Saturday, July 13, 2019

Dukungan Tak Hanya Datang Dari Tribun


DELTACYBER - Setapak demi setapak mulai menjadi langkah awal Deltamania. Dalam hal mengelola Deltras jelang Liga 3 musim ini. Setelah mendapat mandat dari bupati, mau tidak mau, ya harus dijalankan. Untuk memanajemeni Deltras tahun ini.

Seleksi pemain, perekrutan pelatih, dan beberapa kali intensitas uji coba pun mulai bergulir. Total 24 pemain dengan empat pelatih menjadi bagian Deltras. Didukung ada empat pemain berstatus senior, selebihnya pemain muda.

Ya, langkah awal manajer Satriyo Adji alias mas Yoyok, dengan melibatkan rekan-rekan Deltamania. Wakil manajer, sekretaris, dan pengurus administrasi pun juga dari kalangan Deltamania. Ya, memang ada beberapa orang yang sudah berkecimpung di sepakbola Indonesia tiga tahun belakangan. Ada juga, pengurus yang sudah lebih dulu terjun di Ligina beberapa tahun silam. Namun, amanah lebih besar dan tanggung jawab lebih berat, mereka rasakan baru tahun ini.

Berat, sudah pasti. Tetapi, kalau dipikul bersama-sama akan terasa ringan. Apalagi, kritik dan saran yang membangun. Bukan hanya bisa nyinyir, tetapi tidak bisa apa-apa. Tong kosong nyaring bunyinya. Netizen yang dengan akun palsumu juga bisa melakukan hal itu. Apalagi, berlagak kura-kura dalam perahu. Pura-pura tidak tahu.

Ya, musim ini menjadi tantangan bagi Deltamania. Dukungan mereka baik dari belakang layar, dan di stadion harus sama-sama lantang. Lantang dalam arti, lantang bernyanyi. Lantang juga bergerak ke kanan dan kiri untuk memutar roda manajemen. Tapi, jangan berharap manajemen sehat dulu. Kembali lagi, ini liga amatir, dengan pemain amatir, rasa manajemennya pun jangan disamakan dengan tim Liga 2. Atau Liga 1. Kritis tapi harus realistis.

Berbagai ide untuk membantu Deltras agar lebih greng di awal musim ini pun mengalir. Meski, belum deras, tetapi, bentuk dukungan itu sudah mulai terlihat. Salah satunya, bentuk dukungan melalui sumbangan yan dilakukan oleh kawan-kawan suporter.

Dukungan membantu dengan membelikan air minum untuk latihan. Membantu dengan dana seikhlasnya untuk operasional. Dan peralatan latihan, macam jersey serta rompi.

"Sebagai wujud partisipasi dan bentuk kepedulian Deltamania pada Deltras, akhirnya muncul ide sumbangan itu. Semua hasil sumbangan akan digunakan di luar anggaran yang sudah dianggarkan nantinya," jelas Yoyok.

Lantas, banyak persepsi yang datang. Nyumbang gawe Deltras, opo manajemen gak isok nukokno ta ?. "Itu persepsi yang salah. Sekali lagi, semua itu muncul karena rasa memiliki. Bukan tidak mampu membiayai. Berapapun nominal dan wujudnya itu tidak penting. Yang perlu diapresiasi adalah kepedulian dan rasa ikut memilikinya dalam bentuk donasi," bebernya.

Masih lanjut Yoyok, sekecil apapun bentuk sumbangannya, sangalah besar artinya. "Bisa jadi, nanti kalau pemain berhasil menang, di traktir makan-makan sama Deltamania sebagai bonusnya. Tetapi, kalau bonus dana pasti juga akan diberi, sesuai dengan dana yang sudah dianggarkan," kata Yoyok.

Dan hal itu bakal disampaikan ke pemain dan pelatih. Bahwa, harapan suporter sangatlah besar. Untuk bisa berbuat maksimal serta berjuang mati-matian demi Deltras. "Karena sebagian yang pemain nikmati adalah doa dan harapan dari suporter. Apa yang ditunjukkan suporter ini semata juga mengguggah kepedulian semua pihak di Sidoarjo," ucapnya.

Ibaratnya, suporter saja bisa menyumbang untuk tim kebanggaan Sidoarjo ini. Masa stake holder terkait belum bisa memberikan dukungan untuk tim lokal Sidoarjo sendiri. "Kalau Deltamania saja yang masih sekolah bisa belikan air mineral untuk latihan, masa yang lain tidak bisa," pungkasnya. (bud).

Bersambung....
penulis : Muchammad Ainul Budi

0 komentar:

Post a Comment