Media Online Deltras-Deltamania

www.deltamania-cyber.com

Long Life Deltamania

Jaga Selalu Keutuhan Keluarga Besar Ini Kawan !

Ini Dia Regulasi Liga 3 2018

Regulasi Liga 3 Jawa Timur 2018

Friday, July 19, 2019

Brylian Aldama Senang Jumpa Deltras




DELTACYBER - Salah satu pemain asli Sidoarjo yang bermain di Timnas Indonesia U-19 tahun ini. Adalah Brylian Aldama. Gelandang andalan eks Timnas U-16 tahun lalu, yang menjuarai Piala AFF U-16 di Sidoarjo itu, kembali terpanggil oleh Fakhri Husaini sekarang ini. Dalam tahap seleksi 26 pemain, yang disiapkan untuk Piala AFF U-19 tahun ini.

Dari 26 pemain tersebut, nantinya hanya akan tersisa 23 pemain saja untuk Piala AFF U-19 2019. Brylian Aldama, tentu bakal berusaha semaksimal mungkin untuk kembali tembus di tim garuda nusantara U-19.

Kini, Timnas U-19 menjalani tiga laga uji coba di Sidoarjo. Salah satunya bakal menghadapi Deltras Sidoarjo, Sabtu (20/7) malam di Gelora Delta Sidoarjo. Kembali bermain di kota Delta, menjadikan Brylian Aldama dkk mengingat memori indah satu tahun lalu.

Apalagi, pertandingan uji coba menghadapi Deltras besok, menjadi laga spesial baginya. Sebab, sebagai warga Sidoarjo, Brylian dulunya juga penggemar Deltras. Dia kerap menonton langsung The Lobster berlaga di Gelora Delta.

"Ya, saya dulu sering nonton Deltras, waktu masih main di ISL. Apalagi waktu Danilo masih main bersama Cristiano Lopez," ujarnya kepada redaksi Deltacyber, sesuai latihan rutin Timnas di GDS.
Brylian mengaku cukup antusias, bermain dihadapan ribuan suporter. Yang diprediksi memadati Gelora Delta besok malam.

"Pertama saya sangat senang, bisa kembali lagi main di Sidoarjo. Di kota saya sendiri. Pengalaman juga bisa bermain lawan Deltras," katanya.

Selain itu, dia menuturkan akan mempersiapkan mental dengan baik. "Yang jelas harus mempersiapkan mental. Apalagi besok kemungkinan banyak suporter yang datang. Karena tidak semua pemain bisa menghadapi tekanan suporter segitu banyak," bebernya.

Karena menurutnya, bisa saja kehadiran suporter yang banyak itu dapat membuat mental pemain down.

"Tapi alhamdulilah, saya mendapat beberapa pengalaman bermain. Saat dihadapkan dengan tekanan suporter yang begitu banyak. Saya sendiri juga sudah siap," pungkas Brylian. (bud)

Sunday, July 14, 2019

Ajang Persiapan Piala AFF U-18


Untuk mematangkan persiapan, Tim Nasional Indonesia U-19 akan melakoni uji coba di Jawa Timur. Tiga klub yakni Persibo Bojonegoro, Deltras Sidoarjo, dan Persekabpas Pasuruan menjadi lawan uji coba Garuda Muda.

Uji coba akan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 18,20 dan 22 Juli mendatang. Tentu uji coba ini menjadi bekal positif untuk menghadapi Piala AFF U-18 yang akan berlangsung dari tanggal 4 sampai 18 Agustus 2019, di Vietnam.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa uji coba Timnas U-19 di Jawa Timur ini difasilitasi oleh Asprov PSSI Jawa Timur.

"Bagi Timnas U-19 uji coba ini menjadi ajang persiapan jelang Piala AFF U-18 nanti. Saat ini Timnas U-19 sedang menjalani pemusatan latihan di Cikarang. Mereka akan bertolak di Jawa Timur pada tanggal 16 Juli, " kata Ratu Tisha.

Sementara, Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhanuddin mengatakan telah siap menyambut kedatangan tin Garuda Muda ini.

“Tentu kita sangat antusias sekali Timnas Indonesia U-19 bisa menggelar uji coba di Jatim (Sidoarjo). Alasannya tentu ini bisa jadi pemanasan sebelum Liga 3 Jatim dumulai pada 26 Juli nanti,” kata Amir.

Selain itu, Amir mengatakan bagi masyarakat Jatim bisa turut memberikan dukungan dan doa untuk Timnas Indonesia U-19 yang akan bertanding di Piala AFF U-18 di Vietnam, agar kembali meraih juara.

“Ini sekaligus meminta doa restu pada masyarakat Indonsia, khususnya Jawa Timur untuk agar Timnas U-19 sukses di Turnamen Piala AFF U19 di Vietnam, semoga juara,” harap Amir.

sumber - www.pssi.org

Pelajaran Semangat 1992 ala Denmark

Skuad Juara Denmark 1992 [foto : dreamteamfc.com]

Dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi. Janganlah pernah bermimpi, asal dengan kerja keras dan keberuntungan. Itulah yang terjadi dengan timnas Denmark, pada Piala Eropa 1992. Datang sebagai tim pelengkap, setelah Yugoslavia dicoret dari kejuaraan. Karena perang saudara.  Tim yang berjuluk dinamit ini ditunjuk  oleh UEFA menggantikan Yugoslavia.

Dengan persiapan minim, mereka berangkat ke Swedia. Tempat kejuaraan di selenggarakan. Tergabung di grupa A dengan tuan rumah Swedia, Inggris dan Prancis, mereka mampu membuat kejutan. Menjadi runner-up grup dan lolos ke babak berikutnya.

Setelah mengalahkan Prancis di laga terakhir,dalam match semi final mereka bertemu juara bertahan Belanda. Lawannya, Belanda, masih dengan trio-nya yang menjadikan AC Milan raja di eropa sekaligus dunia, waktu itu. Yakni, Frank Rijkaard, Ruud Gullit dan Marco Van Basten.

Namun Denmark membalikkan semua prediksi. Tim dinamit lolos ke partai puncak. Setelah menang melalui babak tos-tosan adu penalti. Puncaknya di final, pada 26 juni 1992. Denmark menghajar raksasa Eropa, Der Panzer, julukan Jerman dengan skor 2-0.

Dengan persiapan minim skuad biasa-biasa saja, mereka bisa menjadi juara. Mirip dengan Deltras Liga 3 tahun tahun ini. Persiapan minim, skuad yang tak begitu mentereng, Deltras sebenarnya dapat mengikuti jejak Denmark.

Asal disertai dengan kerja keras, kerja sama tim dan tentunya faktor luck. Ya keberuntungan. Walaupun secara logika hal itu mustahil. Tapi kembali Lagi, di sepak bola apapun bisa terjadi. Dengan modal Pelatih yang mempunyai prestasi cukup bagus. Terbukti mampu membawa Blitar United lolos ke Liga 2 2017 lalu. Dan dibarengi dengan kekompakan semua elemen tim.

Semoga The Lobster bisa mengikuti jejak Denmark yang dipimpin oleh Richard Moller Nielsen. Semangat 1992 semoga bisa menular kepada The Lobster. Walaupun tanpa pemain top, tapi dengan tim terbaik. Deltras bisa Jadi juara. Semoga, karena semua itu harapan Deltamania. Harapan kita bersama.(*)

Penulis = Agustina Kris Purwanto.

Bakal Agendakan Pertemuan Rutin


DELTACYBER - Deltamania punya tugas cukup berat musim ini. Selain memikirkan bentuk dukungan kreatif di atas tribun. Beberapa pengurus pusatnya pun, menjadi penggerak di dalam manajemen Deltras.

Berdasar amanah dari Bupati Sidoarjo, dalam audiensi beberapa waktu lalu. Ditunjuklah manajer tim dari kalangan Deltamania sendiri. Disaat kondisi tim bisa dikatakan krisis saat ini. Deltamania memikul beban cukup berat.

Namun, beban berat itu terasa ringan, apabila semua elemen bersatu dan mendukung dengan hati. Serta kebanggaan. Sebuah pride, untuk kota tercinta. "Disaat tim ini terpuruk, apa yang bisa kita berikan. Bukan apa yang bisa didapatkan. Yang terpenting, kejujuran, tekad kuat dan transparansi manajemen," tutur Satriyo Adji, manajer Deltras musim ini.

Berlatar belakang suporter. Yoyok sapaan akrabnya, tak ingin, mengeyampingkan saran pendapat dari rekan-rekannya. "Rencananya kami akan buat agenda rutin pertemuan dengan suporter. Semacam sharing dua arah. Antaran teman-teman pengurus yang ada dilapangan dan di tribun," jelasnya.

Dia menambahkan, selama semua elemen mau bersatu. Kebangkitan secara perlahan tinggal menunggu waktu saja.(bud)

Penulis : Muchammad Ainul Budi

Saturday, July 13, 2019

Dukungan Tak Hanya Datang Dari Tribun


DELTACYBER - Setapak demi setapak mulai menjadi langkah awal Deltamania. Dalam hal mengelola Deltras jelang Liga 3 musim ini. Setelah mendapat mandat dari bupati, mau tidak mau, ya harus dijalankan. Untuk memanajemeni Deltras tahun ini.

Seleksi pemain, perekrutan pelatih, dan beberapa kali intensitas uji coba pun mulai bergulir. Total 24 pemain dengan empat pelatih menjadi bagian Deltras. Didukung ada empat pemain berstatus senior, selebihnya pemain muda.

Ya, langkah awal manajer Satriyo Adji alias mas Yoyok, dengan melibatkan rekan-rekan Deltamania. Wakil manajer, sekretaris, dan pengurus administrasi pun juga dari kalangan Deltamania. Ya, memang ada beberapa orang yang sudah berkecimpung di sepakbola Indonesia tiga tahun belakangan. Ada juga, pengurus yang sudah lebih dulu terjun di Ligina beberapa tahun silam. Namun, amanah lebih besar dan tanggung jawab lebih berat, mereka rasakan baru tahun ini.

Berat, sudah pasti. Tetapi, kalau dipikul bersama-sama akan terasa ringan. Apalagi, kritik dan saran yang membangun. Bukan hanya bisa nyinyir, tetapi tidak bisa apa-apa. Tong kosong nyaring bunyinya. Netizen yang dengan akun palsumu juga bisa melakukan hal itu. Apalagi, berlagak kura-kura dalam perahu. Pura-pura tidak tahu.

Ya, musim ini menjadi tantangan bagi Deltamania. Dukungan mereka baik dari belakang layar, dan di stadion harus sama-sama lantang. Lantang dalam arti, lantang bernyanyi. Lantang juga bergerak ke kanan dan kiri untuk memutar roda manajemen. Tapi, jangan berharap manajemen sehat dulu. Kembali lagi, ini liga amatir, dengan pemain amatir, rasa manajemennya pun jangan disamakan dengan tim Liga 2. Atau Liga 1. Kritis tapi harus realistis.

Berbagai ide untuk membantu Deltras agar lebih greng di awal musim ini pun mengalir. Meski, belum deras, tetapi, bentuk dukungan itu sudah mulai terlihat. Salah satunya, bentuk dukungan melalui sumbangan yan dilakukan oleh kawan-kawan suporter.

Dukungan membantu dengan membelikan air minum untuk latihan. Membantu dengan dana seikhlasnya untuk operasional. Dan peralatan latihan, macam jersey serta rompi.

"Sebagai wujud partisipasi dan bentuk kepedulian Deltamania pada Deltras, akhirnya muncul ide sumbangan itu. Semua hasil sumbangan akan digunakan di luar anggaran yang sudah dianggarkan nantinya," jelas Yoyok.

Lantas, banyak persepsi yang datang. Nyumbang gawe Deltras, opo manajemen gak isok nukokno ta ?. "Itu persepsi yang salah. Sekali lagi, semua itu muncul karena rasa memiliki. Bukan tidak mampu membiayai. Berapapun nominal dan wujudnya itu tidak penting. Yang perlu diapresiasi adalah kepedulian dan rasa ikut memilikinya dalam bentuk donasi," bebernya.

Masih lanjut Yoyok, sekecil apapun bentuk sumbangannya, sangalah besar artinya. "Bisa jadi, nanti kalau pemain berhasil menang, di traktir makan-makan sama Deltamania sebagai bonusnya. Tetapi, kalau bonus dana pasti juga akan diberi, sesuai dengan dana yang sudah dianggarkan," kata Yoyok.

Dan hal itu bakal disampaikan ke pemain dan pelatih. Bahwa, harapan suporter sangatlah besar. Untuk bisa berbuat maksimal serta berjuang mati-matian demi Deltras. "Karena sebagian yang pemain nikmati adalah doa dan harapan dari suporter. Apa yang ditunjukkan suporter ini semata juga mengguggah kepedulian semua pihak di Sidoarjo," ucapnya.

Ibaratnya, suporter saja bisa menyumbang untuk tim kebanggaan Sidoarjo ini. Masa stake holder terkait belum bisa memberikan dukungan untuk tim lokal Sidoarjo sendiri. "Kalau Deltamania saja yang masih sekolah bisa belikan air mineral untuk latihan, masa yang lain tidak bisa," pungkasnya. (bud).

Bersambung....
penulis : Muchammad Ainul Budi

Deltamania Pegang Langsung Deltras



DELTACYBER - Hasil audiensi perwakilan pengurus pusat Deltamania dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah  (28/6) membuahkan keputusan besar. Yang paling penting, pengelolaan klub di musim ini di tangan suporter. Ya, Deltamania.

Dalam audiensi kala itu, abah Ipul sapaan akrab Saiful Illah, langsung menunjuk perwakilan Deltamania untuk menjalankan Deltras. Sebab, Deltamania sendiri juga tak menemukan sosok manajer yang pantas menahkodai The Lobster.

Satriyo Adji Utomo atau yang lebih akrab disapa mas Yoyok, ditunjuk oleh abah Ipul. Sebelumnya, Saiful Bakirok lah yang ditunjuknya untuk jadi manajer. Namun, karena beberapa hal, dia tak pantas mengemban amanah itu.

Siap tidak siap, sebenarnya menjadi sebuah dilema. Kenapa ?, pertanyaannya seberapa kuat Deltamania bisa membawa tim yang sedang terpuruk ini bisa lebih baik pencapaiannya. Ketimbang dua musim lalu. Sudah, janga bicara target. Sebab, target wajib Liga 2, promosi Liga 2, kudu munggah kasta, ojo dadi pelengkap Liga 3, tak berbanding lurus dengan persiapan tim. Terkadang, mengkritisi tanpa melihat realistis yang ada, seperti berbicara keras tapi menutup mata.

Namun, kembali lagi ke amanah dari abah Ipul. Deltamania sudah ditunjuknya untuk memanajemeni Deltras musim ini. Siap tidak siap, ya harus jalan. Singkatnya, persiapan seleksi pun dilakukan dengan cepat. Persoalan pelatih, sebernarnya, sudah ada ancang-ancang sejak lama, merekrut Gatot Mulbajadi. Pelatih yang membawa Blitar United juara back to back Liga 3 2016 dan 2017 lalu. Prestasi mentereng itu lah yang diharapkan, menular ke Deltras. Meski dengan persiapan mepet.

Akhirnya, Yoyok harus siap mengemban amanah itu. "Semua itu wujud dari rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Karena tahun ini bupati menunjuk langsung Deltamania yang menjalankan Deltras," terang Yoyok.

Lantas, bagaimana pembiayaan tim untuk mengarungi Liga 3 tahun ini. Kucuran dana langsung di back up penuh oleh abah Ipul. Dia tak ingin, Deltras absen dalam kompetisi tahun ini, dan tetap memberikan pembiayaan.

Tetapi Yoyok tak berjalan sendiri. Tentu, beberapa rekan-rekan pengurus Deltamania turut membantunya. Mulai mempersiapkan seleksi, menghubungi pihak sana sini, mengurus kelengkapan administrasi pemain, official, sampai patungan membeli air minum.

"Sesuatu yang berat pun bisa menjadi ringan. Saat semua elemen berusaha untuk bersatu dan tidak saling menjatuhkan," ucapnya.

Bisa jadi, ini sejarah pertama kali bagi Deltamania. Yang mengelola The Lobster secara langsung. (bud)


Bersambung....
penulis : Muchammad Ainul Budi

Friday, July 12, 2019

The Lobster Uji Coba Lawan Timnas U-19


DELTACYBER - Sebelum bergulirnya kompetisi Liga 3 musim ini. Delta Putra Sidoarjo (Deltras) kembali mengadakan uji coba. Kali ini, tim berjuluk The Lobster itu bakal menjamu skuad Garuda Muda, Timnas U-19.

Agenda uji coba dari Timnas U-19 serta Asprov PSSI Jawa Timur sebagai pelaksananya, memberikan tiga kali uji coba. Untuk Timnas U-19 di Sidoarjo. Tim besutan Fakhri Husaini itu, akan meladeni Persibo Bojonegoro, Persekabpas Pasuruan, dan tuan rumah Deltras Sidoarjo. Di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Regulasi laga uji coba tersebut, ketiga tim Liga 3 Jawa Timur itu, tak diperbolehkan memainkan para pemain seniornya. Sebab, lawan yang dihadapinya, tim yang masih under 19 tahun.

Berikut jadwal lengkap pertandingan uji coba tersebut :

Kamis, 18 Juli 2019
Persibo Bojonegoro vs Timnas U-19
Pukul 15.30 Wib, Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Sabtu, 20 Juli 2019
Deltras Sidoarjo vs Timnas U-19
Pukul 19.00 Wib, Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Senin, 22 Juli 2019
Persekabpas Pasuruan vs Timnas U-19
Pukul 15.30 Wib, Stadion Gelora Delta Sidoarjo

Harga Tiket Uji Coba Deltras vs Timnas U-19


DELTACYBER - Pertandingan uji coba Deltras Sidoarjo melawan Timnas U-19 akan digelar hari Sabtu, 20 Juli mendatang. Laga uji tanding itu, rencananya kick off pukul 19.00 Wib, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Sementara itu, untuk harga tiket. Penonton dan suporter bisa membeli tiket langsung di loket stadion. Pada hari H pertandingan.

Berikut ini informasi tiket :

Ekonomi = Rp 35.000
Utama = Rp 75.000
VIP = Rp 100.000

Pembelian tiket bisa didapatkan di loket box Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada hari-H pertandingan.

Saturday, July 6, 2019

Pemain Belum Komplit



DELTACYBER - Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) keenam tahun ini, membuat beberapa pemain muda Deltras masih absen. Dalam sesi latihan rutin. Sebab, ada sejumlah pemain The Lobster yang masih membela timnya masing-masing.

Seperti Dzulfikar Ardiansyah (gelandnag), Giofani (gelandang) dan Levi Fahmi (stopper) yang masih bergabung besama tim Kota Malang. Dan Niko Ade Fernanda (winger) bersama tim Kabupaten Sidoarjo.

Dalam uji coba perdana, Jumat (5/7) lalu, keempat pemain itu harus absen.  "Pemain kami masih belum komplit. Karena beberapa pemain kami juga masih membela timnya di Porprov," jelas Gatot Mulbajadi, head coach Deltras.

Sebab, mereka berempat sudah resmi menjadi bagian tim Deltras Sidoarjo. Untuk mengarungi kompetisi Liga 3 musim ini. Sedangkan untuk Giofani sendiri, dia merupakan pemain baru di Deltras. Musim lalu dia menjadi pilar penting dari tim Persema Malang.

 Sementara untuk, Dzulfikar Ardiansyah, Levi Fahmi, dan Niko Ade tahun lalu sempat bergabung bersama Deltras. Hanya saja, Ardiansyah dan Levi berlabuh ke Persema, di fase 32 besar Nasional. (bud)

Benahi Kondisi Fisik


DELTACYBER - Baru berlatih bersama tiga hari, dan langsung menggelar uji coba, pada Jumat pagi (5/7) di Stadion Gelora Delta. Membuat, kondisi fisik pemain The Lobster benar-benar terlihat kedodoran.

Meski begitu, mereka mampu memenangi laga uji coba itu 2-1 atas Porprov Denpasar.
Pelatih kepala Deltras, Gatot Mulbajadi, mengakui hal itu. Stamina pemainnya masih belum seratus persen.

"Kedepan akan lebih kami genjot lagi soal fisik anak-anak. Seminggu kedepan coba kami fokuskan membenahi stamina mereka dulu," tutur mantan pelatih Blitar United ini, sesuai pertandingan.

Dia menilai, fisik anak asuhnya mulai menurun di pertengahan babak kedua. Kesalahan mendasar pun didasari stamina yang sudah terkuras.

"Karena di ujicoba perdana kemarin, banyak melakukan kesalahan mendasar. Seperti salah passing, karena mereka lelah," imbuhnya. (bud)

Uji Coba Perdana Tak Lihat Hasil


DELTACYBER - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) akhirnya memiliki tim tahun ini. Setelah melalui berbagai proses yang cukup rumit. Deltamania akhirnya kembali menyaksikan tim kesayangannya berlaga di kompetisi musim ini. Liga 3 2019.

Audiensi bersama Bupati Sidoarjo, Saiful Illah beberapa waktu lalu, langsung menghasilkan keputusan. Salah satunya, Saiful Illah tetap ingin Deltras turut ikut di Liga 3 musim ini. Dan menunjuk Satriyo Adji Utomo, sebagai manajer tim.

Setelah menggelar seleksi pemain dalam tiga hari. Deltras langsung menetapkan 24 pemain. Dan langsung mengadakan uji coba. Jumat pagi (5/7), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Deltras berujicoba melawan tim Porprov Denpasar.

Meski baru berlatih tiga hari. Namun, skuad The Lobster mampu menang tipis 2-1 (2-1) atas tamunya. Sempat tertinggal dulu 0-1 lewat gol tendangan bebas lawan. The Lobster come back melalui gol Guntur Agung dan Alfinu di babak pertama.

Babak kedua, kedua tim sama-sama merotasi pemain. Namun, sampai peluit panjang ditiup wasit, skor 2-1 bertahan hingga usai.

"Tim ini baru beberapa kali latihan saja. Tetapi alhamdulilah uji coba kali ini anak-anak bisa menang. Saya juga tekankan kepada pemain, uji coba perdana ini tidak mencari kalah menang," tutur Gatot Mulbajadi, pelatih Deltras.

Gatot menyebut, jajaran pelatih ingin melihat kualitas pemainnya. Dalam laga uji coba perdana tersebut.

"Kalau bicara kondisi fisik, di babak kedua anak-anak sedikit drop. Karena memang baru tiga kali latihan bersama. Tetapi dua gol kami prosesnya luar biasa. Kami latih di sesi latihan rutin kemarin," imbuh pria yang akrab dipanggil Gatot ini.

Sementara itu, di kubu lawan, pelatih kepala Porprov Denpasar, Agung Bramastra, mengakui build up yang dilakuan anak asuhnya masih kurang sempurna. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dia lakukan.

"Organisasi transisi kami masih ada miss komunikasi. Lawan juga jauh lebih berpengalaman dengan anak-anak. Secara progres, permainan kami ada perkembangan selama persiapan ini," ujarnya. (bud)