ini.

Setelah beradu argumentasi, serta memaparkan kondisi The Lobster sekarang ini. Abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah, akhirnya memberikan lampu hijau. Atas keikutsertaan Deltras yang harus tetap berlaga.

"Deltras harus tetap beralag musim ini. Ayo segera tunjuk pelatih dan pemain," tegasnya.

Lebih lanjut, kelanjutan The Lobster untuk mengarungi kompetisi musim ini berada di tangan Deltamania. Namun, tetap dengan bantuan abah Ipul.

"Soal pendanaan saya yang back up. Peranan penting sekarang ada di Deltamania," ujarnya.

Bahkan penunjukkan managerpun sudah dilakukan di audiensi tersebut. Abah Ipul pertama langsung menunjuk Saiful Bakirok ketum Deltamania sebagai manajer. Namun, Bakirok dirasa tak pantas. Akhirnya, manajer tersebut jatuh kepada Satriyo Adji Utomo. Atau yang biasa disapa mas Yoyok. Yang merupakan sekretaris Deltamania. (bud)

Friday, June 21, 2019

Equinoc Support Asprov PSSI Jatim



Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Kapal Api PSSI Jawa Timur 2019, Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur menjalin kerja sama dengan Equinoc asosiasi perlengkapan olahraga Indonesia.

Sebagai asosiasi yang mewadahi produsen perlengkapan olahraga level UKM di Indonesia, Equinoc, yang mewadahi UKM-UKM produsen perlengkapan olahraga memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk memberikan endorsement kepada klub-klub liga 3 regional Jawa Timur.

Seluruh klub peserta Liga 3 Jawa Timur akan menggunakan apparel yang menyediakan kostum kandang dan tandang mereka. Tindakan ini merupakan terobosan baru Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, setelah musim lalu menjalin kerjasama dengan apparel anyar, Fitsee.

Secara total, saat ini ada 11 apparel yang telah memberikan komitmennya untuk memasok kostum untuk tim-tim Liga 3 Jawa Timur.

Kerja sama ini diharapkan dapat menguntungkan kedua pihak, dimana klub-klub dapat memperoleh dukungan dari apparel, sementara itu apparel ini dapat memperoleh pengalaman baru, serta memperluas pasar mereka di Jawa Timur.

Peluncuran kostum yang akan digunakan para peserta Liga 3 Jawa Timur rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Juni 2019, disusul oleh penjualan resmi kepada para suporter.

Diharapkan sebelum kick off Liga 3 Jawa Timur, seluruh suporter telah dapat mendapatkan kostum tim kesayangan mereka yang berlaga di Liga 3 Jawa Timur.(*)

sumber - www.pssijatim.com

Friday, June 7, 2019

Rully Nere Ingin Timnas Wanita TC di Sidoarjo Lagi


DELTACYBER - Garuda Pertiwi sepertinya sudah nyaman saat menggelar seleksi pemain sekaligus pemusatan latihan di bulan puasa kemarin. Mereka memanggil 36 pemain mulai tanggal 10 sampai 24 Mei lalu untuk seleksi guna persiapan Piala AFF wanita tahun ini.

Pelatih kepala Garuda Pertiwi, Rully Nere mengaku mendapat sambutan positif dari masyarakat Sidoarjo dalam seleksi dan TC tersebut selama di kota Delta.

Sebab, saat menggelar latihan rutin di Stadion Jenggolo maupun uji coba, dukungan dan antusias masyarakat cukup bagus. Apalagi, Timnas Wanita baru pertama kalinya TC di Sidoarjo.

"Satu minggu setelah lebaran kami akan mulai menggelar TC lagi. Saya minta di Sidoarjo lagi. Karena disini banyak dukungan dari insan sepakbola dan suporter," tutur Rully Nere seusai laga ujicoba terakhir di Sidoarjo (24/5) lalu.

Dia menambahkan, dukungan suporter yang datang saat laga ujicoba, dapat menaikkan semangat anak asuhnya di lapangan.

Sementara itu, jajaran pelatih pun sudah mengantongi pemain yang akan mengisi skuad Garuda Pertiwi nanti. "Sudah ada gambara pemain yang akan kami kurang. Mungkin 11 atau 12 pemain," jelasnya.

Untuk pengumuman pemain siapa saja yang akan masuk Garuda Pertiwi nanti. Rully Nere, menyebut, pihaknya bakal menyetor nama-nama tersebut ke PSSI terlebih dahulu. (bud)

Tim Belum Tunjukkan Progres Persiapan


DELTACYBER - Kick off kompetisi amatir Liga 3 zona Jawa Timur akan diputar akhir bulan Juli mendatang. Tepatnya tanggal 27 Juli. Tim PSM Madiun bakal menjadi tuan rumah laga pembuka.

Sementara itu, The Lobster julukan Deltras Sidoarjo hingga sekarang ini, masih saja belum menunjukkan progres persiapan tim. The Lobster masih belum menunjuk jajaran pelatih dan menggelar seleksi pemain.

Persiapan yang mepet, yang nyaris tidak sampai dua bulan tentu bakal menjadi kendala bagi Deltras. Untuk persiapan matang klub mengarungi Liga 3 musim ini. Persiapan kurang dari dua bulan harus dimaksimalkan benar oleh Deltras, minimal untuk lolos dari babak penyisihan grup.

Sebab, realistis saja, lolos dari fase grup dan lolos dari babak 16 besar nanti, menjadi target terdekat bagi Deltras. Untuk dapat meraih tiket lolos ke babak selanjutnya, seperti zona Jawa sampai ke babak 32 besar nasional. (bud)

Tuesday, May 21, 2019

Timnas Wanita Gelar Uji Coba



Timnas Wanita Indonesia menjalani  rangkaian uji coba untuk mematangkan permainan dan mendapatkan formasi ideal. Laga uji coba dilangsungkan di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Jawa Timur, mulai Senin (20/5) petang, sampai Jumat (25/5).

Pada uji coba pertama Senin kemarin, Timnas menang 16-0 atas klub Srikandi Mojopahit Mojokerto. Pelatih kepala Tim Nasional Wanita, Rully Nere menyatakan uji coba yang berlangsung selama 5 hari berturut-turut ini sengaja dilakukan untuk menemukan komposisi dan kerangka tim untuk turnamen terdekat yakni Kejuaraan AFF Wanita pada Agustus mendatang.

“Ini uji coba pertama, tujuannya tak lain agar pemain-pemain ini menerapkan apa yang sudah dilatih selama ini. Seminggu terakhir kami tim pelatih memberikan pola permainan dan prinsip bermain kolektif, tinggal kita nilai pemain ini menerapkannya atau tidak di laga uji coba ini” ungkapnya.

Bermain selama 2x45 menit, skuat Garuda Pertiwi berhasil mencatatkan kemenangan atas Srikandi Mojopahit dengan skor telak 16-0. Febriana Kusumaningrum asal Jawa Tengah mencatat gol paling banyak yakni 4 gol, diikuti rekan sedaerah Risqiyanti sebanyak 3 gol, Anggi Puspita Sari asal D.I Yogyakarta dan Jesella Arifya asal Kalimantan Timur masing-masing 2 gol, serta Ade Mustikiana, Yudith Sada, Octavianti Dwi Nurmalita, Nurhayati dan Mayang ZP yang juga masing-masing berkontribusi dengan mencetak 1 angka.

Namun kemenangan besar di laga uji coba ini tak menjadi fokus dari Rully Nere. Pelatih berusia 62 tahun ini menekankan bukan besarnya angka kemenangan yang patut dirayakan, namun melihat secara rinci lagi proses dari terciptanya gol yang jauh lebih penting pada laga uji coba yang dilakoni oleh skuat polesannya. “Harus diakui lawan memang dibawah, tetapi cara bermain yang harus dinilai di sini. Bukan hasil, tetapi cara kerjasama hingga gol itu tercipta, belasan gol untuk hari ini, tetapi hanya beberapa saja yang benar-benar melalui proses yang selama ini diterapkan”

Menyangkut jadwal pertandingan uji coba yang berlangsung 5 hari secara berturut turut tanpa henti, Rully mengatakan “Sampai sekarang masih cari komposisi tim yang pas, untuk sebelas pemain pertama yang akan diturunkan, makanya hari ini sedikit berbeda pemain utama yang diturunkan. Tidak semua pemain dimainkan full di 5 laga uji coba karena banyak juga yang berpuasa, jadi pemain yang diturunkan bergantian dan komposisinya bisa berbeda di tiap laga. Saya akan kasih kesempatan untuk semua bermain yang menunjukkan kemampuan mereka”

Di sisa 4 hari berakhirnya seleksi dan pemusatan latihan, Timnas Wanita akan melakoni 4 uji coba pada 4 hari berturut-turut. Berikut jadwal uji coba Timnas Wanita Indonesia:

Selasa, 21 Mei 2019, 16.00 WIB
Stadion Jenggolo, Sidoarjo
vs Krian United Putra U-15

Rabu, 22 Mei 2019, 20.00 WIB
Stadion Gelora Delta, Sidoarjo
vs Persema Putri Kota Malang

Kamis, 23 Mei 2019, 16.00 WIB
Stadion Jenggolo, Sidoarjo
vs Gala Siswa Indonesia (GSI) Select Sidoarjo Putra U-15

Jumat, 25 Mei 2019, 16.00 WIB
Stadion Jenggolo, Sidoarjo
vs Persida Putri Sidoarjo

sumber - www.pssi.org

Regulasi Pemain Berubah



DELTACYBER - PSSI kembali meralat regulasi untuk kompetisi amatir Liga 3 musim ini. Sebelumnya, PSSI memberikan regulasi dengan batasan pemain usia maksimal 22 tahun. Dengan kelahiran maksimal 1 Januari 1997 tanpa adanya pemain senior.

Namun, federasi sepakbola Indonesia itu akhirnya merubah regulasi pemain. Mereka mengirimkan surat pemberitahuan kepada semua klub Liga 3 pada tangal 15 Mei lalu. Yang isinya mengenai regulasi pemain Liga 3 musim ini.

Setiap klub diperbolehkan mendaftarkan lima pemain senior. Namun, hanya tiga pemain senior saja yang boleh dimasukkan ke dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) pertandingan. Dua pemain senior lainnya, tidak boleh masuk ke dalam DSP tersebut.

Pendaftaran pemain pun, sampai sekarang ini belum ada informasi. Untuk batas terakhir tanggal pendaftaran. (bud)

Asprov Bakal Gelar Workhsop



DELTACYBER - Komitmen Asprov PSSI Jatim dalam meningkatkan performa pengelolaan kompetisi bukan sekadar pepesan kosong. Selain melakukan verifikasi ketat terhadap tim kontestan kompetisi Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim 2019, rencananya ada 4 agenda workshop sebelum kompetisi diputar.

Dimulai dari workshop panpel, workshop general coordinator, workshop media officer, dan workshop pelatih.

“Workshop ini wajib diikuti oleh perwakilan tim peserta. Supaya mereka mengetahui aturan-aturan dalam menggelar pertandingan serta wilayah kerja masing-masing.

Sehingga pelaksanaan kompetisi berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan rencananya di workshop pelatih nanti dipimpin oleh direktur teknik sekaligus instruktur AFC asal Kuwait, Bader A SH Ahmad,” ujar Amir.

Selain menggelar Workshop, Asprov PSSI Jatim berencana akan melibatkan Polda Jatim dalam susunan anggota Komisi Disiplin. “Ini masih wacana, tapi yang pasti kami ingin pertandingan berjalan tertib dan lancar,” ujar Amir.

Asprov PSSI Jatim belajar dari kasus kerusuhan yang terjadi pada pertandingan antara Persid Jember lawan Sindo di Liga 3 musim lalu. Saat itu, pemain kedua tim saling adu pukul dan membuat pertandingan kacau.

“Mudah-mudahan edukasi yang kami lakukan hari ini berbuah positif bagi penyelenggaraan Liga 3 Jatim musim ini,” harapnya.(*)

sumber - www.pssijatim.com



Tergabung di Grup H, Deltras Jumpa Persema Lagi



DELTACYBER - Operator kompetisi amatir Liga 3 zona Jawa Timur, yakni Asprov PSSI Jawa Timur sudah menggelar manager meeting sekaligus drawing grup, tadi siang (21/5). Bertempat di Hotel Novotel Surabaya, perwakilan tim Deltras Sidoarjo pun juga turut hadir.

Dalam drawing tersebut, The Lobster akhirnya masuk di grup H. Masing-masing grup berisikan lima klub. Deltras satu grup bersama Sumbersari Fc (malang), Persema Malang (Malang), Putra Jombang (Jombang), dan Sinar Harapan (Sidoarjo).

Dengan hasil drawing tersebut, Deltras kembali berjumpa Persema Malang. Lawan yang menjadi batu sandungan bagi The Lobster di babak ke-II zona Jawa musim lalu. Saat itu, langkah Deltras harus terhenti usai kalah agregat 2-3 dari Persema Malang.

Tahun ini, Deltras kembali bersua Persema di fase grup zona Jatim. Babak penyisihan grup sendiri berformat kompetisi full, alias home away. Nantinya, babak 16 besar akan digelar home tournament. (bud)

Wednesday, May 8, 2019

Timnas Putri TC di Sidoarjo



DELTACYBER - Pelatih Tim Nasional Wanita Indonesia, Rully Nere, memanggil 36 pemain untuk ikut pada seleksi sekaligus pemusatan latihan (TC). Agenda ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi Piala AFF Wanita 2019 yang akan berlangsung di Thailand pada 15-27 Agustus mendatang. Seleksi dan TC akan berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, mulai tanggal 10 hingga 24 Mei 2019.
36 nama pemain yang dipanggil, tak hanya dari skuat Timnas Wanita sebelumnya yang bermain ke Myanmar untuk mengikuti babak Kedua Kualifikasi Asia Pra Olimpiade. Namun terdapat nama-nama baru yang didapat dari hasil pemantauan pada kompetisi Piala Pertiwi 2018 yang baru berakhir pekan lalu.
“Proses seleksi selalu dilakukan pada pemusatan latihan yang digelar. Terakhir dilakukan pada saat tim nasional wanita mengikuti Babak Kedua Kualifikasi Asia Pra Olimpiade di Myanmar dan gelaran Piala Pertiwi. Kami tim kepelatihan Timnas Wanita selalu datang dan memantau di sana” ungkap pelatih Tim Nasional Wanita, Rully Nere
Rully menambahkan, ada beberapa nama yang dicoret dari skuat Timnas sebelumnya dan tidak akan mengikuti seleksi maupun pemusatan latihan di Sidoarjo, Jawa Timur kali ini. Ada berbagai alasan, terkait kondisi pemain, serta sikap ketika berada di luar dan dalam lapangan. "20 pemain yang sempat dibawa beberapa waktu lalu tidak semuanya akan kembali terpilih kembali. Ada beberapa pemain yang akan saya pertahankan, ada yang terpaksa saya coret karena sedang cedera, maupun karena sikap yang tidak terlalu bagus. Sekitar 7-8 orang saya coret. Sisanya saya akan kasih kesempatan bagi mereka yang tampil baik di Piala Pertiwi kemarin,” lanjutnya.
Setelah mengikuti Babak Kedua Kualifikasi Pra Olimpiade Tokyo 2020 di Mandalay, Myanmar pada 1-10 April 2019 lalu, Timnas memang tengah fokus pada 2 agenda besar lainnya, Piala AFF Wanita 2019 yang akan berlangsung di Thailand dan SEA Games 2019 di Filipina. Terdekat, skuat Garuda Pertiwi akan berpartisipasi pada Piala AFF Wanita 2019 dimana Indonesia tergabung dalam grup B, bersama Myanmar, Vietnam dan Kamboja.
“Kalau melihat grup ini, sepertinya bisa dibilang grup neraka, karena tim-tim bagus ada di sini seperti Myanmar dan Vietnam. Tetapi seperti apapun lawan yang dihadapi, kami harus siap menghadapi. Lawan yang bagus akan bagus juga untuk skuat timnas, karena secara mental dan permainan akan benar-benar ditempa nantinya. Secara fisik anak-anak saya yakin siap dan tidak ada masalah, karena mereka ikut turnamen juga di sini. Yang terpenting menjaga mental dengan menghadapi lawan yang di atas kertas lebih kelasnya daripada kita” tutupnya
Pada Piala AFF Wanita 2018 lalu, Timnas belum mencatatkan hasil akhir yang manis meski menjadi tuan rumah yang saat itu berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan. Tergabung di Grup B bersama Vietnam, Myanmar, SIngapura dan Filipina, skuat Garuda Pertiwi hanya berhasil finis di posisi ke-4, dengan mengantongi poin 2, hasil 2 kali imbang dan 2 kekalahan.
36 Nama yang ikut Seleksi Timnas Wanita:
1. Ade Mustikiana Oktafiani (Bangka Belitung)
2. Anggi Puspita Sari (D.I Yogyakarta)
3. Anna Aprianti Fadila (Banten)
4. Barbalina Salampesy (Papua)
5. BQ Amiatuh Shalihah (Nusa Tenggara Barat)
6. Dewi Tia Safitri (D.I Yogyakarta)
7. Dhanielle Daphne (DKI Jakarta)
8. Diyana Herliana (Jawa Barat)
9. Febriana Kusumaningrum (Jawa Tengah)
10. Fina Andartih (Jawa Timur)
11. Fitria Nur Islami (D.I Yogyakarta)
12. Helsya Maeisyaroh (Jawa Barat)
13. Jesella Arifya Sari (Kalimantan Timur)
14. Mayang ZP (Sumatera Barat)
15. Nadia Febriani Rusmadi (Banten)
16. Nisma Francida Rusdiana (Jawa Timur)
17. Norffince Boma (Papua)
18. Nurhayati (Sumatera Utara)
19. Octavianti Dwi Nurmalita (D.I Yogyakarta)
20. Pani Triokta Vianti (Jawa Barat)
21. Prihartini (Banten)
22. Ranti Lestari Salimi (Jawa Barat)
23. Regina Tiofanny Herdiyanta (Jawa Timur)
24. Remina Rumbewas (Papua)
25. Ria Ristiani (Jawa Barat)
26. Rika Mai Wulandari Idris (Jawa Barat)
27. Riska Julianti (Banten)
28. Risqiyanti (Jawa Barat)
29. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (Jawa Timur)
30. Safira Ika Putri Kartini (Jawa Timur)
31. Serli Anggrani (Jawa Timur)
32. Shalika Aurelia Viandrisa (DKI Jakarta)
33. Vivi Oktavia Riski (Bangka Belitung)
34. Yersi Gusfina Purba (Sumatera Utara)
35. Yudith Sada (Papua)
36. Yuliana Wijaya (Sumatera Selatan)

sumber - www.pssi.org

Tuesday, April 23, 2019

Liga 3 2019 ada Tiga Fase



DELTACYBER - Kompetisi liga amatir musim ini atau Liga 3 kembali menggelar dengan beberapa fase. Seperti tahun kemarin. Liga 3 musim kemarin saja, ada tiga tahapan. Yakni mulai dari zona provinsi, zona Jawa, sampai dengan babak 32 besar nasional.

Sesuai dengan surat edaran perihal ketentuan umum dari PSSI kepada perwakilan masing-masing klub Liga 3. Tahun ini, sistem kompetisinya ada empat fase. Tidak jauh berbeda dengan format tahun kemarin.

Hanya saja, yang membedakan, tahun ini ada fase pra putaran nasional. Dimana, putaran bagi 16 klub yang terdiri dari 6 klub degradasi dari Liga 2 musim lalu dan 10 klub yang lolos ke babak 16 besar fase nasional kemarin. Dari 16 tim tersebut, nantinya akan diambil 6 tim saja yang lolos ke babak 32 besar nasional.

Sementara itu, bagi klub yang memulai dari zona provinsi, seperti Deltras Sidoarjo. Mereka harus mengikuti format dan sistem yang sudah ditentukan oleh Asprov masing-masing. Dalam hal ini, Deltras harus mengikuti format dari Asprov PSSI Jawa Timur.

Usai lolos dari zona provinsi, masih ada zona Jawa. Untuk tahun ini berganti nama dengan putaran regional. Setelah dari putaran regional, langkah mereka dilanjutkan masuk ke babak 32 besar nasional.

Masih sama dengan tahun lalu, jatah promosi ke Liga 2 tahun 2020 mendatang yakni enam tim saja. Yang diperebutkan di dalam 32 besar nasional tadi.

Untuk diketahui, kick off Liga 3 zona Jawa Timur sendiri, bakal diputar tanggal 24 Juli mendatang. Total ada 50 klub Liga 3 Jatim yang sudah mendaftarkan diri ikut kompetisi amatir tahun ini. (bud)

Sunday, April 14, 2019

Zona Jatim Diputar Akhir Juli


DELTACYBER - Operator Liga 3 zona provinsi Jawa Timur, yakni Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim sudah menjadwalkan kick off Liga 3 Jatim dimulai. Yakni, pada tanggal 24 Juli mendatang.

Hal itu dibenarkan oleh sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanuddin. Jadwal tersebut bukan tanpa alasan, karena memang disesuaikan dengan agenda gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang juga digelar bulan Juli.

"Jadi pertimbangannya karena terbentu waktu puasa dan ada Porprov. Porprov sendiri usai sekitar tanggal 13 Juli," jelas pria yang kerap dipanggil Amir ini.

Selain itu, Amir mengatakan, ada sekitar 50 klub Jawa Timur yang akan bermain di Liga 3 tahun ini. Sekarang ini, pihak Asprov juga sedang melakukan proses verifikasi keabsahan tim. Baik secara adminitrasi maupun pendaftaran.

"Jadi kami rasa jadwal tersebut sudah waktu yang pas," imbuh Amir.

Pertengahan bulan Mei mendatang pun akan dilaksanakan technical meeting serta bimtek. Untuk beberapa bidang terkait kelancaran Liga 3. Sementara itu, mengenai sponsor, menurut Amir beberapa sponsor tahun lalu masih menjadi sponsor utama. Dan kini pihaknya juga akan menjajaki sponsor baru untuk live streaming. (bud)

Regulasi 2019 Tanpa Pemain Senior


DELTACYBER - Berdasar surat yang dikirim oleh PSSI tanggal 1 April lalu kepada semua perwakilan manajemen klub Liga 3. Regulasi kompetisi amatir tahun ini diatur dalam surat yang berisi ketentuan umu Liga 3 tahun 2019.

Salah satunya yang terpenting yakni musim ini, Liga 3 tanpa memainkan pemain tua. Alias pemain senior. Dalam surat yang bernomor 115/AGB/552/IV-2019 hanya pemain muda yang berusia minimal 18 tahun dan maksimal 22 tahun saja yang boleh diturunkan. Lebih rincinya, yakni usia pemain adalah 01 Januari 2001 sampai dengan 01 Januari 1997.

Sedangkan untuk lisensi pelatih ada dua kategori. Untuk putaran provinsi pelatih wajib memiliki lisensi D PSSI, dan untuk putaran nasional dengan lisensi C PSSI. Jumlah pemain yang didaftarkan maksimal 30 pemain, beserta official maksimal 10 orang. Untuk pendatarannya pun masih sama dengan musim kemarin. Yaitu, dengan pendaftaran sistem dalam jaringan (daring) alias online. Melalui Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP).

Apabila melihat dua musim sebelumnya, regulasi pemain senior di Liga 3 memang terus mendapat pengurangan. Di Liga 3 tahun 2017 saja, setiap klub mendapat jatah lima pemain senior. Dan kelimanya boleh dimainkan bersamaan. Dan di musim kemarin 2018, setiap klub hanya boleh mengontrak tiga pemain senior saja. Lalu, tahun ini tak memperbolehkan memainkan pemain senior sama sekali. (bud)

Saturday, February 16, 2019

Perayaan 18 Tahun dan Fokus Kawal Deltras


Masih Berkutat Dengan Kondisi Tim Yang Tak Jelas

DELTACYBER - 16 Februari 2018, sebuah hari yang selalu dinantikan pendukung setia Deltras Sidoarjo, Deltamania. Kini sudah genap 18 tahun tepatnya, Deltamania selalu setia mengawal The Lobster sejak tahun 2001 silam.

Semangat para Deltamania tidak pernah padam, meski kondisi Tim kesayangan Deltras Sidoarjo sedang di uji seperti sekarang ini. Deltamania terus berjuang untuk memastikan langkah Deltras ke depannya. Selagi terus mendesak agar segera terbentuk manajemen dan tim, mengingat pendaftaran tim peserta Liga Indonesia juga semakin dekat.

Hal itu berimbas hari jadi Deltamania kali ini berbanding terbalik 180 derajat dengan hari jadi tahun lalu. Yang mana tahun lalu perayaan hari jadi Deltamania berlangsung sangat meriah, kondisi tim jg sudah layak untuk menggelar pertandingan sekelas uji coba. Ekspetasi seperti itulah yang banyak di harapkan oleh Deltamania untuk hari jadi tahun ini. Namun lagi-lagi rasa kesetiaan Deltamania kembali diuji.

Lalu apakah di 18th hari jadi Deltamania kali ini tidak ada perayaan apapun?

Saat ini para pengurus Deltamania Pusat hanya bisa terfokus untuk memperjuangkan nafas tim Deltras Sidoarjo agar tetap hidup. Memperjuangkan Nasib tim Deltras Sidoarjo lebih menjadi prioritas para pengurus Pusat. Namun Deltamania Pusat juga tidak mengecilkan arti hari jadi Deltamania. Deltamania Pusat membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin berkontribusi dalam merayakan 18th hari jadi Deltamania.

"Silakan buat konsep acaranya, ini saatnya untuk Regenerasi Deltamania, berkontribusilah yang positif untuk Deltamania, apapun yang akan kalian rencanakan Kami pasti akan mendukungnya." ujar Yoyok, sekretaris Deltamania.

Tema "Kam18ersamamu" telah banyak disuarakan untuk 18th hari jadi tahun ini. Hal itu menunjukkan apapun yang terjadi Deltamania akan selalu setia bersama untuk kejayaan Deltras Sidoarjo. Semangat itu pula yang terwujud pada malam pergantian ulang tahun Deltamania, malam tadi (16/2). Sebagian komunitas/korcam membuat acara simbolis di Monumen Jayandaru Sidoarjo, ratusan Deltamania membuat pyroshow flare.

"Inilah kontribusi kami untuk hari jadi Deltamania tahun ini. Kami masih ada, setia, dan bangga bersama mendukung Deltras Sidoarjo." ucap Fadli salah satu Deltamania korcam Candi.

Apakah perayaan 18th hari jadi Deltamania hanya selesai sampai malam tadi saja?

"Kami telah membentuk panitia untuk membuat acara tasyakuran, serta apresiasi kepada para pelaku kreatif Deltamania yang dipersembahkan untuk 18th hari jadi Deltamania, kami mohon dukungan kepada Korcam/Komunitas/siapapun untuk bisa berkontribusi dalam agenda yang telah kami rancang." beber Wawan, owner Creative Brand Deltamania 'Supit Urang Wear'.

Untuk kapan tanggal pastinya acara tersebut belum bisa dipastikan, dikarenakan sedang dalam proses persiapan, nantikan dan berkontibusilah dengan apa yang kalian bisa. Semoga kebersamaan ini selalu ada demi kejayaan Deltamania dan Deltras Sidoarjo. (dfm/bud)

tulisan : Aryawi (Delta Fams Merch)

Friday, February 8, 2019

Akhir Februari Terakhir Pendaftaran Liga 3 2019 Zona Jatim


DELTACYBER - Pendaftaran kompetisi amatir Liga 3 2019 zona Provinsi Jawa Timur akhirny sudah dibuka. Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, bahkan sudah mengirim pemberitahuan terkait batas akhir pendaftaran. Pemberitahuan tersebut, sudah dikirim ke semua email resmi klub tim amatir Jawa Timur.

"Surat pemberitahuan sudah kami kirim ke 86 klub amatir se-Jatim," ungkap Amir Burhanuddin, sekretaris Asprov PSSI Jatim.

Dalam pemberitahuan tersebut, juga dilampirkan formulir pendaftaran. Pendaftaran terakhir ditutup pada tanggal 28 Februari 2019 mendatang, pukul 00.00 Wib. Sedangkan mengenai pelaksanaan, regulasi dan hal-hal lainnya, akan disampaikan lebih lanjut nanti. Di surat tersebut, tiga tim dilarang mengikuti kompetisi Liga 3 2019. Yakni, Kanjuruhan FC, Persikapro Probolinggo dan Persewangi FC.

"Asprov tinggal menjalankan saja, keputusan dari PSSI pusat. Jadi regulasi Liga 3 menunggu dari PSSI pusat. Sementara ini kami fokus pada putaran provinsi dahulu," pungkas pria yang kerap disapa Amir ini. (*)

Ini Dia Jadwal Turnamen Futsal Deltamania


DELTACYBER - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Deltamania, pada 16 Februari mendatang. Yang ke-18 tahun. Pengurus Deltamania pusat menggelar turnamen futsal antar korcam atau komunitas Deltamania. Pada hari Minggu, 10 Februari di Gedung GOR Serbaguna Sidoarjo.

Berikut Jadwal Turnamen Futsal Deltamania
Venue : GOR Serbaguna Sidoarjo

1. Natuals vs Cannibal (08.00 wib)
2. Wonoayu vs Krian (08.25 wib)
3. Celep vs Buduran (08.50 wib)
4. Waru vs Sapulete (09.15 wib)
5. Prambon vs Squadra 89 (09.40 wib)
6. Candi vs Lobsterman (10.15 wib)
7. Porong vs Gedangan (10.30 wib)
8. Tulangan vs Delta Cyber (10.55 wib)
9. Krembung vs Jabon (11.20 wib)
10. Tanggulangin vs SCB (11.45 wib)
11. DM Pusat vs Lemah Putro (12.10 wib)
12. Jalur Bebas vs Taman (12.35 wib)

Gelar Turnamen Futsal Antar Deltamania


DELTACYBER - Bulan Februari menjadi bulan yang spesial, bagi suporter setia Deltras. Siapa lagi kalau bukan Deltamania. Suporter yang identik dengan warna merah-merah ini, menyambut hari jadinya tahun ini yang ke 18 tahun. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan turnamen futsal antar korcam atau komunitas Deltamania.

"Turnamen ini akan kami selenggarakan satu hari saja, besok minggu (10/2). Di Gedung Serbaguna GOR Gelora Delta. Turnamen ini dalam rangka hari jadi Deltamania yang ke-18 tahun ini," ucap Satriyo Aji Utomo, salah satu panitia turnamen tersebut.

Pria yang kerap disapa mas Yoyok, menambahkan, turnamen ini menjadi ajang silahturahmi antar korcam dan komunitas. "Yang diharapkan dalam turnamen ini bukan ajang menang dan kalah. Tapi, saling mempererat silahturahmi antar korcam dan komunitas yang ada," imbuh Yoyok.

"Untuk jadwal sendiri, dimulai pukul 08.00 pagi. Diharap semua peserta bersiap diri. Agar nantinya tidak ada jadwal yang molor," pungkasnya. (*)

Sunday, February 3, 2019

Ini Tugas Komite Ad Hoc Integritas PSSI


Apa saja yang akan jadi tugas pokok Komite Ad Hoc Integritas PSSI ?.
Menurut Ketua Tim Ad Hoc Integritas PSSI, Ahmad Riyadh, UB, Ph.D, ada lima tugas pokok dari komite yang dia pimpin demi menuntaskan persoalan pengaturan hasil pertandingan ataupun manipulasi pertandingan.
Komite Ad Hoc Integritas PSSI beranggotakan Prof Dr Abdul Rohmat Budiono SH MH, Brigjen Hilman SIK SH MH, dan Daru Tri Sadono SH M Hum.

Selain itu jajaran penasehat adalah Jenderal (Purnawirawan) Pol Badrodin Haiti, Dr Noor Rochmat SH MH, Prof DR M Soleh SH MH. Dan Ahmad Riyadh UB PhD bersama Azwan Karim menjadi ketua dan wakil ketua komite tersebut.

“Program kerja yang pertama adalah aksi prevention atau hal-hal yang harus dilakukan untuk pencegahan. Kedua adalah manajemen resiko yang harus kita punya SPO yang jelas untuk setiap kompetisi di Indonesia dan juga hal-hal lainnya agar tidak merusak integritas sepak bola,” kata Ahmad Riyadh.

“Ketiga adalah information gathering, seperti apa prosedur kita dalam mencari informasi. Single poin of contactnya siapa, bagaimana pelaporan, bagaimana tindak lanjut.

Keempatnya adalah investigasi apabila kita dari satu, dua, tiga hal itu menemukan hal-hal yang sekiranya bisa dinaikkan ke step berikutnya, maka kita akan mulai investigasi,”

“Dan terakhir adalah diciplinary prociding. Seperti yang tadi kami sampaikan apakah diciplinary prociding tersebut akan masuk dalam yudisial PSSI, atau ranahnya hukum, atau ranahnya lain hal untuk bisa diinvestigasi ulang, itu akan diputuskan dalam ke lima step itu secara sirkular,” jelas pria asal yang Ketua Asprov PSSI Jawa Timur tersebut.

Komite Ad Hoc Integritas ini dibentuk PSSI untuk mencegah dan memerangi pengaturan skor maupun match fixing.

Komite tersebut merupakan cikal bakal dibentuknya Departemen Integritas PSSI yang ditargetkan bisa terbentuk pada tahun 2020.

FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu.

Karena itu, Komite Ad Hoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Satgas Antimafia Bola yang dibentuk kepolisian.(*)

sumber - www.pssijatim.com

Saturday, February 2, 2019

Masih Tunggu Pengurus Baru


DELTACYBER - Usai beraudiensi dengan Bupati Sidoarjo pada tanggal 22 Januari lalu di Pendopo Delta Wibawa. Karena, sehari sebelumnya Deltamania mendemo Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Akan tim kesayangannya Deltras Sidoarjo, yang tak kunjung membaik saja. Saat berkompetisi di kompetisi amatir Liga 3, tiga musim berturut-turut. Bertemu Bupati, perwakilan Deltamania sudah memberikan semua uneg-unegnya soal Deltras. Termasuk manajemen.

Deltamania ingin, di tahun 2019 ini, manajemen The Lobster harus kembali benar-benar komitmen membawa tim ini berprestasi. Dengan meraih tiket promosi ke Liga 2. Saiful Illah juga menegaskan, bahwa dirinya juga sedang mencarikan investor bagi The Lobster.

Selain itu, Deltamania menyerahkan sepenuhnya tim yang pernah juara tiga Copa Dji Sam Soe tahun 2008 lalu ini kepada Bupati. Agar nantinya, abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah memberikan keputusan yang terbaik.

Sementara itu, mantan CEO Deltras, yakni Achmad Amir Aslichin, mengungkapkan bahwa sekarang. Dirinya tak lagi menjabat CEO The Lobster. "Saya bukan CEO-nya lagi," imbuh pria yang masih pejabat di DPRD Sidoarjo ini.

Pria yang kerap disapa mas Iin ini menyebut, sekarang The Lobster masih menunggu kepengurusan yang baru. Guna mengarungi kompetisi Liga 3 2019 kedepan.

"Masih menunggu pengurus yang baru. Jadi, tunggu saja tentang perkembangan Deltras," jelas iin dikutip dari harian pagi Jawa Pos (2/2). (*)

Belum Ada Perkembangan


DELTACYBER - Dua musim gagal memenuhi target, jelas membuat kecewa pendukung setianya, Deltamania. Akan prestasi tim kesayangannya Deltras Sidoarjo dalam kompetisi amatir Liga 3. The Lobster julukan Deltras masih belum bisa meraih tiket promosi ke Liga 2.

Kekecewaan tersebut akhirnya memuncak saat Deltamania mendemo Pendopo Delta Wibawa beberapa waktu lalu. Ribuan Deltamania mengadu kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Akan nasib Deltras kedepannya.

Sebab, kompetisi Liga 3 2019 sudah didepan mata. Namun, hingga sekarang The Lobster masih dengan kabar adem ayem saja. Sementara itu, mantan CEO The Lobster, yakni Achmad Amir Aslichin tak ingin berkomentar banyak.

"Bukan kapasitas saya lagi untuk memberikan informasi terkait Deltras," ujarnya, dikutip dari harian pagi Jawa Pos (2/2).

Pria yang biasa dipanggil mas Iin ini mengaku, belum adanya manajemen baru dikubu Deltras hingga saat ini. Membuat dirinya belum dapat memberi tanggapan mengenai Deltras kedepannya. Entah itu pembentukan tim ataupun problem lainnya.

Terakhir, Deltamania sudah beraudiensi dengan Saiful Illah terkait Deltras pada 22 Januari lalu. 16 orang perwakilan Deltamania ditemui bupati sendiri bersama Achmad Zaini selaku sekretaris daerah. Usai audiensi tersebut, ketua umum Deltamania, Saiful Bakirok membeberkan hasil pertemuan tersebut.

"Masalah tim, ketika kami meminta target lolos Liga 2. Bupati juga berusaha, tapi belum bisa berjanji. Tetapi beliau siap mencarikan sponsor, dalam artian investor," ujar Bakirok kepada redaksi Deltacyber.

Selain itu. Mengenai problem manajemen The Lobster yang tak sanggup membawa Deltras promosi ke kasta kedua. Bakirok mengaku, ketika pihaknya ditanya apakah sudah ada pengganti manajemen yang sekarang. Perwakilan Deltamania tidak memiliki pilihan.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Pemkab. Yang penting punya target lolos Liga 2," pungkas Bakirok. (*)

Tuesday, January 29, 2019

Kongres Pssi Jatim Bakal Dihadiri 86 Klub Liga 3


Asosiasi Provinsi PSSI Jatim akan menggelar kongres tahunan pada Sabtu, 23 Februari 2019 di Surabaya.
Kongres tahunan ini adalah agenda rutin di mana akan disampaikan semua hasil program kerja sepanjang 2018, dan juga apa program kerja 2019.

“Sesuai statuta kongres tahunan Asprov harus digelar tiga pekan setelah kongres tahunan PSSI Pusat, dan kalau kongres tahunan PSSI digelar 20 Januari lalu, maka kongres tahunan Asprov digelar 23 Februari,” jelas Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhanuddin.

Kongres tahunan Asprov PSSI Jatim ini akan dihadiri 86 klub Liga 3, 38 Askot/Askab sebagai anggota PSSI Jatim, serta 5 klub Liga 2 dan 5 klub Liga 1 sebagai peninjau.(*)

sumber - www.pssijatim.com

Thursday, January 24, 2019

VW Diperiksa Satgas Anti Mafia Bola di Polda Jatim

DIPERIKSA DI POLDA JATIM : Vigit Waluyo saat konferensi pers di Polda Jatim [foto : Rizka]
DELTACYBER - Mantan manajer Delta Putra Sidoarjo (Deltras) di era kompetisi Divisi Utama 2009 silam, yakni Vigit Waluyo (VW) akhirnya diperiksa oleh Satuan tugas (Satgas) Anti Mafia Bola. Satgas membawa VW ke Polda Jatim, kamis pagi tadi (24/1) sekitar pukul 07.00 Wib dari Lapas Delta Sidoarjo. VW dimintai keterangannya di dalam Ruang Penyidikan Ditreskrimun Polda Jatim.

Tiga anggota Satgas Anti Mafia Bola menjemput VW dengan dikawal ketat. Dengan pengawalan dari dua anggota Dokpol dari Polresta Sidoarjo serta petugas Sabhara bersenjata lengkap. M. Sholeh, kuasa hukum VW juga tampak mendampingi kliennya tersebut. Selain itu juga tampak Kapolrestas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Namun, mantan manajer banyak klub ini kondisi badannya kurang sehat. Itu dikonfirmasi juga oleh M. Sholeh, yang mengatakan, kliennya dalam kondisi kurang fit, untuk jantungnya.
Kapolrestas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, juga membenarkan, bahwa VW dibawa ke Polda Jatim guna diperiksa mengenai match fixing.

Sementara itu, wakil ketua tim Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti membeberkan, pemanggilan VW untuk memintai dia keterangan lebih lanjut. Terkait pengaturan skor yang terjadi di kompetisi Liga 2 musim lalu.

"Proses pemeriksaan kami kordinasikan. Kami sudah banyak data untuk membongkarnya. Sekarang ini kisi-kisinya Liga 2 sudah banyak sekali," tuturnya.

Krishna menambahkan, pemeriksaa VW tersebut termasuk pengembangan dari pertandingan dan data yang sudah diperoleh dari tersangka lain. Salah satunya Dwi Irianto alias Mbah Putih, yang sudah ditangkap terlebih dahulu. (*)

Asprov Jatim Gelar Kongres Tahunan di Bulan Februari

GELAR KONGRES FEBRUARI : Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanuddin

DELTACYBER - Usai kongres yang digelar oleh PSSI pusat pada tanggal 20 Januari lalu di Bali. Awal bulan Februari mendatang giliran Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Timur akan menggelar kongres tahunan. Tepatnya pada tanggal 23 Februari.

Pihak Asprov Jatim sendiri sudah mengirim surat pemberitahuan kepada Asosiasi PSSI Kota/Kabupaten, klub anggota, dan calon anggota PSSI Jatim. Sekretaris Asprov PSSI Jatim, yakni Amir Burhanuddin, mengkonfirmasi kongres tahunan tersebut.

”Lokasi Kongres Tahunan PSSI Jatim ada di Surabaya, dan sesuai statuta kongres ini kami lakukan delapan pekan setelah Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Bali, 20 Januari nanti,” ucapnya dikuti dari laman resmi PSSI Jatim.

Masih lanjut Amir, dalam kongres tahunan Asprov PSSI Jatim mendatang. Beberapa agenda sudah disiapkan pihaknya. Bakal dipaparkan program kerja yang sudah dilakukan pada tahun 2018 kemarin. Dan membahas prorgam kerja yang harus dilakukan untuk tahun ini. Termasuk juga pembahasan pembentukan tim PON Jatim untuk PON Papua 2020 mendatang.

Amir mengaku, nantinya undangan resmi kongres tersebut bakal dikirim lagi. Empat pekan sebelum pelaksanaan kongres. (*)

Wednesday, January 23, 2019

Brylian Aldama Doakan The Lobster

INGIN DELTRAS LEBIH BAIK : Brylian Aldama mendoakan Deltras agar mampu profesional

DELTACYBER – Aksi Deltamania yang turun jalan mengadu ke pembina tim Deltras sekaligus suporter, yakni Bupati Sidoarjo Saiful Illah (21/1) lalu. Mengenai kekecewaan mereka akan prestasi The Lobster julukan Deltras Sidoarjo yang tak kunjung membaik.

Mendapat perhatian dari salah satu penggawa timnas U-16 yang menjadi Juara Piala AFF U-16 2018 lalu di Sidoarjo. Yakni, Brylian Aldama. Pemain asli arek Sidoarjo ini mengaku prihatin dengan kondisi Deltras saat ini.

Dalam akun sosial media, instagram miliknya. Brylian, membuat insta story bertuliskan save deltamania, semoga bisa lebih baik lagi.

“Saya doakan agar manajemen dan staff-staffnya yang lain bisa berbuat professional demi Sidoarjo kedepannya,” ungkap Brylian.

Pemain kelahiran 23 Februari 2002 ini mengaku sedih dengan kondisi tim kebanggaan Deltamania saat ini. Yang masih belum mampu beranjak dari kompetisi amatir Liga 3.

“Dulu waktu saya kecil senang lihat Deltras saat bermain di Divisi Utama. Tapi lihat kondisi seperti sekarang sedih,” ucap pemain bernomor punggung 18 saat membela Timnas U16 lalu.

Brylian menambahkan, padahal Sidoarjo adalah gudangnya pemain bagus. Itu terbukti dengan banyaknya pemain asli arek Sidoarjo yang berlaga di Liga 2, Liga 1 bahkan sampai level Timnas Indonesia.

Brylian sendiri, kini dia masih bergabung bersama tim Garuda Select PSSI. Yang trial di Inggris. Sebanyak 24 pemain masuk dalam program Garuda Select. Mereka bakal mendapatkan latihan dengan standar Eropa. Garuda Select sudah berangkat ke Inggris sejak tanggal 15 Januari lalu. Di Inggris mereka akan ditempa dengan program khusus selama enam bulan.

Garuda Select sendiri adalah program dari PSSI kerja sama dengan Super Soccer TV. Pemain-pemain yang berangkat dengan level usia rata-rata dibawah usia 17 tahun.

Dalam program tersebut, Dennise Wise ditunjuk menjadi direktur program, sedangkan Des Walker mantan pemain Sampdoria dan Nottingham Forest ini bakal menjadi pelatih dari tim Garuda Select. (*)

Tuesday, January 22, 2019

Bupati : Kalau Pakai APBD, Saya Bisa di Bui


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo dalam dua musim terakhir, memang masih belum mentas dari kompetisi amatir Liga 3. Di musim 2017 The Lobster julukan Deltras Sidoarjo langkahnya terhenti di babak 16 besar fase nasional. Sedangkan di 2018 kemarin, Deltras harus gugur terlebih dahulu di babak kedua zona Jawa, sebelum babak 32 besar Nasional.

Alhasil, target promosi ke kasta kedua Liga 2 2019 pupus sudah. Dengan kekecewaan tersebut, ratusan Deltamania dan Deltanita menggelar aksi turun jalan kemarin Senin pagi (21/1) di Pendopo Delta Wibawa.

Mereka ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Guna mengadukan tim kebanggaannya tersebut kepada sang pembina tim sekaligus suporter, Abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah. Problem keuangan masih menjadi masalah besar bagi Deltras untuk mengarungi kompetisi.

Dihadapan ratusan Deltamania, Bupati Sidoarjo akhirnya menemui mereka. Abah Ipul mengaku terus berusaha mencarikan dana serta sponsor bagi The Lobster. Namun tidak dengan menyusu APBD Sidoarjo.

"Kalau tanya prestasi Deltras, Deltras ini tidak dibiayai siapa-siapa. Belum ada yang mau pegang Deltras. Kalau saya jual, saya yang malu nantinya. Kalau saya minta dana kepada pemerintah, saya bisa masuk bui," ucap Saiful.

Perlu diketahui, Deltras Sidoarjo sendiri sudah berbentuk PT sejak tahun 2011 lalu. Saat berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011. Memang saat itu, seluruh klub peserta kompetisi kasta tertinggi Indonesia, diwajibkan berbentuk PT atau yayasan.

Akhirnya, The Lobster sudah berbentuk PT. Delta Raya Sidoarjo. Sudah berbentuk PT, The Lobster harus lepas pendanaan dari pemerintah kabupaten. Meskipun, di tahun 2013 Deltras degradasi ke Divisi Utama kasta kedua, dan 2014 degradasi lagi ke Liga 3 kompetisi amatir hingga sekarang.

Berbeda dengan tim-tim amatir lainnya, yang belum berbentuk PT atau yayasan dan bisa menyusu ke APBD daerahnya masing-masing. Dua musim berlaga di Liga 3 kemarin, The Lobster tak boleh mendapat dana APBD. Bahkan, Abah Ipul mengaku, dia harus merogoh kantong pribadinya Rp 100 juta lebih tiap bulannya dan diberikan kepada Deltras. (*)

Rekaman Lensa Deltamania Beraudiensi Dengan Bupati


DELTACYBER - Usai menggelar aksi unjuk rasa wadul ke Bupati Sidoarjo, Saiful Illah (21/1). Perwakilan Deltamania akhirnya diundang audiensi oleh Saiful Illah di Pendopo Delta Wibawa tadi siang (22/1). Perwakilan Deltamania sudah membawa poin-poin yang ingin disampaikan dihadapan Bupati dua periode tersebut.

"Jadi tadi perwakilan Deltamania sudah ditemui oleh Bupati. Pada intinya poin-poin yang sudah kami rapatkan sebelumnya, sudah kami kasihkan dan dibacakan dalam audiensi tersebut," ungkap Saiful Bakirok, ketua Deltamania.

Berikut Rekaman Lensa Deltamania Beraudiensi Dengan Bupati





Akhirnya, Deltamania Audiensi Dengan Bupati

AUDIENSI : Delamania tadi siang (22/1) usai beraudiensi dengan Bupati Sidoarjo

DELTACYBER - Setelah berunjuk rasa dengan ratusan masa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, kemarin pagi (21/1). Suporter setia Deltras Sidoarjo, Deltamania, akhirnya dipanggil Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Dalam audiensi siang tadi (22/1) di Pendopo Delta Wibawa, perwakilan Deltamania baik dari pengurus pusat dan perwakilan Kordinasi Kecamatan (Korcam) sebanyak 16 orang ditemui oleh Saiful Illah dan Achmad Zaini, sekretaris daerah.

Namun, dalam audiensi tersebut, tidak menghadirkan manajemen tim The Lobster. Bertemu Bupati, perwakilan Deltamania ini menyampaikan keluh kesah mereka, mengenai manajemen Deltras yang tak mampu membawa The Lobster promosi ke Liga 2. Selain itu, mereka juga ingin menyerahkan Deltras ini kepada Bupati lagi sepenuhnya.

"Jadi tadi perwakilan Deltamania sudah ditemui oleh Bupati. Pada intinya poin-poin yang sudah kami rapatkan sebelumnya, sudah kami kasihkan dan dibacakan dalam audiensi tersebut," ungkap Saiful Bakirok, ketua Deltamania.

Bakirok menjelaskan.dari pihak Bupati pun sudah menanggapi semua. Seperti masalah tunggakan gaji pemain yang belum terbayar, serta masalah gaji legiun asing Deltras, Mijo Dadic yang belum lunas dan sampai masuk ke ranah FIFA.

"Masalah tim, ketika kami meminta target lolos Liga 2. Bupati juga berusaha, tapi belum bisa berjanji. Tetapi beliau siap mencarikan sponsor, dalam artian investor," ujar Bakirok kepada redaksi Deltacyber.

Selain itu. Mengenai problem manajemen The Lobster yang tak sanggup membawa Deltras promosi ke kasta kedua. Bakirok mengaku, ketika pihaknya ditanya apakah sudah ada pengganti manajemen yang sekarang. Perwakilan Deltamania tidak memiliki pilihan.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Pemkab. Yang penting punya target lolos Liga 2," pungkas Bakirok. (*)

Monday, January 21, 2019

Cerita Unik Deltamania Cilik Ini Ikut Demo

SALUT : Empat Deltamania cilik ikut demo ke Bupati

DELTACYBER - Ratusan Deltamania dan Deltanita, kemarin pagi (21/1) berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Ratusan Deltamania tersebut ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah selaku pembina tim sekaligus suporter Deltamania.

Deltamania ingin menyampaikan uneg-unegnya selama ini, mengenai tim kesayangannya Deltras. Yang selama tiga tahun berlaga di Liga 3, tak kunjung menuai prestasi apik.

Tetapi, dari ratusan Deltamania yang hadir dalam aksi turun jalan tersebut. Ada empat anak kecil yang juga bersemangat mengikuti demo kemarin. Empat Deltamania cilik ini mengaku rela izin dari sekolahnya demi memperjuangkan nasib Deltras kepada Bupati.

Menurut salah satu kordinator lapangan Deltamania, Fadly, sekaligus ketua korcam Candi Bersatu,  mereka berempat ini sudah niat ikut bersama Deltamania lainnya berdemo di depan Pendopo.

"Asal mereka ini dari Karangtanjung Candi. Rela mbelani izin sekolah, ke Pendopo naik mobil online dari rumahnya," ucap Fadly kepada redaksi Deltacyber.

Fadly menambahkan, setelah ikut berdemo di Pendopo. Keempatnya menuju sekretariat Deltamania menumpang sepeda motor anggota Deltamania Candi Bersatu lainnya.

"Akhirnya mereka pulang juga kami beri tumpangan. Saya tidak membolehkan mereka nggandol truk. Dan kaos yang dipakainya, mereka buat sendiri. Saya benar-benar salut," imbuh Fadly. (bud)

Ketua Asprov Jatim Pimpin Komite Adhoc Integritas


PSSI menunjuk Ahmad Riyadh dan Azwan Karim sebagai Ketua dan Wakil Ketua Komite Adhoc Integritas, hal ini diumumka saat Kongres Tahunan PSSI 2019 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1). Dalam kongres tersebut, Joko Driyono selaku pelaksana tugas ketua umum PSSI menyampaikan pembentukan Komite Adhoc ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk memerangi match-fixing.

Komite tersebut merupakan awalan sebelum dibentuknya Departemen Integritas PSSI. Joko menuturkan, Komite Adhoc ini akan bekerja selama setahun, karena Departemen Integritas ditargetkan bisa terbentuk pada 2020. Masih menurut Joko, FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu.

"Setelah terbentuk Departemen Integritas, tugas Komited Adhoc tersebut selesai. Komite Adhoc ini sekaligus bekerja merespons dinamika publik terkait match-fixing," ujar Joko.

Lebih lanjut, pria asal Ngawi ini mengungkapkan dalam Kongres PSSI tersebut para peserta sudah dimintai persetujuannya terkait penunjukkan Ahmad Riyadh sebagai ketua Komite Adhoc Integritas. Riyadh merupakan ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur. Sedangkan yang ditunjuk sebagai wakilnya adalah mantan sekretaris jenderal PSSI, Azwan Karim.

"Dalam waktu dekat Ad-hoc bekerja untuk segera menyusun personalia, dan diberikan waktu dua minggu untuk melengkapi anggotanya yang total berjumlah tiga hingga lima orang. Komite ini mengemban tugas yang sangat penting, fokus menjaga integritas sepakbola," jelas Joko.

"Komite Adhoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Kepolisian melalui MoU (Memorandum of Understanding), sebagaimana FIFA dengan Interpol untuk menangani match-fixing," pungkasnya.

Sementara Ahmad Riyadh mengatakan bahwa dirinya bersama Azwan Karim siap mengemban amanah ini. Ia mengaku ini bukan tugas yang ringan dan butuh orang-orang yang benar paham tentang persepakbolaan nasional. "Dalam waktu dekat kami akan melengkapi komite ini dengan menambah tiga atau lima orang lagi untuk memperkuat Komite Adhoc Integrity ini,” kata Ahmad Riyadh.

“Karena salah satu tugasnya ialah mencegah dan memerangi pengaturan skor maupun perencanaan skor, maka akan berusaha seoptimal mungkin mempersiapkan program sebaik mungkin. Apalagi pada kepengurusan ke depan akan dipermanenkan sebagai departemen,” tambahnya.

sumber - www.pssi.org

Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1)


DELTACYBER - Ratusan Deltamania berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, kemarin (21/1). Mereka ingin menemui Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Untuk menyampaikan aspirasi mengenai tim kebanggaannya Deltras Sidoarjo. Yang tak kunjung membaik soal prestasinya.

Berikut Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1) =