Tuesday, January 15, 2019

Tiga Musim di Liga 3, Mentok 16 Besar Nasional Part 2



Liga 3 2017 Kalah Dari Tuan Rumah
Melangkah ke Liga 3 2017. Deltras perlahan mulai membenahai semuanya dan menatap ke arah yang lebih baik. Dapat dilihat dari gebrakan awal. Mulai dari mampu menggandeng apparel jersey lokal, beberapa sponsor lokal juga mulai tergiur berkejasama dengan Deltras untuk mengarungi Liga 3 2017.

Lima pemain senior Deltras saat itu sepertinya dimanfaatkan benar oleh Deltras untuk membabat habis lawannya di fase grup. Lima pemain senior itu adalah Wimba Sutan Fanosa sekaligus kapten tim (striker), Sutrisno Hardi (striker), Achmad Setiawan (bek kiri), Papang (kiper), dan M. Zainal Abidin (gelandang). Sisanya, pemain lokal sidoarjo dan hasil seleksi dari pemain luar kota. Arsiteknya masih Harmadi dibantu dengan assisten pelatih Adi Putra Setiawan dan pelatih kiper kawakan Yono Karpono. Format Liga 3 2017 saat itu sebenarnya tak terlalu jauh perjalananannya. Hanya saja, ada tiga tim saja yang memperebutkan tiket lolos ke Liga 2, dari 32 tim di babak nasional.

Deltras sempat mendapat prestasi lumayan bagus di zona Provinsi Jatim. Dengan mengukuhkan diri sebagai juara tiga mengalahkan Persekabpas Pasuruan dengan skor 2-0. Masuk babak 32 nasional, undian tim seakan tak berpihak kepada Deltras. Karena, meski seharusnya bermain di venue netral, tetap saja ujung-ujungnya Deltras harus meladeni perlawanan tuan rumah Persik Kendal di babak 16 besar. Apalagi dengan sistem knock out, alias kalah langsung gugur.

Sempat lolos fase grup babak nasional, Deltras keluar sebagai juara grup. Sedangkan tuan rumah Persik Kendal berstatus runner up grup sebelah. Mereka bertemu di 16 besar. Dengan dukungan tuan rumah, dan support penuh dari bupati Kendal saat itu. Persik akhirnya sukses membungkam asa Deltras dengan skor 3-1. Deltras kalah dan mengubur impiannya ke Liga 2.

Liga 3 2018 Coba Bangun Lagi
Di Liga 3 2018, Deltras akhirnya mencoba membangun kekuatan lagi. Seperti tim pada umumnya, banyak pemain keluar dan masuk. Mulai dari tim pelatih dan pemain senior. Mantan pelatih Persegres Gresik di Liga 1 2017, Hanafi didapuk sebagai pelatih kepala. Dia membawa juga beberapa pemainnya eks Persegres seperti, gelandang Danny Alvianes dan bek muda Galih Maulana. Juga ketambahan gelandang senior arek Sidoarjo, Arif Ariyanto. Wimba Sutan juga masih bertahan. Serta beberapa pemain hasil seleksi lainnya.

Sebenarnya, di fase grup jalan Deltras dapat dibilang tak terlalu berat. Meskipun, mereka harus mengawali kompetisi dengan min enam poin. Karena, masalah gaji eks pemain asingnya Mijo Dadic di ISL 2011 silam belum terbayarkan. Dan sang pemain sampai mengadu ke FIFA dan sampai ke PSSI. Serta diputuskan Deltras menjalani Liga dengan mendapat pengurangan enam poin.

Tetapi, itu tampaknya bukan masalah serius. Deltras buktinya masih dapat menjadi juara di fase grup. Dan lolos ke babak 12 besar Jatim. Meskipun, 11 tim yang lolos di 12 tersebut otomatis lolos ke fase zona Jawa. Dan semifinal serta final seakan tak berarti apa-apa. Tetapi, tetap saja masih miliki laga gengsi juga. Deltras akhirnya hanya meraih peringkat empat saja. Setelah dalam laga semifinal mereka kalah dari tuan rumah Persekabpas Pasuruan, dan lebih parahnya kalah lagi di perebutan juara tiga dari PS. Kota Pahlawan.

Setelah melewati jalan zona Jatim. Tim fokuskan diri ke zona Jawa. Fase penting untuk dapat lolos ke babak 32 besar nasional, bergabung bersama perwakilan tim dari zona provinsi lainnya dan tim yang terdegradasi dari Liga 2 2017.

Di zona jawa, pertandingan dimainkan dengan mengacu hasil undian dan sistem home away. Di laga perdana, Deltras berhasil melewati hadangan Lamongan FC. Deltras berhasil menang 5-0 di laga kandang dan kembali meraih poin tiga dengan skor 1-3 di Surajaya Lamongan.

Deltras lolos ke babak ke-II. Di babak ke-II, sesuai bagan, Deltras bertemu Persema Malang. Hasil mengejutkan terjadi di Stadion Gajayana Malang. Deltras harus ditekuk dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Persema di cetak melalui tendangan pinalti. Di leg ke-2 bermain di Gelora Delta, Deltras tak mampu memanfaatkan situasi. Hanya butuh dua gol saja tanpa kebobolan. Deltras harus rela kebobolan satu gol. Meski skor akhir menang 2-1. Tetapi Persema unggul melalui gol away.

Akhirnya dengan kekalahan tersebut, kembali menunda harapan Deltamania yang ingin menyaksikan Deltras di Liga 2. Meskipun, dalam Liga 3 2018 kemarin perjalanan Deltras dapat dibilang lebih lama dan berat. Dibandingkan tahun 2017. Di 2017 perjalanan Deltras dapat dikatakan terbagi dua sesi saja, yakni sesi pertama zona provinsi Jatim dengan fase grup, 16 besar, semifinal dan final. Sesi kedua langsung melanjutkan langkahnya ke babak 32 besar nasional.

Sedangkan di Liga 3 2018, terbagi dengan tiga sesi. Sesi pertama zona Jatim dengan fase grup, 12 besar, semifinal dan final. Sesi kedua zona Jawa dengan 32 tim diambil empat tim saja untuk 32 besar nasional.  Sesi ketiga, fase grup 32 besar nasional dan langsung knock out. Dengan enam tim yang promosi ke Liga 2 2019.

Dengan hasil tersebut, lagi-lagi. Deltras masih terjerembak di Liga 3 untuk 2019. Teka-teki manajemen, pemain, dan pelatih masih belum ada informasi. Regulasi dan jadwal Liga 3 pun juga belum keluar sampai saat ini.

selesai..
Tulisan : Muchammad Ainul Budi




0 komentar:

Post a Comment