Tuesday, January 15, 2019

Tiga Musim di Liga 3, Mentok 16 Besar Nasional Part 1




DELTACYBER – Terakhir Delta Putra Sidoarjo (Deltras) mencicipi kasta tertinggi saat berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2011. Di ISL 2011, menjadi ISL ketiga bagi Deltras. Sebelumnya tim kebanggaan Deltamania ini juga pernah bermain di ISL, pada musim 2008 dan 2010.

Tetapi, bukan malah bertahan saja di ISL. The Lobster julukan Deltras, harus terlempar dari kompetisi paling tinggi Liga Indonesia tersebut. Di klasemen akhir, Deltras berada di peringkat ke-17, dua dari bawah. Dengan raihan 35 poin, hasil sembilan kali menang, delapan kali seri, dan menelan 17 kekalahan.

Degradasi di Divisi Utama 2014
Setelah degradasi. Deltras bermain di Divisi Utama 2013. Di kasta kedua musim itu, The Lobster tak mampu kembali ke ISL, namun tetap bertahan di Divisi Utama. Musim selanjutnya, 2014. The Lobster akhirnya benar-benar terjun bebas.

Tergabung di Grup 6 kala itu, dengan delapan tim. Deltras harus puas menjadi tim juru kunci, dibawah Perseta Tulungagung yang juga terdegradasi. Satu grup diambil dua tim yang degradasi. Dan dua teratas melaju ke fase babak delapan besar. Yakni Borneo FC dan Martapura kala itu. Mirisnya, dari 14 pertandingan, Deltras hanya mampu menang dua kali, seri lima kali, dan kalah tujuh kali. Dengan total meraup 11 poin saja.

Asa di Musim 2015
Nah, usai turun kasta. Di tahun 2015 sebenarnya manajemen saat itu terlihat keseriusannya membentuk sebuah tim dengan target tinggi. Kalau Deltamania mengamati benar, saat itu 2015 Liga Nusantara The Lobster mencoba menggabungkan beberapa pemain kawakan dan pemain muda asli arek Sidoarjo. Eks alumni Deltras U-21 seperti Sutrisno Hardi, Achmad Setiawan, Basuki, Papang Nurjaman, Mahardhika, Rifky Sholekhudin masih menghiasi tim Deltras. Ditambah pemain senior kala itu yang masih aktif, seperti Jefry Dwi Hadi, Uston Nawawi, Wimba Sutan Fanosa sampai legenda Persebaya yang akhirnya mau berjersey Deltras, yakni Mat Halil.

Dengan pelatih kepala Harmadi, Deltras saat itu jadi tim yang disegenai untuk bisa kembali ke Liga 2. Bahkan, beberapa ujicoba serta latihan rutin sudah digelar jauh jauh hari. Sayang, 2015 pula PSSI dibanned FIFA dan taka da kompetisi.

Akhirnya, beberapa pemain eks 2015 tersebut dimasukan ke dalam tim Sidoarjo United di kompetisi ISC B 2016. Yang mengisi kekosongan slot Persida Sidoarjo yang saat itu tak mampu mengikuti kompetisi karena berbagai hal. Di 2016 pula, Deltras pertama kalinya juga turun di Liga 3 atau Liga Nusantara. Dengan hanya mengandalkan pemain muda asli Sidoarjo hasil seleksi, Deltras seakan jadi tim compang camping. Sebab, tim utamanya sudah masuk semua ke Sidoarjo United. Termasuk Mat Halil dan Jefry Dwi Hadi. Sementara, Uston lebih memilih menjadi pelatih tim lain dan Wimba bergabung ke Persik Kediri.

2016 Tanpa Kemenangan
Di tahun 2016, catatan buruk terus menghampiri tim besutan pelatih Puji Daryo. Tergabung di Grup 4 bersama Perseta Tulungagung, Blitar United, Persikoba Batu, dan Persema Malang 1953. Deltras berada di posisi buncit klasemen akhir. Parahnya, hanya sekali seri poin yang dapat diraih. Sisanya Deltamania dibuat gigit jari dengan rentetan kekalahan. Namun, kompetisi 2016 saat itu juga tak ada promosi dan degradasi. 2016 memang ibarat hanya asal ikut kompetisi saja. Karena memang liga saat itu ibarat liga tarkam saja. Mulai dari ISC A atau Liga 1, ISC atau Divisi Utama, dan Liga Nusantara atau Liga 3.

bersambung...

0 komentar:

Post a Comment