Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Saturday, February 16, 2019

Perayaan 18 Tahun dan Fokus Kawal Deltras


Masih Berkutat Dengan Kondisi Tim Yang Tak Jelas

DELTACYBER - 16 Februari 2018, sebuah hari yang selalu dinantikan pendukung setia Deltras Sidoarjo, Deltamania. Kini sudah genap 18 tahun tepatnya, Deltamania selalu setia mengawal The Lobster sejak tahun 2001 silam.

Semangat para Deltamania tidak pernah padam, meski kondisi Tim kesayangan Deltras Sidoarjo sedang di uji seperti sekarang ini. Deltamania terus berjuang untuk memastikan langkah Deltras ke depannya. Selagi terus mendesak agar segera terbentuk manajemen dan tim, mengingat pendaftaran tim peserta Liga Indonesia juga semakin dekat.

Hal itu berimbas hari jadi Deltamania kali ini berbanding terbalik 180 derajat dengan hari jadi tahun lalu. Yang mana tahun lalu perayaan hari jadi Deltamania berlangsung sangat meriah, kondisi tim jg sudah layak untuk menggelar pertandingan sekelas uji coba. Ekspetasi seperti itulah yang banyak di harapkan oleh Deltamania untuk hari jadi tahun ini. Namun lagi-lagi rasa kesetiaan Deltamania kembali diuji.

Lalu apakah di 18th hari jadi Deltamania kali ini tidak ada perayaan apapun?

Saat ini para pengurus Deltamania Pusat hanya bisa terfokus untuk memperjuangkan nafas tim Deltras Sidoarjo agar tetap hidup. Memperjuangkan Nasib tim Deltras Sidoarjo lebih menjadi prioritas para pengurus Pusat. Namun Deltamania Pusat juga tidak mengecilkan arti hari jadi Deltamania. Deltamania Pusat membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin berkontribusi dalam merayakan 18th hari jadi Deltamania.

"Silakan buat konsep acaranya, ini saatnya untuk Regenerasi Deltamania, berkontribusilah yang positif untuk Deltamania, apapun yang akan kalian rencanakan Kami pasti akan mendukungnya." ujar Yoyok, sekretaris Deltamania.

Tema "Kam18ersamamu" telah banyak disuarakan untuk 18th hari jadi tahun ini. Hal itu menunjukkan apapun yang terjadi Deltamania akan selalu setia bersama untuk kejayaan Deltras Sidoarjo. Semangat itu pula yang terwujud pada malam pergantian ulang tahun Deltamania, malam tadi (16/2). Sebagian komunitas/korcam membuat acara simbolis di Monumen Jayandaru Sidoarjo, ratusan Deltamania membuat pyroshow flare.

"Inilah kontribusi kami untuk hari jadi Deltamania tahun ini. Kami masih ada, setia, dan bangga bersama mendukung Deltras Sidoarjo." ucap Fadli salah satu Deltamania korcam Candi.

Apakah perayaan 18th hari jadi Deltamania hanya selesai sampai malam tadi saja?

"Kami telah membentuk panitia untuk membuat acara tasyakuran, serta apresiasi kepada para pelaku kreatif Deltamania yang dipersembahkan untuk 18th hari jadi Deltamania, kami mohon dukungan kepada Korcam/Komunitas/siapapun untuk bisa berkontribusi dalam agenda yang telah kami rancang." beber Wawan, owner Creative Brand Deltamania 'Supit Urang Wear'.

Untuk kapan tanggal pastinya acara tersebut belum bisa dipastikan, dikarenakan sedang dalam proses persiapan, nantikan dan berkontibusilah dengan apa yang kalian bisa. Semoga kebersamaan ini selalu ada demi kejayaan Deltamania dan Deltras Sidoarjo. (dfm/bud)

tulisan : Aryawi (Delta Fams Merch)

Friday, February 8, 2019

Akhir Februari Terakhir Pendaftaran Liga 3 2019 Zona Jatim


DELTACYBER - Pendaftaran kompetisi amatir Liga 3 2019 zona Provinsi Jawa Timur akhirny sudah dibuka. Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, bahkan sudah mengirim pemberitahuan terkait batas akhir pendaftaran. Pemberitahuan tersebut, sudah dikirim ke semua email resmi klub tim amatir Jawa Timur.

"Surat pemberitahuan sudah kami kirim ke 86 klub amatir se-Jatim," ungkap Amir Burhanuddin, sekretaris Asprov PSSI Jatim.

Dalam pemberitahuan tersebut, juga dilampirkan formulir pendaftaran. Pendaftaran terakhir ditutup pada tanggal 28 Februari 2019 mendatang, pukul 00.00 Wib. Sedangkan mengenai pelaksanaan, regulasi dan hal-hal lainnya, akan disampaikan lebih lanjut nanti. Di surat tersebut, tiga tim dilarang mengikuti kompetisi Liga 3 2019. Yakni, Kanjuruhan FC, Persikapro Probolinggo dan Persewangi FC.

"Asprov tinggal menjalankan saja, keputusan dari PSSI pusat. Jadi regulasi Liga 3 menunggu dari PSSI pusat. Sementara ini kami fokus pada putaran provinsi dahulu," pungkas pria yang kerap disapa Amir ini. (*)

Ini Dia Jadwal Turnamen Futsal Deltamania


DELTACYBER - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Deltamania, pada 16 Februari mendatang. Yang ke-18 tahun. Pengurus Deltamania pusat menggelar turnamen futsal antar korcam atau komunitas Deltamania. Pada hari Minggu, 10 Februari di Gedung GOR Serbaguna Sidoarjo.

Berikut Jadwal Turnamen Futsal Deltamania
Venue : GOR Serbaguna Sidoarjo

1. Natuals vs Cannibal (08.00 wib)
2. Wonoayu vs Krian (08.25 wib)
3. Celep vs Buduran (08.50 wib)
4. Waru vs Sapulete (09.15 wib)
5. Prambon vs Squadra 89 (09.40 wib)
6. Candi vs Lobsterman (10.15 wib)
7. Porong vs Gedangan (10.30 wib)
8. Tulangan vs Delta Cyber (10.55 wib)
9. Krembung vs Jabon (11.20 wib)
10. Tanggulangin vs SCB (11.45 wib)
11. DM Pusat vs Lemah Putro (12.10 wib)
12. Jalur Bebas vs Taman (12.35 wib)

Gelar Turnamen Futsal Antar Deltamania


DELTACYBER - Bulan Februari menjadi bulan yang spesial, bagi suporter setia Deltras. Siapa lagi kalau bukan Deltamania. Suporter yang identik dengan warna merah-merah ini, menyambut hari jadinya tahun ini yang ke 18 tahun. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan turnamen futsal antar korcam atau komunitas Deltamania.

"Turnamen ini akan kami selenggarakan satu hari saja, besok minggu (10/2). Di Gedung Serbaguna GOR Gelora Delta. Turnamen ini dalam rangka hari jadi Deltamania yang ke-18 tahun ini," ucap Satriyo Aji Utomo, salah satu panitia turnamen tersebut.

Pria yang kerap disapa mas Yoyok, menambahkan, turnamen ini menjadi ajang silahturahmi antar korcam dan komunitas. "Yang diharapkan dalam turnamen ini bukan ajang menang dan kalah. Tapi, saling mempererat silahturahmi antar korcam dan komunitas yang ada," imbuh Yoyok.

"Untuk jadwal sendiri, dimulai pukul 08.00 pagi. Diharap semua peserta bersiap diri. Agar nantinya tidak ada jadwal yang molor," pungkasnya. (*)

Sunday, February 3, 2019

Ini Tugas Komite Ad Hoc Integritas PSSI


Apa saja yang akan jadi tugas pokok Komite Ad Hoc Integritas PSSI ?.
Menurut Ketua Tim Ad Hoc Integritas PSSI, Ahmad Riyadh, UB, Ph.D, ada lima tugas pokok dari komite yang dia pimpin demi menuntaskan persoalan pengaturan hasil pertandingan ataupun manipulasi pertandingan.
Komite Ad Hoc Integritas PSSI beranggotakan Prof Dr Abdul Rohmat Budiono SH MH, Brigjen Hilman SIK SH MH, dan Daru Tri Sadono SH M Hum.

Selain itu jajaran penasehat adalah Jenderal (Purnawirawan) Pol Badrodin Haiti, Dr Noor Rochmat SH MH, Prof DR M Soleh SH MH. Dan Ahmad Riyadh UB PhD bersama Azwan Karim menjadi ketua dan wakil ketua komite tersebut.

“Program kerja yang pertama adalah aksi prevention atau hal-hal yang harus dilakukan untuk pencegahan. Kedua adalah manajemen resiko yang harus kita punya SPO yang jelas untuk setiap kompetisi di Indonesia dan juga hal-hal lainnya agar tidak merusak integritas sepak bola,” kata Ahmad Riyadh.

“Ketiga adalah information gathering, seperti apa prosedur kita dalam mencari informasi. Single poin of contactnya siapa, bagaimana pelaporan, bagaimana tindak lanjut.

Keempatnya adalah investigasi apabila kita dari satu, dua, tiga hal itu menemukan hal-hal yang sekiranya bisa dinaikkan ke step berikutnya, maka kita akan mulai investigasi,”

“Dan terakhir adalah diciplinary prociding. Seperti yang tadi kami sampaikan apakah diciplinary prociding tersebut akan masuk dalam yudisial PSSI, atau ranahnya hukum, atau ranahnya lain hal untuk bisa diinvestigasi ulang, itu akan diputuskan dalam ke lima step itu secara sirkular,” jelas pria asal yang Ketua Asprov PSSI Jawa Timur tersebut.

Komite Ad Hoc Integritas ini dibentuk PSSI untuk mencegah dan memerangi pengaturan skor maupun match fixing.

Komite tersebut merupakan cikal bakal dibentuknya Departemen Integritas PSSI yang ditargetkan bisa terbentuk pada tahun 2020.

FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu.

Karena itu, Komite Ad Hoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Satgas Antimafia Bola yang dibentuk kepolisian.(*)

sumber - www.pssijatim.com

Saturday, February 2, 2019

Masih Tunggu Pengurus Baru


DELTACYBER - Usai beraudiensi dengan Bupati Sidoarjo pada tanggal 22 Januari lalu di Pendopo Delta Wibawa. Karena, sehari sebelumnya Deltamania mendemo Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Akan tim kesayangannya Deltras Sidoarjo, yang tak kunjung membaik saja. Saat berkompetisi di kompetisi amatir Liga 3, tiga musim berturut-turut. Bertemu Bupati, perwakilan Deltamania sudah memberikan semua uneg-unegnya soal Deltras. Termasuk manajemen.

Deltamania ingin, di tahun 2019 ini, manajemen The Lobster harus kembali benar-benar komitmen membawa tim ini berprestasi. Dengan meraih tiket promosi ke Liga 2. Saiful Illah juga menegaskan, bahwa dirinya juga sedang mencarikan investor bagi The Lobster.

Selain itu, Deltamania menyerahkan sepenuhnya tim yang pernah juara tiga Copa Dji Sam Soe tahun 2008 lalu ini kepada Bupati. Agar nantinya, abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah memberikan keputusan yang terbaik.

Sementara itu, mantan CEO Deltras, yakni Achmad Amir Aslichin, mengungkapkan bahwa sekarang. Dirinya tak lagi menjabat CEO The Lobster. "Saya bukan CEO-nya lagi," imbuh pria yang masih pejabat di DPRD Sidoarjo ini.

Pria yang kerap disapa mas Iin ini menyebut, sekarang The Lobster masih menunggu kepengurusan yang baru. Guna mengarungi kompetisi Liga 3 2019 kedepan.

"Masih menunggu pengurus yang baru. Jadi, tunggu saja tentang perkembangan Deltras," jelas iin dikutip dari harian pagi Jawa Pos (2/2). (*)

Belum Ada Perkembangan


DELTACYBER - Dua musim gagal memenuhi target, jelas membuat kecewa pendukung setianya, Deltamania. Akan prestasi tim kesayangannya Deltras Sidoarjo dalam kompetisi amatir Liga 3. The Lobster julukan Deltras masih belum bisa meraih tiket promosi ke Liga 2.

Kekecewaan tersebut akhirnya memuncak saat Deltamania mendemo Pendopo Delta Wibawa beberapa waktu lalu. Ribuan Deltamania mengadu kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Akan nasib Deltras kedepannya.

Sebab, kompetisi Liga 3 2019 sudah didepan mata. Namun, hingga sekarang The Lobster masih dengan kabar adem ayem saja. Sementara itu, mantan CEO The Lobster, yakni Achmad Amir Aslichin tak ingin berkomentar banyak.

"Bukan kapasitas saya lagi untuk memberikan informasi terkait Deltras," ujarnya, dikutip dari harian pagi Jawa Pos (2/2).

Pria yang biasa dipanggil mas Iin ini mengaku, belum adanya manajemen baru dikubu Deltras hingga saat ini. Membuat dirinya belum dapat memberi tanggapan mengenai Deltras kedepannya. Entah itu pembentukan tim ataupun problem lainnya.

Terakhir, Deltamania sudah beraudiensi dengan Saiful Illah terkait Deltras pada 22 Januari lalu. 16 orang perwakilan Deltamania ditemui bupati sendiri bersama Achmad Zaini selaku sekretaris daerah. Usai audiensi tersebut, ketua umum Deltamania, Saiful Bakirok membeberkan hasil pertemuan tersebut.

"Masalah tim, ketika kami meminta target lolos Liga 2. Bupati juga berusaha, tapi belum bisa berjanji. Tetapi beliau siap mencarikan sponsor, dalam artian investor," ujar Bakirok kepada redaksi Deltacyber.

Selain itu. Mengenai problem manajemen The Lobster yang tak sanggup membawa Deltras promosi ke kasta kedua. Bakirok mengaku, ketika pihaknya ditanya apakah sudah ada pengganti manajemen yang sekarang. Perwakilan Deltamania tidak memiliki pilihan.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Pemkab. Yang penting punya target lolos Liga 2," pungkas Bakirok. (*)

Tuesday, January 29, 2019

Kongres Pssi Jatim Bakal Dihadiri 86 Klub Liga 3


Asosiasi Provinsi PSSI Jatim akan menggelar kongres tahunan pada Sabtu, 23 Februari 2019 di Surabaya.
Kongres tahunan ini adalah agenda rutin di mana akan disampaikan semua hasil program kerja sepanjang 2018, dan juga apa program kerja 2019.

“Sesuai statuta kongres tahunan Asprov harus digelar tiga pekan setelah kongres tahunan PSSI Pusat, dan kalau kongres tahunan PSSI digelar 20 Januari lalu, maka kongres tahunan Asprov digelar 23 Februari,” jelas Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhanuddin.

Kongres tahunan Asprov PSSI Jatim ini akan dihadiri 86 klub Liga 3, 38 Askot/Askab sebagai anggota PSSI Jatim, serta 5 klub Liga 2 dan 5 klub Liga 1 sebagai peninjau.(*)

sumber - www.pssijatim.com

Thursday, January 24, 2019

VW Diperiksa Satgas Anti Mafia Bola di Polda Jatim

DIPERIKSA DI POLDA JATIM : Vigit Waluyo saat konferensi pers di Polda Jatim [foto : Rizka]
DELTACYBER - Mantan manajer Delta Putra Sidoarjo (Deltras) di era kompetisi Divisi Utama 2009 silam, yakni Vigit Waluyo (VW) akhirnya diperiksa oleh Satuan tugas (Satgas) Anti Mafia Bola. Satgas membawa VW ke Polda Jatim, kamis pagi tadi (24/1) sekitar pukul 07.00 Wib dari Lapas Delta Sidoarjo. VW dimintai keterangannya di dalam Ruang Penyidikan Ditreskrimun Polda Jatim.

Tiga anggota Satgas Anti Mafia Bola menjemput VW dengan dikawal ketat. Dengan pengawalan dari dua anggota Dokpol dari Polresta Sidoarjo serta petugas Sabhara bersenjata lengkap. M. Sholeh, kuasa hukum VW juga tampak mendampingi kliennya tersebut. Selain itu juga tampak Kapolrestas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Namun, mantan manajer banyak klub ini kondisi badannya kurang sehat. Itu dikonfirmasi juga oleh M. Sholeh, yang mengatakan, kliennya dalam kondisi kurang fit, untuk jantungnya.
Kapolrestas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, juga membenarkan, bahwa VW dibawa ke Polda Jatim guna diperiksa mengenai match fixing.

Sementara itu, wakil ketua tim Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti membeberkan, pemanggilan VW untuk memintai dia keterangan lebih lanjut. Terkait pengaturan skor yang terjadi di kompetisi Liga 2 musim lalu.

"Proses pemeriksaan kami kordinasikan. Kami sudah banyak data untuk membongkarnya. Sekarang ini kisi-kisinya Liga 2 sudah banyak sekali," tuturnya.

Krishna menambahkan, pemeriksaa VW tersebut termasuk pengembangan dari pertandingan dan data yang sudah diperoleh dari tersangka lain. Salah satunya Dwi Irianto alias Mbah Putih, yang sudah ditangkap terlebih dahulu. (*)

Asprov Jatim Gelar Kongres Tahunan di Bulan Februari

GELAR KONGRES FEBRUARI : Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanuddin

DELTACYBER - Usai kongres yang digelar oleh PSSI pusat pada tanggal 20 Januari lalu di Bali. Awal bulan Februari mendatang giliran Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Timur akan menggelar kongres tahunan. Tepatnya pada tanggal 23 Februari.

Pihak Asprov Jatim sendiri sudah mengirim surat pemberitahuan kepada Asosiasi PSSI Kota/Kabupaten, klub anggota, dan calon anggota PSSI Jatim. Sekretaris Asprov PSSI Jatim, yakni Amir Burhanuddin, mengkonfirmasi kongres tahunan tersebut.

”Lokasi Kongres Tahunan PSSI Jatim ada di Surabaya, dan sesuai statuta kongres ini kami lakukan delapan pekan setelah Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Bali, 20 Januari nanti,” ucapnya dikuti dari laman resmi PSSI Jatim.

Masih lanjut Amir, dalam kongres tahunan Asprov PSSI Jatim mendatang. Beberapa agenda sudah disiapkan pihaknya. Bakal dipaparkan program kerja yang sudah dilakukan pada tahun 2018 kemarin. Dan membahas prorgam kerja yang harus dilakukan untuk tahun ini. Termasuk juga pembahasan pembentukan tim PON Jatim untuk PON Papua 2020 mendatang.

Amir mengaku, nantinya undangan resmi kongres tersebut bakal dikirim lagi. Empat pekan sebelum pelaksanaan kongres. (*)

Wednesday, January 23, 2019

Brylian Aldama Doakan The Lobster

INGIN DELTRAS LEBIH BAIK : Brylian Aldama mendoakan Deltras agar mampu profesional

DELTACYBER – Aksi Deltamania yang turun jalan mengadu ke pembina tim Deltras sekaligus suporter, yakni Bupati Sidoarjo Saiful Illah (21/1) lalu. Mengenai kekecewaan mereka akan prestasi The Lobster julukan Deltras Sidoarjo yang tak kunjung membaik.

Mendapat perhatian dari salah satu penggawa timnas U-16 yang menjadi Juara Piala AFF U-16 2018 lalu di Sidoarjo. Yakni, Brylian Aldama. Pemain asli arek Sidoarjo ini mengaku prihatin dengan kondisi Deltras saat ini.

Dalam akun sosial media, instagram miliknya. Brylian, membuat insta story bertuliskan save deltamania, semoga bisa lebih baik lagi.

“Saya doakan agar manajemen dan staff-staffnya yang lain bisa berbuat professional demi Sidoarjo kedepannya,” ungkap Brylian.

Pemain kelahiran 23 Februari 2002 ini mengaku sedih dengan kondisi tim kebanggaan Deltamania saat ini. Yang masih belum mampu beranjak dari kompetisi amatir Liga 3.

“Dulu waktu saya kecil senang lihat Deltras saat bermain di Divisi Utama. Tapi lihat kondisi seperti sekarang sedih,” ucap pemain bernomor punggung 18 saat membela Timnas U16 lalu.

Brylian menambahkan, padahal Sidoarjo adalah gudangnya pemain bagus. Itu terbukti dengan banyaknya pemain asli arek Sidoarjo yang berlaga di Liga 2, Liga 1 bahkan sampai level Timnas Indonesia.

Brylian sendiri, kini dia masih bergabung bersama tim Garuda Select PSSI. Yang trial di Inggris. Sebanyak 24 pemain masuk dalam program Garuda Select. Mereka bakal mendapatkan latihan dengan standar Eropa. Garuda Select sudah berangkat ke Inggris sejak tanggal 15 Januari lalu. Di Inggris mereka akan ditempa dengan program khusus selama enam bulan.

Garuda Select sendiri adalah program dari PSSI kerja sama dengan Super Soccer TV. Pemain-pemain yang berangkat dengan level usia rata-rata dibawah usia 17 tahun.

Dalam program tersebut, Dennise Wise ditunjuk menjadi direktur program, sedangkan Des Walker mantan pemain Sampdoria dan Nottingham Forest ini bakal menjadi pelatih dari tim Garuda Select. (*)

Tuesday, January 22, 2019

Bupati : Kalau Pakai APBD, Saya Bisa di Bui


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo dalam dua musim terakhir, memang masih belum mentas dari kompetisi amatir Liga 3. Di musim 2017 The Lobster julukan Deltras Sidoarjo langkahnya terhenti di babak 16 besar fase nasional. Sedangkan di 2018 kemarin, Deltras harus gugur terlebih dahulu di babak kedua zona Jawa, sebelum babak 32 besar Nasional.

Alhasil, target promosi ke kasta kedua Liga 2 2019 pupus sudah. Dengan kekecewaan tersebut, ratusan Deltamania dan Deltanita menggelar aksi turun jalan kemarin Senin pagi (21/1) di Pendopo Delta Wibawa.

Mereka ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Guna mengadukan tim kebanggaannya tersebut kepada sang pembina tim sekaligus suporter, Abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah. Problem keuangan masih menjadi masalah besar bagi Deltras untuk mengarungi kompetisi.

Dihadapan ratusan Deltamania, Bupati Sidoarjo akhirnya menemui mereka. Abah Ipul mengaku terus berusaha mencarikan dana serta sponsor bagi The Lobster. Namun tidak dengan menyusu APBD Sidoarjo.

"Kalau tanya prestasi Deltras, Deltras ini tidak dibiayai siapa-siapa. Belum ada yang mau pegang Deltras. Kalau saya jual, saya yang malu nantinya. Kalau saya minta dana kepada pemerintah, saya bisa masuk bui," ucap Saiful.

Perlu diketahui, Deltras Sidoarjo sendiri sudah berbentuk PT sejak tahun 2011 lalu. Saat berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011. Memang saat itu, seluruh klub peserta kompetisi kasta tertinggi Indonesia, diwajibkan berbentuk PT atau yayasan.

Akhirnya, The Lobster sudah berbentuk PT. Delta Raya Sidoarjo. Sudah berbentuk PT, The Lobster harus lepas pendanaan dari pemerintah kabupaten. Meskipun, di tahun 2013 Deltras degradasi ke Divisi Utama kasta kedua, dan 2014 degradasi lagi ke Liga 3 kompetisi amatir hingga sekarang.

Berbeda dengan tim-tim amatir lainnya, yang belum berbentuk PT atau yayasan dan bisa menyusu ke APBD daerahnya masing-masing. Dua musim berlaga di Liga 3 kemarin, The Lobster tak boleh mendapat dana APBD. Bahkan, Abah Ipul mengaku, dia harus merogoh kantong pribadinya Rp 100 juta lebih tiap bulannya dan diberikan kepada Deltras. (*)

Rekaman Lensa Deltamania Beraudiensi Dengan Bupati


DELTACYBER - Usai menggelar aksi unjuk rasa wadul ke Bupati Sidoarjo, Saiful Illah (21/1). Perwakilan Deltamania akhirnya diundang audiensi oleh Saiful Illah di Pendopo Delta Wibawa tadi siang (22/1). Perwakilan Deltamania sudah membawa poin-poin yang ingin disampaikan dihadapan Bupati dua periode tersebut.

"Jadi tadi perwakilan Deltamania sudah ditemui oleh Bupati. Pada intinya poin-poin yang sudah kami rapatkan sebelumnya, sudah kami kasihkan dan dibacakan dalam audiensi tersebut," ungkap Saiful Bakirok, ketua Deltamania.

Berikut Rekaman Lensa Deltamania Beraudiensi Dengan Bupati





Akhirnya, Deltamania Audiensi Dengan Bupati

AUDIENSI : Delamania tadi siang (22/1) usai beraudiensi dengan Bupati Sidoarjo

DELTACYBER - Setelah berunjuk rasa dengan ratusan masa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, kemarin pagi (21/1). Suporter setia Deltras Sidoarjo, Deltamania, akhirnya dipanggil Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Dalam audiensi siang tadi (22/1) di Pendopo Delta Wibawa, perwakilan Deltamania baik dari pengurus pusat dan perwakilan Kordinasi Kecamatan (Korcam) sebanyak 16 orang ditemui oleh Saiful Illah dan Achmad Zaini, sekretaris daerah.

Namun, dalam audiensi tersebut, tidak menghadirkan manajemen tim The Lobster. Bertemu Bupati, perwakilan Deltamania ini menyampaikan keluh kesah mereka, mengenai manajemen Deltras yang tak mampu membawa The Lobster promosi ke Liga 2. Selain itu, mereka juga ingin menyerahkan Deltras ini kepada Bupati lagi sepenuhnya.

"Jadi tadi perwakilan Deltamania sudah ditemui oleh Bupati. Pada intinya poin-poin yang sudah kami rapatkan sebelumnya, sudah kami kasihkan dan dibacakan dalam audiensi tersebut," ungkap Saiful Bakirok, ketua Deltamania.

Bakirok menjelaskan.dari pihak Bupati pun sudah menanggapi semua. Seperti masalah tunggakan gaji pemain yang belum terbayar, serta masalah gaji legiun asing Deltras, Mijo Dadic yang belum lunas dan sampai masuk ke ranah FIFA.

"Masalah tim, ketika kami meminta target lolos Liga 2. Bupati juga berusaha, tapi belum bisa berjanji. Tetapi beliau siap mencarikan sponsor, dalam artian investor," ujar Bakirok kepada redaksi Deltacyber.

Selain itu. Mengenai problem manajemen The Lobster yang tak sanggup membawa Deltras promosi ke kasta kedua. Bakirok mengaku, ketika pihaknya ditanya apakah sudah ada pengganti manajemen yang sekarang. Perwakilan Deltamania tidak memiliki pilihan.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Pemkab. Yang penting punya target lolos Liga 2," pungkas Bakirok. (*)

Monday, January 21, 2019

Cerita Unik Deltamania Cilik Ini Ikut Demo

SALUT : Empat Deltamania cilik ikut demo ke Bupati

DELTACYBER - Ratusan Deltamania dan Deltanita, kemarin pagi (21/1) berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Ratusan Deltamania tersebut ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah selaku pembina tim sekaligus suporter Deltamania.

Deltamania ingin menyampaikan uneg-unegnya selama ini, mengenai tim kesayangannya Deltras. Yang selama tiga tahun berlaga di Liga 3, tak kunjung menuai prestasi apik.

Tetapi, dari ratusan Deltamania yang hadir dalam aksi turun jalan tersebut. Ada empat anak kecil yang juga bersemangat mengikuti demo kemarin. Empat Deltamania cilik ini mengaku rela izin dari sekolahnya demi memperjuangkan nasib Deltras kepada Bupati.

Menurut salah satu kordinator lapangan Deltamania, Fadly, sekaligus ketua korcam Candi Bersatu,  mereka berempat ini sudah niat ikut bersama Deltamania lainnya berdemo di depan Pendopo.

"Asal mereka ini dari Karangtanjung Candi. Rela mbelani izin sekolah, ke Pendopo naik mobil online dari rumahnya," ucap Fadly kepada redaksi Deltacyber.

Fadly menambahkan, setelah ikut berdemo di Pendopo. Keempatnya menuju sekretariat Deltamania menumpang sepeda motor anggota Deltamania Candi Bersatu lainnya.

"Akhirnya mereka pulang juga kami beri tumpangan. Saya tidak membolehkan mereka nggandol truk. Dan kaos yang dipakainya, mereka buat sendiri. Saya benar-benar salut," imbuh Fadly. (bud)

Ketua Asprov Jatim Pimpin Komite Adhoc Integritas


PSSI menunjuk Ahmad Riyadh dan Azwan Karim sebagai Ketua dan Wakil Ketua Komite Adhoc Integritas, hal ini diumumka saat Kongres Tahunan PSSI 2019 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1). Dalam kongres tersebut, Joko Driyono selaku pelaksana tugas ketua umum PSSI menyampaikan pembentukan Komite Adhoc ini adalah bagian dari upaya PSSI untuk memerangi match-fixing.

Komite tersebut merupakan awalan sebelum dibentuknya Departemen Integritas PSSI. Joko menuturkan, Komite Adhoc ini akan bekerja selama setahun, karena Departemen Integritas ditargetkan bisa terbentuk pada 2020. Masih menurut Joko, FIFA memang sudah mengarahkan kepada para anggota mereka untuk membentuk Departemen Integritas sejak 2017 lalu.

"Setelah terbentuk Departemen Integritas, tugas Komited Adhoc tersebut selesai. Komite Adhoc ini sekaligus bekerja merespons dinamika publik terkait match-fixing," ujar Joko.

Lebih lanjut, pria asal Ngawi ini mengungkapkan dalam Kongres PSSI tersebut para peserta sudah dimintai persetujuannya terkait penunjukkan Ahmad Riyadh sebagai ketua Komite Adhoc Integritas. Riyadh merupakan ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur. Sedangkan yang ditunjuk sebagai wakilnya adalah mantan sekretaris jenderal PSSI, Azwan Karim.

"Dalam waktu dekat Ad-hoc bekerja untuk segera menyusun personalia, dan diberikan waktu dua minggu untuk melengkapi anggotanya yang total berjumlah tiga hingga lima orang. Komite ini mengemban tugas yang sangat penting, fokus menjaga integritas sepakbola," jelas Joko.

"Komite Adhoc Integritas diharapkan segera bersinergi dengan Kepolisian melalui MoU (Memorandum of Understanding), sebagaimana FIFA dengan Interpol untuk menangani match-fixing," pungkasnya.

Sementara Ahmad Riyadh mengatakan bahwa dirinya bersama Azwan Karim siap mengemban amanah ini. Ia mengaku ini bukan tugas yang ringan dan butuh orang-orang yang benar paham tentang persepakbolaan nasional. "Dalam waktu dekat kami akan melengkapi komite ini dengan menambah tiga atau lima orang lagi untuk memperkuat Komite Adhoc Integrity ini,” kata Ahmad Riyadh.

“Karena salah satu tugasnya ialah mencegah dan memerangi pengaturan skor maupun perencanaan skor, maka akan berusaha seoptimal mungkin mempersiapkan program sebaik mungkin. Apalagi pada kepengurusan ke depan akan dipermanenkan sebagai departemen,” tambahnya.

sumber - www.pssi.org

Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1)


DELTACYBER - Ratusan Deltamania berunjuk rasa di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, kemarin (21/1). Mereka ingin menemui Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Untuk menyampaikan aspirasi mengenai tim kebanggaannya Deltras Sidoarjo. Yang tak kunjung membaik soal prestasinya.

Berikut Galeri Foto Aksi Deltamania Turun Jalan, Wadul Nang Bapake (21/1) =








Bakirok : Meski Tim Gala Desa, Harus Bisa Jamin Lolos Liga 2


DELTACYBER - Keinginan Deltamania untuk menyaksikan tim kesayangannya Deltras Sidoarjo berlaga di kasta kedua sangatlah besar. Deltras sendiri sudah bermain di Liga 3 selama tiga musim terakhir. Yakni Liga nusantara tahun 2016, Liga 3 2017, dan terakhir 2018 kemarin.

Namun, The Lobster julukan Deltras, masih saja belum dapat bangkit promosi lagi ke Liga 2. Tak pelak, suporter setianya, kecewa besar atas performa tim. Dengan didasari kekecewaan itulah, mereka mengadakan aksi turun jalan (20/1) mengadu ke Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Ketua umum Deltamania, yakni Saiful Bakirok, mengaku selama ini Deltamania terus dijanjikan oleh manajemen untuk promosi ke Liga 2. Namun, buktinya, selalu gagal.

"Kami kecewa, intinya kami minta tahun ini harus bisa naik ke Liga 2, tidak terus-terusan di Liga 3. Karena kami punya suporter yang loyal, stadion juga memenuhi standart, apalagi Sidoarjo punya perusahaan besar," beber Bakirok.

Pria bertubuh tambun ini menilai, manajemen Deltras tak profesional. Bakirok mengatakan, kalau mereka benar-benar niat, saya jamin pasti lolos.

"Meskipun timnya jelek sekelas gala desa yang penting lolos. Kami tidak mau tahu pokok harus lolos Liga 2," jelasnya.

Dia menambahkan, berharap nantinya siapapun yang memegang tim Deltras. Manajemen baru harus memiliki visi dan misi yang jelas dan mempunyai target untuk lolos ke Liga 2. Jangan hanya omong saja.

"Rekan-rekan Deltamania ini wadul nang bapake. Bagaimana caranya tahun ini masuk ke Liga 2. Jadi siapapun nanti yang tidak bisa menjamin masuk ke Liga 2, ya sama saja," pungkas Bakirok. (bud)

Deltras Harus Cari Sponsor

TEMUI DELTAMANIA : Bupati Saiful Illah saat menemui Deltamania di depan pendopo

DELTACYBER - Suporter setia Deltras Sidoarjo, yakni Deltamania menggelar aksi turun jalan tadi pagi (20/1) di depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Mereka ingin mengadu kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Mengenai kebobrokan The Lobster julukan Deltras dalam dua musim terakhir, saat berlaga di Liga 3 2017 dan 2018 kemarin. Deltras sendiri gagal menggapai targetnya, yakni promosi ke Liga 2.

Dengan kekecewaan tersebut, ratusan Deltamania akhirnya mengadu ke Bupati. Sempat belum ditemui, akhirnya Saiful Illah menemui ratusan Deltamania.

Saiful mengaku, setiap bulan terus mengeluarkan dana untuk Deltras. Namun, untuk saat ini belum ada yang mau untuk memegang Deltras. Abah Ipul sapaan akrabnya mengatakan, juga tak ingin menjual Deltras. Karena nanti, dia juga malu.

"Solusi cari sponsor itu bagus. Saya sedang cari sponsor, tapi tidak banyak. Pokoknya nantinya harus transparan. Sekarang siapa yang kira-kira mampu pegang Deltras," tutur Abah ipul.

Saiful mengaku, dia berusaha mencarikan uang. Guna keberlangsungan Deltras di Liga Indonesia.
"Mudah-mudahan Deltras dapat naik kasta lagi. Apalagi kalau Deltamania bisa kompak seperti ini, semoga bisa mendongkrak Deltras untuk naik kasta," pungkas Bupati yang pernah menjabat sebagai wakil bupati ini. (bud)

Deltamania Gelar Aksi Turun Jalan


DELTACYBER - Senin pagi (20/1) depan Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo mendadak ramai dengan masa berkaos merah-merah. Full atribut tim kebanggaannya, yakni Deltras Sidoarjo. Suporter setia Deltras, yakni Deltamania serta Deltanita, menyampaikan aspirasinya untuk ingin menemui Bupati Saiful Illah.

Deltamania tampak membentangkan beberapa banner, seperti bertuliskan, instal ulang manajemen, save deltras, kota ini miris prestasi. Terus bernyanyi didepan pagar pendopo. Dan sang Bupati belum kunjung menemui Deltamania.

Akhirnya abah Ipul, sapaan akrab Saiful Illah dapat menemui ratusan Deltamania. Didepan Deltamania, abah Ipul sempat menanyakan maksud dan tujuan Deltamania berdemo ini untuk apa.

"Kalau tanya prestasi Deltras, Deltras ini tidak dibiayai siapa-siapa. Belum ada yang mau pegang Deltras. Kalau saya jual, saya yang malu nantinya. Kalau saya minta dana kepada pemerintah, saya bisa masuk bui," jelas Saiful.

Sementara itu, ketua umum Deltamania, yakni Saiful Bakirok, mengungkapkan sebenarnya keinginan Deltamania tak muluk-muluk. Intinya, tahun ini The Lobster bisa promosi ke kasta kedua Liga Indonesia, yakni Liga 2.

"Adanya kami demo ini menyampaikan suara dari Deltamania. Menyerahkan semuanya kepada Bupati selaku pembina tim dan Deltamania. Serta dapat memfasilitasi manajemen yang baru untuk mendapatkan akses ke dalam perusahaan atau sponsor yang ada," ujar pria bertubuh gempal ini.

Bakirok menambahkan, Deltamania ini wadul ke bapaknya. Bagaimana caranya untuk tahun ini bisa naik lagi ke Liga 2.

"Meskipun timnya jelek sekelas gala desa, yang penting lolos. Kami tidak mau tahu, pokoknya harus lolos ke Liga 2," jelas Bakirok.

Menurutnya, aksi demo ini bentuk kekecewaan Deltamania dan Deltanita selama ini. Karena selalu dijanjikan oleh manajemen untuk naik kasta, tetapi selalu gagal di penghujung liga.

Sebab, Sidoarjo sendiri memiliki potensi yang luar biasa dalam dunia si kulit bundar. Stadion standart internasional, serta banyak perusahaan yang dapat menjadi sponsor, sudah menjadi poin plus bagi The Lobster. Kalau benar-benar dapat dimanfaatkan.

"Sampai sekarangpun manajemen belum menemui kami. Yang jelas, siapapun nanti yang pegang Deltras, harus punya target lolos ke Liga 2. Bukan hanya omong saja," pungkas Bakirok. (bud)

Sunday, January 20, 2019

Deltamania Hadiri Ultah Berni Jember dan L.A Mania

SAMBANG DULUR JEMBER : Perwakilan Deltamania datang dalam acara hari jadi Berni Jember [foto : Berni SouthSector]

DELTACYBER - Rasa seduluran antar suporter memang menjadi slogan dari Deltamania. Yakni, Salam Virus Damai (SAVIDI). Arti slogan tersebut, salah satunya adalah welcome kepada semua suporter di Indonesia yang bertamu dengan sopan dan baik saat away ke Sidoarjo.

Deltamania pun akan menyambut hangat suporter yang tandang ke Gelora Delta Sidoarjo. Begitupun, saat Deltamania away, timbal balik dari suporter lainnya juga memberi pintu terbuka kepada Deltamania.

Rasa seduluran tersebut, juga tak memandang kasta. Meski, Deltamania sekarang sebagai pendukung tim yang berada di Liga 3. Tetapi, Deltamania juga masih menjalin hubungan baik dengan suporter Liga 1.

DULUR LAMONGAN : Perwakilan Deltamania yang hadir di acara ulang tahun L.A Mania
Seperti dalam kunjungan perwakilan Deltamania yang menghadiri acara ulang tahun dari suporter Persela Lamongan yang ke-18 tahun. Yakni, L.A Mania tadi siang (20/1) di Lamongan. Beberapa perwakilan Deltamania hadir dalam acara tersebut.

Selain hadir dalam ultah L.A Mania. Perwakilan Deltamania juga datang ke acara hari jadi Berni Jember, fans dari Macan Raung julukan Persid Jember. Yang musim ini sama-sama berlaga di Liga 3.

Ya, hubungan Berni dan Deltamania dapat dikatakan memang baik. Saat Deltamania tandang ke Jember, dan Berni away ke Sidoarjo, kedua suporter tampak akrab bersilahturahmi. Perwakilan Deltamania hadir dalam acara ulang tahun Berni tadi pagi (20/1) yang digelar di halaman parkir Stadion Jember Sports Garden. (bud)


Saturday, January 19, 2019

Yuk Order Merchandise Media Kami


DELTACYBER - Setelah sekian lama rencana dari tim redaksi media www.deltamania-cyber.com untuk membuka order merchandise, akhirnya baru terealisasi. Di pertengahan bulan Januari 2019 ini, satu-satunya media sosial yang aktif di kalangan Deltamania dan sepakbola Sidoarjo, yakni www.deltamania-cyber.com, sudah membuka order merchandise.

Rekan-rekan suporter Deltras Sidoarjo sekaligus pembaca umum dapat membeli t-shirt yang sudah di share oleh tim redaksi kami dalam sosial media. Dengan melalui order melaui nomor whatsapp yang sudah tertera.

Usai menentukan t-shirt mana yang bakal dibeli, pembeli bisa langsung transfer ke rekening yang sudah kami berikan. Nantinya, redaksi kami bakal mengirim barang tersebut melalui ekspedisi ternama.

"Untuk sementara ini order via whatsapp, dan bisa langsung transfer. Zaman kan sudah canggih, bisa transfer melalui M-Bangking. Untuk penambahan ongkos kirim, kami gratiskan khusus untuk Kabupaten Sidoarjo," ucap M. Ainul Budi, salah satu redaksi media ini.

Nantinya, pembeli juga dapat memilih desain kaos yang elegant dan simple. Tentunya, dengan kualitas dan sablon jempolan. "Rencananya kedepan juga akan kami buat beberapa merchandise lainnya, seperti jaket, beberapa acecoris, maupun replika jersey," imbuh Budi. (bud)

Berikut Cara Ordernya =





Edy Rahmayadi Mundur Dari Ketum PSSI

Mundur : Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi resmi menyatakan pengunduran dirinya

DELTACYBER - Federasi sepakbola Indonesia menggelar kongres tahunan yang digelar hari ini (20/1) di  Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Bali. Beberapa agenda sudah disiapkan oleh PSSI dalam kongres yang diikuti 85 voters tersebut. Antara lain laporan keuangan, pengangkatan dan pemberhentian orang atau badan, serta laporan dari PT. LIB.

Namun, dalam kongres tersebut juga menjadi akhir dari masa jabatan sang ketua umum. Yakni, Edy Rahmayadi. Gubernur Sumatera Utara tersebut menyatakan mundur sebagai ketua umum PSSI. Hal tersebut di konfirmasi langsung oleh akun official twitter PSSI. Dalam statusnya official PSSI mengatakan, "Edy Rahmayadi menyampaikan pengunduran diri sebagai ketua umum PSSI pada kongres PSSI 2019 di Bali. Terima kasih atas segala dedikasinya untuk sepakbola Indonesia, Pak Edy!," tulisnya.



Dengan mundurnya Edy sebagai ketua umum PSSI. Otomatis nahkoda PSSI saat ini sementara berpindah kepada wakil ketua umum, yakni Djoko Driyono. Usai memberikan sambutan dan menyatakan mengundurkan diri. Edy, langsung menyalami beberapa para tamu undangan.

Edy Rahmayadi sendiri terpilih menjadi ketum PSSI pada kongres PSSI tahun 2016 lalu, yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. Edy menjadi pemimpin PSSI periode 2016 hingga 2020 mendatang. Kala itu, Edy mengalahkan beberapa kandidat lainnya. Seperti Bernhard Limbong, Kurniawan Dwi Yulianto, Eddy Rumpoko, Moeldoko, dan Sarman.

Edy juga dapat dikatakan rangkap jabatan. Karena, pada pertengahan tahun 2018 lalu, dia berhasil menang dalam pemilihan Gubernur provinsi Sumatera Utara. Letnan Jenderal TNI ini pun menjabat Gubernur Sumut sekaligus ketum PSSI. Tetapi akhirnya sekarang, 20 Januari 2019 Edy resmi mengundurkan diri sebagai ketum PSSI. (bud)

Belum Ada Pemberitahuan Resmi Soal Liga 4


DELTACYBER - Liga 4 ?. Sudah sejak tahun kemarin, wacana yang berhembus di kalangan Deltamania masih soal beredar isu soal Liga 4. Tetapi, akhirnya setelah menunggu kongres PSSI, tidak ada kompetisi yang bernama Liga 4.

Sama dengan yang sekarang. Isu yang berkembang masih sama soal keikutsertaan tim Delta Putra Sidoarjo (Deltras) ikut dalam kompetisi Liga 4. Sebab, dalam list yang share oleh pihak PSSI pusat hanya ada 16 tim Liga 3 yang mengikuti kongres tahunan PSSI yang digelar di Bali pada 20 Januari 2019.

Ataupun list 32 tim Liga 3 yang di share oleh beberapa akun sosial media Liga 3, yang menyebutkan hanya 32 tim Liga 3. 32 tim tersebut terdiri dari tim-tim yang tak bisa promosi ke Liga 2 2019 kemarin, juga tim degradasi dari Liga 2 2018 ke Liga 3 2019.

Tetapi, semua itu ternyata belum fix benar. Sebab, sampai sekarang tim-tim yang tak bisa lolos ke babak nasional ataupun tim Liga 3 yang memulai dari zona provinsi masing-masing, belum mendapat pemberitahuan resmi dari PSSI terkait Liga 4. Seperti wacana yang berkembang di sosial media.

"Sampai sekarang ya belum dapat soal pemberitahuan resmi soal regulasi dan jadwal Liga 3 2019. Itu semua akan dibahas di kongres PSSI tentunya," ujar Agustina Kris Purwanto, sekretaris tim Deltras.

Tim Deltras sendiri tak mendapat jatah voters dalam kongres tahunan PSSI di Bali 20 Januari 2019. Sebab, hanya 16 tim yang masuk 16 besar nasional Liga 3 saja yang mendapat hak voters. Sedangkan tim yang tak bisa masuk 16 besar nasional, otomatis tidak mendapat hak voters. Namun, hak mereka sudah diwakilkan oleh Asprov masing-masing yang juga mendapat hak voters. Asprov PSSI Jawa Timur sendiri bakal menggelar kongres tahunan pada 23 Februari mendatang. (bud)

Tak Dapat Hak Voters Karena Tidak Masuk 16 Besar


DELTACYBER - PSSI menggelar kongres tahunan yang diadakan di Bali pada 20 Januari. Dalam kongres tahun ini PSSI sudah menyiapkan beberapa agenda yang bakal dibahas. Seperti laporan kegiatan serta keuangan di tubuh PSSI pada tahun 2018 lalu. Pihak operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga memaparkan laporan tahunnanya dan Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Selain itu, juga dijelaskan program serta rencana anggaran PSSI untuk tahun 2019 ini. Serta diagendakan pengangkatan, peresmian, sekaligus pemberhentian untuk orang atau badan. Juga pengesahan anggota PSSI yang baru pada tahun ini. Kongres juga akan membahas pembentukan untuk Komite Adhoc Integritas untuk penuntasan masalah pengaturan skor.

Kongres ini sendiri diikuti 85 voter dari berbagai anggota PSSI. 85 voter tersebut terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub dari Liga 1, 16 klub dari Liga 2, dan 16 klub dari Liga 3, serta 1 Asosiasi Futsal.

Untuk tim Liga 3 sendiri, hanya 16 tim saja yang menjadi voter dalam kongres PSSI tahun ini. Sebab, seperti di tahun kemarin. 16 tim tersebut diambil dari 16 tim yang masuk 16 besar di babak 32 besar nasional kemarin.

Otomatis, ratusan tim Liga 3 lainnya yang tak masuk 16 besar nasional tak dapat jatah menjadi voter dalam kongres. Mereka yang tak menjadi voter sudah diwakilkan oleh Asprov masing-masing provinsinya.

"Untuk Deltras sendiri di kongres PSSI tahun ini di Bali tidak mendapat undangan. Karena memang tidak masuk 16 besar nasional. Tetapi, kami sudah mendapat undangan untuk kongres PSSI Jawa Timur setelah kongres PSSI pusat ini," ujar Agustina Kris Purwanto, sekretaris tim Deltras.

Agus mengaku, undangan untuk kongres yang digelar Asprov PSSI Jatim nantinya akan menjelaskan soal regulasi kompetisi Liga 3 tahun 2019. Serta beberapa laporan dan agenda PSSI Jawa Timur kedepan. (bud)

Friday, January 18, 2019

Delta Campus, Wadah Mahasiswa Pecinta Deltras


Mengenal lebih dekat komunitas Delta Campus

DELTACYBER - Delta Campus adalah sebuah wadah bagi mahasiswa pecinta tim kesebelasan Delta Putra Sidoarjo (Deltras FC Sidoarjo). Komunitas ini terbentuk pada 29 Oktober 2017 lalu. Sesuai dengan namanya yakni Delta Campus, komunitas pendukung Deltras ini memang  terbentuk karena kesamaan latar belakang mereka sebagai mahasiswa. Dari kesamaan latar belakang inilah yang membuat mereka secara sengaja membuat komunitas tersebut.

“Rekan saya, tiga sekawan sekelas sewaktu SMA yang sama-sama pecinta Deltras lah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Delta Campus. Saya berbeda kelas dengan mereka bertiga, namun kami adalah sahabat hingga akhirnya sekitar Oktober 2017 kami sepakat membentuk Delta Campus” ungkap Ivanda, salah satu anggota Delta Campus.

“Anggota kami tersebar dibeberapa Perguruan Tinggi di  Jawa Timur, antara lain ada anak Umsida, UM, UB, dan Unesa. Dan anggotanya sekitar 15 orang. Kami juga sering mengadakan Kopdar (kopi darat) namun kendalanya ada saja anggota yang berhalangan, dan kawan-kawan lainnya juga memaklumi karena mereka juga banyak kegiatan di kampusnya” imbuhnya.

Delta Campus mempunyai situs sosial media di Instagram dan Twitter, dengan id @deltacampus1989. Mereka juga terlihat aktif mengunggah aktivitas mereka di berbagai sosial medianya terhitung sejak komunitas ini terbentuk Oktober tahun lalu. Bahkan beberapa hari sebelum pertandingan Deltras berlangsung mereka selalu membuat semacam pamflet, pamflet tentang pertandingan Deltras Sidoarjo yang berisi konten besifat menyemangati Delta Mania untuk datang ke Stadion dan secara khususnya memberi dukungan secara moril kepada para pemain Deltras melalui sosial media.

“Saya berharap semoga dengan adanya komunitas Delta Campus ini satu anggota dngan angggota lainnya bisa lebih saling mengenal, yang notabene sesama Delta Mania (sebutan pendukung setia Deltras Sidoarjo) dan kedepannya bisa semakin kompak serta tentu semakin total mendukung sang kebanggaan Deltras Sidoarjo” pungkasnya.

penulis : Muh. Ari Rifqi Mubarok

Wednesday, January 16, 2019

VW Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka


VW Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Satgas Anti Mafia Bola Tetapkan Status Tersangka Kepada Vigit Waluyo

DELTACYBER - Mantan manajer tim Delta Putra Sidoarjo (Deltras) akhirnya benar-benar terseret dalam lingkaran hitam sepakbola Indonesia. Dialah Vigit Waluyo (VW). Putra almarhum H. Mislan pendiri klub Gelora Dewata Bali ini sebelumnya sudah menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam kasusnya dugaan korupsi PDAM, yang merugikan negara Rp 3 Milyar.

Dengan sudah menyerahkan diri, kini VW harus berhadapan dengan kasus lain. Yakni, penyelidikan dirinya terhadap dugaan pengaturan skor di beberapa match dalam kompetisi Liga 2 2018 kemarin. VW akhirnya ditetapkan Satgas Anti Mafia Bola dalam dugaan match-fixing. Penetapan tersebut, setelah tim Satgas mampu mendalami bukti dan laporan terkait.

VW diduga mengalirkan dana segar kepada Dwi Irianto alias mbah putih, yang juga pelaku match fixing yang sebelumnya sudah tertangkap terlebih dahulu. Dana tersebut sebesar Rp 115 juta.
Uang tersebut diberi agar memuluskan langkah PS Mojokerto Putra diduga untuk naik kasta ke Liga 1. Hal tersebut lah yang membuat VW dijadikan tersangka oleh Satgas.

"Bahwa kasus dari pada perkara antara yang dilaporkan [adalah] pak Vigit Waluyo (VW), pada malam ini [kemarin] sudah melakukan gelar perkara," kata ketua tim media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono, dikutip dari laman goal.com.

"Mekanisme gelar sudah menaikkan VW menjadi tersangka dalam kasus PS Mojokerto Putra," tambah pria berusia 50 tahun tersebut.

Sebelumnya, Vigit juga sudah mendapat hukuman dari Komite Disiplin PSSI. Ia dilarang beraktifitas di lingkungkan sepakbola tanah air karena terlibat match-fixing.

Sejauh ini Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan enam orang tersangka. Selain Vigit ada komite eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota komite wasit Priyanto, Anik Yuni Artika Sari, anggota nonaktif komite disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan wasit Nurul Safarid.

PSSI dan Polri Memperkuat Sinergi

SINERGITAS : PSSI dan Polri siap perangi pengaturan skor di Liga Indonesia [foto : pssi.org]

Federasi sepak bola Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia akan memperkuat sinergi untuk menyelesaikan masalah terkait match fixing dan match manipulation. Kerja sama ini akan segera dituangkan dalam nota kepahaman atau MoU.

Dalam pertemuan antara PSSI dan Polri, yang juga dihadiri perwakilan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dan perwakilan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC), di Jakarta, Selasa (15/1), didiskusikan tentang kolaborasi yang akan dijalankan PSSI dan Polri.es

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, kerangka kerja sama akan segera disiapkan. PSSI ingin kerja sama yang luas dengan Polri dan perlu dituangkan dalam MoU. “Tidak cuma kasus match fixing atau match manipulation, kita juga ingin kerja sama dalam hal pengamanan pertandingan,” kata Tisha.

Terkait sinergi dalam penuntasan masalah match fixing dan match manipulation, Tisha menjelaskan bentuk kolaborasinya adalah PSSI lebih menangani pelanggaran olahraga yang diatur dalam kode disiplin PSSI, AFC dan FIFA. Sementara Polri lebih menangani ruang lingkup pelanggaran pidana atau yang masuk dalam hukum nasional.

“Pihak kepolisian nantinya akan banyak mengurusi pelanggaran-pelanggaran pidana yang ada di seputar terjadinya dugaan match fixing, sedangkan untuk membuktikan terjadinya match fixing atau tidak, itu ranahnya PSSI. Jadi, diharapkan dua badan ini bisa bekerja sama dengan baik," tutur dia.

PSSI, kata Tisha, dalam waktu dekat membentuk Komite Adhoc Integritas yang tugasnya untuk mendeteksi, mencegah dan merespons terhadap isu integritas pada sepak bola Indonesia.  Tisha mengungkapkan, pendirian Komite Adhoc Integrity merupakan cikal bakal terbentuknya departemen khusus di bawah kesekjenan PSSI yang menangani masalah integritas.

Rencananya, departemen tersebut akan dibentuk PSSI pada tahun 2020. Nantinya, kata Tisha, Komisi Adhoc Integritas akan memberikan masukan atau bukti-bukti serta pengamatan di lapangan terkait pola praktik perjudian (betting pattern).

Dalam pertemuan ini AFC memberi gambaran umum terkait penanganan kasus match fixing di Asia, seperti yang terjadi di Nepal, Thailand, China, Jepang, dan beberapa negara lainnya. "Makanya, kami tadi belajar beberapa kasus yang pernah ditangani oleh member association AFC, seperti apa saja yang sudah pernah mereka lakukan, terutama yang hubungannya kolaborasi dengan kepolisian," jelas Tisha.

Karobinops Sops Polri, Brigjen Polisi Imam Sugianto mengatakan, Polri dan PSSI memang perlu berkolaborasi dan bersinergi. Karena itu akan lebih baik jika dituangkan dalam MoU. “Dengan adanya sinergi, maka kita akan tahu tugas pokok dan fungsi masing-masing,” kata Imam.

sumber - www.pssi.org.

Tuesday, January 15, 2019

Tiga Musim di Liga 3, Mentok 16 Besar Nasional Part 2



Liga 3 2017 Kalah Dari Tuan Rumah
Melangkah ke Liga 3 2017. Deltras perlahan mulai membenahai semuanya dan menatap ke arah yang lebih baik. Dapat dilihat dari gebrakan awal. Mulai dari mampu menggandeng apparel jersey lokal, beberapa sponsor lokal juga mulai tergiur berkejasama dengan Deltras untuk mengarungi Liga 3 2017.

Lima pemain senior Deltras saat itu sepertinya dimanfaatkan benar oleh Deltras untuk membabat habis lawannya di fase grup. Lima pemain senior itu adalah Wimba Sutan Fanosa sekaligus kapten tim (striker), Sutrisno Hardi (striker), Achmad Setiawan (bek kiri), Papang (kiper), dan M. Zainal Abidin (gelandang). Sisanya, pemain lokal sidoarjo dan hasil seleksi dari pemain luar kota. Arsiteknya masih Harmadi dibantu dengan assisten pelatih Adi Putra Setiawan dan pelatih kiper kawakan Yono Karpono. Format Liga 3 2017 saat itu sebenarnya tak terlalu jauh perjalananannya. Hanya saja, ada tiga tim saja yang memperebutkan tiket lolos ke Liga 2, dari 32 tim di babak nasional.

Deltras sempat mendapat prestasi lumayan bagus di zona Provinsi Jatim. Dengan mengukuhkan diri sebagai juara tiga mengalahkan Persekabpas Pasuruan dengan skor 2-0. Masuk babak 32 nasional, undian tim seakan tak berpihak kepada Deltras. Karena, meski seharusnya bermain di venue netral, tetap saja ujung-ujungnya Deltras harus meladeni perlawanan tuan rumah Persik Kendal di babak 16 besar. Apalagi dengan sistem knock out, alias kalah langsung gugur.

Sempat lolos fase grup babak nasional, Deltras keluar sebagai juara grup. Sedangkan tuan rumah Persik Kendal berstatus runner up grup sebelah. Mereka bertemu di 16 besar. Dengan dukungan tuan rumah, dan support penuh dari bupati Kendal saat itu. Persik akhirnya sukses membungkam asa Deltras dengan skor 3-1. Deltras kalah dan mengubur impiannya ke Liga 2.

Liga 3 2018 Coba Bangun Lagi
Di Liga 3 2018, Deltras akhirnya mencoba membangun kekuatan lagi. Seperti tim pada umumnya, banyak pemain keluar dan masuk. Mulai dari tim pelatih dan pemain senior. Mantan pelatih Persegres Gresik di Liga 1 2017, Hanafi didapuk sebagai pelatih kepala. Dia membawa juga beberapa pemainnya eks Persegres seperti, gelandang Danny Alvianes dan bek muda Galih Maulana. Juga ketambahan gelandang senior arek Sidoarjo, Arif Ariyanto. Wimba Sutan juga masih bertahan. Serta beberapa pemain hasil seleksi lainnya.

Sebenarnya, di fase grup jalan Deltras dapat dibilang tak terlalu berat. Meskipun, mereka harus mengawali kompetisi dengan min enam poin. Karena, masalah gaji eks pemain asingnya Mijo Dadic di ISL 2011 silam belum terbayarkan. Dan sang pemain sampai mengadu ke FIFA dan sampai ke PSSI. Serta diputuskan Deltras menjalani Liga dengan mendapat pengurangan enam poin.

Tetapi, itu tampaknya bukan masalah serius. Deltras buktinya masih dapat menjadi juara di fase grup. Dan lolos ke babak 12 besar Jatim. Meskipun, 11 tim yang lolos di 12 tersebut otomatis lolos ke fase zona Jawa. Dan semifinal serta final seakan tak berarti apa-apa. Tetapi, tetap saja masih miliki laga gengsi juga. Deltras akhirnya hanya meraih peringkat empat saja. Setelah dalam laga semifinal mereka kalah dari tuan rumah Persekabpas Pasuruan, dan lebih parahnya kalah lagi di perebutan juara tiga dari PS. Kota Pahlawan.

Setelah melewati jalan zona Jatim. Tim fokuskan diri ke zona Jawa. Fase penting untuk dapat lolos ke babak 32 besar nasional, bergabung bersama perwakilan tim dari zona provinsi lainnya dan tim yang terdegradasi dari Liga 2 2017.

Di zona jawa, pertandingan dimainkan dengan mengacu hasil undian dan sistem home away. Di laga perdana, Deltras berhasil melewati hadangan Lamongan FC. Deltras berhasil menang 5-0 di laga kandang dan kembali meraih poin tiga dengan skor 1-3 di Surajaya Lamongan.

Deltras lolos ke babak ke-II. Di babak ke-II, sesuai bagan, Deltras bertemu Persema Malang. Hasil mengejutkan terjadi di Stadion Gajayana Malang. Deltras harus ditekuk dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Persema di cetak melalui tendangan pinalti. Di leg ke-2 bermain di Gelora Delta, Deltras tak mampu memanfaatkan situasi. Hanya butuh dua gol saja tanpa kebobolan. Deltras harus rela kebobolan satu gol. Meski skor akhir menang 2-1. Tetapi Persema unggul melalui gol away.

Akhirnya dengan kekalahan tersebut, kembali menunda harapan Deltamania yang ingin menyaksikan Deltras di Liga 2. Meskipun, dalam Liga 3 2018 kemarin perjalanan Deltras dapat dibilang lebih lama dan berat. Dibandingkan tahun 2017. Di 2017 perjalanan Deltras dapat dikatakan terbagi dua sesi saja, yakni sesi pertama zona provinsi Jatim dengan fase grup, 16 besar, semifinal dan final. Sesi kedua langsung melanjutkan langkahnya ke babak 32 besar nasional.

Sedangkan di Liga 3 2018, terbagi dengan tiga sesi. Sesi pertama zona Jatim dengan fase grup, 12 besar, semifinal dan final. Sesi kedua zona Jawa dengan 32 tim diambil empat tim saja untuk 32 besar nasional.  Sesi ketiga, fase grup 32 besar nasional dan langsung knock out. Dengan enam tim yang promosi ke Liga 2 2019.

Dengan hasil tersebut, lagi-lagi. Deltras masih terjerembak di Liga 3 untuk 2019. Teka-teki manajemen, pemain, dan pelatih masih belum ada informasi. Regulasi dan jadwal Liga 3 pun juga belum keluar sampai saat ini.

selesai..
Tulisan : Muchammad Ainul Budi




Tiga Musim di Liga 3, Mentok 16 Besar Nasional Part 1




DELTACYBER – Terakhir Delta Putra Sidoarjo (Deltras) mencicipi kasta tertinggi saat berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2011. Di ISL 2011, menjadi ISL ketiga bagi Deltras. Sebelumnya tim kebanggaan Deltamania ini juga pernah bermain di ISL, pada musim 2008 dan 2010.

Tetapi, bukan malah bertahan saja di ISL. The Lobster julukan Deltras, harus terlempar dari kompetisi paling tinggi Liga Indonesia tersebut. Di klasemen akhir, Deltras berada di peringkat ke-17, dua dari bawah. Dengan raihan 35 poin, hasil sembilan kali menang, delapan kali seri, dan menelan 17 kekalahan.

Degradasi di Divisi Utama 2014
Setelah degradasi. Deltras bermain di Divisi Utama 2013. Di kasta kedua musim itu, The Lobster tak mampu kembali ke ISL, namun tetap bertahan di Divisi Utama. Musim selanjutnya, 2014. The Lobster akhirnya benar-benar terjun bebas.

Tergabung di Grup 6 kala itu, dengan delapan tim. Deltras harus puas menjadi tim juru kunci, dibawah Perseta Tulungagung yang juga terdegradasi. Satu grup diambil dua tim yang degradasi. Dan dua teratas melaju ke fase babak delapan besar. Yakni Borneo FC dan Martapura kala itu. Mirisnya, dari 14 pertandingan, Deltras hanya mampu menang dua kali, seri lima kali, dan kalah tujuh kali. Dengan total meraup 11 poin saja.

Asa di Musim 2015
Nah, usai turun kasta. Di tahun 2015 sebenarnya manajemen saat itu terlihat keseriusannya membentuk sebuah tim dengan target tinggi. Kalau Deltamania mengamati benar, saat itu 2015 Liga Nusantara The Lobster mencoba menggabungkan beberapa pemain kawakan dan pemain muda asli arek Sidoarjo. Eks alumni Deltras U-21 seperti Sutrisno Hardi, Achmad Setiawan, Basuki, Papang Nurjaman, Mahardhika, Rifky Sholekhudin masih menghiasi tim Deltras. Ditambah pemain senior kala itu yang masih aktif, seperti Jefry Dwi Hadi, Uston Nawawi, Wimba Sutan Fanosa sampai legenda Persebaya yang akhirnya mau berjersey Deltras, yakni Mat Halil.

Dengan pelatih kepala Harmadi, Deltras saat itu jadi tim yang disegenai untuk bisa kembali ke Liga 2. Bahkan, beberapa ujicoba serta latihan rutin sudah digelar jauh jauh hari. Sayang, 2015 pula PSSI dibanned FIFA dan taka da kompetisi.

Akhirnya, beberapa pemain eks 2015 tersebut dimasukan ke dalam tim Sidoarjo United di kompetisi ISC B 2016. Yang mengisi kekosongan slot Persida Sidoarjo yang saat itu tak mampu mengikuti kompetisi karena berbagai hal. Di 2016 pula, Deltras pertama kalinya juga turun di Liga 3 atau Liga Nusantara. Dengan hanya mengandalkan pemain muda asli Sidoarjo hasil seleksi, Deltras seakan jadi tim compang camping. Sebab, tim utamanya sudah masuk semua ke Sidoarjo United. Termasuk Mat Halil dan Jefry Dwi Hadi. Sementara, Uston lebih memilih menjadi pelatih tim lain dan Wimba bergabung ke Persik Kediri.

2016 Tanpa Kemenangan
Di tahun 2016, catatan buruk terus menghampiri tim besutan pelatih Puji Daryo. Tergabung di Grup 4 bersama Perseta Tulungagung, Blitar United, Persikoba Batu, dan Persema Malang 1953. Deltras berada di posisi buncit klasemen akhir. Parahnya, hanya sekali seri poin yang dapat diraih. Sisanya Deltamania dibuat gigit jari dengan rentetan kekalahan. Namun, kompetisi 2016 saat itu juga tak ada promosi dan degradasi. 2016 memang ibarat hanya asal ikut kompetisi saja. Karena memang liga saat itu ibarat liga tarkam saja. Mulai dari ISC A atau Liga 1, ISC atau Divisi Utama, dan Liga Nusantara atau Liga 3.

bersambung...