Tuesday, January 22, 2019

Bupati : Kalau Pakai APBD, Saya Bisa di Bui


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo dalam dua musim terakhir, memang masih belum mentas dari kompetisi amatir Liga 3. Di musim 2017 The Lobster julukan Deltras Sidoarjo langkahnya terhenti di babak 16 besar fase nasional. Sedangkan di 2018 kemarin, Deltras harus gugur terlebih dahulu di babak kedua zona Jawa, sebelum babak 32 besar Nasional.

Alhasil, target promosi ke kasta kedua Liga 2 2019 pupus sudah. Dengan kekecewaan tersebut, ratusan Deltamania dan Deltanita menggelar aksi turun jalan kemarin Senin pagi (21/1) di Pendopo Delta Wibawa.

Mereka ingin bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Guna mengadukan tim kebanggaannya tersebut kepada sang pembina tim sekaligus suporter, Abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah. Problem keuangan masih menjadi masalah besar bagi Deltras untuk mengarungi kompetisi.

Dihadapan ratusan Deltamania, Bupati Sidoarjo akhirnya menemui mereka. Abah Ipul mengaku terus berusaha mencarikan dana serta sponsor bagi The Lobster. Namun tidak dengan menyusu APBD Sidoarjo.

"Kalau tanya prestasi Deltras, Deltras ini tidak dibiayai siapa-siapa. Belum ada yang mau pegang Deltras. Kalau saya jual, saya yang malu nantinya. Kalau saya minta dana kepada pemerintah, saya bisa masuk bui," ucap Saiful.

Perlu diketahui, Deltras Sidoarjo sendiri sudah berbentuk PT sejak tahun 2011 lalu. Saat berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011. Memang saat itu, seluruh klub peserta kompetisi kasta tertinggi Indonesia, diwajibkan berbentuk PT atau yayasan.

Akhirnya, The Lobster sudah berbentuk PT. Delta Raya Sidoarjo. Sudah berbentuk PT, The Lobster harus lepas pendanaan dari pemerintah kabupaten. Meskipun, di tahun 2013 Deltras degradasi ke Divisi Utama kasta kedua, dan 2014 degradasi lagi ke Liga 3 kompetisi amatir hingga sekarang.

Berbeda dengan tim-tim amatir lainnya, yang belum berbentuk PT atau yayasan dan bisa menyusu ke APBD daerahnya masing-masing. Dua musim berlaga di Liga 3 kemarin, The Lobster tak boleh mendapat dana APBD. Bahkan, Abah Ipul mengaku, dia harus merogoh kantong pribadinya Rp 100 juta lebih tiap bulannya dan diberikan kepada Deltras. (*)

0 komentar:

Post a Comment